Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2018

Jika English Shalawat Dikumandangkan

Jepara, Mujahidin Cyber. …Ya Rabbi shalli ala rasul/ Muhammadin sirril ula/ wal anbiya’ wal mursalin/ al ghurri khatman awwala// when we are meeting/ everything will be beautiful/ one of heart one of the soul/ for studying together// disaat kita sedang berkumpul/ semua menjadi indah/ satu hati satu jiwa/ belajar bersama-sama…?



Jika English Shalawat Dikumandangkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jika English Shalawat Dikumandangkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jika English Shalawat Dikumandangkan

Penggalan salawat Asnawiyah mahakarya KH Raden Asnawi, Kudus diaransemen menjadi salawat bertajuk “Soulmate”—gubahan bahasa Arab, Inggris dan Indonesia oleh Ali Mahmudi (37).

Lantunan salawat dalam 3 bahasa itu nyaring berkumandang usai materi bahasa Inggris di MTs Nurul Islam Kriyan, MTs/ MA Miftahul Ulum Sukosono, MTs Mathaliul Huda Bugel, pesantren Nurul Huda Bugel dan Universal English Course (UEC).

Ya, begitulah English Salawat yang dipopulerkan lelaki kelahiran Jepara 18 Juli 1976 yang juga memperoleh restu langsung dari Ketua LP Maarif NU kabupaten Jepara, H Zubaidi Masyhud, Juli 2011 lalu. Kemudian salawat yang merupakan salah satu ? bentuk wujud nyata mahabbah kepada Rasulullah dilanggengkan di tempat ia mengajar bahasa Inggris, hingga kini.

Mujahidin Cyber

Awal mula suami Sofiatun (30) terinspirasi tatkala di rumah mertuanya desa Troso RT.04 RW.10 kecamatan Pecangaan dilaksanakan pertemuan selapanan Jamiyyah Qurra’ Wal Huffadz (JQH) kecamatan Pecangaan-Kalinyamatan. Usai mendengar salawat Asnawiyah itu ia pun memperoleh insiprasi kemudian menggubah salawat itu menjadi soulmate.

Tak hanya salawat karya mbah Asnawi, “Syiir tanpo waton” Gus Dur dan “Dauni” pun digubahnya—menjadi salawat Arab-Inggris yang isinya bentuk penghormatan kepada guru maupun spirit belajar.

Tujuannya kata Ali, lulusan IKIP PGRI Semarang ingin meminimalisir pandangan Bahasa Inggris adalah murni pelajaran umum. Menurutnya lewat Bahasa Inggris bisa juga untuk menyampaikan moral value (pesan moral) kepada peserta didik. Sama seperti Habib Syekh menyampaikan pesan moral melalui salawat dan syiiran bahasa Jawanya.

Hal itu baginya juga sejalan dengan pendidikan karakter yang didengung-dengungkan oleh pemerintah. “Karakter yang dimiliki oleh siswa madrasah dan santri berbeda dengan siswa umum. Siswa yang membaca English salawat dan dipahami isinya bisa saja meneteskan air mata,” akunya.

Mujahidin Cyber

Lewat English Salawat ayah dari Ulya Fairuz Zahiro (5) hendak membuktikan Bahasa Inggris bukanlah pelajaran yang menakutkan tetapi akan menjadi mapel disukai. Apalagi dengan membaca salawat selain untuk mengharapkan syafaat dunia akhirat juga untuk kesuksesan dalam belajar.?

Kontributor: ? Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber PonPes, Nahdlatul, Olahraga Mujahidin Cyber

Jumat, 09 Februari 2018

Pengembangan Produk Halal dan Wisata Syariah Perlu Digarap Lebih Serius

Semarang, Mujahidin Cyber. Jumlah muslim di dunia saat ini mencapai tidak kurang dari 2 milyar. Dengan kuantitas itu tidak ayal masyarakat muslim merupakan pasar potensial khususnya dalam pengembangan produk halal dan wisata syariah. Bagaimanapun kebutuhan untuk memiliki rasa nyaman dalam mengonsumsi makanan dan perjalanan yang syari ? adalah dambaan yang tidak saja untuk memenuhi kebutuhan fisik tetapi juga perwujudan nilai-nilai keislaman.

Demikian diutarakan Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kementerian Pariwisata Republik Indonesia Riyanto Sofyan dalam pembukaan Seminar Internasional bertajuk "The Role of Islamic Higher Education on Development of Halal System and Sharia Tourism in Indonesia" di Auditorium I UIN Walisongo Semarang, Kamis (31/3).

Pengembangan Produk Halal dan Wisata Syariah Perlu Digarap Lebih Serius (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengembangan Produk Halal dan Wisata Syariah Perlu Digarap Lebih Serius (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengembangan Produk Halal dan Wisata Syariah Perlu Digarap Lebih Serius

Dalam seminar yang diselenggarakan Program Pascasarjana UIN Walisongo ini, Riyanto menyatakan bahwa bisnis dalam kaitannya dengan produk halal dan wisata syariah memiliki potensi yang besar. "GDP (Gross Domestic Product) dari negara-negara yang tergabung dalam OKI (Organisasi Kerjasama Islam) saja sebesar 9,8 triliyun dolar," ungkapnya.?

Dengan pendapatan sebesar itu, lanjut Riyanto, produk halal dan wisata syariah saat ini tidak hanya menjadi perhatian bagi negara-negara mayoritas berpenduduk muslim, tetapi juga negara-negara seperti Jepang, Thailand, Korea Selatan, dan beberapa negara Eropa. Negara-negara ini saling bersaing dan berebut menggarap pasar. Tentunya hal tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah Indonesia. "Kami masih minim promosi. Karena itu inisiasi seminar internasional Pascasarjana UIN Walisongo sangat kami apresiasi," imbuhnya.?

Menurut Direktur Pascasarjana UIN Walisongo, Ahmad Rofiq pemerintah memang telah menerbitkan Undang-undang No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, tetapi UU ini belum memiliki peraturan yang mengatur lebih teknis seperti Peraturan Pemerintah atau hingga terbentuknya badan tertentu. Sehingga perlu berkontribusi dalam pengembangan produk halal dan juga wisata syariah. "Perguruan tinggi perlu mendorong bagaimana caranya agar masyarakat memiliki kesadaran akan pentingnya produk halal dan wisata yang syari. Ini butuh keseriusan," tutur Guru Besar bidang Hukum Islam ini.?

Mujahidin Cyber

Dalam kesempatan yang sama Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan UIN Walisongo, Imam Taufiq menyatakan, beberapa program studi di UIN Walisongo sangat potensial untuk melahirkan kajian dan penelitian yang tepat guna untuk mendukung produk halal dan wisata syariah. "Prodi-prodi seperti Kimia, Gizi dan Kesehatan misalnya, tentu akan tepat dalam persoalan ini," terangnya saat membuka acara seminar. Hal ini selaras dengan visi UIN Walisongo yang berpedoman pada paradigma kesatuan ilmu (unity of sciences) untuk kemanusiaan dan peradaban.?

Sementara itu hadir sebagai pembicara dalam seminar internasional Pascasarjana UIN Walisongo ini adalah Irwandi Jaswir dari International Islamic University Malaysia (IIUM Malaysia), Asrorun Niam Sholeh (MUI) Lukmanul Hakim (Direktur LPPOM MUI-President of World Halal Food Council), dan Achmad Gunaryo selaku Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian Agama. (Red-Zunus)?

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nahdlatul Ulama, PonPes Mujahidin Cyber

Jumat, 02 Februari 2018

Menulis Itu Seperti Memasak

Bandar Lampung, Mujahidin Cyber. Saat ditanya terkait penulisan dan perkembangan media sosial pada Forum Dialog Literasi Media Sosial Berbasis Islam Wasathiyyah di Hotel Novotel Bandar Lampung, Sabtu (16/10), Direktur Mujahidin Cyber Savic Ali mengibaratkan sebuah tulisan seperti sebuah makanan.

"Ada makanan yang sehat tapi nggak enak. Ada juga makanan enak tapi nggak sehat. Begitu juga sebuah tulisan. Ada yang sebenarnya menarik isinya tapi tidak dikemas dengan baik. Ada tulisan yang isinya sebenarnya biasa saja tapi karena dikemas dengan baik maka jadi menarik," terangnya.

Menulis Itu Seperti Memasak (Sumber Gambar : Nu Online)
Menulis Itu Seperti Memasak (Sumber Gambar : Nu Online)

Menulis Itu Seperti Memasak

Savic menambahkan bahwa dalam menulis diperlukan tahapan-tahapan seperti memasak diantaranya mengumpulkan bahan, meracik bumbu dan memasaknya. "Menulis juga harus mampu mempertimbangkan bahan-bahannya dan melihat sisi aktualitas apa yang sedang menjadi permasalahan hangat ditengah-tengah masyarakat," tambahnya.

Terkait dengan platform tulisan diinternet, founder islami.co ini mengajak kepada segenap praktisi media untuk mengisi konten dunia maya dengan platform yang mudah diakses seperti website dengan berbagai jenis domain.

Ia juga mengajak kepada netizen untuk bersindikasi dalam mengisi konten-konten positif didunia maya. "Silahkan saling berbagi konten baik itu tulisan berita, artikel dan sejenisnya untuk lebih menyiarkan konten sejuk didunia maya dan tentunya mencantumkan sumber aslinya," ajaknya.

Mujahidin Cyber

Disamping untuk mewarnai dunia maya dengan konten positif, sindikasi dan kerjasama ini dilakukan sebagai upaya antisipasi jika ada informasi penting di website hilang karena website tersebut mati. Jika sudah menyebar lanjutnya, maka informasi penting tersebut masih dapat diakses di situs lainnya.

Mujahidin Cyber

Pada kesempatan tersebut Savic juga memaparkan kondisi bagaimana saat ini internet menjadi media yang sangat praktis untuk menyebarkan ide dan syiar. Dengan kreativitas simpel dan murah siapapun saat ini dapat menyebarkan informasi dengan mudah.

"Kalau kita ngadakan pengajian, kita harus mengumpulkan orang dengan melakukan persiapan tempat, biaya, waktu dan lain sebagainya. Namun melalui media dunia maya kita dapat menggelar pengajian yang jumlah penontonnya malah bisa lebih banyak," ujarnya.

Metode dakwah via online inilah menurutnya yang digunakan oleh sebagian kelompok konservatif dalam menyebarkan pemikiran-pemikirannya. "Saat ini 20 video di you tube dikuasai oleh kelompok ultra konservatif," katanya selain website keagamaan pun masih dikuasai oleh kelompok ini.

Oleh karenanya Ia mengajak netizen khususnya para kiai dan tokoh agama untuk mewarnai dunia maya saat ini dengan konten positif. "Silahkan para kiai memberikan pencerahan melalui dunia maya. Biar yang muda mengolah dan mempublikasikannya," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ubudiyah, Ulama, PonPes Mujahidin Cyber

Kamis, 01 Februari 2018

Muslimat NU Turut Meriahkan Kemerdekaan Malaysia

Kuala Lumpur,Mujahidin Cyber? . Pimpinan Cabang Istimewa Muslimat NU Malaysia mengirimkan amggota 8 mobil untuk memeriahkan kemerdekaan negara tersebut. Perayaan bertajuk Sehati Sejiwa tersebut didukung 3 parlemen, yaitu Wangsa Maju, Setiawangsa, dan Titiwangsa.?

Muslimat NU Turut Meriahkan Kemerdekaan Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Turut Meriahkan Kemerdekaan Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Turut Meriahkan Kemerdekaan Malaysia

Konvoi yang dibuka Ketua Parlemen Wangsa Maju Datok Syafii sepanjang 35 km. Dimulai dari (Titiwangsa) dan berakhir di kmp sungai Mulia goMbak.

“Konvoi ini total diikuti 40 mobil, dan alhamdulillah kita berhasil mengirimkan 8 (mobil, red),” tutur Ketua PCI Muslimat NU Malaysia Mimin Mintarsih pada Ahad (13/9) petang.

Mujahidin Cyber

Muslimat juga mengadakan perlombaan untuk anak dan remaja. Di antaranya adalah mewarnai, sepeda hias, bersolek, dan beberapa acara olahraga.?

Mujahidin Cyber

“Kami fokus pada anak dan remaja karena merekalah sesungguhnya masa depan bangsa,” tambah Mimin berapi-api.?

Jika sedari awal dididik dan dibentuk dengan baik, lanjutnya, mereka pasti akan menjadi generasi yang baik di kemudian hari.

Kegiatan tersebut juga diikuti oleh Pasomaja (Paguyuban Solidaritas Masyarakat Jawa) dan IKMP (Ikatan Keluarga Merah Putih). “Kami di Malaysia berusaha untuk saling bekerja sama, mengeratkan lagi tali kerukunan antara Indonesia dan Malaysia,” kata Tuan Hj Jakfar Pengerusi KRT kmp Sungai Mulia Gombak.

Dukungan penuh juga ditunjukkan lembaga pemerintahan, mulai dari DBKL (Dewan Bandaraya Kuala Lumpur), Baitul Mal, Jabatan Penerangan, Jabatan Keselamatan, Jabatan Kesehatan, JPJ (Jabatan Pengangkutan Jalan), dan beberapa instansi lainnya. Adapun semua pendanaan ditanggung Jabatan Penerangan. (Aziz/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber PonPes, Santri Mujahidin Cyber

Sabtu, 27 Januari 2018

PCNU Rembang Imbau Calhaj Jaga Akhlak Selama Bertamu di Tanah Suci

Rembang, Mujahidin Cyber - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Rembang berpesan kepada para jamaah calon haji untuk tetap menjaga ahlak selama berada di tanah suci. Pihak PCNU Rembang berdoa agar calon jamaah haji dari Rembang terus mengalir sepanjang tahun. Mereka berharap warga Kabupaten Rembang yang menunaikan haji selamat sampai tujuan, serta menjadi haji mabrur.

Demikian disampaikan oleh Ketua PCNU Rembang KH Ahmad Sunarto dalam sambutan doa bersama bagi calon jamaah haji di aula Pesantren TPI, Rembang, Sabtu (27/8).

PCNU Rembang Imbau Calhaj Jaga Akhlak Selama Bertamu di Tanah Suci (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Rembang Imbau Calhaj Jaga Akhlak Selama Bertamu di Tanah Suci (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Rembang Imbau Calhaj Jaga Akhlak Selama Bertamu di Tanah Suci

"Semoga ibadah para calon jamaah haji diterima oleh Allah SWT, dapat memenuhi syarat dalam berhaji, dan yang paling penting menjaga akhlak selama beribadah dan berada di tanah suci,” terang Kiai Sunarto.

Mujahidin Cyber

Dalam doa bersama ini tampak tiga kiai besar di Kabupaten Rembang memberikan doa kepada ratusan jamaah haji yang mengikuti doa bersama. Mereka adalah KH Ahmad Taschin, KH Ridwan Muslih, KH Nasrullah Mutho Al-Khafid. Pertemuan ini ditutup oleh KH Ahmad Musthofa Bisri (Gus Mus).

Calon haji yang tergabung dalam Kloter 48 yang berangkat dari kantor PCNU Rembang, setelah doa bersama di aula Pesantren Raudlatuttholibien Leteh Rembang.

Menjelang keberangkatan jamaah haji, Gus Mus tampak menenangkan salah satu cucunya yang ditinggal kedua orang tuanya haji. Putra kedua dari pasangan Raabiatul Bisriah dan Wahyu Salvana menangis karena tahu akan ditinggal kedua orang tuanya dalam waktu yang agak lama.

Mujahidin Cyber

Sementara itu, Kepala Seksi Penyelenggara Haji Dan Umroh Kementerian Agama Rembang Shalehuddin mengabarkan bahwa ada satu jamaaah haji asal Kabupaten Rembang yang tergabung dalam Kloter 38 yang berasal dari Desa Gegersimi Kecamatan Pamotan. Ia sudah lebih dulu berangkat pada 23 Agustus lalu, dikabarkan gagal berangkat ke tanah suci, diduga mengidap penyakit TBC.

Mengenai kelengkapan identitas calon jamaah yang gagal berangkat, Shalehudin mengaku belum mendapatkan konfirmasi secara jelas. Menurutnya, jamaah tersebut masih menjalani perawatan di RS Moewardi Solo. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber PonPes, News Mujahidin Cyber

Jumat, 26 Januari 2018

Senangnya Warga OKUT Ketemu Banser di Baksos ATS Pelajar NU

Martapura, Mujahidin Cyber. Sejumlah warga Ogan Komering Ulu Timur (OKUT), Sumatera Selatan mengaku senang bertemu Banser di acara Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) setempat yang menggelar bakti sosial penyembuhan alternatif penyakit medis dan nonmedis Aji Tapak Sesontengan (ATS), Ahad (1/10).

Srianah, warga Trimoharjo, Semendawai Suku III, bertahun-tahun mengidap penyakit vertigo dan maag. Dua tahun terakhir, perempuan berusia 41 tahun itu tiga kali keluar masuk rumah sakit.

Senangnya Warga OKUT Ketemu Banser di Baksos ATS Pelajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Senangnya Warga OKUT Ketemu Banser di Baksos ATS Pelajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Senangnya Warga OKUT Ketemu Banser di Baksos ATS Pelajar NU

"Badan enteng dan pusing di kepala berkurang drastis," ujar Srianah menanggapi terapi beberapa menit ATS oleh Pelaksana Tugas Kepala Satuan Khusus Banser Husada Lampung, Gatot Arifianto.

Selain itu, Srianah juga sudah bisa sedikit demi sedikit melepas kaca mata minus yang 12 tahun terakhir sama sekali tidak bisa dilepasnya.

Mujahidin Cyber

Tanggapan serupa juga disampaikan Masudah, warga Darirejo, Belitang III, yang menderita penyakit kanker kolorektal atau kanker usus besar yang secara medis merupakan pertumbuhan sel kanker pada usus, anus dan usus buntu.

"Ada benjolan pada usus berdasarkan pemeriksaan dokter. Setiap magrib perut sering sakit dan usus seperti diremas, badan tidak nyaman, nafas sesak, kepala dan kaki kiri sering sakit. Alhamdulillah diterapi tiga kali perut sudah nyaman, termasuk bagian tubuh sakit lainnya. Sekarang untuk mengatasi pekerjaan rumah tidak terlampau sakit seperti biasanya, rasa sakit pada benjolan sekarang juga berkurang jauh," kata dia lagi.

Bekerjasama dengan Gusdurian Lampung dan Tim Swarna Raya Yayasan ATS Global Indonesia, IPNU OKUT menggelar baksos di Yayasan Pondok Pesantren Mafatihul Huda, Comal, Yosowinangun, Belitang Madang Raya, asuhan Kiai Syaiful Anam.

Dalam kegiatan baksos dihadiri 56 masyarakat itu, Gatot didampingi? sejumlah kader Ansor yang juga praktisi ATS dari Sumatera Selatan. Supriyanto dari OKI Selatan dan Ririz, dari Musi Banyuasin.

"Setelah aktivasi ATS, saya jarang memberi obat atau menyuntik pasien dengan beragam penyakit," ujar Supriyanto, kader Ansor Cahaya Mas, Ogan Komering Ilir (OKI) yang berprofesi sebagai mantri di Puskesmas di daerah itu. (Syuhud Tsaqafi/Fathoni)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber PonPes, IMNU, AlaSantri Mujahidin Cyber

Rabu, 17 Januari 2018

Hadiri, Peringatan Harlah Ke-93 NU di Gedung PBNU Besok!

Jakarta, Mujahidin Cyber - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyelenggarakan acara istighotsah dan tahlil dalam rangka memperingati hari lahir ke-93 NU di halaman gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta.

Acara yang bakal dihadiri masyarakat secara umum dan utusan PCNU Jabodetabek ini berlangsung pada Rabu (27/4) besok, pukul 18.30 sampai 22.00 WIB. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan sejumlah kiai dan habaib dijadwalkan akan memberikan taushiyah.

Hadiri, Peringatan Harlah Ke-93 NU di Gedung PBNU Besok! (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadiri, Peringatan Harlah Ke-93 NU di Gedung PBNU Besok! (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadiri, Peringatan Harlah Ke-93 NU di Gedung PBNU Besok!

Ketua Divisi Majelis Talim dan Dzikir Lembaga Dakwah PBNU yang juga panitia penyelenggara, KH Misbahul Munir mengajak seluruh warga di Jakarta dan sekitarnya menyempatkan hadir memeriahkan hari lahir ke-93 NU yang jatuh pada 16 Rajab 1437 H.

Ia berharap, acara ini kian meneguhkan tradisi Istighotsah dan tahlilan sebagai media silaturahim antara ulama, warga Nahdliyin, dan umat Islam umumnya baik yang masih hidup atau yang sudah wafat.

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

“Inilah uniknya di NU, silaturahim tidaklah putus oleh sebab kematian. Dengan mendoakan mereka, utamanya para muassis (pendiri) NU, semoga keberakahan akan mengalir kepada kita bangsa Indonesia sebab hormat kepada para ulama,” ujarnya.

Menurut Misbah, harlah kali ini juga memberi pesan agar umat Islam Indonesia tetap menjaga harmoni di tengah maraknya kekerasan atas nama agama gencar disebarkan, sesuai dengan tema “Menyebarkan Islam yang Damai dan Toleran”.

Terkait harlah ke-93 ini, PBNU telah membuat surat edaran yang menekankan bahwa peringatakan harlah kali ini hendaknya dilakukan, pertama, dengan cara yang sederhana alias tidak berlebih-lebihan. Kedua, kegiatan yang dilakukan diutamakan dalam bentuk kegiatan sosial keagamaan seperti santunan anak yatim, gotong royong, dan kerja bakti. Ketiga, hendaknya kegiatan lebih ditekankan kepada peningkatan kualitas dan kuantitas amaliyah an-nahdliyyah. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber PonPes, Sholawat Mujahidin Cyber

Jumat, 12 Januari 2018

Belajar Baca Kitab Kuning Via Facebook

Yogya, Mujahidin Cyber

KH Habib Syakur, pria tambun berpeci hitam kombinasi kuning itu, terlihat sibuk. Tangannya gesit menggerakkan mouse, matanya terus memelototi layar monitor laptopnya. Ia sedang membuka account Facebook ”Belajar Baca Kitab Kuning” yang dirintis sejak empat bulan lalu.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Imdad Kauman Desa Wijirejo Kecamatan Pandak Bantul ini yakin, apa yang dilakukan akan memudahkan masyarakat umum mempelajari Kitab Kuning atau bacaan Arab tanpa harakat.

Meski belum genap setengah tahun membuka account tentang belajar Kitab Kuning, soal anggota tak perlu diragukan. ”Saat ini anggota yang terdaftar mencapai 1.033 orang,” ujar lelaki berputra empat ini, seperti dikutip Kedaulatan Rakyat beberapa hari lalu.

Belajar Baca Kitab Kuning Via Facebook (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Baca Kitab Kuning Via Facebook (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Baca Kitab Kuning Via Facebook

Anggotanya secara langsung bisa melihat apa yang ada di account ”Belajar Baca Kitab Kuning”. Dalam account itu, terdapat proses pembelajaran kitab kuning, dari pemula hingga tahap akhir. Dijelaskan juga proses belajar Kitab Kuning via Facebook yang cukup sederhana.

Mujahidin Cyber

Dengan masuk menjadi anggota account ”Belajar Baca Kitab Kuning”, akan dipandu dari awal hingga akhir.

”Tahap awal tentu, saya tampilkan kosa kata bahasa Arab, bila pelajaran pertama dikuasai, naik ke pelajaran kedua dan begitu hingga pelajaran ke-33,” ujar Kiai Habib yang juga Dosen Fakultas Adab dan Ilmu Budaya Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) ini.

Tidak hanya itu, di statusnya juga ditampilkan tulisan Arab tanpa harakat. Bila ada yang membaca langsung dikirim dalam bentuk ejaan Indonesia. Itu akan mendapat tanggapan salah benarnya dari H Syakur.

Mujahidin Cyber

Bila ditekuni, belajar Kitab Kuning via Facebook, dalam waktu setengah bulan, seseorang mulai bisa membaca teks Arab tanpa harakat atau kitab gundul. ”Tetapi saya katakan, itu baru mulai bisa, untuk mahir tentu harus terus belajar,” kata suami Ny Kuni Khumairok ini.

Tujuan membuka kursus membaca Kitab Kuning via Facebook sederhana, yaitu ingin mengkampanyekan, bahwa Kitab Kuning bisa dipelajari, bila dilakukan serius. ”Kitab Kuning ini tidak medeni, asal ada niat, pasti bisa,” jelasnya.

Selain itu, dorongan ikut lainnya ialah, Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia, tetapi sangat sedikit yang bisa berbahasa Arab. Bagi lelaki yang memiliki gaya bicara blak-blakan ini niat mulianya bukan tanpa tantangan.

”Banyak juga yang bicara nylekit mengomentari account saya, tetapi saya biarkan saja, niat saya kan baik, apalagi ini Ramadan, tidak baik bila ditanggapi,” jelasnya.

Kini, selain mengasuh santri di pondoknya yang mencapai ratusan juga disibukkan dengan mengajar? Kuning via Facebook.

?

Redaktur : Hamzah Sahal

Sumber? ? : Kedaulatan Rakyat

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Khutbah, PonPes Mujahidin Cyber

Sabtu, 23 Desember 2017

Disilakan Laporan via-SMS

Jakarta, Mujahidin Cyber. Prosesi rukyatul hilal bil fi’li atau melihat bulan secara langsung untuk menentukan awal bulan pertama kalender Hijriyah atau bulan Muharram 1428, akan diadakan hari ini, Jum’at (19/1) petang, di berbagai titik rukyat yang tersebar seluruh Indonesia.

Berdasarkan data hisab Almanak PBNU yang diterbitkan oleh Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) untuk markaz Jakarta, Ijtima’ atau bulan baru pada Jumat (19 Januari 2007) terjadi pada pukul 11:03 WIB dan tinggi bulan 3 derajat 29 menit. Sementara matahari terbenam dalam posisi 20 derajat 31 menit selatan titik barat dan letak hilal 2 derajat 14 menit selatan matahari dengan posisi miring ke selatan.

Disilakan Laporan via-SMS (Sumber Gambar : Nu Online)
Disilakan Laporan via-SMS (Sumber Gambar : Nu Online)

Disilakan Laporan via-SMS

“Itu kalau menurut hisab atau perhitungan astronomis. Kita menentukan awal bulan berdasarkan rukyat. Tapi kalau tidak ada halangan baik berupa mendung atau yang lainnya hilal insyaallah akan bisa dirukyat,” kata Ketua LFNU KH. Ghazali Masroeri kepada Mujahidin Cyber di Jakarta, Kamis (18/1).

Tim rukyat yang dikoordinir oleh Lajnah falakiyah di cabang dan wilayah Nahdlatul Ulama seluruh Indonesia diharap sesegera mungkin menyampaikan laporan hasil rukyat ke kantor pusat LFNU di gedung PBNU, Jakarta. Selain via Online para kordinator rukyat bahkan dapat melaporkan rukyat melalui pesan singkat (SMS) dan akan segera ditindak lanjuti. (Kontak dan teknis pelaporan lihat di rubrik Tausiyah).

"Para alumni Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Nasional Pelaksana Rukyat NU diharap lebih proaktif," kata Kiai Gzazali Masroery.

Mujahidin Cyber

Diklat Nasional Pelaksana Rukyat NU diselenggarakan pada 17-23 Desember tahun lalu di Semarang, Jawa Tengah. Diklat akhir tahun lalu itu diikuti sekitar 100 peserta yang merupakan perwakilan dari pengurus cabang dan pengurus wilayah NU dan pondok pesantren se-Pulau Jawa.

Sementara itu dilaporkan rukyatul hilal yang dilakukan di beberapa negara Arab pada Kamis (18/1) petang tidak berhasil melihat bulan sehingga diadakan istikmal atau penyempurnaan bulan Dzulhijjah 1427 menjadi 30 hari. Awal tahun Hijriyah 1428 di sana dipastikan akan terjadi besok, bertepatan dengan tanggal 20 Januari 2007 Masehi. (nam)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber PonPes, Olahraga Mujahidin Cyber

Sabtu, 09 Desember 2017

Bupati Pekalongan Harapkan Konferwil Semakin Angkat Marwah Ansor

Pekalongan, Mujahidin Cyber - Konferensi Wilayah (Konferwil) Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah digelar di GPU Kajen Kabupaten Pekalongan, Ahad (12/11). Bupati Pekalongan H Asip Kholbihi berharap momen Konferwil ini dapat semakin mengangkat marwah gerakan pemuda NU.

"Saya berharap konferwil Ansor Jateng di Kota Kajen Kabupaten Pekalongan menjadikan marwah Gerakan Pemuda Ansor semakin terangkat, terhormat, dan tentu saja sarat manfaat," kata Asip saat dihubungi Mujahidin Cyber, Jumat (10/11).

Bupati Pekalongan Harapkan Konferwil Semakin Angkat Marwah Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Pekalongan Harapkan Konferwil Semakin Angkat Marwah Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Pekalongan Harapkan Konferwil Semakin Angkat Marwah Ansor

Selain itu pihaknya juga menitipkan asa pada kegiatan ini sebagai wahana pembinaan generasi.

Sementara itu, Ketua PW GP Ansor Jateng Ikhwanudin menjelaskan, Konferensi Wilayah merupakan forum tertinggi di tingkat wilayah atau provinsi, dengan agenda utama yaitu pemilihan ketua baru untuk masa khidmah empat tahun ke depan (2017-2012).

Mujahidin Cyber

Sejauh ini, lanjut Ikhwan, sudah ada sedikitnya tiga nama calon yang muncul sebagai kandidat. Antara lain Wahidin Said (kader dari Kendal), Sholahuddin Aly (kader dari Jepara) dan Fahsin M Faal (kader dari Demak).

Mujahidin Cyber

"Secara umum persyaratan seseorang untuk dapat berkompetisi adalah yang bersangkutan harus benar-benar kader Ansor dan berprestasi," kata Ikhwan.

Untuk persyaratan administrasi, antara lain kandidat sudah menempuh jenjang kaderisasi tertinggi, yakni Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN). (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber PonPes, Nusantara, Tokoh Mujahidin Cyber

Kamis, 07 Desember 2017

PBNU Anggap Ormas Lebih Berhak Dukungan Pemerintah daripada Parpol

Jakarta, Mujahidin Cyber. Ketua PBNU H Slamet Effendy Yusuf berpendapat organisasi masyarakat seperti NU dan Muhammadiyah yang telah memberikan kontribusi kongkret kepada masyarakat lebih berhak mendapatkan dukungan daripada partai politik melalui sekolah, pesantren, rumah sakit, rumah yatim dan layanan sosial lainnya.

PBNU Anggap Ormas Lebih Berhak Dukungan Pemerintah daripada Parpol (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Anggap Ormas Lebih Berhak Dukungan Pemerintah daripada Parpol (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Anggap Ormas Lebih Berhak Dukungan Pemerintah daripada Parpol

Sebelumnya Mendagri Cahyo Kumolo mengusulkan dukungan pembiayaan sebesar 1 trilyun rupiah kepada partai politik untuk mengurangi kemungkinan penyalahgunaan kekuasaaan saat para politisi menjabat.

“Jadi kalau parpol menurut idenya mendagri akan diberikan bantuan cukup besar, saya kira dalam waktu yang bersamaan, ormas keagamaan yang langsung membina bangsa, seperti NU dan Muhammadiyah di lingkungan Islam, demikian juga temen-temen dari agama lain, itu juga diberi bantuan langsung dari alokasi APBN,” katanya di gedung PBNU, Selasa (10/3).?

Mujahidin Cyber

Dengan demikian, pembangunan ini berjalan secara serempak pada sektor-sektor yang dibiayai dan digarap oleh pemerintah maupun sektor yang digarap oleh swasta.?

Mujahidin Cyber

“NU melalui pesantren dan madrasah, Muhammadiyah melalui sekolahnya, begitu juga Persis, juga ormas Islam yang lain bisa menjangkau kalangan yang selama ini terabaikan dari program pemerintah. Jadi menjadi kekuatan yang menjamah sebagian besar porsi yang seharusnya menjadi porsi pemerintah.”

Ia menjelaskan, ormas seperti NU juga mendapat bantuan dari pemerintah, tetapi ibarat kata, kebutuhannya seribu, tetapi bantuan yang diberikan hanya beberapa sen.?

“Kita membantu aktifitas pendidikan, keagamaan, termasuk aktifitas penyadaran kesadaran kewarganegaraan yang dilakukan oleh ormas seperti NU dan Muhammadiyah luar biasa akibatnya.”

Ia mencontohkan andaikan tidak ada NU dan Muhammadiyah, kemudian ada bahaya internasionalisme Islam, negara tidak akan bisa berbuat banyak. “Ini saatnya negara berterima kasih pada mereka, termasuk memberikan anggaran yang signifikan sebagai bagian anggaran negara untuk pembinaan masyarakat.” (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nusantara, PonPes, Anti Hoax Mujahidin Cyber

Selasa, 05 Desember 2017

Penelitian: Malaria Sudah Ada Sejak Zaman Kekaisaran Romawi

Miami, Mujahidin Cyber. Para peneliti mengungkapkan analisis DNA gigi berusia 2.000 tahun yang digali dari satu kuburan di Italia menunjukkan bukti kuat bahwa malaria sudah ada selama Kekaisaran Romawi.

Temuan itu berdasarkan pada DNA mitokondria - materi genetik yang diturunkan dari ibu seseorang - yang diambil dari gigi milik 58 orang dewasa dan 10 anak-anak di tiga pemakaman Italia yang sudah ada sejak periode kekaisaran menurut para peneliti dalam laporan mereka di Jurnal Current Biology.

Penelitian: Malaria Sudah Ada Sejak Zaman Kekaisaran Romawi (Sumber Gambar : Nu Online)
Penelitian: Malaria Sudah Ada Sejak Zaman Kekaisaran Romawi (Sumber Gambar : Nu Online)

Penelitian: Malaria Sudah Ada Sejak Zaman Kekaisaran Romawi

Dua di antara jasad orang dewasa di kuburan itu, yang sudah ada sejak abad ke-1 dan ke-3, ditemukan memiliki bukti genom adanya malaria. Khususnya, itu adalah jenis parasit Plasmodium Falciparum yang menyebabkan malaria saat ini menurut para peneliti, Senin (5/12).

"Ada bukti tertulis panjang yang menggambarkan demam seperti malaria di zaman Yunani kuno dan Romawi, tetapi spesies malaria tertentu yang menyebabkan demam itu tidak diketahui," kata Stephanie Marciniak dari Pennsylvania State University.

Mujahidin Cyber

"Data kami menegaskan bahwa spesies tersebut kemungkinan Plasmodium Falciparum, dan parasit itu memengaruhi orang-orang di lingkungan ekologi dan budaya yang berbeda," katanya sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

Malaria saat ini telah menewaskan hampir 450.000 orang setiap tahun, sebagian besar anak-anak berusia di bawah lima tahun. Para peneliti masih belum tahu seberapa besar kasus malaria yang pernah terjadi di Kekaisaran Romawi, termasuk apakah itu penyakit alami atau kasus impor sporadis.

Mujahidin Cyber

Bukti DNA pertama terkait malaria di Romawi Kuno dideteksi pada 2001 pada kerangka anak yang menurut perkiraan berusia 1.500 tahun. Studi terkini menunjukkan malaria menyebar lebih luas dari yang diketahui sebelumnya.

"Malaria tampaknya patogen bersejarah bermakna yang menyebabkan banyak kematian di Romawi Kuno," kata penulis hasil studi Hendrik Poinar, Direktur Ancient DNA Centre pada McMaster University. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber PonPes, Internasional, Makam Mujahidin Cyber

Minggu, 03 Desember 2017

Rakernas Lakpesdam di Batam Bahas Sejumlah Isu

Batam, Mujahidin Cyber. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU di Batam akan dimulai pada Selasa (14/3) besok. Rakernas yang dihadiri oleh perwakilan wilayah dan cabang seluruh Indonesia akan membahas beberapa isu strategis.

Rakernas V Lakpesdam NU akan dibuka oleh Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali yang dihadiri oleh Walikota Batam Ahmad Dahlan, Ketua PWNU Kepulauan Riau H Gani Lasya dan perwakilan pengurus cabang NU se-Kepri? dan MWCNU se Kota Batam.

Rakernas Lakpesdam di Batam Bahas Sejumlah Isu (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakernas Lakpesdam di Batam Bahas Sejumlah Isu (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakernas Lakpesdam di Batam Bahas Sejumlah Isu

Rabu (15/3) para peserta rakernas akan dibekali materi mengenai Garis Besar Perjuangan NU oleh H Abdul Mun’im DZ dari PBNU, kemudian disambung dengan sharing khidmah gerakan NU bersama Bupati Wonisobo H Kholiq Arief , dan Ketua PBNU H Imam Aziz.

Mujahidin Cyber

Hari berikutnya para peserta Rakernas akan membahas mengenai implementasi UU Desa bersama Ketua Pengurus Pusat Lakpesdam NU Yahya Ma’shum dan Erman A. Rahman yang dilanjutkan dengan pembacaan Deklarasi Batam oleh para peserta Rakernas.

Mujahidin Cyber

Menurut Ketua Rakernas V Eko Agus Priyono, Rakernas dikuti sekitar 70 perwakilan pengurus cabang Lakpesdam ditambanh pengurus wilayah. Masing-masing cabang atau wilayah mendelegasikan rata-rata 2 orang.

Tiga hari sebelum Rakernas dimulai, sebagian peserta Rakernas telah hadir di Batam untuk mengikuti training of trainer untuk program Kader Damai. Menurut Ketua PP Lakpesdam Yahya Ma’shum, training itu merupakan bagian dari agenda PP Lakpesdam yang sengaja dilaksanakan berdekatan dengan kegiatan Rakernas. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Khutbah, PonPes Mujahidin Cyber

Selasa, 28 November 2017

Universitas NU Direncanakan Berdiri Pula di Pringsewu

Pringsewu, Mujahidin Cyber - Potensi Kabupaten Pringsewu, Lampung, khususnya di bidang pendidikan saat ini dinilai menjanjikan. Lembaga pendidikan di seluruh tingkatan dari taman kanak-kanan sampai dengan perguruan tinggi sudah banyak yang berdiri di kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Tanggamus ini.

Sektor pendidikan dengan peluang sumber daya manusia Nahdliyin yang merupakan mayoritas di Kabupaten Pringsewu, menjadi perhatian Pengurus Cabang NU (PCNU) PCNU Kabupaten Pringsewu untuk mempertimbangkan pendirian universitas di Pringsewu.

Universitas NU Direncanakan Berdiri Pula di Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)
Universitas NU Direncanakan Berdiri Pula di Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)

Universitas NU Direncanakan Berdiri Pula di Pringsewu

"Kita ingin memiliki perguruan tinggi NU dan ini merupakan cita-cita warga NU Kabupaten Pringsewu sejak lama," kata Ketua PCNU Pringsewu H Taufiqurrahim saat mengawali kegiatan Sosialisasi Pendirian Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) di Kabupaten Pringsewu di Gedung NU, Ahad Siang (10/4).

Mujahidin Cyber

Ia berharap, dengan banyaknya warga NU di Kabupaten Pringsewu, cita-cita ini akan menjadi kenyataan dengan modal kebersamaan seluruh warga. "Kita sedang mengaji dan memproses seluruh persyaratan untuk pendirian Universitas NU di Kabupaten Pringsewu," ujarnya.

Mujahidin Cyber

Pada kegiatan sosialisasi tersebut, PCNU Pringsewu menghadirkan Rektor UNU Lampung Dr. Nasir yang memberikan gambaran proses berdirinya UNU Lampung yang berlokasi di Lampung Timur. Sosialisasi disampaikannya di depan seluruh pengurus PCNU, Mejalis Wakil Cabang NU (MWCNU), dan seluruh kepala MA dan SMK yang berada di bawah naungan NU Pringsewu.

Menurut Nasir mengakui banyak kendala internal maupun eksternal yang ia hadapi ketika berjuang mendirikan UNU yang sekarang sudah melakukan kegiatan perkuliahan. "Dengan modal niat yang kuat alhamdulillah dapat kami lewati dan berhasil mendirikan UNU Lampung," tegasnya.

Ia menilai bahwa warga NU Pringsewu sudah sangat pantas memiliki universitas yang akan menjadi tempat bagi para generasi penerus untuk mempertahankan akidah Ahlussunnah wal Jamaah. "Potensi dan dukungan warga NU baik di struktural maupun kultural menjadikan fardlu ‘ain hukumnya bagi Pringsewu untuk mendirikan UNU," tegasnya.

Sementara Rais Syuriyah PCNU Pringsewu KH Ridwan Syuaib yang juga hadir pada acara tersebut berharap Universitas NU di Kabupaten Pringsewu akan segera direalisasikan dengan tahapan-tahapan dan mekanisme yang sudah ditentukan. "Segera laksanakan niat dan ketika nanti berdiri saya yakin akan menjadi favorit di Kabupaten Pringsewu," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nasional, Pemurnian Aqidah, PonPes Mujahidin Cyber

Sabtu, 18 November 2017

KH Hasyim Muzadi "Banjir" Pujian dan Ucapan Selamat

Gagal menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) pada pemilihan presiden 2004 lalu, justru sukses menjadi presiden. Namun yang ini beda, bukan Presiden RI, melainkan Presiden Konferensi Dunia Agama untuk Perdamaian (World Conference on Religion and Peace/WCRP).

KH Hasyim Muzadi, ya, dialah sang presiden itu. Presiden WCRP, sebuah organisasi lintas agama yang menghimpun tokoh-tokoh berbagai agama dari seluruh dunia dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia. Terpilihnya menduduki jabatan cukup bergengsi itu justru karena ia tak bersedia dicalonkan. Namun, komitmen dan kiprahnya dalam upaya menciptakan kehidupan beragama yang rukun dan damai, ‘memaksa’ ia untuk menerima amanah itu.

Hasyim, demikian panggilan akrab tokoh yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars (ICIS) itu terpilih sebagai salah satu presiden mewakili muslim (Sunni) Indonesia dalam sebuah konferensi yang dihadiri 600-an tokoh dari 20 agama dari 100 negara di dunia di Kyoto, Jepang, 25-29 Agustus lalu.

KH Hasyim Muzadi Banjir Pujian dan Ucapan Selamat (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim Muzadi Banjir Pujian dan Ucapan Selamat (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim Muzadi "Banjir" Pujian dan Ucapan Selamat

Tak ayal, pemimpin tertinggi organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur ini “kebanjiran” ucapan selamat. Ucapan selamat itu benar-benar istmewa. Pasalnya, bukan berbentuk karangan bunga atau sekotak iklan di sebuah surat kabar—sebagaimana layaknya ucapan selamat untuk seorang pejabat atau petinggi negara—melainkan langsung dari para tokoh, pemimpin dan pemuka agama di tanah air.

Dalam sebuah acara Temu Pemuka Agama di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin (18/9) kemarin, berkumpullah tokoh, pemimpin dan pemuka agama di Indonesia. Sejumlah tokoh, sedikitnya mewakili 9 agama di Indonesia memberikan ucapan selamat kepada Hasyim pada acara yang digelar PBNU bekerja sama dengan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) itu. Ke-9 agama itu antara lain, Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha, Konghucu, Bahai, Sikh dan Penghayat.

Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Kardinal Julius Darmaatmadja yang mewakili umat Katolik mengatakan, terpilihnya Hasyim menjadi Presiden WCRP merupakan sebuah kehormatan tersendiri bagi bangsa Indonesia, khususnya umat beragama di Indonesia. Keberagaman agama yang dimiliki bangsa Indonesia, katanya, memang memerlukan figur seperti Hasyim yang dinilai mampu mewujudkan misi kerukunan antarumat beragama serta perdamaian dunia.

“Semoga kita bangsa Indonesia mendapat siraman damai dari beliau (Hasyim, red). Damai Indonesia, damai dunia,” ucap Romo Kardinal , demikian panggilan akrab pemimpin tertinggi umat katolik di Indonesia ini.

Mujahidin Cyber

Tak jauh berbeda, mewakili umat Protestan di Indonesia, Pdt Andreas Yewangoe yang juga Ketua Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) turut mengucapkan selamat kepada mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur itu. Ia juga menyatakan dukungan terhadap terhadap Hasyim dalam posisinya sebagai presiden di organisasi yang didirikan pada tahun 1970 dan saat ini berpusat di Markas PBB, di New York, Amerika Serikat itu.

Dari sekian tokoh yang menyampaikan pandangan dalam pidatonya, pernyataan yang cukup menarik dikemukakan Bikhu Dharmasubu Thea, wakil dari pemeluk agama Budha. Bikhu yang juga Ketua Konferensi Agung Sangha Indonesia (KASI) ini, mengandaikan Hasyim mampu menjadi seperti Jayabaya, raja Kerajaan Kadiri (1135-1159). Jayabaya adalah tokoh asal Jawa Timur yang memiliki reputasi internasional di zamannya.

Mujahidin Cyber

“Sama-sama putra Jawa Timur-nya. Jayabaya dari Jawa Timur, Pak Hasyim Muzadi juga begitu. Semoga beliau juga bisa menjadi penerus Jayabaya,” kata Bikhu Dharmasubu disambut tepuk tangan para hadirin yang memenuhi ruang pertemuan itu.

Bikhu Dharmasubu juga mengatakan, didaulatnya Hasyim menjadi presiden WCRP bukanlah untuk mengharapkan sesuatu, melainkan sebaliknya. “Saya yakin beliau menjadi Presiden WCRP tidak untuk berharap mendapatkan sesuatu, tetapi untuk memberikan sesuatu. Sesuatu itu adalah melestarikan kerukunan antarumat beragama serta perdamaian dunia,” terangnya yang sekali lagi disambut tepuk tangan gemuruh.

Tak ketinggalan, masing-masing tokoh yang mewakili umat Hindu, Konghucu, Konghucu, Bahai, Sikh dan Penghayat juga menyampaikan hal serupa. Mereka juga satu kata mendukung serta siap membantu apa yang akan dilakukan Hasyim di WCRP, terutama dalam rangka mewujudkan perdamaian dan kerukunan antarumat beragama.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) I Nyoman Suwandha mengatakan, hal yang lebih penting dilakukan sebagai tindak lanjut dari konferensi di Kyoto itu adalah tidak saja mengadakan dialog antarumat beragama, melainkan juga bekerja samaDari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber PonPes, Pondok Pesantren, Tegal Mujahidin Cyber

Jumat, 17 November 2017

Tuntut Ilmu Jangan Hanya Berorientasi pada Kepintaran dan Gelar

Pringsewu, Mujahidin Cyber - Dewasa ini banyak orang yang memiliki niatan tidak benar dalam mencari ilmu. Karena kesalahan niat ini akhirnya banyak orang di zaman sekarang hanya mendapatkan kepintaran. Padahal yang lebih penting dari hal kepintaran ini cahaya dan hidayah ilmu.

Demikian disampaikan Mustasyar NU Pringsewu KH Anwar Zuhdi (Abah Anwar) saat mengupas materi tentang pelurusan niat dalam mencari ilmu di depan Jamaah Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) yang memenuhi aula Gedung NU Pringsewu, Ahad (8/5) pagi.

Tuntut Ilmu Jangan Hanya Berorientasi pada Kepintaran dan Gelar (Sumber Gambar : Nu Online)
Tuntut Ilmu Jangan Hanya Berorientasi pada Kepintaran dan Gelar (Sumber Gambar : Nu Online)

Tuntut Ilmu Jangan Hanya Berorientasi pada Kepintaran dan Gelar

Abah Anwar memberikan contoh bentuk orang yang salah niat dalam menuntut ilmu seperti ingin merasa hebat dan mengharap dihormati orang lain. "Jika niatan seseorang dalam mencari ilmu itu biar ia bisa hebat, berharap dihormati orang lain apalagi diniati mencari materi dunia, maka orang tersebut tidak akan mendapatkan hidayah ilmu," jelasnya dengan referensi Kitab Bidayatul Hidayah.

Orang seperti ini tidak hanya akan kehilangan hidayah ilmu, namun dapat menghancurkan dirinya sendiri dan agamanya. "Orang tipe ini sama saja menukar akhirat dengan dunia," tegasnya.

Mujahidin Cyber

Abah Anwar menambahkan, hidayah itu sangat penting dalam proses mencari ilmu. "Jangan berorientasi kepada kepintaran dan gelar dalam mencari ilmu. Carilah hidayah Allah SWT. Kalau Allah sudah memberikan hidayah ilmu kepada kita, ilmu dan hidup kita akan menjadi berkah," imbaunya.

Ia mencontohkan, bagaimana seorang ulama, kiai atau tokoh yang memiliki keilmuan mumpuni dengan pesantrennya yang besar dan terkenal tetap saja menitipkan putra-putrinya kepada ulama lain dalam mencari Ilmu.

Mujahidin Cyber

"Kalau niatan hanya untuk mendapatkan ilmu, bisa saja para kiai mendidik anaknya sendiri bersama santri-santrinya di pesantren masing-masing. Namun yang dicari mereka bukan hanya ilmu, namun hidayah dan barokahnya," tegasnya.

Ia mengajak seluruh umat Islam untuk menata niat dengan benar dalam menuntut ilmu dan dengan giat dalam melakukannya. "Semakin banyak mendalami ilmu maka kita akan merasa bodoh. Jangan merasa puas dengan ilmu yang dimiliki karena orang yang merasa pintar hakikatnya adalah orang bodoh," ujarnya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Tokoh, PonPes, Makam Mujahidin Cyber

Selasa, 07 November 2017

Ramadhan, Ansor Tasikmalaya Adakan Tadarus Kitab KH Hasyim Asy’ari

Tasikmalaya, Mujahidin Cyber. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tasikmalaya melalui Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor menyelenggarakan Tadarus Ramadhan.

Pada kegiatan ini mereka mengkaji kitab “Risalah Ahlussunah wal Jamaah” karya Hadlratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari. Tadarus Ramadhan diselenggarakan sejak Selasa 30 Mei 2017 di gedung PCNU Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Ramadhan, Ansor Tasikmalaya Adakan Tadarus Kitab KH Hasyim Asy’ari (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Ansor Tasikmalaya Adakan Tadarus Kitab KH Hasyim Asy’ari (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Ansor Tasikmalaya Adakan Tadarus Kitab KH Hasyim Asy’ari

Pada kesempatan tersebut hadir lebih 80 santri dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya. Mereka sangat tergerak untuk mengikuti kajian kitab karangan pendiri Nahdlatul Ulama tersebut.

?

Mujahidin Cyber

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh kiyai muda yang sekaligus Ketua Rijalul Ansor Kabupaten Tasikmalaya Aa Fuad Muchlis dan Direktur Aswaja Centre Kabupaten Tasikmalaya Yayan Bunyamin.?

“Kegiatan ini berlanjut selama bulan Ramadhan dilaksanakan tiap hari bakda shalat tarawih sampai selesai,” kata Aa Fuad.

Saat ditanya mengapa kitab Risalah Ahlussunah wal Jamaah yang dikaji, ia menjawab bahwa kitab tersebut wajib dipahami oleh para santri NU.

“Terlebih dalam segala amalan-amalan NU Supaya tidak menjadi NU yang keblinger,” jelas Aa Fuad.

Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tasikmalaya Asep Muslim menyambut baik Tadarus Ramadhan ini. Asep menyampaikan kajian kitab kuning seperti ini perlu dipertahankan sebagai khasanah santri NU.

Mujahidin Cyber

“Jadikan ngalogat (mengkaji) kitab sebagai budaya santri NU apalagi kitab karya Mbah Hasyim,” tegas Asep.?

Asep menyampaikan pesan kepada seluruh peserta pengajian dalam bahasa Sunda, ”Ngaku wae santri Mbah Hasyim ari kitabna teu pernah di baca (Hanya mengaku-aku saja sebagai santri Mbah Hasyim padahal kitabnya tidak pernah dibaca).” (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pondok Pesantren, PonPes Mujahidin Cyber

Rabu, 20 September 2017

Kiai-Pejabat-TNI-Polri Bersama dalam Bershalawat

Bantul, Mujahidin Cyber. Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf melantunkan gema shalawat yang diiringi hadroh gabungan santri Pesantren Krapyak, Yogyakarta.? Suara bergemuruh menyambut kedatangan Nabi Muhammad. Para kiai, pejabat, TNI, Polri dan masyarakat pun hanyut.

Kiai-Pejabat-TNI-Polri Bersama dalam Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai-Pejabat-TNI-Polri Bersama dalam Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai-Pejabat-TNI-Polri Bersama dalam Bershalawat

Inilah sebagian rekaman acara shalawatan yang digelar Pesantren Al-Munawwir Krapyak, TNI, dan Kapolda DIY dalam acara yang bertajuk “Doa Bersama untuk Indonesia, Kamis (28/3) lalu.?

Acara ini dihadiri Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, Habib Luthfi bin Ali bin Yahya (Rois Aam Jam’iyyah Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah), Habib Husein Sleman, KH. R. Najib Abdul Qodir, KH. Haedar Muhaimin, Sri Paduka Pakualam IX (Wakil Gubernur DIY), Kapolda DIY, Danrem DIY, Polres Bantul, dan seluruh jajaran Polri dan TNI.?

Mujahidin Cyber

Lautan shalawat menjadi pemersatu semua kalangan untuk duduk bersama ditemani rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Ini ditegaskan oleh Habib Syech. Bagi beliau, shalawat menjadikan bangsa ini tentram, teduh, nyaman dan rukun. Dengan shalawat, cinta damai dan kedamaian akan terus hadir di muka bumi. Dengan shalawat pula, TNI, Polri, santri dan masyarakat bersatu untuk menjaga negeri ini.?

Sementara itu, Kapolda DIY, Brigjen Pol. Drs. Sabar Rahardja mengajak warga Yogya untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Polri, katanya, akan menjadi teman dan partner masyarakat dalam menjaga ketertiban. Konflik sosial yang terjadi baru-baru, lanjutnya, menjadi tugas Polri untuk menyelesaikan.?

Mujahidin Cyber

“Tentu saja saja Polri minta bantuan masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan. Khususnya para santri dan pesantren yang perannya sangat besar menjaga keharmonisan warga,” tegasnya.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Rokhim Bangkit

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber PonPes, Nasional Mujahidin Cyber

Jumat, 18 Agustus 2017

Imam Masjid New York: Indonesia Jadi Model Keberagaman dan Toleransi Dunia

Jakarta, Mujahidin Cyber. Direktur Jamaica Muslim Centre, New York City, Shamsi Ali, menyatakan Indonesia memiliki kredibilitas dan potensi untuk menjadi model bagi dunia dalam hal keberagaman dan toleransi.

Menurut Ali, toleransi telah mendarah daging dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Sejarah pun telah mencatat bahwa keberagaman itu mewujud dalam keberadaan Candi Borobudur dan Prambanan yang merupakan peninggalan Buddha dan Hindu, di negara yang kini berpenduduk Muslim terbesar di dunia.

"Kita perlu menampilkan apa yang baik dari bangsa ini bahwa kita bangsa Muslim terbesar tetapi tetap menjunjung nilai-nilai demokrasi," ujarnya usai mengisi salah satu rangkaian diskusi Kongres Diaspora Indonesia ke-4 di Jakarta, Sabtu (1/7).

Imam Masjid New York: Indonesia Jadi Model Keberagaman dan Toleransi Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam Masjid New York: Indonesia Jadi Model Keberagaman dan Toleransi Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Imam Masjid New York: Indonesia Jadi Model Keberagaman dan Toleransi Dunia

Meskipun hingga kini bangsa Indonesia masih menghadapi berbagai dinamika dalam kerukunan dan hubungan antaragama, Imam Besar Masjid Al-Hikmah di New York itu yakin bahwa optimisme yang terus dibangun untuk menganyam keberagaman yang ada akan menjadikan bangsa Indonesia besar pada masa depan.

Langkah awal untuk memelihara kedamaian dalam keberagaman yakni dengan menyadari bahwa keberagaman baik itu warna kulit, bahasa, dan agama merupakan hukum alam atau "sunnatullah".

Kesediaan untuk bisa menerima dan menghormati keberagaman, menurut Ali, merupakan bagian dari keimanan seseorang.

Mujahidin Cyber

Selain itu, semangat kerukunan antarumat beragama juga harus dibangun melalui pendekatan dan dialog, agar antara kelompok mayoritas maupun minoritas tidak merasa saling menjadi musuh satu sama lain.

"Misalnya seperti kami Muslim minoritas di Amerika, kami juga melakukan pendekatan dengan umat Yahudi dan Nasrani sehingga mereka ada confidence bahwa kami ini bukan enemy," tutur ulama yang telah lebih dari 30 tahun tinggal di Negeri Paman Sam itu.

Pendapat yang sama diungkapkan oleh Direktur Dialog Antaragama Vatikan untuk Asia Pasifik, Romo Markus Solo Kewuta SVD yang meyakini bahwa Indonesia merupakan negara majemuk yang mampu menjaga perdamaian.

Mujahidin Cyber

Alasan itu pula yang membuat pria asal Flores, Nusa Tenggara Timur, itu terpilih menjadi salah satu penasihat ahli Paus Benediktus XVI, 10 tahun yang lalu.

"Pada saat itu paus mengatakan bahwa kehadiran saya di Vatikan karena mereka merasa tertarik dengan Indonesia, terutama setelah melihat orang dari berbagai agama dan latar belakang bisa hidup berdampingan dengan damai," kata dia.

Romo Markus percaya bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang jauh di dalam hatinya sangat mencintai kerukunan dan rasa saling menghormati satu sama lain, atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan istilah "tepa selira".

"Kita ini bangsa yang sangat tepa selira. Semangat itu tidak pernah hilang, kita hanya perlu menghidupkannya terus," ujarnya. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber AlaSantri, Quote, PonPes Mujahidin Cyber

Minggu, 30 Juli 2017

Periode Awal Pesantren Krapyak

Nama Krapyak sebagai kampung terdapat di hampir semua kota, khususnya di Pulau Jawa. Di Yogyakarta, kampung Krapyak juga berada di beberapa tempat, yakni di Kabupaten Sleman dan di Kabupaten Bantul. 

Pondok Pesantren Krapyak yang dimaksudkan dalam tulisan ini adalah Pondok Pesantren Krapyak yang didirikan oleh KH Mohammad Munawir, terletak sekitar 7 km di sebelah utara dari pusat kota Kabupaten Bantul. Tepatnya, di perbatasan Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta, sekitar 2 km di sebelah selatan Kraton Yogyakarta.

Periode Awal Pesantren Krapyak (Sumber Gambar : Nu Online)
Periode Awal Pesantren Krapyak (Sumber Gambar : Nu Online)

Periode Awal Pesantren Krapyak

Pesantren Krapyak didirikan oleh KHM Munawir pada tahun 1909-1910 setelah beliau kembali dari belajar di Makkah dan Madinah selama 21 tahun. 

Mujahidin Cyber

Mula-mula KHM Munawir menetap di Kauman, Yogyakarta, di rumah orang tuanya yang bernama KH Abdullah Rasyad salah seorang abdi dalem Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat di bidang spiritual. 

Kurang lebih satu tahun beliau membuka pengajian kitab –khususnya Al-Qur’an- di rumah orang tuanya yang kecil itu. Pengajian Al-Qur’an menjadi konsentrasi sesuai dengan disiplin ilmu KHM Munawir yang selama bertahun-tahun di tanah suci mendalami Ulum al-Qur’an. Namun demikian tidak berarti beliau meninggalkan kitab-kitab lain.

Yang menarik adalah rumah KH Abdullah Rasyad yang menjadi ajang pengajaran KHM Munawir hanya beberapa meter saja dari rumah KH Ahmad Dahlan yang juga menyelenggarakan kegiatan pengajaran. KHM Munawir dan KH Ahmad Dahlan adalah teman belajar di tanah suci yang sama-sama belum lama pulang ke Yogyakarta. 

Mujahidin Cyber

Dalam kiprahnya, kedua kiai muda tersebut menggunakan pola yang berbeda. KHM Munawir menggunakan sistem pesantren, sementara KH Ahmad Dahlan menggunakan sistem madrasi (klasikal).  

Di kemudian hari, kedua tokoh tersebut menjadi perintis di bidangya masing-masing. KHM Munawir menjadi perintis bagi berdirinya pesantren di Yogyakarta dan juga di tempat-tempat lain, sedang KH Ahmad Dahlan sebagai perintis berdirinya sekolah-sekolah Muhammadiyah.

Di Kauman KHM Munawir menghadapi problem sempitnya tempat pengajian hingga suatu saat datang KH Sa’id, seorang ulama dari Gedongan, Cirebon memberi saran kepada KHM Munawir untuk mencari tempat di luar beteng Kraton, di samping menurut KH Sa’id, lingkungan Kauman kurang cocok untuk berdirinya Pesantren. 

16 Saran tersebut diterima oleh KHM Munawir hingga akhirnya dipilih dusun Krapyak, kawasan yang ditumbuhi pepohonan lebat, satu setengah kilo meter di selatan Plengkung Gading (pintu gerbang masuk Kraton). Tanah Krapyak itu, konon dibeli dengan uang amal Haji Ali dari Graksan, Cirebon atas saran KH Sa’id.

Dalam khidmahnya, KHM Munawir berhasil membentuk kader bagi ahli-ahli Al-Qur’an di berbagai daerah. Mereka antara lain, KH Umar Magkuyudan Solo, KH Arwani Kudus, KH Umar Cirebon, KH Muntaha Wonosobo, KH Murtadlo Cirebon, KH Yusuf Agus Indramayu, KH Aminuddin Bumiayu, KH Zuhdi Kertosono, KH Abu Amar Kroya, KH Hasan Tholabi Kulonprogo, KH Dimyathi Bumiayu, KH Fathoni Brebes, KH Basyir Kauman Yogya, dsb. Setelah pulang dari Krapyak, umumnya mereka mendirikan pesantren tahfidhul Qur-an dan menjadi ahli-ahli dalam bidang Ulumul Qur’an.

Pada masa pendudukan Jepang, seperti halnya pesantren lain pada umumnya, pesantren Krapyak mengalami cobaan sangat berat, hampir gulung tikar, karena selama 2 tahun santrinya pulang kampung akibat politik Jepang yang menyebabkan bangsa Indonesia mengalami “susah sandhang, susah pangan” (susah pakaian dan susah makan). Apalagi pesantren Krapyak juga masih berkabung dengan wafatnya KH Muhammad Munawir, pada hari jum’at, 11 Jumadil Akhirah 1361H (1942 M) sementara putera puteri Almarhum masih terlalu muda untuk diberi tanggung jawab mengelola pesantren.

Akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk memboyong Kiai Ali (menantu KHM Munawir yang dinikahkan dengan Nyai Hasyimah) dari pesantren “Al-Hidayat” Lasem yang sedang dibenahi karena juga menghadapi problem akibat politik Jepang.

Setelah tiga kali diminta keluarga Krapyak, meskipun dengan berat hati KH Ali  menerima ajakan itu. Demikain juga KH MA’shum (ayahanda KH Ali) dan semua keluarga Lasem akhirnya merelakan kiai Ali untuk diboyong ke Krapyak, Yogyakarta. 

Di Krapyak, Kiai Ali langsung mengambil langkah strategis, yaitu menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas sebagai upaya  mencetak kader, sebelum mencetak santri-santri lainnya. Kiai Ali-pun hanya yakni para putera dan cucu serta menantu Almarhum KHM Munawir.

Mereka adalah Abdul Qadir, Mufid Mas’ud, Nawawi Abd Aziz, Dalhar, Zainal Abidin, Abdullah Affandi, Ahmad dan Warson. Beberapa orang tetangga yang diikutkan adalah Wardan Joned (Kauman), Zuhdi Dahlan dan Abdul Hamid. Selama 2 tahun (1943-1944), Kiai Ali menggembleng mereka secara marathon hingga akhirnya mereka menjadi para kiai yang secara bersama-sama membesarkan pesantren Krapyak.

Beriringan dengan itu, pesantren Krapyak dikenal dengan sebutan Pondok Pesantren Al-Munawir, diambilkan dari nama Alm. KHM Munawir. 

Sejak Kiai Ali memimpin, terjadi keseimbangan antara pengajian Al-Qur’an dengan pengajian kitab-kitab (kuning), hal ini menyebabkan dominasi pengajian Al-Qur’an mendapat partner.

Kiai Ali sendiri lebih senang memberikan pengajian kitab-kitab kuning baik secara ‘bandongan’ maupun ‘sorogan’. Hal yang sama juga dilakukan oleh putra beliau KH Atabik Ali serta menantu beliau KH Mohd. Hasbullah. 

Demikian juga putra-putra Alm. KHM Munawir yang lain juga mengajar kitab-kitab kuning seperti KH Zainal Abidin, KHA Warson dan KH Dalhar. Sementara pengajian Al-Qur’an ditangani oleh KH Ahmad, KH Zaini, KH Najib Abdul Qodir, KH Hafid Abdul Qadir serta putri-putri kiai Ali; Hj. Nafisah dan Hj. Ida Rufaida juga menantu Hj. Lutfiyah Jirjis. 

Sedang KH Nawawi Abd Aziz yang telah memimpin pesantren An-Nur, Ngrukem, Bantul dan KH Mufid Mas’ud yang juga memimpin pesantren Sunan Pandanaran, Ngaglik, Sleman juga mengkonsentrasikan diri untuk mengajar Al-Qur’an.

Sepeninggal KH Ali Maksum, pesantren Krapyak mengalami perkembangan luar biasa, (hingga tulisan ini dibuat) asset pesantren “Al-Munawwir” dipimpin oleh putera-putera KHM Munawir seperti KH Zainal Abidin Munawir, KHA Warsun Munawir, dan cucu-cucu KHM Munawir. Sedang aset pesantren yang merupakan pengembangan oleh KH Ali Maksum dikelola dalam Yayasan Ali Maksum dengan sesepuhnya KH Atabik Ali, dibantu para putera yang lain dan cucu dari KH Ali Maksum. 

Saat ini Krapyak telah menjadi kompleks perguruan Islam yang mendekati komplit sejak Taman Kanak-kanak, Madrasah Diniyah Awaliyah, Wustha dan Ulya, Madrasah Tsnawiyah dan Aliyah, SMP, program Takhassus dan Tahfidhul Qur’an, Ma’had Ali, Lembaga Kajian Islam Mahasiswa (LKIM), pengajian masyarakat tiap Jum’at Legi dan Sabtu Pon serta pengajian (mujahadah) Padang Jagat. (Zuhdi M)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nasional, PonPes, Sholawat Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock