"Memang dari hasil penelitian ada kecenderungan para pemuda kita pergi ke kota. Kalau mereka pergi ke kota terus bagaimana dengan desa (bertani)," tanyanya usai mengisi Workshop bertema Isu-Isu Kepemudan dan Tantangan Globalisasi bagi Penerima Beasiswa (Kemenpora) Program Studi Magister (S2) Dirasah Islamiyah Konsentrasi Kepemudaan di Gedung Twin Tower B UINSA Surabaya, Kamis (5/10).
| Kemenpora Prihatin atas Menurunnya Minat Pemuda Jadi Petani (Sumber Gambar : Nu Online) |
Kemenpora Prihatin atas Menurunnya Minat Pemuda Jadi Petani
Ia mempertanyakan generasi petani di desa jika pemuda banyak memilih pergi ke kota, sebab orang tua yang bekerja sebagai petani tidak bisa bertahan selamanya."Dan akhirnya mereka meninggalkan desa. Tidak mungkin orang tua terus bekerja, lama-lama akan tua. Siapa penerusnya?" ungkapnya.
Untuk mengatasi hal tersebut Kemenpora sudah menyiapkan berbagai program. Salah satunya program pemuda mandiri desa yang sudah terbentuk diharapkan bisa berperan untuk memberdayakan pemuda di desa.
Mujahidin Cyber
"Kita punya beberapa program terkait itu tidak menutup kemungkinan pemuda mandiri desa bisa menghimbau atau mengajak suapaya ada pemuda yang turun ke desa lagi. Mungkin tidak melulu mencangkul, bagi yang berpendidikan bisa mengelola sebagai pimpinan atau manajer," ujarnya.Selain itu Ia juga menambahkan bahwa Kemenpora memiliki pelatihan berupa kemandirian ekonomi, ketahanan pangan. Melalui pelatihan itu dihimbau juga supaya para pemuda bisa memunculkan kepedulian terhadap pedesaan.
"Sebetulnya tidak hanya dibidang pertanian tapi bidang yang lain juga," pungkasnya. (Rof Maulana/Fathoni)
Mujahidin Cyber
Dari Nu Online: nu.or.idMujahidin Cyber AlaNu Mujahidin Cyber
