Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2018

Jika English Shalawat Dikumandangkan

Jepara, Mujahidin Cyber. …Ya Rabbi shalli ala rasul/ Muhammadin sirril ula/ wal anbiya’ wal mursalin/ al ghurri khatman awwala// when we are meeting/ everything will be beautiful/ one of heart one of the soul/ for studying together// disaat kita sedang berkumpul/ semua menjadi indah/ satu hati satu jiwa/ belajar bersama-sama…?



Jika English Shalawat Dikumandangkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jika English Shalawat Dikumandangkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jika English Shalawat Dikumandangkan

Penggalan salawat Asnawiyah mahakarya KH Raden Asnawi, Kudus diaransemen menjadi salawat bertajuk “Soulmate”—gubahan bahasa Arab, Inggris dan Indonesia oleh Ali Mahmudi (37).

Lantunan salawat dalam 3 bahasa itu nyaring berkumandang usai materi bahasa Inggris di MTs Nurul Islam Kriyan, MTs/ MA Miftahul Ulum Sukosono, MTs Mathaliul Huda Bugel, pesantren Nurul Huda Bugel dan Universal English Course (UEC).

Ya, begitulah English Salawat yang dipopulerkan lelaki kelahiran Jepara 18 Juli 1976 yang juga memperoleh restu langsung dari Ketua LP Maarif NU kabupaten Jepara, H Zubaidi Masyhud, Juli 2011 lalu. Kemudian salawat yang merupakan salah satu ? bentuk wujud nyata mahabbah kepada Rasulullah dilanggengkan di tempat ia mengajar bahasa Inggris, hingga kini.

Mujahidin Cyber

Awal mula suami Sofiatun (30) terinspirasi tatkala di rumah mertuanya desa Troso RT.04 RW.10 kecamatan Pecangaan dilaksanakan pertemuan selapanan Jamiyyah Qurra’ Wal Huffadz (JQH) kecamatan Pecangaan-Kalinyamatan. Usai mendengar salawat Asnawiyah itu ia pun memperoleh insiprasi kemudian menggubah salawat itu menjadi soulmate.

Tak hanya salawat karya mbah Asnawi, “Syiir tanpo waton” Gus Dur dan “Dauni” pun digubahnya—menjadi salawat Arab-Inggris yang isinya bentuk penghormatan kepada guru maupun spirit belajar.

Tujuannya kata Ali, lulusan IKIP PGRI Semarang ingin meminimalisir pandangan Bahasa Inggris adalah murni pelajaran umum. Menurutnya lewat Bahasa Inggris bisa juga untuk menyampaikan moral value (pesan moral) kepada peserta didik. Sama seperti Habib Syekh menyampaikan pesan moral melalui salawat dan syiiran bahasa Jawanya.

Hal itu baginya juga sejalan dengan pendidikan karakter yang didengung-dengungkan oleh pemerintah. “Karakter yang dimiliki oleh siswa madrasah dan santri berbeda dengan siswa umum. Siswa yang membaca English salawat dan dipahami isinya bisa saja meneteskan air mata,” akunya.

Mujahidin Cyber

Lewat English Salawat ayah dari Ulya Fairuz Zahiro (5) hendak membuktikan Bahasa Inggris bukanlah pelajaran yang menakutkan tetapi akan menjadi mapel disukai. Apalagi dengan membaca salawat selain untuk mengharapkan syafaat dunia akhirat juga untuk kesuksesan dalam belajar.?

Kontributor: ? Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber PonPes, Nahdlatul, Olahraga Mujahidin Cyber

Minggu, 11 Februari 2018

8 Tim Tinggalakan Trenggalek, Persaingan LSN Jatim 1 Makin Panas

Trenggalek, Mujahidin Cyber



Satu per satu tim pesantren peserta Liga Santri Nusantara Region Jawa Timur 1 harus pulang ke kampung halaman meninggalkan kota Kripik, Trenggalek, setelah mereka gagal mempertahankan posisi di babak 16 besar yang digelar Selasa sore (19/9).

Mereka yang harus pulang terlebih dahulu adalah kesebelasan Al Fattah Kikil Pacitan, Attarmasi Tremas Pacitan, Al Basmalah Madiun, Roudlotul Huda Magetan, Anharul Ulum Blitar, Mojosari Nganjuk, Raden Paku Trenggalek, dan Darussalam Kediri.

8 Tim Tinggalakan Trenggalek, Persaingan LSN Jatim 1 Makin Panas (Sumber Gambar : Nu Online)
8 Tim Tinggalakan Trenggalek, Persaingan LSN Jatim 1 Makin Panas (Sumber Gambar : Nu Online)

8 Tim Tinggalakan Trenggalek, Persaingan LSN Jatim 1 Makin Panas

Namun demikian, pertandingan ini membawa kesan tersendiri bagi mereka. Setidaknya mereka sudah berusaha lebih maksimal mempertahankan performa permainan di tengah jadwal pertandingan yang cukup padat. 

Jeda waktu Istirahat yang terbilang singkat menjadikan para pemain harus menghemat tenaga untuk bisa berlaga pada babak selanjutnya.

Mujahidin Cyber

Dengan demikian, kini tinggal delapan tim yang akan berlaga pada babak 8 Besar LSN yang digelar Selasa pagi (20/9). Tim-tim yang bertahan adalah Darul Ulum Poncol Magetan, Sulaiman Trenggalek, MIA Tulungagung, Daruttaibin Tulungagung, Darul Huda Mayak Ponorogo, Darul Quran Ngawi, Al Basyariyah Madiun, dan Qomarul Hidayah Trenggalek.

Aroma persaingan sepertinya akan semakin panas. Sebab mereka akan unjuk stamina agar bisa memperoleh tiket menuju babak semi-final yang akan digelar sore harinya. 

"Babak ini akan lebih seru, dan persaingannya lebih ketat. sebab ini merupakan penentuan nasib mereka di liga santri 2017," ujar koordinator Region Gus Toev kepada Mujahidin Cyber, Selasa malam (19/9) di gedung PCNU.

Pada babak 8 besar ini, seluruh tim siap bermain dengan prinsip fair play. Mereka siap untuk menang dan kalah. 

Mujahidin Cyber

Seperti diketahui, 32 tim pesantren asal Karesidenan Kediri dan Madiun ikut berpartisipasi dalam kompetisi Liga Santri Nusantara Region Jatim 1 yang digelar di Trenggalek. Pelaksanaan kompetisi dinilai lebih baik dari pelaksanaan pada tahun lalu.

"Alhamdulillah selama tiga hari berlangsungnya pertandingan, semua berjalan dengan lancar dan tertib. Para tim juga mengaku  puas," ucap panitia Pelaksana, Khotamil Anam. (Zaenal Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Olahraga Mujahidin Cyber

Kamis, 01 Februari 2018

Tradisi Haul, Wujud Penghormatan terhadap Leluhur

Kudus, Mujahidin Cyber. Selama bulan Muharram, banyak masyarakat mengadakan peringatan haul makam leluhur, seperti para wali, pendiri desa/kota, atau lainnya. Mereka mengemas acara dengan berbagai bentuk, dari tahtimul Quran, tahlilan, hingga ganti luwur (penutup makam) dan pengajian umum.

Di Kudus, kegiatan haul tradisi buka luwur makam para wali atau ulama besar sudah menjadi kebiasaan yang turun-temurun. Sejak awal Muharram, buka luwur makam Sunan Kudus diadakan selama sepekan mulai 1-10 Muharram. Kemudian berlanjut pada haul santrinya Sunan Kedu di Desa Gribig (13 muharram), dan buka luwur Sunan Muria setiap 15 Muharram sebagai puncak acaranya.

Tradisi Haul, Wujud Penghormatan terhadap Leluhur (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Haul, Wujud Penghormatan terhadap Leluhur (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Haul, Wujud Penghormatan terhadap Leluhur

Di sejumlah desa, masyarakat hampir secara? berurutan waktunya juga memperingati? haul. Terakhir, tepatnya Sabtu-Ahad (22-23/11) ini, warga desa Padurenan Gebog Kudus memperingati haul ulama asal Madura, Raden Muhammad Syarif, di Kompleks Makam dan Masjid Asy-syarief desa setempat.

?

Mujahidin Cyber

Menurut pengurus Syuriah PCNU Kudus KH Ahmad Asnawi, tradisi haul para wali atau ulama besar merupakan wujud rasa menghormati dan mencintai para leluhur. Dikatakan, ulama yang peringati haul ini diyakini memiliki peran penting terhadap tumbuh kembangnya ajaran Islam di masing-masing tempat.

Mujahidin Cyber

"Sudah sewajarnya, masyarakat menghormatinya karena waliyullah berdakwah agama Islam yang dibawa dari pendahulunya, termasuk ajaran Rasulullah guna mencerahkan semua umat," katanya di depan jamaah Masjid Asysyarif Padurenan Gebog Kudus, Jumat (21/11).

KH. Ahmad Asnawi mengajak masyarakat melanjutkan estafet perjuangan para wali atau ulama pendahulu seraya menjaga warisannya seperti pendidikan, madrasah, ajaran ilmunya ataupun amalannya.

"Sikap menjaga warisannya inilah yang sebetulnya menjadi hakekat cinta (haqiqatul mahabbah) yang sebenarnya kepada para wali, ulama dan leluhur. Ini harus kita uri-uri (lestarikan) dan lestarikan dalam bentuk tradisi haul," tandasnya.

?

Pernyataan senada juga disampaikan Sekretaris PCNU Kudus Agus Hari Ageng. Menurutnya, di samping harus dijaga sebagai budaya, haul memiliki nilai-nilai budi luhur terkait ajaran? wali. ?

?

"Karena haul atau buka luwur jangan hanya dimaknai sebatas tradisi ritual belaka. Tetapi terkandung makna meneladanitokoh atau wali? Allah," terangnya kepada Mujahidin Cyber.

Ia mengharapkan tradisi ini harus dilestarikan sebagai upaya mengingatkan ajaran atau amalam dari sosok? yang penuh budi pekerti. Dengan demikian, tidak kehilangan jati dirinya dalam mengaktualisasikan nilai-nilai agama. (Qomarul Adib/Mahbib)

?



Foto: Suasana? acara khatmil Quran sebagai rangkaian peringatan haul Raden Muhammad Syarief desa Padurenan Gebog Kudus, Sabtu (22/11).

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Olahraga, Ubudiyah Mujahidin Cyber

Rabu, 31 Januari 2018

Blangkon, Ciri Khas Jamaah KBIH Arafah Jepara

Jepara, Mujahidin Cyber. Pengasuh pesantren Hasyim Asyari Bangsri Jepara KH Nuruddin Amin (Gus Nung) membawa sedikitnya 125 jamaah haji asal Jepara. Salah satu ciri khas dari Jamaah Haji Nusantara KBIH Arafah Bangsri Jepara untuk jamaah laki-laki yang berjumlah 58 orang ialah blangkon.

Gus Nung menyatakan bahwa jamaah haji tidak melulu menggunakan kopiah haji. Menurutnya, jamaah haji tetapi boleh mengenakan blangkon sebagai tutup kepala.

Blangkon, Ciri Khas Jamaah KBIH Arafah Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
Blangkon, Ciri Khas Jamaah KBIH Arafah Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

Blangkon, Ciri Khas Jamaah KBIH Arafah Jepara

“Wong kaji ora kudu nganggo kopiah putih tapi ugo oleh nganggo blangkon,” kata Gus Nung.

Mujahidin Cyber

Sementara 67 jamaah putri belum mengenakan ciri khusus.

Mujahidin Cyber

Sejak dipublikasikan di jejaring sosial fesbuk, penanda khusus ini banyak menuai apresiasi dari pelbagai kalangan netizen.

Dipilihnya blangkon sebagai identitas bukan tanpa alasan. Menurut Gus Nung, blangkon memiliki ciri yang sangat spesifik dan tiada duanya. Saat dihubungi via jejaring sosial suami Hj Hindun Anisah ini menjawab bahwa blangkon dari segi bentuknya sudah mirip dengan sorban hanya saja motifnya kain batik.

“Blangkon ini ciri khas Keraton Mataram Ngayogyokarto Hadiningrat. Kerajaan ini merupakan salah satu kerajaan Islam Jawa yang ada di tanah Nusantara,” tutur Ketua KBIH Arafah.

Sejak digulirkan ide menarik ini, puluhan jamaah memberi respon yang positif. Tujuannya selain memudahkan untuk mengidentifikasi teman di tanah haramain juga mereka nyaman memakainya setiap ada aktivitas maupun jamaah rutin di masjid.

Identitas blangkon masih terinspirasi dari Islam Nusantara yang dikonseptualisasikan Muktamar Ke-33 NU. Dengan memakai blangkon pihaknya ingin menunjukkan corak keislaman yang spesifik di salah satu bagian Indonesia yang diidentifikasi sebagai Islam Nusantara.

“Makanya kami sengaja mempraktikkan pengamalan Islam Nusantara dengan wujud memakai blangkon,” terangnya, Kamis (27/8) lalu.

Tutup kepala ini dikenakan ketika berangkat ke masjid serta kegiatan-kegiatan KBIH di tanah suci kecuali saat sedang ihram. Misalnya saat Arbain, ziarah ke Jabal Uhud, Ziarah ke Masjid Quba, Jannatul Baqi Al-Ghorqod, Ziarah Madinah serta aktivitas ibadah yang lain.

Tahun ini KBIH Arafah berangkat dari 24 Agustus hingga 4 Oktober 2015. KBIH ini menempati Kloter 12 SOC (sebelumnya kloter 13) dari Jepara. Maju satu kloter akibat akumulasi jamaah yang belum keluar visa hajinya. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Aswaja, Olahraga Mujahidin Cyber

Rabu, 24 Januari 2018

Korban Aksi Terorisme Ini Keluhkan Wartawan dalam Liputan Serangan Bom

Jakarta, Mujahidin Cyber

Vivi Normasari, salah satu korban pengeboman Hotel JW Marriott tahun 2003 silam mengeluhkan sikap wartawan. Menurutnya para wartawan seperti tidak punya hati nurani saat korban pengeboman dalam keadaan luka parah dan meminta tolong wartawan hanya sibuk mengambil gambar atau merekam video.

Vivi menceritakan hal tersebut dalam Short Course “Penguatan Perspektif Korban dalam Peliputan Isu Terorisme bagi Insan Media” di Hotel Ibis Budget, Menteng Jakarta Pusat, Rabu (25/5).

Korban Aksi Terorisme Ini Keluhkan Wartawan dalam Liputan Serangan Bom (Sumber Gambar : Nu Online)
Korban Aksi Terorisme Ini Keluhkan Wartawan dalam Liputan Serangan Bom (Sumber Gambar : Nu Online)

Korban Aksi Terorisme Ini Keluhkan Wartawan dalam Liputan Serangan Bom

Diceritakan Vivi, akibat peristiwa JW Marriott, ia menghadapi situasi hilangnya rasa percaya diri. Sebelum pengeboman JW Marriott, ia sedang menyiapkan rencana pernikahannya. Ia juga sebagai karyawan sebuah bank. 

Peristiwa pengeboman Hotel JW Marriott menyebabkan Vivi harus menjalani masa sulit. Vivi mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya, rasa takut menghadapi pernikahan, termasuk kehilangan pekerjaan. Vivi pun harus menjalani fisioterapi untuk menyembuhkan luka fisiknya dan memulihkan trauma psikologis melalui Bimbingan dan Konseling.

Mujahidin Cyber

Luka batin dan trauma yang dialami Vivi akhirnya perlahan mencair. Bersama Aliansi Indonesia Damai (AIDA), kini Vivi menjadi salah satu agen perdamaian yang salah satu kegiatannya mengampanyekan pesan damai ke sekolah-sekolah menengah di Indonesia.

Kepada masyarakat, Vivi menyampaikan pesan moral, dampak tragedi bom sangat mengubah kehidupa seseorang; aksi kekerasan di belahan bumi mana pun tidak dapat ditolerir baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan beragama yang kita anut. 

“Kita hidup tidak sendirian, oleh karena itu kepedulian terhadap sesama menjadi penting,” tandasnya. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Aswaja, AlaSantri, Olahraga Mujahidin Cyber

Wujudkan Generasi Qurani, SMA NU Bondowoso Terapkan Program Tahfidz

Bondowoso, Mujahidin Cyber. Wisuda II Bondowoso Menghafal Al-Quran (BMA) tahun ini, SMA Nahdlatul Ulama 01 Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur mewisuda 20 siswa tahfidz. Kegiatan tersebut dilaksanakan, Kamis (13/10) di Ballroom Hotel Ijen View Jalan Kis Mangunsarkoro Bondowoso.

Hal ini merupakan visi Bondowoso yang berupaa mewujudkan masyarakat religius, berdaya dan bermartabat. Langkah diwujudkan dengan program muatan lokal wajib BTQ di semua jenjang satuan pendidikan di Bondowoso.

Wujudkan Generasi Qurani, SMA NU Bondowoso Terapkan Program Tahfidz (Sumber Gambar : Nu Online)
Wujudkan Generasi Qurani, SMA NU Bondowoso Terapkan Program Tahfidz (Sumber Gambar : Nu Online)

Wujudkan Generasi Qurani, SMA NU Bondowoso Terapkan Program Tahfidz

Menurut Kepala Sekolah SMA NU 1 Bondowoso Moh. Erfan Wardani, 20 siswa tahfidz tersebut terdiri dari hafal Juz Ama, juz satu, dan juz dua.

Erfan juga menyampaikan SMA Nahdlatul Ulama 01 Bondowoso tentu menyambut positif program tersebut hal ini dibuktikan dengan salah satu program unggulan yang ada di SMA Nahdlatul Ulama 01 Bondowoso adalah Tahfidzul Quran.

“Sejak awal berdirinya pada tahun pelajaran 2014/2015, SMA Nahdlatul Ulama 01 Bondowoso, sebagai sebuah sekolah dengan sungguh-sungguh telah melakukan upaya nyata untuk mencetak generasi Qurani,” ungkap Erfan.

Mujahidin Cyber

Sampai saat ini sebanyak 35 siswa dan siswi yang mengikuti program Tahfidz. Sisanya masih dipersiapkan untuk mengikuti program tahfidz di kelas tahsin Al-Quran. Pencapain dalam tiga tahun pelajaran berjalan siswa dan siswi program tahfidz SMA Nahdlatul Ulama 01 Bondowoso sebagiannya telah menghafal 2-4 juz Al-Quran.

"Adanya ? Wisuda II Bondowoso menghafal Al-Quran (BMA) ini menjadi bukti keseriusan Pemkab Bondowoso untuk mewujudkan generasi Qurani," tegasnya. (Ade Nurwahyudi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Olahraga Mujahidin Cyber

Minggu, 21 Januari 2018

Jelang UN, 251 Siswa MAN 1 Brebes Ikuti Istighotsah

Brebes, Mujahidin Cyber. Jelang Ujian Nasional 2015, sebanyak 251 siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Brebes mengikuti istighotsah. Istighotsah digelar sebagai upaya menanamkan kepercayaan diri kepada para siswa ketika menghadapi UN yang bakal digelar 13-15 April mendatang.?

Jelang UN, 251 Siswa MAN 1 Brebes Ikuti Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang UN, 251 Siswa MAN 1 Brebes Ikuti Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang UN, 251 Siswa MAN 1 Brebes Ikuti Istighotsah

“Kami ingin menanamkan kepercayaan diri para siswa agar tenang dan pasti dalam menghadapi Ujian Nasional,” terang Kepala MAN 1 Brebes Drs H Tobari MAg, di sela-sela istighosah di Masjid Nurul Ilmi madrasah setempat, Sabtu (4/4).

Tobari menjelaskan, meskipun UN tahun ini tidak menjadi syarat mutlak kelulusan, tetapi dengan adanya istighotsah para siswa lebih percaya diri dan berbuat jujur. Karena ilmu yang telah ditempuh selama tiga tahun harus diuji dan kebermanfaatannya akan terasa di masyarakat ketika dilalui dengan proses kejujuran. “Orang jujur pasti mujur,” tandasnya.

Mujahidin Cyber

Madrasah Aliyah, lanjutnya, diharapkan menjadi Madrasah yang unggul dalam bidang akademisi, vokasi, agama dan reguler. “MAN 1 Brebes, kami harapkan menjadi MAN yang unggul dalam bidang Agama,” paparnya.

Mujahidin Cyber

Kepada para siswa, Tobari mengingatkan untuk makin giat belajar. “Camkanlah, UN sudah dekat maka tiada hari tanpa belajar,” ajak Tobari ketika menyampaikan sambutan istighotsah.

Wakil Kepala Madrasah bidang Kesiswaan Drs Rokhidin menjelaskan, Istighotsah diikuti 251 siswa dari jurusan IPA, IPS dan Agama. Para siswa datang ke sekolah ba’da Ashar, selanjutnya sholat maghrib berjamaah, dilanjutkan dengan sholat gerhana bulan (khusuf) dengan Imam KH Jaerukhi dan Khotib Muh Rokhidin.

Istighotsah dan dzikir juga dipimpin Pengasuh Majelis Taklim al-Ikhlas Pasarbatang Brebes KH Jaerukhi. “Allah SWT, akan memberikan segala sesuatu sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Bila Prasangka hamba-Nya baik maka akan berhasil baik, begitu juga sebaliknya,” tutur KH Jaerukhi sembari menyitir sebuah hadits.

Salah seorang siswa Dea mengaku mendapat kedamaian hati setelah mengikuti istighotsah dan dzikir. Dia mantap betul untuk mengikuti UN, dan berjanji tidak akan mengecewakan orang tuanya, dengan jalan meraih nilai yang tinggi secara jujur. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Olahraga, Pahlawan, Kajian Islam Mujahidin Cyber

Sabtu, 20 Januari 2018

Islam Hanya Memberikan Rambu-rambu dalam Penyelanggaraan Negara

Jakarta, Mujahidin Cyber. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menjelaskan, Islam tidak mengatur konsep tata kelola pemerintahan secara detil dan kaku. Namun, Islam hanya memberikan rambu-rambu dalam menyelenggarakan sebuah pemerintahan, yaitu seperti keadilan harus ditegakkan, musyawarah dalam menyelesaikan masalah, dan memprioritaskan kemaslahatan masyarakatnya.?

Islam Hanya Memberikan Rambu-rambu dalam Penyelanggaraan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Hanya Memberikan Rambu-rambu dalam Penyelanggaraan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Hanya Memberikan Rambu-rambu dalam Penyelanggaraan Negara

“Islam pada dasarnya tidak mengatur secara rigid urusan politik,” kata Kiai Said di Gedung PBNU Jakarta, Jumat (12/5).?

Menurut dia, pada akhir abad kedua hijriyah lahir partai-partai politik yang menggunakan agama sebagai bungkusnya. “Antara lain gerakan-gerakan Syiah. Dulu partai politik,” ucapnya.

Di dalam Syiah, jelas Kiai Said, masalah kepemimpinan adalah masalah agama. Bahkan, mereka berpandangan bahwa kepemimpinan adalah salah satu dari rukun agama. “Maka mendirikan imamah itu salah satu rukun agama,” urainya.

Namun demikian, Kiai Said menerangkan, Ahlussunnah wal Jamaah memiliki pandangan yang berbeda terkait dengan konsep kepemimpinan atau konsep tata kelola pemerintahan. Menurutnya, masalah imamah atau masalah tata kelola pemerintahan adalah masalah kemaslahatan umat. ?

Mujahidin Cyber

“Apa yg dipandang baik masyarakat, entah itu khilafah, kerajaan, republik, atau yang yang lain-lain lah. Mana yg maslahat bagi kehidupan masyarakat (itu yang terapkan),” urai alumni Universitas Ummul Quro Makkah itu.

Mujahidin Cyber

Terkait dengan Indonesia, ia menilai, Pancasila adalah dasar negara yang paling cocok karena bisa menjadi pemersatu keberagaman yang ada. Baginya, para pendiri bangsa yang turut merumuskan Pancasila sebagai dasar negara diantaranya adalah para ulama yang sangat paham tentang Islam dan dalilnya. Maka dari itu, Pancasila tidak lah bertentangan dengan agama Islam.?

“Mereka sepakat negara kita adalah negara bangsa,” tegasnya.

Oleh karena itu, ia menyatakan, tugas masyarakat Indonesia sekarang adalah meneruskan apa yang telah diwariskan para leluhurnya itu, yaitu membangun Indonesia. “Tinggal kita membangunnya,” tukasnya. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kajian, Olahraga Mujahidin Cyber

Sabtu, 13 Januari 2018

Jantiko Mantab dan Dzikrul Ghofilin Semaan Al-Quran di PBNU

Jakarta, Mujahidin Cyber. Jamaah Jantiko Mantab dan Dzikrul Ghofilin menggelar semaan Al-Quran di halaman gedung PBNU, jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Sabtu (21/12). Kegiatan berlangsung selepas shalat Subuh Sabtu sampai malam.

Jantiko Mantab dan Dzikrul Ghofilin Semaan Al-Quran di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Jantiko Mantab dan Dzikrul Ghofilin Semaan Al-Quran di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Jantiko Mantab dan Dzikrul Ghofilin Semaan Al-Quran di PBNU

Puluhan jamaah mendengarkan bacaan-bacaan Al-Quran yang dilantukan para hafiz (penghafal Al-Quran) secara bergiliran. Al-Quran dibacakan tuntas 30 juz.

Pada puncak acara, Sabtu malam, hadir Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Wakil Menteri Agama RI yang juga Musytasyar PBNU Prof. Nasaruddin Umar.

Mujahidin Cyber

Menurut salah seorang jamaah, KH Nurkholis Aziz, kegiatan semaan Al-Quran Jantiko Mantab dab Dzikrul Gofilin tersebut? dilaksanakan tiap selapanan atau 35 hari yang jatuh pada Sabtu Wage.

Nurkholis menambahkan, dua jamaah yang didirikah KH Hamim Jazuli dan KH Ahmad Sidiq yang disatukan dalam satu “paket” tersebut memiliki waktu semaan Al-Quran berbeda-beda. Tapi rentang waktunya sama, yaitu selapanan. ?

Mujahidin Cyber

Ia menambahkan, sebelum mulai semaan, jemaah meniatkan diri untuk mewakili keluarga, masyarakat untuk kebaikan bangsa ini. “Kemudian dilanjutkan dengan tawasul kepada Nabi kepada para wali Allah,” katanya.

Tidak ketinggalan juga, kata dia, memohon kepada Allah untuk dikabulkan hajat (kebutuhan, keinginan) para jamaah masing-masing. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Olahraga, Sejarah Mujahidin Cyber

Selasa, 09 Januari 2018

Tauhid yang Benar akan Tumbuhkan Kepekaan Sosial

Arafah, Mujahidin Cyber. Gerakan rohani yang seimbang dan terpadu berdasarkan tauhid dan hidayah Allah akan menumbuhkan rasa kemanusiaan dan kepekaan sosial.

Tauhid yang Benar akan Tumbuhkan Kepekaan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Tauhid yang Benar akan Tumbuhkan Kepekaan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Tauhid yang Benar akan Tumbuhkan Kepekaan Sosial

Tauhid dan ibadah yang benar haruslah menumbuhkan kemaslahatan sosial antar sesama. Dari sinilah bisa dipahami hakekat Islam yang rahmatan lil alamin, kata KH. A. Hasyim Muzadi, wakil amirul haj Indonesia pada khutbah Wukuf di Arafah Tahun, 9 Dzulhijjah 1433 H, Kamis (25/10) di tenda misi haji Indonesia, Arafah.

Ia mengatakan, penataan tauhid ritual dan sosial yang dibangun oleh agama secara permanen dan abadi akan terus menghadapi gempuran-gempuran setan, yang bisa berbentuk jin dan manusia. Maka manusia harus terus menerus berlindung kepada Allah.

Mujahidin Cyber

Sebab, katanya, tipu daya setan jauh lebih besar dan berat dibanding kemampuan manusia untuk mengatasinya sendiri. Daya tahan orang terhadap gempuran gangguan itu ditentukan oleh tingkat kedekata umatnya kepada Allah Swt. Hablun minallah (ibadah) dan hablun minannas (interaksi sosial) sebagai cerminan dari tauhid ibadah dan perilaku sosial akan membentuk karakter Islami yang spesifik.

Setiap manusia secara alamiah telah diperlengkapi oleh Allah instrumen-instrumen kemanusian yang dapat mengangkat hakat dan martabat manusia itu. Namun, potensi karakter tersebut belumlah sempurna sebelum ada sentuhan tauhid dan ibadah serta norma sosial Islam.

Mujahidin Cyber

Hal ini disebabkan karena manusia tak hanya hidup di sini (alam dunia). Namun juga akan hidup dalam kehidupan selanjutnya yakni hidup dalam alam barzah dan alam akhirat. Maka tauhid dan takwa kepada Allah yang akan melestarikan amal itu sampai di alam akhirat tidak hanya terputus manfaatnya di alam dunia saja.

Pada kesempatan itu ia memaparkan bahwa seiring dengan proses internalisasi karakter Islami, manusia mempunyai tugas sebagai khalifah di bumi yang menyangkut dua aspek besar yakni aspek pengelolaan alam (bumi) dan kepemimpinan sosial.

Dalam aspek sumberdaya alam Allah menyerahkannya kepada manusia jadi sumberdaya alam diserahkan kepada sumberdaya manusia dan bukan sumberdaya manusia yang diserahkan kepada sumberdaya alam.

Dari posisi manusia dan alam (bumi) seperti tertera di dalam Al Quran, maka baik buruknya sumber daya alam ditentukan oleh cara pengelolaan manusia.

Apabila pengelolaannya benar maka akan terjadi berkah kemanfaatan bumi kepada manusia. Dan, apabila sebaliknya maka yang akan terjadi adalah kerusakan bumi itu. Kerusakan bumi pada gilirannya akan meumukul balik manusia yang merusaknya dengan kerugian-kerugian pada kehidupan.

Dalam Al Quran, menurut KH Hasyim Muzadi, kerusakan dan goncangan di bumi dapat dibedakan dalam beberapa jenis: Pertama: kerusakan yang timbul karena ulah manusia misalnya kerusakan lingkungan alam/cuaca.

Kedua, goncangan alam yang semata-mata hanya Allah yang bisa menggerakannya karena di luar kemampuan tangan manusia misalnya tsunami, gunung meletus, gempa dan semacamnya. Ketiga, goncangan alam yang dikehendaki Allah guna mengingatkan umat Nya atas kekuasaan Allah yang tiada terbatas dan atau mengingatkan perilaku hamba-Nya yang keliru.

Selanjutnya, Allah menciptakan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku bangsa serta ditempatkannya di bagian belahan dunia masing-masing. Logikanya bahwa lingkungan alam utamanya digunakan untuk kelompok, suku bangsa dan bangsa-bangsa yang menempatinya. Sehingga rezeki yang ada di dalam kawasan sumber daya natural seharusnyalah menjadi rezeki bangsa dan suku bangsa yang menempatinya.

Hal ini tidak berarti agama mengajarkan eksklusifisme (pengasingan) masing-masing bangsa karena dengan tegas Al Quran memerintahkan ta’aruf (saling mengenal dan menghargai serta memenuhi kebutuhan antar bangsa) namun pergaulan antar bangsa itu haruslah dalam posisi ta’aruf kesejajaran bukan dalam eksploitasi kehidupan dan penghidupan.

Di sinilah bangsa-bangsa termasuk bangsa Indonesia seharusnya mensyukuri nikmat pemberian Allah berupa kawasan alam itu.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber ? : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ahlussunnah, Olahraga Mujahidin Cyber

Senin, 08 Januari 2018

Pelajar NU Banyuwangi Tekankan Pentingnya Ilmu Filsafat

Banyuwangi, Mujahidin Cyber - Pelajar NU Banyuwangi duduk melingkar di ruang pertemuan kantor PCNU Banyuwangi dalam pertemuan diskusi rutin setiap pekan. Kali ini mereka mengkaji pengantar ilmu filsafat. Jumat (13/1) malam.

Sebagai moderator dan sekaligus pemantik diskusi Ibnu Tsani Rosyada menanyakan apa itu filsafat di masing-masing peserta. "Menurutmu, apa itu filsafat?" tanya Ibnu sebagai pembuka.

Pelajar NU Banyuwangi Tekankan Pentingnya Ilmu Filsafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Banyuwangi Tekankan Pentingnya Ilmu Filsafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Banyuwangi Tekankan Pentingnya Ilmu Filsafat

Kebanyakan dari mereka mengatakan, filsafat itu adalah proses mempertanyakan sesuatu. "Saya pikir kita bertanya dan menjawab tentang pertanyaan dari filsafat yang disampaikan penanya, secara tidak langsung tanpa sadar kita sedang berfilsafat," kata Subhan, pelajar asal Kertosari.

Ibnu Tsani mengatakan, filsafat ini memiliki dua aliran pemikiran, yaitu rasionalisme dan empirisisme. "Adalah rasionalisme mereka yang meyakini sumber pengetahuan sebenarnya berasal dari akal pikiran saja. Sebaliknya, empirisisme adalah mereka yang meyakini sumber pengetahuan sebenarnya berasal dari pengalaman," katanya.

Mujahidin Cyber

Namun dua aliran pemikiran itu terlalu ekstrem. Karena itu, sama-sama setengah benar saja. Artinya di satu pihak sama-sama benar di pihak lain mereka juga sama-sama keliru. "Sintesis antara kedua paham yang berbeda ini, sesungguhnya sampai tingkat tertentu telah kita temukan Aristoteles," tambahnya.

Yang mana, kata dia, Aristoteles menolak pandangan Plato bahwa pengetahuan hanyalah ingatan akan ide-ide abadi.

Mujahidin Cyber

"Bagi Aristoteles pengetahuan manusia tercapai sebagai hasil kegiatan manusia yang mengamati kenyataan banyak, lalu menarik unsur-unsur universal dari yang partikular," pungkas Ibnu yang juga sebagai Direktur Student Crisis Center (SCC) IPNU Banyuwangi.

Pertemuan yang dihadiri oleh lintas organisasi dan komunitas ini mendapatkan berbagai apresiasi positif. Mulai aspek kajian materi yang disampaikan dan berbagai peserta yang aktif mengutarakan pendapat.

"Dengan mengikuti diskusi ini setiap pekan, secara otomatis kita akan terpacu untuk terus belajar dan belajar, khususnya di bidang filsafat. Keuntungan ini yang akan membawa kader-kader NU semakin memahami makna segala sesuatu, termasuk makna kehidupan ini, karena proses pencarian terus-menerus tadi," kata M Sholeh Kurniawan di ruang diskusi lingkar 59. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Warta, Olahraga Mujahidin Cyber

Sabtu, 23 Desember 2017

Disilakan Laporan via-SMS

Jakarta, Mujahidin Cyber. Prosesi rukyatul hilal bil fi’li atau melihat bulan secara langsung untuk menentukan awal bulan pertama kalender Hijriyah atau bulan Muharram 1428, akan diadakan hari ini, Jum’at (19/1) petang, di berbagai titik rukyat yang tersebar seluruh Indonesia.

Berdasarkan data hisab Almanak PBNU yang diterbitkan oleh Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) untuk markaz Jakarta, Ijtima’ atau bulan baru pada Jumat (19 Januari 2007) terjadi pada pukul 11:03 WIB dan tinggi bulan 3 derajat 29 menit. Sementara matahari terbenam dalam posisi 20 derajat 31 menit selatan titik barat dan letak hilal 2 derajat 14 menit selatan matahari dengan posisi miring ke selatan.

Disilakan Laporan via-SMS (Sumber Gambar : Nu Online)
Disilakan Laporan via-SMS (Sumber Gambar : Nu Online)

Disilakan Laporan via-SMS

“Itu kalau menurut hisab atau perhitungan astronomis. Kita menentukan awal bulan berdasarkan rukyat. Tapi kalau tidak ada halangan baik berupa mendung atau yang lainnya hilal insyaallah akan bisa dirukyat,” kata Ketua LFNU KH. Ghazali Masroeri kepada Mujahidin Cyber di Jakarta, Kamis (18/1).

Tim rukyat yang dikoordinir oleh Lajnah falakiyah di cabang dan wilayah Nahdlatul Ulama seluruh Indonesia diharap sesegera mungkin menyampaikan laporan hasil rukyat ke kantor pusat LFNU di gedung PBNU, Jakarta. Selain via Online para kordinator rukyat bahkan dapat melaporkan rukyat melalui pesan singkat (SMS) dan akan segera ditindak lanjuti. (Kontak dan teknis pelaporan lihat di rubrik Tausiyah).

"Para alumni Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Nasional Pelaksana Rukyat NU diharap lebih proaktif," kata Kiai Gzazali Masroery.

Mujahidin Cyber

Diklat Nasional Pelaksana Rukyat NU diselenggarakan pada 17-23 Desember tahun lalu di Semarang, Jawa Tengah. Diklat akhir tahun lalu itu diikuti sekitar 100 peserta yang merupakan perwakilan dari pengurus cabang dan pengurus wilayah NU dan pondok pesantren se-Pulau Jawa.

Sementara itu dilaporkan rukyatul hilal yang dilakukan di beberapa negara Arab pada Kamis (18/1) petang tidak berhasil melihat bulan sehingga diadakan istikmal atau penyempurnaan bulan Dzulhijjah 1427 menjadi 30 hari. Awal tahun Hijriyah 1428 di sana dipastikan akan terjadi besok, bertepatan dengan tanggal 20 Januari 2007 Masehi. (nam)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber PonPes, Olahraga Mujahidin Cyber

Kader Prematur Tanpa Peran

Oleh Muhammad Aras Prabowo?



Radikalisme dan terorisme adalah sebuah permasalahan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, hal tersebut bisa mengancam kedaulatan negara. Apa lagi radikalisme yang telah berkamuflase menjadi kelompok terorisme. Betul, bahwa tidak semua radikalisme adalah terorisme, namun awal dari terorisme adalah radikalisme.?

Kader Prematur Tanpa Peran (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Prematur Tanpa Peran (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Prematur Tanpa Peran

Seperti yang diketahui bahwa aksi terorisme adalah perilaku melanggar undang-undang, oleh sebab itu terorisme adalah kelompok terlarang di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Beberapa tahun terakhir kelompok yang merasa dirinya paling benar ini kadang mengusik ketentraman masyarakat Indonesia. Aksi terornya menimbulkan kepanikan, bahkan tidak jarang menimbulkan korban jiwa.

Aksinya yang brutal membuat terorisme manjadi kejahatan luar biasa yang harus diperangi oleh setiap elemen di dalam masyarakat. Peran aktif masyarakat akan mempersempit perkembangan kelompok tersebut. Keikutsertaan masyarakat dalam menghambat kelompok terorisme akan banyak membantu pemerintah dalam melakukan pencegahan radikal-terorisme di setiap wilayah.

Berdasarkan data dari riset terhadap 110 pelaku tindak pidana terorisme Research on Motivation and Root Causes of Terorism yang dilaksanakan oleh The Indonesian Research Team tahun 2012; Kementerian Luar Negeri, INSEP, dan Densus 88 menunjukkan profil pelaku aksi terorisme menurut usia sebagai berikut : di bawah 21 tahun 11,8%, 21 sampai dengan 30 tahun 47,3%, 31 sampai dengan 40 tahun 29,1% dan 40 tahu ke atas 11,8%. Data tersebut menunjukkan bahwa usia 21 sampai dengan 30 tahun yang mendominasi pelaku aksi terorisme. Berdasarkan usianya, pelaku ini banyak dari kalangan pemuda dan usia produktif dan sebagian dari mereka pernah mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Disinyalir bahwa perguruan tinggi tidak lupuk dari virus radikalisme, termasuk organisasi yang akhir-akhir ini masih hangat dan menjadi pembicaraan atas pembubarannya dikarenakan menentang Pancasila serta ingin mengganti sistem pemerintahan menjadi khilafah.

Mujahidin Cyber

Melihat fenomena tersebut, pemerintah lewat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) begitu massif menggalang peran dan pelibatan masyarakat dalam pencegahan radikal-terorisme. Salah satu program BNPT adalah pelibatan mahasiswa dalam menghambat perkembangan radikalisme dan terorisme di perguruan tinggi. Program ini diharapkan dapat memberikan kesadaran dan pengetahuan mahasiswa mengenai radikalisme dan terorisme. Pada akhirnya peran aktif mahasiswa di dalam kampus sangat dibutuhkan untuk menghambat dan mempersempit perkembangan kelompok tersebut.

Mahasiwa sebagai kelompok intelektual kampus dengan jiwa nasionalisme bisa membantu peran pemerintah dalam melakukan pencegahan radikalisme di perguruan tinggi. Selain sikap nasionalisme, sikap toleransi menjadi salah satu sikap yang harus terus dijaga dan dihidupkan dalam setiap diskusi-diskusi dalam kampus. Beberapa organisasi kemahasiswan dalam kampus juga diharapkan perannya dalam malakukan pencegahan dan menghambat paham radikal dan intoleransi di dalam kampus.

Mujahidin Cyber

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) adalah salah satu organisasi kemahasiwaan yang sangat diharapkan untuk mengemban peran tersebut. ? Mencegah radikalisme, terorisme dan kelompok-kelompok ekstrim yang berniat menggantikan Pancasila sebagai dasar negara adalah asas dan tertuang dalam tujuan PMII yaitu komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia. Tidak hanya itu, dalam asas PMII sangat jelas bahwa PMII berasaskan Pancasila. Oleh karenanya, PMII harus menjadi garda terdepan di perguruan tinggi dalam menghambat perkembangan radikalisme dan terorisme.

PMII harus menguatkan Ahlussunnah wal Jamaah sebagai ideologi untuk mengemban peran tersebut. ? Tawassuth atau sikap tengah-tengah, sedang-sedang, tidak ekstrim kiri ataupun ekstrim kanan. Tawazun atau seimbang dalam segala hal, terrnasuk dalam penggunaan dalil aqli (dalil yang bersumber dari akal pikiran rasional) dan dalil naqli (bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits). Itidal atau tegak lurus. Tasamuh atau toleransi, yakni menghargai perbedaan serta menghormati orang yang memiliki prinsip hidup yang tidak sama.

Pemahaman kader PMII mengenai konsep Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) menjadi sangat penting, sebab ini dilakukan demi merajut ukhuwah kelompok Ahlussunnah, memantapkan dan meluruskan pemahaman, memadamkan fitnah, serta membentengi diri dari akidah di luar Ahlussunnah wal Jama’ah, termasuk dari kelompok radikalisme dan terorisme.

Kederisasi tanpa penguatan ideologi yang matang, PMII hanya akan menciptakan kader prematur tanpa peran. Bukan tidak mungkin, jika kader PMII juga terjangkit virus radikalisme dan terorisme. Saat ini bukan hanya kuantitas yang dibutuhkan dalam setiap kaderisasi PMII, tetapi kualitas adalah hal yang harus di kedepankan. Apa lagi PMII telah terkontaminasi dengan politik praktis, maka peran tersebut akan menjadi mustahil untuk diembannya. Mereka hanya sibuk mengurusi politisi dan pemenangan partai dan calon kepala daerah.

Fenomena tersebut diharapkan dapat menyadarkan PMII untuk kembali ke kampus dan mengemban perannya dalam membumikan aswaja, tidak memberikan ruang bagi paham radikal di kampus. Masjid kampus harus diambil alih dan diisi dengan paham moderat yang telah lama dikembangkan dan diajarkan oleh para ulama di Nahdatul Ulama (NU). Tabayyun kepada para ulama NU setempat di seluruh wilayah harus ditingkatkan oleh PMII, bukan justru menghadap kepada para politikus yang meracuni dengan pemikiran politik praktis.

Penulis adalah kader PMII Makassar (PMII RE UMI Makassar)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nusantara, Bahtsul Masail, Olahraga Mujahidin Cyber

Selasa, 12 Desember 2017

Muallim Syafii dan Kitab Terjemahan

Matahari dipaksa berkemas oleh petang. Satu keluarga kecil petani Tebet-Jakarta Selatan, di sela kesibukan matahari, beriringan membelah hamparan sawah. Mereka meluncur tanpa sebuah kesulitan yang penting.

Luas sawah yang membuat putus asa para pemantau, tetap memeluk tepi sebagai nasib. Apa maunya sawah yang tidak bertepi? Lebih baik ia gulung tikar ganti profesi menjadi cakrawala keheningan.

Sementara di satu sudut sawah dua jejaka entah keturunan siapa menghalau kawanan kerbau yang sebentar sekali mogok berjalan. Tanpa pengalaman bergaul dengan hewan bau khas lumpur sawah itu, keduanya akan duduk frustasi menghitung langkah sang surya. Apa yang bisa dilakukan kalau kerbau mogok jalan lalu menegangkan otot pada empat kakinya di muka bumi? Artinya, mereka perlu memutar jalan untuk menaklukkan kerbau. Sedangkan mendorong kinerja perangkat kelurahan selalu ada jalan memutar, apalagi mendorong kerbau yang mogok.

Muallim Syafii dan Kitab Terjemahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muallim Syafii dan Kitab Terjemahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Muallim Syafii dan Kitab Terjemahan

Dengan kesabaran tiada tara, keduanya memandu kerbau masuk keluar kandang. Sabar bagi keduanya mengalahkan resep penyakit kulit yang diteriakkan tukang obat di pasar. Karena, menghadapi kerbau tidak serupa dengan mengatasi kudis, kurap, atau panau baik yang menjamur tahunan maupun baru berbulan madu.

Di sudut jalan pertemuan sawah, terdengar muallim Abdullah Syafi‘i mengajar para santrinya. Kalau dengar muallim Abdullah Syafi‘i mengeluarkan suara halilintar, itu bukan seperti barang baru di toko. Karena, muallim Abdullah Syafi‘I hampir setiap hari mengeluarkan suara kuat seakan tenggorokan yang hampir ikut keluar.

Tetapi sore itu cukup istimewa. Persis seperti kampung Bali Matraman yang dimasuki telepon yang terhitung langka di tahun 1960-an dan tahun 2000-an. Sore ini, ia tidak hanya main bentak. Muallim Abdullah Syafi‘i juga pakai acara banting-bantingan kitab segala. Membanting kitab bagi seorang guru Betawi, perkara langka dalam kurun satu abad sekalipun.

Mujahidin Cyber

Apa sebab muallim Abdullah Syafi‘i banting-banting kitab di hadapan santrinya. Banting kitab bagi kalangan muallim, sama bahayanya kalau si muallim membanting kartu domino atau remi di sudut pasar. Muallim Abdullah Syafi‘i membanting kitab Riyadlussholihin versi terjemahan.

Ia marah bukan lantaran kitabnya, tetapi lantaran menemukan kitab terjemahan itu di atas lekar salah seorang santrinya.

Lu bodo lantaran ini (kitab terjemahan). Lu itu santri, paham kagak lu! Kitab beginian cuma pantas buat orang umum, bukan spesialis kayak lu!” bentak Abdullah Syafi‘i dengan mata melotot.

Mendengar bentakan muallimnya, santri tersebut hanya terdiam menyadari kesalahannya. Menurut pemahaman santri pada umumnya, muallim punya pandangan yang jauh ke depan dan mengetahui apa yang terbaik bagi santrinya. Apa jadinya seorang santri kalau terus menggunakan kitab terjemahan? Selain tidak mengerti kitab lain yang belum diterjemahkan, ia pun tidak mengerti maksud pasti isi kitab tersebut.

Mujahidin Cyber

Cerita Singkat

KH Abdullah Syafi’i yang lazim dipanggil muallim Syafii? terlahir pada 10 Agustus 1910 di Bali Matraman, Tebet, Jakarta Selatan. Bapaknya bernama Syafi‘i bin Sairan, pedagang buah-buahan. Sementara ibunya bernama Nona binti Sya‘ari. Keduanya melahirkan Abdullah, Ruqoyyah, dan Aminah.

Abdullah muda perintis perguruan As-Syafi‘iyah Jakarta, menikahi Siti Rogayah, puteri KH Ahmad Mukhtar. Keduanya dikaruniai lima anak; Muhibbah, Tuty Alawiyah, Abdur Rasyid, Abdul Hakim, dan Ida Farida.

Ia yang lazim dipanggil ‘Dulloh’ pernah mengenyam pendidikan Sekolah Rakyat, SR selama dua tahun. Pada saat bersamaan, Dulloh berguru agama kepada banyak ustaz, guru, dan habib.

Guru-gurunya antara lain adalah mualim Mushonif, guru Abdul Majid, guru Marzuki, habib Ali bin Husein Al Attas, habib Alwi Al-Haddad, habib Salim bin Jindan, guru Mansur, habib Ali Kwitang.

Ia berjasa besar dalam pengembangan agama Islam di tanah Jakarta. Dakwahnya berkembang pesat. Ia dikenal sebagai penceramah andal. Dakwahnya ditunjang oleh Radio As-Syafiyah stasiun radio yang didirikannya.

Selain berdakwah, ia dikenal sebagai penulis yang produktif mulai dari kitab berbahasa Arab sampai berbahasa Melayu Jakarta. Ia wafat 3 September 1985. muallim Syafi’i dimakamkan di kompleks Perguruan Islam As-Syafi ‘iyah, Jatiwaringin, Pondok Gede. (Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Jadwal Kajian, Olahraga, Ulama Mujahidin Cyber

Senin, 11 Desember 2017

Khataman Al-Quran Sebagai Media Penguatan Organisasi

Jombang, Mujahidin Cyber. Pengurus Komisariat Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PKPTNU) STIT al-Urwatul Wutsqo (UW) Jombang memperkuat pola komunikasi dan menjaga kesolidan antar pengurus dengan berbagai cara, salah satunya khataman Al-Quran.

Khataman Al-Quran Sebagai Media Penguatan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Khataman Al-Quran Sebagai Media Penguatan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Khataman Al-Quran Sebagai Media Penguatan Organisasi

Kegiatan tersebut digelar pada Senin, (27/6 2016) di Taman Pendidikan Quran (TPQ) Nurul Ulum Dusun Ngasem, Desa Jombok, Ngoro, Jombang. Sejumlah pengurus PKPT setempat mengikutinya hingga rampung, kemudian dilanjutkan dengan buka bersama (bukber).

"Acara khataman dan bukber ini dilaksanakan tidak hanya sebagai bentuk suksesnya program Departemen Dakwah PKPT STIT UW, akan tetapi juga sebagai salah satu ajang mempererat silaturahim dan komunikasi anggota dan pengurus PKPT STIT UW Jombang," kata salah seorang Pengurus PKPTNU, Anna Uswatun Hasanah, Senin (27/6).

Sementara itu, inisiatif atau dorongan melaksanakan kegiatan, termotivasi dari salah satu ayat Al-Quran yang menganjurkan umat Islam agar melestarikannya.

Mujahidin Cyber

"Dan memang dalam QS Al-Fatir ayat 30 yang artinya, agar Allah menyempurnakan pahala kepada mereka dan menambah karunia Nya, sungguh Allah maha pengampun dan maha pemberi rasa syukur," ujarnya.

Terlebih lagi pada bulan Ramadhan ini, hendaknya memang dijadikan momentum menambah amal kebaikan.

"Disebutkan juga dalam hadits yang artinya, telah datang kepadamu bulan Ramadhan yang penuh berkah. Maka dengan bentuk acara khataman ini dapat kita gunakan sebagai rasa syukur atas karunia nikmat dan taqarrub illallah," imbuhnya.

Sementara Abdul haris, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jombang mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan agar PKPTNU menggalakkan pengaderan warga NU di tingkat perguruan tinggi. (Syamsul Arifin/Mukafi Niam)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Olahraga, Syariah Mujahidin Cyber

Rabu, 06 Desember 2017

Full Day School Meniru Pendidikan Pesantren

Jombang, Mujahidin Cyber. Kemunculan sejumlah lembaga pendidikan formal yang menerapkan proses belajar mengajar secara penuh atau full day school, sebenarnya meniru model pesantren. Ini sebagai jawaban atas kian mengkhawatirkannya lingkungan sekitar yang semakin tidak mendukung.

Apalagi tingkat kenakalan remaja yang demikian mencemaskan para orang tua, maka pilihan kepada sekolah yang menerapkan full day school menjadi tren di masyarakat. “Fenomena pilihan para orang tua yang lebih merasa aman mempercayakan kepada sekolah yang menerapkan full day school adalah bukti nyata bahwa lingkungan sekitar sudah demikian tidak kondusif,” kata Nyai Hj Mundjidah Wahab kepada Mujahidin Cyber, Selasa (12/8).

Full Day School Meniru Pendidikan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Full Day School Meniru Pendidikan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Full Day School Meniru Pendidikan Pesantren

Wakil Bupati Jombang Jawa Timur ini juga menandaskan bahwa pilihan untuk menyekolahkan putra-putri ke lembaga pendidikan formal yang menerapkan seharian penuh di sekolah adalah belajar dari model di pesantren. “Bahkan sejumlah perguruan tinggi juga melakukan hal yang sama kepada para mahasiswa baru,” kata Bu Mundjidah.

Mujahidin Cyber

Dengan demikian, para pemangku pesantren hendaknya tetap menjaga kepercayaan masyarakat ini lewat penanaman karakter yang kuat selama berada di pondok. “Justru di pesantren, perkembangan dan karakter para santri dalam terpantau dengan baik,” katanya.

Apalagi tidak sedikit pesantren yang juga memberikan tambahan pendalaman agama serta praktik ibadah. “Belum lagi  yang melakukan pembinaan terhadap bakat dan minat para santri sehingga dapat terasah dengan baik,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Putri Lathifiyah II Bahrul Ulum Tambakberas Jombang ini.

Mujahidin Cyber

Sejumlah alumni pesantren yang mampu mandiri dan berhasil menjadi tokoh di lingkungannya adalah bukti bahwa tempaan di pesantren demikian membuahkan hasil yang membanggakan. Demikian juga lahirnya para organisatoris, politisi dan birokrat yang memilki komitmen kepada perkembangan agama juga sebagai hasil yang tidak bisa dibantah. “Inilah kontribusi pesantren yang telah mewarnai perjalanan bangsa,” tandasnya.

Dengan jadual pesantren yang demikian padat sejak pagi hingga malam, maka para santri telah dibiasakan untuk memenuhi sendiri kebutuhan dasar selama mondok. “Ini juga yang membuat para santri terlihat lebih matang saat berkiprah di masyarakat,” ungkap Ketua 1 PW Muslimat NU Jawa Timur ini.

Oleh karena itu, putri KH Abdul wahab Chasbullah ini mengajak pesantren untuk tetap kukuh dengan model pembinaan yang telah teruji tersebut. “Kalaupun ada penambahan keahlian bagi para santri, maka jangan sampai mengubah pola pembinaan yang telah  ada,” pungkasnya. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Berita, Olahraga Mujahidin Cyber

Selasa, 05 Desember 2017

Pagar Nusa Gelar Kejurnas 2 Kali

Bekasi, Mujahidin Cyber. Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa 2012-2017 akan menggelar kejuaraan pencak silat tingkat nasional (Kejurnas) maksimal dua kali selama 5 tahun ke depan.

Pagar Nusa Gelar Kejurnas 2 Kali (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Gelar Kejurnas 2 Kali (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Gelar Kejurnas 2 Kali

Menurut Ketua Umum PP Pagar Nusa Aizzuddin Abdurrahman, Kejurnas merupakan ajang pencarian bakat dan mengembangkan pencak silat. Selain itu, juga merupakan sillaturrahim antar-perguruan pencak silat di bawah naungan Pagar Nusa.

“Maksimal dua kali selama kepengurusan saya,” katanya kepada Mujahidin Cyber, di sela-sela Rapat Kerja Pimpinan Pusat Pagar Nusa 2012-2017, di Bekasi, Senin (22/10).

Mujahidin Cyber

Ketua Umum Pagar Nusa yang baru dilantik Ahad, (21/10) di pesantren Al-Hamid tersebut menambahkan, dalam Pagar Nusa, silat itu sebagai olah raga, budaya dan bela diri. “Kejurnas merupakan pengembangan silat dari sisi olah raga,” katanya.

Mujahidin Cyber

Untuk itu, PP Pagar Nusa berniat akan membangun sebuah padepokan untuk menggembleng dan mengembangkan pencak silat. Juga melatih atlet dan wasit.

Awal tahun 2012, PP Pagar Nusa sukses menggelar Kejurnas pertama di Oso Sprot Ceter Bekasi, diikuti sekitar 500 atlet yang dikirim sekitar 21 pengurus wilayah se-Indonesia.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis    : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kyai, Syariah, Olahraga Mujahidin Cyber

Minggu, 03 Desember 2017

Penuhi Kebutuhan Pendidikan Islam, NU Dirikan Madrasah di Paniai Papua

Jakarta, Mujahidin Cyber. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Paniai tengah membangun madrasah di daerah setempat untuk memenuhi kebutuhan pendidikan agama Islam di kawasan pedalaman ini. Usaha tersebut ditandai dengan koordnasi antara PCNU Paniai dan PBNU.

Penuhi Kebutuhan Pendidikan Islam, NU Dirikan Madrasah di Paniai Papua (Sumber Gambar : Nu Online)
Penuhi Kebutuhan Pendidikan Islam, NU Dirikan Madrasah di Paniai Papua (Sumber Gambar : Nu Online)

Penuhi Kebutuhan Pendidikan Islam, NU Dirikan Madrasah di Paniai Papua

Senin (27/7), rombongan PCNU Paniai bertandang ke Jakarta untuk berkoordinasi dengan jajaran Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Maarif NU. Sebelumnya, Sabtu, mereka bertemu Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, didampingi Bendahara Umum PBNU Bina Suhendra serta Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Maarif H Arifin Junaidi.

Menurut Ketua PCNU Paniai Shodiqin, ketersediaan lembaga pendidikan agama Islam di Papua sangat terbatas. Dalam kondisi ini, cabang NU yang baru menerima Surat Keputusan (SK) pada Desember lalu ini ingin berkontribusi nyata membantu pemerintah dalam bidang pendidikan.

Mujahidin Cyber

“Maka PCNU Kabupaten Paniai beriktikad kuat untuk dapat mendirikan satuan pendidikan Islam yang bernaung di bawah NU," ujarnya.

Mujahidin Cyber

Sekertaris PC LP Ma’arif NU Kabupaten Paniai Ahamd Syaiful Mujib menambahkan, ke depan pihaknya akan mendirikan madrasah ibtidaiyah yang bernaung di LP Maarif NU dengan tentap menyelngarakan pendidikan nonformal seperti TPQ dan Madin berbadan Hukum NU.

Pertemuan yang dilakukan di ruang kerja ketua umum PBNU berlangsung hangat. Kang Said, sapaan akrab KH Said Aqil Siroj, menyampaikan keinginannya untuk datang ke Paniai dan membantu perkembangan NU di daerah pedalaman tersebut.

Turut hadir dalam pertemuan Rais Suriyah PCNU Kabupaten Paniai KH Dahlan Kader dan Wakil Ketua PCNU Kabupaten Paniai Ahmad Muslih. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Olahraga, Aswaja, Makam Mujahidin Cyber

Selasa, 28 November 2017

Katib Aam PBNU Ajak Muhasabah untuk Perbaiki Diri

Yogyakarta, Mujahidin Cyber. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar peringatan Maulid Nabi dan Sarasehan di Aula Pesantren As-Shofie Nologaten Yogyakarta, Kamis malam (7/2/2013).?

Katib Aam PBNU, Dr KH A Malik Madany MA dalam kesempatan tersebut memaparkan bahwa setidaknya ada dua hal yang dapat dipetik dari peringatan maulid nabi. Pertama, ? menunjukkan rasa cinta kita kepada Nabi. Salah satu bukti bahwa kita cinta kepada Nabi adalah dengan memperbanyak puji-pujian, baca shalawat, seperti yang dilakukan sahabat-sahabat PMII.?

Katib Aam PBNU Ajak Muhasabah untuk Perbaiki Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib Aam PBNU Ajak Muhasabah untuk Perbaiki Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib Aam PBNU Ajak Muhasabah untuk Perbaiki Diri

“Kedua, pengajian maulid nabi dapat dijadikan momentum muhasabah. Bagaimana kita menjadi umat yang taat,” papar Pak Malik, panggilan akrab beliau.

Mujahidin Cyber

Menurut Pak Malik, muhasabah sangat penting karena selama ini perilaku masyarakat cenderung arogan, tidak mengakui kelemahan diri.?

Mujahidin Cyber

“Sekarang ini kita kurang melakukan muhasabah, cenderung mencari kesalahan orang lain Contohnya seperti yang dilakukan salah satu partai yang pemimpinnya tertangkap KPK, kemudian bilang bahwa penangkapan tersebut adalah konspirasi. Padahal di partai apapun potensi untuk korupsi sangat besar,” tegasnya.

Selain itu Pak Malik juga memaparkan bahwa merayakan maulid nabi juga demi mempererat ukhuwah islamiyah. Menurutnya, ukhuwah islamiyah tidak selalu harus dimaknai sebagai persaudaraan antar sesama umat Islam. Ukhuwah Islamiyah memiliki makna persaudaraan yang islami, dan hal itu bahkan bisa dilakukan dengan umat Islam yang lainnya.?

“Ukhuwah islamiyah berbeda dengan ukhuwah bainal muslimin. Ukhuwah bainal muslimin seperti yang dilakukan Imam Samudra, Ali Ghufron, Mukhlas, dan Amrozi untuk menebar teror dan mengebom, bukanlah termasuk ukhuwah islamiyah, melainkan ukhuwah jahiliyah, ukhuwah iblisyiyah-syaithoniyah,” paparnya.?

Selepas pengajian, dilanjutkan dengan sarasehan membahas pola kederisasi PMII DIY yang dipandu langsung oleh Ketum PC PMII DIY, Imam S Arizal. Dalam kesempatan tersebut, Prof Dr Nizar Ali dan Dr Ahmad Rifa’i menegaskan bahwa PMII DIY harus menyiapkan resources guna mengisi peluang-peluang yang ada, seperti menyiapkan kader intelektual yang bisa diprioritaskan jadi dosen dan kader dakwah yang bisa diabdikan di masyarakat.?

Sementara Dr KH Shofiyullah MZ mengungkapkan bahwa dalam upaya menguatkan kaderisasi dalam bidang dakwah, dirinya siap membantu sahabat-sahabat PMII dan menegaskan bahwa pesantrennya terbuka kapan saja untuk PMII.?

Dalam sambutannya, Ketua Umum PC PMII DIY, Imam S Arizal menuturkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan selain sebagai rasa cinta kepada Nabi Muhammad juga dalam rangka menghidupkan tradisi PMII seperti tahlilan dan diba’an serta mempererat tali silaturrahim antar sahabat-sahabat PMII DIY, baik yang masih berproses sebagai kader atau pun sudah alumni.

“Forum pengajian dan shalawatan seperti ini kita harap tidak hanya dilakukan lantaran ada momentum maulid Nabi, melainkan berlanjut secara kontinyu, dari pesantren yang satu ke pesantren yang lain, bahkan dari rumah alumni yang satu ke yang lainnya, baik tiap bulan atau pun dua bulan sekali,” tegasnya di hadapan para kader PMII se-DIY.

Hadir dalam acara tersebut Dr KH A Malik Madany (Katib Aam PBNU), Prof Dr Nizar Ali (PR II UIN Sunan Kalijaga), Dr Ahmad Rifa’i, MPhil. (PR III UIN Sunan Kalijaga) dan Dr KH Shofiyullah MZ, MAg. (PWNU DIY dan Pengasuh PP As-Shofie Yogyakarta). Acara ini dimulai jam 08.00 dan disudahi pada jam 00.30.

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Junaidi Ibnurraham

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Warta, Hikmah, Olahraga Mujahidin Cyber

Optimalkan Jaringan Pesantren untuk Gerakan Anti-Korupsi

Surabaya, Mujahidin Cyber. Sejumlah alim ulama se-Surabaya mengadakan halaqoh membangun gerakan pesantren anti korupsi, Ahad (30/8). Kegiatan dipungkasi dengan deklarasi sebagai komitmen mereka mengawal perbaikan di negeri ini lewat pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Dalam pandangan Wuryono Prakoso, Indonesia memiliki kekayaan alam dan sumber daya manusia yang sangat luar biasa. Bahkan dalam pandangan devisi pendidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, banyak hal yang membuat Indonesia sebenarnya bisa lebih unggul dari negara manapun di dunia.?

Optimalkan Jaringan Pesantren untuk Gerakan Anti-Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Optimalkan Jaringan Pesantren untuk Gerakan Anti-Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Optimalkan Jaringan Pesantren untuk Gerakan Anti-Korupsi

"Tapi mengapa kita tertinggal? Tidak lain karena korupsi telah menggerogoti negeri ini," katanya.

Mujahidin Cyber

Namun demikian, ada potensi besar yang dapat dioptimalkan untuk meminimalisir atau bahkan meniadakan sama sekali korupsi di negeri ini yakni dengan tersebarnya ribuan pesantren. "Ada sekitar 27 ribu pesantren di Indonesia," katanya. Kalau setiap pesantren memiliki 300 santri saja, maka akan tersedia 8 juta lebih elemen yang bisa digerakkan untuk tujuan pemberantasan korupsi tersebut.

Pandangan lain disampaikan Laode M Syarif dari Partnership. Tahun 1961, Mohammad Hatta telah mengingatkan korupsi jangan sampai dibiarkan menjadi budaya di Indonesia. Karena itu sejumlah ikhtiar harus dilakukan agar kejahatan ini tidak merusak pembangunan dan capaian yang harus diraih bangsa.

Mujahidin Cyber

"Kita masih memiliki harapan karena dalam pandangan masyarakat, ada beberapa elemen yang dipercaya masih bersih dari tidakan korupsi," kata salah seorang kandidat komisioner KPK ini. Secara rinci, ia menyebutkan masjid, gereja, pura, kantor pos, media dan lembaga swadaya masyarakat sebagai pihak yang bersih.?

Kondisi ini sangat berbalik dengan keberadaan kepolisian, kejaksaan, pengadilan, kantor imigrasi, kantor pajak, dan partai politik yang sudah dianggap sebagai sarang tindakan korupsi.

Baginya, keberadaan pesantren masih dipercaya masyarakat untuk bisa melakukan perbaikan di negeri ini dari tindakan korupsi. "Karena itu, pesantren harus berani mempertanyakan sejumlah bantuan yang akan diterima dari berbagai kalangan," terangnya.

Narasumber lain yakni Kiai Maruf Khozin mengemukakan hasil keputusan pertemuan sejumlah kiai dan ulama di Yogyakarta serta Muktamar Ke-33 NU yang memberikan perhatian kepada tindakan korupsi. "Bahkan NU telah menyepakati, dalam kondisi negeri yang sedang genting, maka para koruptor dan pelaku pencucian uang layak mendapat hukuman mati," kata aktivis bahtsul masail ini.

Di akhir acara, dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama gerakan pesantren anti-korupsi. Tampak bergabung Ahmad Suaedy dari Gusdurian, sejumlah pengasuh pesantren serta alim ulama dari Sidoarjo dan Surabaya. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sejarah, Hadits, Olahraga Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock