Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Kemenpora Prihatin atas Menurunnya Minat Pemuda Jadi Petani

Surabaya, Mujahidin Cyber. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) prihatin atas menurunnya minat pemuda menjadi petani. Hal itu disampaikan oleh Djunaidi, Asdep Peningkatan Sumber Daya Pemuda, Kementerian Pemuda dan Olahraga atas hasil beberapa penelitian yang menunjukkan pemuda cenderung pergi kota.

"Memang dari hasil penelitian ada kecenderungan para pemuda kita pergi ke kota. Kalau mereka pergi ke kota terus bagaimana dengan desa (bertani)," tanyanya usai mengisi Workshop bertema Isu-Isu Kepemudan dan Tantangan Globalisasi bagi Penerima Beasiswa (Kemenpora) Program Studi Magister (S2) Dirasah Islamiyah Konsentrasi Kepemudaan di Gedung Twin Tower B UINSA Surabaya, Kamis (5/10).

Kemenpora Prihatin atas Menurunnya Minat Pemuda Jadi Petani (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenpora Prihatin atas Menurunnya Minat Pemuda Jadi Petani (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenpora Prihatin atas Menurunnya Minat Pemuda Jadi Petani

Ia mempertanyakan generasi petani di desa jika pemuda banyak memilih pergi ke kota, sebab orang tua yang bekerja sebagai petani tidak bisa bertahan selamanya.

"Dan akhirnya mereka meninggalkan desa. Tidak mungkin orang tua terus bekerja, lama-lama akan tua. Siapa penerusnya?" ungkapnya.

Untuk mengatasi hal tersebut Kemenpora sudah menyiapkan berbagai program. Salah satunya program pemuda mandiri desa yang sudah terbentuk diharapkan bisa berperan untuk memberdayakan pemuda di desa.

Mujahidin Cyber

"Kita punya beberapa program terkait itu tidak menutup kemungkinan pemuda mandiri desa bisa menghimbau atau mengajak suapaya ada pemuda yang turun ke desa lagi. Mungkin tidak melulu mencangkul, bagi yang berpendidikan bisa mengelola sebagai pimpinan atau manajer," ujarnya.

Selain itu Ia juga menambahkan bahwa Kemenpora memiliki pelatihan berupa kemandirian ekonomi, ketahanan pangan. Melalui pelatihan itu dihimbau juga supaya para pemuda bisa memunculkan kepedulian terhadap pedesaan.

"Sebetulnya tidak hanya dibidang pertanian tapi bidang yang lain juga," pungkasnya. (Rof Maulana/Fathoni)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber AlaNu Mujahidin Cyber

Jumat, 23 Februari 2018

STAIN Pamekasan-Universitas Kebangsaan Malaysia Jalin Kerja Sama Penelitian

Pamekasan, Mujahidin Cyber. Bertempat di Gedung Multi Centre Lantai II, STAIN Pamekasan melangsungkan ekspos hasil penelitian internasional Indonesia-Malaysia, Kamis (29/12). Penelitian tersebut mengerucut pada pengaruh human capital, structural capital, dan customer capital terhadap informasi asimetris dan akuntabilitas kinerja anggaran bank umum syariah di negara negara Indonesia dan Malaysia.

Acara tersebut menghadirkan peneliti dari Universitas Kebangsaan Malaysia, Prof Madya Dr Shofian Ahmad selaku Deputy Dean for Graduate Studies and International Relations, Faculty of Islamic Studies UKM. Selain itu, terlihat Eric Kurniawan selaku pimpinam BRIS KC Pamekasan. Tampak pula Ketua STAIN Pamekasan Dr H Muhammad Kosim beserta jajaran petinggi kampus dan para mahasiswa.

STAIN Pamekasan-Universitas Kebangsaan Malaysia Jalin Kerja Sama Penelitian (Sumber Gambar : Nu Online)
STAIN Pamekasan-Universitas Kebangsaan Malaysia Jalin Kerja Sama Penelitian (Sumber Gambar : Nu Online)

STAIN Pamekasan-Universitas Kebangsaan Malaysia Jalin Kerja Sama Penelitian

Penelitian unggulan internasional yang diungkap dalam kesempatan itu merupakan hasil jerih payah Sri Handayani, Shofian Ahmad, Fatati Nuryana, dan Ainurrahman Hidayat. Latar belakang penelitian tidak lepas dari bank umum syariah di Indonesia yang meningkat tajam mulai 1992 sampai 2016, menjadi 13 bank yang hampir menyamai jumlah bank syariah di Malaysia.

"Perkembangan bank umum syariah seyogyanya diikuti dengan pengelolaan yang sesuai dengan kepentingan nasabah dan bank," ujar Sri Handayani.

Ditegaskan, bank syariah akan menjadi besar jika didukung dengan modal intelektual yang meliputi human capital, structural capital, structural capital, dan customer capital. Akan tetapi, penilaian kinerja perusahaan seringkali hanya didasarkan pada aktiva berwujud (tangible assets), sementara aktiva tidak berwujud (intangible assets) kurang diperhatikan.

Mujahidin Cyber

Dalam sambutannya, Ketua STAIN Pamekasan Muhammad Kosim menegaskan, pihaknya pernah ke Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM). Meskipun secara fisik kampus UKM tidak semegah STAIN, tetapi fasilitas keilmuannya cukup memadai.

"Seperti perpustakaan UKM yang cukup lengkap dan canggih. Ke depannya kita akan terus menjalin kerja sama dalam bidang penelitian maupun forum ilmiah," tukasnya.

Usai memberi sambutan, Muhammad Kosim dan Shofian Ahmad teken kontrak MoU. Itu sebagai wujud nyata jalinan kerja sama STAIN Pamekasan dengan UKM secara berkesinambungan. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber AlaNu, Tokoh Mujahidin Cyber

Sabtu, 17 Februari 2018

Organisasi Sipil Suriah Puji Peran Indonesia dalam Upaya Rekonsiliasi

Damaskus, Mujahidin Cyber. Organisasi Inisiatif Sipil untuk Rekonsiliasi Nasional Suriah, mengapresiasi sikap politik Indonesia yang ikut membantu dalam upaya rekonsiliasi terhadap konflik yang terjadi di Suriah.

?

Organisasi Sipil Suriah Puji Peran Indonesia dalam Upaya Rekonsiliasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Organisasi Sipil Suriah Puji Peran Indonesia dalam Upaya Rekonsiliasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Organisasi Sipil Suriah Puji Peran Indonesia dalam Upaya Rekonsiliasi

"Saya kagum atas sikap Indonesia dalam menyikapi krisis di Suriah, dimana selalu menekankan mendorong solusi politik dan rekonsiliasi dengan tetap menghormati kedaulatan Suriah. Indonesia adalah contoh negara Muslim moderat yang dapat diterima oleh semua pihak,” ungkap Ketua Organisasi Inisiatif Sipil untuk Rekonsiliasi Nasional Suriah, Syeikh Jabir Mahmud Isa saat buka bersama di hotel Damarose, Damaskus, Jumat (25/6) waktu setempat.?

Menurut Syeikh Jabir, sikap politik Indonesia terhadap konflik Suriah sangat berbeda dengan negara lain yang justru malah mengintervensi sehingga hanya memperlambat proses rekonsiliasi dan perdamaian, memperpanjang krisis serta penderitaan di Suriah.?

Dijelaskan pula oleh Syeikh Jabir bahwa Organisasi Inisiatif Sipil untuk Rekonsiliasi Nasional Suriah merupakan inisiatif sipil independen kemanusiaan, bukan dibawah Pemerintah Suriah, yang bertujuan untuk membantu para warga Suriah yang bergabung dengan pemberontak agar dapat reintegrasi dan hidup normal kembali sebagai rakyat sipil setelah menyerahkan diri kepada pemerintah. Organisasi ini juga membantu membebaskan tentara atau warga Suriah yang diculik atau ditahan oleh para pihak yang bertikai.?

Mujahidin Cyber

Menanggapi sambutan hangat dari Syeikh Jabir Mahmud Isa, Dubes RI Suriah, Djoko Harjanto mengharapkan semoga inisiatif dan upaya mulia yang dilakukan oleh Organisasi Inisiatif Sipil untuk Rekonsiliasi Nasional ini terus dapat menghasilkan capaian-capaian yang signifikan dalam membantu penyelesaian secara politik dalam krisis yang telah berlangsung lebih dari lima tahun ini.

“Sejak meletusnya krisis di Suriah, Indonesia terus mendukung segala solusi politik diplomasi damai, dan menolak segala intervensi asing,” ujar Dubes Djoko. “Indonesia juga terus mendukung Suriah dalam perang melawan terorisme.”

Buka puasa bersama berlangsung penuh kekeluargaan itu berlangsung dengan diiringi musik religi dan tari sufi maulawiyah yang menambah semarak dan syahdunya sore hari di bulan Ramadhan itu.(Red-Zunus) ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Hikmah, Pesantren, AlaNu Mujahidin Cyber

Senin, 12 Februari 2018

Mahasiswa STAINU Jakarta Gelar Sidang Itsbat Nikah Massal

Bogor, Mujahidin Cyber. Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta bekerja sama dengan Pengadilan Agama Kabupaten Bogor, Jawa Barat menggelar sidang itsbat nikah massal di Kampung Pulo Desa Cibeuteung Udik, Kecamatan Ciseeng Bogor, Jumat (2/9). Sidang itsbat nikah ini diperuntukkan bagi pasangan suami-istri yang telah menikah secara Islam namun belum mempunyai buku nikah.

Peserta sidang itsbat nikah berjumlah 15 pasangan yang rata-rata berusia di atas 40 tahun. Mereka sudah menikah dan tinggal bersama sejak lama serta sudah dikaruniai anak namun belum memperoleh legalitas dari negara.

Mahasiswa STAINU Jakarta Gelar Sidang Itsbat Nikah Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa STAINU Jakarta Gelar Sidang Itsbat Nikah Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa STAINU Jakarta Gelar Sidang Itsbat Nikah Massal

Ketua Program Studi Ahwal Syakhsiyah Irfan Hasanuddin mengatakan, kegiatan sidang itsbat nikah itu merupakan bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAINU Jakarta, menjadi bagian dari tugas akademik pengabdian masyarakat.

"Sebenarnya para pasangan yang mengikuti sidang itsbat sudah sah menurut syariat hanya saja menurut hukum negara belum sah. Kami sudah melakukan sosialisasi itsbat nikah sejak 2013. Kalau masyarakat sudah mempunyai akte nikah atau mendapatkan pengakuan nikah dari negara maka negara akan mudah melakukan pelayanan," katanya.

Mujahidin Cyber

Taufik Hidayat, pejabat Desa Cibeteung Udik mengungkapkan, dari sekitar 3000 kepala keluarga (KK) di desa setempat, sekitar 1500 KK belum mempunyai buku nikah. Akibatnya banyak sekali pasangan yang kesulitan mendapatkan pelayanan administratif dari desa mulai dari kartu keluarga, kartu tanda penduduk sampai akses kesehatan. Mereka juga terkendala dalam melakukan aktifitas ekonomi dan perbankan.

Nawawi (40) salah seorang peserta isbat nikah mengatakan, ia tidak menguruskan pernikahannya ke Kantor Urusan Agama (KUA) karena alasan ekonomi. Nawawi yang mengikuti sidang bersama istrinya dan dua orang saksi mengeluhkan biaya nikah yang besar waktu itu, yakni pada saat ia melangsungkan akad nikah.

Hakim Pengadilan Agama Kabupaten Bogor yang memimpin sidang itsbat nikah di Desa Cibeuteung Udik memastikan, proses sidang itsbat nikah sangat mudah dan bisa dilakukan dalam sekali sidang. Proses sidang juga bisa dilakukan secara kolektif yang difasilitasi oleh pihak tertentu seperti STAINU.

Mujahidin Cyber

Ditambahkan, untuk masyarakat miskin, proses sidang bisa bebas biaya sama sekali. Selanjutnya pasangan yang telah diitsbatkan akan memperoleh surat itsbat yang akan digunakan oleh pihak KUA dalam memproses buku nikah. (Deni Hariman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Khutbah, AlaNu Mujahidin Cyber

Senin, 05 Februari 2018

LPBINU Luncurkan Gerakan Nasional Ubah Sampah Jadi Berkah

Jakarta, Mujahidin Cyber

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) menilai bahwa berbagai bencana bisa ditimbulkan hanya karena membiarkan sampah tanpa bisa memanfaatkannya. Sebab itu, LPBINU berupaya memberikan kesadaran kepada masyarakat dengan meluncurkan gerakan nasional ‘Mengubah Sampah Menjadi Berkah’.

LPBINU Luncurkan Gerakan Nasional Ubah Sampah Jadi Berkah (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Luncurkan Gerakan Nasional Ubah Sampah Jadi Berkah (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Luncurkan Gerakan Nasional Ubah Sampah Jadi Berkah

Kegiatan peluncuran dilakukan di halaman Gedung PBNU Jakarta, Selasa (23/2/2016) serta dibuka langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj.

Dalam gerakan ini, Ketua Pengurus Pusat LPBINU M Ali Yusuf mengatakan bahwa kegiatan ini akan didukung oleh berbagai program produktif seperti Bank Sampah, Shadaqah Sampah, Daur Ulang, Komposting, Biopori, dan Urban Farming.

“Istilah Bank Sampah kami pilih untuk memahamkan kepada masyarakat bahwa sampah juga mempunyai nilai dan menyimpan pendapatan,” ujar M Ali Yusuf di sela-sela kegiatan.

Mujahidin Cyber

Ali Yusuf menjelaskan, sampah juga menjadi problem darurat mengingat Indonesia berada di urutan kedua penghasil sampah terbanyak di laut setelah Filipina. “Padahal di laut, sampah baru bisa hancur setelah 50-100 tahun,” terang Yusuf.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam sambutannya memaparkan, LPBINU telah meluncurkan ide cerada terkait penanganan sampah. Menurut Kang Said, persoalan sampah tidak akan pernah selesai mengingat gaya hidup masyarakat yang semakin hedonis dan materialis.

“PBNU mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bergabung bersama NU melalui LPBINU dengan memanfaatkan sampah menjadi barang-barang kerajinan, kompos, dan lain-lain,” ujarnya.

Mujahidin Cyber

Dalam kegiatan tersebut, juga berdiri stan-stan yang menampilkan produk-produk kreatif hasil olahan sampah. Bahkan untuk program Bank Sampah, LPBINU juga meluncurkan Buku Tabungan. Nasabah dari program ini tak lain yaitu masyarakat pengumpul sampah itu sendiri.

Kegiatan ini juga menampilkan fashion show dengan memakai baju-baju cantik hasil olahan sampah.?

Agenda ke depan, PBNU dan LPBINU juga akan mengadakan pertemuan dengan salah satu kelurahan di Jakarta, yaitu Kelurahan Kenari Kecamatan Senen, Jakarta Pusat untuk menyosialisasikan programprogram tersebut. Dalam agenda yang akan dilaksanakan 3 Maret 2016 tersebut, Gubernur Jakarta Basuki Tjahaya Purnama direncakan akan hadir. Sosialisasi kegiatan konkret serupa akan digencarkan di setiap daerah. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Santri, AlaNu, Ahlussunnah Mujahidin Cyber

Minggu, 04 Februari 2018

Iran Baca Islam Indonesia dari Orientalis

Jakarta, Mujahidin Cyber. Orang Iran membaca Islam yang berkembang di Indonesia dari sumber-sumber yang ditulis para orientalis. Oleh karena itu, orang Iran menyadari ada kemungkinan pemahaman mereka atas Islam Indonesia tidak tepat.

Demikian dinyatakan Atase Kebudayaan Republik Islam Iran Muhammad Ali Rabbani, saat bertemu dengan Agus Sunyoto di Jakarta, Kamis (20/12). Ali Rabbani mengatakan bahwa kondisi seperti itu dikarenakan minimnya buku-buku yang ditulis Intelektual yang diterjemahkan ke dalam bahasa Persia ataupun bahasa Arab.

Iran Baca Islam Indonesia dari Orientalis (Sumber Gambar : Nu Online)
Iran Baca Islam Indonesia dari Orientalis (Sumber Gambar : Nu Online)

Iran Baca Islam Indonesia dari Orientalis

"Kami tidak punya banyak rujukan yang meyakinkan tentang Islam Indonesia, karena kebanyakan bacaan kami dari para orientalis. Oleh karena itu, kami menyambut dengan baik buku Atlas Walisongo yang ditulis Agus Sunyoto. Beliau orang Indonesia dan menulis Islam di negerinya dari sumber awal. Kami berminat menerjemahkan dan disebarkan di Iran," Ali Rabbani memaparkan.

Mujahidin Cyber

Dia juga menyatakan bahwa buku Agus Sunyoto memiliki persamaan dengan pemikiran orang Iran, tentang tasawuf, tentang nilai-nilai kebudayaan. "Orang Iran perlu tahu buku tersebut," tegasnya.

Mujahidin Cyber

Sementara itu, Agus Sunyoto menyatakan bahwa buku Atlas Walisongo ingin menunjukkan watak Islam Indonesia, yakni menghargai lokalitas-lokalitas yang beragam. 

"Penghargaan pada lokalitas yang beragam ini tidak ada di negeri lain. Itu watak utama Islam kita yang sangat penting. Watak itu yang menyababan Islam Indonesia kenyal dari ajaran-ajaran dari luar," jelasnya.

"Kalau ajaran dari luar datang, mereka harus beradaptasi, jika tidak masyarakat akan menolak," tambah Agus Sunyoto yang juga menulis dalam bidang sastra.

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber AlaNu, Amalan Mujahidin Cyber

Selasa, 30 Januari 2018

Sanad Kitab Shahih Bukhari KH Hasyim Asyari

Shahih Bukhari merupakan kitab hadis yang menjadi rujukan para ahli hadis maupun lembaga pendidikan Islam di berbagai penjuru dunia. Di Indonesia, pendiri NU KH Hasyim Asy’ari merupakan jalur pertama dari sanad kitab hadis masyhur tersebut.

? ?

Sanad Kitab Shahih Bukhari KH Hasyim Asyari (Sumber Gambar : Nu Online)
Sanad Kitab Shahih Bukhari KH Hasyim Asyari (Sumber Gambar : Nu Online)

Sanad Kitab Shahih Bukhari KH Hasyim Asyari

Berikut ini sanad Kitab Shahih Bukhari, dari KH Hasyim Asy’ari melalui jalur Syaikh Mahfud Termas sampai kepada penulis hadits, yakni Imam Abi Abdillah Muhammad bin Ismail Al-Bukhari yang terdiri dari jalur pertama dan kedua:

Jalur pertama:

1. KH Hasyim Asy’ari

2. Dari Syaikh Mahfud Termas.?

Mujahidin Cyber

3. Dari Syaikh Muhammad Abu Bakar Syatha Al-Makki.?

4. Dari Sayyid Ahmad Zaini Dahlan

5. Dari Syaikh Utsman bin Hasan Ad-Dimyathi

6. Dari Syaikh Muhammad bin Ali As-Syinwani

Mujahidin Cyber

7. Dari Syaikh Isa bin Ahmad Al-Barawi

8. Dari Syaikh Muhammad Ad-Dafri

9. Dari Syaikh Salim bin Abdillah Al-Bashri

10. Dari ayahnya: Abdillah bin Salim Al-Bashri

11. Dari Syaikh Muhammad bin Alaudin Al-Babili

12. Dari Syaikh Salim bin Muhammad As-Sanhuri

13. Dari Najm Muhammad bin Ahmad Al-Ghaytho

14. Dari Syaikh Al-Islam Zakariya bin Muhammad Al-Anshari

15. Dari Al-Hafidh Ahmad bin Ali bin Hajar Al-Asqalani

16. Dari Ibrahim bin Ahmad At-Tanukhi

17. Dari Abil Abbas Ahmad bin Thalib Al-Hajar

18. Dari Husain bin Mubarak Az-Zabidi Al-Hambali

19. Dari Abil Waqt Abdil Awwal bin Isa As-Sijzi

20. Dari Abil Hasan Abdul Rahman bin Mudzaffar bin Dawud Ad-Dawudi

21. Dari Abi Muhammad Abdullah bin Ahmad As-Srakhsi

22. Dari Abi Abdillah Muhammad bin Yusuf bin Mathar Al-Firabri

23. Dari Penyusunnya (orang yang menghimpun hadits), yakni: Al-Imam Al-Hafid Al-Hujjah Abi Abdillah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim Al-Bukhari

Jalur kedua:

1. KH Hasyim Asy’ari

2. Dari Syaikh Mahfudz Termas

3. Dari Sayyid Husain Al-Habsyi

4. Dari Ayahnya Muhammad Husain Al-Habsyi

5. Dari Umar bin Abdul Karim Al-Attar

6. Dari Sayyid Ali bin Abdil Bar Al-Wina’i

7. Dari Abdil Qadir bin Ahmad bin Muhammad Al-Andalusi

8. Dari Muhammad bin Abdillah Al-Idirsi

9. Dari Al-Quthb Muhammad bin Alauddin An-Nahruwali

10. Dari ayahnya

11. Dari Abil Futuh Ahmad bin Abdillah At-Thawusi

12. Dari Baba Yusuf Al-Hirawi

13. Dari Muhammad bin Syadzikhat Al-Farghani

14. Dai Abi Luqman Yahya bin Ammar Al-Khuttalani

15. Dari Muhammad bin Yusuf Al-Farbary

16. Dari Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari

Demikianlah sanad Kitab Shahih sampai KH Hasyim Asy’ari. Dari KH Hasyim Asy’ari inilah kebanyakan para ulama Indonesia setelahnya menimba ilmu.

Sumber:

Kitab Kifayatul Mustafid li Ma Ala minal Asanid, Karya Syaikh Mahfud Termas.

(Ahmad Nur Kholis)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber AlaNu, Halaqoh, Nahdlatul Ulama Mujahidin Cyber

Selasa, 16 Januari 2018

Gus Dur Gugat Nuklir Israel

Jakarta, Mujahidin Cyber. Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menilai, sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) terhadap Iran terkait program nuklirnya, merupakan bentuk ketidakadilan. “Untuk nuklir Israel, kok tidak tegas,” gugatnya.

Gus Dur menyatakan hal itu kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Jumat (30/3) menyusul sikap pemerintah Indonesia bersama 14 anggota DK PBB lainnya yang mendukung dikeluarkannya Resolusi 1747 DK PBB terhadap Iran.

Pada tahun 1998, mantan Perdana Menteri Israel Shimon Peres mengakui secara terbuka bahwa negaranya "membangun pilihan nuklir, bukannya untuk Hiroshima tetapi untuk Oslo. Pilihan nuklir bisa merujuk kepada senjata nuklir atau reaktor nuklir di Dimona, yang dikatakan oleh pihak Israel untuk penyelidikan ilmiah.

Gus Dur Gugat Nuklir Israel (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Gugat Nuklir Israel (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Gugat Nuklir Israel

Sejumlah pengamat memperkirakan, Israel adalah satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir. Jumlahnya ditaksir mencapai sekitar 100 hingga 200 hulu ledak nuklir. Negara Zionis itu selama ini tidak pernah membenarkan ataupun membantah secara tegas tentang kepemilikan senjata nuklir tersebut.

Gus Dur mengaku tak yakin sanksi berat yang memaksa Iran untuk menghentikan program pengayaan uraniumnya itu akan memperbaiki kondisi keamanan di Timur Tengah. Penyelesaian krisis nuklir Iran, menurutnya, lebih baik tetap dilakukan lewat cara-cara diplomasi.

“Jangan-jangan, 10 tahun lagi kita (Indonesia, Red) akan mengalami hal yang sama,” tandas Ketua Umum Dewan Syura DPP PKB mengingatkan.

Mujahidin Cyber

Meski tak mengetahui secara persis alasan dukungan atas resolusi yang dirumuskan Inggris, Prancis dan Jerman tersebut, Gus Dur yang juga mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mendesak agar pemerintah Indonesia bisa menentukan kebijakan luar negeri yang jauh dari pertimbangan emosional.

Gus Dur menganggap konyol jika alasan pemerintah Indonesia mendukung resolusi itu karena negara-negara yang selama ini berseberangan dengan Amerika Serikat (Rusia dan Cina) justru turut menyepakati sanksi tersebut. “Rusia dan Cina kelihatannya mendukung resolusi, tapi sebetulnya tidak. Indonesia jangan ikut-ikutan saja,” ujarnya.

Resolusi 1747 memperluas sanksi atas Iran yang ditetapkan pada Desember 2006 dalam Resolusi 1737. Di antara isi Resolusi itu adalah larangan secara menyeluruh ekspor senjata Iran maupun pembatasan penjualan senjata ke Iran. Isi resolusi juga membekukan aset milik 28 lembaga atau perorangan yang berhubungan dengan program nuklir dan rudal Iran.

Mujahidin Cyber

Iran juga dibatasi untuk memperoleh bantuan keuangan. DK PBB memberi batas waktu 60 hari setelah resolusi agar Iran menghentikan program nuklirnya. Jika diabaikan, DK PBB bisa mengambil langkah yang lebih pantas berupa sanksi ekonomi, bukan militer. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber AlaNu Mujahidin Cyber

Sabtu, 06 Januari 2018

Masdar Farid: Jangan Mubazirkan Potensi Masjid

Cirebon, Mujahidin Cyber. Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Masudi mengatakan, potensi masjid sebagai tempat strategis perjuangkan umat Islam belum tergarap dengan baik. Ia mengimbau warga NU untuk meningkatkan perhatiannya terhadap tempat ibadah ini.

Menurut dia, masjid memiliki sejumlah keistimewaan, terutama karena kemampuannya menjadi tempat perjumpaan dan kegiatan rutin khalayak. Soal manajemen keuangan, masjid juga termasuk yang paling transparan dibanding organisasi publik lain di lingkungan Islam.

Masdar Farid: Jangan Mubazirkan Potensi Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Masdar Farid: Jangan Mubazirkan Potensi Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Masdar Farid: Jangan Mubazirkan Potensi Masjid

"Tapi potensi yang begitu besar masih dimubazirkan," kata Masdar saat membuka Rapat Pimpinan Daerah Lembaga Tamir Masjid NU (LTMNU) Kabupaten Cirebon di Pesantren Muallimin-Muallimat Babakan, Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (5/1).

Mujahidin Cyber

Masjid, sambungnya, sangat dibutuhkan dalam upaya gerakan sosial-keagamaan. Kemakmuran masjid adalah titik tolak bagi usaha memakmurkan masyarakat.

Mujahidin Cyber

"Titik tolak kemakmuran bumi dimulai dari masjid. Ini yang akhir-akhir ini kurang mendapat perhatian dari kita," tuturnya.

Nahdlatul Ulama mempunyai dua basis penting penopang perjuangannya, yaitu pesantren dan masjid. Jika pesantren menjadi basis kulturalnya, masjid merupakan basis pergerakannya, jelasnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Khutbah, AlaNu Mujahidin Cyber

Minggu, 24 Desember 2017

Hamzan Wadi 3 Hari 3 Malam di Bus Demi Liga Santri

Bandung, Mujahidin Cyber

Kesebelasan Pondok Pesantren Hamzan Wadi mengalami nasib yang kurang beruntung dibanding tim-tim yang lain. Pasalnya mereka tiba Bandung untuk mengikuti Seri Nasional Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 beberapa jam sebelum pertandingan. Padahal tim lain sudah tiba beberapa hari sebelumnya, antara Jumat dan Sabtu.

Hamzan Wadi, pondok pesantren asal Kabupaten Dumpu, Nusa Tenggara Barat, berangkat pada Jumat lalu didoakan pengasuh pesantren Tuan Guru H. Lalu Zulkarnaen. Mereka lalu tiba di Bandung, Senin (23/10).  

Hamzan Wadi 3 Hari 3 Malam di Bus Demi Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Hamzan Wadi 3 Hari 3 Malam di Bus Demi Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Hamzan Wadi 3 Hari 3 Malam di Bus Demi Liga Santri

“Kami tiga hari tiga malam di bus. Kami menggunakan jalur darat. Nyampe ke sini jam11 lebih,” jelas Syua’ib, salah seorang official Hamzan Wadi di stadion Siliwangi.

Mujahidin Cyber

Kemudian, selepas shalat dhuhur mereka harus siap-siap ke lapangan untuk bertanding melawan kesebelasan Pondok Pesantren Nurul Fauzi asal Tasikmalaya, yang tentu saja lebih dekat ke Bandung.

Mujahidin Cyber

Menurut Syu’aib, para pemainnya bertanding ada yang dalam kondisi mengantuk dan ada pula yang belum sempat makan. Kelelahan dan mabuk perjalanan juga.

Tak heran kemudian, pada saat mereka bertanding, sejak menit-menit awal terus ditekan kesebelasan Nurul Fauzi. Pada menit ke-13 babak pertama mereka kebobolan satu gol. Lalu, kekalahan mereka bertambah di babak kedua. Skor 0-2 hingga pluit panjang dibunyikan wasit Untung Sugeng.   

“Kita kalah dua gol saja udah untung,” kata Syu’aib selepas pertandingan.

Menurut dia, Hamzan Wadi berangkat ke Bandung melalui jalan darat karena faktor dana. Mereka tak mampu memberangkatkan pemain dengan pesawat terbang. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber AlaNu Mujahidin Cyber

Rabu, 20 Desember 2017

Gandeng STIKES ICME Jombang, STAINU Jakarta Gelar Seminar Rembug Desa

Jombang, Mujahidin Cyber. Bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) ICME Jombang, STAINU Jakarta disela Muktamar Ke-33NU, Senin (3/8) mengadakan kegiatan seminar nasional dan rembug desa dengan tema ‘Strategi Implementasi Kebijakan Pelayanan Sosial Dasar Masyarakat di Desa’. Acara tersebut diselenggarakan di Aula STIKES ICME Kampus C Jombang.

Kegiatan dibuka dengan orasi ilmiah oleh Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kementerian DPDTT, Prof Dr Ahmad Erani Yustika dan dilanjutkan dengan seminar dan rembug desa dengan narasumber M Zainul Arifin, M.Kes (Ketua STIKES ICME Jombang), dr Syahrizal Syarief, M.PH, PhD (Ketua STAINU Jakarta), dan Dr Hanibal Hamidi, MKes (Direktur Pelayanan Sosial Dasar KDPDTT).

Gandeng STIKES ICME Jombang, STAINU Jakarta Gelar Seminar Rembug Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng STIKES ICME Jombang, STAINU Jakarta Gelar Seminar Rembug Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng STIKES ICME Jombang, STAINU Jakarta Gelar Seminar Rembug Desa

Aris Adi Leksono, M.Pd (Pembantu Ketua IV STAINU Jakarta) mengatkan, bahwa seminar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan STAINU Jakarta di Muktamar Ke-33 NU. Juga bertujuan untuk merumuskan gagasan-gagasan tentang pembangunan desa, terutama menyangkut kebutuhan dasar, seperti pendidikan dan kesehatan.?

Mujahidin Cyber

Lebih lanjut masyarakat perlu juga diberikan pemahaman terkait kebijakan pembangunan desa melalui alokasi khusus dana desa, bagaimana penyalurannya, kegiatannya, dan pengawasannya. Tentu semuanya harus terlibat mengawasi sehingga semua dana desa, efektif, efesien, dan dapat dipertanggungjwabkan.

Mujahidin Cyber

Dalam kesempetan ini Bapak Dirjen dan Narasumber bersepakat bahwa pembangunan Indonesia harus di mulai dari desa, karena dari desa akan diketahui kebutuhan dasar masyarakat Indonesia.?

Lebih lanjut, bahwa pembangunan desa harus mendapatkan afirmasi khusus dalam kebijakan dan penganggaran, sehingga masyarakat betul-betul dapat merasakan kesejahteraan. Masyarakat juga harus terlibat secara aktif dalam pembangunan desa, penggunaan anggaran desa, pengawsan, serta pelaporannya. Acara seminar ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Alee Matte dari Thailand Selatan. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber AlaNu Mujahidin Cyber

Kamis, 07 Desember 2017

Cara Muslimat NU Mojogedang Rintis Pendirian Ranting

Karanganyar, Mujahidin Cyber. Pimpinan Anak Cabang Muslimat NU Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar menyelenggarakan pengajian-pengajian di desa yang belum terbentuk Pimpinan Ranting Muslimat NU. Tujuan kegiatan tersebut yaitu agar terkumpul jamaah, sehingga munculah kader muslimat yang kelak jika sudah siap akan dibetuk pengurus Ranting.

“Diselenggarakannya pengajian Muslimat di desa yang belum mempunyai kepengurusan adalah sebagai sarana untuk kulon nuwun (permisi) ketika akan memasuki desa orang lain. Sesudah dipersilahkan oleh para warga, maka Muslimat pun akan memperkenalkan diri dan membaur dalam masyarakat,” ungkap Umi Kulsum, Ketua PAC Muslimat NU Mojogedang saat menghadiri pengajian Muslimat di Dukuh Penggungrejo Desa Ngadirejo, Jumat (20/6).

Cara Muslimat NU Mojogedang Rintis Pendirian Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Muslimat NU Mojogedang Rintis Pendirian Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Muslimat NU Mojogedang Rintis Pendirian Ranting

Ketika kita melihat keberadaan Muslimat dengan kegiatannya sudah bisa diterima dan diikuti maka barulah akan dibentuk kepengurusan di desa tersebut, imbuhnya.

Mujahidin Cyber

Menurut istri ketua MWC NU Mojogedang ini, membentuk kepengurusan harus dilakukan dengan cara memilih kader terbaik yang mana salah satunya dapat diperoleh dengan cara mengadakan kegiatan-kegiatan dari dusun ke dusun. “Dari situ nanti akan kelihatan, mana kader yang kelihatan berpotensi dan pantas untuk menjadi pengurus.”

Berdasarkan pantauan Mujahidin Cyber dalam pengajian yang di gelar di Dusun Penggungrejo, tercatat sekitar 3.000 jamaah mengikuti pengajian di salah satu desa yang belum terdapat pimpinan ranting Muslimat.

Mujahidin Cyber

“Meskipun ini merupakan pengajian musimat perdana di desa ini namun antusias warga cukup tinggi. Dengan keadaan ini, maka dalam waktu dekat maka kepengurusan akan dikukuhkan karena ini sebagai salah satu pertanda bahwa keberadaan muslimat sudah bisa diterima dengan baik”, pungkas Umi. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pertandingan, Ulama, AlaNu Mujahidin Cyber

Jumat, 01 Desember 2017

LAZISNU Jember Siap Bagikan 500 Paket Daging Kurban

Jember, Mujahidin Cyber. LAZISNU Jember siap membagikan 500 paket daging kurban kepada warga masyarakat yang kurang mampu di Hari Raya Idul Adha Jumat (1/9). Sebagian bahan baku paket (kambing) tersebut berasal dari pengurus NU Jember dan sejumlah simpatisan.?

LAZISNU Jember Siap Bagikan 500 Paket Daging Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Jember Siap Bagikan 500 Paket Daging Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Jember Siap Bagikan 500 Paket Daging Kurban

"Insyaallah di hari H nanti, target tersebut (500 paket) terpenuhi. Sebagian kambingnya sudah ada," terang Ketua LAZISNU Jember, H. Sanusi Mochtar Fadilah di kantor NU Jember, Rabu (30/8) malam.

Menurut H. Sanusi, kambing-kambing tersebut nanti akan disembelih di halaman kantor PCNU Jember. Kemudian dibagikan oleh petugas kepada warga yang kurang mampu secara door to door.?

Mujahidin Cyber

Sistem pembagian door to door tersebut, katanya, untuk memudahkan warga dalam menerima daging kurban. Sehingga warga tak perlu datang ke kantor NU, apalagi antre.?

"Warga terima beres, karena kami ada petuas khusus yang ngantarkan itu," lanjutnya.

Lebih jauh ia menyatakan bahwa LAZISNU Jember kedepan akan memaksimalkan potensi warga Nahdliyin, khususnya pengurus NU untuk pengumpulan zakat.?

Mujahidin Cyber

Dikatakannya, potensi zakat warga Nahdliyin sesungguhnya cukup besar karena memang jumlah warga NU adalah mayoritas. Namun, diakuinya bahwa tidaklah mudah untuk mengumpulkan zakat dari warga NU, karena mereka terbiasa menyalurkan zakatnya secara acak.?

"Tapi Jember ingin memulai itu. Insyaallah bisa, asalkan zakatnya dikelola secara transparan dan penuh tanggung jawab. Jika itu terjadi, bayak yang bisa kita lakukan, khususnya untuk pemberdardayaan warga," ungkapnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Anti Hoax, AlaNu Mujahidin Cyber

Senin, 27 November 2017

GP Ansor Purwakarta Jalin Silaturrrahim dengan Pengurus Gereja

Purwakarta, Mujahidin Cyber. Gerakan Pemuda (GP) Ansor Purwakarta, Jawa Barat, bersama para Pengurus Gereja Katolik Salib Suci Purwakarta, menggelar buka bersama di Aula Gereja Yosudarso Purwakarta, Kamis (1/8) kemarin.

GP Ansor Purwakarta Jalin Silaturrrahim dengan Pengurus Gereja (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Purwakarta Jalin Silaturrrahim dengan Pengurus Gereja (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Purwakarta Jalin Silaturrrahim dengan Pengurus Gereja

Sambil menunggu jam berbuka untuk puasa, dua organisasi tersebut banyak membahas tentang beberapa program yang sudah disepakati untuk dilakukan secara bersama-sama. Karena, pertemuan antara GP Ansor dengan para Pengurus Gereja Katolik Salib Suci Purwakarta bukan kali pertama dilaksanakan, melainkan pertemuan ketiga untuk mempersiapkan pelaksanaan kegiatan secara bersama-sama, yang akan diselenggarakan di TPA Cikolotok, Kecamatan Pondoksalam.

“Sambil buka bersama, kami juga merumuskan tentang persiapan kegiatan yang akan dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus mendatang. Adapun untuk kegiatannya, nanti akan banyak performance dari Ansor maupun dari Salib Suci. Ada organ tunggal, band, pentas seni, dan pada malam harinya ada penampilan marawis, dan pengajian islami,” terang Asep Saepudin, Wakil Sekretaris GP Ansor Purwakarta.

Mujahidin Cyber

Selain mempersiapkan kegiatan agenda bersama, Ansor dan Salib Suci juga berdiskusi tentang sikap yang mesti diterapkan di tengah kehidupan masyarakat yang memiliki keyakinan yang berbeda-beda. Yaitu sikap toleran, saling menghormati antar umat beragama. Dengan menggunakan pendekatan, silaturahmi dan secara terus menerus berkomunikasi, maka masyarakat akan paham arti sebuah perbedaan sebuah keyakinan. 

“Di tengah FPI yang menggembor-gemborkan sikap arogan dan ektrimis. GP. Ansor melakukan pola komunikasi yang moderat dan kompromistis,” ujar Asep.

Mujahidin Cyber

Di tempat yang sama, Pastur Mikael Adisiswanto, mengemukakan, pihaknya merasa senang dengan komunikasi yang terus dibangun Ansor Purwakarta. Karena pada dasarnya Gereja Yosudarso sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin datang. Karena semakin banyak pihak yang datang ke Gerejanya, maka akan memperbanyak saudara. “Kegiatan ini sangat positif, sangat perlu terus dilakukan untuk menciptakan kerukunan antar umat beragama,” katanya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber AlaNu, Hikmah, Kajian Mujahidin Cyber

Rabu, 22 November 2017

Muktamar Harus Mengambil Sikap Terkait PMII

Rembang, Mujahidin Cyber. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lasem mengimbau agar Muktamar ke-33 NU di Jombang Jawa Timur menegaskan posisi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Organisasi mahasiswa ini seolah netral, namun kenyataannya merupakan bagian dari NU dan hampir selalu terlibat dalam kegiatan NU.

Ketua PCNU Lasem KH Shalahudin Fattawi (Gus Din) kepada Mujahidin Cyber di Rembang, Senin (27/7) mengatakan, jangan sampai kondisi ketidakjelasan ini dibiarkan berkepanjangan. Kasus PMII sudah harus dapat diputuskan oleh NU dalam muktamar mendatang.

Muktamar Harus Mengambil Sikap Terkait PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Muktamar Harus Mengambil Sikap Terkait PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Muktamar Harus Mengambil Sikap Terkait PMII

Selama ini PMII berada di sekitar NU dan mengakses berbagai fasilitas NU, namun dengan menyatakan independen itu seakan PMII tidak mau diatur oleh NU.

Mujahidin Cyber

"Nahdlatul Ulama harus mengambil sikap pada muktamar yang akan datang, terkait dengan PMII yang memilih seolah independen tetapi masih menggunakan NU. Hal ini harus diakukan jika NU mau memperkuat keorganisasian,” katanya.

Shalahudin berpendapat, NU harus mempeketat sistem keadministrasian dan pola hubungan dengan badan otonom atau organisasi-organisasi yang bernaung di bawah NU.

Mujahidin Cyber

"NU harus mulai memperkuat halaqoh keadministrasian, untuk saling terjalinnya komunikasi antara badan otonom bersama dengan NU. Penekanan juga harus ditegaskan dalam AD ART,” katanya.

Pihaknya juga menghimbau kepada PMII agar menengok kembali apa dan bagaimana PMII itu dibentuk dan dirikan, serta menegaskan hubungan dengan NU. (Ahmad Asmui/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber AlaNu Mujahidin Cyber

Jumat, 17 November 2017

Menpora: Biaya Kuliah Saya dari Kaligrafi

Jombang, Mujahidin Cyber. Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) H Imam Nahrawi menceritakan bahwa sejak remaja ia gemar berlatih kaligrafi dan dari keahlian tersebut akhirnya mampu membiayai kuliah hingga membeli sawah di tanah kelahirannya.

Menpora: Biaya Kuliah Saya dari Kaligrafi (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora: Biaya Kuliah Saya dari Kaligrafi (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora: Biaya Kuliah Saya dari Kaligrafi

Hal ini disampaikan Imam Nahrawi saat memberikan sambutan pada acara "Pembukaan Pameran dan Festival Kaligrafi Islam Nasional 2015" di Aula Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang, Jawa Timur, Kamis (5/3).

"Sejak sekolah di madrasah aliyah saya sudah belajar khath (kaligrafi Arab), sehingga tulisan Arab saya bagus," kata Imam Nahrawi. Bahkan dari keahliannya ini, ia bisa mengerjakan skripsi untuk penulisan khath Arab sejumlah kawan kuliah sehingga bisa membiayai kuliah, lanjutnya.

Mujahidin Cyber

Tidak berhenti sampai di situ, bahkan untuk membiayai adiknya kuliah di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya juga didapat dari jerih payahnya dalam menulis Arab tersebut.? "Saya bisa menyicil pembelian sawah di kampung, juga dari keahlian menulis Arab ini," kenangnya.

Karena itu, pria kelahiran Bangkalan Madura ini sangat berharap kepada para peserta festival kaligrafi untuk lebih serius dalam menekuni keahlian tulis menulis Arab tersebut. Di samping bisa menjadi sumber usaha, keahlian menulis Arab secara baik mampu mengajarkan yang menekuni untuk menjaga keikhlasan dan ketelatenan.

Mujahidin Cyber

Agar keahlian menulis Arab secara bagus dan benar bisa bermanfaat, Imam Nahrawi mengajak peserta untuk bisa menertibkan sejumlah hasil khat yang telah beredar di pasaran. "Karena banyak tulisan Arab yang beredar ternyata tidak melalui kaidah yang dibenarkan," terangnya.

Pada kesempatan pembukaan acara tampak hadir Dr H Abdullah Futaini dari Universitas Al-Azhar Mesir, Prof H Biid Hamidi, guru besar khat internasional dari Universitas Ummul Quro yang juga imam besar di Makkah dan Madinah, Marwan Jafar (Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi), H Muhaimin Iskandar serta sejumlah ahli khat (khattat) dari berbagai negara.

Dr H Abdullah Futaini dan Prof H Biid Hamidi mengaku bangga dengan potensi Inonesia yang masyarakatnya memiliki keahlian dalam khat. "Dari ratusan murid yang belajar di tempat saya, banyak yang berasal dari Indonesia," kata Prof H Biid Hamidi di hadapan ratusan peserta dan hadirin.

Yang istimewa, pada kegiatan ini keduanya memberikan ijazah langsung kepada para peserta dan hadirian pserta festival. Kegiatan yang berlangsung hingga 17 Maret ini dihadiri Nur Hamidiyah, satu-satunya khatthat perempuan tingkat internasional, juga Sulaiman Adam dari Thailand dan tentunya khatthat dari berbagai kota di tanah air. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Khutbah, AlaNu Mujahidin Cyber

Kamis, 16 November 2017

Pelajaran Agama Antisipasi Kekerasan Siswa SD di Jombang

Jombang, Mujahidin Cyber. Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kepanjen II Jombang, Jatim memberikan pembekalan khusus kepada para siswa dengan nilai-nilai dan ilmu agama guna mengantisipasi kekerasan atau kejahatan pelecehan seksual. Para guru di SDN Kepanjen mengingatkan mereka untuk waspada terutama terhadap orang yang baru dikenal.

Pelajaran Agama Antisipasi Kekerasan Siswa SD di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajaran Agama Antisipasi Kekerasan Siswa SD di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajaran Agama Antisipasi Kekerasan Siswa SD di Jombang

Pihak sekolah mengimbau anak didiknya yang di bawah umur untuk menghindari pertemuan dan interaksi dengan orang tak dikenal. "Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, para siswa dilarang keluar lingkungan sekolah pada jam-jam sekolah," ujar Siti Kholifah, guru agama SDN Kepanjen II, Rabu (7/5).

Ia prihatin dengan sejumlah kasus kejahatan yang menimpa siswa sekolah di bawah umur sebagai korban kekerasan atau pelecehan seksual.

Mujahidin Cyber

“Pembekalan khusus itu dimaksudkan agar para siswa itu tidak menjadi korban pelecehan dan kekerasan seksual,” kata Siti Kholifah.

Mujahidin Cyber

Berdasarkan data Polres Jombang, dalam kurun waktu 14 bulan terjadi 54 kasus kejahatan pelecehan dan kekerasan seksual. Korban dari kasus yang terjadi antara Januari 2013 hingga April 2014 rata-rata anak di bawah umur.

Menanggapi hal itu, Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang, AKP Sugeng Widodo meminta agar para orang tua selalu memerhatikan dan menjaga anaknya agar terhindar dari tindakan pelecehan dan kekerasan seksual.

"Kami mengimbau agar orang tua dan para guru selalu memantau anaknya, baik saat di rumah ataupun di sekolah," ujar Sugeng. (Saiful/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber AlaNu Mujahidin Cyber

Minggu, 12 November 2017

Kang Said: Ekstremisme Ditegakkan Hawa Nafsu, Bukan Ilmu

Jakarta, Mujahidin Cyber. Ketua? Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengatakan, saat ini warga NU perlu memperkuat basis keilmuan di kalangan umat Islam. Sebab, menurutnya, sejarah peradaban Islam tidak bisa lepas dari tradisi keilmuan yang kuat.

Kang Said: Ekstremisme Ditegakkan Hawa Nafsu, Bukan Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Ekstremisme Ditegakkan Hawa Nafsu, Bukan Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Ekstremisme Ditegakkan Hawa Nafsu, Bukan Ilmu

"Islam adalah agama kemasyarakatan yang puncaknya adalah untuk tujuan kemanusiaan. Karena itu sungguh Allah tidak ridla, Nabi tidak ridha kalau umatnya bodoh, terbelakang, lemah, tidak beradab; sangat tidak rela kalau menjadikan manusia-manusia menjadi biadab,” paparnya saat mengisi ceramah dalam rangka sambutan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung, di Jalan Laswi, Ciparay Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu? (2/5).

Kang Said, demikian sapaaan akrabnya, menyayangkan bahwa sekarang ini banyak orang bergairah dalam urusan agama, tetapi lupa pijakan keilmuan. Akibatnya banyak ahli dakwah yang keblinger, beragama tapi juga menimbulkan tindakan-tindakan tidak manusiawi, tidak sesuai dengan ajaran Islam yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan peradaban.

Mujahidin Cyber

"Islam radikal, Islam ekstremisme itu semua ditegakkan oleh hawa nafsu, bukan oleh ilmu. Mereka kebanyakan tidak memiliki pemahaman sejarah. Hanya modal teriak ‘Allahu Akbar’ lalu bakar dan sweeping. Jika Islam ditegakkan (melalui) dakwah dengan cara kekerasan, penuh kebencian dan perilaku biadab, maka Islam bisa ditinggalkan masyarakat," kritiknya.

Mujahidin Cyber

Mengingat keilmuan menjadi pilar utama keagamaan, Kang Said menyerukan agar dalam mengurus keagamaan para pemimpin-pemimpin keagamaan di level bawah hingga level nasional harus paham kitab-kitab keagamaan secara luas.

"Para pemimpin agama, termasuk imam-iman di sekup masjid juga harus berilmu. Imam masjid selevel desa minimal harus menguasai Safinah dan kitab-kitab dasar lainnya. Imam masjid Kabupaten minimal menguasai kitab Fatqul Qarib dan Bulughul Maram. Imam masjid selevel masjid provinsi selain paham kitab dasar-dasar itu ya harus menguasai Tafsir Jalalain, Fathul Wahab, tafsir-tafsir lainnya. Itu minimal," jelasnya.

Selain pesan tersebut, Kang Said juga menyerukan kepada aparat pemerintah dan para pemimpin agama, termasuk aktivis organisasi kemasyarakatan seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah harus bahu-membahu mewaspadai alumni-alumni Timur Tengah yang selama ini mengobarkan radikalisme.

"Orang-orang yang bergabung dengan ISIS atau gerakan radikal di Timur Tengah sudah banyak. Ratusan jumlahnya. Ada yang masih hidup, dan yang meninggal. Kalau yang meninggal tentu tidak masalah karena tidak akan menimbulkan dampak lagi bagi masyarakat. Tetapi yang masih hidup dan nanti pulang ke Indonesia, mereka itulah yang akan menjadi benih-benih perusakan dan kebiadakan. Tangan mereka gatal ingin ngebom. Tidak perang pun dicari-cari alasan untuk ngebom," terangnya. (Yus Makmun/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber AlaNu Mujahidin Cyber

Rabu, 08 November 2017

Banser Pun Aktif dalam Tim Medis Liga Santri Nusantara

Blora, Mujahidin Cyber. Pagelaran Liga Santri Nusantara (LSN) Region 1 Jawa Tengah Grup B baru saja berakhir pada Ahad (17/9) pukul 16.00 WIB. Namun, euforia sepakbola dan segala sesuatu yang ada di dalamnya masih begitu terasa oleh segenap santri penikmat olahraga.

Hal tersebut tak lepas dari peran para panitia pelaksana (panpel) di kalangan region 1 Jawa Tengah Grup B, yang berpusat di Kota Blora. Para panitia terlihat mampu menggandeng seluruh elemen. Baik pemerintahan, keamanan, maupun dari kalangan badan otonom (Banom) di lingkungan NU sendiri.

Banser Pun Aktif dalam Tim Medis Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Pun Aktif dalam Tim Medis Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Pun Aktif dalam Tim Medis Liga Santri Nusantara

Yang tak ketinggalan dalam kepanitiaan kali ini adalah peran aktif anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) NU. Ketika baru di tepi jalan saja, para pemain, official club, maupun seluruh orang yang menikmati liga, telah disambut hangat dengan arahan dari Banser yang mengamankan jalan guna penyeberangan.?

Ketika di dalam Stadion Kridoson Blora pun, sudah tampak terlihat barisan banser yang mulai melakukan koordinasi sesuai arahan ketua. Ternyata mulai dari pengendali papan skor, panitia pengambil bola, panitia keamanan, dan bahkan tim medis pun diisi oleh peran aktif anggota banser.

Mujahidin Cyber

“Selain menjadi panitia pengambil bola, saya juga bertugas sebagai tim medis,” terang seorang anggota Banser kepada Mujahidin Cyber sembari memijat salah satu pemain Sirbin FC yang terkilir kakinya. (Ulin Nuha Karim/Ahmad Mundzir/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber AlaNu, Pertandingan, Tokoh Mujahidin Cyber

Kamis, 02 November 2017

Dakwah Aswaja di Kampus, KMNU Harus Sinergi dengan PMII

Bandarlampung, Mujahidin Cyber. Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulam (KMNU) harus menjadi motor dakwah Islam ramah di kampus, sehingga KMNU harus tetep semangat, istiqomah dan ikhlas dalam berjuang. Hal ini diungkapkan salah satu pendiri sekaligus Ketua Umum Pertama KMNU Universitas Lampung (Unila), M. Aris Ridho.?

Dakwah Aswaja di Kampus, KMNU Harus Sinergi dengan PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah Aswaja di Kampus, KMNU Harus Sinergi dengan PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah Aswaja di Kampus, KMNU Harus Sinergi dengan PMII

“KMNU Universitas Lampung sudah genap berumur 6 tahun, melihat perkembangan organisasi ini, saya yakin Insya Allah KMNU kedepan akan semakin eksis dalam mewarnai, menjaga, dan melestarikan amaliah ahlussunah waljamaah di kampus,” ujar Aris.?

Aris mengatakan, KMNU harus terus mengembangkan sayap dakwahnya dan memaksimalkankan pengakderan. KMNU juga harus selalu bersinergi dengan saudara tuanya, yaitu PMII, meski berbeda, tidak boleh berseberangan apalagi berbenturan.

Untuk meng-counter isu-isu tertentu, tambah Aris, Kader KMNU harus bersatu, jangan bergerak sendiri-sendiri. Sudah saatnya kader-kader KMNU memberikan warna media sosial dengan menyebarkan gagasan-gagasan Islam moderatnya, bukan hanya penikmat saja.?

Mujahidin Cyber

Menurut Aris, Gerakan dan paham-paham anti NU dan NKRI sudah begitu masif mempengaruhi mayoritas muslim Indonesia, khususnya anak muda dan kalangan mahasiswa. Gerakan ini berkembang melalui penggiringan opini dan isu-isu provokatif yang sangat mudah berkembang di masyarakat.?

“Itulah tugas anak-anak muda NU untuk memberikan pemahaman agama yang baik dan benar,” Aris. (Ahmad Saroji/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Kyai, Habib, AlaNu Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock