Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

Madrasah Diharapakan Mampu Netralisir Pengaruh Buruk Globalisasi

Jakarta, Mujahidin Cyber. Globalisasi yang menyentuh seluruh aspek kehidupan umat manusia merupakan sesuatu yang tak dapat dihindari. Namun demikian, aspek negatif yang dibawanya dapat dinetralisir dengan nilai-nilai keagamaan.



Madrasah Diharapakan Mampu Netralisir Pengaruh Buruk Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Diharapakan Mampu Netralisir Pengaruh Buruk Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Diharapakan Mampu Netralisir Pengaruh Buruk Globalisasi

“Madrasah berada diantara kompetisi peradaban, ia sangat diharapkan untuk menetralisir pengaruh globalisasi melalui pendidikan Islam yang didasarkan rahmatan lil alamiin,” kata Prof Dr Muhammad Firdaus dalam acara seminar Pendidikan Madrasah dan Tantangan Global di Jakarta, Rabu (23/7).

Pendidikan madrasah diharapkan mampu mengkombinasikan antara kemampuan akademik dan profesionalitas dengan nilai-nilai spiritual sehingga menjadi pribadi yang utuh dan tangguh.

Mujahidin Cyber

“Bagaimana mengisi spiritualitas yang memberi keseimbangan baru sebagai SDM yang professional, kreatif, inovatif, tetapi religius dan memiliki akhlakul karimah,” tandasnya.

Hal tersebut bisa dicapai dengan desain kurikulum akademik dan non akademik yang baik dan fasilitas proses belajar yang mendukung. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Kiai, Hadits, Sholawat Mujahidin Cyber

Kamis, 08 Februari 2018

Kang Said: Nahdliyin Kehilangan Orang Tua, Guru, dan Panutan

Jakarta, Mujahidin Cyber. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, mengungkapkan wafatnya Rais ‘Aam KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh merupakan kehilangan besar bagi Nahdliyin. Mbah Sahal, demikian Kiai Sahal disapa di kesehariannya, dinilai sebagai sosok orang tua, guru, sekaligus panutan yang selalu bisa mengayomi.

?

Kang Said: Nahdliyin Kehilangan Orang Tua, Guru, dan Panutan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Nahdliyin Kehilangan Orang Tua, Guru, dan Panutan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Nahdliyin Kehilangan Orang Tua, Guru, dan Panutan

“Nahdlatul Ulama dan seluruh keluarga besarnya, Nahdliyin, baru saja kehilangan orang tua, guru, dan juga panutan,” kata Kiai Said di Jakarta, Jumat (24/1/2014).

? Dalam kenangannya, Kiai Said sudah melihat begitu alimnya seorang Mbah Sahal dari karyanya, yaitu kitab Ushul Fiqh Thoriqotul Husul. Secara pribadi Kiai Said mengenal Mbah Sahal sebagai seorang ulama yang teguh dalam memegang pendirian.

Mujahidin Cyber

? “Sejak zaman Orde Baru sampai sekarang. Sejak eranya Gus Dur, Pak Hasyim, dan dengan saya, Beliau adalah Rais ‘Aam yang teguh memegang pendirian. Prinsipnya tidak pernah berubah, sekali bilang khitah ya tetap khitah. Beliau tidak takut dicerca dan dikritik, lurus, dan tidak sombong ketika dipuji,” kenang Kiai Said.

Mujahidin Cyber

? Kang Said, demikian Kiai Said disapa dalam keseharian berduet dengan Mbah Sahal sejak tahun 2010 yang merupakan hasil Muktamar ke-32 di Makasar, merasa senang karena di setiap agenda rapat dapat menjalankan tugas kepemimpinan secara bersama-sama.?

“Alhamdulillah, di era saya ini Mbah Sahal bisa selalu hadir setiap ada rapat. Itu yang tidak terjadi sebelumnya,” ujarnya.

?

Menegaskan kembali instruksi yang sudah dikeluarkan PBNU, Kang Said meminda seluruh Nahdliyin untuk melaksanakan salat ghaib dan membaca doa serta tahlil, sebagai bentuk penghormatan kepada Mbah Sahal.

?

“Insya Allah Mbah Sahal mendapatkan tempat terbaik,” tutup Kang Said.?

Rais ‘Aam PBNU KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh, meninggal dunia pada Jumat (24/1) dinihari sekitar pukul 01.15 WIB. Jenazah Kiai yang juga menjabat Ketua Umum Mejelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut dimakamkan pukul 09.25 WIB pagi tadi di kompleks pemakaman Syeikh Ahmad al-Mutamakkin, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sholawat, Halaqoh, Kajian Mujahidin Cyber

Kamis, 01 Februari 2018

MUI Ajak Umat Gelar Aksi Damai Tolak Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

 Jakarta, Mujahidin Cyber 

Majelis Ulama Indonesia mengajak umat Islam dan umat agama lain untuk melakukan demonstrasi atau aksi damai secara besar-besaran terhadap keputusan Donald Trump yang menjadikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. 

Demikian disampaikan Ketua MUI KH Maruf Amin pada Konferensi Pers di Gedung MUI, Jakarta Pusat, Selasa (12/12).

Demonstrasi sendiri akan dilakukan pada Minggu (17/12) di Monumen Nasional (Monas) dengan melibatkan berbagai organisasi sosial keagamaan Islam, majelis taklim, majelis dzikir, dan tokoh-tokoh dari agama lain. Selain itu, MUI juga akan mengundang perwakilan Duta Besar (Dubes) dari negara-negara luar. 

MUI Ajak Umat Gelar Aksi Damai Tolak Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Ajak Umat Gelar Aksi Damai Tolak Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Ajak Umat Gelar Aksi Damai Tolak Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

"Dan kita menganggap ini bukan semata-mata soal agama tapi soal politik, soal zionis, soal penjajahan. Karena Yerusalem itu sebenarnya tempat ibadah orang Islam, orang Kristen, orang Yahudi. Dan mereka selama ini melaksanakan ibadah tidak terjadi apa-apa," terang Kiai Maruf. 

Menurut Kiai Maruf, demonstrasi ini akan menyampaikan beberapa hal, terutama upaya mendapatkan dukungan seluruh dunia terhadap keabsahan terhadap negara Palestina. Selain itu, demonstrasi ini sebagai langkah menolak klaim sepihak Donald Trump yang menjadikan Yerusalem itu sebagai ibukota Israel.

Mengingat sikap klaim Donald Trump yang membuat berang umat Islam dan juga umat agama lain, Kiai Makruf pun akan mengusulkan kepada bangsa-bangsa di dunia untuk melakukan berbagai langkah, baik melakukan pemboikotan atau langkah lain yang berupa sanksi jika Donald Trump tidak mau menarik keputusannya. 

Mujahidin Cyber

"(Ini) Sebagai rasa solidaritas dan keutuhan bangsa Indonesia, umat Islam dan juga agama-agama lain," pungkasnya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sholawat Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Jumat, 26 Januari 2018

Siapa Paling Dekat dengan Tuhan?

Tokoh agama Islam, Kristen, dan Budha sedang berdebat. Gus Dur tentu sebagai wakil dari agama Islam. Kala itu diperdebatkan mengenai agama mana yang paling dekat dengan Tuhan ?

Seorang biksu Budha menjawab duluan. “Agama sayalah yang paling dekat dengan Tuhan, karena setiap kita beribadah ketika memanggil Tuhan kita mengucapkan ‘Om’. Nah kalian tahu sendiri kan seberapa dekat antara paman dengan keponakannya?”

Seorang pendeta dari agama Kristen menyangkal.“Ya tidak bisa, pasti agama saya yang lebih dekat dengan Tuhan.” ujar pendeta

Siapa Paling Dekat dengan Tuhan? (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapa Paling Dekat dengan Tuhan? (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapa Paling Dekat dengan Tuhan?

“Lah kok bisa ?” sahut biksu penasaran.

“Kenapa tidak,agama anda kalau memanggil Tuhan hanya om, kalau di agama saya memanggil tuhan itu ‘Bapa’ Nah kalian tahu sendiri kan lebih dekat mana anak sama bapaknya daripada keponakan dengan pamannya,” jawab pendeta.

Gus Dur yang belum mengeluarkan argumen masih tetap tertawa malah terbahak-bahak setelah mendengar argumen dari pendeta.

“Loh kenapa anda kok tertawa terus?” tanya pendeta penasaran.

Mujahidin Cyber

“Apa anda merasa bahwa agama anda lebih dekat dengan tuhan?” sahut biksu bertanya pada Gus Dur.

Gus Dur masih saja tertawa sambil mengatakan “Ndak kok, saya ndak bilang gitu, boro-boro dekat  justru agama saya malah paling jauh sendiri dengan Tuhan.” jawab Gus Dur dengan masih tertawa.

“Lah kok bisa ?” tanya pendeta dan biksu makin penasaran.

Mujahidin Cyber

“ Lah gimana tidak, lah wong kalau di agama saya itu kalau memanggil Tuhan saja harus memakai Toa (pengeras suara),” jawab Gus Dur.

 

Ahmad Lailatus Sibyan, santri asal Jawa Tengah, tinggal di Yogyakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sholawat, Pemurnian Aqidah Mujahidin Cyber

Senin, 22 Januari 2018

Ingin Shalat Tarawih Khusyu? Matikan Pengeras Suara!

Probolinggo, Mujahidin Cyber. Mustasyar PCNU Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin meminta segenap umat muslim, utamanya warga NU untuk mengerjakan segala amalan di bulan suci Ramadhan dengan khusyu. Terlebih dengan pelaksanaan sholat tarawih.

“Selama ini terkesan sholat Tarawih dikerjakan dengan cepat dan seolah-olah balapan antara tempat yang satu dengan yang lain. Hal ini tentunya dikhawatirkan akan mengurangi kekhusyuan,” katanya, Senin (6/6).

Menurut Hasan, biasanya sholat tarawih ini dilakukan dengan cepat karena ingin cepat selesai. Apalagi jika mendengar tempat sebelahnya sudah sholat witir, pasti akan tambah cepat. Terlebih jika makmumnya adalah para anak-anak muda.

Ingin Shalat Tarawih Khusyu? Matikan Pengeras Suara! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ingin Shalat Tarawih Khusyu? Matikan Pengeras Suara! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ingin Shalat Tarawih Khusyu? Matikan Pengeras Suara!

“Setelah saya amati dengan seksama, ternyata hal itu dikarenakan adanya speker (pengeras suara). Jika tempat sebelahnya terdengar sudah witir, maka imam pastinya agak cepat baca suratnya. Solusi yang ingin saya tawarkan, saat sholat taraweh matikan dulu spekernya. Nanti nyalakan lagi setelah mau tadarus Al-Qur’an,” jelasnya.

Hasan menyampaikan bahwa sholat taraweh ini harus dilakukan dengan tuma’ninah dan khusyu. Meskipun agak cepat, tetapi imam dan makmum tidak boleh melupakan tuma’ninah. “Terkadang saat imam selesai baca Al-Fatihah makmum menjawab Amin dengan keras seperti dibentak,” terangnya.?

Mujahidin Cyber

Oleh karena itu Hasan meminta kepada segenap imam masjid dan mushola untuk memberikan proses pembelajaran kepada anak muda bagaimana menunaikan sholat dengan khusyu. “Marilah berikan contoh yang baik bagi anak muda,” tambahnya.

Lebih lanjut Hasan mengharapkan agar umat muslim, terutama di Kabupaten Probolinggo bisa mengisi bulan suci Ramadhan ini dengan kegiatan-kegiatan ibadah. “Inilah bulan suci yang penuh dengan berkah dan ampunan. Semoga kita mampu mengisi bulan penuh rahmat ini dengan sebaik-baiknya dan kembali fitrah saat hari raya Idul Fitri,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Sholawat Mujahidin Cyber

Minggu, 21 Januari 2018

Rais Aam PBNU Sambut Kirab Resolusi Jihad di Banten

Serang, Mujahidin Cyber. Perjalanan Kirab Resolusi Jihad NU 2016 memasuki Kabupaten Serang, Banten, Jumat (21/10) siang. Pesantren An-Nawawi Tanara, Serang menjadi salah satu tempat tujuan kirab.

Pengasuh Pesantren An-Nawawi yang juga Rais Aam PBNU, KH Maruf Amin mengatakan kegiatan kirab yang merupakan salah satu bentuk peringatan Hari Santri Nasional 2016, menunjukkan pengakuan bahwa santri juga berperan dalam membela, mempertahankan serta menjaga NKRI.

Rais Aam PBNU Sambut Kirab Resolusi Jihad di Banten (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU Sambut Kirab Resolusi Jihad di Banten (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU Sambut Kirab Resolusi Jihad di Banten

Kewajiban membela negara kiranya wajar, karena para santri selain diajari oleh para ulama dengan pengetahuan dan ilmu agama, juga dididik menjadi Al-Mujahidin, yakni pejuang dalam membela negara dan agama. Oleh karena itu, membela negara adalah bagian dari iman (hubbul wathoni minal iman).

Selanjutnya, Kiai Maruf menyampaikan jihad di Indonesia saat ini bukan dalam bentuk peperangan dengan senjata fisik, berbeda dengan jihad merebut dan mempertahankan kemerdekaan tahun 1945.?

“Jihad (perjuangan) pada masa sekarang adalah perbaikan-perbaikan dalam menjaga umat dari akidah menyimpang, dan menjaga negara dari kelompok radikal,” ujar Kiai Ma’ruf.

Mujahidin Cyber

Menurutnya, salah satu radikalisme adalah sekuler. Pemahaman sekuler ini dapat menghilangkan nilai agama dari tata hidup dan jiwa kita. Hal itu pernah juga dikhawatirkan oleh KH Hasyim Asyari. Selain itu, pemahaman fundamentalisme juga menjadi akar radikalisme sehingga sikap moderat (wasathiyah) ala NU harus terus diteguhkan.

Jangan sampai jiwa keagamaan mati dari diri dan hidup kita. Dalam upaya itu, kaum santri wajib belajar mempertahankan negara, sesuai dengan kondisi kekinian. Santri dapat berperan dalam berbagai bidang, seperti politik, ekonomi, dan sosial budaya. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sholawat Mujahidin Cyber

Rabu, 17 Januari 2018

Hadiri, Peringatan Harlah Ke-93 NU di Gedung PBNU Besok!

Jakarta, Mujahidin Cyber - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyelenggarakan acara istighotsah dan tahlil dalam rangka memperingati hari lahir ke-93 NU di halaman gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta.

Acara yang bakal dihadiri masyarakat secara umum dan utusan PCNU Jabodetabek ini berlangsung pada Rabu (27/4) besok, pukul 18.30 sampai 22.00 WIB. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan sejumlah kiai dan habaib dijadwalkan akan memberikan taushiyah.

Hadiri, Peringatan Harlah Ke-93 NU di Gedung PBNU Besok! (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadiri, Peringatan Harlah Ke-93 NU di Gedung PBNU Besok! (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadiri, Peringatan Harlah Ke-93 NU di Gedung PBNU Besok!

Ketua Divisi Majelis Talim dan Dzikir Lembaga Dakwah PBNU yang juga panitia penyelenggara, KH Misbahul Munir mengajak seluruh warga di Jakarta dan sekitarnya menyempatkan hadir memeriahkan hari lahir ke-93 NU yang jatuh pada 16 Rajab 1437 H.

Ia berharap, acara ini kian meneguhkan tradisi Istighotsah dan tahlilan sebagai media silaturahim antara ulama, warga Nahdliyin, dan umat Islam umumnya baik yang masih hidup atau yang sudah wafat.

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

“Inilah uniknya di NU, silaturahim tidaklah putus oleh sebab kematian. Dengan mendoakan mereka, utamanya para muassis (pendiri) NU, semoga keberakahan akan mengalir kepada kita bangsa Indonesia sebab hormat kepada para ulama,” ujarnya.

Menurut Misbah, harlah kali ini juga memberi pesan agar umat Islam Indonesia tetap menjaga harmoni di tengah maraknya kekerasan atas nama agama gencar disebarkan, sesuai dengan tema “Menyebarkan Islam yang Damai dan Toleran”.

Terkait harlah ke-93 ini, PBNU telah membuat surat edaran yang menekankan bahwa peringatakan harlah kali ini hendaknya dilakukan, pertama, dengan cara yang sederhana alias tidak berlebih-lebihan. Kedua, kegiatan yang dilakukan diutamakan dalam bentuk kegiatan sosial keagamaan seperti santunan anak yatim, gotong royong, dan kerja bakti. Ketiga, hendaknya kegiatan lebih ditekankan kepada peningkatan kualitas dan kuantitas amaliyah an-nahdliyyah. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber PonPes, Sholawat Mujahidin Cyber

Senin, 15 Januari 2018

Santri Perlu ‘Ngaji’ Renang dan SAR Perairan

Oleh Achmad Sahri ?





Santri Perlu ‘Ngaji’ Renang dan SAR Perairan (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Perlu ‘Ngaji’ Renang dan SAR Perairan (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Perlu ‘Ngaji’ Renang dan SAR Perairan



Sebuah koran pada tanggal 7 Oktober 2016 memberitakan tujuh dari 25 santri Pondok Pesantren Langitan, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur hilang setelah perahu yang mereka tumpangi terbalik di Bengawan Solo. Sebelumnya, sejak Januari 2016, koran Tempo telah memuat dua berita tentang santri tenggelam, yaitu: Hanyut Setelah Cuci Jeroan Kurban, 3 Santri Ditemukan Tewas (14 September 2016) dan Lima Santri Tewas Tenggelam di Sungai Waduk Cangklik (20 Januari 2016).

Kabar tentang kurangnya jaminan keamanan santri saat mereka beraktivitas di lingkungan luar pondok pesantren seperti ini bisa menjadi pertimbangan yang memberatkan di tengah gencarnya gerakan “Ayo-Mondok” yang digalakkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan diamini oleh Kementerian Agama agar orang tua mau mengirimkan anaknya untuk belajar di pondok pesantren.

Kurikulum pondok pesantren saat ini sebenarnya sudah jauh lebih variatif daripada pesantren zaman dulu. Selain ilmu agama, santri kontemporer juga dibekali dengan ilmu dunia yang diharapkan dapat bermanfaat untuk masa depan mereka. Beberapa pesantren, sejak beberapa dekade terakhir juga membuka sekolah kejuruan atau memiliki kegiatan ekstra-kulikuler yang memungkinkan santri mereka belajar ilmu non-agama dan ketrampilan praktis lainnya seperti otomotif, tata boga, tata busana, bela diri dan sebagainya.?

Mujahidin Cyber

Namun ketrampilan bertahan hidup di alam terbuka seperti renang dan search and rescue (SAR) di perairan (seperti bagaimana mencari dan menyelamatkan orang tenggelam) sangat minim diajarkan di pesantren, jika tidak boleh dikatakan tidak ada.

Anjuran tentang renang

Benarkah renang merupakan sunnah Nabi? Kalau kita telusuri, memang ada beberapa hadits Nabi SAW yang menyinggung perihal renang ini, salah satunya adalah hadits dari Jabir bin Abdillah r.a yang redaksionalnya kurang lebih: "Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah (mengingat Allah) merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang” (HR. An-Nasa’i).

Mujahidin Cyber

Kalau kita perhatikan teks hadits tersebut, mengajarkan renang bukan termasuk perbuatan yang sia-sia. Hanya saja Rasulullah SAW tidak secara langsung memerintahkan, apalagi mencontohkan dalam bentuk perbuatan. Para ulama umumnya menyebut perintah belajar berenang merupakan perintah dari Umar bin Al-Khattab r.a yang berbunyi: “Ajari anak-anakmu berenang, memanah dan naik kuda", sehingga umumnya para ulama sampai kepada kesimpulan bahwa pada dasarnya hukum berenang adalah sesuatu yang mubah (dibolehkan).

Butuh praktik

Tidak seperti ilmu-ilmu agama yang umumnya dipelajari, dikaji dan didiskusikan dengan membedah kitab tertentu, renang apalagi search and rescue (SAR) di perairan, karena merupakan ketrampilan praktis, tidak hanya selesai pada tataran dipelajari atau dikaji di majelis atau ruang kelas. Renang dan SAR perairan memerlukan praktik dan latihan yang disiplin dan terjadwal untuk dapat dikuasai.?

Sebagai bagian dari kurikulum, jika ke depan akhirnya perlu diajarkan di pesantren, materi ajar seperti buku atau referensi juga perlu diformulasikan. Tentunya yang sejalan dengan lingkup lingkungan pesantren. Tak ketinggalan, guru ‘ngaji’ tentang renang dan SAR perairan ini juga perlu disiapkan. Guru ngaji ini selain harus memahami teknik praktis tentang renang dan SAR perairan, mereka juga harus memahami ketentuan syar’i agar berenang tidak menyalahi ketentuan syariat, seperti misalnya bagaimana menyikapi aurat.

Sulitnya realisasi praktik renang islami

Memang agak sulit untuk menerapkan praktek renang islami, dimana laki-laki dan perempuan tidak boleh bercampur dalam satu tempat, apalagi jika proses pembelajaran renang dilakukan di kolam renang umum yang tidak membedakan pengunjung berdasarkan jenis kelamin, sebab konsepnya memang dibuat untuk umum, dimana laki-laki dan perempuan dibiarkan berenang dalam satu kolam renang. Kalaupun harus dipisah, pengadaan infrasutruktur kolam renang menjadi berlipat biayanya.

Saat ini, sebagian kalangan sudah mulai sepakat paling tidak sampai ke level memisahkan tempat antara laki-laki dan perempuan sebagai syarat kebolehan. Pengaturan waktu berenang antara laki-laki dan perempuan juga sempat menjadi usulan. Tujuannya bukan sekadar terjaganya aurat, tetapi juga agar tidak terjadi campur baur antara laki-laki dan perempuan.

Satu hal lain yang juga penting adalah belajar berenang diutamakan dilakukan sejak usia dini. Setidaknya ada dua alasan yang melatarbelakanginya. Pertama, karena belajar menguasai sesuatu akan menjadi lebih mudah bila dikerjakan saat usia kanak-kanak, sehingga nasehat Umar bin Al-Khattab r.a untuk mengajarkan anak-anak kita berenang sejak kecil menjadi sangat tepat. Kedua, anak yang masih kecil belum terikat dengan aturan membuka aurat dan keharusan menjaga pandangan.

Jadi, apakah sudah saatnya santri juga perlu ‘ngaji’ renang dan search and rescue perairan? Hanya waktu yang akan menjawabnya.





Penulis adalah calon PhD Student di Marine Animal Ecology Wageningen University & Research Belanda, Alumnus Ponpes Kyai Galang Sewu, Jurang Blimbing, Tembalang, Kota Semarang, Jamaah PCI-NU Belanda, tinggal di Wageningen-Belanda

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber RMI NU, Sholawat, Tokoh Mujahidin Cyber

Jumat, 12 Januari 2018

Seluruh Persidangan Muktamar NU Didokumentasikan

Surabaya, Mujahidin Cyber. Panitia Muktamar Ke-33 NU tengah mempersiapkan segala perlengkapan dokumentasi. Dengan persiapan itu, mereka menginginkan setiap persidangan yang membahas kebijakan organisasi maupun permasalah hukum agama masuk dalam dokumantasi.

Seluruh Persidangan Muktamar NU Didokumentasikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Seluruh Persidangan Muktamar NU Didokumentasikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Seluruh Persidangan Muktamar NU Didokumentasikan

"Setidaknya ada 6 handycamp yang akan digunakan untuk merekam seluruh persidangan selama muktamar," kata Afif Amrullah kepada Mujahidin Cyber, Rabu (54/2).?

Sekretaris Panitia Daerah (Panda) Muktamar divisi dokumentasi ini menegaskan, ada 6 kru yang akan disiapkan di empat pesantren yang dijadikan sebagai lokasi sidang.

Mujahidin Cyber

Kebutuhan merekam seluruh sidang sebagai sarana untuk menjadi bukti sejarah bagi pelaksanaan muktamar kali ini. "Agar para pengurus, warga NU dan juga pengamat yang memiliki perhatian kepada dinamika jamiyah ini dapat mengetahui secara detil jalannya persidangan," kata alumnus pascasarjana UIN Sunan Ampel ini.

Seluruh kebutuhan dokumentasi ini telah disetujui pada rapat gabungan Panda Muktamar di aula PWNU Jatim, Selasa (24/2) petang kemarin.

Mujahidin Cyber

"Dokumentasi yang disetujui saat rapat gabungan adalah berupa video maupun foto kegiatan selama sidang berlangsung," kata Afif. Dengan demikian, panitia akan memiliki dokumentasi yang memadai dalam merekam seluruh jalannya persidangan.

Bila tidak ada perubahan, pesantren Tebuireng Cukir akan digunakan untuk rapat komisi rekomendasi. Sedangkan pesantren Darul Ulum Peterongan membahas komisi program, dan komisi organisasi di pesantren Mambaul Maarif Denanyar. Untuk komisi bahtsul masail diniyah waqiiyah, maudluiyah, serta qonuniyyah dipusatkan di pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

"Ini masih akan dibicarakan lebih teknis lagi karena mempertimbangkan lokasi peserta dan ketersediaan gedung yang memungkinkan untuk menampung para peserta sidang," pungkasnya. (Syaifullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Jadwal Kajian, Sholawat, Pertandingan Mujahidin Cyber

Selasa, 09 Januari 2018

Gagasan Mengawinkan Bencong dengan Tomboi

Oleh Muhammad Ishom 



“Aku punya gagasan untuk mempertemukan mereka berdua



Gagasan Mengawinkan Bencong dengan Tomboi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gagasan Mengawinkan Bencong dengan Tomboi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gagasan Mengawinkan Bencong dengan Tomboi

agar saling isi dengan cerita derita duka lara

Barangkali nanti tumbuh naluri sejati

dan kembali seperti sediakala

Mujahidin Cyber

Semua jawabnya hanyalah Tuhan yang mengerti

Sekali lagi jawabnya hanya Tuhan yang mengerti.” (Bait ke-6)

Itulah enam baris dari bait terakhir lirik lagu berjudul “Zaman” yang dinyanyikan sendiri oleh penciptanya– Ebiet G. Ade–dan dirilis pada tahun 1986. Apa yang dimaksudkan Ebiet dengan frasa “mereka berdua” pada baris pertama di atas tak lain adalah bencong dan tomboi sebagaimana terdapat dalam judul tulisan ini meski Ebiet tidak menyebut sama sekali dua istilah itu di dalam lirik lagunya. 

Mujahidin Cyber

Kedua istilah itu telah umum digunakan oleh masyarakat untuk menyebut kelompok orang yang perilaku atau penampilannya tidak cocok menurut kewajaran dengan jenis kelamin yang disandangnya. Mereka yang disebut bencong mungkin sama dengan yang dimaksud gay atau transgender dalam LGBT meski tidak setiap bencong adalah gay atau transgender. Demikian pula mereka yang disebut tomboi mungkin sama dengan yang dimaksud lesbian dalam LGBT meski tidak setiap tomboi adalah lesbian. 

Saat ini orang tengah ramai kembali membicarakan tentang LGBT sehubungan dengan penolakan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap perkara 46/PUU-XIV/2016 yang diajukan oleh Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Euis Sunarti bersama sejumlah pihak. Tahun lalu Prof Dr Euis Sunarti dan para akademisi lain meminta para lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) dihukum penjara maksimal 5 tahun. 

Penolakan itu telah dipahami sebagian kalangan di sejumlah postingan di media sosial bahwa MK telah melegalkan perbuatan zina dan homoseksual. Pemahaman sekaligus tuduhan ini ditolak oleh Juru Bicara MK Fajar Laksono yang menegaskan Mahkamah tidak melegalkan perbuatan seksual sejenis (Kompas.com, 18/12/2017, 20:15 WIB).

Namun, tulisan ini tak dimaksudkan untuk membicarakan polemik tentang LGBT dari berbagai perspektif karena penulis hanya sekedar ingin mengingat kembali bahwa tiga puluh satu (31) tahun lalu seorang penyanyi sekali pencipta lagu–Ebiet G. Ade–telah menyodorkan sebuah gagasan untuk mencarikan solusi terhadap fenomena bencong dan tomboi yang masing-masing bisa masuk dalam kategori gay atau transgender dan lesbian.

Sejauh yang bisa saya tangkap dari lirik lagu “Zaman” secara keseluruhan, Ebiet G. Ade berpikir bahwa bencong dan tomboi dapat dipertemukan dalam ikatan perkawinan sebab mereka yang secara fisik laki-laki tetapi secara seksual tertarik kepada sesama jenis sebenarnya juga menyadari ketidak wajarannya. Mereka bahkan tak menghendaki hal itu terjadi sehingga selalu menangisi nasibnya. Akhirnya mereka sampai pada pertanyaan mendasar apakah hal itu berdosa. 

Pikiran Ebiet G. Ade tersebut sebagaimna dapat kita simak pada bait ketiga sebagai berikut: 

Ia bersembunyi menyimpan tangis yang tak kuasa dibendung

Ia jatuh cinta namun keburu sadar itu tak wajar

Tanda tanya bergolak di dalam fikirannya, “Berdosakah?”

Sedang ia pun tak menghendaki

Siapa gerangan yang dapat membantu menjawabnya? (Bait ke-3)





Pada baris terkahir dari bait ini Ebiet G. Ade mengajukan pertanyaan siapa gerangan yang dapat membantu menjawab pertanyaan dari laki-laki bencong tentang berdosa tidaknya jika ia jatuh cinta secara tidak wajar karena mencintai sesama jenis. Beberapa pihak dari kalangan agamawan baik Islam maupun Nasrani telah memberikan jawaban tegas bahwa mencintai sesama jenis yang kemudian diungkapkan dengan hubungan seksual adalah berdosa. 

Pada bait keempat dan kelima Ebit G. Ade mengungkap fenomena yang berkebalikan dengan bencong, yakni tomboi sebagaimana tertuang dalam dua bait berikut ini:

Perempuan dongak di atas angin

Kepalanya bengkak penuh mimpi kekerasan

Tubuh sintal dan tegap menampilkan kejantanan

Tak tercermin sikap lembut sebagaimana kodratnya (Bait ke-4)

 

Rambutnya yang kasar kotor berdebu

Diisapnya cerutu bibir retak terbakar

Langkah dihentak-hentak, galak seperti singa

Ia ingin tampil lengkap sebagaimana layaknya lelaki (Bait ke-5)





Kedua bait itu (Bait ke-4 dan ke-5) mengungkapkan secara jelas tentang tomboi dengan disebutnya perempuan yang bertingkah laku tidak sebagaimana kodratnya tetapi malahan  ingin menampilkan kejantanan sebgaimana layaknya lelaki. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan Queen Mary University, London, 1 dari 3 perempuan tomboi tumbuh menjadi lesbian. (Hidayatullah, 12 Juli 2011-10:44 WIB). 

Perempuan tomboi yang tumbuh menjadi lesbian inilah yang dibicarakan Ebiet G. Ade untuk dipertemukan dalam ikatan perkawinan dengan seorang bencong yang gay atau transgender sebagaimana diungkapkan dalam bait keenam di awal tulisan ini. Argumentasi Ebiet G. Ade dalam gagasanya ini adalah karena dari perkawinan semacam ini barang kali akan tumbuh naluri sejati dari masing-masing pihak sehingga akan kembali menjadi orang normal sesuai dengan kodrat jenis kelamin masing-masing. 

Gagasan Ebeit G. Ade tersebut patut diapresiasi karena dari berbagai perspektif agama, sosial dan susila tidak bertentangan. Bisa jadi gagasan ini menjadi alternatif terapi yang mujarab bagi ketidakwajaran kaum bencong dan tomboi dalam ekspresi diri dan seksualitasnya sehingga mereka bisa diselamatkan secara hukum maupun moral. Namun pertanyaannya adalah apakah para bencong mau kawin atau dikawinkan dengan kaum tomboi?

Jawaban dari pertanyaan itu telah Ebiet temukan dalam kedua baris terkahir dari bait keenam atau penutup di atas: “Semua jawabnya hanyalah Tuhan yang mengerti. Sekali lagi jawabnya hanya Tuhan yang mengerti.” Artinya jika Tuhan berkata “Kun” (jadilah), maka “fayakun” (maka jadilah).  

Penulis adalah dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Lomba, Pesantren, Sholawat Mujahidin Cyber

Sabtu, 30 Desember 2017

Ribuan Umat Islam Hadiri Open House Habib Luthfy bin Yahya

Pekalongan, Mujahidin Cyber - Ribuan umat Islam asal Pekalongan dan sekitarnya sejak pagi memadati Gedung Kanzus Sholawat yang terletak di Jalan dr Wahidin Pekalongan, Senin (26/6). Mereka menghadiri kegiatan open house Habib Muhammad luthfy bin Yahya yang digelar setiap tanggal 2 Syawwal.

Pada agenda rutin tahunan itu Habib Luthfy memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin bertemu dengan beliau. Pasalnya, di tengah jadwal yang sangat padat, tanggal 2 Syawwal menjadi agenda khusus Habib Luthfy untuk bertemu dengan masyarakat secara luas.

Ribuan Umat Islam Hadiri Open House Habib Luthfy bin Yahya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Umat Islam Hadiri Open House Habib Luthfy bin Yahya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Umat Islam Hadiri Open House Habib Luthfy bin Yahya

Kesempatan ini tidak disia-siakan ribuan anggota masyarakat. Mereka yang hadir dari berbagai daerah sejak pagi mendengarkan pengajian dan taushiyah Habib Luthfy dan diteruskan bersalaman yang baru berakhir jam 12.30 wib.

Mujahidin Cyber

Selain masyarakat, tampak hadir di Kanzus Sholawat beberapa kiai NU, Bupati Pekalongan H Asif Qolbihi, Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, serta jajaran TNI dan Polri. Mereka memanfaatkan open house ini untuk bertemu secara langsung dengan Habib Luthfy bin Yahya, kiai kharismatik yang kini diamanahi sebagai Rais Aam Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (JATMAN).

Khoiruman asal Kudus menuturkan kepada Mujahidin Cyber bahwa dirinya bersama keluarga hadir secara khusus memanfaatkan lebaran di hari kedua untuk bertemu dengan Habib Luthfy. Ia sudah beberapa kali hadir bersama keluarga dengan menyewa kendaraan roda empat. Bahkan pada tahun sebelumnya ia bersama teman-teman yang lain selalu hadir di acara open house yang digelar Habib Luthfy.

Mujahidin Cyber

Hal yang sama disampaikan Abdurroman asal Bojong Kabupaten Pekalongan. Ia bersama keluarganya tidak pernah absen pada acara open house Habib Luthfy. Menurutnya, ada perasaan bangga dan gembira serta perasaan nyaman setelah bisa bersalaman dengan Habib Luthfy.

Untuk kali ini ia hadir di samping untuk meminta maaf juga meminta obat dengan membawa sebotol air mineral untuk dimintakan doa kepada Habib Luthfy. Ia meminta doa melalui air ini untuk obat bagi kakaknya yang saat ini sedang sakit. (Iz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sholawat, Ahlussunnah, Kyai Mujahidin Cyber

Resmi Dilantik, IPNU-IPPNU Kramat Siap Kontribusi di Masyarakat

Tegal, Mujahidin Cyber - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal periode 2017-2018, Ahad (15/10) dilantik.

Kegiatan yang dipusatkan di BMT SM NU Kramat dihadiri pengurus MWC NU Kramat, pengurus IPNU-IPPNU terpilih dan undangan lainnya.

Resmi Dilantik, IPNU-IPPNU Kramat Siap Kontribusi di Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Resmi Dilantik, IPNU-IPPNU Kramat Siap Kontribusi di Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Resmi Dilantik, IPNU-IPPNU Kramat Siap Kontribusi di Masyarakat

Ketua IPNU Kecamatan Kramat Bagus Widi didampingi Ketua IPPNU Azizatul Munawaroh mengatakan, amanah yang diberikan kepada keduanya akan dijalankan sesuai dengan program kerja yang ada.

Mujahidin Cyber

Itu semua, kata dia, tidak akan berhasil tanpa dukungan dari pimpinan cabang serta pengurus di tingkat kecamatan hingga desa.

Dengan demikian, IPNU-IPPNU bisa menjadi sarana bagi kalangan muda untuk berorganisasi dengan baik dan benar serta memiliki jenjang ke atas yang jelas.

Mujahidin Cyber

Sebagai kader muda NU yang saat ini masih duduk di bangku sekolah, tentu saja kesempatan yang diberikan kepada dia dan seluruh jajaran pengurus akan dijalankan dengan baik. Tujuannya adalah agar IPNU-IPPNU bisa memberikan kontribusi secara nyata bagi masyarakat luas.

Pembina IPNU-IPPNU Kramat Suharno mengingatkan kembali kepada pengurus terpilih agar dapat menjalankan tugas sekaligus roda organisasi dengan baik.

Ketua IPNU, kata dia, merupakan wakil dari Desa Jatilawang. Sementara Ketua IPPNU merupakan wakil dari Desa Plumbungan.

Sebagai pembina, ia juga berharap agar pengurus terpilih bisa berkoordinasi dengan pimpinan ranting di setiap desa yang ada di Kecamatan Kramat agar semua kegiatan bisa mendapatkan dukungan dari seluruh anggota.

Selain ke bawah, pengurus harus bisa berkoordinasi dengan pimpinan cabang agar setiap kegiatan di tingkat kabupaten dapat didukung.

Sebagai generasi muda, peran serta pengurus dan seluruh anggota IPNU-IPPNU tentu saja sangat diharapkan karena di tangan mereka tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini akan diserahkan. Itulah sebabnya, kiprah mereka harus dilatih sejak dini sehingga bisa menghasilkan karya terbaik.

"Kami akan terus memberikan dukunan agar IPNU-IPPNU Kecamatan Kramat bisa aktif di dalam berbagai kegiatan," pungkasnya. (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Anti Hoax, News, Sholawat Mujahidin Cyber

Selasa, 21 November 2017

PBNU: Stop Politik Menghalalkan Segala Cara

Jakarta, Mujahidin Cyber. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengimbau peserta Pemilukada Jawa Timur menghentikan praktik politik "Machiavelis" atau politik menghalalkan segala cara untuk meraih atau mempertahankan kekuasaan.

PBNU: Stop Politik Menghalalkan Segala Cara (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Stop Politik Menghalalkan Segala Cara (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Stop Politik Menghalalkan Segala Cara

"Ada praktik Machiavelis dalam pemilu di Jawa Timur. Saya tidak menyebut pelakunya. Praktik `Machiavelis` harus distop," kata Ketua PBNU Slamet Effendi Yusuf di Jakarta, Selasa.

Politik "Machiavelis" dinisbatkan kepada Niccolo Machiavelli, diplomat dan politikus Italia yang juga seorang filsuf. Di antara karya-karyanya yang paling banyak dikenal adalah The Prince (1932). Dalam buku itu disebutkan bahwa semua hal dan cara dapat diusahakan untuk membangun dan melestarikan kekuasaan.?

Mujahidin Cyber

Nama Machiavelli kemudian diasosiasikan dengan hal yang buruk, praktik menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Bagi Machiavelli, politik hanya berkaitan dengan satu hal semata, yaitu memperoleh dan mempertahankan kekuasaan.?

Hal lainnya, seperti agama dan moralitas, dianggap tidak memiliki hubungan mendasar dengan politik, kecuali bahwa agama dan moral tersebut membantu untuk mendapat dan mempertahankan politik kekuasaan.

Mujahidin Cyber

Pada bagian lain Slamet mengingatkan Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur untuk membaca kembali sisi moral dan etis dari keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang memberi peringatan keras kepada Ketua KPU Jatim dan pemberhentian sementara tiga orang komisionernya (meskipun per 14 Agustus KPU pusat telah mengaktifkan kembali tiga anggota KPU Jatim yang diberhentikan sementara itu -red).

"Pesan moralnya adalah perbuatan mereka itu salah, tidak etis, dan jangan diulangi lagi ketika sudah aktif kembali," kata Slamet.

Keputusan DKPP memang bukan vonis berupa hukuman fisik tetapi berupa hukuman moral. Meski demikian, bagi orang yang menjunjung tinggi moralitas, hukuman moral jauh lebih mendalam dibandingkan hukuman fisik.

"Jadi, jangan seperti residivis yang tidak kapok mengulangi perbuatannya yang salah," kata Slamet.

Pesan moral lainnya dalam putusan DKPP, lanjut Slamet, adalah harus ada penghargaan dan perlakuan yang setara terhadap hak konstitusional warga negara. Ini yang menurut dia juga tidak dijalankan oleh KPU Jawa Timur, terbukti ada perlakuan berbeda terhadap pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja terkait formulir C1.

Di dalam formulir C1 hanya nama dan nomor urut pasangan Soekarwo-Syaifullah Yusuf, Eggy Sudjana-M Sihat, dan Bambang DH-Said Abdullah yang dicetak. Sementara untuk pasangan Khofifah-Herman akan disusulkan dalam bentuk stiker yang ditempelkan dalam formulir tersebut.?

"Ini perlakuan tidak setara. Ini teror bagi pasangan Khofifah-Herman," kata Slamet.

Masyarakat, katanya, secara ketat akan mengawasi perilaku KPU Jatim dan pihak-pihak yang berada dibalik praktik "Machiavelis" tersebut.

Slamet juga mengingatkan bahwa ada fakta yang terungkap dalam sidang DKPP yang hingga saat ini belum ditindaklanjuti, yakni terkait suap yang berujung pada tidak lolosnya pasangan Khofifah-Herman saat itu.

"Di pengadilan (DKPP, red) terbukti ada suap. Ada rekomendasi aparat harus mengusut kasus suap ini karena ini persoalan sangat serius. Suap ini merusak," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia itu.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber ? : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sholawat Mujahidin Cyber

Jumat, 17 November 2017

Wujudkan Gagasan Gus Dur, Kiai Muda NU Bahas Eksistensi Kiai Kampung

Purworejo, Mujahidin Cyber

Sejumlah Kiai Muda Nahdlatul Ulama mengadakan silaturrahim dan rembug bersama terkait eksistensi kiai kampung yang saat ini kondisinya semakin memprihatinkan. Silaturrahim ini berlangsung di Pondok Pesantren An-Nur Maron Purworejo, Sabtu (12/3) lalu. Dihadiri oleh perwakilan kiai-kiai muda dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

Wujudkan Gagasan Gus Dur, Kiai Muda NU Bahas Eksistensi Kiai Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Wujudkan Gagasan Gus Dur, Kiai Muda NU Bahas Eksistensi Kiai Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Wujudkan Gagasan Gus Dur, Kiai Muda NU Bahas Eksistensi Kiai Kampung

Kiai Lukman Haris Dimyati, selaku inisiator silaturrahim kiai-kiai muda Nahdlatul Ulama mengatakan bahwa gagasan memperkuat eksistensi kiai kampung ini sebenarnya berawal dari gagasan Almaghfurlah KH Abdurrahman Wahid yang sampai saat ini belum terelisasi dengan baik.?

“Ketika Gus Dur masih hidup, saya pernah ditimbali oleh Gus Dur, dalam perbincangan itu saya diminta untuk merawat jamaah NU. Sebagai orang yang tinggal didaerah pelosok Pacitan, saya merasa tersanjung ketika diminta oleh beliau langsung untuk memperhatikan nasib para kiai kampung yang mayoritas basis dari kalangan NU,” jar Gus Lukman.

Seperti diketahui bersama bahwa nasib kiai kampung kini semakin terpinggirkan. Dalam acara tersebut, Gus Lukman berpesan dan mengajak kepada hadirin untuk memikirkan kembali nasib kiai kampung.?

Mujahidin Cyber

“Pada saat ini nasib kiai kampung semakin terpinggirkan, karena adanya ustadz-ustadz karbitan yang sering muncul di media-media yang secara kapasitas tidaklah seberapa, sementara tanggung jawab kiai kampung tersebut sangatlah berat tapi secara penghargaan sangat rendah sekali,” terangnya.

Turut hadir dalam silaturrahim ini, putri sulung Gus Dur, Alissa Wahid. Di dalam sambutannya, Alissa Wahid mengatakan bahwa ide membangun kembali eksistensi kiai kampung ini sangatlah cemerlang. Posisi kiai kampung itu sangatlah sentral di lingkungan masyarakat Nahdlatul Ulama tapi saat ini kalah populer dengan ustadz-utadz pendatang baru.?

“Sebenarnya ini sudah menjadi keluhan banyak kiai tapi sampai saat belum terealisasikan. Semoga dengan adanya silaturrahim ini nanti yang akan mengeksplorasi gagasan gagasan tersebut,” tambah Alissa.

KH M Imam Aziz yang juga Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menjelaskan, kita ini punya hutang besar kepada Gus Dur, gagasan kiai kampung ini belum bisa dilaksanakan.

Mujahidin Cyber

“Menurut hasil ? penelitian, ada sebuah kekhawatiran besar terhadap masa depan islam moderat. Dan bisa disimpulkan bahwa menjadi sebuah kegagalan jika islam moderat tidak merumuskan tawassuth dalam islam moderat itu seperti apa? Terutama dalam bertindak maupun dalam bersikap,” jelas Imam Aziz.?

Seperti yang diketahui bersama, dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia masih banyak diwarnai dengan islam garis keras dan gerakan intoleransi. Sementara penganut Islam moderat yang banyak perannya ini semakin tidak kelihatan dan semakin kehilangan identitas.?

“Saya rasa ini gagasan yang sangat penting untuk segera dirumuskan kembali,” ujar Imam Aziz.

Acara silaturrahim ini dilanjutkan dengan dialog untuk menyumbangkan gagasan dari perwakilan daerah-daerah. Dialog ? ini dipimpin langsung oleh KH M Dian Nafi’, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muayyad Windan Solo. (Autad/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sholawat, Pesantren, Cerita Mujahidin Cyber

Sabtu, 11 November 2017

PBNU Gelar Istighotsah untuk Jakarta Damai

Jakarta, Mujahidin Cyber. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyelenggarakan Istighotsah untuk mendoakan warga dan pemimpin DKI Jakarta. Agenda bertajuk "Istighotsah untuk Jakarta Damai" ini dilaksakan pada Jumat (7/4) malam di halaman Gedung PBNU, Kramat Raya, Jakarta.?

PBNU Gelar Istighotsah untuk Jakarta Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Gelar Istighotsah untuk Jakarta Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Gelar Istighotsah untuk Jakarta Damai

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj mengungkapkan, agenda ini untuk menyejukkan kondisi sosial-politik di DKI Jakarta. "Kami ingin warga tenang, Jakarta damai. Menjelang putaran ke-2 Pilkada DKI Jakarta, kami berharap suasana menjadi sejuk, bukan semakin panas dan meluap amarah," ungkap Kiai Said.?

Menurut Kiai Said, momentum politik bukan untuk saling menyerang antar-kelompok, sehingga menimbulkan keresahan. "Saat ini, jurang perbedaan semakin melebar. Isu-isu politik yang berhembus semakin kencang. Namun, kami dari Nahdlatul Ulama sadar, betapa politik seharusnya untuk mencari pemimpin yang paling baik, yang paling ahli, bukan untuk memecah belah warga," jelas Kiai Said.?

Dalam pengantar menjelang agenda Istighotsah ini, Kiai Said mengungkap betapa perbedaan itu seharusnya menjadi Rahmat. "Perbedaan itu harusnya menjadi rahmat, harus kita syukuri. Karena itu modal kita semua untuk saling mengenal, saling belajar saling mengasihi. Agama itu harus jadi sarana cinta dan perdamaian, Addin Huwa al-Hubb. Bukan untuk dipolitisasi,” terang kiai asal Kempek, Cirebon ini.?

Dari Istighotsah ini, Kiai Said berharap gelombang kebaikan dapat menyebar bagi warga Jakarta dan elite-elite politiknya. Dengan demikian yang terjadi adalah kedamaian, bukan mencaci maki dengan isu etnis, agama, dan tradisi.?

Mujahidin Cyber

"Nahdlatul Ulama mengimbau warga tetap fokus, tenang, dan tidak terintimidasi secara psikologis. Pilihlah pemimpin yang sesuai dengan nurani, selaras dengan kata hati," imbau Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini.?

Selama ini, Nahdlatul Ulama konsisten sebagai penengah dari segala kondisi sosial-politik dan keagamaan yang semakin ekstrem. Penyelenggaraan Istighotsah kali ini juga dalam rangka menciptakan perdamaian dan kesejukan bagi warga Jakarta, serta seluruh warga Indonesia.

Hadir dalam istighotsah kali ini, Kabaintelkam Polri Komjen Pol Luthfi Lubihanto, Dir Binmas Polda Metro Jaya Kombes Pol Priyo Mujihad, dan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Suyudi Ario Seto. (Red: Fathoni)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kajian, Sholawat Mujahidin Cyber

Jumat, 03 November 2017

Solo Jadi Kota Shalawat Pertama di Indonesia

Solo, Mujahidin Cyber. Fadhilah dan Nur Fajariyah (20), dua mahasiswi Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret (UNS) yang berasal dari Pekalongan ini berangkat dari rumah kost menuju ke Jalan Jenderal Sudirman untuk mengikuti acara shalawatan bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf pada Sabtu (22/6) malam. Dengan pakaian serba putih mereka berangkat menggunakan sepeda motor menuju lokasi acara yang berpusat di depan kantor Balaikota Solo.

Solo Jadi Kota Shalawat Pertama di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Solo Jadi Kota Shalawat Pertama di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Solo Jadi Kota Shalawat Pertama di Indonesia

Sesampainya di lokasi mereka bergabung bersama kurang lebih 50.000 jamaah yang hadir dari berbagai daerah se-Solo raya. Suasana khusyuk pun mereka rasakan ketika mendengarkan merdunya lantunan shalawat yang dipimpin oleh Habib Syech. Acara yang dibuka pada pukul 20.00 waktu setempat ini digelar dalam rangka peringatan hari jadi ke-67 Kota Surakarta dan juga dimaksudkan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan dalam sambutannya, bahwa dirinya berharap agar Solo yang telah mendeklarasikan diri sebagai kota shalawat yang pertama di Indonesia rutin mengadakan shalawatan di setiap masjid kampung dan setiap RT.

Mujahidin Cyber

Habib Syech yang terlihat akrab duduk berdampingan dengan Pak Wali Kota juga menyampaikan kepada seluruh jamaah bahwa perlunya menciptakan kehidupan yang damai dan saling menghargai di masyarakat.

“Mari kita saling menghormati satu sama lain. Kita jaga bersama keamanan Kota Solo. Dengan bershalawat, kita jadikan Solo aman dan sejahtera,” tutur Habib Syech kepada para jamaah.

Mujahidin Cyber

Fadhilah yang baru pertama kali mengikuti acara ini pun langsung ikut riuh bersama puluhan ribu jamaah melantunkan shalawatan. 

“Senang bisa ikut acara seperti ini. Di kampus jarang ada kegiatan shalawatan,” ujar mahasiswi jurusan Pendidikan Kimia ini.

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor:Ahmad Rodif Hafidz

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sholawat Mujahidin Cyber

Buku “Fiqih Tradisionalis” Segera Jadi Kitab Kuning

Jember, Mujahidin Cyber. Cita-cita membumikan ajaran-ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) ala NU di Indonesia semakin dikuatkan oleh upaya KH Muhyiddin Abdusshomad. Jika sebelumnya ia menulis buku "Fiqih Tradisionalis" dalam huruf latin, kali ini akan ditulis dengan huruf arab gundul, atau kitab kuning.

Sengaja ditulis berbeda, karena segmen yang dituju juga beda. Jika buku sebelumnya lebih difokuskan untuk kalangan umum, kali ini untuk siswa madrasah, santri pesantren dan kiai.

Buku “Fiqih Tradisionalis” Segera Jadi Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
Buku “Fiqih Tradisionalis” Segera Jadi Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

Buku “Fiqih Tradisionalis” Segera Jadi Kitab Kuning

“Sebab di pesantren itu kalau tidak pakai kitab dalam huruf Arab, terasa kurang mantap,” kata Kiai Muhyiddin, saat ditemui di kediamannya, Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) Antirogo, Jember, Sabtu (29/9) lalu. “Orang pesantren kurang puas kalau mengambil rujukan dari kitab yang ditulis dari arah kiri,” lanjutnya bergurau.

Buku dalam edisi kitab kuning itu nantinya akan diberi judul Al-Hujajul Qath’iyah fi Shihhatil Mu’taqadat wal Amaliyat an-Nahdliyah (Argumentasi-argumentasi kuat tentang kebenaran akidah dan amaliah warga NU). Edisi kitab kuning nanti akan lebih lengkap dari edisi dalam bahasa Indonesia yang sudah terbit, karena ada penambahan di sana-sini dan diketemukannya dalil-dalil lain.

Di antaranya tentang dalil perlunya berjabat tangan setelah shalat berjamaah. “Ternyata jabat tangan usai shalat itu ada dalilnya, dari Hadits Shohih Bukhori lagi,” tutur Kiai Muhyiddin, yang juga Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember.

Mujahidin Cyber

Pengasuh Pondok Pesantren Nuris itu memastikan bahwa naskah itu sudah dikirim ke penerbit, setidaknya dalam awal Oktober ini. Semuanya sudah siap. Termasuk pengantar dari KH Abdullah Faqih (Langitan), KH Bashori Alwi (Singosari), Habib Hasan Baharun (Bangil), KH Maimun Zubair (Sarang) dan Prof Dr Khotibul Umam (UIN Jakarta).

Buku ini lebih terasa istimewa karena juga telah mendapatkan tashih dari Syeikh Abdullah Mujawir Husein (Kepala Staf Kantor Syaikhul Al-Azhar, Mesir). Juga telah mendapatkan pengantar dari Ketua Umum PBNU, DR KH A Hasyim Muzadi.

Bahkan, menurut Kiai Muhyiddin, Syeikh Mujawir menyambut baik penulisan buku yang berisi dalil-dalil amaliah orang NU tersebut. Selain memberikan koreksi, juga pujian untuk sang penulis. “Masa dari 60 juta umat NU tidak ada yang menulis dalam huruf Arab,” kata Syeikh Mujawir, seperti yang ditirukan Kiai Muhyiddin.

Ia mengaku perlu terus menyebarkan dalil-dalil amaliah warga NU ke semua lapisan kaum nahdliyin, karena saat ini serangan dari kelompok lain semakin gencar. Mereka menggunakan dalil-dalil yang sudah dipersiapkan untuk ‘menghabisi’ amaliah orang NU. Ironisnya, tidak semua santri memahami tentang dasar-dasar amaliah mereka. Apalagi yang bukan santri. “Para kiai tidak sempat menjelaskan dasar-dasar itu, sebab sudah terlalu asyik dengan membaca kitabnya,” tutur Kiai Muhyiddin.

Selain itu, waktu belajar di pesantren saat ini semakin pendek. Paling hanya dalam usia SMP-SMA. “Kecuali di pesantren-pesantren yang murni salaf, biasanya waktu belajar mereka lebih panjang,” tandasnya.

Mujahidin Cyber

Dengan adanya kitab kuning yang menjelaskan tentang dasar-dasar amaliah warga NU dan dijadikan pedoman di pesantren, ia berharap nantinya semua santri memahami dan tidak perlu minder ketika berhadapan dengan kelompok lain. “Lho wong sebenarnya dalil-dalil kita itu lebih kuat kok dari dalil mereka. Kita saja yang banyak belum tahu,” kata Kiai Muhyiddin meyakinkan. (sbh)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sholawat, Nahdlatul Ulama Mujahidin Cyber

Sabtu, 28 Oktober 2017

PMII FISIP UIN Gunung Jati Galang Dana untuk Banjir Bandung

Bandung, Mujahidin Cyber. Rayon PMII Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Sunan Sunan Gunung Jati Bandung tergerak untuk menggalang dana bagi korban banjir di wilayah khususnya Bandung Selatan. Mereka mengadakan aksi tanggap bencana banjir yang merendam beberapa kelurahan di kecamatan Bale Endah, kabupaten Bandung.

PMII FISIP UIN Gunung Jati Galang Dana untuk Banjir Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII FISIP UIN Gunung Jati Galang Dana untuk Banjir Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII FISIP UIN Gunung Jati Galang Dana untuk Banjir Bandung

Menurut salah seorang peserta aksi Anggra Nugraha, penggalangan dana untuk korban dinilai penting bagi PMII karena wujud aktualisasi semangat nilai pergerakan PMII.

“Menolong korban bencana merupakan salah satu bentuk aktualisasi NDP tersebut,” kata Anggra, bidang Kaderisasi Rayon PMII FISIP UIN Sunan Gunung Jati kepada Mujahidin Cyber, Kamis (1/1).

Mujahidin Cyber

Sebelumnya, kader-kader PMII FISIP memusatkan penggalangan dana di depan kampus UIN Sunan ? Gunung Jati dan dekat Samsat kota Bandung. Dana yang terkumpul mencapai 1,5 juta rupiah dan beberapa pakaian layak pakai.

Mujahidin Cyber

Dana tersebut lalu dibelanjakan sejumlah logistik yang dibutuhkan para pengungsi, seperti pakaian dalam, pembalut dan popok bayi serta multivitamin. Kemudian logistik-logistik ini diberikan langsung kepada lurah di daerah Baleendah dan Dayeuhkolot.

Bantuan tersebut, Anggra berharap, semoga dapat bermanfaat bagi korban bencana di sebagai bentuk kepedulian PMII terhadap sesama bangsa indonesia.

“Kami minta agar Pemerintah segera melakukan langkah-langkah strategis sehingga tidak terjadi bencana seperti ini lagi,” kata Anggra.

Untuk kader-kader PMII, lanjut Anggra, mereka harus dibimbing melalui pendidikan dan kegiatan yang bersifat formal, non formal maupun informal agar para kader senantiasa melek terhadap realita sosial di sekitarnya.

“Kita harus dorong kader PMII terhadap kegiatan pendidikan, pendampingan dan pemberdayaan masyarakat sehingga dapat menciptakan kader tidak sekedar doyan mengkritik, tapi dapat juga menjadi problem solver di lingkungannya,” tegas mahasiswa Sosiologi itu.

Banjir kali ini termasuk banjir paling besar dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Biasanya banjir hanya selutut orang dewasa. Tetapi, tahun ini banjir mencapai perut orang dewasa. Bahkan ada yang mencapai ketinggian 3 meter. Sehingga banyak warga yang rumahnya terendam banjir lantas mengungsi. (M Zidni Nafi’/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pahlawan, Sholawat Mujahidin Cyber

Selasa, 17 Oktober 2017

Cara Ketum PBNU Ajak Gerakkan Wakaf Uang NU Mesir

Kairo, Mujahidin Cyber

Di tengah-tengah orasi kebangsaan tentang peran ulama Nusantara di Gedung Fakultas Bahasa Arab Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengajak ratusan peserta dialog untuk ikut serta dalam gerakan wakaf uang.

Gerakan wakaf uang tersebut diinisiasi Pengurus Cabang Istimewa Mesir Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir untuk memperlancari kegiatan ke-NU-an di sana, termasuk pembangunan sekretariat PCINU Mesir.

Cara Ketum PBNU Ajak Gerakkan Wakaf Uang NU Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Ketum PBNU Ajak Gerakkan Wakaf Uang NU Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Ketum PBNU Ajak Gerakkan Wakaf Uang NU Mesir

"Bismillahirrahmanirrahim, gerakan wakaf uang PCI NU Mesir, resmi saya luncurkan," kata Kiai Said dalam sambutannya di hadapan sekitar 750 warga Indonesia di Kairo, Rabu (1/3).

Mujahidin Cyber

Ajakan wakaf uang disambut pertama kali oleh Kiai Said Aqil sendiri. Sembari berdiri, Kiai Said membuka tasnya dan mengambil beberapa lembar mata uang dolar US. "Saya wakaf 1000 US Dolar. Silakan yang lain menyusul," katanya.

Mujahidin Cyber

Disusul kemudian wakaf 1000 US Dolar dari Duta Besar RI untuk Mesir Helmy Fauzi. Kemudian 2000 US Dolar dari Tubagus Mansyur, salah satu pengurus Syuriyah PCINU Mesir. Berikutnya ratusan peserta dialog yang lain ikut serta waqaf.  Dalam waktu singkat di forum tersebut telah terkumpul dana ratusan juta rupiah.

Selain menyaksikan peluncuran gerakan waqaf uang PCINU Mesir, Kiai Said juga melantik pengurus baru Jamiyah Ahlith Thariqah al-Mutabarah An-Nahdliyah (Jatman) PCINU Mesir. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sholawat, Pahlawan Mujahidin Cyber

Senin, 02 Oktober 2017

Dilantik, IPNU dan IPPNU Karawang Siap Perluas Kaderisasi

Karawang, Mujahidin Cyber. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Karawang, Jawa Barat dilantik di aula Husni Hamid Pemda Karawang. Pelantikan ini dihadiri ratusan pelajar, ?PCNU Karawang, PC PMII Karawang, serta Ikatan Mahasiswa Karawang (Imaka).

Dilantik, IPNU dan IPPNU Karawang Siap Perluas Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, IPNU dan IPPNU Karawang Siap Perluas Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, IPNU dan IPPNU Karawang Siap Perluas Kaderisasi

Ketua PC IPNU Karawang Kiki Nugraha mengatakan, ?saat ini degradasi moral para pelajar yang semakin marak, mulai kenakalan pelajar, narkoba, serta lainnya. ?Maka dari itu, kader-kader IPNU dan IPPNU Kabupaten Karawang harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai Ahlussunnah wal-Jamaah.

“Pelantikan ini akan dijadikan momentum untuk mempeluas kaderisasi mulai dari lembaga-lembaga sekolah, pesantren, sampai pembentukan tingkat ranting. IPNU dan IPPNU Kabupaten Karawang akan terus melakukan kaderisasi, dan pembinaan secara berkelanjutan di masing-masing tingkatan kepengurusan," katanya pada pelantikan Sabtu (10/9).

Mujahidin Cyber

Dalam kegiatan kaderisasi nantinya, lanjut dia, akan dengan dikembangkan pelatihan dan pembinaan sesuai dengan tuntutan pelajar.? ?"Tetap semangat, bulatkan tekad, satu periode ke depan mari kita bekerja bersama-sama menghidupi organisasi ini dengan niat yang tulus," ujarnya.

Mujahidin Cyber

Sambung Kiki, para pengurus IPNU dan IPPNU Kabupaten Karawang yang baru saja dilantik, agar terus melakukan komunikasi dengan membuat kegiatan yang bermanfaat bagi pelajar Karawang agar menjadi generasi muda yang cerdas dan berbudaya?. Semua harus sejalan untuk mampu berkontribusi untuk kemajuan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Karawang di masa depan.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU Muslim Pulungan meminta untuk menjalankan roda organisasi sesuai dengan PD/PRT.? Semua kader harus kerja keras untuk? mewujudkan IPNU menjadi sentrum kaderisasi pelajar di Indonesia. Untuk itu, konsentrasi IPNU harus mengusung kualitas kader, keaswajaan dan intelektualitas.

Lanjut dia, kader pelajar NU harus mempunyai output yang bisa dirasakan oleh masyarakat, dengan meningkatkan kualitas SDM pelajar Karawang. (Benny Ferdiansyah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hadits, Sholawat Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock