Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Februari 2018

GP Ansor Gelar Pelatihan Budi Daya Buah

Blora, Mujahidin Cyber



Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor kembali mengadakan pelatihan pengembangan budidaya tanaman buah, Jumat (30/9). Kali ini kegiatan digelar di Pondok Pesantren al Banjari Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, bekerja sama dengan Balai Besar Peningkatan Produktivitas (BBPP) Kemenaker dan Pemerintah Kabupaten Blora.

GP Ansor Gelar Pelatihan Budi Daya Buah (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Gelar Pelatihan Budi Daya Buah (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Gelar Pelatihan Budi Daya Buah

Di acara pembukaan, Wakil Bupati Blora menyampaikan tentang pentingnya mengembalikan kedaulatan pangan di Indonesia, dengan memanfaatkan segala potensi pertanian yang ada di daerah masing-masing. Blora, katanya, bisa menjadi sentra buah-buahan dari berbagai macam jenis, deperti kelengkeng, pepaya, mangga, dan lainya.

Ketua PP GP Ansor Bidang Pertanian, Kedaulatan Pangan dan ESDM Hadi Musa Said mengatakan pihaknya akan terus melakukan kaderisasi di berbagai bidang, termasuk dengan mengadakan pelatihan budidaya tanaman buah. Ia berharap, persepsi bahwa pertanian identik dengan kemiskinan dapat hilang.

“Menjadi petani juga bisa menjadi kaya kalau tahu ilmunya. Siapa bilang jadi petani itu miskin, sekarang sudah banyak petani dan menjadi pengusaha sukses. Indonesia adalah negeri agraris yang seharusnya kaya raya dengan alam yang sangat subur,” ujar pria yang akrab disapa Adhe ini.

Menurutnya, GP Ansor harus menjadi penggerak ekonomi kerakyatan dengan menghidupkan kembali semangat bertani di masyarakat. Kader-kader Ansor, lanjut Adhe, harus menjadi pelopor di semua lini, tak terkecuali di sektor kedaulatan pangan.

Mujahidin Cyber

“Pemerintah punya kewajiban untuk bersama-bersama membangun kembali kebangkitan petani Indonesia. Hasil-hasil pertanian dan buah lokal harus menjadi tuan di Indonesia,” tuturnya.

Para peserta pelatihan diajarkan bagaimana bertani buah dengan baik disertai praktik langsung di sentra buah Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora. Adhe menjelaskan, GP Ansor juga berencana akan membuat kelompok-kelompok tani yang dikoordinasi cabang-cabang sampai tingkat ranting GP Ansor.

Kepala BBPP Kemenaker Sri Indarti yang hadir pada kesempatan itu mengatakan bahwa generasi muda harus bangkit dari tidurnya dan menjadi pengusaha-pengusaha yang sukses. “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini,” katanya. (Red: Mahbib)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Amalan, Ulama Mujahidin Cyber

Minggu, 04 Februari 2018

Iran Baca Islam Indonesia dari Orientalis

Jakarta, Mujahidin Cyber. Orang Iran membaca Islam yang berkembang di Indonesia dari sumber-sumber yang ditulis para orientalis. Oleh karena itu, orang Iran menyadari ada kemungkinan pemahaman mereka atas Islam Indonesia tidak tepat.

Demikian dinyatakan Atase Kebudayaan Republik Islam Iran Muhammad Ali Rabbani, saat bertemu dengan Agus Sunyoto di Jakarta, Kamis (20/12). Ali Rabbani mengatakan bahwa kondisi seperti itu dikarenakan minimnya buku-buku yang ditulis Intelektual yang diterjemahkan ke dalam bahasa Persia ataupun bahasa Arab.

Iran Baca Islam Indonesia dari Orientalis (Sumber Gambar : Nu Online)
Iran Baca Islam Indonesia dari Orientalis (Sumber Gambar : Nu Online)

Iran Baca Islam Indonesia dari Orientalis

"Kami tidak punya banyak rujukan yang meyakinkan tentang Islam Indonesia, karena kebanyakan bacaan kami dari para orientalis. Oleh karena itu, kami menyambut dengan baik buku Atlas Walisongo yang ditulis Agus Sunyoto. Beliau orang Indonesia dan menulis Islam di negerinya dari sumber awal. Kami berminat menerjemahkan dan disebarkan di Iran," Ali Rabbani memaparkan.

Mujahidin Cyber

Dia juga menyatakan bahwa buku Agus Sunyoto memiliki persamaan dengan pemikiran orang Iran, tentang tasawuf, tentang nilai-nilai kebudayaan. "Orang Iran perlu tahu buku tersebut," tegasnya.

Mujahidin Cyber

Sementara itu, Agus Sunyoto menyatakan bahwa buku Atlas Walisongo ingin menunjukkan watak Islam Indonesia, yakni menghargai lokalitas-lokalitas yang beragam. 

"Penghargaan pada lokalitas yang beragam ini tidak ada di negeri lain. Itu watak utama Islam kita yang sangat penting. Watak itu yang menyababan Islam Indonesia kenyal dari ajaran-ajaran dari luar," jelasnya.

"Kalau ajaran dari luar datang, mereka harus beradaptasi, jika tidak masyarakat akan menolak," tambah Agus Sunyoto yang juga menulis dalam bidang sastra.

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber AlaNu, Amalan Mujahidin Cyber

Jumat, 02 Februari 2018

Inilah Nama-Nama Kiai Usulan Calon Ahwa PWNU Jatim

Jombang, Mujahidin Cyber. Meski menjadi pengawal sistem Ahlul halli Wal Aqdi (Ahwa) Rais Syuriyah PWNU Jatim menolak untuk dimasukkan dalam usulan nama-nama calon Ahwa.

"Jawa Timur merupakan penggagas sistem Ahwa ini, karenanya saya sendiri tidak etis jika dimasukkan dalam usulan yang kita sodorkan ke panitia," tutur KH Miftahul Akhyar di Media Center Muktamar ke 33 NU, Rabu (5/8).

Inilah Nama-Nama Kiai Usulan Calon Ahwa PWNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Nama-Nama Kiai Usulan Calon Ahwa PWNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Nama-Nama Kiai Usulan Calon Ahwa PWNU Jatim

Kiai Mif biasa dipanggil mengaku PWNU Jatim sudah menyetor nama nama calon untuk masuk sebagai Ahwa. Para kiai yang diusulkan diantaranya adalah, KH Makruf Amin, KH Nawawi Abdul Jalil, KH Anwar Mansur Kediri, KH Subadar dan KH Ali Mashuri (Gus Ali). 

Mujahidin Cyber

"Saya tidak hafal, karena sejak awal untuk Ahwa ini kita tidak menyebut nama. Dan baru kemarin kita sodorkan," imbuhnya mengatakan.

Nama nama kiai yang diusulkan ini, lanjutnya dinilai memiliki kriteria sebagai calon Ahwa, yakni  faqih atau alim, muaddin atau mengerti agama, muharrik atau mampu mendinamisasi organisasi atau sebagai penggerak organisasi, kemudian memiliki kharisma dan mutawarrik atau wirai.

Mujahidin Cyber

"Wirai ini adalah bukan hanya soal haram yang  tidak mau, subhab saja tidak mau beliau ini. Dan juga tidak wira-wiri atau menjadi calo politik," tandasnya.

Mengapa KH Muchit Muzadi tidak masuk? Rais PWNU ini mengatakan, sudah meminta ijin akan mengusulkan kakak kandung KH hasyim Muzadi ini. Namun yang bersangkutan menolak.

"Beliau tidak diusulkan, karenan beliau tidak mau," jawabnya.

Terkait beberapa pengurus Cabang NU Jawa Timur yang tidak mendukung sistem Ahwa ini KH Miftahul Ahyar meminta maaf kepada seluruh pengurus NU yang sama-sama mendorong dan memperjuangkan Ahwa.

”Mohon maaf, semuanya. Sebagai penggagas dan pendorong sistem Ahwa ternyata Jawa Timur sendiri ada yang lolos," ujarnya seraya meminta PCNU patuh terhadap keputusan dan kesepatan bersama.

"Di NU itu kan yang diutamakan adalah ketaatan, karenanya kita minta cabang cabang sepaham lah," tandasnya.

KH Miftahul Akhyar juga meminta kepada panitia untuk benar-benar transparan terkait tabulasi nama nama calon Ahwa yang diusulkan PWNU dan PCNU.

"Janjinya panitia akan transparan soal tabulasi nama-nama calon Ahwa, kita harapkan mereka betul betul transparan," pungkasnya. (Muslim Abdurrahman/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Amalan Mujahidin Cyber

Senin, 22 Januari 2018

Safari Ramadhan Ansor Bondowoso Terbagi dalam 5 Zona

Bondowoso, Mujahidin Cyber

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Bondowoso bersama Majelis Dzikir dan Shalawat dan Satuan Koordinasi Cabang Barisan Ansor Serbaguna (Banser) membagi wilayah Safari Ramadhannya menjadi lima zona. Tiap zona, forum diikuti tiga hingga lima pimpinan anak cabang GP Ansor setempat.

Safari Ramadhan Ansor Bondowoso Terbagi dalam 5 Zona (Sumber Gambar : Nu Online)
Safari Ramadhan Ansor Bondowoso Terbagi dalam 5 Zona (Sumber Gambar : Nu Online)

Safari Ramadhan Ansor Bondowoso Terbagi dalam 5 Zona

Senin (13/6) malam giliran Pondok Pesantren Raudatul Ulum Dusun Bata, RW 29 RW 05, Desa Tegaljati, Kecamatan Sumber Wringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, yang menjadi tempat Safari Ramadhan dan masuk Zona III.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari safari Ramadhan sebelumnya di Masjid Al-Mukhar Tenggarang yang merupakan Zona I, dan akan berlanjut ke Zona II yang akan dirangkai dengan peringatan Nuzulul Quran.

Mujahidin Cyber

"Acara ini adalah dalam rangka untuk silaturahim Pemuda Ansor dan Gerakan Lembaga Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor kepada masyarakat dan akan mengenalkan bahwasanya kegiatan-kegiatan silaturahim itu sangat penting, terutama dari tingkat atas ke tingkat bawah untuk saling mengenal," jelas Ketua Rijaul Ansor Bondowoso Junaidi atau Gus Jun di depan jamaah yang hadir malam itu.

Rijalul Ansor, katanya, merupakan lembaga semiotonom dari GP Ansor yang bergerak di bidang majelis dzikir dan shalawat serta melestarikan amaliah-amaliah yang sudah dilakukan oleh para masyayikh Nahdlatul Ulama.

Mujahidin Cyber

Ketua GP Ansor Bondowoso Muzammil menjelaskan, Zona I diikuti oleh PAC GP Ansor Kecamatan Tenggarang,? Kecamatan Wonosari, dan Kecamatan Kota Bondowoso; Zona II diikuti oleh PAC GP Ansor Kecamatan Tapen, Kecamatan Prajekan, dan Kecamatan Klabang,? Kecamatan Botolinggo dan? Kecamatan Cerme; Zona III diikuti oleh PAC GP Ansor Kecamatan Pujer, Kecamatan Tlogosari, Kecamatan Sukosari, Kecamatan Sumber Wringin, dan Kecamatan Sempol.

Sementara Zona IV diikuti oleh PAC GP Ansor Kecamatan Tamanan, Kecamatan Grujugan, Kecamatan Jambisari dan Kecamatan Maesan; dan Zona V diikuti PAC GP Ansor Kecamatan Taman Krocok, Kecamatan Tegalampel, Kecamatan Binakal, Kecamatan Pakem, dan Kecamatan Wringin.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudatul Ulum Kiai Hosnan menyambut positif acara tersebut. Menurutnya, masyarakat sangat antusias mengikuti acara Gerakan Pemuda Ansor. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Habib, Amalan, Warta Mujahidin Cyber

Minggu, 21 Januari 2018

LAZISNU Buka Posko Sahabat Sehat di Lokasi Bencana Wonogiri

Wonogiri, Mujahidin Cyber. NU Care-LAZISNU Jawa Tengah bekerjasama dengan Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Jateng, dan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Wonogiri membuka posko Sahabat Sehat NU Care-LAZISNU, Sabtu (16/12) di Kecamatan Karangtengah, Wonogiri, Jawa Tengah.

Posko merupakan wujud program Layanan Kesehatan Gratis (LKG) yang kali itu merupakan tahap kedua dari posko yang dibuka pasca kejadian bencana alam Wonogiri.

LAZISNU Buka Posko Sahabat Sehat di Lokasi Bencana Wonogiri (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Buka Posko Sahabat Sehat di Lokasi Bencana Wonogiri (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Buka Posko Sahabat Sehat di Lokasi Bencana Wonogiri

"Untuk tahap kedua ini, tim kami ada 14 orang di posko kesehatan. Nanti ada penyerahan donasi untuk renovasi rumah ibadah, penyerahan Al-Quran, mukena, dan bantuan untuk warga," ujar Zainuddin, Sekretaris NU Care-LAZISNU Jateng.

Beberapa dokter dan tenaga medis dari LKKNU Jateng dan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Wonogiri digandeng untuk kepentingan layanan tersebut.

Koordinator tim NU Care-LAZISNU, Dewi Nafisa menjelaskan agenda pada hari itu dimulai dengan upacara pembukaan, penyerahan bantuan untuk rumah ibadah maupun warga, penyerahan bantuan Al Quran dan mukena, dilanjutkan dengan pelayanan kesehatan serta pemberian makanan tambahan.

Mujahidin Cyber

"Satu hari ini kami maksimalkan dengan layanan kesehatan, serah terima donasi dan ada PMT (pemberian makanan tambahan)," tutur Dewi.

Dewi menambahkan acara ini didukung oleh beberapa instansi maupun organisasi.

"Yang juga ikut dari RSI Sultan Agung Semarang, BEM Universitas Semarang, Muslimat NU Jateng," tambahnya.

Mujahidin Cyber

Selain itu, beberapa relawan dari UIN Walisongo Semarang dan Sahabat NU Care-LAZISNU Wonogiri.

"Beberapa relawan ada yang dari UIN Walisongo. Untuk tuan rumahnya LAZISNU Wonogiri," papar Dewi. (Muhammad Riza Syauqi/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Internasional, Sejarah, Amalan Mujahidin Cyber

Jumat, 19 Januari 2018

Edisi Keenam ‘Serambi Al-Muayyad’ Segera Meluncur

Solo, Mujahidin Cyber. Setelah beberapa bulan dinanti, majalah Serambi Al-Muayyad kembali terbit. Majalah yang dikelola para santri pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Solo ini, akan diluncurkan saat peringatan haul KH Umar Abdul Mannan, Jumat (18/7) mendatang.

Edisi Keenam ‘Serambi Al-Muayyad’ Segera Meluncur (Sumber Gambar : Nu Online)
Edisi Keenam ‘Serambi Al-Muayyad’ Segera Meluncur (Sumber Gambar : Nu Online)

Edisi Keenam ‘Serambi Al-Muayyad’ Segera Meluncur

Kepada Mujahidin Cyber, seorang redaktur Serambi Al-Muayyad Miftahul Abrori menuturkan, edisi keenam ini membahas hubungan antara tiga sesepuh sekaligus pendiri pesantren Al-Muayyad. Mereka ialah KH Abdul Mannan, KH Ahmad Umar dan KH Ahmad Shofawi.

“Salah satu penulis Muhammad Ishom mengangkat tulisan ini agar lebih banyak orang memahami hubungan para sesepuh. Sebab sebelumnya, kami sering ditanya perihal tersebut. Mereka yang bertanya tidak hanya dari kalangan internal pesantren Al-Muayyad, tetapi juga dari kalangan masyarakat luas,” terang Miftah.

Mujahidin Cyber

Redaksi Serambi Al-Muayyad kali ini, Miftah melanjutkan, menyajikan kisah inspiratif seseorang warga negara Indonesia dalam menjaga keimanannya selama tinggal di Negeri Paman Sam. Redaksi juga mengulas tema terkait Pilpres, Ramadhan, dan Piala Dunia. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Aswaja, Amalan Mujahidin Cyber

Kamis, 18 Januari 2018

Berkorbanlah untuk NU, Jangan Korbankan NU!

Probolinggo, Mujahidin Cyber

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo, Ahad (8/5) menggelar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1437 H di aula Kantor PCNU Kabupaten Probolinggo di Desa Warujinggo Kecamatan Leces. Kegiatan ini diikuti oleh para pengurus NU mulai dari tingkat cabang hingga ranting baik lembaga dan badan otonom (banom).

Berkorbanlah untuk NU, Jangan Korbankan NU! (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkorbanlah untuk NU, Jangan Korbankan NU! (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkorbanlah untuk NU, Jangan Korbankan NU!

Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini juga dimeriahkan dengan Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor binaan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Probolinggo. Secara bersama-sama mereka dengan khusyu melantunkan sholawat dan dzikir.

Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Abdul Hadi Saifullah mengajak para pengurus NU agar kembali mengingat pidato yang disampaikan oleh pendiri dan Rais Akbar Hadhratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari pada saat didirikannya NU pada 16 Rajab tahun 1344 H/31 Januari 1926 M di Kota Surabaya.

Mujahidin Cyber

“Dalam kesempatan tersebut beliau menyampaikan bahwa dimana dalam QS. Al-Ahzab ayat 45-46, intinya hendaknya kita bisa menjadi saksi untuk memberikan kabar gembira dan menyeru kepada Allah serta sebagai pelita yang selalu menyinari. Di sinilah peran kita hendaknya berfungsi sesuai maqamnya masing-masing,” katanya.

Kiai Abdul Hadi juga menyampaikan bahwa dirinya pernah sowan kepada KH Hasan Abdul Wafi, pengarang Shalawat An-Nahdliyah dan Rais Syuriyah PCNU Kraksaan pada masanya yang berkata bahwa NU itu sekalipun tidak ada pengurusnya akan tetap hidup hingga akhir zaman, karena NU telah direstui para ulama dan waliyullah.

Mujahidin Cyber

“Jadi, pengurus NU harus bisa membesarkan NU dan bukan mencari besar di NU. Menghidupkan NU dan bukan mencari hidup di NU. Serta berkorban untuk NU dan bukan mengorbankan NU,” jelasnya.

Menurut Kiai Abdul Hadi, pengurus NU harus ikhlas berjuang dengan senantiasa memegang teguh dawuhnya Pendiri dan pejuang NU. “Pengurus NU jangan pernah khawatir akan keberkahan hidupnya, biarlah Allah SWT yang akan memudahkan serta mencukupi kebutuhan hidup kita sehari-hari,” terangnya.

Sementara Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Jamaluddin Al Hariri menyampaikan bahwa para pejuang NU hendaknya memiliki komitmen dan ikhlas, sehingga segala bentuk perjuangannya akan menjadi amal shalih bagi semua. “Keikhlasan akan memberikan bekas yang sesungguhnya serta mampu membangkitkan keimanan kita akan Allah SWT dengan segala Qoda’ dan Qadar-Nya,” katanya.

Menurutnya, peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini dilakukan sebagai ungkapan gembira sekaligus syukur atas perjalanan Rasulullah dalam menerima perintah sholat fardlu lima waktu yang diwajibkan bagi seluruh umat Islam di seluruh dunia. “Singkatnya ini adalah hari ulang tahun sholat bagi kita,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nasional, Amalan Mujahidin Cyber

Selasa, 09 Januari 2018

Tanda Haji Mabrur Bisa Dilihat secara Fisik

Jakarta, Mujahidin Cyber. Tanda-tanda orang yang ibadah hajinya mabrur bisa diketahui, bisa dilihat secara fisik. Di antaranya, prilakunya setelah berhaji semakin baik.

Tanda Haji Mabrur Bisa Dilihat secara Fisik (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanda Haji Mabrur Bisa Dilihat secara Fisik (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanda Haji Mabrur Bisa Dilihat secara Fisik

Ketua Asosiasi Bina Haji dan Umroh Nahdlatul Ulama KH Nuril Huda, mencontohkan sikap-sikap haji mabrur.

“Setelah kembali berhaji. Dulu tak pernah shalat jamaah, pulang haji, shalat jamaah terus. Dulu medit atau? kikir, pulang haji sering menolong orang. Ini secara lahiriyah mabrur,” katanya di kantor redaksi Mujahidin Cyber, Sabtu (20/10) lalu.

Mujahidin Cyber

Sebaliknya, sambung kiai kelahiran Lamongan 1938, ada haji yang mardud. Pulang berhaji malah sering melakukan kemaksiatan. Tertolak hajinya.

“Mengapa tertolak? Bisa dilihat dari cara ia berhaji. Ia tidak menepati syarat dan rukunnya. Biaya keberangkatannya dengan uang haram. Kalau haji yang koruptor, hajinya jadi, tapi nggak ada pahalanya. Siksanya akan datang. Nabi itu pernah nggak menshalati orang koruptor di Madinah. Jangan dishalati! Bajingan itu!”

Mujahidin Cyber

Salah seorang pendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia(PMII) ini, menjelaskan cara mendapat haji mabrur. Cara yang pertama adalah memastikan niat berhaji semata-mata karena Allah.

“Di dalam Al-Quran dijelaskan, Semprnakan niat haji dan umrohmu semata-mata karena Allah,”

Yang kedua, perjalanan haji dengan biaya yang halal. Yang ketiga, melaksanakan syarat dan rukun haji. Tahu tata cara tawaf, wukuf sesuai dengan aturan sesuai Al-Quran.

“Haji mabrur ? tidak ada balasannya, selain surga. Ini diriwayatkan Bukhori dan Muslim. Hadits sahih,” pungkasnya

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis ? ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber RMI NU, Amalan Mujahidin Cyber

PCNU Waykanan Promosikan BPUN di Sejumlah Madrasah

Waykanan, Mujahidin Cyber. Ketua PCNU Waykanan KH Nur Huda mendukung Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) yang ditangani Yayasan Mata Air dan GP Ansor lokal. Karenanya, Kiai Huda turun di sejumlah pesantren dan madrasah aliyah di daerah setempat.

PCNU Waykanan Promosikan BPUN di Sejumlah Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Waykanan Promosikan BPUN di Sejumlah Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Waykanan Promosikan BPUN di Sejumlah Madrasah

"Gambaran mengenai BPUN sudah jelas dan maslahat bagi generasi muda NU sehingga wajib bagi kami untuk turun tangan membantu anaknya (GP Ansor) mempromosikan program pendidikan ini," ujar Kiai Huda di Blambangan Umpu, Jumat (30/10).

Sebagai program, BPUN Mata Air memberi harapan kepada pelajar kurang mampu untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui pendampingan di bidang akademik, pernguatan keterampilan dan akses beasiswa studi di PTN.

Mujahidin Cyber

Didampingi Ketua GP Ansor Gatot Arifianto, Kiai Huda turun antara lain di MA Raudlatul Mutaallimin di kecamatan Kasui, Waykanan.

Mujahidin Cyber

Kiai Huda menyerahkan video pelaksanaan Sanlat BPUN, baik di Waykanan 2015 dan dari Yayasan Mata Air. (Disisi SF/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Jadwal Kajian, Humor Islam, Amalan Mujahidin Cyber

Senin, 08 Januari 2018

Kemensos Kejar Target Pendirian 1000 Kampung Siaga Bencana

Manggarai Barat, Mujahidin Cyber. Kementerian Sosial terus mengejar target pendirian 1000 Kampung Siaga Bencana (KSB) hingga tahun 2019 mendatang. KSB ini berfungsi untuk mempermudah kerja sama antara pemerintah daerah dan pusat dalam mengantisipasi dan menanggulangi bencana.

Kemensos Kejar Target Pendirian 1000 Kampung Siaga Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemensos Kejar Target Pendirian 1000 Kampung Siaga Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemensos Kejar Target Pendirian 1000 Kampung Siaga Bencana

“Saya telah meresmikan kampung siaga bencana (KSB) di Marombo, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, NTT Tahun 2017 ini ditargetkan berdiri 100 KSB baru, mudah-mudahan di tahun 2019 nanti target 1000 KSB bisa terpenuhi,” jelas Khofifah, Jumat (28/4).

Data Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mencatat ada 323 kabupaten/kota yang berpotensi tinggi atau rawan bencana alam. Sekitar 71 kabupaten di antaranya termasuk zona merah.?

“Ke-71 zona merah ini menjadi prioritas penanggulangan bencana bagi Kementerian Sosial,” tegas perempuan yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU itu.

Pembentukan KSB, imbuhnya, ini merupakan upaya Kementerian Sosial dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana.?

Mujahidin Cyber

Menurutnya, pemanfaatan sumber daya alam dan manusia yang ada di lingkungan setempat sangat efektif mencegah kerugian lebih besar saat bencana terjadi.?

“Disamping itu, kesadaran tanggap darurat bencana harus dimiliki setiap anggota masyarakat, bukan hanya relawan,” pungkas Khofifah yang disambut antusias warga Pulau Komodo saat meresmikan KSB. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Amalan, Doa Mujahidin Cyber

Minggu, 17 Desember 2017

Iran Hukum Mati Pendiri Syiah Versi New Age

Teheran, Mujahidin Cyber - Mohammad Ali Taheri, seorang pendiri aliran baru Islam Syiah ala New Age mendapat vonis hukuman mati dari pengadilan Iran.

Pengacara Taheri, Mahmoud Alizadeh Tabatabaei mengatakan bahwa pengadilan tersebut menghukum kliennya atas dasar tuduhan mendirikan sebuah sekte.

Iran Hukum Mati Pendiri Syiah Versi New Age (Sumber Gambar : Nu Online)
Iran Hukum Mati Pendiri Syiah Versi New Age (Sumber Gambar : Nu Online)

Iran Hukum Mati Pendiri Syiah Versi New Age

Seperti dikutip dari AP, pengacara tersebut mengaku pihaknya akan mengajukan banding dalam waktu 20 hari.

Mujahidin Cyber

Pada tahun 2014, Taheri juga mendapat vonis hukuman mati atas tuduhan serupa namun pengadilan banding kemudian menolak putusan tersebut. Pria 61 tahun itu telah dipenjara sejak 2011, saat sebuah pengadilan memvonisnya lima tahun penjara karena kasus penodaan agama.

Dalam beberapa pekan belakangan ini, pihak berwenang dilaporkan sudah menahan puluhan pengikut Taheri.

Taheri juga telah melakukan penelitian tentang pengobatan alternatif. Pemimpin Iran menganggap keyakinan New Age sebagai ancaman terhadap prinsip-prinsip Islam. (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Pertandingan, Amalan Mujahidin Cyber

Sabtu, 16 Desember 2017

Nusron Wahid Terpilih Ketua Umum Ansor

Surabaya, Mujahidin Cyber

Sidang pleno pemilihan ketua umum GP Ansor putaran kedua menetapkan Nusron Wahid sebagai ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor menggantikan Saifullah Yusuf yang telah menjabat selama dua periode.



Nusron Wahid Terpilih Ketua Umum Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Nusron Wahid Terpilih Ketua Umum Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Nusron Wahid Terpilih Ketua Umum Ansor

Nusron memeroleh 345 suara, unggul atas Warwan Ja’far yang hanya memeroleh 161 suara dari total 512 suara. Sementara 6 suara lainnya dinyatakan blangko.

Nusron yang juga mantan ketua umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) akan memimpin Ansor selama lima tahun mendatang, periode 2011-2016.

Mujahidin Cyber

Usai terpilih, Nusron menyatakan akan membawa Ansor tidak hanya berkutat pada persoalan nasional, tetapi juga internasional,“Ke depan, Ansor tidak hanya akan ikut memberikan kontribusi bagi bangsa Indonesia, melainkan juga bangsa dunia,” katanya bersemangat.

Mujahidin Cyber

Dikatakannya, Islam Indonesia adalah potret Islam dunia yang direpresentasikan oleh NU. Maka Ansor harus siap mengawal ajaran-ajaran Islam yang telah dikembangkan oleh NU.

Kepada para peserta kongres ia berharap dapat terus mengawal hasil-hasil kongres agar bisa direalisasikan dalam kepengurusan Ansor yang ia pimpin. “Ke depan saya tidak perlu dipuji tapi kritik saya, tagih janji-janji saya,” katanya.

Sebelumnya pada pemilihan putaran pertama memunculkan lima nama Yakni Nusron Wahud, Marwan Ja’far, Khotibul Umam Wiranu, Syaifullah Tamliha, Munawar Fuad Noeh, Malik Haramain dan Chairul Shaleh Rasyid.

Sesuai ketentuan bahwa calon yang bisa maju putaran kedua adalah memeroleh minimal 99 suara maka dipastikan calon ketua umum mengkrucut pada nama Nusron dan Marwan. Pada putaran kedua Nusron yang juga anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar ini menang atas Marwan yang juga anggota DPR dari Fraksi PKB. (hdy/nam/was/arm/ful)Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Aswaja, Amalan Mujahidin Cyber

Sabtu, 09 Desember 2017

Majalah NU Sejak 1928

Tidak banyak yang tahu bahwa Nahdlatul Ulama telah memiliki Majalah untuk mengabarkan dan mempublikasikan kegiatannya sejak Shafar 1347 H bertepatan dengan tahun 1928 M. Majalah pertama NU ini ditulis dengan bahasa Jawa dengan tulisan Arab Pegon. ?

Dalam buku sejarwan NU asal Surabaya, Choirul Anam, perkembangan media milik PBNU telah didirikan sejak berkantor di Surabaya. Para ulama pendiri NU, ini mengetahui betul peran media dalam penyebaran dan propaganda untuk mengembangkan organisasi dan ajaran Islam.

Majalah NU Sejak 1928 (Sumber Gambar : Nu Online)
Majalah NU Sejak 1928 (Sumber Gambar : Nu Online)

Majalah NU Sejak 1928

Dalam terbitan pertamanya, majalah dengan Nama Swara Nahddlatoel Oelama itu dengan redaktur KH Wahab Chasbullah, Direktur Kiai Mas Badul Kohar dan pengarang KH Ahmad Dahlan, KH Mas Alwi bin Abdul Azis dan KH Ridwan.

Mujahidin Cyber

Majalah NU ini berkantor di Jalan Kawatan Gang Onderling Belang Nomor 9 Surabaya.? Isi majalah selain memberitakan internal kegiatan dan perjuangan NU, juga memuat perkembangan dunia Islam, masalah pemerintahan dan juga ilmu pengetahuan.

Soal pemasaran, para pendiri NU dan pengelola majalah ini sangat memahami pasar. Bahkan daftar harga berlangganan majalah dicantumkan. Untuk satu tahun berlangganan seharga 2,50; setengah tahun 1,40, tiga bulan 0,75. Langganan luar daerah dikenakan berbeda terkait ongkos kirim dan ditentukan "uang harus dibayar lebih doeloe."

Mujahidin Cyber

Tidak hanya soal berlangganan, harga advetorial juga sudah tercantum, baik untuk halaman muka maupun yang di dalam.

Dalam perkembangannya, Majalah Berita Nahdlatul Oelama pada tahun ke-6 atau 1936 H, sudah mencantumkan iklan sebuah toko yang menjual jas dan piayama.

Perkembangan majalah NU ini sepertinya banyak diminati pembaca. Kemudian dibuatlah majalah "Berita Nahdlatul Oelama”, “Oetoesan Nahdlatul Ulama” dengan bahasa bahasa Indonesia.

Perkembangan yang cukup pesat dan untuk keberlangsungan percetakan, KH Wahab Chasbullah bersama beberapa kawannya urunan membeli mesin cetak sendiri. "Begitulah totalitas KH Wahab kepada NU. Sepanjang hidupnya utuk mengembangkan NU," tulis Cak Anam yang juga mantan Ketua GP Ansor Jawa Timur ini. (Muslim Abdurrahman)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Amalan Mujahidin Cyber

Begini Perayaan Maulid Nabi di Sekolah NU Sidoarjo

Sidoarjo, Mujahidin Cyber. Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Pucang, MTs/MA Bilingual Muslimat NU Pucang Sidoarjo, Jawa Timur menggelar istighotsah (dzikir shalawat), shalawat Al-Banjari, ceramah, pentas seni dan bazar di mushalla dan halaman sekolah, Senin (11/1).

Begini Perayaan Maulid Nabi di Sekolah NU Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Begini Perayaan Maulid Nabi di Sekolah NU Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Begini Perayaan Maulid Nabi di Sekolah NU Sidoarjo

"Kegiatan ini merupakan momentum aktualisasi diri melalui unjuk kreativitas dan jiwa interpreneur dengan dzikir dan sholawat," kata ketua panitia acara peringatan Maulid Nabi Muhammad, Lukman Aji (30).

Lukman menegaskan bahwa dengan diadakannya acara itu membiasakan siswa dan civitas akademik untuk berdzikir dan bershalawat. Karena, di lembaganya merupakan Lembaga Pendidikan Islam dibawa naungan NU. Disamping itu, untuk mengimplementasikan nilai-nilai kejujuran.

Mujahidin Cyber

"Sebagai Lembaga Pendidikan Islam, dzikir dan shalawat harus dibiasakan. Anak-anak juga akan menampilkan kreativitasnya masing-masing. Untuk menguji mental mereka agar tidak demam panggung. Kami pun juga merangsang kreativitas mereka," terangnya.

Mujahidin Cyber

Pada bazar itu, para siswa membeli jajan atau sesuatu yang disukai tidak menggunakan uang. Tetapi mereka membelinya dengan kupon yang dibagikan sesudah dzikir bershalawat. Setiap kelas mempunyai ciri-ciri berbeda dan masing-masing kelas mempunyai stand sendiri-sendiri.

Menurut Lukman, pada acara bazar itu, para siswa menampilkan bazar yang menarik dan unik dari setiap produknya. Ada yang menjadi marketing bertugas mempromosikan atau menawarkan dagangannya, dan ada pula yang menjadi penjualnya.

"Kegiatan ini Insya Allah rutin diadakan setiap tahun. Namun inovasinya berbeda-beda setiap tahunnya. Bazar itu sendiri melibatkan siswa, guru serta wali kelas. Makanan yang ada pada bazar harus halal dan sehat. Kami juga mewanti-wanti pentol atau cilok. Karena sinyalir daging-daging atau mencegah hal-hal tidak diinginkan," jelasnya.

Acara yang diikuti sekitar 1450 siswa/i dari MINU Pucang, MTs/MA Bilingual Muslimat NU Pucang Sidoarjo dari kelas I-X berjalan lancar dan penuh khidmat. Para siswa mengikuti acara tersebut dengan tertib dan sungguh-sungguh. Bahkan mereka berharap, setelah mengikuti acara itu menjadi siswa yang berprestasi dan menjadi anak yang saleh.

Faliq Hildan siswa kelas IV mengaku senang dapat mengikuti acara itu. "Senang dan saya sama sekali tidak grogi. Semoga saya menjadi siswa yang terfaforit," ucap Faliq yang bertugas membaca shalawat dan kolaborasi dai cilik ini. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sejarah, Amalan, Fragmen Mujahidin Cyber

Kamis, 07 Desember 2017

GP Ansor Balapulang Wetan Gelar Aksi Donor Darah

Jakarta, Mujahidin Cyber. Bekerja sama dengan PMI Tegal, Pimpinan Ranting GP Ansor Balapulang Wetang kabupaten Tegal membuka kesempatan kepada warga untuk mendonorkan darahnya di gedung MWCNU Balapulang di jalan raya timur Balapulang, Tegal, Jawa Tengah, Ahad (26/1).

Ketua Ranting GP Ansor Balapulang Wetan Abdul Latif mengatakan, aksi donor ini merupakan agenda rutin GP Ansor yang rencananya digelar 3 kali setahun. Dari aksi kedua donor darah ini sudah terkumpul 40 kantung darah.

GP Ansor Balapulang Wetan Gelar Aksi Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Balapulang Wetan Gelar Aksi Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Balapulang Wetan Gelar Aksi Donor Darah

“Selain agenda rutin, aksi ini diadakan untuk memeriahkan Harlah ke-88 NU yang jatuh pada 31 Januari mendatang,” kata Latif.

Mujahidin Cyber

Aksi donor darah ini, terang Ketua panitia aksi M Ali Imron, lebih didorong oleh kurangnya stok darah di PMI Tegal. Sementara kebutuhan darah terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pasien yang membutuhkan darah di berbagai rumah sakit di Tegal.

Mujahidin Cyber

Koordinator acara Mochamad Fahmi menambahkan, kegiatan donor darah juga menyehatkan pendonor karena secara ilmiah donor darah mempunyai manfaat sebagai pembaruan sel-sel darah dalam tubuh. Pembentukan sel darah baru sebagai penganti sel darah yang dikeluarkan berjalan lebih cepat.

Sel-sel baru, lanjut Fahmi dalam rilisnya, membawa perubahan positif pada tubuh antara lain meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit, mendorong metabolisme lebih baik, dan tubuh yang lebih bugar.

“Aksi ini juga merupakan kegiatan sarat misi sosial dan kemanusiaan. Karena, setetes darah yang didonorkan akan berharga sekali bagi lain orang,” terang Fahmi.

Fahmi berharap semakin banyak warga yang berpartisipasi ke depan menyumbangkan darah bagi masyarakat luas melalui aksi rutin kemanusiaan GP Ansor ini. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Amalan, Daerah, Lomba Mujahidin Cyber

Selasa, 05 Desember 2017

Tarik-tarikan Agama

Oleh Aswab Mahasin

Orang hidup di dunia kalau tidak bijaksana, kurang bijaksana. Anehnya, ketidakbijaksaan itu terjadi di elemen lingkungan yang seharusnya bijaksana. Seperti agama, kitatahu sendiri, agama selalu menyerukan agar pemeluknya berprilaku bijaksana, tapi tidak sedikit yang berlaku tidak bijaksana, bukan begitu? Selain itu juga, di Al-Qur’an menyiratkan, agar dakwah para ustadz bijaksana dan berseru dengan bijaksana. Berarti, tidak ada paksaan dalam hal ini. Kalau ada yang maksa, berarti tidak bijaksana.

Tarik-tarikan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Tarik-tarikan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Tarik-tarikan Agama

Itulah bedanya hidup “di masa kini” dengan “demi masa kini”. Hidup di masa kini seharusnya saya, Andadan kamibisa menerima perbedaan, karena tidak mungkin, orang seantero dunia itu harus sama dengan kitasemua. Andatahu bukan, dunia ini cuma satu, masa orangnya mau jadi satu juga, padahal setiap orang pasti berbeda suku, budaya, ras, agama, dan pola pemikiran. Sepertinya kita “ngigau” kalau semuanya harus diseragamkan.?

Kata kiai saya, Tuhan juga merestui perbedaan, Tuhan tidak menghendaki umat yang satu, seperti di Al-Qur’an sudah jelas, “Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka berselisih pendapat.” (Lihat: QS. Hud [11]: 118)Sudah jelas bukan? Apalagi yang diributkan.?

Ayoo lah, kita memikirkan hidup yang lebih damai lagi, jangan hanya berpandangan pada hidup “demi masa kini” semata. Memang kita semua punya kepentingan pada hidup ini, entah itu kepentingan kelompok kita sebagai anak ideologis dari sebuah organisasi atau aliran, atau mungkin kepentingan diri kita sendiri. Tidak ada yang salah memperjuangkan itu semua. Namun, penyampainnya harus dilenturkan.?

Mujahidin Cyber

Susahnya lagi, saya kemaren dapat informasi, sekarang ini fenomena “otoritas baru” sedang merebak di masyarakat, berkaitan dengan sikap keagamaan seseorang dalam menanggapi fatwa-fatwa/seruan-seruan yang disampaikan oleh ustadz/ustadzah (di Televisi, Medsos, dan Youtube)—seperti Mamah Dedeh, pernah menyampaikan/menyerukan seorang muslim tidak diperbolehkan menjadi dokter hewan.

Seruan Mamah Dedeh tersebut sempat menjadi sorotan ramai di kalangan umat Islam Indonesia, termasuk dokter hewan yang beragama Islam. Karena sama sekali tidak dilandasi dengan dasar yang kuat. Walaupun akhirnya diklarifikasi oleh yang bersangkutan.

Ada lagi, dalam siaran Youtube, seorang Ustadz mengatakan, “membunuh adalah bagian dari rahmatan lil ‘alamin, jika pembunuhan itu didasari karena orang tersebut sudah mengganggu”, ada juga yang mengatakan, “nafsu bermaksiat lebih baik daripada nafsu dalam beragama, karena nafsu maksiat hanya merusak secara personal, sedangkannafsu beragama mempunyai potensi merusak agama, seperti sholawatan/menyanjung Nabi Muhammad, berdzikir yang berlebihan (tahlilan).”?

Melihat dari unsur kultural dan sosial serta kemanusiaan, jelas keliru.Membunuh dan berlaku asusila jelas bertentangan dengan martabat manusia yang hidup sebagai makhluk spiritual, makhluk sosial, makhluk politik, dan makhluk-makhluk lainnya. Dari hukum Islam sendiri silakan para pakar menilainya, saya tidak mau terjebak menjadi new otoritas. Pandangan dalam tulisan ini lebih pada agama yang bersanding dengan budaya dan masyarakat.

Mujahidin Cyber

?

Pertanyaanya, apakah otoritas seruan keagamaan menjadi milik pribadi seorang pendakwah, atau menjadi milik ideologi golongan tertentu? Apakah bijak ungkapan-ungkapan tersebut bagian dari “otoritas baru” yang dianut di masyarakat, dengan ujaran yang memojokkan, yang pada ujungnya merontokkan sendi-sendi kebudayaan kita? Tidak lain dan tidak bukan, fatwa-fatwa yang tidak menyejukkan akan mengakibatkan “ketegangan”. Secara sosial dan kultural, jelas bertentangan, bukan sikap yang bijak.

Model-model dakwah tersebut kadangkala menjadi penyampaian “tidak ramah lingkungan”. Apalagi kalau hal tersebut diterima oleh basis masyarakat awam (seperti saya), dengan pemahaman agama masih terbatas. Ingat, hirarki rasionalitas itu masih terjadi dikalangan kita. Dengan itu, bisa menyebabkan kebingungan dari masyarakat luas, mana yang benar.?

Beranjak dari itu semua, saya selalu kaget, setiap berselancar di dunia maya, kebiasaan saling menjatuhkan lumrah sekali, walaupun sekarang sudah terungkap salah satu dari kegiatan itu dilakukan oleh “saracen”. Tapi, itu masih salah satu. Mungkin, salah dua, salah tiga, dan salah empat didalangi oleh golongan tertentu. Kebanyakan orang menyebutnya sebagai gerakan radikalisme.?

Tahu kan radikalisme? Kalau bahasa sederhananya, seperti saya yang tidak anti tahlilan, radikalisme diidentikan dengan kelompok yang suka membid’ahkandan mengkafirkan. Enteng rasanya itu bibir ngomong kafir dan bid’ah. Masa segala-galanya disalahkan, aneh bukan? Tahlilan, salah—sholawatan, salah—wayang, salah—kenduren, salah—sedekah alam, salah, dan salah-salah yang lainnya.?

Apalagi kelompok yang baru dibubarkan kemaren (HTI). Sayadulu pernah masuk group Facebookmereka, tapi saya keluar lagi. Kenapa? Aneh rasanya. Masa NKRI disingkatnya Negara Kafir Repulik Indonesia, kalau memang demikian—katanya umat Islam mayoritas di Indonesia, hoakssemata, ternyata Islam di Indonesia cuma 0,1% hanya kelompok mereka saja, yang lainnya kafir. Hebat sekali mereka. Mengambil alih daerah kekuasaan Tuhan. Kalau kata Gus Mus, “dianggapnya Tuhan itu sama seperti mereka, ketika mereka marah, Tuhan pun akan marah, ketika mereka bilang kafir, Tuhan pun akan merestui kalau itu kafir.” Masya Allah.?

Saya coba korek-korek sejarah, ternyata pertentangan golongan kaku dan golongan elastis dimulai sudah lama, khususnya setelah perang Jawa berakhir tahun 1830, banyak golongan-golongan bermunculan dengan agenda memurnikan Islam. Dianggapnya Islam di Indonesia, atau yang kita kenal sekarang dengan Islam Nusantara itu keliru dan salah total, meminjam bahasanya Mark Woodward, Islam Jawa: Kesalehan Normatif dan Kebatinan. Menurutnya, kedua komponen model Islam itu susah untuk disenyawakan. Bertolak belakang.

Namun, karakter budaya Indonesia lebih merestui Islam Nusantara yang hadir dan berkembang, karena sesuai dengan norma, etika, karakter, dan kebiasaan masyarakat Indonesia itu sendiri. Senada dengan apa yang dikatakan Arnold Toynbee dengan teori radiasi budaya, “Aspek budaya yang di tanah asalnya tidak berbahaya akan menjadi berbahaya di tempat yang baru didatangi.”

Kalau kita lihat sekarang, bagi saya, sungguh miris. Seakan-akan terjadi klasifikasi kelas ketaatan, “kelas surga” dan “kelas neraka”. Kasihan sekali orang-orang seperti saya ini yang katanya menternak bid’ah dan akidahnya tidak murni, lantas vonisnya adalah neraka. Gimana jadinya ini. Kalau sayaterserah Tuhan saja, surga dan neraka sama-sama ciptaan Tuhan, masuk disalah satunya adalah restu Tuhan. Tapi mendingsepertiAbu Nawas saja, “Tuhan, aku tidak pantas masuk surga, tapi kalau mau dimasukin neraka, please, jangan dong.”

Gara-gara perbedaan pendapat yang meruncing, tidak sedikit pertentangan dan konflik yang terjadi di dunia ini, dan itu mengatasnamakan agama. Mungkin ini yang dinamakan “tarik-tarikan agama”. Dan hal tersebut tidak hanya terjadi di Islam saja, mengutip catatan dari Karen Armstrong, yang menyatakan, fundamentalisme/radikalisme itu terjadi di semua agama, seperti; Hindu radikal mempertahankan sistem kasta dan menentang Muslim India; kaum fundamentalisme Yahudi melakukan penghunian ilegal di Tepi Barat dan Jalur Gaza serta bersumpah untuk mengusir semua orang Arab di Tanah Suci mereka; Moral Majority yang di pimpin Jerry Falwell dan Christian Right, yang menganggap Uni Soviet sebagai Kerajaan Setan, mencapai kekuatan yang hebat di Amerika Serikat selama tahun 1980-an, dan masih banyak lagi.

Itu lah permasalahannya, api konflik dengan basis radikalisme mudah punya potensi. Karena sering sekali tidak terima kalau tidak sama seperti dirinya. Maunya mereka, kita semua manut sama mereka, tapi bagaimana mau manut orang kita semua ini punya latar belakang ide dan ideologi masing-masing, boleh saja sesumbar dalil sampai meteran, tapi tolong, jangan tuduh dan paksa kami, kafirkah kami?

Allah memberikan bingkisan kepada setiap golongan dan manusia berupa agama, sekaligus ruang dakwahnya. Dan ruang dakwah itu yang seharusnya dimanfaatkan dengan baik oleh kita semua, dengan cara santun dan bijaksana. Kondisi sosial dan psikologi sosial dari zaman ke zaman berbeda.?

Menanggapi persoalan tersebut, kita harus berpikir dialektis, umat Islam berkembang variatif, jargon-jargon dan simbol-simbol keIslaman tidak hanya dimiliki oleh satu golongan, melainkan semua golongan yang beragama Islam dengan pandangan tertentu, madzhab tertentu, dan diskursus tertentu. Sehingga tidak sedikit dari kita terjebak pada kebingungan, mana yang Islam di antara kita. Ini menjadikan kita berpikir satu pihak, sehingga timbul sikap menyempit, Islam cenderung meluas.?

Sebab itu, dalam dinamika sosial ada kecenderungan kelompok yang menutup diri, sebagai cara untuk menjadikan kelompoknya pada kemurnian ideologi serta menuduh kelompok lain telah menyeleweng. Hal ini seleras seperti yang disampaikan Gunawan Muhammad dalam dialognya, “Efek dari penyempitan itu salah satunya adalah hilangnya toleransi. Namun, di sisi lain hilangnya toleransi bukan hanya masalah teologi lokal semata, juga menyangkut krisis sosial budaya.

Sistem berketuhanan kita yang harus dibenahi, karena selama ini sistem berketuhanan kita belum mampu menjawab persoalan-persoalan kemanusiaan. Kita hanya sibuk dengan kebenaran kita masing-masing. Sistem berketuhanan yang sehat, akan melahirkan cerminan spiritual yang sehat pula, seperti agama yang mempunyai misi; cinta kasih, perdamaian, persahabatan, dan saling menghormati.?

Selain itu, pada wilayah desa, kecamatan, kota, dan negara, menjaga kuat manusia-manusianya supaya tidak tersusupi paham-paham aneh, yang bisa memecah belah (apalagi hoaks-hoaks murahan berharga mahal itu). Dan ini tanggung jawab kita semua, bukan hanya tokoh masyarakat, ulama, presiden/pemerintah, melainkan bersama untuk mencapai pada persatuan Indonesia. Jangan menunggu datangnya “keajaiban” untuk hidup berdampingan rukun, minimal belajar rukun secara fisik saja, tidak pukul-pukulan dan tidak jotos-jotosan.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an, “Wa’ tashimu bi habli allaihi jami’an wa la tafarraqu” (Dan bepeganglah kalian kepada tali Allah (secara) keseluruhan dan janganlah bercerai-berai/terpisah belah) (QS. Ali Imran [3]: 103). Menurut Gus Dur, ayat ini menunjukan kepada kita, yang dilarang bukannya perbedaan pandangan melainkan bersikap terpecah-belah satu dari yang lainnya. Hal ini diperkuat sebuah ayat lain (QS. Al-Maidah [5]: 3), “ta’wanu ‘ala al-birri wa al-taqwa”.

Ada sebuah adagium menarik yang dipopulerkan Gus Dur, dan ini akan menjadi akhir dari tulisan ini, “tak ada agama tanpa kelompok, tak ada kelompok tanpa kepemimpinan, dan tak ada kepimpinan tanpa sang pemimpin” (la dina illa bi jama’atin wa la jamata illa bi imamatin wala imamata illa bi imamin).?

Adagiumnya memang benar, walaupun sekelompok kecil pernah mengajukan klaim kepemimpinan itu dan minta diterima sebagai pemimpin. Namun sikap mereka yang memandang rendah kelompok lain, justru menggagalkan niatan tersebut, sedangkan kelompok-kelompok lain tidaklah memiliki kepemimpinan kohensif seperti itu.?

Herankah kita, jika wajah berbagai gerakan Islam di Tanah Air kita saat ini tampak tidak memiliki kepemimpinan yang jelas? Di sinilah kita perlu membangun kembali “kesatuan” umat (ummatan wahidatan). Mudah diucapkan, tapi sulit diwujudkan bukan? (Abdurrahman Wahid: 2011). Apalagi tarik-tarikan agama terus mendominasi untuk saling berebut kebenaran bukan?

Penulis adalah Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Darussa’adah Kebumen, Jawa Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Jadwal Kajian, Amalan, Kajian Islam Mujahidin Cyber

Senin, 04 Desember 2017

Pimpinan Umat Islam Dunia Harus Berani Wujudkan Damai di Irak

Bogor, Mujahidin Cyber. Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan, pimpinan umat Islam seluruh dunia harus berani mewujudkan perdamaian berkelanjutan di Irak.

"Perdamaian dan perang, hanya dapat dilaksanakan oleh para pemimpin yang terbaik. Dan saya yakin para pemimpin umat Islam di Timur Tengah memiliki keberanian untuk wujudkan damai di Irak," katanya, sesaat sebelum menutup Konferensi Internasional Para Pemimpin Umat Islam untuk Rekonsiliasi Irak di Istana Bogor, Rabu.

Pimpinan Umat Islam Dunia Harus Berani Wujudkan Damai di Irak (Sumber Gambar : Nu Online)
Pimpinan Umat Islam Dunia Harus Berani Wujudkan Damai di Irak (Sumber Gambar : Nu Online)

Pimpinan Umat Islam Dunia Harus Berani Wujudkan Damai di Irak

Ia mengatakan, persoalan yang berujung konflik di Irak merupakan permasalahan pula bagi umat Islam di seluruh dunia. Persoalan dan konflik di Irak merupakan persoalan yang kompleks karena melibatkan banyak hal, banyak negara dan kepentingan.

Namun, tambah Jusuf Kalla, yang penting adalah bagaimana umat Islam dunia bersatu untuk menyelesaikan konflik di Irak. Hal itu, hanya dapat dicapai melalui dialog yang tulus serta komitmen yang kuat.

"Dialog antarumat Islam yang dilandasi niat tulus, merupakan kunci penting bagi penyelesaian masalah termasuk konflik yang terjadi di Irak," katanya.

Mujahidin Cyber

Wapres mengatakan, dialog merupakan langkah awal untuk memetakan perkembangan yang ada termasuk dalam mengembangkan mekanisme penyelesaian konflik, pemahaman tata nilai dan ajaran Islam, agar tercipta persepsi dan komitmen kuat untuk mewujudkan perdamaian di Irak.

"Ini yang harus kita lalui bersama, yakni menyepakati hal-hal yang telah diamanatkan dalam deklarasi konferensi, untuk memajukan langkah kita bersama menciptakan perdamaian di Irak," kata Wapres.

Mujahidin Cyber

Jusuf Kalla menambahkan, perbedaan pandang dalam setiap dialog merupakan bukti bahwa perbedaan adalah rahmat dari Allah SWT dan harus disikapi secara positif.

"Dengan niat tulus dan komitmen yang kuat maka nilai-nilai dan semangat perdamaian dapat diteruskan oleh para pemimpin kepada seluruh umat Islam di dunia, hingga perdamaian di Irak dapat benar-benar terwujud secara berkelanjutan," ujarnya menambahkan.

Jusuf Kalla mengatakan, perdamaian di Irak masih memerlukan jalan panjang, kerja keras, pengorbanan keberanian. Tetapi kalau niat dan komitmen seluruh pemimpin dan umat Islam kuat maka perubahan akan segera terwujud di Irak. (ant/mad)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ahlussunnah, Amalan, Pesantren Mujahidin Cyber

Sabtu, 02 Desember 2017

Semangat Membaca dan Mengamalkan Al-Qur’an Sejak Dini

Denpasar, Mujahidin Cyber. Alm. KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur secara tegas menyatakan, “Tidak penting apapun agama atau sukumu, karena orang lain tidak akan pernah tanya apa agamamu kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang." Dari ungkapan tersebut dapat diambil sebuah pesan moral akan pentingnya sebuah pengorbanan dan pengabdian untuk  orang lain dan masyarakat.

Semangat Membaca dan Mengamalkan Al-Qur’an Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Membaca dan Mengamalkan Al-Qur’an Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Membaca dan Mengamalkan Al-Qur’an Sejak Dini

Dengan semangat mengamalkan petuah “sang guru” bangsa tersebut, pada hari Sabtu, 21 November 2015 sejumlah mahasiswa dan dosen penerima beasiswa kursus superintensif bahasa Inggris MoRA scholarship 2015 (Awardee MoRA Scholarship) di Indonesia-Australia Language Foundation (IALF) Denpasar menyelenggarakan kegiatan sosial dan pengabdian masyarakat di yayasan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al-Huda Jimbaran Bali. 

Syahdan, Bali merupakan salah satu provinsi di Indonesia dimana Islam merupakan agama minoritas, tercatat jumlah penganut agama Islam adalah 13,37 persen atau setara 520.244 jiwa (Bimas Kemenag RI). Mayoritas penduduk Bali beragama Hindu, sehingga menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi umat Islam selaku kaum minoritas untuk bisa berbaur dengan umat mayoritas lainya dengan nuansa toleransi yang indah.

Mujahidin Cyber

Kegiatan “Bali Mengaji, Dari Santri untuk Negeri” yang digagas oleh para penerima beasiswa kursus bahasa Inggris MoRA Scholarship 2015 diharapkan mampu menjadi salah satu jawaban untuk mewujudkan kehidupan beragama yang toleran. Secara umum, kegiatan yang dilaksanakan pada sore hari hingga menjelang maghrib ini berupa pengajian singkat dan berbagi motivasi dan inspirasi dari awardee MoRA scholarship kepada para peserta  yang mayoritasnya merupakan santri TPQ yang masih berumur dini rentang 4-10 tahun. Hal ini dirasa penting mengingat optimalisasi pendidikan agama dan karakter bagi anak usia dini adalah sebuah keniscayaan guna menyiapkan generasi cerdas dan handal yang akan menopang kemajuan peradaban Islam di masa mendatang.

Mujahidin Cyber

Ahmad Romzi, selaku ketua penyelenggara menegaskan, tujuan utama diselenggarakan acara ini adalah untuk membumikan semangat membaca dan mengamalkan Al-Qur’an. Al-Qur’an tidak hanya untuk dibaca tetapi juga untuk diamalkan, karena salah satu spirit yang ditanamkan Al-Qur’an adalah rahmatan lil alamin, toleransi dan saling menghargai satu sama lain, dan pesan moral semacam ini sudah harus ditanamkan dalam benak anak sedini mungkin, tegasnya.

Lebih jauh lagi, I’anatul Avifah, awardee MoRA scholarhsip asal UIN Sunan Ampel Surabaya, menyatakan, program positif semacam ini harus terus dilakukan dan dikembangkan. “Saya kira, program ini juga menjadi salah satu indikator ‘keseriusan’ penerima beasiswa pendidikan bahasa asing MoRA Scholarship 2015, yang juga merupakan ‘santri’ di sejumlah pesantren dan perguruan tinggi Islam di tanah air untuk kembali mengabdi pada lembaga pendidikan Islam, baik pesantren maupun perguruan tinggi Islam di kemudian hari,” ucapnya. (Dito Alif Pratama/Mukafi Niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Amalan, Pendidikan Mujahidin Cyber

Rabu, 29 November 2017

Tolak Radikalisasi, Khofifah Ajak Mahasiswa Sebarkan Islam Damai

Makassar, Mujahidin Cyber. Ketua Umum Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa mengutip Indeks Teroris Global (GTI) 2012 yang menempatkan Indonesia pada posisi ke-31 dalam hal radikalisasi keagamaan. Menteri Sosial RI ini melihat dunia maya sebagai ruang pertarungan yang mesti direbut untuk menyebarkan konten-konten keagamaan yang toleran dan damai. Menurutnya, kalangan muda terutama mahasiswa berperan besar mewarnai dunia maya dengan ide-ide perdamaian.

Tolak Radikalisasi, Khofifah Ajak Mahasiswa Sebarkan Islam Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
Tolak Radikalisasi, Khofifah Ajak Mahasiswa Sebarkan Islam Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

Tolak Radikalisasi, Khofifah Ajak Mahasiswa Sebarkan Islam Damai

Demikian disampaikan Hj Khofifah pada kuliah umum di hadapan peserta Training of Trainer (ToT) dan mahasiswa UIM dalam rangka ToT yang diselenggarakan oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Selatan bekerja Universitas Islam Makassar di Auditorium KH Muhyiddin Zain, Senin (28/9).

Bahkan dalam kasus terorisme di Indonesia, penggunaan internet telah digunakan untuk publikasi propaganda dan indoktrinasi pengikut. Publikasi propaganda ini, kata Khofifah, memunculkan pesan-pesan jihad dan perlawanan global yang dipasang jaringan teroris di berbagai situs internet yang dikelolanya.

Mujahidin Cyber

Di sisi lain sasaran indoktrinasi biasanya adalah anak-anak muda yang sedang mencari jati diri. Mereka adalah generasi yang belum memiliki keyakinan kuat dan identitas kokoh sehinggga mudah terbujuk oleh pemikiran-pemikiran baru yang dianggapnya benar dan mampu mengantarkannya kepada kehidupan lebih baik.

Mujahidin Cyber

"Tak lupa kami mengajak seluruh mahasiswa UIM untuk melawan pemahaman radikalisme dan terorisme," tambahnya.

Tampak hadir dalam kuliah umum ini Sektama BNPT RI Mayor Jenderal TNI Abdul Karim Kadir, Rektor UIM A Majdah M Zain, Ketua FKPT Sulsel Arfin Hamid, Nurul Fuadi sebagai moderator dan ribuan mahasiswa UIM. (Andy Muhammad Idris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Amalan, Fragmen Mujahidin Cyber

Minggu, 26 November 2017

PBNU Ajak Tiongkok Perangi Terorisme Internasional

Jakarta, Mujahidin Cyber

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengajak Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xie Feng untuk memerangi terorisme internasional yang mengganggu kedamaian dan menimbulkan berbagai persoalan kemanusiaan.?

Hal ini disampaikan dalam acara buka bersama dan santunan bagi yatim piatu yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia di di pesantren Al-Tsaqafah di bilangan Ciganjur Jakarta Selatan, Kamis (16/6).

PBNU Ajak Tiongkok Perangi Terorisme Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Ajak Tiongkok Perangi Terorisme Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Ajak Tiongkok Perangi Terorisme Internasional

Kiai Said juga menuturkan, setelah melihat kehidupa pesantren dan mendapat penjelasan tentang konsep pendidikan yang diajarkan di dalamnya, Dubes Tiongkok itu menyatakan apresiasinya. "Dubes Cina sangat kagum dengan konsep pendidikan pesantren terkait dalam konsernnya untuk membangun karakter bangsa," ujarnya.

Dubes Tiongkok Xie Feng dalam sambutannya menjelaskan setiap tahun Kedutaan Tiongkok setiap tahun menyelenggarakan buka puasa bersama sebagai salah satu bentuk persahabatan antara Tiongkok dengan masyarakat Muslim di Indonesia. Ia juga menegaskan, masyarakat Tiongkok mementingkan memberi pertolongan kepada orang yang tidak mampu.?

Xie Feng menjelaskan, komunikasi antara Muslim Indonesia dan Muslim Tiongkok sudah terjalin sejak 600 tahun yang lalu ketika ekspedisi kerajaan Tiongkok yang dipimpin oleh Cheng Ho datang ke wilayah Nusantara. Untuk itu, ia berharap komunikasi tersebut terus dilanjutkan seperti dalam pemberian sertifikasi makanan halal, peneliti Muslim, pelatihan guru, dan pengiriman mahasiswa.

Mujahidin Cyber

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menjelaskan tentang kabar adanya larangan bagi Muslim di wilayah Xinjiang untuk melaksanakan ibadah. “Pemerintah Tiongkok selalu mementingkan, menghormati, dan melindungi kebebasan beragama. Sebagai hak sipil paling mendasar, kebebasan beragama tercantum dalam UUD Tiongkok,” katanya.

Ia juga menuturkan, rumahnya di Beijing dekat dengan salah satu masjid paling terkenal di Tiongkok yang memiliki sejarah panjang perkembangan Islam di negeri tersebut. Bahkan ia mengaku suka membeli makanan halal di sekitar lokasi tersebut.?

Mujahidin Cyber

? “Cerita tentang pemerintah Tiongkok melarang Muslim untuk beribadah ternyata bukan fakta. Sama dengan di Indonesia, ketika terdengar suara azan dari masjid, para Muslim yang berada di sekitarnya berdatangan ke masjid,” paparnya.?

Ditegaskannya, menjelang Ramadhan, di Xinjian, pemerintah menekankan bahwa perasaan, kepercayaan, dan adat istiadat warga beragama harus dipahami, dihormati, dan diperhatikan sepenuh-penuhnya.

?

Ia mengajak Muslim dan ulama dari Indonesia untuk melihat secara langsung kehidupan Muslim di Tiongkok untuk melihat dengan mata kepala sendiri kondisi di sana. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nasional, Amalan, Ulama Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock