Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2018

40 Tahun Isi Pendidikan Agama di Pesisir Pantai Utara

Tak bisa dipungkiri, pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia telah banyak mencetak generasi yang justru mampu merawat tradisi masyarakat lokal. Tak hanya itu, para lulusan lembaga pendidikan Islam klasik tersebut juga telah melahirkan banyak pejuang kemerdekaan Indonesia. Hal inilah yang menginisiasi masyarakat untuk mendirikan madrasah formal sebagai tindak lanjut pendidikan di pesantren.

Masyarakat di Desa Prapag Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah misalnya. Diadvokasi oleh Lembaga Pendidikan Ma’arif NU setempat, masyarakat di desa tersebut berhasil mendirikan madrasah pertama di pesisir pantai utara Kecamatan Losari pada tahun 1975 dengan nama Madrasah Ibtidaiyah Al-Islamiyah Prapag Kidul, Losari. Selama 40 tahun, madrasah ini dipercaya oleh masyarakat di empat desa, yakni Desa Prapag Kidul, Prapag Lor, Karang Dempel, dan Limbangan untuk mengisi pendidikan agama kepada anak-anak di pesisir pantai utara.

40 Tahun Isi Pendidikan Agama di Pesisir Pantai Utara (Sumber Gambar : Nu Online)
40 Tahun Isi Pendidikan Agama di Pesisir Pantai Utara (Sumber Gambar : Nu Online)

40 Tahun Isi Pendidikan Agama di Pesisir Pantai Utara

Tak banyak juga yang mengetahui, bahwa MI Al-Islamiyah Prapag Kidul ini merupakan salah satu madrasah tertua di Kecamatan Losari. Meskipun di Desa Prapag Kidul saat ini terdapat 3 Sekolah Dasar (SD), masyarakat lebih memilih madrasah ini untuk pendidikan anak-anaknya karena sudah dipercaya masyarakat selama puluhan tahun.

Mujahidin Cyber

“Madrasah ini terus berusaha mengembangkan diri dari berbagai aspek dan keterampilan pendidikan untuk memenuhi aspirasi masyarakat juga, karena MI ini lahir dari masyarakat,” ujar Kepala MI Al-Islamiyah Prapag Kidul Losari, Burhanuddin, SPdI.

Setiap tahun, MI Al-Islamiyah Prapag Kidul selalu dipenuhi dengan pendaftar. Sehingga terkadang harus menolak calon siswa baru. Untuk menyikapi persoalan ini, MI Al-Islamiyah terus berusaha mengembangkan sarana dan prasarana berupa penambahan ruang belajar siswa. Perkembangan pesat ini bisa dikatakan dimulai sejak tahun 1995. Terhitung sejak tahun tersebut, MI Al-Islamiyah telah memperluas lahan untuk dibangun ruang kelas baru.

Perkembangan sarana dan prasarana itulah yang bisa dikatakan, bahwa MI Al-Islamiyah lebih maju dibanding 3 sekolah umum setingkatnya di Desa Prapag Kidul. Jadi, jika di SD ruang kelas 1 hanya ada 1 kelas, di MI Al-Islamiyah telah menyediakan 2 kelas. Hingga 2015 sekarang, perkembangan madrasah yang menjadi primadona warga pesisir ini cukup representatif dalam memajukan pendidikan Islam di tengah masyarakat.

Mujahidin Cyber

Iklim pengajaran berbasis lingkungan

Sarana yang semakin banyak membuat masyarakat juga tak perlu khawatir untuk memasukkan anaknya ke MI Al-Islamiyah Prapag Kidul. Kini, madrasah sedang mengembangkan lingkungan yang ramah anak untuk proses pengembangan pendidikannya. Lingkungan yang memadai menjadi salah satu perhatian utama madrasah untuk mewujudkan iklim pengajaran yang nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik.

Dengan lingkungan yang memadai, MI Al-Islamiyah memanfaatkan keragaman lingkungan seperti membuat taman dengan berbagai penghijauan. Selain itu, madrasah juga memanfaatkan lingkungan sekitar yang masih asri untuk sarana outdoor learning para siswanya dalam memahami keanekaragaman hayati. Khususnya karakter daerah pesisir pantai dengan khazanah historis yang melingkupinya. Untuk menunjang hal tersebut, madrasah juga menggunakan instrumen tradisi masyarakat lokal dalam rangka pemahaman budaya berbasis lingkungan, seperti sedekah bumi dan sedekah laut.

Sedekah bumi memiliki nilai-nilai luhur yang memberi pesan kepada peserta didik, bahwa bumi yang kaya harus dikelola dengan baik dan benar. Dari bumilah tumbuh berbagai macam tanaman, baik yang masyarakat tanam atau yang tumbuh secara alami di pekarangan atau kebun. Dari tradisi ini, peserta didik juga diajarkan untuk selalu bersyukur atas apa yang dianugerahkan Tuhan dalam bentuk tanaman atau pepohonan yang menghasilkan bahan makanan sehari-hari. Hal tersebut menjadi media belajar siswa, bahwa menanam, menjaga, dan memelihara tumbuhan menjadi kewajiban manusia agar bumi selalu subur.

Demikian pula dengan tradisi sedekah laut, peserta didik juga dikenalkan dengan konsep pelestarian alam berbasis laut. Sehingga turut menjaga keanekaragaman laut untuk kehidupan di masa mendatang. Berangkat dari tradisi sedekah laut juga, para siswa diberikan pelajaran, bahwa mensyukuri anugerah Tuhan atas kekayaan melimpah di laut perlu dijaga, dilestarikan, dan disyukuri. 

Nilai-nilai pendidikan berbasis lingkungan tersebut sejalan dengan ajaran agama, ‘Kerusakan di laut dan di bumi merupakan ulah tangan para manusia.’ Sehingga generasi muda sebagai modal pembangunan perlu diberikan kesadaran sejak dini untuk melesatarikan lingkungan, baik di bumi maupun laut. Hal inilah yang mendorong MI Al-Islamiyah untuk mengembangkan pendidikan berbasis lingkungan. Apalagi sekarang, di tepi pantai, daratan semakin tergerus oleh laut yang berpotensi menggerus pemukiman sehingga masyarakat sudah harus sadar mengisi pesisir dengan penanaman pepohonan seperti mangrove.

Selain outdoor learning sebagai basis pengajaran, MI Al-Islamiyah juga mengembangkan keterampilan siswa dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Madrasah ini menerapkan sistem ngaji bareng hingga shalat berjamaah sebagai ekstrakurikuler agama. Selain itu, kecerdasan psikomotorik juga dikembangkan oleh MI Al-Islamiyah melalui berbagai kegiatan olahraga, seperti ekstrakurikuler bola voli. Selain itu, medan daerah pesisir juga sangat cocok untuk mengembangkan berbagai keterampilan yang dilakukan oleh gerakan pramuka MI Al-Islamiyah.

Saat ini, MI Al-Islamiyah dikelola oleh Yayasan Al-Islah Prapag Kidul, Losari, Brebes. Madrasah ini juga salah satu madrasah yang berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU. Sebab itu, pola pengajaran paham keagamaan mengacu pada prinsip Aswaja NU yang konsisten dengan prinsip dan paham Islam yang ramah dan toleran. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kajian, Quote Mujahidin Cyber

Jumat, 09 Maret 2018

Kapolda Berikan Uang Pembinan Untuk Pemenang LSN Zona Lampung

Lampung, Mujahidin Cyber - Pertandingan LSN Regional Sumatera V Zona Lampung resmi dibuka oleh Kepala Kepolisian Daerah Lampung Brigjen Pol Dr Ike Edwin di Lapangan Sepakbola Pahoman Bandar Lampung, Senin (19/9). Brigjen Pol Ike Edwin sangat mengapresiasi LSN Zonal Lampung sebagai langkah baik untuk pembinaan dan pembibitan pesepak bola kalangan pesantren.

"Ini merupakan langkah yang bagus untuk terus menggelorakan sepakbola kepada masyarakat luas," katanya.

Kapolda Berikan Uang Pembinan Untuk Pemenang LSN Zona Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolda Berikan Uang Pembinan Untuk Pemenang LSN Zona Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolda Berikan Uang Pembinan Untuk Pemenang LSN Zona Lampung

Untuk itu, Kapolda Lampung Brigjen Pol Ike Edwin mendukung penuh kegiatan Liga Santri Nusantra khususnya di zona Lampung.

Langkah nyata dukungan itu diwujudkan dengan pemberian hadiah uang pembinaan untuk para pemenang untuk LSN Regional Sumatera V Zona Lampung.

Mujahidin Cyber

Juara I akan mendapatkan hadiah uang pembinaan sebesar 5 juta. Juara II sebesar 4 juta. Sedangkan juara III mendapatkan 3 juta rupiah.

Mujahidin Cyber

Pembukaan turnamen yang akan berlangsung hingga 23 September 2016 ini dihadiri Sekretaris LSN 2016 Khoirudin Abbas, Kakanwil Kemenag Lampung, Fokompinda Lampung, serta Ketua KNPI, serta panpel regional Sumatera V Zona Lampung. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Makam, Kajian, Fragmen Mujahidin Cyber

Jumat, 16 Februari 2018

Menjaga Marwah Pesantren dengan Nadzoman

Ngawi, Mujahidin Cyber. Pesantren tidak dapat dipisahkan dengan kitab kuning. Lewat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, diadakan lomba hafalan nadzom yang diikuti ratusan santri dari berbagai pesantren.

Menjaga Marwah Pesantren dengan Nadzoman (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjaga Marwah Pesantren dengan Nadzoman (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjaga Marwah Pesantren dengan Nadzoman

Lomba tersebut dikemas dalam acara Festival Sastra Religi, musabaqah hafalan nadzom yang dibagi menjadi 3 tingkatan yakni ula, wustho dan ulya.

Saat membuka acara, penggagas kegiatan ini, H Abdul Halim Iskandar mengemukakan, "Ini untuk memelihara dan menjaga tradisi keilmuan pesantren," katanya, Kamis (17/11).

Menurut Ketua DPRD Jatim tersebut, tradisi menghafal nadzom gramatika Bahasa Arab baik Imrithi, Jurmiyah hingga Alfiyah sudah sedikit lemah. "Kegiatan ini untuk menghidupkan kembali tradisi keilmuan yang mempersatukan pesantren," ungkapnya.

Mujahidin Cyber

Bagi Gus Halim (sapaan akrabnya), menghidupkan tradisi tersebut sangat penting tidak semata bagi keberlangsungan di pondok. "Yang juga penting adalah sebagai jaminan bahwa kajian di pesantren NU selalu menjaga persatuan dan keutuhan NKRI," sergahnya.

Mujahidin Cyber

Lomba nadzom ini sudah berlangsung di 3 pesantren lain di Jatim yang dibedakan menjadi 4 zona.

Para pemenang dari berbagai zona nantinya akan bertemu kembali di babak final. "Pelaksanaannya tanggal 24 November di Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang," jelas Gus Halim.

Babak penyisihan zona 4 ini berlangsung di Pondok Pesantren Al-Amnaniyah 2 Bangor Karangjati Ngawi. Para peserta adalah utusan 32 pesantren dari 10 kabupaten dan kota. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber IMNU, Kajian Mujahidin Cyber

Senin, 12 Februari 2018

STAINU Jakarta Gelar Bazar dan Bedah Buku Fiqih Indonesia

Bogor, Mujahidin Cyber. Program studi ahwal syakhsiyah STAINU Jakarta menggelar bazar dan bedah buku fikih Indonesia. Kegiatan diadakan di Gedung Kampus B Stainu Jakarta, Parung Bogor, Kamis (29/5).

STAINU Jakarta Gelar Bazar dan Bedah Buku Fiqih Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Jakarta Gelar Bazar dan Bedah Buku Fiqih Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Jakarta Gelar Bazar dan Bedah Buku Fiqih Indonesia

Kegiatan yang diawali dengan bazar buku ini sudah dimulai sejak tanggal 20 dan diakhiri dengan bedah buku yang berjudul “Fiqih Indonesia” yang di karang oleh Marzuki Wahid dengan pemateri Ulil Absar Abdala dan KH Husein Muhammad.

Ketua Panitia Bazar dan Bedah buku, Muhammad Nabil mengatakan, kegiatan dilatarbelakangi masih sering terjadinya dualisme hukum yang di alami oleh umat muslim di Indonesia, yaitu antara hukum Islam dan hukum negara.

Mujahidin Cyber

Buku yang ditulis Maruki Wahid menjelaskan perihal CLD-KHI (Counter Leegal Draf Kompilasi Hukum Islam) yang dinilai sesuai dengan dinamika sosial masyarakat Indonesia. CLD merupaan counter dari KHI (Kompilasi Hukum Islam) yang sudah terbentuk pada zaman Orde Baru,” kata Nabil menambahkan.

Mujahidin Cyber

Acara bazar dan bedah buku dihadiri oleh Ketua STAINU Jakarta, Drs Mujib Qolyubi MH dan segenap civitas akademika STAINU serta mahasiswa dari kampus lainnya seperti UIN Jakarta dan PTIQ. (Nizar Presto/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kajian, Daerah Mujahidin Cyber

Kamis, 08 Februari 2018

Kang Said: Nahdliyin Kehilangan Orang Tua, Guru, dan Panutan

Jakarta, Mujahidin Cyber. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, mengungkapkan wafatnya Rais ‘Aam KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh merupakan kehilangan besar bagi Nahdliyin. Mbah Sahal, demikian Kiai Sahal disapa di kesehariannya, dinilai sebagai sosok orang tua, guru, sekaligus panutan yang selalu bisa mengayomi.

?

Kang Said: Nahdliyin Kehilangan Orang Tua, Guru, dan Panutan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Nahdliyin Kehilangan Orang Tua, Guru, dan Panutan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Nahdliyin Kehilangan Orang Tua, Guru, dan Panutan

“Nahdlatul Ulama dan seluruh keluarga besarnya, Nahdliyin, baru saja kehilangan orang tua, guru, dan juga panutan,” kata Kiai Said di Jakarta, Jumat (24/1/2014).

? Dalam kenangannya, Kiai Said sudah melihat begitu alimnya seorang Mbah Sahal dari karyanya, yaitu kitab Ushul Fiqh Thoriqotul Husul. Secara pribadi Kiai Said mengenal Mbah Sahal sebagai seorang ulama yang teguh dalam memegang pendirian.

Mujahidin Cyber

? “Sejak zaman Orde Baru sampai sekarang. Sejak eranya Gus Dur, Pak Hasyim, dan dengan saya, Beliau adalah Rais ‘Aam yang teguh memegang pendirian. Prinsipnya tidak pernah berubah, sekali bilang khitah ya tetap khitah. Beliau tidak takut dicerca dan dikritik, lurus, dan tidak sombong ketika dipuji,” kenang Kiai Said.

Mujahidin Cyber

? Kang Said, demikian Kiai Said disapa dalam keseharian berduet dengan Mbah Sahal sejak tahun 2010 yang merupakan hasil Muktamar ke-32 di Makasar, merasa senang karena di setiap agenda rapat dapat menjalankan tugas kepemimpinan secara bersama-sama.?

“Alhamdulillah, di era saya ini Mbah Sahal bisa selalu hadir setiap ada rapat. Itu yang tidak terjadi sebelumnya,” ujarnya.

?

Menegaskan kembali instruksi yang sudah dikeluarkan PBNU, Kang Said meminda seluruh Nahdliyin untuk melaksanakan salat ghaib dan membaca doa serta tahlil, sebagai bentuk penghormatan kepada Mbah Sahal.

?

“Insya Allah Mbah Sahal mendapatkan tempat terbaik,” tutup Kang Said.?

Rais ‘Aam PBNU KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh, meninggal dunia pada Jumat (24/1) dinihari sekitar pukul 01.15 WIB. Jenazah Kiai yang juga menjabat Ketua Umum Mejelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut dimakamkan pukul 09.25 WIB pagi tadi di kompleks pemakaman Syeikh Ahmad al-Mutamakkin, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sholawat, Halaqoh, Kajian Mujahidin Cyber

Sabtu, 20 Januari 2018

Islam Hanya Memberikan Rambu-rambu dalam Penyelanggaraan Negara

Jakarta, Mujahidin Cyber. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menjelaskan, Islam tidak mengatur konsep tata kelola pemerintahan secara detil dan kaku. Namun, Islam hanya memberikan rambu-rambu dalam menyelenggarakan sebuah pemerintahan, yaitu seperti keadilan harus ditegakkan, musyawarah dalam menyelesaikan masalah, dan memprioritaskan kemaslahatan masyarakatnya.?

Islam Hanya Memberikan Rambu-rambu dalam Penyelanggaraan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Hanya Memberikan Rambu-rambu dalam Penyelanggaraan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Hanya Memberikan Rambu-rambu dalam Penyelanggaraan Negara

“Islam pada dasarnya tidak mengatur secara rigid urusan politik,” kata Kiai Said di Gedung PBNU Jakarta, Jumat (12/5).?

Menurut dia, pada akhir abad kedua hijriyah lahir partai-partai politik yang menggunakan agama sebagai bungkusnya. “Antara lain gerakan-gerakan Syiah. Dulu partai politik,” ucapnya.

Di dalam Syiah, jelas Kiai Said, masalah kepemimpinan adalah masalah agama. Bahkan, mereka berpandangan bahwa kepemimpinan adalah salah satu dari rukun agama. “Maka mendirikan imamah itu salah satu rukun agama,” urainya.

Namun demikian, Kiai Said menerangkan, Ahlussunnah wal Jamaah memiliki pandangan yang berbeda terkait dengan konsep kepemimpinan atau konsep tata kelola pemerintahan. Menurutnya, masalah imamah atau masalah tata kelola pemerintahan adalah masalah kemaslahatan umat. ?

Mujahidin Cyber

“Apa yg dipandang baik masyarakat, entah itu khilafah, kerajaan, republik, atau yang yang lain-lain lah. Mana yg maslahat bagi kehidupan masyarakat (itu yang terapkan),” urai alumni Universitas Ummul Quro Makkah itu.

Mujahidin Cyber

Terkait dengan Indonesia, ia menilai, Pancasila adalah dasar negara yang paling cocok karena bisa menjadi pemersatu keberagaman yang ada. Baginya, para pendiri bangsa yang turut merumuskan Pancasila sebagai dasar negara diantaranya adalah para ulama yang sangat paham tentang Islam dan dalilnya. Maka dari itu, Pancasila tidak lah bertentangan dengan agama Islam.?

“Mereka sepakat negara kita adalah negara bangsa,” tegasnya.

Oleh karena itu, ia menyatakan, tugas masyarakat Indonesia sekarang adalah meneruskan apa yang telah diwariskan para leluhurnya itu, yaitu membangun Indonesia. “Tinggal kita membangunnya,” tukasnya. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kajian, Olahraga Mujahidin Cyber

Jumat, 29 Desember 2017

Gedung Aswaja Kota Pekalongan Diresmikan Penggunaannya

Pekalongan, Mujahidin Cyber. Bangunan megah dua lantai di atas lahan seluas 6.728 meter persegi Jalan Sriwijaya 2 Pekalongan, Ahad kemarin (7/11) diresmikan penggunaannya oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah Drs H Mohammad Adnan, MA.

Gedung yang diberi nama Gedung Aswaja merupakan bangunan tahap pertama dari dua tahap yang direncanakan. Dimana pada tahap pertama ini yang sudah selesai dibangun ruang pengelola, ruang rapat mini dan sedang. Kemudian sarana pendukung berupa kantor unit usaha simpan pinjam syariah BMT SM NU dan kafe santri serta fasilitas area parkir.

Gedung Aswaja Kota Pekalongan Diresmikan Penggunaannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Gedung Aswaja Kota Pekalongan Diresmikan Penggunaannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Gedung Aswaja Kota Pekalongan Diresmikan Penggunaannya

Pembangunan tahap kedua berupa gedung pertemuan berkapasitas 2000 kursi yang terletak di belakang bangunan induk saat ini masih dalap tahap proses pengerjaan pondasi.

Mujahidin Cyber

Ketua PWNU Jateng sangat berharap gedung aswaja tidak sekedar untuk tempat rapat maupun pertemuan berskala besar, akan tetapi lebih dari itu gedung aswaja harus menjadi pusat penanaman nilai nilai aswaja, khususnya kepada generasi muda yang saat ini menjadi sasaran empuk kelompok teroris.

"Gedung Aswaja harus bisa menjadi benteng terhadap maraknya kelompok aliran keras yang didengungkan oleh para teroris," ujarnya.

Mujahidin Cyber

Dikatakan, PCNU dan warga Nahdliyyin Kota Pekalongan patut berbangga atas usaha keras pengurus dalam merealisasikan bangunan Gedung Aswaja yang cukup megah ini. Pasalnya, PWNU Jateng saja hanya memiliki bangunan di atas lahan seluas 3000 meter persegi, sedangkan kantor PCNU Kota Pekalongan dua kali lipatnya.

Tentu, yang terpenting adalah bagaimana memikirkan biaya operasionalnya dan mengisi kegiatan gedung aswaja untuk kepentingan dan kemaslahatan ummat, ujar Adnan.

Gedung Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang dimiliki Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan harus bisa menjadi sarana pelatihan dan pendidikan akhlak yang saat ini sedang krisis di kalangan generasi muda.

Jika ini bisa dilakukan, maka Kota Pekalongan akan dijadikan barometer dalam pembangunan akhlaq yang berbasis ajaran aswaja, dan PCNU PCNU yang lain harus bisa mencontohnya.

Lebih lanjut dikatakan, ideologi yang dibawa para teroris yang beraliran keras, sangat tidak tepat diterapkan di bumi Indonesia yang cinta damai. Maka sikap toleran, kebersamaan dan keadilan yang menjadi ciri khas ajaran aswaja harus bisa diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurut Adnan, nama Gedung Aswaja membawa konsekuensi dalam bentuk kegiatan yang kongkrit dalam pembinaan ummat. Karena sikap sikap yang dikembangkan Nahdlatul Ulama secara prinsip beriringan dengan kebijakan pemerintah dalam menata masyarakat agar lebih baik dalam kehidupan sehari hari.

Acara peresmian yang ditandai dengan pengguntingan pita dihadiri oleh utusan Pengurus Ranting NU dan Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU se Kota Pekalongan. Kemudian Pengurus cabang, Badan Otonom, lembaga dan lajnah tingkat cabang serta tamu undangan seperti Damndim 0710, Wakapolres Pekalongan Kota serta puluhan tamu undangan lainnya.

Momentum peresmian gedung aswaja sekaligus dimanfaatkan PCNU untuk menggelar musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) ke - 2 NU Kota Pekalongan tahun 2010. Beberapa agenda yang terkait dengan pengembangan gedung aswaja menjadi bahasan pokok dalam muskercab tersebut. Pasalnya, pembangunan gedung yang menghabiskan dana hingga milyaran rupiah belum termasuk rencana pembangunan gedung pertemuan.

Di samping itu, konsolidasi organisasi juga menjadi materi bahasan terkait adanya beberap ranting yang sampai saat ini belum melakukan reformasi pengurus, meski SK nya telah kedaluwarsa. Ditargetkan akhir 2010 ini masalah konsolidasi dapat tuntas dan rencana pelatihan manajemen pengurus yang dijadwalkan pada awal 2011 nanti bisa segera digelar.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pekalongan H. Mohammad Bowo Leksono, SH., MM dalam  sambutannya mengatakan, warga nahdlliyin Kota Pekalongan harus jeli menangkap peluang terhadap program program pemerintah yang digulirkan, sehingga peran pembangunan masyarakat tidak saja menjadi kewajiban pemerintah saja, akan tetapi ada peran peran dari masyarakat yang harus dijalankan, sehingga bisa seiring dan sejalan

Bowo mengatakan, DPRD bersama Pemerintah Kota Pekalongan siap membantu berbagai kesulitan yang dialami Nahdlatul Ulama, termasuk terhadap persoalan penyelesaian pembangunan gedung pertemuan yang saat ini baru berupa pondasi.

Meski tidak sebesar tahun lalu, paling tidak bantuan ini dapat meringankan beban panitia pembangunan yang harus merogoh kocek tidak kurang dari 1,9 milyar untuk menyelesaikan pembangunan gedung pertemuan. (iz)

Hadir dalam acara pembukaan selain Ketua PWNU Jawa Tengah, juga Ketua DPRD Kota Pekalongan HM. Bowo Leksono, Anggota DPRD Kota Pekalongan mantan anggota dewan, sesepuh NU dan mantan aktifis NU, Rais dan Ketua PCNU Batang, Kabupaten Pekalongan dan Pemalang serta utusan dari lembaga, lajnah, banom NU Cabang dan utusan dari  WC Ranting NU se Kota Pekalongan. (iz)Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kajian, Pendidikan Mujahidin Cyber

Minggu, 24 Desember 2017

Kala Gus Dur Beri Gelar ‘KH’ Sastrawan Ahmad Tohari

Pada tahun 1988, sastrawan Ahmad Tohari (AT) berada di Tanah Suci Mekkah bersama Gus Dur, Cak Nur, juga Prof Quraish Shihab. Bersama-sama mereka menunaikan ibadah haji. Di Masjidil Haram, usai melaksanakan Thawaf Wada, Gus Dur mendekati Pak AT, dan terjadilah percakapan.

"Ehmm, ehmm, Sampeyan sekarang sudah bergelar KH ya, Kang?" Tutur Gus Dur, sambil mengulum senyum.

Kala Gus Dur Beri Gelar ‘KH’ Sastrawan Ahmad Tohari (Sumber Gambar : Nu Online)
Kala Gus Dur Beri Gelar ‘KH’ Sastrawan Ahmad Tohari (Sumber Gambar : Nu Online)

Kala Gus Dur Beri Gelar ‘KH’ Sastrawan Ahmad Tohari

"Ah, bisa saja Sampeyan ini, Gus," timpal AT.

Mujahidin Cyber

"Eh, Sampeyan jangan Ge-eR dulu!"

Mujahidin Cyber

"Kenapa, Gus?"

"Gelar KH buat Sampeyan itu bukan Kiai Haji, tapi Kang Haji," seloroh Gus Dur, yang kemudian dilanjut tawa keduanya. (Wahyu Noerhadi)

*Kisah di atas diceritakan langsung oleh Pak AT ketika beliau sedang di Jakarta, sebelum menghadiri undangan dari Sekretaris Negara pada Selasa (3/05/2017).



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kajian, Nahdlatul, Pesantren Mujahidin Cyber

Sabtu, 16 Desember 2017

Kartanu di Jombang Kota Sukses Besar

Jombang, Mujahidin Cyber. Pelaksanaan Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) di Jombang cukup menggembirakan. Bahkan untuk wilayah kota, optimis bisa melampaui target yang ditetapkan.

Hal ini seperti hasil dari rapat evaluasi Kartanu PCNU dengan MWC NU se-Jombang, Kamis (28/3), di Aula Kantor PCNU Jombang. Bahkan strategi dan kiat khusus dari MWC NU Jombang dalam menjalankan program ini menginspirasi semua MWC NU untuk mencontoh agar bisa sukses .

Kartanu di Jombang Kota Sukses Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kartanu di Jombang Kota Sukses Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kartanu di Jombang Kota Sukses Besar

Panitia Kartanu sempat dibuat khawatir terhadap upaya sebagian pihak yang ingin menggagalkan program ini. Afandi, sekretaris Panitia tidak habis mengerti dengan beredarnya informasi tersebut di salah satu harian di Jombang. “Ini harus diklarifikasi,” katanya kepada Mujahidin Cyber.

Mujahidin Cyber

Dalam perjalanan Kartanu yang sudah memasuki empat MWC, memang untuk Jombang kota ada peningkatan yang membanggakan.?

“Beberapa kali pemotretan diselenggarakan di banyak tempat,” katanya. Dan pesertanya juga lumayan besar.?

Mujahidin Cyber

Bagi Afandi, hal ini tidak lain lantaran para pimpinan MWC NU Jombang cukup antusias. Ia mencatat, hampir di semua lokasi pemotretan, Ketua MWC NU dan sekretaris melakukan pemantauan.?

“Mereka selalu datang di lokasi pembuatan Kartanu,” kata alumnus Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum ini. Hal ini sangat berbeda dengan MWC NU yang lain.?

Karena itu, seperti dinyatakan sebelumnya bahwa kunci sukses Kartanu adalah pada antusias para pengurus untuk meyakinkan warga.?

“Apalagi khusus di Jombang, ada sejumlah rumah sakit yang bekerjasama untuk memberikan keringanan biaya kepada mereka yang memiliki kartu identitas ini,” terangnya.?

Hingga kini, jumlah warga yang memiliki Kartanu di MWC NU Jombang mencapai sebelas ribu. Dan sosialisasi untuk suksesnya kegiatan masih terus berlangsung.?

Tak heran kalau Ketua PCNU Jombang, KH Isrofil Amar memberikan perhatian khusus dan meminta kepada semua MWC NU se-Jombang yang sudah dan belum untuk mengikuti cara yang sama dari MWC NU Jombang. Kiai Isrofil mengingatkan bahwa PCNU Jombang berkewajiban mensukseskan program ini. Karena NU didirikan para masyayikh dari Jombang.?

“Maka, Kartanu di Jombang harus menjadi contoh bagi Jawa Timur,” katanya. “Dan target kita adalah mencapai angkan 400 hingga 500 ribu,” lanjutnya.

Bagi Afandi, angka tersebut memang cukup besar. “Tapi kalau pengurus bisa bergerak dan meyakinkan warga, kita sebagai panitia optimis angka lima ratus ribu dapat terlampaui,” katanya. Keberadaan panitia hanya menfasilitasi kegiatan Kartanu.?

“Yang menjadi ujung tombak adalah para pengurus, khususnya pimpinan ranting,” pungkasnya.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Syariah, Kajian, Halaqoh Mujahidin Cyber

Selasa, 12 Desember 2017

Kiai Ma’ruf Amin: Inovasi Fiqih Ekonomi Syariah Terbuka Lebar

Tangsel, Mujahidin Cyber - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Mar’uf Amin mengatakan, pembahasan tentang ekonomi yang ada dalam kitab-kitan fiqih klasik banyak yang tidak bisa diterapkan begitu saja pada saat ini. Oleh karena itu, penggalian hukum Islam dalam bidang ekonomi syariah sangatlah terbuka luas.

“Ekonomi syariah yang saat ini berkembang berbeda dengan praktik ekonomi di era sebelumnya,” kata Kiai Mar’uf saat memberikan sambutan kunci dalam acara seminar nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah dengan tema “Tantangan dan Peluang Pasar Keuangan Syariah di Indonesia” di Kampus II UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Ciputat, Rabu (17/5).

Kiai Ma’ruf Amin: Inovasi Fiqih Ekonomi Syariah Terbuka Lebar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ma’ruf Amin: Inovasi Fiqih Ekonomi Syariah Terbuka Lebar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ma’ruf Amin: Inovasi Fiqih Ekonomi Syariah Terbuka Lebar

Rais ‘Aam PBNU itu menambahkan, anggapan bahwa kepatuhan terhadap aspek syariah di dalam fiqih menjadi penghambat dalam mengembangkan ekonomi syariah tidaklah sepenuhnya benar. Anggapan itu bisa benar jika fiqih dimunculkan dengan wajah yang kaku, sangat membatasi, dan statis.

Mujahidin Cyber

“Namun apabila fiqih ditampilkan dengan wajah yang sesungguhnya, yaitu fiqih yang memiliki watak yang sangat fleksibel, tidak memberatkan, dan memberikan solusi, maka anggapan orang yang mengatakan fiqih sebagai penghambat laju permbuhan ekonomi syariah tersebut sangatlah tidak tepat,” urainya.

Mujahidin Cyber

Pada dasarnya, jelas Kiai Ma’ruf, hukum pokok dalam fiqih muamalah adalah boleh sampai ada dalil yang mengharamkannya. Dengan demikian, ijtihad atau inovasi-inovasi dalam dalam merumuskan hukum Islam terkait dengan ekonomi syariah sangat terbuka lebar. (Muchlishon Rochmat/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kajian, Makam, Humor Islam Mujahidin Cyber

Minggu, 10 Desember 2017

Parade Musik Islami ala IPNU Malang

Malang, Mujahidin Cyber. Berpuasa bukan satu alas an untuk menghentikan berbagai kegiatan kreatif warga NU Kota Malang. Parade Musik Islami salah satu contohnya. Kegiatan yang diselenggarakan IPNU Blimbing ini menghipnotis para pengunjung dan warga Malang yang lalu lalang di samping Masjid Sabilillah.

Parade Musik Islami ala IPNU Malang (Sumber Gambar : Nu Online)
Parade Musik Islami ala IPNU Malang (Sumber Gambar : Nu Online)

Parade Musik Islami ala IPNU Malang

Sabtu (27/7) beberapa warga se-Malang Raya berpartisipasi aktif dalam Parade Music Islami ini, diantaranya;  masyarakat Polowijen, Sanan, Arjosari, Pandean, dan Kedung Kandang.

Sambil menunggu waktu berbuka, warga Malang asik ngabuburit bersama sambil menikmati para peserta lomba yang membawakan lagu-lagu penyejuk hati.

Mujahidin Cyber

Tidak hanya itu, acara yang bertempat di Pelataran Masjid Sabilillah ini, menyediakan takjil gratis bagi peserta dan penonton yang hadir, alhasil masyarakat setempat yang berdatangan tidak harus keliling mencari pembatal puasa saat adzan dikumandangkan.

Menurut Lia, sapa akrab Nurul Aprilia salah seorang panitia dari IPNU, acara ini sudah menjadi rutinan setiap puasa, denngan bertajuk “Safari Ramadhan” IPNU ingin member warna tersendiri dalam setiap Ramadhan, hanya saja perlombaan yang dihadirkan tidak sama setiap tahunnya, 

Mujahidin Cyber

“Kami jelas akan melihat contks yang lagi marak tahun ini, untuk menarik minat masyarakat untuk ikut serta meramaikan acara kita,” ujar Lia.

Acara yang berlangsung dari pukul 15.30 tersebut, menyedot banyak penonton dan peserta untuk ngabuburit bersama IPNU Blimbing di Masjid Sabilillah, Jalan Jend A Yani 15, Malang.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Diana Manzila

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kajian, Ulama, Nahdlatul Mujahidin Cyber

Senin, 27 November 2017

GP Ansor Purwakarta Jalin Silaturrrahim dengan Pengurus Gereja

Purwakarta, Mujahidin Cyber. Gerakan Pemuda (GP) Ansor Purwakarta, Jawa Barat, bersama para Pengurus Gereja Katolik Salib Suci Purwakarta, menggelar buka bersama di Aula Gereja Yosudarso Purwakarta, Kamis (1/8) kemarin.

GP Ansor Purwakarta Jalin Silaturrrahim dengan Pengurus Gereja (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Purwakarta Jalin Silaturrrahim dengan Pengurus Gereja (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Purwakarta Jalin Silaturrrahim dengan Pengurus Gereja

Sambil menunggu jam berbuka untuk puasa, dua organisasi tersebut banyak membahas tentang beberapa program yang sudah disepakati untuk dilakukan secara bersama-sama. Karena, pertemuan antara GP Ansor dengan para Pengurus Gereja Katolik Salib Suci Purwakarta bukan kali pertama dilaksanakan, melainkan pertemuan ketiga untuk mempersiapkan pelaksanaan kegiatan secara bersama-sama, yang akan diselenggarakan di TPA Cikolotok, Kecamatan Pondoksalam.

“Sambil buka bersama, kami juga merumuskan tentang persiapan kegiatan yang akan dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus mendatang. Adapun untuk kegiatannya, nanti akan banyak performance dari Ansor maupun dari Salib Suci. Ada organ tunggal, band, pentas seni, dan pada malam harinya ada penampilan marawis, dan pengajian islami,” terang Asep Saepudin, Wakil Sekretaris GP Ansor Purwakarta.

Mujahidin Cyber

Selain mempersiapkan kegiatan agenda bersama, Ansor dan Salib Suci juga berdiskusi tentang sikap yang mesti diterapkan di tengah kehidupan masyarakat yang memiliki keyakinan yang berbeda-beda. Yaitu sikap toleran, saling menghormati antar umat beragama. Dengan menggunakan pendekatan, silaturahmi dan secara terus menerus berkomunikasi, maka masyarakat akan paham arti sebuah perbedaan sebuah keyakinan. 

“Di tengah FPI yang menggembor-gemborkan sikap arogan dan ektrimis. GP. Ansor melakukan pola komunikasi yang moderat dan kompromistis,” ujar Asep.

Mujahidin Cyber

Di tempat yang sama, Pastur Mikael Adisiswanto, mengemukakan, pihaknya merasa senang dengan komunikasi yang terus dibangun Ansor Purwakarta. Karena pada dasarnya Gereja Yosudarso sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin datang. Karena semakin banyak pihak yang datang ke Gerejanya, maka akan memperbanyak saudara. “Kegiatan ini sangat positif, sangat perlu terus dilakukan untuk menciptakan kerukunan antar umat beragama,” katanya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber AlaNu, Hikmah, Kajian Mujahidin Cyber

Kamis, 16 November 2017

KH Syaroni Ahmadi Antar Jenazah Wabup Kudus

Kudus, Mujahidin Cyber. Wafatnya salah satu Mustasyar PCNU Kudus H Abdul Hamid membawa duka mendalam masyarakat setempat. Tidak kurang dari seribu pelayat memberi penghormatan terakhir di rumah duka desa Langgar Dalem hingga tempat pemakaman di Sedio Loehoer Bakalan Krapyak, Sabtu (17/1). Tampak hadir Mustasyar PBNU KH Syaroni Ahmadi melepas upacara pemberangkatan jenazah Wakil Bupati Kudus ini.

KH Syaroni Ahmadi Antar Jenazah Wabup Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Syaroni Ahmadi Antar Jenazah Wabup Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Syaroni Ahmadi Antar Jenazah Wabup Kudus

Pada kesempatan itu, KH Syaroni merasa tidak percaya saat mendengar kabar duka wafatnya H Abdul Hamid ini, Jumat (16/1). "Malam Jumat, pak Hamid  masih bersama saya dalam acara pengajian umum. Beliau sambutan mewakili Bupati, saya yang ceramah. Kemarin saya sempat kaget, mendengar wafatnya pak Hamid ini," ujarnya dalam bahasa Jawa.

Usai upacara, jenazah dibawa ke masjid Nanggungan Lor Langgar Dalem untuk disholatkan. Kemudian jenazah almarhum disemayamkan di pendopo kabupaten Kudus dengan acara penghormatan terakhir jajaran pejabat lingkungan Pemkab yang dipimpin Bupati Kudus H Musthofa yang didampingi Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo.

Mujahidin Cyber

Dari pendopo, jenazah kemudian dimakamkan di tempat pemakaman Sedio Loehoer desa Bakalan Krapyak. Di tempat ini, anggota Syuriyah PCNU Kudus KH Noor Halim Maruf membacakan talqin.

Sebagaimana diwartakan, H Abdul Hamid wafat di RS Mardirahayu akibat terkena serangan jantung secara mendadak usai olah raga tenis, Jumat (16/1). Almarhum meninggalkan seorang istri, tiga orang anak, dan dua orang cucu. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Kajian Mujahidin Cyber

Sabtu, 11 November 2017

PBNU Gelar Istighotsah untuk Jakarta Damai

Jakarta, Mujahidin Cyber. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyelenggarakan Istighotsah untuk mendoakan warga dan pemimpin DKI Jakarta. Agenda bertajuk "Istighotsah untuk Jakarta Damai" ini dilaksakan pada Jumat (7/4) malam di halaman Gedung PBNU, Kramat Raya, Jakarta.?

PBNU Gelar Istighotsah untuk Jakarta Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Gelar Istighotsah untuk Jakarta Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Gelar Istighotsah untuk Jakarta Damai

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj mengungkapkan, agenda ini untuk menyejukkan kondisi sosial-politik di DKI Jakarta. "Kami ingin warga tenang, Jakarta damai. Menjelang putaran ke-2 Pilkada DKI Jakarta, kami berharap suasana menjadi sejuk, bukan semakin panas dan meluap amarah," ungkap Kiai Said.?

Menurut Kiai Said, momentum politik bukan untuk saling menyerang antar-kelompok, sehingga menimbulkan keresahan. "Saat ini, jurang perbedaan semakin melebar. Isu-isu politik yang berhembus semakin kencang. Namun, kami dari Nahdlatul Ulama sadar, betapa politik seharusnya untuk mencari pemimpin yang paling baik, yang paling ahli, bukan untuk memecah belah warga," jelas Kiai Said.?

Dalam pengantar menjelang agenda Istighotsah ini, Kiai Said mengungkap betapa perbedaan itu seharusnya menjadi Rahmat. "Perbedaan itu harusnya menjadi rahmat, harus kita syukuri. Karena itu modal kita semua untuk saling mengenal, saling belajar saling mengasihi. Agama itu harus jadi sarana cinta dan perdamaian, Addin Huwa al-Hubb. Bukan untuk dipolitisasi,” terang kiai asal Kempek, Cirebon ini.?

Dari Istighotsah ini, Kiai Said berharap gelombang kebaikan dapat menyebar bagi warga Jakarta dan elite-elite politiknya. Dengan demikian yang terjadi adalah kedamaian, bukan mencaci maki dengan isu etnis, agama, dan tradisi.?

Mujahidin Cyber

"Nahdlatul Ulama mengimbau warga tetap fokus, tenang, dan tidak terintimidasi secara psikologis. Pilihlah pemimpin yang sesuai dengan nurani, selaras dengan kata hati," imbau Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini.?

Selama ini, Nahdlatul Ulama konsisten sebagai penengah dari segala kondisi sosial-politik dan keagamaan yang semakin ekstrem. Penyelenggaraan Istighotsah kali ini juga dalam rangka menciptakan perdamaian dan kesejukan bagi warga Jakarta, serta seluruh warga Indonesia.

Hadir dalam istighotsah kali ini, Kabaintelkam Polri Komjen Pol Luthfi Lubihanto, Dir Binmas Polda Metro Jaya Kombes Pol Priyo Mujihad, dan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Suyudi Ario Seto. (Red: Fathoni)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kajian, Sholawat Mujahidin Cyber

Jumat, 10 November 2017

Pesantren, Lokomotif Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Jakarta, Mujahidin Cyber. Sebagai salah satu pusat rujukan masyarakat, pesantren dituntut mengembangkan peran untuk menyesuaikan dengan kebutuhan lingkungannya. Di samping menjadi wahana dakwah Islam dan kaderisasi ulama, pesantren bisa pula menjadi lokomotif pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat.

Semangat inilah yang diperjuangkan Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama atau asosiasi pesantren NU melalui program “Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Pesantren”. Selama tiga bulan terakhir RMI secara gencar melatih ratusan santri dan masyarakat di sekitar pesantren untuk aktif di bidang kewirausahaan.

Pesantren, Lokomotif Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren, Lokomotif Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren, Lokomotif Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Akhir April lalu (28-30/4), RMI menggelar pelatihan usaha kecil menengah (UKM) di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon. Sebelumnya, kegiatan serupa diadakan di Pesantren Al-Ikhlas, Boyolali, dengan segmen usaha penggemuakan sapi, serta di Pesantren Al-Huda, Ciamis, dengan segmen usaha pertukangan dan industri mebel.

Mujahidin Cyber

Program yang diikuti para santri senior dan pemuda dari masyarakat di sekitar pesantren ini merupakan hasil kerja sama antara RMI dan Corporate Social Responbility (CSR) Bank Mandiri. Selain menggelar pelatihan, gerakan pemberdayaan ini disertai pendampingan selama kurang lebih satu tahun, untuk mematangkan kesiapan peserta menjadi wirausahaan sesuai bidang yang digelutinya.

Mujahidin Cyber

Ketua Pengurus Pusat RMI KH Amin Haedari mengakui, pesantren sejak lama menyimpan potensi besar dan beragam. Karena itu, pesantren harus mampu berkontribusi untuk mengembangkan ekonomi masyarakat. “Yang penting, bagaimana semangat kita untuk membangun diri,” ujarnya.

Supaya tetap relevan, RMI sengaja memilih segmen pelatihan yang disesuaikan dengan potensi pesantren dan lingkungannya. Selanjutnya, pesantren bersangkutan diharapakan sanggup mengembangkan pengalaman ini kepada pesantren-pesantren lain.

Saat ini RMINU tengah mulai melakukan pendampingan dan bantuan modal usaha sebagai kelanjutan program ini. Di luar pembangkitan etos wirausaha, program kerja sama ini juga telah menyiapkan program pembangunan sanitasi dan air bersih di sejumlah pesantren di Indonesia.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kajian Mujahidin Cyber

Kamis, 09 November 2017

Gus Mus: Banyak Pemimpin Pintar, Tapi Tidak Terdidik

Semarang, Mujahidin Cyber. KH Mustofa Bisri menyayangkan masyarakat yang masih membuat dikotomi pendidikan Islam dan umum. Sejarah Islam menunjukkan bahwa agama dan pendidikan berjalan seiring dan tidak terpisahkan.

Gus Mus: Banyak Pemimpin Pintar, Tapi Tidak Terdidik (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Banyak Pemimpin Pintar, Tapi Tidak Terdidik (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Banyak Pemimpin Pintar, Tapi Tidak Terdidik

Kiai yang akrab disapa Gus Mus ini menilai bahwa pemahaman masyarakat tentang dikotomi pendidikan umum dan agama? itu terjadi karena faktor sejarah. “Belanda yang membikin bangsa ini mempunyai? pandangan? dikotomi agama dan umum,” tegasnya pada sarasehan yang digelar Yayasan Pendidikan Nasima, Semarang, Jawa Tengah, Ahad (16/2).

Karena dikotomi itu maka produk pendidikan yang dihasilkan juga tidak lengkap. Ada yang hanya pintar di agama, namun pengetahuan umumnya terbatas. Ada juga yang pintar dalam hal umum tapi akhlaknya dipertanyakan. “Pemimpin-pemimpin sekarang adalah produk pendidikan yang ada. Banyak pemimpin yang pintar tapi tidak terdidik,” ungkap Gus Mus

Mujahidin Cyber

Gus Mus juga menyayangkan hilangnya mata pelajaran budi pekerti dalam mata pelajaran di sekolah. “Dulu zaman saya di SR masih ada pelajaran budi pekerti. Sekarang ini mana? Paling di hanya TK atau PAUD. SD ke sana nggak ada lagi,” katanya.

Mujahidin Cyber

Kiai yang mengemban jabatan Rais Aam PBNU setelah KH Sahal Mahfudh wafat ini menambahkan, ada ustad ngidaki sirahe tukang speaker. Ini nggak nyambung antara pengajaran dan pendidikan. “Ini contoh jelas kelakuan yang tidak terdidik dan tidak berakhlak sama sekali. Saya setuju sama Kiai Ma’ruf Amin agar dia dilarang tampil,” tegas Gus Mus.

Tak lupa Gus Mus juga menjelaskan bahwa pengajaran adalah proses transformasi ilmu, sedangkan pendidikan adalah transformasi nilai. Keduanya harus seiring dan sejalan dalam proses pendidikan di sekolah. Jika tidak sejalan maka akan melahirkan orang pinter tapi minteri, dan orang pintar yang tidak punya hati nurani.

Yusuf Nafi yang juga pendiri Sekolah Nasima menyampaikan konsep pendidikan karakter di Sekolah Nasima. Menurut Yusuf pendidikan yang dilaksanakan oleh Nasima adalah pendidikan yang dipikirkan oleh pendahulu NU.

Walaupun begitu bukan pendidikan di Nasima hanya menitikberatkan pendidikan? agama, namun juga menanamkan nilai-nilai nasionalisme dalam diri peserta didik. Visi misi Nasima dijiwai Pancasila yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran akademis dan proses pembelajaran karakter.

Dari proses inilah diharapkan akan lahir lokomotif-lokomotif baru menuju Indonesia Raya, atau dalam istilah Nasima anak saleh dan salihah yang siap mengarungi zamannya. “Insya Allah kami? ? mendidik anak-anak bangsa dengan karakter Indonesia, dengan? Islam yang? juga Islam Indonesia,” ungkapnya berapi-api.

Sarasehan yang digelar di Kampus SD Nasima Jl. Puspanjolo 53 Semarang itu dihadiri empat ratusan peserta yang terdiri dari guru dan karyawan YPI Nasima serta insan pendidikan kota Semarang. Hadir juga dalam kegiatan tersebut Sekda Kota Semarang, dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin.

Sarasehan Pendidikan dan Kebangsaan digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke 20 Sekolah Nasima. Selain Gus Mus narasumber pada kesempatan itu, Prie GS. (Muslihudin el Hasanudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kajian Mujahidin Cyber

Rabu, 08 November 2017

Merasa Pintar, Cara untuk Menjadi Bodoh

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Merasa Pintar, Cara untuk Menjadi Bodoh (Sumber Gambar : Nu Online)
Merasa Pintar, Cara untuk Menjadi Bodoh (Sumber Gambar : Nu Online)

Merasa Pintar, Cara untuk Menjadi Bodoh

“Seseorang disebut pintar selama ia terus belajar. Begitu ia merasa pintar, saat itu ia bodoh.” (Abdullah ibn Mubarak, ulama sufi, wafat 797 M; dikutip dari Ihya ‘Ulûmiddîn karya Imam al-Ghazali)

Mujahidin Cyber

Ungkapan ini secara tersirat menegaskan kembali bahwa tak ada kata berhenti untuk belajar. Ilmu terbentang sangat luas tanpa batas sehingga mustahil bagi seseorang mencapai titik final. Yang dapat dilakukan hanyalah belajar, belajar, dan terus belajar. Orang yang merasa berilmu, puas dengan apa yang ia ketahui, sejatinya sedang menunjukkan kebodohanya. Wallahu alam

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Kajian Mujahidin Cyber

Rais Syuriyah NU Sukoharjo Bacakan Syair Pesan untuk Pagar Nusa

Sukoharjo, Mujahidin Cyber. Keluarga besar Pagar Nusa Kabupaten Sukoharjo menggelar acara silaturrahim dan Halalbihalal, bertempat di Kantor PCNU Sukoharjo, Sabtu (8/8) lalu. Sekitar 250 pendekar Pagar Nusa dan 100 anggota Banser ikut meramaikan kegiatan tersebut.

Acara semakin meriah, ketika sejumlah atraksi ditampilkan, baik dari Pagar Nusa maupun Banser. Atraksi yang ditampilkan mulai dari pencak silat hingga yang ekstrim seperti tabrak motor, potong leher, mematahkan besi, dan lain-lain.

Rais Syuriyah NU Sukoharjo Bacakan Syair Pesan untuk Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriyah NU Sukoharjo Bacakan Syair Pesan untuk Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriyah NU Sukoharjo Bacakan Syair Pesan untuk Pagar Nusa

Dalam kesempatan tersebut, Rais Syuriyah PCNU Sukoharjo KH Ahmad Baidlowi memberikan wejangan untuk para pendekar Pagar Nusa yang rata-rata masih berusia muda tersebut.

Mujahidin Cyber

“Masa mudamu adalah penentu keberhasilanmu. Jadilah kalian sebagai pemuda yang tangguh, ampuh, sakti lahir dan batin. Kenalkan diri kalian dengan taqwa, taqarrub, dan tawajjuh kepada Allah,” tutur Kiai Baidlowi.

Kemudian, Kiai asal Pasuruan itu membacakan sebuah syair. “Ya laitani kuntu shobiyyan murdo’aa. Tahmiluniz zalfaau haulan akta’a. wa idzaamaridltu qabbaltani arba’aa. Idzan bakaitu tuulal laili ajma’aa.” (Mengandai-andai yang tiada guna, seandainya aku bisa kembali muda kembali, hingga aku menjadi bayi yang digendong dan menyusu. Pasti aku akan digendong oleh wanita cantik. Kalau aku sakit, pasti ? pipiku diciumnya empat kali. Maka ketika itu, aku akan terus menangis, sepanjang malam dan siang). (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Kajian Mujahidin Cyber

Selasa, 17 Oktober 2017

Imam Nahrawi: Pelajar NU Harus Sejahtera Lahir Batin

Brebes, Mujahidin Cyber. Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi mengajak pelajar NU untuk mensejahterakan diri secara lahir dan batin. Kesejahteraan tersebut bisa terwujud kalau dilandasi tekad mempertahankan kemandirian dan kreativitas baik secara pribadi maupun organisasi.

“Kalau tidak sejahtera secara lahir batin, maka yang timbul hanya pemikiran dan langkah negatif yang membawa kerusakan di muka bumi,” ujar Imam saat sambutan pembukaan Konferensi wilayah (Konferwil) XV IPNU dan Konferwil XIV IPPNU Provinsi Jawa Tengah, di pondok pesantren Assalafiyah Luwungragi, Brebes, Senin (12/12) malam.

Sejahtera itu, lanjut ? Menpora, bila kondisi pribadi maupun organisasi menjadi lebih baik. Anak anak IPNU dan IPPNU harus menjadi kaya secara ekonomi maupun skill. Maka program-program dan realisasinya harus yang memberdayakan umat agar mandiri secara ekonomi. Kejahatan, sparatisme, dan perilaku menyimpang lainnya karena Mereka belum sejahtera secara lahir batin.

Imam Nahrawi: Pelajar NU Harus Sejahtera Lahir Batin (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam Nahrawi: Pelajar NU Harus Sejahtera Lahir Batin (Sumber Gambar : Nu Online)

Imam Nahrawi: Pelajar NU Harus Sejahtera Lahir Batin

“Sekecil apa pun, gerakan ekonomi harus kita berdayakan, ekonomi kreatif,” ungkitnya.

Contoh kecil, kata Menpora, para pedagang telor asin di Brebes melakukan langkah kreatif dengan memberi warna warni telor asin. Ada yang merah, kuning, hijau, bahkan pink. “Kita ini bangsa yang kreaitf, satu telor aja bisa banyak warna dan rasa,” tuturnya mengisahkan pengalamannya membeli telor asin warna warna karena dia tertarik dan penasaran.

Kata Imam, semua tahu kalau Indonesia bumi yang kaya raya. Hanya saja yang mengolah dan memanfaatkan sebagian oleh pihak asing. Pelajar NU harus bertekad kuat untuk menjadi tuan di negeri sendiri. Kita bisa kuatkan karakter kedisiplinan, kerja keras, untuk kemenangan ekonomi masa depan Indonesia.

Mujahidin Cyber

“Kita pasti bisa, bukankah awal berdirinya NU juga merupakan perkumpulan para saudagar?” ajaknya penuh semangat.

Untuk menjadi Negara maju, lanjutnya, Indonesia membutuhkan pengusaha muda. Tahun 2015, pengusaha Indonesia total hanya 1,65 persen. Sementara pengusaha muda hanya berkisar antara 0,8 sampai 1,4 persen.?

Mujahidin Cyber

Sayangnya, di tengah kondisi demikian, banyak kalangan muda yang justru tergilas akibat kurang produktif. Masa muda banyak digunakan untuk hal hal negatif seperti tawuran, mengkonsumsi narkoba, seks bebas, mania sosmed dan lain-lain.

“Anak anak NU, jangan termakan sosmed, tapi bisa memanfaatkan sosmed tersebut untuk peningkatan kemajuan potensi diri dan organisasi. Jangan sekali kali pasang status galau di facebook. Harus bersemangat, gelorakan semangat juang untuk NKRI,” ujarnya.?

Kita bisa membayangkan, bagaimana Kiai Hasyim Asy Ari bisa mengumpulkan seluruh kiai se Indonesia sementara saat itu belum ada handphone. “Tentu, ada kekuatan batin dan keikhlasan yang mendasari pendiri NU, untuk mendirikan dan menyatukan NKRI,” pungkasnya.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Menpora, didampingi Pengasuh Pesantren Assalafiyah Luwungragi Brebes yang juga Rois PBNU KH Subhan Makmun, Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko, Plt Bupati Brebes Budi Wibowo, Pengurus PW NU dan Ketua PC NU Brebes KH Athoillah Syatori. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Syariah, Kajian, Berita Mujahidin Cyber

Minggu, 24 September 2017

Sambut Hari Santri IPNU Jatim Buka Enam Jenis Lomba Produk Kreatif

Surabaya, Mujahidin Cyber - Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Timur menggelar ragam lomba untuk menyambut hari santri. Semua lomba tentunya menyentuh segmentasi pelajar atau santri.

"Ada enam jenis lomba yang akan kami gelar untuk menyambut hari santri ini," kata Haikal Atiq Zamzami saat ditemui di kantor PW IPNU Jatim, Sabtu (7/10).

Sambut Hari Santri IPNU Jatim Buka Enam Jenis Lomba Produk Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Hari Santri IPNU Jatim Buka Enam Jenis Lomba Produk Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Hari Santri IPNU Jatim Buka Enam Jenis Lomba Produk Kreatif

Pertama lomba Videogram usia peserta maksimal 27 tahun. Video singkat tentang Abadikan Moment Khas Pesantrenmu dengan durasi maksimal 60 detik. Video itu harus diunggah di akun Instagram pribadi lalu mention @pwipnujawatimur dan sertakan tagar #HSNIPNUJATIM_VIDIOGRAM.

"Lomba ini ditutup tepat pada 16 Oktober 2017 tepat pukul 23.59 WIB," kata Sutamaji Ketua Panitia lomba.

Mujahidin Cyber

Kedua lomba Essay khusus santri, pelajar dan mahasiswa. Tema yang diangkat adalah ikhtiyar santri menjawab tantangan globalisasi. Karya harus orisinil. Diketik pada MS Word: kertas A4; margin 3-3-3-3; font Times New Roman; size 12; paragraf 1,5; before 0 pt; after 0 pt; karya maksimal 6 halaman.

Mujahidin Cyber

"Sertakan juga biodata dan dikirim ke alamat email lombahsn.ipnujatim@gmail.com," terang Sutamaji.

Ketiga membuat video gemakan kreasi lalaranmu. "Lalaran ini khusus Alfiyah dengan mengunakan alat musik seadanya dengan durasi maksimal 5 menit," terang wakil ketua IPNU Jatim ini. Caranya upload video ke youtube lalu coy linknya dan dikirim ke WhatsApp 081217501072 disertai dengan format keterangan pengirim.

Keempat adalah lomba Photography dengan tema Abadikan Moment Nyantrimu. Foto diunggah di Instagram dengan mention @pwipnujawatimur sertakan tagar #HSNIPNUJATIM_FOTOGRAFI batas akhir tanggal 16 Oktober 2017 pukul 23.59 WIB.

Kelima lomba puisi hari santri. Puisi harus berupa syair santri untuk negeri. Puisi harus disertakan cuplikan video durasi 60 detik. Dan keenam adalah Graphic Design Quote, ukir nasehat kiai mu lewat desain.

"10 quote terbaik akan mendapatkan hadiah uang tunai dua ratus ribu," terang Sutamaji.

"Semua pemenang akan kami undang pada puncak hari santri yang akan digelar di lapangan Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo pada tanggal 22 Oktober 2017," pungkas Haikal. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Doa, Syariah, Kajian Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock