Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Santri Ibarat Kuntul Penjelajah, Pencari Pengalaman

Pati, Mujahidin Cyber. Madrasah Aliyah NU Luthful Ulum Wonokerto Pasucen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah bekerja sama dengan Perpustakaan Mutamakkin Kajen menggelar bedah novel Kuntul Nucuk Bulan. Bedah novel tersebut mendaulat Farid Abbad sebagai narasumber.

Santri Ibarat Kuntul Penjelajah, Pencari Pengalaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Ibarat Kuntul Penjelajah, Pencari Pengalaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Ibarat Kuntul Penjelajah, Pencari Pengalaman

Farid, pada bedah novel Selasa (26/1), ini menjelaskan, kuntul adalah burung yang selalu terbang menjelajah ke berbagai tempat untuk mencari pengalaman dan ilmu baru. Burung itu tidak puas dengan apa yang diperoleh. Cita-citanya tidak bisa dibatasi karena sangat tingginya sehingga dikejar sepanjang hidup.

Novel ini, kata aktivis Lakpesdam NU Pati, ini mengisahkan seorang santri yang mempunyai cita-cita tinggi yang tidak patah semangat oleh berbagai kendala dan rintangan yang menghadang. Santri tersebut terus belajar dan berkarya untuk mencapai cita-citanya yang tinggi.

Mujahidin Cyber

Para pelajar sebagai generasi masa depan bangsa, lanjut Farid, harus menjadi sosok yang pantang menyerah. Pemuda harus terbang tinggi untuk meraih mimpi yang dicanangkan. Cita-cita tinggi inilah yang mendorong seorang pemuda untuk belajar secara rajin dan membekali diri dengan berbagai keterampilan hidup.

Mujahidin Cyber

Menurut Farid, alumnus Global University Libia, ini menjelaskan, salah satu keterampilan hidup adalah jurnalistik, kemampuan tulis menulis. “Untuk menjadi penulis hebat dibutuhkan ketekunan dan latihan terus menerus. Orang-orang besar, seperti Buya Hamka dan Pramodya,? mampu menghasilkan karya-karya besar di balik jeruji penjara. Begitu juga KH. MA. Sahal Mahfudh yang mampu menghasilkan karya yang menjadi karya internasional yang wajib dipelajari di Universitas Al-Ahqaf,” jelasnya.

Ia menganjurkan untuk penulis pemula agar menulis diary setiap hari. Misalnya setelah shubuh, waktu istirahat sekolah, dan lain-lain. Menulis ini? harus menjadi kebiasaan harian, sehingga lama-lama akan menjadi dokumen yang sangat berharga. Kebiasaan ini akan memperlancar kemampuan menulis. Menulis seperti mengalir deras tanpa ada ujungnya, karena ide-ide besar terus bermunculan tanpa henti.

Dalam rangka meningkatkan tradisi jurnalistik ini, MA NU Luthful Ulum selalu menerbitkan buku setiap tahunnya, seperti Mengibarkan Prestasi tahun 2014 dan Sayap-Sayap Rindu & Setitik Embun di Ujung Subuh tahun 2015.

Dalam tahun 2016 ini, madrasah berbasis pesantren ini mengadakan lomba cerpen internal untuk meningkatkan kemampuan siswa-siswi di bidang jurnalistik. Dengan menciptakan iklim kompetisi yang ilmiah, siswa-siswi akan mengeluarkan kemampuan terbaik untuk mengasah kemampuannya terus menerus untuk menggapai cita-cita yang tinggi.

Nur Alimah, selaku Waka Kesiswaan MA NU Luthful Ulum menjelaskan, kegiatan ilmiah, seperti bedah buku dan seminar remaja terus diadakan MA NU Luthful Ulum supaya siswa-siswi termotivasi mengejar cita-cita yang tinggi dengan usaha maksimal. (Jamal Mamur/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Jadwal Kajian Mujahidin Cyber

Rabu, 17 Januari 2018

Ini Tahap Pendaftaran Mudik Gratis Bareng NU 2017

Jakarta, Mujahidin Cyber. Sejak tahun 2010, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Takmir Masjid (LTM) konsisten melayani warganya saat pulang kampung tiba melalui program mudik gratis. Tahun 2017 ini, panitia menyediakan total 2400 kursi atau sekitar 40 bus menuju ke sejumlah kota di Indonesia.

Wakil Ketua LTM PBNU Ali Shobirin menjelaskan, tahun ini pihaknya mengambil tema mudik berkah bareng NU. Menurutnya, konsistensi program ini menunjukkan bahwa NU hadir untuk warganya di tengah biaya mudik yang makin mahal dan kurang terjangkau.

Ini Tahap Pendaftaran Mudik Gratis Bareng NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Tahap Pendaftaran Mudik Gratis Bareng NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Tahap Pendaftaran Mudik Gratis Bareng NU 2017

“Kami akan senantiasa hadir mendukung warga NU yang ingin pulang kampung bersilaturrahim dengan keluarga dan saudara,” ujar Ali Shobirin, Selasa (30/5) saat dimintai keterangan di Kantor LTM.

Ia menerangkan, ada tiga tahap terkait mekanisme mudik gratis ini. Pertama, pengambilan formulir pendaftaran dilakukan pada Sabtu, 3 Juni 2017 pukul 09.00 WIB di Gedung PBNU Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

Mujahidin Cyber

1. Peserta terlebih dahulu mengambil nomor antrian.

2. Menyerahkan fotokopi KTP dan kartu keluarga (KK).

3. Satu formulir berlaku untuk satu kursi/seat.

Mujahidin Cyber

4. Formulir diisi dengan mencantumkan: nama, nomor kontak, NIK KTP/KK, dan kota tujuan.

5. Calon peserta akan mendapatkan potongan resi formulir kepesrtaan untuk pengambilan tiket asli.

Kedua, penukaran/pengambilan tiket dilakukan pada Sabtu, 10 Juni 2017 mulai pukul 09.00-20.00 WIB bertempat di masjid An-Nahdlah Gedung PBNU Jakarta dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Menyerahkan resi formulir calon peserta+kupon infaq dari LAZISNU sebesar 30.000 per kursi/seat untuk ditukar dengan tiket asli.

2. Dalam tiket tertera nama, nomor kontak, tujuan, dan nomor kursi/seat.

3. Apabila penukran tiket tidak dilakukan sampai pukul 20.00 WIB, maka haknya sebagai peserta mudik gugur, kecuali ada pemberitahuan kepada panitia.

4. Tiket mudik tidak bisa dipindahtangankan. Jika peserta mudik membatalkan keberangkatannya, maka tiket tersebut wajib dikembalikan kepada panitian.

Ketiga, keberangkatkan seluruh pemudik/bus dipusatkan di halaman gedung PBNU Jalan Kramat Raya Nomor 164 Jakarta Pusat dibarengi dengan acara seremonial pelepasan oleh Pengurus PBNU.

Selain ketiga tahapan di atas, Ali Shobirin juga menerangkan tahap cadangan. Dalam tahapan ini, peserta yang tidak mendapat formulir pada Sabtu, 3 Juni 2017, maka boleh mendaftarkan diri sebagai calon Peserta Cadangan.

“Kepastian ketersediaan kursi untuk calon peserta cadangan akan diberitahukan pada Selasa, 13 Juni 2017 melalui WA atau SMS,” tandas Ali Shobirin. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Syariah, Aswaja, Jadwal Kajian Mujahidin Cyber

Senin, 15 Januari 2018

Indonesia-Yordania Siapkan Langkah untuk Kemerdekaan Palestina

Amman, Mujahidin Cyber. Kantor berita resmi Yordania, Petra, melaporkan bahwa Indonesia dan Yordania menawarkan solusi kunci bagi konflik panjang antara Israel dan Palestina.

Indonesia-Yordania Siapkan Langkah untuk Kemerdekaan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia-Yordania Siapkan Langkah untuk Kemerdekaan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia-Yordania Siapkan Langkah untuk Kemerdekaan Palestina

Komitmen tersebut muncul seiring dengan kunjungan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi pada Rabu kemarin di Amman, Yordania. Ia diterima langsung oleh Raja Yordania Abdullah II dan menteri luar negeri setempat, Ayman Safadi.

Dalam perbincangan antardua menlu, kedua negara mencermati pentingnya upaya terbaru untuk menghidupkan kembali perundingan damai berdasarkan solusi mereka yang mengarah pada penciptaan sebuah negara Palestina merdeka di perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem timur sebagai ibukotanya.

Kedua negara tersebut sepakat tentang pentingnya menjadikan Yerusalem sebagai pusat bagi dunia Arab dan Islam.

Mereka juga menyuarakan penolakan mereka terhadap semua tindakan sepihak Israel yang berusaha mengubah status quo dan situasi bersejarah di Yerusalem.

Mujahidin Cyber

Dalam hal ini, Ayman Safadi mengatakan, Yordania akan terus mengambil tindakan untuk melindungi tempat-tempat suci di Yerusalem dan menekankan pada peran bersejarah Yordania dalam hal ini.

Mujahidin Cyber

Kedua pihak juga menyerukan upaya intensif untuk memerangi terorisme dan radikalisme. Mereka menegaskan, terorisme bukan bagian dari agama atau peradaban apa pun. Indonesia dan Yordania menyadari akan perlunya usaha terus-menerus menghadapi ancaman global ini.

Yordania dan Indonesia akan menandatangani beberapa kesepakatan pada awal 2018 untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua Mahkamah Agung Yordania, Direktur Kantor Kerajaan Yordania, Duta Besar RI di Amman, dan delegasi yang mendampingi Marsudi. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pertandingan, Jadwal Kajian, Tokoh Mujahidin Cyber

Jumat, 12 Januari 2018

Seluruh Persidangan Muktamar NU Didokumentasikan

Surabaya, Mujahidin Cyber. Panitia Muktamar Ke-33 NU tengah mempersiapkan segala perlengkapan dokumentasi. Dengan persiapan itu, mereka menginginkan setiap persidangan yang membahas kebijakan organisasi maupun permasalah hukum agama masuk dalam dokumantasi.

Seluruh Persidangan Muktamar NU Didokumentasikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Seluruh Persidangan Muktamar NU Didokumentasikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Seluruh Persidangan Muktamar NU Didokumentasikan

"Setidaknya ada 6 handycamp yang akan digunakan untuk merekam seluruh persidangan selama muktamar," kata Afif Amrullah kepada Mujahidin Cyber, Rabu (54/2).?

Sekretaris Panitia Daerah (Panda) Muktamar divisi dokumentasi ini menegaskan, ada 6 kru yang akan disiapkan di empat pesantren yang dijadikan sebagai lokasi sidang.

Mujahidin Cyber

Kebutuhan merekam seluruh sidang sebagai sarana untuk menjadi bukti sejarah bagi pelaksanaan muktamar kali ini. "Agar para pengurus, warga NU dan juga pengamat yang memiliki perhatian kepada dinamika jamiyah ini dapat mengetahui secara detil jalannya persidangan," kata alumnus pascasarjana UIN Sunan Ampel ini.

Seluruh kebutuhan dokumentasi ini telah disetujui pada rapat gabungan Panda Muktamar di aula PWNU Jatim, Selasa (24/2) petang kemarin.

Mujahidin Cyber

"Dokumentasi yang disetujui saat rapat gabungan adalah berupa video maupun foto kegiatan selama sidang berlangsung," kata Afif. Dengan demikian, panitia akan memiliki dokumentasi yang memadai dalam merekam seluruh jalannya persidangan.

Bila tidak ada perubahan, pesantren Tebuireng Cukir akan digunakan untuk rapat komisi rekomendasi. Sedangkan pesantren Darul Ulum Peterongan membahas komisi program, dan komisi organisasi di pesantren Mambaul Maarif Denanyar. Untuk komisi bahtsul masail diniyah waqiiyah, maudluiyah, serta qonuniyyah dipusatkan di pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

"Ini masih akan dibicarakan lebih teknis lagi karena mempertimbangkan lokasi peserta dan ketersediaan gedung yang memungkinkan untuk menampung para peserta sidang," pungkasnya. (Syaifullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Jadwal Kajian, Sholawat, Pertandingan Mujahidin Cyber

Selasa, 09 Januari 2018

PCNU Waykanan Promosikan BPUN di Sejumlah Madrasah

Waykanan, Mujahidin Cyber. Ketua PCNU Waykanan KH Nur Huda mendukung Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) yang ditangani Yayasan Mata Air dan GP Ansor lokal. Karenanya, Kiai Huda turun di sejumlah pesantren dan madrasah aliyah di daerah setempat.

PCNU Waykanan Promosikan BPUN di Sejumlah Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Waykanan Promosikan BPUN di Sejumlah Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Waykanan Promosikan BPUN di Sejumlah Madrasah

"Gambaran mengenai BPUN sudah jelas dan maslahat bagi generasi muda NU sehingga wajib bagi kami untuk turun tangan membantu anaknya (GP Ansor) mempromosikan program pendidikan ini," ujar Kiai Huda di Blambangan Umpu, Jumat (30/10).

Sebagai program, BPUN Mata Air memberi harapan kepada pelajar kurang mampu untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui pendampingan di bidang akademik, pernguatan keterampilan dan akses beasiswa studi di PTN.

Mujahidin Cyber

Didampingi Ketua GP Ansor Gatot Arifianto, Kiai Huda turun antara lain di MA Raudlatul Mutaallimin di kecamatan Kasui, Waykanan.

Mujahidin Cyber

Kiai Huda menyerahkan video pelaksanaan Sanlat BPUN, baik di Waykanan 2015 dan dari Yayasan Mata Air. (Disisi SF/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Jadwal Kajian, Humor Islam, Amalan Mujahidin Cyber

Minggu, 07 Januari 2018

Tradisi Aswaja Wajib Dipertahankan Sampai Kapanpun

Demak, Mujahidin Cyber. Ajaran Ahlusunnah wal Jama’ah (Aswaja) yang melekat pada tradisi NU seperti tahlil dan maulid nabi wajib dipertahankan sampai kapanpun dan dimanapun. Warga tak perlu mendengarkan celotehan kelompok wahabi seperti MTA.

Tradisi Aswaja Wajib Dipertahankan Sampai Kapanpun (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Aswaja Wajib Dipertahankan Sampai Kapanpun (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Aswaja Wajib Dipertahankan Sampai Kapanpun

Demikian disampaikan ketua PCNU Demak KH Musyadad Syarif  pada acara Halal Bihalal dan pengajian akbar yang diselenggarakan oleh MWCNU Mranggen di lapangan desa Kembang Arum Kecamatan Mranggen Demak Jateng, Ahad 25/8 kemarin.

Mengumandangkan maulid nabi dan tahlil, menurut Musadad, merupakan bentuk dan cara meneguhkan eksistensi paham dan ajaran Aswaja di kalangan warga NU, dikarenakan Aswaja sudah ada sebelum adanya NU di bumi pertiwi.

Mujahidin Cyber

“Kenapa Aswaja harus dipertahankan NU, karena aswaja ada sebelum NU terbentuk dan menjadi idiologinya,” tutur Kiai Musadad.

Mujahidin Cyber

Menyinggung aksi damai yang di lakukan oleh Ansor dan Banser pada 22 Agustus lalu, ketua NU itu menyampaikan tindakan Ansor Banser sudah dianggap tepat dikarenakan akan dideklarasikannya MTA di desa Kedondong yang membawa ajaran sesat dan bertentangan dengan Aswaja.

“Dalam kondisi Demikian NU melalui Ansor dan Banser sebagai organisasi wajib turun gunung dengan cepat sigap dan tanggap untuk mencegah kegiatan MTA yang membuat lingkungan tidak kondusif,” tegas Musadad

Sementara itu ketua panitia H Slamet menyampaikan kegiatan MWC untuk mengumpulkan warga NU melalui Halal Bi Halal dan pengajian akbar sebagai sarana untuk membumikan Aswaja di bumi Demak,

“Alhamdulillah banyak yang hadir, dengan kehadiran mereka kita bisa menyampaikan pesan organisasi,” jelas H Slamet.

Menurut Mantan Ketua PAC Ansor Mranggen itu, pengajian akbar dan halal bi halal tersebut hasil kerjasama antara MWCNU Mranggen dan Rumah Sakit  NU Demak, bahkan sampai tim medis juga diterjunkan saat acara berlangsung.

Redaktur   : A. Khoirul Anam

Kontributo: A.Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Santri, Kiai, Jadwal Kajian Mujahidin Cyber

Jumat, 05 Januari 2018

Komunitas Pegon Temukan Karya Syekh Nahrawi di Banyuwangi

Banyuwangi, Mujahidin Cyber - Salah seorang ulama Nusantara yang terkemuka pada akhir abad XIX di Haramain adalah Syekh Nahrawi Al-Banyumasi. Ia adalah guru besar di Masjidil Haram yang semasa dengan Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi dan Syekh Mahfudz Termas.

Ulama asal Banyumas ini juga merupakan guru pendiri NU KH Hasyim Asyari dan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan semasa keduanya belajar di Mekkah.

Komunitas Pegon Temukan Karya Syekh Nahrawi di Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Komunitas Pegon Temukan Karya Syekh Nahrawi di Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Komunitas Pegon Temukan Karya Syekh Nahrawi di Banyuwangi

Sayangnya, kiprah Syekh Nahrawi yang cukup masyhur pada masanya itu, laksana hilang terkubur pada masa kini. Tak banyak catatan yang menulis tentang biografinya atau karya-karyanya.

Mujahidin Cyber

Direktur Islam Nusantara Center (ICN) Ahmad Ginanjar Syaban dalam bukunya yang terbaru, Mahakarya Islam Nusantara (2017), hingga saat ini, masih belum menemukan karya intelektual Syekh Nahrawi.

Amirul Ulum, salah seorang penulis biografi ulama Nusantara, juga tak mencantumkan satu judul pun karya Syekh Nahrawi saat mengupas biografinya. Dalam bukunya, Ulama-Ulama Aswaja Nusantara yang Berpengaruh di Negeri Hijaz (2015), ia hanya menulis tentang Syekh Nahrawi sebagai guru besar di Masjidil Haram dan mursyid tarekat Syadiliyah. Tak disinggung sedikitpun tentang karyanya.

Mujahidin Cyber

Di tengah "hilangnya" jejak intelektual putra KH Harja Muhammad itu, Komunitas Pegon berhasil menemukan sebuah karya intelektual Syekh Nahrawi. Komunitas yang bergerak di dalam mendokumentasi dan memublikasi sejarah pesantren dan NU di Banyuwangi itu, menemukannya dari koleksi kitab KH. Abdullah Faqih, Cemoro, Songgon.

"Kami menemukannya saat memeriksa empat kardus dari tujuh kardus kitab peninggalan Kiai Faqih Cemoro," kata Koordinator Komunitas Pegon Ayung Notonegoro saat ditemui di markasnya yang berada di kompleks Kantor PCNU Banyuwangi, Senin (10/7).

Kitab langka ini, terang Ayung, merupakan catatan (ta‘liq) dari Risalah Istiarat karya Syekh Ahmad bin Zaini Dahlan al-Makki, salah seorang mufti Mekkah dari madzab Syafi’iyah yang menjadi guru para ulama besar di Indonesia. Termasuk juga Syekh Nahrawi sendiri. "Kitabnya hanya terdiri dari 8 halaman," tutur Ayung.

Kitab ini, diterbitkan oleh Mathbaah Taraqi Al-Majidiyah al-Utsmaniyah di Mekkah pada 1331 H atau sekitar 1912 M. Penerbit ini, dikenal sebagai pencetak utama karya-karya ulama Nusantara di Mekkah yang dimiliki oleh adik ipar Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi. "Di dalamnya tidak ada keterangan kapan Syekh Nahrawi memulai ataupun menyelesaikan karyanya tersebut," kata Ayung.

Dengan penemuan kitab langka ini di Banyuwangi, Ayung meyakini bahwa keterlibatan ulama-ulama Banyuwangi pada awal abad ke-20 telah berjejaring dengan ulama lainnya. Tidak hanya di Nusantara, tapi juga di dunia.

"Banyak sebenarnya, kiai-kiai Banyuwangi pada masa awal abad ke-20 yang telah berjejaring dengan ulama-ulama besar Nusantara, bahkan hingga ke Haramain. Selain Kiai Faqih, ada juga Kiai Saleh Lateng, Kiai Syamsuri Singonegaran dan juga Kiai Manan Berasan," jelasnya.

Tetapi, keluh Ayung, kiprah para kiai Banyuwangi tersebut tak banyak terungkaps sehingga kiprah kiai Banyuwangi seolah tak ada dalam perbincangan khazanah Islam Nusantara di Indonesia.

"Atas keprihatinan ini, kami menginisiasi Komunitas Pegon," pungkasnya. (M Sholeh Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Jadwal Kajian Mujahidin Cyber

Selasa, 02 Januari 2018

PB PMII Beri Bantuan Rp180 Juta untuk Rohingya dan Pengungsi Gunung Agung

Jakarta, Mujahidin Cyber. Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menyerahkan uang total Rp180.000.000 kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui NU Care-LAZISNU sebagai bentuk bantuan kemanusiaan untuk etnis Rohingya dan pengungsi Gunung Agung, Bali.

Penyerahan bantuan diwakili oleh Sekretaris Jenderal bersama Bendahara Umum PB PMII Muhamad Risal kepada Ketua NU Care-LAZISNU Syamsul Huda di Lantai 2, Gedung PBNU, Selasa (3/10).

PB PMII Beri Bantuan Rp180 Juta untuk Rohingya dan Pengungsi Gunung Agung (Sumber Gambar : Nu Online)
PB PMII Beri Bantuan Rp180 Juta untuk Rohingya dan Pengungsi Gunung Agung (Sumber Gambar : Nu Online)

PB PMII Beri Bantuan Rp180 Juta untuk Rohingya dan Pengungsi Gunung Agung

Sekretaris Jenderal PB PMII Sabolah Al Kalamby, usai menyerahkan bantuan menyatakan, uang yang diserahkan kepada etnis Rohingya melalui NU Care-LAZISNU sebesar Rp125.000.000 dan Rp55.000.000 disalurkan untuk pengungsi Gunung Agung secara langsung.

Utusan PB PMII, Zeni Syargawi (Ketua Bidang Advokasi) dengan didampingi Azwardi Natta menyerahkan bantuan langsung senilai Rp55.000.000 untuk pengungsi Gunung Agung ke Dusun Karang Sidemen, Kabupaten Karang Asem, Bali di hari yang sama.

Sabolah menjelaskan, jumlah itu merupakan hasil penggalangan dana dari 25 cabang PMII se-Indonesia. Selain 25 cabang, masing-masing cabang se-Nusantara, juga melakukan aksi penggalangan dana. Menurutnya, mereka berinisiatif menyerahkan bantuan ke masing-masing PCNU sebagai langkah sinergi. 

Mujahidin Cyber

Harapannya dengan bantuan kemanusiaan itu, dapat meringankan beban serta kebutuhan etnis Rohingya yang saat ini banyak mengungsi ke Bangladesh. 

Aksi penggalangan dana serentak di seluruh Indonesia itu, tambah Sabolah, merupakan wujud komitmen PMII dalam melawan aksi kekerasan terhadap etnis Rohingya.

Mujahidin Cyber

“Ini aksi kemanusiaan kita lakukan di seluruh cabang di Indonesia, kita serahkan ke NU Care supaya segera didistribusikan kepada masyarakat Rohingya yang mengalami aksi kekerasan, aksi ini juga wujud komitmen kami melawan aksi kejahatan manusia dalam bentuk apapun,” tukas Sabolah.

Sementara itu, Ketua Umum PB PMII Agus M. Herlambang mengungkapkan apresiasinya atas kontribusi 25 cabang untuk aksi penggalangan dana. Tak hanya itu, Ia juga sangat bangga kepada seluruh kader di Indonesia yang telah bersusah payah melaksanakan aksi penggalangan di kampus-kampus, perempatan jalan dan di berbagai tempat lainnya. 

Agus berharap, seluruh kader PMII di Indonesia tidak hanya melakukan aksi penggalangan dana, tetapi juga menjadikan gerakan  itu sebagai momentum perlawanan terhadap aksi kekerasan dalam bentuk apapun. 

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada sahabat-sahabat se-Nusantara karena telah melakukan gerakan kemanusiaan. Semoga menjadi momentum dan komitmen seluruh kader untuk melawan aksi kejahatan kemanusiaan,” pungkas Agus.

Syamsul Huda, Ketua NU Care-LAZISNU menerima silaturahmi PB PMII dan berterimakasih atas kerja sama sahabat-sahabat PMII.

“Terimakasih sahabat-sahabat PMII atas kepercayaannya kepada NU Care-LAZISNU. Donasi akan disalurkan langsung oleh teman-teman LPBI NU yang memang fokus atas peristiwa di sana,” ucap Syamsul.

Syamsul juga menuturkan bahwa sinergi antara PMII dan NU Care – LAZISNU harus terus berjalan untuk kemajuan bersama. “Kita sama-sama menata langkah. Bersinergi secara simultan, terencana, dan massif,” tuturnya.

Pengumpulan dana berasal dari cabang-cabang yaitu Lampung Utara, Pinrang, Kota Makasar, Pare-pare, Kabupaten Buol, Lombok Tengah, Palangkaraya, Lumajang, Kabuapten Seram Bagian Timur, Bulungan, Batanghari, Dompu, Manado, Kota Serang, Kabupaten Sumbawa Barat, Sumbawa, Seruyan, Lubuklinggau, Sampit, Kota Sorong, Martapura, Lombok Timur, Kabupaten Takalar, Pamekasan, dan Kabupaten Pati. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Jadwal Kajian, Berita Mujahidin Cyber

Selasa, 12 Desember 2017

Muallim Syafii dan Kitab Terjemahan

Matahari dipaksa berkemas oleh petang. Satu keluarga kecil petani Tebet-Jakarta Selatan, di sela kesibukan matahari, beriringan membelah hamparan sawah. Mereka meluncur tanpa sebuah kesulitan yang penting.

Luas sawah yang membuat putus asa para pemantau, tetap memeluk tepi sebagai nasib. Apa maunya sawah yang tidak bertepi? Lebih baik ia gulung tikar ganti profesi menjadi cakrawala keheningan.

Sementara di satu sudut sawah dua jejaka entah keturunan siapa menghalau kawanan kerbau yang sebentar sekali mogok berjalan. Tanpa pengalaman bergaul dengan hewan bau khas lumpur sawah itu, keduanya akan duduk frustasi menghitung langkah sang surya. Apa yang bisa dilakukan kalau kerbau mogok jalan lalu menegangkan otot pada empat kakinya di muka bumi? Artinya, mereka perlu memutar jalan untuk menaklukkan kerbau. Sedangkan mendorong kinerja perangkat kelurahan selalu ada jalan memutar, apalagi mendorong kerbau yang mogok.

Muallim Syafii dan Kitab Terjemahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muallim Syafii dan Kitab Terjemahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Muallim Syafii dan Kitab Terjemahan

Dengan kesabaran tiada tara, keduanya memandu kerbau masuk keluar kandang. Sabar bagi keduanya mengalahkan resep penyakit kulit yang diteriakkan tukang obat di pasar. Karena, menghadapi kerbau tidak serupa dengan mengatasi kudis, kurap, atau panau baik yang menjamur tahunan maupun baru berbulan madu.

Di sudut jalan pertemuan sawah, terdengar muallim Abdullah Syafi‘i mengajar para santrinya. Kalau dengar muallim Abdullah Syafi‘i mengeluarkan suara halilintar, itu bukan seperti barang baru di toko. Karena, muallim Abdullah Syafi‘I hampir setiap hari mengeluarkan suara kuat seakan tenggorokan yang hampir ikut keluar.

Tetapi sore itu cukup istimewa. Persis seperti kampung Bali Matraman yang dimasuki telepon yang terhitung langka di tahun 1960-an dan tahun 2000-an. Sore ini, ia tidak hanya main bentak. Muallim Abdullah Syafi‘i juga pakai acara banting-bantingan kitab segala. Membanting kitab bagi seorang guru Betawi, perkara langka dalam kurun satu abad sekalipun.

Mujahidin Cyber

Apa sebab muallim Abdullah Syafi‘i banting-banting kitab di hadapan santrinya. Banting kitab bagi kalangan muallim, sama bahayanya kalau si muallim membanting kartu domino atau remi di sudut pasar. Muallim Abdullah Syafi‘i membanting kitab Riyadlussholihin versi terjemahan.

Ia marah bukan lantaran kitabnya, tetapi lantaran menemukan kitab terjemahan itu di atas lekar salah seorang santrinya.

Lu bodo lantaran ini (kitab terjemahan). Lu itu santri, paham kagak lu! Kitab beginian cuma pantas buat orang umum, bukan spesialis kayak lu!” bentak Abdullah Syafi‘i dengan mata melotot.

Mendengar bentakan muallimnya, santri tersebut hanya terdiam menyadari kesalahannya. Menurut pemahaman santri pada umumnya, muallim punya pandangan yang jauh ke depan dan mengetahui apa yang terbaik bagi santrinya. Apa jadinya seorang santri kalau terus menggunakan kitab terjemahan? Selain tidak mengerti kitab lain yang belum diterjemahkan, ia pun tidak mengerti maksud pasti isi kitab tersebut.

Mujahidin Cyber

Cerita Singkat

KH Abdullah Syafi’i yang lazim dipanggil muallim Syafii? terlahir pada 10 Agustus 1910 di Bali Matraman, Tebet, Jakarta Selatan. Bapaknya bernama Syafi‘i bin Sairan, pedagang buah-buahan. Sementara ibunya bernama Nona binti Sya‘ari. Keduanya melahirkan Abdullah, Ruqoyyah, dan Aminah.

Abdullah muda perintis perguruan As-Syafi‘iyah Jakarta, menikahi Siti Rogayah, puteri KH Ahmad Mukhtar. Keduanya dikaruniai lima anak; Muhibbah, Tuty Alawiyah, Abdur Rasyid, Abdul Hakim, dan Ida Farida.

Ia yang lazim dipanggil ‘Dulloh’ pernah mengenyam pendidikan Sekolah Rakyat, SR selama dua tahun. Pada saat bersamaan, Dulloh berguru agama kepada banyak ustaz, guru, dan habib.

Guru-gurunya antara lain adalah mualim Mushonif, guru Abdul Majid, guru Marzuki, habib Ali bin Husein Al Attas, habib Alwi Al-Haddad, habib Salim bin Jindan, guru Mansur, habib Ali Kwitang.

Ia berjasa besar dalam pengembangan agama Islam di tanah Jakarta. Dakwahnya berkembang pesat. Ia dikenal sebagai penceramah andal. Dakwahnya ditunjang oleh Radio As-Syafiyah stasiun radio yang didirikannya.

Selain berdakwah, ia dikenal sebagai penulis yang produktif mulai dari kitab berbahasa Arab sampai berbahasa Melayu Jakarta. Ia wafat 3 September 1985. muallim Syafi’i dimakamkan di kompleks Perguruan Islam As-Syafi ‘iyah, Jatiwaringin, Pondok Gede. (Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Jadwal Kajian, Olahraga, Ulama Mujahidin Cyber

Rabu, 06 Desember 2017

Pergunu Bertekad Hadirkan Pendidikan Berkualitas dan Berkeadilan

Jakarta, Mujahidin Cyber. Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) terus memperkuat diri secara keorganisasian dengan menjalin kerja sama dengan beberapa pihak. Langkah ini dilakukan agar organisasi profesi guru di lingkungan NU ini dapat mengabdi lebih jauh untuk kepentingan pendidikan Indonesia.

Pergunu Bertekad Hadirkan Pendidikan Berkualitas dan Berkeadilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Bertekad Hadirkan Pendidikan Berkualitas dan Berkeadilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Bertekad Hadirkan Pendidikan Berkualitas dan Berkeadilan

“Alhamdulillah, semakin hari perkembangan PERGUNU semakin baik, meluas, dan mendapatkan respon positif dari berbagai pihak. Misalnya: di NTB, ada Guru Anggota PERGUNU yang mendapatkan hadiah Umroh dan Haji dari Pemda setempat,” ujar Habiburrahman, Koordinator Program PP Pergunu dalam kegiatan halal bihalal, Jumat (21/7) di Gedung PBNU Jakarta bertajuk Reorientasi Tata Kelolah Pendidikan Nasional yang berkualitas dan berkedilan.

Di Jawa Barat, terangnya, kerja sama dengan Al Irsyad Foundation Singapura dalam pengembangan pendidikan di Indonesia, di Jakarta semua PC sudah terbentuk hingga ke Pulau Seribu, dan masih banyak lagi lainnya.?

Tahun ini, jelas dia, Pergunu yang merupakan periode ke tiga, telah memberikan beasiswa S1 kepada seluruh anak negeri, perwakilan setiap Provinsi dan Utusan manca negara, nanti awal Agustus 2017 akan diserahkan kepada IKHAC untuk mengikuti mendidikan tinggi yang berbasis pesantren.?

“Ini merupakan kontribusi nyata Pergunu terhadap NU, Indonesia, dan Dunia. Kita doakan semoga calon mahasiswa beasiswa Pergunu kelak menjadi penerus bangsa yang cerdas, jujur, amanah, dan berkah,” kata Habiburrahman.

Mujahidin Cyber

Sampai saat ini, jelasnya, Pergunu telah berdiri di 394 Kota dan Kabupaten, dan telah memiliki lebih dari 4500 PAC. Upaya konsolidasi pada semua jenjang terus kami lakukan. dan kami mengajak kepada semua yang hadir untuk terus menggerakkan Pergunu hingga ke akan rumput.

Mujahidin Cyber

Berhubungan dengan Halaqoh Pendidikan sesi 3 ini, Pergunu menegaskan kembali menolak keras 5 hari sekolah atau full day school. Ke depan sesuai tema halaqoh ini, kita perlu menyuarakan adanya Reorientasi Tata Kelolah Pendidikan Nasional yang adil dan merata, non-dikotomik.

Hadir sebagai narasumber antara lain, KH Asep Saifuddin Chalim (Ketua Umum PP PERGUNU), H Suwendi (Aktifis Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah), Ilyas Indra Damarjati (Inisiator Gerakan Santri Wajib Kuliah). (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Jadwal Kajian Mujahidin Cyber

Selasa, 05 Desember 2017

Tarik-tarikan Agama

Oleh Aswab Mahasin

Orang hidup di dunia kalau tidak bijaksana, kurang bijaksana. Anehnya, ketidakbijaksaan itu terjadi di elemen lingkungan yang seharusnya bijaksana. Seperti agama, kitatahu sendiri, agama selalu menyerukan agar pemeluknya berprilaku bijaksana, tapi tidak sedikit yang berlaku tidak bijaksana, bukan begitu? Selain itu juga, di Al-Qur’an menyiratkan, agar dakwah para ustadz bijaksana dan berseru dengan bijaksana. Berarti, tidak ada paksaan dalam hal ini. Kalau ada yang maksa, berarti tidak bijaksana.

Tarik-tarikan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Tarik-tarikan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Tarik-tarikan Agama

Itulah bedanya hidup “di masa kini” dengan “demi masa kini”. Hidup di masa kini seharusnya saya, Andadan kamibisa menerima perbedaan, karena tidak mungkin, orang seantero dunia itu harus sama dengan kitasemua. Andatahu bukan, dunia ini cuma satu, masa orangnya mau jadi satu juga, padahal setiap orang pasti berbeda suku, budaya, ras, agama, dan pola pemikiran. Sepertinya kita “ngigau” kalau semuanya harus diseragamkan.?

Kata kiai saya, Tuhan juga merestui perbedaan, Tuhan tidak menghendaki umat yang satu, seperti di Al-Qur’an sudah jelas, “Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka berselisih pendapat.” (Lihat: QS. Hud [11]: 118)Sudah jelas bukan? Apalagi yang diributkan.?

Ayoo lah, kita memikirkan hidup yang lebih damai lagi, jangan hanya berpandangan pada hidup “demi masa kini” semata. Memang kita semua punya kepentingan pada hidup ini, entah itu kepentingan kelompok kita sebagai anak ideologis dari sebuah organisasi atau aliran, atau mungkin kepentingan diri kita sendiri. Tidak ada yang salah memperjuangkan itu semua. Namun, penyampainnya harus dilenturkan.?

Mujahidin Cyber

Susahnya lagi, saya kemaren dapat informasi, sekarang ini fenomena “otoritas baru” sedang merebak di masyarakat, berkaitan dengan sikap keagamaan seseorang dalam menanggapi fatwa-fatwa/seruan-seruan yang disampaikan oleh ustadz/ustadzah (di Televisi, Medsos, dan Youtube)—seperti Mamah Dedeh, pernah menyampaikan/menyerukan seorang muslim tidak diperbolehkan menjadi dokter hewan.

Seruan Mamah Dedeh tersebut sempat menjadi sorotan ramai di kalangan umat Islam Indonesia, termasuk dokter hewan yang beragama Islam. Karena sama sekali tidak dilandasi dengan dasar yang kuat. Walaupun akhirnya diklarifikasi oleh yang bersangkutan.

Ada lagi, dalam siaran Youtube, seorang Ustadz mengatakan, “membunuh adalah bagian dari rahmatan lil ‘alamin, jika pembunuhan itu didasari karena orang tersebut sudah mengganggu”, ada juga yang mengatakan, “nafsu bermaksiat lebih baik daripada nafsu dalam beragama, karena nafsu maksiat hanya merusak secara personal, sedangkannafsu beragama mempunyai potensi merusak agama, seperti sholawatan/menyanjung Nabi Muhammad, berdzikir yang berlebihan (tahlilan).”?

Melihat dari unsur kultural dan sosial serta kemanusiaan, jelas keliru.Membunuh dan berlaku asusila jelas bertentangan dengan martabat manusia yang hidup sebagai makhluk spiritual, makhluk sosial, makhluk politik, dan makhluk-makhluk lainnya. Dari hukum Islam sendiri silakan para pakar menilainya, saya tidak mau terjebak menjadi new otoritas. Pandangan dalam tulisan ini lebih pada agama yang bersanding dengan budaya dan masyarakat.

Mujahidin Cyber

?

Pertanyaanya, apakah otoritas seruan keagamaan menjadi milik pribadi seorang pendakwah, atau menjadi milik ideologi golongan tertentu? Apakah bijak ungkapan-ungkapan tersebut bagian dari “otoritas baru” yang dianut di masyarakat, dengan ujaran yang memojokkan, yang pada ujungnya merontokkan sendi-sendi kebudayaan kita? Tidak lain dan tidak bukan, fatwa-fatwa yang tidak menyejukkan akan mengakibatkan “ketegangan”. Secara sosial dan kultural, jelas bertentangan, bukan sikap yang bijak.

Model-model dakwah tersebut kadangkala menjadi penyampaian “tidak ramah lingkungan”. Apalagi kalau hal tersebut diterima oleh basis masyarakat awam (seperti saya), dengan pemahaman agama masih terbatas. Ingat, hirarki rasionalitas itu masih terjadi dikalangan kita. Dengan itu, bisa menyebabkan kebingungan dari masyarakat luas, mana yang benar.?

Beranjak dari itu semua, saya selalu kaget, setiap berselancar di dunia maya, kebiasaan saling menjatuhkan lumrah sekali, walaupun sekarang sudah terungkap salah satu dari kegiatan itu dilakukan oleh “saracen”. Tapi, itu masih salah satu. Mungkin, salah dua, salah tiga, dan salah empat didalangi oleh golongan tertentu. Kebanyakan orang menyebutnya sebagai gerakan radikalisme.?

Tahu kan radikalisme? Kalau bahasa sederhananya, seperti saya yang tidak anti tahlilan, radikalisme diidentikan dengan kelompok yang suka membid’ahkandan mengkafirkan. Enteng rasanya itu bibir ngomong kafir dan bid’ah. Masa segala-galanya disalahkan, aneh bukan? Tahlilan, salah—sholawatan, salah—wayang, salah—kenduren, salah—sedekah alam, salah, dan salah-salah yang lainnya.?

Apalagi kelompok yang baru dibubarkan kemaren (HTI). Sayadulu pernah masuk group Facebookmereka, tapi saya keluar lagi. Kenapa? Aneh rasanya. Masa NKRI disingkatnya Negara Kafir Repulik Indonesia, kalau memang demikian—katanya umat Islam mayoritas di Indonesia, hoakssemata, ternyata Islam di Indonesia cuma 0,1% hanya kelompok mereka saja, yang lainnya kafir. Hebat sekali mereka. Mengambil alih daerah kekuasaan Tuhan. Kalau kata Gus Mus, “dianggapnya Tuhan itu sama seperti mereka, ketika mereka marah, Tuhan pun akan marah, ketika mereka bilang kafir, Tuhan pun akan merestui kalau itu kafir.” Masya Allah.?

Saya coba korek-korek sejarah, ternyata pertentangan golongan kaku dan golongan elastis dimulai sudah lama, khususnya setelah perang Jawa berakhir tahun 1830, banyak golongan-golongan bermunculan dengan agenda memurnikan Islam. Dianggapnya Islam di Indonesia, atau yang kita kenal sekarang dengan Islam Nusantara itu keliru dan salah total, meminjam bahasanya Mark Woodward, Islam Jawa: Kesalehan Normatif dan Kebatinan. Menurutnya, kedua komponen model Islam itu susah untuk disenyawakan. Bertolak belakang.

Namun, karakter budaya Indonesia lebih merestui Islam Nusantara yang hadir dan berkembang, karena sesuai dengan norma, etika, karakter, dan kebiasaan masyarakat Indonesia itu sendiri. Senada dengan apa yang dikatakan Arnold Toynbee dengan teori radiasi budaya, “Aspek budaya yang di tanah asalnya tidak berbahaya akan menjadi berbahaya di tempat yang baru didatangi.”

Kalau kita lihat sekarang, bagi saya, sungguh miris. Seakan-akan terjadi klasifikasi kelas ketaatan, “kelas surga” dan “kelas neraka”. Kasihan sekali orang-orang seperti saya ini yang katanya menternak bid’ah dan akidahnya tidak murni, lantas vonisnya adalah neraka. Gimana jadinya ini. Kalau sayaterserah Tuhan saja, surga dan neraka sama-sama ciptaan Tuhan, masuk disalah satunya adalah restu Tuhan. Tapi mendingsepertiAbu Nawas saja, “Tuhan, aku tidak pantas masuk surga, tapi kalau mau dimasukin neraka, please, jangan dong.”

Gara-gara perbedaan pendapat yang meruncing, tidak sedikit pertentangan dan konflik yang terjadi di dunia ini, dan itu mengatasnamakan agama. Mungkin ini yang dinamakan “tarik-tarikan agama”. Dan hal tersebut tidak hanya terjadi di Islam saja, mengutip catatan dari Karen Armstrong, yang menyatakan, fundamentalisme/radikalisme itu terjadi di semua agama, seperti; Hindu radikal mempertahankan sistem kasta dan menentang Muslim India; kaum fundamentalisme Yahudi melakukan penghunian ilegal di Tepi Barat dan Jalur Gaza serta bersumpah untuk mengusir semua orang Arab di Tanah Suci mereka; Moral Majority yang di pimpin Jerry Falwell dan Christian Right, yang menganggap Uni Soviet sebagai Kerajaan Setan, mencapai kekuatan yang hebat di Amerika Serikat selama tahun 1980-an, dan masih banyak lagi.

Itu lah permasalahannya, api konflik dengan basis radikalisme mudah punya potensi. Karena sering sekali tidak terima kalau tidak sama seperti dirinya. Maunya mereka, kita semua manut sama mereka, tapi bagaimana mau manut orang kita semua ini punya latar belakang ide dan ideologi masing-masing, boleh saja sesumbar dalil sampai meteran, tapi tolong, jangan tuduh dan paksa kami, kafirkah kami?

Allah memberikan bingkisan kepada setiap golongan dan manusia berupa agama, sekaligus ruang dakwahnya. Dan ruang dakwah itu yang seharusnya dimanfaatkan dengan baik oleh kita semua, dengan cara santun dan bijaksana. Kondisi sosial dan psikologi sosial dari zaman ke zaman berbeda.?

Menanggapi persoalan tersebut, kita harus berpikir dialektis, umat Islam berkembang variatif, jargon-jargon dan simbol-simbol keIslaman tidak hanya dimiliki oleh satu golongan, melainkan semua golongan yang beragama Islam dengan pandangan tertentu, madzhab tertentu, dan diskursus tertentu. Sehingga tidak sedikit dari kita terjebak pada kebingungan, mana yang Islam di antara kita. Ini menjadikan kita berpikir satu pihak, sehingga timbul sikap menyempit, Islam cenderung meluas.?

Sebab itu, dalam dinamika sosial ada kecenderungan kelompok yang menutup diri, sebagai cara untuk menjadikan kelompoknya pada kemurnian ideologi serta menuduh kelompok lain telah menyeleweng. Hal ini seleras seperti yang disampaikan Gunawan Muhammad dalam dialognya, “Efek dari penyempitan itu salah satunya adalah hilangnya toleransi. Namun, di sisi lain hilangnya toleransi bukan hanya masalah teologi lokal semata, juga menyangkut krisis sosial budaya.

Sistem berketuhanan kita yang harus dibenahi, karena selama ini sistem berketuhanan kita belum mampu menjawab persoalan-persoalan kemanusiaan. Kita hanya sibuk dengan kebenaran kita masing-masing. Sistem berketuhanan yang sehat, akan melahirkan cerminan spiritual yang sehat pula, seperti agama yang mempunyai misi; cinta kasih, perdamaian, persahabatan, dan saling menghormati.?

Selain itu, pada wilayah desa, kecamatan, kota, dan negara, menjaga kuat manusia-manusianya supaya tidak tersusupi paham-paham aneh, yang bisa memecah belah (apalagi hoaks-hoaks murahan berharga mahal itu). Dan ini tanggung jawab kita semua, bukan hanya tokoh masyarakat, ulama, presiden/pemerintah, melainkan bersama untuk mencapai pada persatuan Indonesia. Jangan menunggu datangnya “keajaiban” untuk hidup berdampingan rukun, minimal belajar rukun secara fisik saja, tidak pukul-pukulan dan tidak jotos-jotosan.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an, “Wa’ tashimu bi habli allaihi jami’an wa la tafarraqu” (Dan bepeganglah kalian kepada tali Allah (secara) keseluruhan dan janganlah bercerai-berai/terpisah belah) (QS. Ali Imran [3]: 103). Menurut Gus Dur, ayat ini menunjukan kepada kita, yang dilarang bukannya perbedaan pandangan melainkan bersikap terpecah-belah satu dari yang lainnya. Hal ini diperkuat sebuah ayat lain (QS. Al-Maidah [5]: 3), “ta’wanu ‘ala al-birri wa al-taqwa”.

Ada sebuah adagium menarik yang dipopulerkan Gus Dur, dan ini akan menjadi akhir dari tulisan ini, “tak ada agama tanpa kelompok, tak ada kelompok tanpa kepemimpinan, dan tak ada kepimpinan tanpa sang pemimpin” (la dina illa bi jama’atin wa la jamata illa bi imamatin wala imamata illa bi imamin).?

Adagiumnya memang benar, walaupun sekelompok kecil pernah mengajukan klaim kepemimpinan itu dan minta diterima sebagai pemimpin. Namun sikap mereka yang memandang rendah kelompok lain, justru menggagalkan niatan tersebut, sedangkan kelompok-kelompok lain tidaklah memiliki kepemimpinan kohensif seperti itu.?

Herankah kita, jika wajah berbagai gerakan Islam di Tanah Air kita saat ini tampak tidak memiliki kepemimpinan yang jelas? Di sinilah kita perlu membangun kembali “kesatuan” umat (ummatan wahidatan). Mudah diucapkan, tapi sulit diwujudkan bukan? (Abdurrahman Wahid: 2011). Apalagi tarik-tarikan agama terus mendominasi untuk saling berebut kebenaran bukan?

Penulis adalah Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Darussa’adah Kebumen, Jawa Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Jadwal Kajian, Amalan, Kajian Islam Mujahidin Cyber

Selasa, 28 November 2017

PCNU Subang Inisiasi Peringatan Hari Santri Setingkat Daerah

Subang, Mujahidin Cyber - Kegiatan peringatan Hari Santri Nasional yang diinisasi oleh PCNU Kabupaten Subang rencananya akan melibatkan Kanwil Kemenag Jawa Barat dan levelnya akan naik menjadi kegiatan Peringatan Hari Santri Nasional tingkat provinsi Jawa Barat.

Demikian disampaikan Kepala Kankemenag Kabupaten Subang H Abdurrohim dalam kegiatan rapat gabungan membahas persiapan Hari Santri Nasional di aula Kementerian Agama Kabupaten Subang, Jumat (13/10).

PCNU Subang Inisiasi Peringatan Hari Santri Setingkat Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Subang Inisiasi Peringatan Hari Santri Setingkat Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Subang Inisiasi Peringatan Hari Santri Setingkat Daerah

"Awalnya saya melapor rencana kegiatan Hari Santri ini ke Pak Kanwil Jawa Barat karena dalam kegiatan ini Kemenag Subang akan membagikan rekening PIP kepada 500 santri dan ia merespon positif bahkan berencana akan berpartisipasi dalam kegiatan ini," ungkapnya.

Mujahidin Cyber

Sebelumnya Kanwil Kemenag Jawa Barat memiliki rencana akan menggelar kegiatan Hari Santri Nasional di Bandung pada tanggal 26 Oktober mendatang, namun setelah mendapatkan informasi bahwa PCNU Subang telah bekerja sama dengan Kemenag Subang dan SKPD Subang, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat berkeinginan agar kegiatan peringatan Hari Santri ini digabung supaya lebih meriah, efektif dan efesien.

"Keputusan jadi atau tidaknya Insyaallah hari Senin atau Selasa, tapi 70 persen kemungkinan jadi karena Pak Kanwil sudah berkomunikasi dengan Kiai Musyfiq (Ketua PCNU Subang, red) membahas kegiatan ini," imbuhnya.

Mujahidin Cyber

Dalam rapat yang melibatkan PCNU Subang, SKPD, Kemenag dan Ormas Islam itu, KH Dadan Hamdani yang mewakili PCNU Subang menyampaikan beberapa rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional, yaitu halaqah ulama tarekat Subang, bahtsul masail gabungan tiga zona dan puncaknya adalah apel akbar, kirab dan tabligh akbar yang akan diisi oleh KH Manarul Hidayat.

"Hari Ahad besok kita ada halaqah ulama tarekat, hari Rabu bahtsul masail di kantor PCNU dan Ahad 22 Oktober di Kemenag kita menggelar apel akbar santri dan pelepasan rombongan kirab menuju alun-alun Subang. Puncak kegiatan akan kita laksanakan di alun-alun," pungkasnya. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Jadwal Kajian Mujahidin Cyber

Kamis, 23 November 2017

Awali Ramadhan, Tunggu Sidang Itsbat

Pringsewu, Mujahidin Cyber. Katib Syuriyah PCNU Pringsewu Lampung, KH Munawwir, mengimbau warga menunggu hasil sidang itsbat Kementerian Agama bersama NU dan ormas Islam lainnya dalam mengawali bulan suci Ramadhan 1436 H.

Demikian disampaikannya dalam Ngaji Ahad atau Jihad pagi (7/6). Kegiatan ini rutin dilaksanakan di Gedung NU Pringsewu Lampung.

Awali Ramadhan, Tunggu Sidang Itsbat (Sumber Gambar : Nu Online)
Awali Ramadhan, Tunggu Sidang Itsbat (Sumber Gambar : Nu Online)

Awali Ramadhan, Tunggu Sidang Itsbat

Menurutnya dalam mengawali puasa bulan Ramadhan yang sebentar lagi tiba, seluruh umat Islam seharusnya ikut memantau melalui media cetak dan elektronik proses rukyatul hilal yang dilakukan oleh NU dan Kementerian Agama RI.

Mujahidin Cyber

"Awal puasa Ramadhan tahun ini diperkirakan jatuh pada hari Kamis 18 Juni 2015. Ini ada kemungkinan berbeda antara Hasil Keputusan Sidang Itsbat dengan Ormas keagamaan tertentu yang sudah mengumumkan awal Ramadhan terlebih dahulu " terangnya.

Namun menurutnya, sebagai umat Islam yang memiliki Ulul Amri yaitu Pemerintah, hendaknya dalam mengawali puasa Ramadhan sesuai dengan hasil keputusan pemerintah melalui sidang Itsbat.

Mujahidin Cyber

Menurutnya Sidang Itsbat merupakan sidang yang sangat ideal dalam menentukan awal bulan Ramadhan. Hal ini dikarenakan didalam sidang Itsbat melibatkan berbagai unsur ormas keagamaan di Indonesia dan juga menggunakan berbagai macam metode mulai dari rukyah sampai dengan hisab.

"Dari komposisi ini sudah jelaslah kalau hasil sidang itsbat dapat menghasilkan keputusan yang lebih baik dan dapat dipertanggungjawabkan kemaslahatannya bagi umat," tegasnya.

Selain itu, Munawwir juga mengajak kepada seluruh umat Islam untuk dapat memanfaatkan Bulan Ramadhan dengan semaksimal mungkin. " Isi kegiatan kegiatan yang bermanfaat dan tingkatkan kualitas serta kuantitas Ibadah dibulan ramadhan seperti Baca Quran, Shalat malam dan bersedekah " ajaknya. Dengan maksimalnya Ibadah di Bulan Ramadhan kali ini diharapkan fadilah bulan puasa dapat diraih dan akhirnya segala dosa yang telah dilakukan sebelum Ramadhan akan diampuni.

Ditemui setelah kegiatan Jihad Pagi, Sekretaris LTN NU Pringsewu M. Mustanir mengatakan, dalam rangka memberikan panduan waktu Bulan Ramadhan 1436 H, pihaknya sudah mencetak Jadwal Imsakiyyah Bulan Ramadhan 1436 H. Menurutnya Jadwal Imsakiyyah ini merupakan hasil dari Winhisab Lajnah Falakiyah PWNU Provinsi Lampung.

"Jadwal ini kami distribusikan ke Masjid dan Musholla dan juga ke setiap Pengurus MWC sampai dengan Ranting NU di Kabupaten Pringsewu dan perlu diingat bahwa keputusan Awal 1 Ramadhan tetap mengacu kepada hasil keputusan sidang itsbat pemerintah," terangnya. (Muhammad Faizin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Jadwal Kajian, Santri, Nusantara Mujahidin Cyber

Minggu, 22 Oktober 2017

Bukan Ekonomi dan Pendidikan, Ini Penyebab Orang Jadi Radikal

Jakarta, Mujahidin Cyber. Direktur Eksekutif The Wahid Foundation Yenny Wahid menerangkan, faktor kemiskinan, tingkat pendidikan, dan tempat tinggal bukanlah faktor-faktor yang berhubungan langsung dan menyebabkan orang untuk melakukan radikalisme.

“Ternyata tidak sama sekali. Contoh paling gampang Bachrun Naim. Orang Indonesia dan sekarang di ISIS. S2 nya di UI. Pendidikannya tinggi juga berasal dari kelompok berada karena keluarganya adalah saudagar batik di Solo,” ungkap Yenny saat menjadi narasumber dalam acara diskusi publik dengan tema Radikalisme di Timur Tengah dan Pengaruhnya di Indonesia di Auditorium Gedung PPSDM Jakarta, Sabtu (22/7) sore.

Bukan Ekonomi dan Pendidikan, Ini Penyebab Orang Jadi Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Bukan Ekonomi dan Pendidikan, Ini Penyebab Orang Jadi Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Bukan Ekonomi dan Pendidikan, Ini Penyebab Orang Jadi Radikal

Setelah melakukan penelitian ia menemukan ada tiga faktor yang berhubungan langsung dan mempengaruhi orang untuk melakukan tindakan radikalisme. Pertama, faktor teralienasi. Yang dimaksud dengan teralienasi adalah ketika seseorang melihat ada ketidakadilan di sekelilingnya dan harus dilawan atau ia terkucil dari lingkungannya.

 

Mujahidin Cyber

Ini yang bisa membuat orang untuk berbuat radikal. Menurutnya, yang paling rentan terkeda virus radikalisme adalah seorang laki-laki muda karena mereka sedang mencari jatidiiri dan identitas diri. 

“Orang lak-laki muda lebih rentan teradikalisasi,” tuturnya.

 

Mujahidin Cyber

Kedua, banyak mengonsumsi pesan-pesan kebencian. Orang yang sering terpapar pesan-pesan kebencian, maka ia akan rentan untuk melakukan gerakan-geralam radikalisme.

“Semakin sering ia terpapar dengan khutbah, dengan tulisan yang isinya kebencian aja, kafirin-kafirin orang aja, jauh lebih mudah teradikalisasi,” jelasnya.

Ketiga, imbuh Yenny, pemahaman tentang jihad yang keliru. Baginya, orang yang memahami tentang konsep jinayah secara literal, maka mereka juga rentan teradikalisasi.

Seperti orang yang memiliki pemahaman tentang hukum kriminal yang harus disamakan dengan hukuman yang ada pada zaman dahulu seperti kalau mencuri, maka harus dipotong tangan dan kalau berzina, maka harus dirajam.

“Pun juga kalau dia berpikir jihad itu harus dimaknai berperang, bukan menahan nafsu dan diri sendiri. Itu jauh lebih mudah teradikalisasi,” tutupnya. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Bahtsul Masail, Jadwal Kajian Mujahidin Cyber

Selasa, 19 September 2017

Mensos Khofifah Ajak Sineas Muda Angkat Film Bertema Sosial

Jakarta, Mujahidin Cyber. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa ingatkan sineas muda Indonesia konsisten dalam berkarya dan menghadirkan film-film berkualitas dan mengangkat tema yang menarik.?

"Jadi tidak hanya mengedepankan horor dan menyerempet eksploitasi seks semata," ungkap Khofifah disela-sela acara nonton bersama film Kartini di Studio XXI Plaza Senayan, Jumat (7/4).

Mensos Khofifah Ajak Sineas Muda Angkat Film Bertema Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Khofifah Ajak Sineas Muda Angkat Film Bertema Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Khofifah Ajak Sineas Muda Angkat Film Bertema Sosial

Beragamnya tema, kata Khofifah, dapat membuat gairah perfilman Indonesia semakin baik, produktif dan berkualitas. Menurutnya, tema-tema sosial sangat jarang diangkat. Berbeda dengan tema cinta yang begitu mudah dijumpai.?

Padahal tema sosial, lanjutnya, cukup menarik karena mampu membangun kepedulian sosial, setia kawan, kepahlawanan, dan lain sebagainya. Khofifah mengatakan, film bisa menjadi alat kampanye sosial efektif jika disajikan secara kreatif dan kekinian.?

"Film seperti Laskar Pelangi atau Habibie Ainun tidak hanya menarik untuk ditonton, tapi banyak pesan moral yang bisa diambil dari tiap scene. Termasuk film Kartini yang hari ini saya tonton karena sarat pesan pendidikan dan nilai-nilai perjuangan kesetaraan serta emansipasi," ujarnya.?

Mujahidin Cyber

Khofifah mengungkapkan, jika dikontekskan dengan era kekinian, "Kartini-Kartini Indonesia" harus menjadi perempuan yang sehat, cerdas, dan peduli kepada yang lemah tanpa meninggalkan kodratnya.?

Menjadi penting, tambahnya, karena perempuan adalah pondasi dan ibu bangsa. Hal ini bukan isapan jempol, mengingat setiap perempuan adalah guru dan pengajar, minimal bagi anaknya sendiri.

"Ibu adalah madrasah pertama dan utama bagi anak. Peran ini sangat fundamental karena akan berimplikasi kepada ketahanan keluarga yang tentunya bermuara pada ketahanan nasional," imbuhnya. ?

Mujahidin Cyber

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga memuji alur cerita film Kartini garapan sutradara Hanung Bramantyo yang menurutnya sangat runtut, dan mampu memainkan emosi penonton.?

"Filmnya bagus, banyak pesan dan nilai perjuangan perempuan dalam meraih kesempatan pendidikan dan kesantunan yang bisa diambil oleh generasi muda. Banyak-banyak baca buku dan menulis," ujarnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Jadwal Kajian, Aswaja, Pondok Pesantren Mujahidin Cyber

Rabu, 03 Mei 2017

Fatayat NU DKI Jakarta Gelar Festival Ramadhan

Jakarta, Mujahidin Cyber. Pengurus Wilayah Fatayat NU DKI Jakarta menggelar Festival Ramadhan akhir pekan lalu di lantai 2 pusat perbelanjaan Season City Jakarta Barat. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan produk-produk home made atau industri rumah tangga yang digeluti oleh kader-kader Fatayat NU Jakarta.

Fatayat NU DKI Jakarta Gelar Festival Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU DKI Jakarta Gelar Festival Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU DKI Jakarta Gelar Festival Ramadhan

“Kegiatan ini untuk mempromosikan produk home made yang diproduksi langsung oleh anggota-anggota Fatayat NU DKI dalam rangka menambah kecintaan kita pada produk dalam negeri,” ujar Ketua Fatayat NU DKI Jakarta, Rahayu Sri Rahmawati akhir pekan lalu.

Dengan kegiatan yang berkelanjutan seperti ini, lanjut Rahayu, Fatayat diharapkan bisa lebih mandiri dalam bidang ekonomi sembari terus berdakwah Islam Aswaja ala NU kepada anak-anak, perempuan, dan seluruh lapisan masyarakat.

Mujahidin Cyber

Sementara itu, Ketua PWNU DKI Jakarta, H Tubagus Robby Budiansyah yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, bahwa sinergitas antara pelaku usaha, khususnya warga NU dengan dunia perbankan bisa menjadi sarana untuk menciptakan UKM yang maju dan mandiri. 

“Juga akan menumbuhkan ekonomi menjadi lebih berkembang. Oleh karena itu, industri rumahan Fatayat bisa memanfaatkan fasilitas perbankan,” ujar Robby. 

Mujahidin Cyber

Selain produk-produk industri rumah tangga seperti makanan/kue lebaran, tas, sandal, bros, dan jilbab, Festival ini juga menampilkan berbagai lomba, yaitu Fashion Show ibu dan anak, bazar, lomba hadroh dan marawis yang diikuti oleh total 15 grup, serta lomba mewarnai yang diikuti oleh 150 siswa tingkat TK dan SD. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Jadwal Kajian, Kajian Islam Mujahidin Cyber

Kamis, 26 Januari 2017

Ansor Kajen Gelar Bakti Sosial di Pesantren

Pekalongan, Mujahidin Cyber - Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN), Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menggelar bakti sosial di Pondok Pesantren Fathul Huda Desa Sinangohprendeng Kecamatan Kajen.

Menurut Ketua PAC GP Ansor Kajen Abdul Muid, bakti sosial ini merupakan realisasi dari program “Gerakan Peduli Pesantren” yang digalang oleh GP Ansor dan Banser (Barisan Ansor Serbaguna) Kajen.

Ansor Kajen Gelar Bakti Sosial di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Kajen Gelar Bakti Sosial di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Kajen Gelar Bakti Sosial di Pesantren

Jumat (21/10) kemarin, berlangsung serah terima sejumlah bantuan berupa buku, alat tulis, serta seperangkat alat dan bahan pengecatan. Pengecatan sendiri dikerjakan secara bersama-sama personel Banser dan santri pondok pesantren.

Ia menambahkan bahwa peringatan HSN diharapkan menjadi momentum untuk memberikan perhatian lebih kepada para santri dan pondok pesantren, juga mengingatkan Negara untuk peduli terhadap pengembangan pesantren dan para santri.

Mujahidin Cyber

Sementara itu, KH Ahmad Minanul Aziz selaku pengasuh Pondok Pesantren Fathul Huda mengapresiasi program bakti sosial dari PAC GP Ansor Kajen sebagai wujud perhatian terhadap santri dan dunia pesantren. Atas nama Pesantren Fathul Huda, ia menyampaikan terima kasih. (Alim Mustofa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Jadwal Kajian, Ubudiyah, AlaNu Mujahidin Cyber

Jumat, 23 September 2016

Pelajar MTs Ma’arif Sindangwangi Latihan Silat ala NU

Majalengka, Mujahidin Cyber. Pihak MTs Maarif NU Sindangwangi kabupaten Majalengka saat ini menekankan siswanya terlibat dalam berbagai ekstrakulikuler kesenian. Karenanya, mereka kini memfasilitasi muridnya berlatih pencak silat NU Pagar Nusa.

Menurut salah satu pembina kegiatan ekstra Mansyur, latihan bela diri ini dilakukan agar dapat menumbuhkan minat dan bakat para siswanya. Sehingga, selain mendapatkan bekal pengetahuan di madrasah mereka juga dapat mengasah keahlian di bidang seni, baik itu seni bela diri, seni sastra, maupun seni musik hadrah.

Pelajar MTs Ma’arif Sindangwangi Latihan Silat ala NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar MTs Ma’arif Sindangwangi Latihan Silat ala NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar MTs Ma’arif Sindangwangi Latihan Silat ala NU

“Untuk seni bela diri PN (Pagar Nusa) memang sudah ada jadwal rutin, setiap Rabu sore. Pelatihnya guru setempat. Sedangkan untuk kesastraan biasanya kami latih siswa untuk membuat cerpen, puisi, serta seni dalam membawakan cerita di depan umum,” kata Mansyur saat ditemui Mujahidin Cyber sedang melihat siswa berlatih pencak silat, Rabu (11/2) pagi.

Mujahidin Cyber

Sementara Kepala MTs Maarif NU H Damuri mengatakan, di bidang musik juga kami rutin setiap Sabtu mengembangkan seni musik hadrah karena baru saja kami membeli peralatannya.

Mujahidin Cyber

Saat ditemui di ruangannya, Rabu (11/2), H Damuri menambahkan kegiatan-kegiatan ekstra lain juga kita akan coba kembangkan untuk lebih meningkatkan potensi dan bakat para siswa dan menunjukan pada calon siswa baru nanti supaya lebih tertarik masuk ke sekolah ini.

“Ke depan harapan kami dengan beberapa kegiatan ekstra tersebut, kelak jika mereka sudah berbaur langsung dengan masyarakat dapat dimanfaatkan oleh para siswa sebagai salah satu sarana dakwah,” pungkas H Damanhuri. (Aris Prayuda/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ulama, Jadwal Kajian, Habib Mujahidin Cyber

Jumat, 14 Desember 2012

GP Ansor Sumberasih Berikan Pelatihan Service Dinamo

Probolinggo, Mujahidin Cyber. Untuk memberikan bekal keterampilan dalam hal service dinamo, Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo akan memberikan pelatihan service dinamo kepada segenap anggota sebagai bekal untuk menambah pendapatan keluarga.

GP Ansor Sumberasih Berikan Pelatihan Service Dinamo (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sumberasih Berikan Pelatihan Service Dinamo (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sumberasih Berikan Pelatihan Service Dinamo

Tidak hanya digelar di tingkat PAC, pelatihan service dinamo ini juga akan digelar di masing-masing ranting se PAC GP Ansor Kecamatan Sumberasih dengan mendatangkan instruktur yang sudah ahli dalam hal service dinamo. Selain itu juga ada instruktur yang berasal anggota PAC GP Ansor Sumberasih sendiri.

Terobosan baru yang akan dilakukan oleh pemuda Ansor Kecamatan Sumberasih tersebut disambut antusias oleh segenap pengurus Ansor hingga tingkat ranting. Pasalnya melalui pelatihan ini setidaknya pemuda Ansor dapat memiliki keterampilan dalam service dinamo.

Mujahidin Cyber

“Setidaknya setelah mengikuti pelatihan ini, pemuda Ansor bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Bahkan bukan tidak mungkin juga dapat menciptakan lapangan kerja bagi orang lain,” ungkap Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo Edi Hariyanto.

Mujahidin Cyber

Menurut Edi, selain sebagai terobosan baru bagi pemuda Ansor, pelatihan service dinamo yang akan dilakukan oleh PAC GP Ansor Kecamatan Sumberasih ini merupakan salah satu upaya bentuk kepedulian terhadap kaum nahdliyin dan sekaligus menjadi Lembaga Keterampilan dan Pelatihan (LKP) yang merupakan salah satu program dari GP Ansor pusat.

“Mudah-mudahan melalui pelatihan service dinamo, pemuda Ansor khususnya se PAC GP Ansor Kecamatan Sumberasih memiliki bekal untuk menciptakan lapangan pekerjaan baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain,” harap Edi singkat.

Kontributor: Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Jadwal Kajian Mujahidin Cyber

Rabu, 10 Oktober 2012

Pupuk Kebersamaan Lintas Agama, Gusdurian Bondowoso Putar Film

Bondowoso, Mujahidin Cyber - Jaringan Gusdurian Kabupaten Bondowoso dalam rangka memperingati Hari Toleransi Internasional mengadakan acara Nonton Bareng Film “Cahaya dari Timur” bersama pemuda lintas agama yang ada di Bondowoso, Jawa Timur.

Kegiatan yang dikemas dengan sederhana ini dilaksanakan di halaman Kampus Akedemi Komunitas Negeri Bondowoso (Akom) Kabupaten Bondowoso, Rabu (16/11) malam.

Pupuk Kebersamaan Lintas Agama, Gusdurian Bondowoso Putar Film (Sumber Gambar : Nu Online)
Pupuk Kebersamaan Lintas Agama, Gusdurian Bondowoso Putar Film (Sumber Gambar : Nu Online)

Pupuk Kebersamaan Lintas Agama, Gusdurian Bondowoso Putar Film

Koordinator Jaringan Gusdurian Bondowoso Daris Wibisono Setiawan mengatakan hari toleransi mulai diperingati oleh dunia pada tahun 1995. Menurutnya, malam itu adalah momentum untuk merajut kerukunan di tengah perbedaan.

Mujahidin Cyber

“Gus Dur pernah bilang Keberagaman adalah bahasa keindahan Tuhan. Menolak keberagaman, memaksakan segala perbedaan, berarti tidak pernah mengakui eksistensi Tuhan,” tuturnya.

Mujahidin Cyber

Kepala sekolah SMK NU Tenggarang ini berpendapat bahwa agama adalah wilayah pribadinya dengan Tuhan. Sementara hubungan sosial adalah hal lain. “Ketika saya keluar dari tempat ibadah, berarti kita duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, itulah ke indahan keberagaman," ucapnya di hadapan peserta yang sekaligus mewakili pihak Islam dalam pertemuan itu.

Sementara perwakilan Buddha, Hermawan, mengaku bersyukur Gusdurian mengajaknya berkumpul bersama komunitas lintas agama. Ini merupakan pertemuan pertama yang ia ikuti bersama Gusdurian.

"Saya harap kegiatan ini bisa di laksanakan setiap tahun mungkin kita bisa lebih kompak, lebih maju mudah-mudahan Gusdurian lebih jaya, lebih kompak , banyak teman-temannya untuk kepadulian," harapnya.

Sambutan juga datang dari agama lain secara bergiliran. Acara tersebut dihadiri para pemuda lintas komunitas dan agama, antara lain Kristen, Buddha, Mahasiswa Akademi Komunitas Negeri Bondowoso, OSIS SMA NU Bondowoso, serta organisasi kepemudaan lainnya. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Jadwal Kajian Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock