Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Bahtsul Masail, PCNU Garut Angkat Masalah Potongan Harga (Cashback)

Garut, Mujahidin Cyber - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut mengangkat fenomena pengembalian sebagian uang sebagai bentuk potongan harga dari barang yang dibeli warga (cashback) pada musyawarah kerja cabang II di Pesantren Al-Huda, Selasa (17/1). Mereka mencoba mengupas masalah sistem potongan harga yang masih belum jelas hukumnya dari segi pandangan syari’at Islam.

Cashback ini model transaksi seperti apa, boleh atau tidak. Sebenarnya itu milik siapa. Hal itu akan coba dirumuskan supaya jelas halal atau haramnya. Agar orang tidak ragu menerima itu,” kata Sekretaris Panitia Muskercab II Aceng Hilman Umar Bashori saat dijumpai di Pesantren Al-Huda.

Bahtsul Masail, PCNU Garut Angkat Masalah Potongan Harga (Cashback) (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masail, PCNU Garut Angkat Masalah Potongan Harga (Cashback) (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahtsul Masail, PCNU Garut Angkat Masalah Potongan Harga (Cashback)

Ia mengatakan, hasil bahtsul masail yang digelar pada Selasa malam ini akan dipublikasikan usai Muskercab II. Pihak panitia akan menggelar jumpa pers agar semua masyarakat mengetahui hukum masalah-masalah yang dibahas tersebut.

Mujahidin Cyber

“Kita akan mengundang media untuk mengetahui pandangan PCNU melihat itu seperti apa. Mudah-mudahan bisa sangat membantu masyarakat sehingga ketika ada fenomena seperti yang terjadi di Jakarta orang sudah tidak mempertanyakan lagi terkait hukumnya dari pandangan agama,” ujarnya.

Pertemuan ini dihadiri sekira 200 peserta. Mereka datang dari 42 lebih kecamatan di Kabupaten Garut. Musyawarah ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Harlah Ke-91 NU.

Aceng berharap masyarakat memahami komitmen kebangsaan NU yang semakin dewasa ini meskipun di tengah rongrongan isu-isu negatif terhadapnya. (Rohmah Nashruddin/Alhafiz K)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pertandingan, Syariah Mujahidin Cyber

Minggu, 04 Februari 2018

Kenapa Kaum Santri Begitu Kuat Bela Bangsa dan Negara?

Tangerang Selatan, Mujahidin Cyber. Kenapa kalangan santri begitu intensif dan berkomitmen kuat dalam membela bangsa dan negara? Pertanyaan tersebut dilontarkan oleh Wakil Sekjen PBNU KH Abdul Mun’im Dz, Rabu (22/2) dalam diskusi yang digelar Islam Nusantara Center, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.?

Mun’im mengutip potongan-potongan ayat dalam surat Al-Balad berbunyi, la uqsimu bihadzal balad, faqqur roqobah, au ith’amun. Maqrabah.

Kenapa Kaum Santri Begitu Kuat Bela Bangsa dan Negara? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Kaum Santri Begitu Kuat Bela Bangsa dan Negara? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa Kaum Santri Begitu Kuat Bela Bangsa dan Negara?

“Makanya aneh jika ada yang mengharamkan nyanyi lagu padamu negeri, itu kan mereka tidak membaca surat ini. Allah saja bersumpah pada negeri, kok kita berjanji pada negara tidak boleh,” terang penulis buku Fragmen Sejarah NU ini.

Kemudian, lagu kebangsaan Shubbanul Wathan yang diciptakan oleh KH Wahab Chasbullah semakin memperkuat komitmen kebangsaan santri. Berisi seruan pembelaan terhadap tanah air dan ancaman jika ada yang berani mengganggu negeri Indonesia.

Mujahidin Cyber

Lebih lanjut, Kiai Mun’im menjelaskan kenapa NU begitu kuat memegang tradisi. Dalam Aswaja ada kaidah Al-’Adah Muhakkamah, sebagaimana juga dikutip dari Al-Imam asy-Syafi’i dalam Kitab al-Umm, Jilid 7, hal. 246 yang berbunyi, “Dalam setiap membangun komunitas muslim, di dalamnya selalu terdapat budaya yang telah mapan, maka hormatilah tradisi yang ? telah berjalan tersebut.”?

Oleh karen itu, sejak dulu para Wali dan ulama di Nusantara sudah paham betul dalam menyikapi tradisi yang kuat di wilayah penyebaran Islam. Para wali punya strategi dakwah menghormati budaya nasional, yaitu tadrij: bersifat gradual tidak instan, taklilut taklif: tidak memberatkan masyarakat, ‘adamul haraj: tidak mengancam siapapun.

Keakraban dengan tradisi lokal tersebut menjadi modal kuat perjuangan para ulama-ulama selanjutnya. Sehingga tidak heran jika para ulama mengajarkan kecintaan terhadap tanah air dan menolak segala bentuk penajajahan.

Mujahidin Cyber

“Artinya sanad perjuangan itu terus bersambung. Ini berkaitan dengan sanad tadi, Sanad itu perlu disambung, tidak hanya berhenti di Bung Karno. Bagaimana Islam Nusantara itu anti terhadap kolonialisme,” tukas Mun’im.

Untuk membuktikannya Kiai Mun’im menjelaskan garis besar sejarah ketersambungan sanad perjuangan itu. Ia menyebutkan bahwa Anti kolonialisme ini sudah dimulai sejak perjuangan awal para wali dan pejuang Islam abad ke 16 hingga abad ke-19 Pangeran Diponegoro. Kemudian dilanjutkan oleh para pasukkannya di mana Pesantren menjadi pusat perlawanan. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sunnah, Meme Islam, Pertandingan Mujahidin Cyber

Rabu, 24 Januari 2018

PWNU Lampung Terima Hibah Tanah

Bandar Lampung, Mujahidin Cyber. Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Lampung melalui Lembaga Waqaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU) menandatangani tanah hibah dari KH. Muhsin Abdillah Pengasuh Pondok Pesantren Darussa’adah Lampung Tengah sebagai aset milik PWNU Lampung.

PWNU Lampung Terima Hibah Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Lampung Terima Hibah Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Lampung Terima Hibah Tanah

Kedatangan rombongan PWNU Lampung mendapat sambutan hangat hangat oleh KH. Muhsin Abdillah di kediamannya Pondok Pesantren Darussa’adah Lampung Tengah, Selasa (13/1).

“Saya sangat berbahagia hari ini karena keluargaku di PWNU Lampung datang di ponpes kami. Ini sebuah kehormatan bagi saya dikunjungi PWNU Lampung dengan semangat dedikasi yang tinggi. Sebenarnya saya juga ikut memikirkan perkembangan NU di Lampung meski tidak secara langsung berjuang bersama panjenengan, hingga saat ini hati saya masih sangat dekat, doa saya selalu menyertakan panjenengan sedoyo (anda semua) di PWNU Lampung,” kata KH. Muhsin Abdillah.

Mujahidin Cyber

Ketua LWPNU Lampung yang juga Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) H. Muhammad Reza Berawi mengatakan, tanah hibah dari KH. Muhsin Abdillah yang saat ini menjadi lokasi pembangnan Kantor PWNU Lampung harus segera diinventarisasi sebagai aset milik Nahdlatul Ulama.

Mujahidin Cyber

“Agar ke depan aset-aset NU di Lampung ini memiliki dokumen yang berbadan hukum kuat sehingga tidak ada masalah kepemilikannya. Kami berterima kasih kepada KH. Muhsin Abdillah yang sudah menghibahkan tanah miliknya,” tutur Reza.

Wakil Ketua LWPNU Lampung yang juga Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Ayi Ruhiat menegaskan, “Kami siap membantu sepenuh hati, apabila ada aset PWNU Lampung yang belum memiliki dokumen agar segera dibuatkan dokumen supaya setiap aset yang menjadi milik NU tetap menjadi milik NU.”

Sementara KH. Soleh Bajuri, Ketua PWNU Lampung mengatakan, langkah inventarisasi ini dimaksudkan untuk menjaga aset NU Lampung dari kemungkinan direbut pihak lain. “Maka dari itu Lembaga Waqaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama menginventarisasi aset NU Lampung,” imbuhnya.

Hadir pula dalam kesempatan itu Sekertaris PWNU Lampung H Aryanto Munawar, Bendahara PWNU Lampung Muhammad Tio Aliansyah, dan sejumlah pengurus NU Lampung lainnya. (Rudi Santoso/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber RMI NU, Pertandingan Mujahidin Cyber

Senin, 15 Januari 2018

Indonesia-Yordania Siapkan Langkah untuk Kemerdekaan Palestina

Amman, Mujahidin Cyber. Kantor berita resmi Yordania, Petra, melaporkan bahwa Indonesia dan Yordania menawarkan solusi kunci bagi konflik panjang antara Israel dan Palestina.

Indonesia-Yordania Siapkan Langkah untuk Kemerdekaan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia-Yordania Siapkan Langkah untuk Kemerdekaan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia-Yordania Siapkan Langkah untuk Kemerdekaan Palestina

Komitmen tersebut muncul seiring dengan kunjungan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi pada Rabu kemarin di Amman, Yordania. Ia diterima langsung oleh Raja Yordania Abdullah II dan menteri luar negeri setempat, Ayman Safadi.

Dalam perbincangan antardua menlu, kedua negara mencermati pentingnya upaya terbaru untuk menghidupkan kembali perundingan damai berdasarkan solusi mereka yang mengarah pada penciptaan sebuah negara Palestina merdeka di perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem timur sebagai ibukotanya.

Kedua negara tersebut sepakat tentang pentingnya menjadikan Yerusalem sebagai pusat bagi dunia Arab dan Islam.

Mereka juga menyuarakan penolakan mereka terhadap semua tindakan sepihak Israel yang berusaha mengubah status quo dan situasi bersejarah di Yerusalem.

Mujahidin Cyber

Dalam hal ini, Ayman Safadi mengatakan, Yordania akan terus mengambil tindakan untuk melindungi tempat-tempat suci di Yerusalem dan menekankan pada peran bersejarah Yordania dalam hal ini.

Mujahidin Cyber

Kedua pihak juga menyerukan upaya intensif untuk memerangi terorisme dan radikalisme. Mereka menegaskan, terorisme bukan bagian dari agama atau peradaban apa pun. Indonesia dan Yordania menyadari akan perlunya usaha terus-menerus menghadapi ancaman global ini.

Yordania dan Indonesia akan menandatangani beberapa kesepakatan pada awal 2018 untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua Mahkamah Agung Yordania, Direktur Kantor Kerajaan Yordania, Duta Besar RI di Amman, dan delegasi yang mendampingi Marsudi. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pertandingan, Jadwal Kajian, Tokoh Mujahidin Cyber

Jumat, 12 Januari 2018

Seluruh Persidangan Muktamar NU Didokumentasikan

Surabaya, Mujahidin Cyber. Panitia Muktamar Ke-33 NU tengah mempersiapkan segala perlengkapan dokumentasi. Dengan persiapan itu, mereka menginginkan setiap persidangan yang membahas kebijakan organisasi maupun permasalah hukum agama masuk dalam dokumantasi.

Seluruh Persidangan Muktamar NU Didokumentasikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Seluruh Persidangan Muktamar NU Didokumentasikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Seluruh Persidangan Muktamar NU Didokumentasikan

"Setidaknya ada 6 handycamp yang akan digunakan untuk merekam seluruh persidangan selama muktamar," kata Afif Amrullah kepada Mujahidin Cyber, Rabu (54/2).?

Sekretaris Panitia Daerah (Panda) Muktamar divisi dokumentasi ini menegaskan, ada 6 kru yang akan disiapkan di empat pesantren yang dijadikan sebagai lokasi sidang.

Mujahidin Cyber

Kebutuhan merekam seluruh sidang sebagai sarana untuk menjadi bukti sejarah bagi pelaksanaan muktamar kali ini. "Agar para pengurus, warga NU dan juga pengamat yang memiliki perhatian kepada dinamika jamiyah ini dapat mengetahui secara detil jalannya persidangan," kata alumnus pascasarjana UIN Sunan Ampel ini.

Seluruh kebutuhan dokumentasi ini telah disetujui pada rapat gabungan Panda Muktamar di aula PWNU Jatim, Selasa (24/2) petang kemarin.

Mujahidin Cyber

"Dokumentasi yang disetujui saat rapat gabungan adalah berupa video maupun foto kegiatan selama sidang berlangsung," kata Afif. Dengan demikian, panitia akan memiliki dokumentasi yang memadai dalam merekam seluruh jalannya persidangan.

Bila tidak ada perubahan, pesantren Tebuireng Cukir akan digunakan untuk rapat komisi rekomendasi. Sedangkan pesantren Darul Ulum Peterongan membahas komisi program, dan komisi organisasi di pesantren Mambaul Maarif Denanyar. Untuk komisi bahtsul masail diniyah waqiiyah, maudluiyah, serta qonuniyyah dipusatkan di pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

"Ini masih akan dibicarakan lebih teknis lagi karena mempertimbangkan lokasi peserta dan ketersediaan gedung yang memungkinkan untuk menampung para peserta sidang," pungkasnya. (Syaifullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Jadwal Kajian, Sholawat, Pertandingan Mujahidin Cyber

Jumat, 05 Januari 2018

LD PBNU Dukung Sikap Menristekdikti Terkait LGBT di Kampus

Jakarta, Mujahidin Cyber

Polemik terkait Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) masuk kampus terus bergulir. Hal ini berawal dari larangan Menristekdikti, M Nasir ketika menanggapi perihal gerakan Support Group and Resource Center on Sexuality Studies (SGRC) di kampus Universitas Indonesia (UI) yang menawarkan konseling bagi kelompok LGBT.

LD PBNU Dukung Sikap Menristekdikti Terkait LGBT di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
LD PBNU Dukung Sikap Menristekdikti Terkait LGBT di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

LD PBNU Dukung Sikap Menristekdikti Terkait LGBT di Kampus

Mengenai polemik tersebut, Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) mendukung sikap M Nasir yang menolak keberadaan dan aktivitas LGBT di kampus. 

“Hal ini dikarenakan Indonesia bukan negara liberal. Indonesia memang menjunjung tinggi kemerdekaan individu, tetapi jika kebebasan tersebut tidak sesuai moralitas bangsa, kita harus menolak,” tegas Sekretaris LD PBNU, H Nurul Yakin Ishaq, Selasa (26/1/2016) di Jakarta.

Yakin kembali menegaskan, Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi moralitas. Sebab itu, jika ada budaya yang dapat merusak moral generasi bangsa, harus disterilisasi. 

“LGBT tidak sesuai dengan budaya bangsa kita. Ini juga bisa menjadi ancaman bagi generasi muda, tidak hanya persoalan radikalisme dan terorisme saja. Kalau dibiarkan, negara ini mau jadi apa,” jelas Yakin.

Mujahidin Cyber

Sebelumnya, Nasir menegaskan bahwa kampus merupakan salah satu pilar penjaga moral generasi bangsa. Ada standar nilai dan susila yang dijaga. Dia tidak menolak kebebasan individu apabila tidak menggangu kondisivitas akademik. Tetapi jika budaya LGBT dilakukan di kampus, maka layak dilarang. (Fathoni)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pertandingan Mujahidin Cyber

Kamis, 04 Januari 2018

Dakwah Perlu Kontektualisasi

Jakarta, Mujahidin Cyber. Perubahan situasi dan lingkungan masyarakat perlu diantisipasi oleh para dai dalam menjalankan dakwahnya. Ajaran agama harus dikontekstualisasi sesuai dengan kondisi yang ada saat ini.

Wakil Rais Aam PBNU KH Tolchah Hasan menjelaskan terdapat ayat-ayat yang memang sifatnya permanent, namun juga terdapat ayat yang dipengaruhi oleh kondisi tempat dan waktu.

Selasa, 19 Desember 2017

MUI: HTI Sesat dalam Bernegara

Jakarta, Mujahidin Cyber. Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Masduki Baidlowi menegaskan, anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) adalah saudara seiman yang tergabung dalam ormas Islam lainnya. Namun demikian, ia menilai, anggota HTI itu sesat di dalam konteks bernegara karena mereka berupaya untuk menelikung komitmen bersama yang telah disepakati oleh para pendiri bangsa ini.

“Dia saudara kita, tapi di dalam konteks kenegaraan (mereka) sesat,” kata Masduki saat menjadi pembicara dalam seminar nasional yang diselenggarakan oleh Mejelis Pemuda Islam Indonesia (MPII) Pusat dengan tema Penerapan Konsep Khilafah Bertentangan dengan Maqashid Syariah di Bumi Pancasila dan NKRI di Hotel Gren Alia Jakarta, Selasa (16/5) sore.

MUI: HTI Sesat dalam Bernegara (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI: HTI Sesat dalam Bernegara (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI: HTI Sesat dalam Bernegara

Wakil Sekretaris Jenderal PBNU itu menyatakan, konsep khilafah adalah merupakan salah satu bentuk dari kepemimpinan (nisbul imam) yang ada di dalam Islam. Bahkan, negara-negara Islam pun memiliki konsep negara yang berbeda-beda seperti Arab Saudi dengan sistem kerajaan, Indonesia dengan sistem republik, Iran dengan sistem imamah, dan lainnya. ?

Menurut dia, ada dua prinsip yang menjadi prinsip dalam kepemimpinan. Pertama, pemimpin yang sah wajib ditaati. Kalau seandainya ada yang tidak taat kepada pemimpin, maka mereka wajib dibuat jera agar tidak melakukan pemberontakan.

“Kalau tidak taat, mereka bisa dianggap memberontak,” terang Masduki.

Kedua, pemimpin harus mampu mensejahterakan rakyatnya. Pemimpin harus menegakkan keadilan, melaksanakan musyawarah, dan berani untuk mensejahterakan rakyat. “Ini adalah ukuran kemampuan seorang pemimpin. Bukan urusan khilafah atau tidak,” cetusnya.

Mujahidin Cyber

Mantan reporter majalah Tempo itu mengatakan, di dalam memahami konsep khilafah tidak boleh menggunakan pendekatan yang tekstual dan parsial karena itu akan sangat berbahaya. Konsep khilafah harus dipahami secara manhaji dan metodologis. Ia menilai, khilafah adalah hasil ijtihat ulama dahulu di dalam mengelola pemerintahan.?

Mujahidin Cyber

Hizbut Tahrir Tidak Diterima di Timteng

Masduki menjelaskan, ide khilafah tidak laku di negara-negara Timur Tengah karena seluruh negara di Timur Tengah telah mengadopsi sistem negara bangsa di dalam mengelola pemerintahannya.?

“Kenapa HTI tidak laku di Timteg? Karena seluruh negara sudah mengadopsi konsep negara bangsa,” jelasnya.

Ia mengaku pesismis khilafah bisa diterapkan di Indonesia karena bertentangan dengan asas-asas dasar negara. Baginya, penerapan ide khilafah di Indonesia malah hanya akan menimbulkan kekacauan. Bahkan, Negara Indonesia akan bubar kalau ide khilafah dipaksakan untuk diterapkan. ? ? ?

“Tidak bisa dilaksanakan, bertentangan dengan kesepakatan yang dibangun, dan bisa bubar negara ini,” urainya.

Terkait dengan pembubaran HTI, Masduki sepakat dengan pembubaran organisasi yang bertentangan dengan asas-asas negara, namun itu harus dilaksanakan sesuai sesuai dengan perundang-undangan yang ada.

“Kalau mau membubarkan, harus sesuai dengan Undang-Undang. Yaitu ada teguran-teguran terlebih dahulu. Ini adalah negara hukum,” tukasnya.?

Acara tersebut dihadiri oleh pimpinan pengurus organisasi kepemudaan pusat, BEM, dan utusan pondok pesantren se-Jabodetabek. (Muchlishon Rochmat/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pertandingan Mujahidin Cyber

Minggu, 17 Desember 2017

Iran Hukum Mati Pendiri Syiah Versi New Age

Teheran, Mujahidin Cyber - Mohammad Ali Taheri, seorang pendiri aliran baru Islam Syiah ala New Age mendapat vonis hukuman mati dari pengadilan Iran.

Pengacara Taheri, Mahmoud Alizadeh Tabatabaei mengatakan bahwa pengadilan tersebut menghukum kliennya atas dasar tuduhan mendirikan sebuah sekte.

Iran Hukum Mati Pendiri Syiah Versi New Age (Sumber Gambar : Nu Online)
Iran Hukum Mati Pendiri Syiah Versi New Age (Sumber Gambar : Nu Online)

Iran Hukum Mati Pendiri Syiah Versi New Age

Seperti dikutip dari AP, pengacara tersebut mengaku pihaknya akan mengajukan banding dalam waktu 20 hari.

Mujahidin Cyber

Pada tahun 2014, Taheri juga mendapat vonis hukuman mati atas tuduhan serupa namun pengadilan banding kemudian menolak putusan tersebut. Pria 61 tahun itu telah dipenjara sejak 2011, saat sebuah pengadilan memvonisnya lima tahun penjara karena kasus penodaan agama.

Dalam beberapa pekan belakangan ini, pihak berwenang dilaporkan sudah menahan puluhan pengikut Taheri.

Taheri juga telah melakukan penelitian tentang pengobatan alternatif. Pemimpin Iran menganggap keyakinan New Age sebagai ancaman terhadap prinsip-prinsip Islam. (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Pertandingan, Amalan Mujahidin Cyber

Jumat, 15 Desember 2017

Pergunu Kraksaan Fokus Perjuangan Melalui Pendidikan

Probolinggo, Mujahidin Cyber - Awal tahun 2016 merupakan momentum bersejarah dalam rentang waktu perjuangan para aktivis pendidikan warga NU Kabupaten Probolinggo. Dimana bersama-sama untuk secara sadar mewadahi diri dalam satu rumah yang akan menjadi ruang untuk memberikan kontribusi pemikiran dan perjuangan dalam membangun masyarakat luas.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo Ishuddin, Selasa (26/1). Menurutnya, para kaum terdidik yang tergabung dalam Pergunu dengan komitmen yang kuat sepakat untuk bersatu dalam wadah organisasi ke-NU-an yang fokus menitikberatkan basis perjuangan umat melalui jalur pendidikan.

Pergunu Kraksaan Fokus Perjuangan Melalui Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Kraksaan Fokus Perjuangan Melalui Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Kraksaan Fokus Perjuangan Melalui Pendidikan

“Pergunu merupakan sebuah wadah keorganisasian yang menjadi rumah besar kaum terdidik dari kalangan para ustadz dan ustadzah untuk mengabdikan diri secara ikhlas membangun dan mencerdaskan masyarakat melalui berbagai lembaga pendidikan Ma’arif yang ada di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Mujahidin Cyber

Menyadari akan betapa strategis dan sentralnya peran Pergunu ini, jelas Ishuddin, maka dengan semangat al-ikhlas (ketulusan), al-‘adalah (keadilan), at-tawassuth (moderasi), at-tawazun (keseimbangan) dan at-tasamuh (toleransi), para ustadz dan ustadzah ini bergerak cepat melakukan komunikasi intensif untuk segera membesarkan Pergunu Kota Kraksaan.

“Strategi dan berbagai alternatif rencana pun segera dicanangkan diantaranya dalam menyusun kepengurusan PC Pergunu Kota Kraksaan sebagai motor penggerak laju organisasi. Alhasil, dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama, telah terbentuk kepengurusan yang akan mensuport dan memfasilitasi berbagai kegiatan organisasi yang baru lahir ini,” jelasnya.

Mujahidin Cyber

Menurut Ishuddin, hingga saat ini Pergunu telah banyak mendapatkan dukungan kekuatan jaringan di kalangan para ustadz dan ustadzah di Kabupaten Probolinggo. “Dalam waktu yang relatif singkat telah banyak para relawan dan aktivis yang mengikrarkan diri untuk bersatu bahu membahu membangun dan membesarkan Pergunu,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber News, Pertandingan Mujahidin Cyber

Kamis, 07 Desember 2017

Cara Muslimat NU Mojogedang Rintis Pendirian Ranting

Karanganyar, Mujahidin Cyber. Pimpinan Anak Cabang Muslimat NU Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar menyelenggarakan pengajian-pengajian di desa yang belum terbentuk Pimpinan Ranting Muslimat NU. Tujuan kegiatan tersebut yaitu agar terkumpul jamaah, sehingga munculah kader muslimat yang kelak jika sudah siap akan dibetuk pengurus Ranting.

“Diselenggarakannya pengajian Muslimat di desa yang belum mempunyai kepengurusan adalah sebagai sarana untuk kulon nuwun (permisi) ketika akan memasuki desa orang lain. Sesudah dipersilahkan oleh para warga, maka Muslimat pun akan memperkenalkan diri dan membaur dalam masyarakat,” ungkap Umi Kulsum, Ketua PAC Muslimat NU Mojogedang saat menghadiri pengajian Muslimat di Dukuh Penggungrejo Desa Ngadirejo, Jumat (20/6).

Cara Muslimat NU Mojogedang Rintis Pendirian Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Muslimat NU Mojogedang Rintis Pendirian Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Muslimat NU Mojogedang Rintis Pendirian Ranting

Ketika kita melihat keberadaan Muslimat dengan kegiatannya sudah bisa diterima dan diikuti maka barulah akan dibentuk kepengurusan di desa tersebut, imbuhnya.

Mujahidin Cyber

Menurut istri ketua MWC NU Mojogedang ini, membentuk kepengurusan harus dilakukan dengan cara memilih kader terbaik yang mana salah satunya dapat diperoleh dengan cara mengadakan kegiatan-kegiatan dari dusun ke dusun. “Dari situ nanti akan kelihatan, mana kader yang kelihatan berpotensi dan pantas untuk menjadi pengurus.”

Berdasarkan pantauan Mujahidin Cyber dalam pengajian yang di gelar di Dusun Penggungrejo, tercatat sekitar 3.000 jamaah mengikuti pengajian di salah satu desa yang belum terdapat pimpinan ranting Muslimat.

Mujahidin Cyber

“Meskipun ini merupakan pengajian musimat perdana di desa ini namun antusias warga cukup tinggi. Dengan keadaan ini, maka dalam waktu dekat maka kepengurusan akan dikukuhkan karena ini sebagai salah satu pertanda bahwa keberadaan muslimat sudah bisa diterima dengan baik”, pungkas Umi. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pertandingan, Ulama, AlaNu Mujahidin Cyber

Meriahnya Festival Tongtek, dari Kentongan sampai Kaleng Biskuit

Kudus, Mujahidin Cyber

Festival Tongtek yang diselenggarakan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor-Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah berlangsung sangat meriah. Kegiatan yang baru dihelat kali pertama ini diikuti 33 kontingen dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Kudus.

Meriahnya Festival Tongtek, dari Kentongan sampai Kaleng Biskuit (Sumber Gambar : Nu Online)
Meriahnya Festival Tongtek, dari Kentongan sampai Kaleng Biskuit (Sumber Gambar : Nu Online)

Meriahnya Festival Tongtek, dari Kentongan sampai Kaleng Biskuit

Di sepanjang jalan dari start Lapangan Kongsi Desa Loram hingga Masjid Wali, mereka Sabtu (25/6) malam itu memainkan musik kentongan yang dipadukan alat-alat seadanya lainya seperti galon, kaleng biskuit, tong, dan lainnya. Dengan berjalan kaki, tetabuhan musik kentongan ini mengiringi lagu-lagu religi yang mereka nyanyikan.

Festival yang dimulai selepas tarawih ini mendapat sambutan warga dan tokoh masyarakat desa setempat. Ratusan masyarakat berjajar di pinggir jalan menanti kontingen tongtek melewati jalan raya Desa Loram.

Ketua panitia Syaifuddin Najib mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya melestarikan musik kentongan yang belakangan ini hampir punah. Musik kentongan, katanya, memiliki manfaat sebagai perangkat untuk kepentingan patroli (ronda) malam menjaga keamanan desa.

Mujahidin Cyber

?

"Ansor ingin mencoba menumbuhkan kembali melalui lomba tongtek sehingga musik tradisional tetap lestari. Apalagi selama Ramadhan seringkali dimanfaatkan untuk membangunkan orang sahur puasa," katanya.

Mujahidin Cyber

?

Melihat antusiasme warga dan peserta, kata dia, kegiatan festival tongtek menunjukkan adanya respon positif. Karenanya, kegiatan ini akan menjadi kegiatan budaya yang diagendakan rutin setiap tahun.? "Kita akan melanjutkan festival tongtek ini sebagai kegiatan rutin setiap tahun di Kecamatan Jati," tutur Najib.

?

Pembina Banser Kudus H.Akhwan Sukandar mengapresiasi kegiatan bernuansa seni tradisional ini. Menurutnya, kesenian tongtek sudah berlangsung lama muncul di lingkungan masyarakat pedesaan sebagai musik ronda. Namun belakangan musik seperti ini hampir hilang.

?

"Kegiatan festival tongktek patut didukung sehingga musik tradisional ini tetap lestari," ujar Akhwan yang juga mantan Komandan Satkorcab Banser Kudus ini.

?

Pernyataan senada juga disampaikan Kapolsek Jati yang hadir mulai awal hingga selesainya acara pukul 24.00 WIB. Dikatakan, sejarah musik tongtek berawal dari cerita adanya orang bermain judi gaple. Karena judi mengganggu masyarakat, akhirnya para pemainnya diusir oleh para pemain tongtek.

"Oleh karena itu saya sangat berharap kegiatan tongtek tetap dilaksanakan dengan kemeriahan," katanya seraya meminta masyarakat menjaga lingkungan sekitarnya.

Festival tongtek ini diikuti 33 kontingen yang berasal dari 6 kecamatan yakni Gebog, Jati, Bae, Kaliwungu, Mejobo dan Undaan. Dari hasil penilaian juri terpilih kontingen terbaik masing-masing juara 1 grup dari Kaliwungu, Juara 2 (Jepang Pakis, Jati), Juara 3 (Payaman, Mejobo), Juara harapan 1 dan 2 adalah Loram Wetan dan Undaan Lor. Masing-masing juara mendapat penghargaan piala dan uang pembinaan yang nilainya beragam. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hadits, Pertandingan Mujahidin Cyber

Rabu, 06 Desember 2017

Pergunu Jabar Minta Pemerintah Masukkan Materi Anti-LGBT di Kurikulum

Bandung, Mujahidin Cyber - Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat berharap pemerintah mengambil langkah pencegahan melalui kurikulum berkaitan dengan propaganda Lesbi, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Pasalnya pendidikan cukup efektif dalam menangkal fenomena LGBT ini baik di dunia pendidikan maupun di masyarakat secara luas.

Demikian disampaikan Sekretaris Pergunu Jawa Barat H Saepuloh di Kantor PWNU Jawa Barat Jalan Terusan Galunggung Nomor 09 Bandung, Kamis (25/02).

Pergunu Jabar Minta Pemerintah Masukkan Materi Anti-LGBT di Kurikulum (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jabar Minta Pemerintah Masukkan Materi Anti-LGBT di Kurikulum (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jabar Minta Pemerintah Masukkan Materi Anti-LGBT di Kurikulum

Lebih lanjut H Saepuloh menyatakan bahwa Pergunuu Jawa Barat berharap pemerintah memasukkan masalah serius ini ke dalam kurikulum nasional untuk memberikan pemahaman yang benar tentang LGBT kepada siswa.

“Dengan demikian diharapkan pelajar dan mahasiswa bisa memahami dengan betul bahwa LGBT bukan merupakan perilaku yang normal melainkan perilaku yang menyimpang bahkan bertentangan dengan norma agama, sosial, dan budaya Indonesia,” tutur H Saepuloh

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Ia mengimbau guru-guru yang tergabung dalam Pergunu untuk terlibat aktif mengamati sikap dan perilaku peserta didik dalam proses pembelajaran.

Jika ada indikasi penyimpangan terutama ke arah LGBT, peserta didik ini harus segera didampingi dengan memberikan layanan konseling yang berkesinambungan. (Awis Saepuloh/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Daerah, Pertandingan Mujahidin Cyber

Senin, 04 Desember 2017

Peduli Aceh, Muslimat NU Karimun Siapkan 1000 Mukena dan Sarung

Karimun,Mujahidin Cyber

Pengurus Cabang Muslimat NU Kabupaten Karimun melakukan penggalangan bantuan untuk korban gempa di Aceh. Mereka mengumpulkan bantuan berupa mukena dan sarung. Mereka berharap bantuan yang tersalurkan dapat bermanfaat untuk ibadah, mengingat Aceh masyarakatnya beragama Islam.

Peduli Aceh, Muslimat NU Karimun Siapkan 1000 Mukena dan Sarung (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Aceh, Muslimat NU Karimun Siapkan 1000 Mukena dan Sarung (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Aceh, Muslimat NU Karimun Siapkan 1000 Mukena dan Sarung

"Kita menggalang bantuan yang dapat bermanfaat untuk ibadah, berupa mukena dan sarung. Target kita seribu," ungkap Nyimas Novi Ujiani, ketua Muslimat NU Kabupaten Karimun.

Muslimat NU yang anggotanya kaum ibu Nahdatul Ulama ini, menggalang bantuan pada momentum peringatan hari ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember. Sehingga nantinya yang bergerak menggalang dana kesemuanya anggota Muslimat NU dari pengurus ranting hingga cabang.

Mujahidin Cyber

"Penggalangan mukena dan sarung dilakukan oleh anggota dan pengurus Muslimat dari ranting hingga cabang," tambahnya.

Penggalangan alat ibadah tersebut, nantinya akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Karimun, yang nantinya akan di gabung dengan penggalangan bantuan dari organisasi masyarakat lainnya. Selanjutnya akan dikirim ke Aceh.

Mujahidin Cyber

"Organisasi lainnya di Karimun juga melakukan penghalangan bantuan, baik itu organisasi berbasis kepemudaan maupun kedaerahan. Nanti bantuan termasuk dari kita (Muslimat NU) akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten untuk selanjutnya dikirim ke Aceh," ungkap Ketua Fraksi PKB DPRD Karimun ini.

Sebelum menentukan bantuan yang digalang lanjut Nyimas, mereka telah melakukan komunikasi dengan korban mengenai kebutuhan yang diperlukan. Sehingga bantuan tepat sasaran dan tepat guna.

Selain mukena dan sarung, mulai Rabu (14/12) Muslimat NU akan melakukan penggalangan dana. Hasil yang terkumpul akan mereka belikan susu untuk anak, makanan ringan serta mainan anak-anak. Hal itu sebagai wujud kepedulian kaum ibu terhadap dampak psikis bagi anak-anak korban gempa.

"Kita telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk penggalangan dana. Hasilnya kita belanjakan untuk kebutuhan anak-anak. Baik itu susu, makanan ringan maupun mainan. Anak-anak membutuhkan perhatian agar trauma atas bencana yang menimpa mereka dapat dilupakan" tambahnya.

Untuk memudahkan para dermawan menyampaikan bantuan, Muslimat NU mendirikan posko peduli Aceh. Diantaranya, untuk Kecamatan Karimun dikumpulkan di kediaman Sri Rubi samping Indo A Yani, dengan nomor ponsel 082392812230, Kecamatan Meral dikumpulkan di depot air Gang Awang Nur dengan nomor ponsel 085272182576 atas nama Yuliana, Kecamatan Tebing dikumpulkan di kediaman Emi Agustiani dengan nomor ponsel 081261828462, Kecamatan Meral Barat dikumpulkan di PKBM Sinar Bangsa Centre dengan nomor ponsel 081277558000 atas nama Erwin, di Masjid Agung dikumpulkan dengan Aan, nomor ponsel? 085356933993. Sedangkan untuk masyarakat di luar pulau Karimun agar dapat dikumpulkan di kediaman ketua PAC dan ranting Muslimat NU setempat.

"Saya selaku ketua Muslimat NU Kabupaten Karimun sangat berharap, agar para dermawan yang memiliki rejeki lebih dapat membantu derita korban gempa Aceh. Sekecil apapun bantuan insya allah akan berarti bagi mereka dan tercatat sebagai amal jariyah," pungkas Nyimas. (Sularno Menot/Abdullah Alawi)

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber News, Pertandingan, Habib Mujahidin Cyber

Jumat, 24 November 2017

Aswaja Penting Diterapkan di Sekolah

Tegal, Mujahidin Cyber. Rais Syuriah MWCNU Kecamatan Dukuhturi KH Muhmmad Abdu Su’ud menuturkan bahwa ajaran Ahlusunah wal Jama’ah (Aswaja) sangat penting diterapkan di Sekolah. Pasalnya, Aswaja merupakan ruh islam rahmatan lil alamin.

“Kita jangan terjebak dengan statemen atau omongan orang yang tidak tahu persis masalah agama, karena sebagain orang memeringati maulid Nabi seperti ini dianggap bi’ah,“ tutur KH Muhammad Abdus Su’ud ketika mengisi acara peringatan Maulid Nabi Muhmmad SAW di SMP N1 Dukuhturi, Tegal Jawa Tengah, Kamis (6/2).

Aswaja Penting Diterapkan di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Aswaja Penting Diterapkan di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Aswaja Penting Diterapkan di Sekolah

Kegiatan yang dibalut dalam tema "Ngaji Bareng Para Kiai" itu dihadiri oleh para pejabat yang semuanya adalah alumni SMP Negeri 1 Dukuhturi. Terlihat kepala desa Kepandean, pengawas dikpora kecamatan, kepala seksi SMP Dinas Dikpora, guru alumni SMP Negeri 1 Dukuhturi, hingga kepala sekolah SMP Negeri 1 Dukuhturi .

Mujahidin Cyber

Sementara ketua PCNU Kabupaten Tegal H Ahmad Wasy’ari yang juga kepala bidang pendidikan dasar Dikpora Kabupaten Tegal memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada SMP Negeri 1 Dukuhturi yang berhasil menyelenggarakan peringatan maulud Nabi Muhammad SAW yang menurutnya spektakuler.

Mujahidin Cyber

“Saya terus terang saja merasa prihatin terhadap dunia pendidikan yang berkembang saat ini, yang makin jauh dari pendidikan moral agama Islam. Oleh karena itu, kegiatan seperti inilah yang mesti dicontoh oleh sekolah sekolah lain di Kabupaten Tegal. Kegiatan keagamaan terutama ‘Ngaji Bareng Para Kiai’ yang  dilaksanakan SMP Negeri 1 Dukuhturi saat ini merupakan sebuah kebutuhan. “ katanya

Wasy’ari juga berharap pendidikan moral keagamaan terus dikembangkan di SMP Negeri Dukuhturi supaya mampu mencetak generasi bangsa yang berwawasan moral agama. Ia juga menegaskan bahwa yang hadir dalam acara ini adalah semua pejabat-pejabat yang semuanya adalah alumni SMP Negeri 1 Dukuhturi.

Kepala SMP Negeri 1 Dukuhturi Drs. H Alfatah mengucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pengurus Osis SMP Negeri 1 Dukuhturi, yang telah bekerja keras dalam mensukseskan acara ini. Ia juga menyampaikan prestasi yang telah diraih SMP Negeri 1 Dukuhturi dalam berbagai hal.

“Insyaallah kedepan apa yang telah disampaikan oleh orang tua kita, baik para kia atau pun pejabat akan kami jadikan pegangan untuk menentukan kebijakan di sekolah,” kata Alfatah yang juga Kabid Pendidkan Dasar PC Ma’arif NU Kabupaten Tegal. (Abdul Muiz/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Daerah, Pertandingan Mujahidin Cyber

Selasa, 21 November 2017

Pelantikan IPNU-IPPNU Digelar Awal Maret

Jakarta, Mujahidin Cyber. Prosesi pelantikan pimpinan pusat yang baru Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) akan dilaksanakan di kompleks Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, 1 Maret 2013.

Ketua panitia Harlah dan Pelantikan IPNU Muhammad Nahdhy mengatakan, pelantikan pengurus untuk masa khidmat 2012-2015 ini akan dirangkai dengan pidato monolog Presiden RI ke-3 Prof Dr Ong BJ Habibie bertema ”Optimisme Pelajar Menatap Masa Depan Indonesia”.

Pelantikan IPNU-IPPNU Digelar Awal Maret (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelantikan IPNU-IPPNU Digelar Awal Maret (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelantikan IPNU-IPPNU Digelar Awal Maret

”Beliau (BJ Habibie) sudah positif dijadwalkan akan hadir dalam acara pelantikan nanti,” katanya.

Mujahidin Cyber

Nahdhy menjelaskan, sehari setelah pelantikan, rapat kerja (Raker) pengurus segera digelar di Pondok Cabe, Depok, Jawa Barat, 2-3 Maret. Sejumlah narasumber direncanakan mengisi materi terkait orientasi pengurus, seperti Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Wamenag RI Nasaruddin Umar, dan Dirut Deradikalisasi BNPT Irfan Idris.

Mujahidin Cyber

Menjelang pelantikan, acara tasyakuran dan potong tumpeng dalam rangka peringatan hari lahir ke-59 IPNU akan dihelat lebih dulu, Sabtu  (23/2). Selain pengurus, perayaan ini akan dihadiri para kader, alumni, dan pembina IPNU-IPPNU.

Sebagaimana diwartakan, Kongres IPNU-IPPNU di Palembang, Sumatera Selatan, Desember 2012 lalu, memilih Khairul Anam HS sebagai Ketua Pimpinan Pusat IPNU dan Farida Farichah sebagai Ketua Pimpinan Pusat IPPU. Penentuan ketua baru sekaligus mengubah struktur pimpinan pusat di bawahnya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pertandingan, Amalan Mujahidin Cyber

Minggu, 19 November 2017

Puluhan Banser Paron Digembleng Kanuragan

Ngawi, Mujahidin Cyber. Puluhan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi ddigembleng ilmu kanuragan. Penggemblengan dirangkai pada Diklat Terpadu Dasar (DTD) Banser di aula Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Desa Teguhan,

Agus Wahyudi, Panitia Penylenggara kegiatan yang berlangsung Selasa (27-28/5) tersebut mengatakan, penggemblengan ini dilaksanakan dalam rangka merespon munculnya gerakan-gerakan radikal yang berusaha merongrong NKRI.

Puluhan Banser Paron Digembleng Kanuragan (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Banser Paron Digembleng Kanuragan (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Banser Paron Digembleng Kanuragan

Penggemblengan dilaksanan di akhir rangakaian Diklat, setelah digelar pengajian akbar untuk memperingati Isra’ dan Mi’raj di lapangan besar Kerten Paron. “Gemblengan kanuragan dipimpin Kiai Dumami, agar Banser kuat dan tangguh dalam membela NKRI,” katanya.

Mujahidin Cyber

Agus menambahkan, dalam Diklat Banser kali ini, sebelumnya peserta dilatih Peraturan Lalu Lintas, Keorganisasian, Wawasan Kebangsaan, Bela Negara dan materi ke-Nu-an/keAswajaan.

“Dalam Diklat kali ini, peserta dilatih untuk siap menjadi kader tangguh, profesional, religius, mandiri dan bermartabat,” kata Agus.

Mujahidin Cyber

Lebih lanjut Agus mengatakan, untuk tujuan itu, Diklat Banser tersebut mengundang Satuan Kepolisian Sektor Kecamatan dan Koramil Kecamatan Paron. (Agus Susanto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber IMNU, Budaya, Pertandingan Mujahidin Cyber

Jumat, 10 November 2017

Di Forum ini, Ketum IPPNU Sarankan Dunia Islam Tiru Indonesia

Istanbul, Mujahidin Cyber. Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Farida Farichah menyampaikan gagasan tentang peran perempuan di Indonesia pada forum 2nd General Assembly Islamic Conference Youth, sebuah forum yang berafiliasi dengan Organization Islamic Cooperation (OIC).

Pada forum yang berlangsung di Tower World Trade Center, Istanbul, Turki pada 9-11 Oktober tersebut, Farida menyampaikan kepada para delegasi bahwa Indonesia layak menjadi percontohan dunia Islam dalam memajukan peran perempuan.

Di Forum ini, Ketum IPPNU Sarankan Dunia Islam Tiru Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Forum ini, Ketum IPPNU Sarankan Dunia Islam Tiru Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Forum ini, Ketum IPPNU Sarankan Dunia Islam Tiru Indonesia

Menurut dia, Indonesia memang bukan negara Islam, tapi jumlah umatnya terbesar. Salah satu karakteristik Islam Indonesia sangat menghargai hak-hak perempuan dan juga menjamin kebebasannya untuk berperan di ranah publik.

Mujahidin Cyber

Indonesia, lanjut dia, pernah memiliki presiden perempuan. Semua ranah publik terbuka peluang untuk perempuan. Bahkan untuk ranah politik ada afirmasi 30% kuota perempuan dalam rangka medorong kaum perempuan untuk terjun di politik.

Mujahidin Cyber

“Saya kira ini satu-satunya di dunia, dan saya menyarankan negara-negara Islam mencontoh Indonesia agar tidak terjadi ketimpangan sosial dan ekonomi antara laki-laki dan perempuan,” katanya pada forum bertema Preserving Velues Rendering Future Beter tersebut, melalui siaran pers yang diterima Mujahidin Cyber pada Sabtu (11/10).

Farida berpendapat bagaimana mungkin suatu negara dapat mewujudkan kehidupan yang adil dan sejahtera kalau setengah dari rakyatnya tidak dilibatkan dalam membangun negara tersebut.

Selain Farida, Indonesia mengirim delegasi dari berbagai organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan. Hadir juga perwakilan 48 negara dari 57 negara yang diundang. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Berita, Pertandingan, Hikmah Mujahidin Cyber

Kamis, 09 November 2017

Donald Trump dan Kampanye Islamophobia

Penyataan Donald Trump, kandidat presiden Amerika Serikat, yang ingin melarang Muslim masuk ke Amerika Serikat menjadi sorotan dunia. Banyak sekali institusi atau tokoh yang mengecam apa yang disampaikannya. Bahkan apa yang disampaikannya menimbulkan permasahan di Partai Republik dimana ia berusaha mendapatkan kendaraan politik untuk nyalon presiden. Ini adalah kali kesekian milyarder ini mendiskreditkan Muslim. Dalam dunia yang semakin terbuka, semakin menghargai keberadaan kelompok lain, pernyataan tersebut menjadi absurd.

Sesungguhnya fenomena islamophobia ini bukanlah hal yang aneh di Amerika Serikat, Eropa atau tempat di mana Muslim menjadi minoritas. Di Belanda terdapat nama Geert Wilders yang terus-menerus menghina Islam dan antiimigran untuk meraih simpati. Ketidakpahaman akan ajaran Islam yang utuh pada sebagian besar masyarakat di Barat dieksploitasi oleh kelompok-kelompok ekstrem yang membenci Muslim sehingga menjadikan wajah Islam terlihat buruk. Posisi Muslim di daerah minoritas akhirnya semakin menderita dengan adanya upaya pembiasan pandangan yang dilakukan secara sistematis ini. Memiliki identitas Muslim kini menjadi sesuatu yang bisa menyulitkan. Ketika masuk negara tertentu, orang dari negara mayoritas Muslim mendapat perlakukan dan pengawasan yang tidak mengenakkan.?

Donald Trump dan Kampanye Islamophobia (Sumber Gambar : Nu Online)
Donald Trump dan Kampanye Islamophobia (Sumber Gambar : Nu Online)

Donald Trump dan Kampanye Islamophobia

Para politisi tersebut hanya mengejar popularitas untuk mendulang suara dengan menggunakan sentimen kebencian terhadap Muslim sampa memperdulikan harmoni dalam bermasyarakat. Mereka mendapat amunisi dari tindakan ekstremis Muslim yang menggunakan kekerasan atas nama agama yang sesungguhnya tidak mencerminkan nilai-nilai Islam, bahkan mayoritas Muslim sendiri menolak apa yang dilakukan oleh para ekstremis tersebut.?

Kelompok garis keras ada dalam setiap agama dan siapapun bisa menjadi korbannya. Di beberapa negara seperti Myanmar dan Tiongkok, Muslim mendapat kesulitan menjalankan hak-haknya beribadah. Di Indonesia, para ekstrimis menganggap sesat dan kafir orang di luar kelompoknya dan bahkan menganggap halal darahnya.

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Banyak faktor yang menjadi penyebab ekstremisme. Selain karena pemahaman ajaran agama yang salah, bisa juga disebabkan oleh faktor eksternal. Dalam konteks dunia Muslim, persoalan di Palestina yang sudah berpuluh-puluh tahun tidak selesai dan adanya pandangan bahwa Amerika lebih membela Israel daripada sebuah negara yang bertindak secara adil menjadi salah satu penyebab munculnya ekstremisme. Invasi Amerika Serikat ke Irak tahun 2003 telah menimbulkan ratusan ribu korban dan menyebabkan luka mendalam di negeri tersebut yang sampai sekarang belum sembuh. Kelompok-kelompok ekstrem di Irak saat ini, sebagian merupakan buah dari tindakan sembrono AS tersebut. Tetapi tidak berarti dengan perlakuan tersebut bisa menjadi pembenar melakukan tindakan kekerasan.?

Apapun itu, upaya mendiskreditkan Muslim harus dilawan, tetapi dengan cara yang santun dan cerdik. Jika apa yang disampaikan itu melanggar hukum, maka pendekatan hukum yang harus dilakukan. Jika upaya pendiskreditan itu untuk meraih dukungan politik, maka upaya politik menjadi jalannya. Seperti di Amerika Serikat sekarang, kelompok Muslim bersatu dan bereaksi keras atas ucapan Trump tersebut. Dukungan yang diberikan kepada Muslim oleh berbagai kelompok akan membuat upaya kapitalisasi kebencian terhadap Muslim bisa mereda. Muslim di Timur Tengah memboikat produk-produk dengan label Trump. Upaya pembelaan dengan cara kekerasan akan menunjukkan bahwa apa yang disampaikan oleh orang-orang yang membenci Muslim tersebut tampak benar. Upaya paling penting serta memiliki efek jangka panjang dalam melawan islamophobia adalah membangun sebuah tradisi keislaman yang toleran dan cinta damai seperti di Indonesia. Disinilah NU bisa berperan.

Di luar kekerasan yang terus terjadi di beberapa negara di Timur Tengah, Indonesia merupakan negara Muslim yang hidup dengan damai dan menjaga hubungan yang harmonis dengan agama lain. Ajaran Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam dengan mengedepankan prinsip moderat dan toleran menjadi dasar dalam kehidupan. Inilah prinsip-prinsip yang dikembangkan oleh NU sebagai kelompok Muslim terbesar di Indonesia yang mampu menyelaraskan antara ajaran agama dengan nilai-nilai lokal. Para ulama NU mampu membaca Qur’an dan Hadits tidak sekedar teks dan memaknainya secara tekstual, tetapi telah mampu menyerap substansi dari ajaran tersebut sehingga agama bisa menyatu dengan budaya setempat. ?

Prinsip seperti inilah yang harus dikembangkan dan disebarkan ke seluruh dunia untuk mewujudkan wajah Islam yang ramah, bukan wajah Islam yang marah. Sejatinya Allah telah menjadikan manusia dalam berbagai macam golongan dan bangsa agar bisa saling mengenal dan belajar. Faktor kondisi geografis, budaya, politik dan lainnya yang membedakan menjadikan Islam bisa memiliki banyak warna, tidak berwajah tunggal sebagai sesuatu yang harus berciri Arab. Substansi dari nilai-nilai Islam seperti keadilan, kejujuran, penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, dan lainnya yang harus dijaga, bukan di tataran kulitnya yang seringkali menimbulkan perpecahan dan kekerasan sehingga menghalangi proses kemajuan umat Islam. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hikmah, IMNU, Pertandingan Mujahidin Cyber

Rabu, 08 November 2017

Banser Pun Aktif dalam Tim Medis Liga Santri Nusantara

Blora, Mujahidin Cyber. Pagelaran Liga Santri Nusantara (LSN) Region 1 Jawa Tengah Grup B baru saja berakhir pada Ahad (17/9) pukul 16.00 WIB. Namun, euforia sepakbola dan segala sesuatu yang ada di dalamnya masih begitu terasa oleh segenap santri penikmat olahraga.

Hal tersebut tak lepas dari peran para panitia pelaksana (panpel) di kalangan region 1 Jawa Tengah Grup B, yang berpusat di Kota Blora. Para panitia terlihat mampu menggandeng seluruh elemen. Baik pemerintahan, keamanan, maupun dari kalangan badan otonom (Banom) di lingkungan NU sendiri.

Banser Pun Aktif dalam Tim Medis Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Pun Aktif dalam Tim Medis Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Pun Aktif dalam Tim Medis Liga Santri Nusantara

Yang tak ketinggalan dalam kepanitiaan kali ini adalah peran aktif anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) NU. Ketika baru di tepi jalan saja, para pemain, official club, maupun seluruh orang yang menikmati liga, telah disambut hangat dengan arahan dari Banser yang mengamankan jalan guna penyeberangan.?

Ketika di dalam Stadion Kridoson Blora pun, sudah tampak terlihat barisan banser yang mulai melakukan koordinasi sesuai arahan ketua. Ternyata mulai dari pengendali papan skor, panitia pengambil bola, panitia keamanan, dan bahkan tim medis pun diisi oleh peran aktif anggota banser.

Mujahidin Cyber

“Selain menjadi panitia pengambil bola, saya juga bertugas sebagai tim medis,” terang seorang anggota Banser kepada Mujahidin Cyber sembari memijat salah satu pemain Sirbin FC yang terkilir kakinya. (Ulin Nuha Karim/Ahmad Mundzir/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber AlaNu, Pertandingan, Tokoh Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock