Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Kuliah Umum, STAINU Jakarta-UNU Indonesia Bahas Sufisme Modern

Jakarta, Mujahidin Cyber

Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia menggelar stadium generale atau kuliah umum, Jumat (26/2/2016) di lantai 8 Gedung PBNU Jakarta. Dalam kegiatan tersebut, kedua perguruan tinggi NU ini juga menggelar diskusi dengan membahas persoalan sufisme modern.

Kuliah Umum, STAINU Jakarta-UNU Indonesia Bahas Sufisme Modern (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuliah Umum, STAINU Jakarta-UNU Indonesia Bahas Sufisme Modern (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuliah Umum, STAINU Jakarta-UNU Indonesia Bahas Sufisme Modern

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan bertajuk ‘Sufism in the Modern World’ Direktur Pascasarjana Islam Nusantara H Mastuki Hs, dari Sadra Institute, Abdul Aziz Abbaci yang juga intelektual asal Aljazair, dan Direktur PT Mizan Publika Haidar Bagir. Adapun moderatornya yaitu Ajat Sudrajat.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan bedah buku berjudul ‘Pergulatan Islam di Dunia Kontemporer’. Buku yang ditulis oleh Carl W Ernst setelah Peristiwa 11 September itu merupakan pengantar ringkas kepada Islam dan peradaban muslim bagi publik luas, berbasis pada semangat ilmiah, mengangkat isu-isu kunci tentang doktrin dan peradaban Islam sejak kelahiran hingga perkembangan mutahirnya.

Mastuki Hs sekilas menerangkan tentang diskursus tasawuf di Nusantara sejak abad 15 (zaman Wali Songo) berlanjut munculnya ulama-ulama kesohor dari ranah Melayu seperti Hamzah Fansuri, Syamsuddin Sumatrani, Nuruddin Ar-Raniry, Abdurrauf Singkil, dan lain-lain beserta pemikiran tasawuf yang mewarnai sejarah mereka.?

Mastuki juga memaparkan tengang neo-sufisme dan ‘urban sufism”. ? Sementara itu, Haidar Bagir menyampaikan tasawuf sangat relevan dengan zaman sekarang, di mana kehidupan manusia yang semakin materilistis dan hedonis. Hal ini juga diamini oleh narasumber ketiga Abdul Aziz Abacci yang berusaha menerangkan hasil penelitian tentang Wahdatul Wujud.

Mujahidin Cyber

Seminar dihadiri oleh Ketua PP ISNU Ali Masykur Musa, Ketua Lakpesdam PBNU H Rumadi, Ketua PBNU H M Sulton Fatoni, pengurus bidang penjaminan mutu LPTNU Mansur Maksum, Wakil Rektor UNU Indonesi, Ketua I Bidang Akademik STAINU Jakarta Imam Bukhori, dan para mahsiswa yang memadati aula lantai 8 Gedung PBNU Jakarta.

Mujahidin Cyber

Dalam kesempatan ini, STAINU Jakarta dan UNU Indonesia juga meresmikan Pusat kajian Islam Nusantara yang akan menjadi corong akademis tentang khazanah Islam Nusantara.

Secara khusus, Haidar Bagir sebagai Direktur Mizan mengatakan bahwa di masa yang kana depan mendatang, sangat mungkin dilakukan kerja sama penerbitan buku-buku karangan intelektual Nahdlatul Ulama dan lembaga-lembaga yang bernaung di bawahnya. Tujuannya agar pemikiran-pemikiran intelektual NU dapat dibaca kalangan luas, tidak hanya dalam bentuk disertasi-disertasi. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kiai Mujahidin Cyber

Minggu, 04 Maret 2018

Seorang Pemimpin Jangan Hanya Beretorika

Probolinggo, Mujahidin Cyber - Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin menyampaikan, seorang pemimpin jangan terlalu banyak beretorika. Pemimpin harus memperbanyak berbuat baik dan berperilaku baik sebagai contoh kepada anak-anak yang merupakan calon pemimpin untuk meneruskan perjuangan pembangunan.

Hal ini disampaikan Hasan Aminuddin dalam peletakan batu pertama pembangunan Masjid Darul Muttaqin di Desa Alastengah Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo, Jum’at (17/2) sore.

Seorang Pemimpin Jangan Hanya Beretorika (Sumber Gambar : Nu Online)
Seorang Pemimpin Jangan Hanya Beretorika (Sumber Gambar : Nu Online)

Seorang Pemimpin Jangan Hanya Beretorika

“Seorang pemimpin harus mampu memberikan contoh nyata dan tidak hanya sekedar berwacana,” katanya.

Mujahidin Cyber

Hasan menjelaskan, bersedekah merupakan hal dan perilaku yang sangat penting. Seseorang yang ikhlas untuk bersedekah, niscaya akan dilipatgandakan rezekinya. “Janganlah pernah mengemis di jalan-jalan untuk kepentingan pembangunan masjid,” pintanya.

Mujahidin Cyber

Lebih lanjut Hasan meminta para panitia pembangunan masjid agar senantiasa mendatangi dan bertamu kepada para dermawan yang benar-benar ikhlas, “Terima kasih kepada orang yang pernah berjasa dan menyerahkan pelaksanaan pembangunan ini pada ahlinya, sehingga masjid ini bermanfaat sebagai tempat ibadah untuk generasi sampai ke generasi,” pungkasnya.

Ketua panitia Taufik menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap panitia dan masyarakat yang mau mendukung pelaksanaan pembangunan Masjid Darul Muttaqin tersebut. “Mudah-mudahan pembangunan masjid ini bisa selesai sesuai dengan harapan bersama sehingga bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya.

Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk upacara serah-terima akta ikrar wakaf untuk pembangunan Masjid Darul Muttaqin oleh Kepala KUA/PPAIW Kecamatan Paiton Sahro kepada ketua nadzir (pengelola wakaf) Kusnadi.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah Ahmad Suja’i, Ketua MWCNU Paiton Moh Barzan, dan sejumlah kiai yang ada di Kecamatan Paiton. Serta para pengurus badan otonom NU, baik IPNU-IPPNU serta GP Ansor. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Bahtsul Masail, Kiai Mujahidin Cyber

Rabu, 28 Februari 2018

Batal Gelar Pasar Murah, GP Ansor Negeri Besar Langsung Bagi Sembako

Way Kanan, Mujahidin Cyber. Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Negeri Besar, Way Kanan, Lampung, batal menggelar pasar murah yang rencananya digelar, Rabu (21/6). Bahkan bahan pokok yang sedianya dijual justru langsung dibagikan kepada warga yang kurang mampu.

Batal Gelar Pasar Murah, GP Ansor Negeri Besar Langsung Bagi Sembako (Sumber Gambar : Nu Online)
Batal Gelar Pasar Murah, GP Ansor Negeri Besar Langsung Bagi Sembako (Sumber Gambar : Nu Online)

Batal Gelar Pasar Murah, GP Ansor Negeri Besar Langsung Bagi Sembako

“ Ada 50 paket bahan pokok, berisi gula pasir dua kilogram, satu kilogram tepung terigu dan satu liter minyak goreng. Setiap paket rencananya dijual dengan harga Rp35 ribu,” ujar Ketua PAC Ansor Negeri Besar Imam Muhtadi melalui Ketua Ranting Ansor Tegal Mukti, Filial Saadilah.

Namun paket sembako murah itu, yang rencananya dijual dikatakannya tidak jadi dijual. Justru dibagikan secara cuma-cuma 50 paket Sembako kepada masyarakat kurang mampu di Kampung Tegal Mukti Bahkan.?

“Semua paket sembako murah dibeli Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) yang ada di Negeri Besar dan sembako langsung dibagi kepada warga yang kurang mampu,”bebernya.?

Masih menurut Saat, dari hasil penjulan sembako murah itu, keuntungannya, didonasikan untuk ? pembangunan sarana air wudhu Masjid Al Falakusaadah Kampung Way Pisang Kecamatan Way Tuba yang digalang bersama komunitas Kampung Lebah.

Mujahidin Cyber

” Satu paket disepakati dibeli KBNU tetap dengan harga Rp50 ribu, sesuai harga pasar. ? Dan Rp5 ribu untuk donasi pembangunan sarana air wudhu. ? Kami doakan semua donatur mendapat berkah dunia dan akhirat”tandasnya.

Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto mengapresiasi kemampuan kader Ansor Negeri Besar menangkap gagasan dan mengucapkan terima kasih atas semangat, energi dan keberanian kader PAC Ansor Negeri Besar.

"Kader Ansor harus selalu memberi manfaat dengan segala keterbatasan yang ada. Satu syaratnya memiliki kreativitas. Atas nama organisasi, saya menghaturkan terima kasih kepada jajaran KBNU Negeri Besar yang terus memfasilitasi eksistensi Gerakan Pemuda Ansor. Yakinlah, catatan kebaikan tak akan pernah terlewatkan dari Malaikat Raqib," kata Gatot. (Erli Badra / Muslim Abdurrahman)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kiai Mujahidin Cyber

Kamis, 22 Februari 2018

Obama Bertemu Raja Saudi Sebelum Pertemuan Dewan Kerjasama Teluk

Riyadh, Mujahidin Cyber. Presiden AS Barack Obama pada Rabu (20/4) bertemu dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz di ibu kota Kerajaan Arab, Riyadh, sebelum pertemuan puncak pemimpin negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).

Obama menggaris-bawahi pentingnya untuk mempercepat kegiatan melawan ISIS dan menyambut baik peran penting Arab Saudi dalam koalisi melawan kelompok teror, demikian isi pernyataan Gedung Putih.

Obama Bertemu Raja Saudi Sebelum Pertemuan Dewan Kerjasama Teluk (Sumber Gambar : Nu Online)
Obama Bertemu Raja Saudi Sebelum Pertemuan Dewan Kerjasama Teluk (Sumber Gambar : Nu Online)

Obama Bertemu Raja Saudi Sebelum Pertemuan Dewan Kerjasama Teluk

Kedua pemimpin tersebut juga membahas krisis regional di Suriah, Yaman dan Irak, dan tantangan yang ditimbulkan oleh kegiatan Iran.

Itu adalah kunjungan keempat Obama ke negara yang kaya akan minyak di Teluk tersebut sejak ia memangku jabatan pada 2009.

Mujahidin Cyber

Kerajaan itu dipandang sebagai salah satu sekutu paling strategis Washington di Timur Tengah, tapi hubungan bilateral mereka tegang gara-gara kesepakatan nuklir yang dicapai dengan Iran tahun lalu.

Beberapa jam sebelum Obama bertemu dengan Raja Salman, Menteri Pertahanan AS Ashton Carter mengadakan pembicaraan dengan timpalannya dari Teluk mengenai kerja sama militer dan perkembangan terkini di Timur Tengah, kata Xinhua, Kamis pagi. Pembicaraan tersebut meliputi apa yang digambarkan sebagai kegiatan Iran yang merusak kestabilan dan kelompok ISIS, kata Sekretaris Jenderal GCC Abdullatif Az-Zayani.

Negara GCC dan Amerika Serikat telah sepakat untuk melakukan patroli gabungan guna menghentikan pengiriman senjata Iran sampai ke Yaman, kata Az-Zayani.

Mujahidin Cyber

Kepala Pertahanan AS itu mendesak anggota GCC agar lebih terlibat dalam membantu Pemerintah Irak memerangi ISIS dan membangun kembali daerah tempat gerilyawan telah diusir.

GCC terdiri atas Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Pertemuan puncak tersebut dilancarkan setelah Obama mengkritik peran regional Arab Saudi, yang memicu reaksi keras dari keluarga Kerajaan Arab Saudi.

Dalam wawancara belum lama ini dengan Atlantic, Obama menggambarkan Arab Saudi dan sekutu lain AS sebagai "pengendara bebas" dalam kebijakan luar negeri AS", dan mengkritik apa yang ia pandang sebagai pendanaan Riyadh buat sikap nontoleransi agama.

Hampir setahun lalu, pada Mei 2015, Obama menjamu para pemimpin negara Teluk di Gedung Putih dan Camp David, pertemuan pertama dengan para pemimpin negara Teluk setelah kesepakatan kerangka kerja mengenai pembatasan program nuklir Iran.

Selain Kuwait dan Qatar, pemimpin dari empat negara lain GCC absen dalam pertemuan puncak 2015 tersebut. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Bahtsul Masail, Kiai Mujahidin Cyber

Jumat, 16 Februari 2018

Madrasah Diharapakan Mampu Netralisir Pengaruh Buruk Globalisasi

Jakarta, Mujahidin Cyber. Globalisasi yang menyentuh seluruh aspek kehidupan umat manusia merupakan sesuatu yang tak dapat dihindari. Namun demikian, aspek negatif yang dibawanya dapat dinetralisir dengan nilai-nilai keagamaan.



Madrasah Diharapakan Mampu Netralisir Pengaruh Buruk Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Diharapakan Mampu Netralisir Pengaruh Buruk Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Diharapakan Mampu Netralisir Pengaruh Buruk Globalisasi

“Madrasah berada diantara kompetisi peradaban, ia sangat diharapkan untuk menetralisir pengaruh globalisasi melalui pendidikan Islam yang didasarkan rahmatan lil alamiin,” kata Prof Dr Muhammad Firdaus dalam acara seminar Pendidikan Madrasah dan Tantangan Global di Jakarta, Rabu (23/7).

Pendidikan madrasah diharapkan mampu mengkombinasikan antara kemampuan akademik dan profesionalitas dengan nilai-nilai spiritual sehingga menjadi pribadi yang utuh dan tangguh.

Mujahidin Cyber

“Bagaimana mengisi spiritualitas yang memberi keseimbangan baru sebagai SDM yang professional, kreatif, inovatif, tetapi religius dan memiliki akhlakul karimah,” tandasnya.

Hal tersebut bisa dicapai dengan desain kurikulum akademik dan non akademik yang baik dan fasilitas proses belajar yang mendukung. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Kiai, Hadits, Sholawat Mujahidin Cyber

Senin, 05 Februari 2018

KH Idris Marzuki Wafat

?Jakarta, Mujahidin Cyber. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Berita duka datang lagi dari Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Pengasuh Pesantren yang juga Mustasyar PBNU KH Idris Marzuki meninggal dunia.

KH Idris Marzuki Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Idris Marzuki Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Idris Marzuki Wafat

Kiai Idris Marzuki kembali ke Rahmatullah pada sekitar pukul 09.45 WIB di Rumah Sakit Graha Amarta Surabaya selama beberapa hari.

Sementara itu dihubungi Mujahidin Cyber, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang juga alumni Pesantren Lirboyo sedang dalam perjalanan bertakziyah ke Kediri, Jawa Timur.

Mujahidin Cyber

Semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT. Allahummaghfirahu warhamhu waafihi wafu anhu. (Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Kyai, Kiai, Kajian Sunnah Mujahidin Cyber

Rabu, 24 Januari 2018

Maulidan, Pesantren An-Nawawi Gelar Lomba Blog

Purworejo, Mujahidin Cyber. Dalam rangka memperingati Maulid Nabi tahun ini, komunitas santri daerah mengikuti lomba blog yang digelar pesantren An-Nawawi, Purworejo, Jawa Tengah. Peserta perlombaan ini merupakan komunitas santri yang mewakili daerah masing-masing.

Seorang pengurus An-Nawawi Ridwan Haris mengatakan, perlombaan blog bukanlah perorangan, tetapi lebih merupakan tim organisasi daerah.

Maulidan, Pesantren An-Nawawi Gelar Lomba Blog (Sumber Gambar : Nu Online)
Maulidan, Pesantren An-Nawawi Gelar Lomba Blog (Sumber Gambar : Nu Online)

Maulidan, Pesantren An-Nawawi Gelar Lomba Blog

"Di Pesantren ini seluruh santri terwadahi dalam organisasi berdasarkan asal daerahnya. Di antaranya KESSAP (Purworejo), Ikatrima (Magelang), Iktrimen (Kebumen), Hiswon (Wonosobo, Yogyakarta) Hisban (Banyumas, Cilacap, Jakarta) serta Hisanda (Luar Jawa)," terangnya, Jumat (17/1).

Mujahidin Cyber

Penilaian perlombaan ini, menurut Ridwan, diukur dari desain blog, konten foto serta naskah tulisan berita. Sementara itu panitia lomba membebaskan peserta untuk memilih tema di lingkungan mereka sehari-hari seperti tema kebersihan, mengaji, belajar, pondok pesantren, dan maulid nabi.

Mujahidin Cyber

Ridwan berharap para santri memiliki keterampilan menuangkan ide dan gagasannya di dunia maya. Menurutnya, percepatan arus informasi di dunia maya seperti saat ini harus diimbangi dengan pengisian konten-konten positif.

Meskipun menempuh pendidikan di pesantren, mereka memiliki kesempatan yang sama dengan pelajar sekolah mengingat santri sangat memiliki potensi untuk mengimbangi konten negatif yang marak di dunia maya.

Selain itu, lanjut Ridwan, dunia maya saat ini sangat efektif untuk dijadikan sebagai media dakwah. (Lukman Hakim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kajian Islam, Budaya, Kiai Mujahidin Cyber

Senin, 15 Januari 2018

Muhammadiyah Akan Hadiri Sidang Itsbat Kemenag

Jakarta, Mujahidin Cyber. Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan diri siap memenuhi undangan Kementerian Agama (Kemenag) pada sidang itsbat penentuan awal Ramadhan 1435 H yang berlangsung Jumat (27/6), sekitar pukul 16.30 WIB, di Jakarta.

Muhammadiyah Akan Hadiri Sidang Itsbat Kemenag (Sumber Gambar : Nu Online)
Muhammadiyah Akan Hadiri Sidang Itsbat Kemenag (Sumber Gambar : Nu Online)

Muhammadiyah Akan Hadiri Sidang Itsbat Kemenag

Hal ini berbeda dari sikap PP Muhammadiyah tahun lalu yang menolak hadir pada forum tahunan yang diikuti perwakilan ormas-ormas Islam tersebut.

Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas mengungkapkan, iktikad untuk turut serta dalam sidang itsbat tahun ini karena ada permintaan khusus dari pihak Kemenag kepada organisasinya. Menteri agama yang baru, Lukman Hakim Saifuddin, menemui langsung Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin dan anggota PP Muhammadiyah.

Mujahidin Cyber

“Menteri Agama mengajak kembali Muhammadiyah untuk ikut sidang itsbat yang dilaksanakan besok (Jumat),” kata Yunahar sebagaimana dilansir situs resmi Muhammadiyah, Kamis (26/6).

Mujahidin Cyber

Tetapi, menurut Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini, Muhammadiyah melalui Din Syamsuddin mengajukan syarat penting dalam pelaksanaan sidang itsbat.

Muhammadiyah menuntut Menteri Agama mampu bersikap adil ketika ada perbedaan pandangan terhadap Pemerintah. Menteri Agama harus menghormati metode hisab yang digunakan Muhammadiyah dan saat ini telah menghasilkan keputusan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijah 1435H.

PP Muhammadiyah juga meminta agar sidang itsbat tidak disiarkan secara terbuka, dan baru setelahnya Menteri Agama cukup mengadakan konferensi pers terkait hasil sidang Itsbat.

Yunahar mengatakan, Menteri Agama menyanggupi syarat tersebut dan PP Muhammadiyah yang dipimpin Din Syamsuddin akan mengirim utusannya ke sidang itsbat. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber RMI NU, Kiai Mujahidin Cyber

Kamis, 11 Januari 2018

Mbah Moen: Kiai Harus Pandai Baca Tanda-tanda Zaman

Salatiga, Mujahidin Cyber - Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang KH Maimoen Zubair hadir dalam acara Multaqo Kebangsaan, di Pondok Pesantren Wakaf Literasi Islam Indonesia (WALI) Candirejo, Tuntang, Kabupaten Semarang, Sabtu (2/12).

Dalam kesempatan itu, Mbah Moen berpesan kepada para peserta yang terdiri atas kiai muda pengasuh pondok pesantren se-Jawa Tengah. Menurutnya, sebagai calon pengganti kiai yang sudah sepuh, mereka yang masih muda mesti mengantisipasi perubahan zaman.

Mbah Moen: Kiai Harus Pandai Baca Tanda-tanda Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Moen: Kiai Harus Pandai Baca Tanda-tanda Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Moen: Kiai Harus Pandai Baca Tanda-tanda Zaman

“Para kiai muda adalah calon pengganti kiai-kiai yang sudah senior. Karenanya para kiai muda harus pandai membaca tanda-tanda zaman dan mempersiapkan antisipasi perubahan zaman,” tutur Mustasyar PBNU itu.

Mujahidin Cyber

Selain itu, para kiai muda harus juga harus selalu siap dalam menghadapi ujian-ujian di masa mendatang yang saat ini mungkin belum kelihatan.

Mbah Moen memberikan semangat kepada para kiai muda agar tetap optimis dalam menyebarkan ajaran Islam rahmatan lil alamin.

Mujahidin Cyber

“Saya mendukung setiap langkah para kiai muda dalam menempa diri dan menjalin komunikasi untuk menghadapi masa depan dengan optimis dan penuh semangat,” katanya.

Forum Multaqo Kebangsaan ini juga diselenggarakan beberapa rangkaian kegiatan, antara lain Ngaji Jurnalistik dan Seminar Regional yang mengangkat tema Nilai-Nilai Ukhuwah dalam Tradisi Pendidikan Pesantren. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kiai, Daerah, Tokoh Mujahidin Cyber

Selasa, 09 Januari 2018

Mempopulerkan Shalawat Kebangsaan KHR Asnawi

Oleh? M. Rikza Chamami

Dalam rangkaian satu abad Madrasah Qudsiyyah Kudus digelar acara "Mendaulat Shalawat Asnawiyyah sebagai Shalawat Kebangsaan" oleh Cak Nun bersama Kyai Kandjeng (3/8/2016). Pada hakikatnya acara itu adalah penegasan kembali tentang keberadaan shalawat Asnawiyyah yang memiliki nilai cinta bangsa dan doa abadi kedamaian Indonesia. Sebelum Cak Nun, Habib Syekh sudah membawa shalawat Asnawiyyah dikumandangkan setiap majelis shalawat, baik di dalam negeri atau luar negeri.

Jauh sebelum itu, para kiai dan santri KHR Asnawi juga sudah mengenalkan dan mempopulerkan shalawat karya Mbah Asnawi ini. Buktinya nyata, bahwa di pesantren berbasis NU sangat mengenal bait-bait shalawat Asnawiyyah tersebut. Lagu dan nada pelantunannya memang berbeda-beda sesuai selera di mana shalawat itu dikumandangkang.

Mempopulerkan Shalawat Kebangsaan KHR Asnawi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mempopulerkan Shalawat Kebangsaan KHR Asnawi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mempopulerkan Shalawat Kebangsaan KHR Asnawi

Bagi generasi masa sekarang, memang sangat perlu penegasan kembali eksistensi shalawat ini. Tepat jika momentum satu abad menjadi pijakan untuk mendaulat shalawat Asnawiyyah sebagai shalawat kebangsaan. Dan pascamendaulat, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan. Sebab jika hanya didaulat saja, maka akan sepi dari makna aslinya. Shalawat adalah kalimat yang perlu dilafadzkan, bukan hanya didaulat.

Maka yang paling penting hari ini adalah mencetak generasi shalawat, kader yang cinta shalawat dengan membaca shalawat Asnawiyyah. Akan lebih mulia jika pembacaan shalawat Asnawiyyah dijamiyyahkan dan dirutinkan. Maka jamiyyah seperti Rebana Al Mubarok Qudsiyyah menjadi salah satu garda depan penjaga eksistensi shalawat Asnawiyyah. Sudah 11 album yang dikeluarkan oleh Al Mubarok selalu mengumandangkan shalawat Asnawiyyah.

Bagaimana isi dari shalawat Asnawiyyah sehingga layak disebut shalawat kebangsaan? Pertanyaan ini selalu saya terima dari banyak kawan yang masih belum paham secara detail isi dari shalawat itu. Maka ada tanggung jawab akademik yang harus dijelaskan. Penulis dengan segala kekurangan berikhtiyar membaca hermeneutika shalawat Asnawiyyah.

Mujahidin Cyber

Sang pencipta shalawat Asnawiyyah bernama KHR Asnawi yang hidup di abad 19. Sosok Kiai Asnawi dikenal sebagai pejuang kemerdekaan dan penjaga garis Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Kiprahnya tidak hanya di lingkup lokal Kota Kudus, tetapi kiprah di level nasional dan internasional. Dalam bidang karya tulis, Mbah Asnawi juga melahirkan banyak karya: Fashalatan, Mutaqad Seket, Fiqhun Nisa dan Syiir-Syiran Nasehat. Yang paling khas dikenal dari karya Mbah Asnawi adalah shalawat Asnawiyyah.

Dalam hal karya tulis, Mbah Asnawi memiliki karakter seperti gurunya KH Muhammad Sholih bin Umar Assamarani (Mbah Sholeh Darat). Dua tokoh ini meninggalkan karya-karya yang menggunakan bahasa Jawa dengan huruf Pegon al-Marikiyyah. Dalam hal ketegasan menolak penjajah, pengaruh Mbah Sholeh Darat dalam pribadi Mbah Asnawi sangat kuat. Terbukti Mbah Asnawi sangat menolak dasi, celana dan pakaian yang menyerupai Belanda.

Mujahidin Cyber

Sikap itu juga dimiliki oleh Mbah Sholeh Darat yang ditulis dalam Kitab Majmuatus Syariah halaman 25: "Sopo wonge nganggo penganggone liyani ahli Islam kaya klambi jas, topi utowo dasi, moko dadi murtad rusak Islame senadyan atine ora demen" (barang siapa yang memakai pakaian yang bukan milik Islam seperti jas, topi dan dasi, maka ia menjadi murtad dan Islamnya rusak. Walaupun hatinya tidak suka).

Dari profil singkat itu dapat diketahui, bahwa rasa kebangsaan yang dimiliki oleh Mbah Asnawi memang didasarkan ajaran-ajaran gurunya, termasuk meniru Rasulullah dalam memperjuangkan agama Islam. KHR Asnawi paham betul bahwa Indonesia saat itu sangat membutuhkan kekuatan Islam dengan model damai. Shalawat Asnawiyyah yang diciptakan itu menandakan bahwa pribadi Mbah Asnawi adalah pribadi ulama yang sangat kuat cinta bangsanya.

Isi dari shalawat ini adalah sebagai berikut:

? ? ? ? ? * ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? * ? ? ? ?

? ? ? ? ? * ? ? ?

? ? ? ? ? * ? ?

? ? ? ? * ? ? ? ?

? ? ? ? * ? ? ?

? ? ? ? ? * ? ? ?

? ? ? ? ? * ? ? ? ?

? ? ? ? ? * ? ? ?

Shalawat Asnawiyyah diterjemahkan oleh Ustadz Nur Amin (guru Qudsiyyah) sebagai berikut:

Wahai tuhanku berilah * sholawat kepada rasul

Baginda Nabi Muhammad * yang punya rahasia unggul

Dan para nabi dan rasul * awal akhir mulya betul

Wahai tuhanku berilah * sinar pada hati kami

Dengan cahaya Al-Quran * yang agung serta nan suci

Dan bukalah kami sebab * baca Quran yang teliti

Dan berilah rizqi dengan * kefahaman para nabi

Untuk kami orang-orang * yang membaca dan mengaji

Iman tetap sebab Nabi * dunia akhirat terpuji

Aman ? aman ? aman aman * aman aman aman aman

Aman ? aman aman aman * aman aman aman aman

Aman ? aman aman aman * Indonesia raya aman

Amin amin amin amin * Amin amin amin amin

Amin amin amin amin * ya perumat alam semesta

Amin amin amin amin * ya pengkabul para peminta

?

Dari sebelas bait shalawat Asnawiyyah ini meman terkandung makna yang sangat luar biasa. Ruh yang paling inti adalah pujian kepada Rasulullah Saw. Sebab esensi dari shalawat adalah sanjungan kepada Nabi Muhammad Saw yang memiliki rahasia kehidupan. Doa untuk penyinar hati juga disanjungkan dengan tuntunan Al-Quran. Rasa cinta kepada Al-Quran juga diaktualisasikan dengan mahirnya dalam membaca dan mengaji secara tartil. Dan itulah rizki yang sangat dinanti. Penguatan keimanan dan keselamatan dunia sangat dinanti. Doa yang dipanjatkan setelah itu adalah keamanan bagi bangsa Indonesia. Kalimat qabul disandarkan pada Allah Swt.

Itulah hebatnya shalawat Asnawiyyah yang jika dibedah memiliki lima dimensi yang tidak bisa dipisahkan: Pertama, dimensi ketuhanan. Bahwa semua orang yang hidup selalu bergantung pada kekuasaan Allah. Kedua, dimensi kenabian. Bahwa Rasulullah Saw adalah figur idola yang sangat dinantikan syafaatnya. Ketiga, dimensi Qurani. Untuk memahami Islam yang perlu dipegang adalah Al-Quran dengan membaca isinya (paham bahasa Arab dan tafsir) dan ahli tarlil (paham tajwid dan ilmu Al-Quran). Keempat, dimensi teologi. Penegasan keimanan dalam agama Islam itu menjadi sangat penting sebagai bekal selamat di akhirat. Dan kelima, dimensi kebangsaan. Mbah Asnawi memberi pesan bahwa empat dimensi yang terkandung dalam isi shalawat itu tidak akan mudah diwujudkan jika negara dalam kondisi tidak aman. Maka doa untuk Indonesia aman, damai, gemah ripah loh jinawe itu yang dimaksudkan dari isi shalawat ini.

Jadi sangat mulia sekali isi shalawat ini. Dan perlu ditegaskan bahwa karya Mbah Asnawi yang berisi tentang nilai kebangsaan tidak hanya berupa shalawat Asnawiyyah ini. Hampir semua syair-syair yang dikaryakan selalu menyinggung tentang pentingnya cinta agama dan cinta bangsa Indonesia. Maka tepat jika, KH Musthofa Bisri menyebut bahwa KHR Asnawi adalah orang alim yang sangat Indonesia, bukan kearab-araban walaupun lama di Arab. Maka sudah saatnya kita mempopulerkan shalawat Asnawiyyah sebagai shalawat kebangsaan. Wallahu alam.

M. Rikza Chamami

Alumnus Qudsiyyah 2000, Dosen UIN Walisongo Semarang dan Sekretaris Lakpesdam NU Kota Semarang

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kiai Mujahidin Cyber

Minggu, 07 Januari 2018

Tradisi Aswaja Wajib Dipertahankan Sampai Kapanpun

Demak, Mujahidin Cyber. Ajaran Ahlusunnah wal Jama’ah (Aswaja) yang melekat pada tradisi NU seperti tahlil dan maulid nabi wajib dipertahankan sampai kapanpun dan dimanapun. Warga tak perlu mendengarkan celotehan kelompok wahabi seperti MTA.

Tradisi Aswaja Wajib Dipertahankan Sampai Kapanpun (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Aswaja Wajib Dipertahankan Sampai Kapanpun (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Aswaja Wajib Dipertahankan Sampai Kapanpun

Demikian disampaikan ketua PCNU Demak KH Musyadad Syarif  pada acara Halal Bihalal dan pengajian akbar yang diselenggarakan oleh MWCNU Mranggen di lapangan desa Kembang Arum Kecamatan Mranggen Demak Jateng, Ahad 25/8 kemarin.

Mengumandangkan maulid nabi dan tahlil, menurut Musadad, merupakan bentuk dan cara meneguhkan eksistensi paham dan ajaran Aswaja di kalangan warga NU, dikarenakan Aswaja sudah ada sebelum adanya NU di bumi pertiwi.

Mujahidin Cyber

“Kenapa Aswaja harus dipertahankan NU, karena aswaja ada sebelum NU terbentuk dan menjadi idiologinya,” tutur Kiai Musadad.

Mujahidin Cyber

Menyinggung aksi damai yang di lakukan oleh Ansor dan Banser pada 22 Agustus lalu, ketua NU itu menyampaikan tindakan Ansor Banser sudah dianggap tepat dikarenakan akan dideklarasikannya MTA di desa Kedondong yang membawa ajaran sesat dan bertentangan dengan Aswaja.

“Dalam kondisi Demikian NU melalui Ansor dan Banser sebagai organisasi wajib turun gunung dengan cepat sigap dan tanggap untuk mencegah kegiatan MTA yang membuat lingkungan tidak kondusif,” tegas Musadad

Sementara itu ketua panitia H Slamet menyampaikan kegiatan MWC untuk mengumpulkan warga NU melalui Halal Bi Halal dan pengajian akbar sebagai sarana untuk membumikan Aswaja di bumi Demak,

“Alhamdulillah banyak yang hadir, dengan kehadiran mereka kita bisa menyampaikan pesan organisasi,” jelas H Slamet.

Menurut Mantan Ketua PAC Ansor Mranggen itu, pengajian akbar dan halal bi halal tersebut hasil kerjasama antara MWCNU Mranggen dan Rumah Sakit  NU Demak, bahkan sampai tim medis juga diterjunkan saat acara berlangsung.

Redaktur   : A. Khoirul Anam

Kontributo: A.Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Santri, Kiai, Jadwal Kajian Mujahidin Cyber

Rabu, 20 Desember 2017

Pemuda Penting Hidupkan Kembali Peran dan Fungsi Masjid

Makassar, Mujahidin Cyber. Lembaga Takmir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM-PBNU) menggandeng Pengurus Cabang NU Kota Makassar,  mengadakan Pelatihan Pemuda Pelopor Tahun 2017 Provinsi Sulawesi Selatan, di Aula Masjid Syura, Jl. Sunu 3 Makassar, Senin (4/12).

Pelatihan ini dihadiri oleh beberapa organisasi banom NU dan pemuda remaja masjid mengangkat tema Revitalisasi Peran dan Fungsi Masjid sebagai Benteng Kedaulatan dan Pemakmuran NKRI.

"Kegiatan ini diikuti oleh 100 orang peserta yang berasal dari berbagai organisasi kepemudaan, seperti Ansor, IPNU, IPPNU,  dan Fatayat serta remaja-remaja masjid se Kota Makassar," ungkap Ketua Panitia, Hasnawi Makkatutu saat menyampaikan laporannya.

Pemuda Penting Hidupkan Kembali Peran dan Fungsi Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Penting Hidupkan Kembali Peran dan Fungsi Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Penting Hidupkan Kembali Peran dan Fungsi Masjid

Ketua PCNU Makassar yang juga Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, H. Abd Wahid Thahir, yang membuka acara tersebut dalam sambutannya mengungkapkan, revitalisasi artinya menghidupkan kembali. Menurutnya pemuda saat ini mulai mati dalam menjaga kedaulatan dan memakmurkan NKRI.

"Dengan adanya kegiatan ini merupakan sebuah bentuk keprihatinan terhadap masjid dan remaja masjid serta pemuda sekarang ini yang ada, di mana remaja masjid sekarang ini banyak melakukan kajian-kajian di luar dari konsep Ahlussunnah wal jamaah atau paham paham yang merongrong kedaulatan NKRI," ujarnya.

Acara pembukaan ini ditutup dengan doa oleh Wakil Rais Syuriah PCNU Makassar, KH Abdul Mutthalib A. (Shaifullah Rusmin/Kendi Setiawan)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Kiai, Pahlawan, Makam Mujahidin Cyber

Jumat, 15 Desember 2017

Karya-karya KH Zainal Abidin Krapyak (1)

Selain keistiqamahan, almarhum KH Zainal Abidin Munawwir juga meneladankan semangat literasi. Membaca buku adalah aktivitas yang sangat ia  anjurkan bagi para santri. Di samping itu, ia  meninggalkan beberapa karya dalam berbagai disiplin ilmu agama. Di antaranya:

1. Wadhaifu al-Muta’allim.
Karya-karya KH Zainal Abidin Krapyak (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Karya-karya KH Zainal Abidin Krapyak (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Karya-karya KH Zainal Abidin Krapyak (1)

Kitab ini menjadi petunjuk teknis bagi para penuntut ilmu. Mbah Zainal menerangkan bagaimana semestinya seorang pelajar berniat, berperilaku, bergaul, belajar dan berdoa. Ia mengingatkan bahwa ilmu bukan sekadar asupan bagi akal, tak hanya pengisi kepala, tetapi juga muatan batin yang harus membekas dalam perilaku keseharian. 

Mbah Zainal membuka pembahasan di awal bab dengan urgensi niat dalam menuntut ilmu. Ketakwaan harus didasari dengan ilmu, sedangkan ilmu semestinya mengantar penuntutnya menuju ketakwaan. 

Mujahidin Cyber

Di dalam 4 bab dengan 32 sub-bab, kitab ini menunjukkan betapa pentingnya keridhaan orang tua bagi seorang pelajar dalam proses belajar. Bagaimana seharusnya seorang pelajar berperilaku di dalam maupun di luar kegiatan pembelajaran, baik bersama guru maupun kawan-kawannya. Serta apa yang harus diupayakan oleh seorang pelajar dalam aspek spiritual melalui munajat di kala sendiri. 

Mujahidin Cyber

Selesai ditulis pada 10 Muharram 1384 H, kitab setebal 85 halaman ini mengambil referensi dari beberapa kitab besar, seperti al-Jami’us Shaghir karya as-Suyuthi, Manhaj Dzawin Nadzar karya Syekh Mahfudh at-Tarmasi, Ihya’ ‘Uluumiddiin karya al-Ghazali, dan ‘Umdatul Qari karya al-Badru al-‘Ayni. 

2. Al-Muqtathafaat. Sebanyak 568 untai hadits tersusun dalam al-Muqtathafat fi Jami’i Kalaamihi Shalla Allahu ‘Alayhi wa Sallam. Keseluruhan hadits ini dipilih oleh Mbah Zainal dari kitab al-Jami’us Shaghir karya al-Imam al-Hafidh Jalalud -Din as-Suyuthi beserta kitab syarahnya, Faidhul Qadir, karya al-Manawi.

Juz awal kumpulan hadits ini selesaiditulispada 1 Ramadhan 1388 H dalam kitab setebal 197 halaman ini tercantum hadits-hadits Rasulullah dari abjad alif sampai tsa. Setiap nomor berisi redaksi matan hadits, kode periwayat, serta sekilas penjelasan hadits tersebut. 

3. Al-Furuuq. Apa bedanya aqiqah dan qurban? Apa pula bedanya bay’u dan ijaroh? Lalu bagaimana perbedaan jizyah, hadanah dan aman? Tak sedikit dari kita yang kebingungan saat membedakan istilah-istilah teknis peribadatan tersebut, baik mahdhah maupun muamalah. 

Inilah keunikan kitab al-Furuuq susunan Mbah Zainal. Berisi 40 poin tentang definisi dan diferensiasi istilah-istilah syari’at yang tampak serupa tetapi berbeda. Semua istilah tersebut mengacu pada al-Asybah wan Nadzair karya as-Suyuthi. Sebagaimana dalam kitab-kitabnya yang lain, pembahasan dalam kitab yang selesai ditulis pada 15 Sya’ban 1378 ini juga singkat, padat dan tidak bertele-tele. 

4. Taariikhu al-Hadharati al-Islamiyyah. Di dalam kitab ini, Mbah Zainal benar-benar menunjukkan bahwa Islam bukan hanya agama tauhid dan fitrah, tetapi juga agama akal dan ilmu. Penghargaan yang tinggi dari Islam terhadap ilmu menjadi pemantik kemajuanumat Islam dalam berbagai bidang. Demikian arah penekanan Mbah Zainal. 

Perjalanan keilmuan dalam peradaban Islam tertoreh dalam kitab ini mulai dari zaman Rasulullah hingga masa ‘Abbasiyyah II. Mulai dari ilmu-ilmu pokok agama hingga ilmu-ilmu alam dan terapan. Mbah Zainal mengemukakan tiga kategori ilmu menurut wilayah kajiannya, yakni al-‘ulumus syar’iyyah, al-‘ulumul lisaaniyyah dan al-‘uluumul kauniyyah.

Dalam bab al-‘ulumus syar’iyyah, Mbah Zainal mengelompokkan tafsir, hadits , ushul fiqh, fiqh, dan kalam. Adapun ilmu nahwu, sharaf, matnul lughah, ‘arudh, balaghah, sastra dan tarikh digolongkan dalam al-‘ulumul lisaaniyyah. Sedangkan kedokteran, astronomi, matematika, kimia dan geografi termasuk dalam kategori al-‘uluumul kauniyyah. Masing-masing cabang ilmu tersebut diterangkan secara gamblang berikut perkembangan dan tokoh-tokohnya. 

Di paruh kedua kitab, tercatat kemajuan peradaban bangsa Arab setelah kedatangan Islam, pengaruh ilmu dalam peradaban, serta beberapa penjelasan atas prinsip dasar peribadatan dalam Islam. Di akhir kitab , Mbah Zainal membubuhkan tiga data informatif singkat. Yakni Awwaliyyat, berisi 20 nama pelopor dalam berbagai hal. Ada pula Sijillut Tasyrii’, mencatat 17 peristiwa penting dalam 8 tahun hijriah. Dan al-Maqaadir, tentang ukuran-ukuran perhitungan syariat dengan perbandingan modern. 

Dari tarikh yang tertera dalam keempat karya di atas, maka dapat diketahui bahwa Mbah Zainal menuliskannya pada saat ia belum genap 40 tahun. Dengan ukuran saat itu, sekitar 50 tahun yang lalu, tentu kitab-kitab ensiklopedis karya Mbah Zainal di atas termasuk barang langka dan bermutu. Karya-karyanya yang lain semisal Kitaabu al-Shiyam, Masaailu al-Waqi’iyyah, Majmu’u al-Rasail, Al-Ta’riifu bi Ahli al-Sunnatiwa al-Jama’ah, dan Manaasiku al-Hajjakan dibahas dalam kesempatan selanjutnya. Insyaallah. (Zia UlHaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kiai, Bahtsul Masail, Hadits Mujahidin Cyber

Rabu, 13 Desember 2017

Peringati Hari Santri 2017, Sako Maarif Pringsewu Gelar Perkemahan

Pringsewu, Mujahidin Cyber - Satu Hati, Satu Janji Pramuka Maarif Terwujud Dalam Satya Dharma Bhakti. Inilah tema besar yang diangkat Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Maarif Kabupaten Pringsewu dalam Kegiatan Perkemahan Maarif Cabang (Permacab) dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2017.

Ketua Sako Maarif Pringsewu Mustangin menjelaskan Permacab yang akan digelar ketiga kalinya ini akan digelar di Kompleks Gedung NU Pringsewu selama 3 hari mulai 20 sampai dengan 22 Oktober 2017.

Peringati Hari Santri 2017, Sako Maarif Pringsewu Gelar Perkemahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Santri 2017, Sako Maarif Pringsewu Gelar Perkemahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Santri 2017, Sako Maarif Pringsewu Gelar Perkemahan

"Permacab III akan diikuti oleh Pramuka Penggalang dan Penegak dari Madrasah dan Sekolah di Kabupaten Pringsewu dengan masing-masing mengirimkan 1 regu putera dan 1 regu puteri dengan setiap regu terdiri dari 8 orang," jelasnya setelah Rapat Panitia Kegiatan di Gedung NU, Ahad (8/10).

Mujahidin Cyber

Selain memperingati HSN 2017, perkemahan ini diharapkan mampu meningkatkan apresiasi kaum muda terhadap gerakan pramuka. "Kita menginginkan Pramuka Sako Maarif mengembangkan nilai-nilai Sesosif yaitu spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisikal," harapnya.

Dalam kegiatan tersebut tuturnya, akan digelar berbagai kegiatan dan lomba di antaranya lomba pionering, MTQ, tahlil, pidato, baris berbaris dan hadrah.

Mujahidin Cyber

"Puncak acara ini akan ditutup dalam upacara peringatan HSN yang akan dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Pringsewu sekaligus pengumuman pemenang perlombaan," jelasnya.

Permacab kali ini menurutnya juga merupakan ajang persiapan dan seleksi bagi pramuka Pringsewu untuk menghadapi Perkemahan Wirakarya Maarif Nasional (Perwimanas) 2018 yang akan dilaksanakan di Provinsi Lampung.

"Lampung akan menjadi tuan rumah Perwimanas 2018. Untuk dikabupaten mananya masih dalam proses penentuan. Kalaupun nantinya ditempatkan di Kabupaten Pringsewu, Insyaallah kami siap," tegasnya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kiai, Makam, Pondok Pesantren Mujahidin Cyber

Selasa, 05 Desember 2017

Ketika Menteri Susi Bicara Islam Moderat dan Ekstremisme

Jakarta, Mujahidin Cyber. Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti mengharapkan Islam yang moderat di Indonesia yang menjadi negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, perlu dijaga.

"Indonesia juga perlu konsiten menjaga sistem moderasi karena kalau sampai lengah dapat menyebabkan ekstremisme. Tidak ada yang menginginkan ini terjadi," kata Susi dalam Forum Perdamaian Dunia (World Peace Forum/WPF) ke-6 di Jakarta, Kamis (3/11).

Ketika Menteri Susi Bicara Islam Moderat dan Ekstremisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Menteri Susi Bicara Islam Moderat dan Ekstremisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Menteri Susi Bicara Islam Moderat dan Ekstremisme

Dia menilai Indonesia, yang lebih dari 80 persen penduduknya beragama Islam, terbukti mengakomodasi perbedaan dengan baik.

"Ini adalah tugas kita bersama meyakinkan bahwa tidak ada yang menganggu, mengacaukan, memengaruhi atau memicu ancaman terhadap perdamaian dan kemoderatan. Ekstremisme tidak boleh tumbuh di negeri ini," tegas Susi.

Mujahidin Cyber

Indonesia juga wajib mempromosikan kemoderatan sekaligus mendukung setiap negara menjalankan kedaulatan dalam menyejahterakan rakyatnya, mengingat salah satu ancaman ekstremisme muncul akibat kondisi ekonomi yang buruk seperti pada negara yang gagal menyediakan kebutuhan dasar warganya.

Susi berpesan, setiap negara bangsa harus mampu menjaga komunikasi untuk bekerja sama mengentaskan kemiskinan dan membangun pondasi ekonomi dunia.

"Kalau saling menghargai dan toleransi terjadi, negara dapat menyejahterakan keluarga dan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda untuk memahami perbedaan dan belajar toleransi," kata Susi. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Sunnah, Kiai Mujahidin Cyber

Selasa, 28 November 2017

Pesantren Nuris Tekankan Akhlaq, Baru Sains

Jember, Mujahidin Cyber

Tak bisa dipungkiri bahwa kecerdasan adalah sebuah kebanggaan. Prestasi yang melangit adalah suatu kehormatan. Namun cerdas dan berprestasi saja tidak cukup jika tidak diiringi dengan akhlak yang mulia dan ketaatan menjalankan perintah Allah, khususnya shalat. Inilah yang sesungguhnya menjadi ruh dari Masa Bimbingan Santri (Mabisa) Pondok Pesantren Nuris, Antirogo, Jember, Jawa Timur.?

Pesantren Nuris Tekankan Akhlaq, Baru Sains (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nuris Tekankan Akhlaq, Baru Sains (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nuris Tekankan Akhlaq, Baru Sains

Mabisa diperuntukkan bagi ? seluruh siswa baru lembaga formal Nuris. Bahasanya memang menggunakan bimbingan santri, karena semua peserta didik lembaga Nuris yang meliputi MTs, SMP, SMA, SMK dan MA –kecuali MI-- mulai tahun ini diwajibkan mondok.?

"Kebijakan ini untuk memudahkan bimbingan sekaligus kontrol terhadap semua peserta didik Nuris. Karena wali murid telah memasrahkan kepada kami untuk mendidik anaknya, dan kami merasa mempunyai tanggung jawab yang besar untuk itu," tukas Gus Robith Qashidi salah seorang pengasuh Pesantren Nuris kepada Mujahidin Cyber di sela-sela Mabisa Nuris, Ahad (24/7).

Jumlah siswa/santri baru Nuris tahun ini mencapai 1.200 orang sehingga total santri Nuris mencapai 300-an. Santri-santri baru itu menjalani Mabisa selama 2 pekan. Mabisa difokuskan pada dua hal. Pertama, pengenalan dan pengamalan akhlak-akhlaq mulia dengan mengaji kitab Tarbiyatus Shibyan. Kitab karangan KH Habibullah Rois itu sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh KH Muhyiddin Abdusshomad sekaligus digubah dalam bentuk nadzom syair sehingga enak didengar. Kedua, pengenalan dan pemantapan praktek shalat sesuai dengan tata cara shalat ala Ahlussunah wal Jamaah. Jadi, kata kunci dalam menimbu ilmu di Nuris adalah mantap akhlak dan shalatnya dulu, baru belajar sains, ilmu sosial dan sebagainya.?

Mujahidin Cyber

"Saya meyakini, jika akhlaknya sudah baik dan shalatnya juga benar, insyaallah para santri mudah menerima pelajaran," jelas Gus Robith.

Selain itu, dalam Mabisa, para santri baru juga dilatih kedispilinan, misalnya baris-berbaris dengan mendatangkan pelatih dari korps TNI. Materi-materi umum, termasuk soal narkoba juga menjadi sajian dalam Mabisa Nuris.

Mujahidin Cyber

Sejauh ini, Nuris merupakan ? pesantren yang tetap berpegang teguh dengan cita-cita awal pesantren, yaitu pembina akhlak. Namun bersamaan dengan itu, Nuris tak pernah telat untuk mengakses hiruk-pikuk dunia luar sehingga selalu bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman. Banyaknya santri Nuris yang meraih prestasi, mulai dari lomba robot hingga sepak bola merupakan bukti yang menahbiskan Nuris sebagai ? pesantren idaman. (Aryudi A. Razq/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Lomba, Kiai Mujahidin Cyber

Minggu, 26 November 2017

Lembaga Wakaf dan Pertanahan NU Luncurkan Gerakan Wakaf Uang

Jakarta, Mujahidin Cyber - Pengurus Pusat Lembaga Wakaf dan Pertahanan Nahdlatul Ulama (LWP NU) mencanangkan Gerakan Wakaf Uang Sejuta Nahdliyin (Gerwaku Sena) di Jakarta, Senin (1/2) siang. Gerakan ini menyerukan penggalangan wakaf uang minimal sebesar Rp 10.000 per bulan bagi warga NU.

Ketua PP LWP NU H Mardini berharap Rais ‘Aam, Ketua Umum PBNU, dan pengurus NU di mana saja turut mengampanyekan gerakan wakaf uang ini.

Lembaga Wakaf dan Pertanahan NU Luncurkan Gerakan Wakaf Uang (Sumber Gambar : Nu Online)
Lembaga Wakaf dan Pertanahan NU Luncurkan Gerakan Wakaf Uang (Sumber Gambar : Nu Online)

Lembaga Wakaf dan Pertanahan NU Luncurkan Gerakan Wakaf Uang

“Kita dari LWP NU berharap tidak terlalu muluk. Kami hanya ingin bagaimana nahdliyin mengeluarkan wakaf sebesar 10 ribu per bulan. Kalau jumlah ini dikalikan dengan 85 juta warga NU, sudah berapa per bulan?” kata H Mardini dalam sambutannya di Jakarta.

Mujahidin Cyber

Menurut H Mardini, wakaf uang berbeda dengan wakaf melalui uang. Gerakan wakaf uang ini merupakan wakaf berupa uang yang dikelola secara produktif dan hasilnya dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat. Sementara sejumlah uang yang diwakafkan tidak akan berkurang.

Sementara wakaf melalui uang, kata H Mardini, adalah wakaf barang yang penyerahannya dalam bentuk uang guna pembelian barang sehingga uang yang diwakafkan habis terpakai.

Mujahidin Cyber

Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menyambut baik peluncuran gerakan wakaf uang ini. Menurutnya, wakaf dan zakat merupakan instrumen kesejahteraan umat. Wakaf merupakan sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir.

Kiai Ma’ruf mengajak segenap warga NU untuk mendukung dan mengampanyekan gerakan wakaf uang ini.

“Kita akan kumpulkan dana abadi NU ini. Insya Allah kalau gerakan ini besar, dana yang terkumpul akan menjadi dana abadi NU untuk kemaslahatan umat Islam,” ujar KH Ma’ruf.

Dalam gerakan ini, LWP NU bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN)? syariah. Sementara hasil dari pengelolaan oleh BTN akan dimanfaatkan untuk sektor produktif umat.

Warga yang ingin berwakaf dapat menyetorkan uang wakafnya melalui kode bank 200 dengan nomor rekening 734 114 1926 atas nama Lembaga Wakaf Nahdlatul Ulama. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Humor Islam, Kiai Mujahidin Cyber

Jumat, 24 November 2017

Coba Mandiri, Pelajar NU Mojoduwur Luncurkan Badan Usaha Kecil

Jombang, Mujahidin Cyber - Pengurus harian Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Mojoduwur Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang tengah mengembangkan badan usaha rintisannya, Badan Usaha Milik Ikatan (BUMI). Mereka menjadikan badan usaha ini sebagai penyokong keuangan dan penguat kemandirian ekonomi organisasi.

Direktur Utama BUMI Nurul Mufidah mengatakan, pihaknya dari awal telah berkomitmen untuk mengembangkan badan usaha tersebut.

Coba Mandiri, Pelajar NU Mojoduwur Luncurkan Badan Usaha Kecil (Sumber Gambar : Nu Online)
Coba Mandiri, Pelajar NU Mojoduwur Luncurkan Badan Usaha Kecil (Sumber Gambar : Nu Online)

Coba Mandiri, Pelajar NU Mojoduwur Luncurkan Badan Usaha Kecil

Alhamdulillah kami sering melakukan konsolidasi dengan para pengurus BUMI. Di situ kami membahas kemajuan badan usaha ini. Termasuk agenda kami adalah pelatihan entrepeneur. Di situ kami melatih kader-kader pelajar berwirausaha agar mereka punya skil yang mumpuni dalam berwirausaha,” kata Nurul.

Menurutnya, BUMI sering mengirimkan delegasi dalam acara pelatihan wirausaha yang diadakan pihak luar.

Mujahidin Cyber

Badan usaha ini melayani transaksi penjualan pulsa all operator, kaos, cetak undangan, gantungan kunci, banner, batik dan lain sebagainya. Sabtu (17/9) mereka baru saja meluncurkan jasa desain, juga layanan perbaikan HP dan laptop.

Mujahidin Cyber

Ketika disinggung mengenai omset, rekanita yang juga siswi MA Roudlotul Ulum ini mengatakan, “Cukup untuk menghidupi organisasi. Alhamdulillah kalau untuk pulsa saja kami bisa untung Rp. 100.000,- per bulan. Itu belum usaha yang lain. Sistem kerja kami ada tiga. Misal, kalau sablon hasil penjualannya sebagian ada yang untuk belanja bahan, ada untuk rekan-rekan yang nyablon dan juga ada yang masuk kas.”

Sementara Ketua IPNU Mojoduwur Haidar mengatakan, kemajuan BUMI luar biasa. BUMI mengirimkan delegasi untuk mengikuti pelatihan direct selling dan online marketing di Jombang.

“Dari pengurus harian sendiri kami mendukung penuh kegiatan BUMI. Semoga organisasi ini benar-benar kuat secara ekonomi, juga dapat menjadikannya sebagai bekal dalam menghadapi MEA sekarang ini,” kata Haidar. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kiai, Hikmah Mujahidin Cyber

Rabu, 15 November 2017

Puasa, Perempuan, dan Menstruasi

Oleh Muhammad Ishom

Di bulan puasa perempuan umumnya menjalani kehidupan yang lebih berat dibandingkan hari-hari biasa. Sebagai ibu rumah tangga, perempuan dibuat paling repot terkait aktivitasnya menyiapkan makan sahur dan buka puasa. Keberadaannya sebagai perempuan membuat mereka tidak bisa lepas dari kodratnya, yakni menstruasi. Siklus bulanan ini memiliki konsekuensi tersendiri bagi perempuan dalam hubungannya dengan kewajiban berpuasa Ramadhan.

Puasa, Perempuan, dan Menstruasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Puasa, Perempuan, dan Menstruasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Puasa, Perempuan, dan Menstruasi

Biasanya begitu telah diketahui dan diyakini secara pasti bahwa besok pagi puasa dimulai, maka sejak sore atau malam hari ibu-ibu sibuk memikirkan menu apa yang akan dihidangkan untuk makan sahur. Pada dini hari mereka bangun paling awal untuk menyiapkan makan sahur bagi keluarga. Setelah segala sesuatunya siap, mereka membangunkan suami dan anak-anak untuk makan sahur bersama. Jika mereka ternyata bangun terlambat sehingga seluruh keluarga tidak berkesempatan makan sahur biasanya mereka menjadi pihak yang paling dipersalahkan.

Membangunkan anak-anak supaya ikut makan sahur tidak selalu mudah. Seringkali anak-anak sulit dibangunkan dan terkadang malah menangis karena masih mengantuk atau memang belum cukup memahami kewajiban berpuasa di bulan Ramdahan. Mereka yang masih kanak-kanak dan belum baligh tetapi sudah cukup besar, memang perlu dibangunkan untuk makan sahur. Ini dalam rangka mendidik dan melatih mereka berpuasa agar pada saatnya kewajiban berpuasa telah tiba mereka dapat melaksanakannya dengan baik. Kewajiban mendidik ini seringkali dipikul sendiri oleh perempuan tanpa keterlibatan suami karena banyak suami tidak sanggup membangunkan anak-anak. Mereka khawatir anak-anak rewel atau malah menangis ketika dibangunkan tanpa bisa menenangkannya.

Sehabis makan sahur, kadang-kadang suami dan anak-anak kembali tidur karena masih mengantuk. Ibu-ibu biasanya tetap berjaga hingga shubuh dan membangunkan suami dan anak-anak ketika adzan telah dikumandangkan. Jika mereka bangun kesiangan karena sang istri ternyata juga tertidur sehingga seluruh keluarga terlambat menjalankan shalat shubuh, lagi-lagi istri menjadi pihak yang dianggap paling bertanggung jawab.

Dari pagi hingga petang hari ibu-ibu harus mengawasi dan membimbing anak-anak menjalankan ibadah puasa. Kadang-kadang anak-anak rewel dan menangis ketika lapar dan dahaga mulai terasa. Mereka meminta agar diperbolehkan berbuka puasa pada saat itu. Menghadapi situasi seperti ini, ibu-ibu biasanya mencoba membesarkan hati anak-anak dengan memberikan dorongan dengan, misalnya, menjanjikan hadiah tertentu agar mereka termotivasi dan kuat menjalankan puasa secara sempurna hingga saat Maghrib tiba, atau biasa disebut “pasa ndina”.

Mujahidin Cyber

Jika “pasa ndina” dipandang kurang memungkinkan bagi anak-anak, ibu-ibu biasa melakukan tawar menawar. Misalnya dengan membujuk anak-anak untuk bertahan berpuasa hingga saat Dzhuhur tiba atau biasa disebut “pasa mbedug”. Dari “pasa mbedug” kemudian dilanjutkan dengan “pasa ngasar” dimana anak-anak diperbolehkan makan dan minun begitu terdengar adzan Dzuhur dan Ashar. Setelah selesai makan dan minum mereka harus kembali berpuasa hingga saat berbuka benar-benar telah tiba dengan dikumandangkannya adzan Maghrib.

Bisa dipastikan, ketika saat berbuka tiba, ibu-ibu adalah pihak yang paling repot karena harus memastikan bahwa seluruh anggota keluarga dapat berbuka puasa tepat pada waktunya. Keterlambatan dalam menyiapkan menu buka puasa, dapat membuat susasana rumah menjadi tidak kondusif. Suami bisa marah-marah dan anak-anak bisa menangis. Menu buka puasa yang kurang cocok dengan selera pun bisa menimbulkan masalah lain yang tidak menguntungkan perempuan. Jika budget untuk menu mencukupi tentu tidak banyak masalah muncul. Tetapi jika tidak, pastilah keadaan ini bisa membuat perempuan pusing tujuh keliling di bulan Puasa.

Mujahidin Cyber





Menstruasi dan “Buka Tutup”

Umumnya, masa suci bagi perempuan berkisar antara 15 hingga 24 hari setiap bulannya. Artinya bagi mereka yang masih usia subur sangat sulit untuk tidak berutang puasa Ramadhan yang durasinya 29 atau 30 hari. Menstruasi akan menghalangi mereka berpuasa terus menerus selama sebulan penuh. Bagi mereka, tidak berpuasa karena sedang cuti bulanan ini bukanlah sesuatu yang menggembirakan. Pasalnya, meski mereka tidak berpuasa dan secara teori bebas makan dan minum, dalam prakteknya mereka tidak bebas melakukan hal itu. Mereka harus sembunyi-sembunyi ketika makan dan minum dari pagi hingga Maghrib.

Keadaan seperti itu terjadi tidak saja karena mereka menyadari tidak pantas makan dan minum di depan orang yang sedang berpuasa, tetapi juga mereka merasa malu diketahui sedang menstruasi. Apalagi jika dikaitkan dengan bagaimana melatih anak-anak berpuasa, pasti sekali anak-anak melihat sang ibu makan dan minum di depan mereka, proses pembelajaran bisa kacau. Singkatnya, meskipun mereka tidak berpuasa, mereka harus berperilaku seperti berpuasa. Di luar bulan Ramadhan, mereka harus mengganti utang-utang puasanya pada saat kebanyakan orang tidak berpuasa.

Di saat itu, orang-orang bebas makan dan minum di depan mereka tanpa perasaan malu, apalagi perasaan bersalah, karena memang bukan di bulan Ramadhan. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi mereka karena situasi puasa tidak sekondusif dibandingkan dengan puasa di bulan Ramadhan. Yang terasa lebih berat lagi adalah ketika mereka mengalami apa yang disebut “buka tutup”, yakni suatu istilah yang cukup populer di kalangan mereka untuk mengungkapkan bahwa mereka tidak cukup beruntung terkait dengan ibadah puasanya. Mereka tidak memiliki kesempatan berpuasa, baik di awal maupun di akhir bulan Ramadhan, karena terhalang menstruasi. Secara otomatis utang puasa mereka akan cenderung lebih banyak dibanding mereka yang tidak mengalami “buka tutup”. Utang mereka bisa mencapai 10 - 15 hari.

Umumnya perempuan merasa kurang sreg menerima kenyataan “buka tutup”, tidak hanya karena harus menanggung utang puasa cukup banyak, tetapi juga disebabkan mereka tidak bisa ikut menyambut datangnya awal Ramadhan dengan berpuasa sebagaimana umumnya kaum Muslimin. Mereka seperti kehilangan momen-momen penting penuh rahmat di awal Ramadhan. Hal yang membuat mereka terkadang merasa sedih adalah ketika di akhir Ramadhan mereka juga tidak bisa menjalankan ibadah puasa.

Hal itu mengakibatkan mereka tidak bisa bergabung melaksanakan Shalat Iedul Fitri yang penuh suka cita itu. Mereka tidak bisa ikut mengumandangkan takbir dan tahmid bersama jamaah shalat Iedul Fitri di masjid atau di tempat lain. Apalagi ketika rangkaian shalat Ied diakhiri dengan saling berjabat tangan diantara para jamaah sebagai pertanda saling memaafkan dosa masing-masing, mereka merasa kehilangan kesempatan berharga dan mengharukan itu. "buka tutup" mereka rasakan sebagai suatu ketidak beruntungan (untuk tidak mengatakan kesialan).

Memang, bulan Ramadhan bagi perempuan sejatinya adalah bulan dimana kesabaran dan keikhlasan mereka menerima kodratnya – menstruasi - diuji dengan sebenarnya. Apalagi ketika datanganya menstruasi hanya beberapa menit saja menjelang berbuka. Mereka bisa menjerit meski mungkin hanya dalam hati karena jerih payah menahan lapar dan haus dari saat sahur hingga saat terakhir menjelang berbuka menjadi sia-sia karena puasanya menjadi batal.

Namun demikian, mereka tentu ikhlas menerima kodratnya. Hanya masalahnya banyak laki-laki meremehkan hal itu dan menganggap perempuan tidak bisa setara apalagi lebih tinggi dari pada kaum Adam disebabkan terutama karena menstruasi yang mereka alami. Padahal tidak ada yang bisa menjamin bahwa laki-laki mendapat pahala yang lebih banyak dari pada mereka hanya karena dapat menyelesaikan puasa Ramadhan secara penuh. Jika laki-laki mau jujur, mereka akan mengetahui bahwa di dalam dan di luar bulan Ramadhan banyak perempuan melakukan ibadah yang lebih banyak dari pada yang mereka lakukan.

Penulis adalah dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta?

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kiai Mujahidin Cyber

Rabu, 08 November 2017

Arsip NU Menuju Program Digitalisasi

Jakarta, Mujahidin Cyber. Perpustakaan PBNU yang bertempat di Kantor PBNU Jakarta Pusat sedang mengarah pada program digitalisasi arsip-arsip NU. Program digitalisasi sudah menjadi kebutuhan mendasar dalam merawat koleksi Perpustakaan PBNU.

Perihal itu disampaikan oleh Ketua Pengelola Perpustakaan PBNU Syatiri Ahmad kepada Mujahidin Cyber di Ruang Perpustakaan PBNU, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta Pusat, Kamis (14/3) siang.

Arsip NU Menuju Program Digitalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Arsip NU Menuju Program Digitalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Arsip NU Menuju Program Digitalisasi

“Dalam proses digitalisasi, kita terutama mendahulukan arsip-arsip primer NU seperti hasil Muktamar NU, Munas NU, dan putusan-putusan lain produk NU,” ungkap Syatiri Ahmad yang tengah menghadapi tumpukan majalah lama NU.

Syatiri Ahmad menambahkan usia organisasi NU tidak lagi muda. Sementara banyak dokumen-dokumennya sudah rapuh. Kalau tidak memiliki dokumen itu dalam bentuk digital, perpustakaan ini berisiko akan kehilangan isi dokumen itu selamanya.

Mujahidin Cyber

Kondisi fisik kebanyakan dokumen dan arsip NU itu sudah memperihatinkan. Kondisi demikian tidak memungkinkan bagi para pengunjung untuk mengakses fisik dokumen aslinya. Namun, dalam kondisi itu pengunjung masih tetap bisa mengakses dokumen itu dalam bentuk digital, tegas Syatiri Ahmad.

Syatiri Ahmad menyatakan selain mengawetkan dokumen lama NU, program digitalisasi juga memudahkan pengunjung perpustakaan dalam mengakses dokumen yang sama tanpa harus menunggu antrean pengunjung lain.

Mujahidin Cyber

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kiai, Nahdlatul Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock