Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

Doa Embus Air dari Hidung saat Wudhu

Air yang dihirup ke dalam hidung saat berwudhu, dihembuskan kembali. Doa ini dibaca sesaat sebelum pengembusan air dari hidung. Doa ini dibaca dengan harapan air membawa kotoran, setan, dan penyakit yang bersarang di dalam hidung.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa Embus Air dari Hidung saat Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Embus Air dari Hidung saat Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Embus Air dari Hidung saat Wudhu

Allâhumma innî a‘ûdzubika min rawâ’ihin nâri wa min sû’id dâri

Mujahidin Cyber

Artinya, “Hai Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bau api neraka dan dari kejahatan neraka itu sendiri,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta). (Alhafiz K)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber RMI NU, Humor Islam, Cerita Mujahidin Cyber

Selasa, 06 Februari 2018

Dirjen Pendis Sampaikan Orasi Ilmiah di Wisuda IV STAINU Jakarta

Jakarta, Mujahidin Cyber. Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag RI, Prof Dr Kamaruddin Amin menyampaikan orasi ilmiah dalam acara Wisuda IV Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta, Selasa (29/9) di Gedung Sasono Langen Budoyo, TMII, Jakarta Timur.

Dalam orasinya, Kamaruddin menegaskan kembali kepada wisudawan dan wisudawati, bahwa Indonesia merupakan bangsa dan negara muslim terbesar di dunia. Jumlah lembaga pendidikan Islam pun paling banyak di dunia, dari mulai pesantren, madrasah, dan perguruan tinggi Islam yang mencapai puluhan ribu lembaga serta jutaan santri, peserta didik dan mahasiswa di tiap tingkatan.

Dirjen Pendis Sampaikan Orasi Ilmiah di Wisuda IV STAINU Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Dirjen Pendis Sampaikan Orasi Ilmiah di Wisuda IV STAINU Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Dirjen Pendis Sampaikan Orasi Ilmiah di Wisuda IV STAINU Jakarta

“Pendidikan Islam di Indonesia memiliki peran yang sangat fundamental (mendasar) dalam memajukan bangsa,” ujar Kamaruddin.

Mujahidin Cyber

Dengan sumber daya yang sangat besar, lanjutnya, Pendis Kemenag bercita-cita mewujudkan khazanah Islam di Indonesia menjadi destinasi (tujuan) kajian Islam dunia.

“Islam di negara kita sangat bisa menjadi pusat kajian Islam dunia karena Islam di sini mempunyai distingsi atau kekhasan tersendiri yang tidak ditemukan di negara-negara Islam di dunia,” terang Kamaruddin.

Mujahidin Cyber

Indonesia, tambahnya, dinilai oleh bangsa di dunia mampu memadukan Islam dan demokrasi. Islam di Indonesia juga dianggap mampu mengakomodasi perubahan zaman dengan tidak kehilangan identitas keindonesiaan.

Dalam hal inilah, kata dia, STAINU Jakarta dan seluruh lembaga pendidikan Islam di Indonesia harus terus menjaga persatuan dalam keberagaman serta secara berkelanjutan menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada para generasi muda di Indonesia.

Di akhir orasinya, Kamaruddin mengingatkan kepada para wisudawan dan wisudawati agar terus meningkatkan kapasitasnya sebagai seorang sarjana. Dia menegaskan tiga kemampuan yang mutlak dimiliki seseorang di zaman global seperti sekarang, yaitu kemampuan bahasa, kepemimpinan, dan kemampuan dalam dunia teknologi informasi. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Cerita, Kajian Islam Mujahidin Cyber

Sabtu, 27 Januari 2018

Awal Puasa NU-Muhammadiyah Diprediksi Beda, Lebaran Sama

Probolinggo, Mujahidin Cyber. Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah tahun ini diprediksi mengalami perbedaan dalam penetapan awal puasa Ramadhan. Namun demikian, keputusan dua ormas terbesar di Indonesia ini tentang 1 Syawal atau hari raya Idul Fitri diperkirakan serentak 28 Juli 2014.

Awal Puasa NU-Muhammadiyah Diprediksi Beda, Lebaran Sama (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal Puasa NU-Muhammadiyah Diprediksi Beda, Lebaran Sama (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal Puasa NU-Muhammadiyah Diprediksi Beda, Lebaran Sama

Warga NU diperkirakan akan mulai berpuasa pada 29 Juni 2014. Sementara Muhammadiyah sudah lebih dulu memastikan akan berpuasa pada 28 Juni 2014.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Syaiful Hadi mengungkapkan bahwa penetapan sementara itu berdasarkan pada hasil rapat koordinasi (Rakor) PWNU Jawa Timur pada 2 Juni lalu. Pada rapat tersebut, diperkirakan awal bulan Ramadhan jatuh pada Ahad 29 Juni 2014.

Mujahidin Cyber

“Hal itu karena berdasarkan metode rukyatul hilal (melihat langsung bulan sabit). Posisi hilal ada pada titik 0,085 derajat. Perlu dicatat, ini penghitungan sementara,” ujarnya, Jumat (20/6) sore di Kantor PCNU Kabupaten Probolinggo di Desa Warujinggo Kecamatan Leces, Probolinggo.

Pada posisi itu kata Kiai Syaiful Hadi, pada posisi itu bulan sangat dimungkinkan tidak terlihat secara kasat mata. Dengan demikian, bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari. “Sehingga terlihatnya hilal pada posisi 0,085 derajat itu yang tepat di hari Ahad, pertanda dimulainya puasa,” jelasnya.

Mujahidin Cyber

Pandangan itu berdasarkan hasil pemaparan tim rukyatul hilal PWNU Jawa Timur. Menurut Ketua Tim Rukyatul Hilal PWNU Jawa Timur KH. Sholeh Hayat, posisi itu berdasarkan peredaran bulan pada awal Sya’ban.

“Penetapan sementara ini berdasarkan pergeseran bulan. Tetapi keputusan resminya tunggu nanti, pada 29 Sya’ban atau 27 Juni. Saat itu NU akan melakukan rukyatul hilal,” tegasnya.

Diketahui, selama ini selain menggunakan metode hisab (penghitungan matematis) untuk memprediksi, NU juga memakai metode rukyat atau melihat langsung hilal untuk memastikan hasil akhir. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Cerita, Nahdlatul Ulama, Tokoh Mujahidin Cyber

Kamis, 18 Januari 2018

Jelang Rapimwil, IPNU dan IPPNU Banyuwangi Adakan Rapimcab

Banyuwangi, Mujahidin Cyber - Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nadlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Banyuwangi menggelar Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab), Ahad (27/11) pagi. Organisasi paelajar NU tersbeut berharap dengan pelatihantersebut dapat memaksimalkan sumber daya manusia (SDM) di setiap pengurus Pimpinan Anak Cabang se-kabupaten Banyuwangi.

Kegiatan yang dilaksanakan di gedung A4, Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Karangdoro, Tegalsari, Banyuwangi ini, diikuti para pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU se-Kabupaten Banyuwangi. Sebagai keynote speaker hadir wakil ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, H. M. Khozin Kharis.

Jelang Rapimwil, IPNU dan IPPNU Banyuwangi Adakan Rapimcab (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Rapimwil, IPNU dan IPPNU Banyuwangi Adakan Rapimcab (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Rapimwil, IPNU dan IPPNU Banyuwangi Adakan Rapimcab

Ketua IPPNU Banyuwangi Halimah mengatakan, kegiatan ini digunakan sebagai wadah shilaturrahim dengan seluruh ketua dan pengurus Pimpinan Anak Cabang.

Mujahidin Cyber

“Agenda kita di sini juga mengamalkan salah satu lirik mars IPPNU. Salah satunya penekanan di setiap kader dalam mencari ilmu dan memberikan amal untuk agama bangsa negeri,” katanya.

Mujahidin Cyber

Menurut Halimah, jika amanah ini memang benar-benar dilakukan, sebuah keniscayaan bahwa Nahdlatul Ulama ke depan akan semakin berkembang dan maju.

Sementara Ketua Pengurus Cabang IPNU Banyuwangi, Yahya Muzakki menambahkan pentingnya Rapimcab saat ini dilakukan untuk menyampaikan garis besar aspirasi-aspirasi seluruh kader dari setiap kecamatan atau komisariat usai Rapimcab di Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) tanggal 2-4 Desember 2016 mendatang di Jombang.

H. M. Khozin kharis mengatakan, perlu diketahui oleh kalian bahwa, kami atas nama perwakilan dari PCNU Banyuwangi berkenan hadir dan memberikan hadir sebagai wujud kepedulian kami kepada kaum muda yang berproses di BANOM IPNU IPPNU.

"Berangkat dari maqolah, la iqdam illa bil fatah (tidak akan ada kemajuan kecuali dengan peran generasi muda). Dari sini kita selalu berikan atensi kepada pemuda untuk selalu mengembangkan program organisasi. Dan tak luput kita sebagai senior di organisasi Nahdlatul Ulama untuk memberikan arahan-arahan kepada generasi muda," tutup Khozin yang waktu itu memakai pakaian nuansa hitam putih.

Usai beberapa sambutan, dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Gus umam dan foto bersama. (M. Sholeh Kurniawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Cerita, IMNU Mujahidin Cyber

Minggu, 14 Januari 2018

Wali Kota Semarang Siap Support Kegiatan Terkait Kiai Sholeh Darat

Semarang, Mujahidin Cyber - Wali Kota Semarang, Jawa Tengah Hendrar Prihadi berkomitmen memberi dukungan (support) kegiatan yang terkait Kiai Sholeh Darat. Pria yang biasa disapa Mas Hendi ini mengatakan, Kiai Sholeh Darat adalah tokoh besar, ulama yang menjadi aset Kota Semarang sehingga sudah sepantasnya warga dan pemerintah Kota Semarang nguri-nguri peninggalan beliau termasuk melalui kegiatan pengajian Haul setiap tanggal 10 Syawal.

"Kiai Sholeh Darat adalah tokoh besar. Ulama besar yang jadi rujukan ilmu para ulama tokoh nasional. Pemkot Semarang siap memberi support selalu atas kegiatan terkait beliau karena Kiai Sholeh Darat adalah aset Kota Semarang," kata Hendi di hadapan ribuan hadirin saat dalam pengajian Haul ke-116 Kiai Sholeh Darat Darat di halaman Masjid Darat, Jumat malam (15/7).

Wali Kota Semarang Siap Support Kegiatan Terkait Kiai Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)
Wali Kota Semarang Siap Support Kegiatan Terkait Kiai Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)

Wali Kota Semarang Siap Support Kegiatan Terkait Kiai Sholeh Darat

Ia mengajak masyarakat meneladani Kiai Sholeh Darat yang mengajarkan agama Islam dan membangun kedamaiaan. Hal itu menurutnya yang membuat Semarang sejak dulu hingga kini terjaga kondusivitasnya.

Peran Mbah Sholeh Darat, kata Hendi, sangat besar membawa nama baik Semarang sehingga banyak orang berdatangan di pesantren Darat. Banyak di antara santri Mbah Sholeh yang menjadi tokoh besar panutan umat. Di antaranya KH Hasyim Asyari pendiri Nahdlatul Ulama, KH Ahmad Dahlan pendiri Muhamadiyah, dan RA Kartini pahlawan pendidikan wanita.

Mujahidin Cyber

"Karena peran besar Kiai Sholeh Darat, Semarang menjadi jujugan mencari ilmu. Ini menbawa nama baik kota Semarang.? Kita jaga dan warisi amal baik Kiai Sholeh Darat itu," ajaknya.

Mujahidin Cyber

Wali Kota yang hadir bersama camat Semarang Utara, Lurah Dadapsari dan beberapa pejabat Pemkot Semarang juga menyampaikan permohonan maaf lahir batin atas nama pribadi maupun pemerintah.

Dia meminta maaf atas kebijakan Pemkot yang kurang atau belum memberikan kebahagiaan untuk masyarakat atau yang tidak membuat warga berkenan.

"Dalam kesempatan haul yang ada suasana Syawal ini, saya atas nama pribadi dan pemerintah Kota Semarang memohon maaf lahir batin atas segala keputusan saya maupun kebijakan saya yang kurang atau tidak membat Bapak Ibu berkenan," ujarnya. (Ichwan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Aswaja, Pondok Pesantren, Cerita Mujahidin Cyber

Jumat, 12 Januari 2018

Mengenal Darul Qur’an Bengkel, Tempat Penutupan Munas-Konbes NU

Yayasan Darul Qur’an berada di desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Pesantren tersebut akan menjadi tempat penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama  dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama, Sabtu (2/11). Rencananya penutupan akan dihadiri Wakil Presiden H. Jusuf Kalla.

Pesantren itu resmi didirikan sebagai yayasan oleh TGH Shaleh Hambali pada tahun 1955. Berarti baru sekitar dua tahun ia menjabat Rais Syuriyah PWNU NTB. Sementara praktik belajar-mengajar, pesantren itu telah berlangsung sejak lama, dari tahun 1930. 

Mengenal Darul Qur’an Bengkel, Tempat Penutupan Munas-Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenal Darul Qur’an Bengkel, Tempat Penutupan Munas-Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenal Darul Qur’an Bengkel, Tempat Penutupan Munas-Konbes NU

Pada tahun 1930, Tuan Guru Bengkel baru pulang belajar dari Timur Tengah. Ia memulai berdakwah dengan pengajian umum kepada masyarakat setiap Rabu. Lama-kelamaan pengajiannya ramai dikunjungi masyarakat umum. Tak hanya itu, anak-anak mulai nyantri. Maka mulailah pengajian muallimin setiap pagi. 

Selama tahun 1930-an, santri-santri berdatangan dari seluruh kabupaten di Nusa Tenggara Barat. Juga dari Bali dan Nusa Tenggara Timur.  

Melihat perkembangan itu, Tuan Guru Bengkel membuka lembaga pendidikan formal Madrasah Ibtida’yah (MI) di tahun 1955. 

Mujahidin Cyber

Angkatan pertama santrinya itu termasuk almarhum TGH Mansur Abas, ayahnya TGH. Acmad Taqiuddin Mansur (ketua PWNU NTB sekarang), termasuk TGH Taqi juga nyantri di situ.

Tokoh-tokoh NU di Lombok saat ini, rata-rata pernah berguru ke Tuan Guru Bengkel, di antaranya TGH Lalu Turmudzi Badrudin, pengasuh pondok pesantren Qomarul Huda Bagu, Lombok Tengah. Saat ini dia merupakan salah seorang Mustasyar PBNU. 

Yayasan Darul Qur’an pernah mengalami kemunduruan, tapi bisa diatasi para pelanjutnya. Pada perkembangan selanjutnya, Yayasan Darul Qur’an membuka lembaga formal seperti MTs, MA, SMK Juruan Komputer dan Otomutif. Di bidang nonformal seperti tahfidzul Qur’an. 

Mujahidin Cyber

Setiap tahun, lembaga pendidikan tersebut menerima siswa rata-rata 3 kelas. Jumlah keseluruhan terdapat 1.100 an murid. Padahal SMP Negeri dan SMA negeri ada di dekat pesantren itu, tapi masyarakat masih mempercayai Darul Qur’an sebagai tempat anaknya menimba ilmu.

Kepercayaan masyarakat terhadap pesantren Darul Qur’an karena di yayasan tersebut masih tetap mengajari anak-anak dengan pelajaran Ahlussuna wal Jamaah ala NU. (Abdullah Alawi, disarikan dari berbagai sumber) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Cerita Mujahidin Cyber

Kamis, 11 Januari 2018

Ribuan Pendekar Pagar Nusa Ikuti Apel Setia NKRI

Semarang, Mujahidin Cyber. Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang penuh dengan para pendekar pencak silat Pagar Nusa dari Jawa Tengah dan perwakilan seluruh Indonesia. Dengan berseragam hitam mereka mengikuti kegiatan Apel Akbar Ikrar Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ribuan Pendekar Pagar Nusa Ikuti Apel Setia NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Pendekar Pagar Nusa Ikuti Apel Setia NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Pendekar Pagar Nusa Ikuti Apel Setia NKRI

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Dr H As’ad Said Ali yang menjadi inspektur upacara dalam apel akbar itu memimpin pembacaan ikrar kesetiaan untuk NKRI di hadapan sekitar tiga ribu pendekar.

Di tengah terik panas, As’ad memberikan amanat singkat. “Kita harus berjuang meneruskan perjuangan alim ulama sehingga kita bisa menikmati seperti sekarang ini. Kita harus terus penjaga NKRI agar generasi penerus bisa melanjutkan,” ujarnya.

Mujahidin Cyber

“Kita wajib memperjuangkan Islam dan NKRI. Tidak hanya itu, melindungi kaum minoritas yang tertindas. Juga selalu menjaga ajaran tasamuh (toleran), tawasuth (moderat), tawazun (proporsional) dan i’tidal (konsisten) untuk menjaga NKRI,” tambahnya.

Apel Akbar itu merupakan puncak dari kegiatan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Pencak Silat NU Pagar Nusa yang mengambil tema “Pagar Nusa Menjadi Benteng NKRI dari Ancaman Radikalisme dan Terorisme”. Rapimnas diadakan sejak 26 Maret lalu di Pondok Pesantren Az zuhri Ketileng Semarang.

Mujahidin Cyber

Ketua Pengurus Pusat Pencak Silat NU Pagar Nusa H Aizzuddin Abdurrahman dalam apel akbar itu mengingatkan bahwa NKRI sedang berada dalam ancaman disintegrasi yang disulut oleh kelompok radikal terutama ISIS yang mulai menjalar ke Indonesia.

“Sebagai bagian dalam upaya pencegahan kita harus selalu awas dan waspada terhadap keadaan sekitar dan lingkungan tempat kita tinggal. ISIS juga telah merusak akidah dan nasionalisme yang telah tumbuh subur dalam jiwa warga kita,” kata Gus Aiz, panggilan akrab Aizzuddin Abdurrahman.

Ditambahkan, Pagar Nusa merupakan bagian pagarnya NU dan bangsa Indonesia. Pagar Nusa akan menjaga pesantren, kiai dan ulama, serta dengan segenap jiwa dan raga akan selalu menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI.

“Kita harus bermitra dengan pemerintah, karena ini menjadi tanggung jawab kita bersama TNI dan Polri. Kita mewarisi ajaran yang dibawa walisongo dalam mendakwahkan Islam dengan santun, amar ma’ruf bil ma’ruf mengajak kepada Islam dengan cara yang baik, tidak berbuat kekerasan dalam mengajak Islam,” katanya dalam apel akbar yang dihadiri petinggi TNI dan Polri. (M. Zulfa/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Makam, Cerita, Berita Mujahidin Cyber

Sabtu, 23 Desember 2017

Setelah Yasinan, PMII Diskusi Pemikiran Ibnu Khaldun

Yogyakarta, Mujahidin Cyber? . Diskusi, aksi dan refleksi merupakan trias organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Tradisi diskusi merupakan agenda rutin malam Jumatan PMII Humaniora Park Rayon Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Islam Negeri Yogyakarta yang dilaksanakan setelah Yasinan.?

Kamis (12/3) jam 19.30 WIB PMII Humaniora Park kembali mengadakan diskusi yang dipandu langsung oleh pengurus Rayon. Ahmad Riyanto membahas tentang konsep ashabiyah Ibnu Khaldun yang berkaitan dengan solidaritas kelompok.?

Setelah Yasinan, PMII Diskusi Pemikiran Ibnu Khaldun (Sumber Gambar : Nu Online)
Setelah Yasinan, PMII Diskusi Pemikiran Ibnu Khaldun (Sumber Gambar : Nu Online)

Setelah Yasinan, PMII Diskusi Pemikiran Ibnu Khaldun

Referensi buku yang digunakan dalam diskusi tersebut berjudul “Muqaddimah: karya Ibnu Khaldun”. Dalam buku tersebut memiliki banyak bahasan, diantaranya adalah sejarah, ekonomi, politik dan lingkungan sosial. ?

Mujahidin Cyber

Ahmad Riyanto menegaskan konsep ashabiyah hanya berlaku bagi masyarakat nomaden. Dalam masyarakat Arab lebih dikenal dengan istilah kafilah. Namun masyarakat yang nomaden pada akhirnya akan menetap jika menemukan tempat yang membuatnya bertahan hidup. Apabila masyarakat mulai menetap maka dengan sendirinya Ashabiyah sedikit demi sedikit akan hilang.?

Mujahidin Cyber

Ia menambahkan, pemikiran Ibnu Khaldun memiliki kemiripan dengan pemikirannya Emile Durkheim. ”Pemikirannya Ibnu khaldun sama dengan pemikirannya Durkheim tentang solidaritas mekanik dan organik”. Hanya saja, lanjut dia, pada waktu itu Ibnu Khaldun belum membagi secara spesifik masyarakat desa dan kota.?

Sementara Asep Mahfud selaku peserta diskusi mebenarkan hal yang demikian. Karena Ibnu Khaldun lahir duluan dibandingkan dengan Durkheim. ”Saya ingat perkataaannya dosen saya Pak Andi, bahwasanya Durkheim dicurigai menjiplak pemikiran Ibnu khaldun”.

Dalam teorinya Ibnu Khaldun disebutkan ketika masyarakat berada dalam tatanan masyarakat yang berkelompok. Maka kehidupan masyarakat penuh dengan berbagai aturan dan kesepakatan bersama dalam masyarakat. ? Untuk mengkontektualisasikan teori ? Durkheim secara geografis ? antara kota dan desa saat ini mengalami kesulitan. “Apalagi saat ini juga ada istilah masyarakat pinggiran kota”, ungkap Ahmad Riyanto.

Thoriq, peserta diskusi juga berpendapat, untuk membedakan masyarakat kota dan desa secara sistem sosial adalah dengan cara melihat perilaku masyarakat yang ada. “Kalau di desa sangat kental dengan istilah gotong-royong, sedangkan di kota sudah terkotak-kotak sesuai dengan pekerjaan. Hal itulah yang menjadi ciri khas kota dan desa”,ujarnya. (Hendris/Abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Daerah, Cerita Mujahidin Cyber

Kamis, 21 Desember 2017

Sebagian Pengurus Berangkat Haji, Fatayat NU Rembang Tunda Pelantikan

Rembang, Mujahidin Cyber. Pimpinan Cabang Fatayat NU Rembang menunda prosesi pelantikan sampai musim haji usai. Hal tersebut dilakukan mengingat sebagian pengurus berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun ini, termasuk ketua cabangnya.?

Ketua PC Fatayat Rembang, Bisriyah mengungkapkan, ada sejumlah agenda cabang yang ditunda salah satunya pelantikan. Selain menghormati pengurus cabang yang sedang menunaikan ibadah haji, putri ke-4 KH Ahmad Musthofa Bisri ini juga mengaku dirinya juga akan berangkat menunaikan ibadah haji pada 27 Agustus mendatang bersama ? 215 jamah calon haji dibawah bimbingan Al Ibriz.?

"Maunya sih kita pelantikan setelah saya pulang haji. Dan terpaksa menunda pelantikan untuk sementara," jelasnya kepada Mujahidin Cyber, Rabu (23/8).?

Sebagian Pengurus Berangkat Haji, Fatayat NU Rembang Tunda Pelantikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebagian Pengurus Berangkat Haji, Fatayat NU Rembang Tunda Pelantikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebagian Pengurus Berangkat Haji, Fatayat NU Rembang Tunda Pelantikan

Selama menunaikan ibadah haji, Bisriah mengaku sudah menyerahkan kepengurusan kepada Wakil Ketua, Muchsinah Afifa, dan Eva Nur Latifa sebagai Ketua Dua.

Sebelum berangkat kegiatan yang dilakukan Bisriyah sebagai ketua terpilih pada konferensi 6 Mei 2016 di gedung serbaguna YKM NU melakukan ziarah haji ke sejumlah kiai dan sesepuh NU Rembang, serta pengurus dan anggota Fatayat yang akan berangkat haji pada tahun ini. (Asmui/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Anti Hoax, Cerita Mujahidin Cyber

Jumat, 15 Desember 2017

Ansor Kuripan Kumpulkan dan Distribusikan Zakat kepada Mustahiq

Probolinggo, Mujahidin Cyber. Menjelang lebaran Hari Raya Idul Fitri 1437 H, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kuripan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur berbagi kebahagiaan dengan para fakir miskin. Upaya itu dilakukan dengan cara mengumpulkan zakat fitrah dari semua pengurus dan mendistribusikannya kepada fakir miskin.

Dalam kegiatan ini PAC Ansor GP Ansor Kuripan berhasil mengumpulkan ratusan kilogram beras. Selanjutnya diberikan kepada fakir miskin masing-masing 5 kg ditambah uang sebesar Rp 20 ribu.

Ansor Kuripan Kumpulkan dan Distribusikan Zakat kepada Mustahiq (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Kuripan Kumpulkan dan Distribusikan Zakat kepada Mustahiq (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Kuripan Kumpulkan dan Distribusikan Zakat kepada Mustahiq

Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Kuripan Muhtar mengungkapkan zakat fitrah ini diberikan kepada sedikitnya 50 orang kaum dhuafa. “Dimana tujuannya untuk membantu meringankan beban kaum fakir miskin dalam rangka saling berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadhan dan menjelang lebaran,” katanya, Selasa (28/6).

Melalui pembagian zakat fitrah ini Muhtar mengharapkan agar masyarakat bisa tersenyum bangga dalam kebersamaan dalam bingkai Ramadhan yang penuh berkah. “Setidaknya kami bisa berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Mujahidin Cyber

Sementara Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis menyambut baik apa yang dilakukan oleh PAC GP Ansor Kuripan. “Diharapkan kegiatan semacam ini bisa menjadi motivasi bagi yang lain agar bersama-sama berbuat untuk kepentingan masyarakat, terutama dari kalangan kurang mampu,” katanya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Cerita, Berita Mujahidin Cyber

Senin, 27 November 2017

Peserta BPUN Karanganyar Ngaji Jurnalistik

Karanganyar, Mujahidin Cyber. Sebanyak 51 peserta program Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) GP Ansor Karanganyar 2015 mengikuti pelatihan jurnalistik di pesantren “Darul Aitam wal Masakin Ilyas” kabupaten Karanganyar. Mereka mempelajari teori jusrnalistik dasar yang mencakup pengertian jurnalistik, unsur, peran, dan foto jurnalistik.

Peserta BPUN Karanganyar Ngaji Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta BPUN Karanganyar Ngaji Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta BPUN Karanganyar Ngaji Jurnalistik

Hadir sebagai pemateri pada Ahad (17/5) Ketua PMII Kota Solo Ahmad Rodif Hafidz yang juga mantan wartawan lokal. Ia mendorong peserta mencintai dunia kepenulisan sejak dini. Sebagai calon mahasiswa, peserta yang merupakan alumni SMA, SMK, dan MA di wilayah Karanganyar dan sekitarnya perlu mengerti teknik penulisan.

"Budaya menulis harus terus dikenalkan dan dikembangkan khususnya bagi para calon mahasiswa karena ini merupakan bekal penting jika sudah menjadi mahasiswa," kata Rodif.

Mujahidin Cyber

Dengan mengetahui jurnalistik, seseorang tidak mudah tergiring opini ketika membaca, melihat, atau mendengarkan informasi atau berita dari berbagai media.

"Jadi, para calon mahasiswa ini harus dapat berpikir kritis kalau sudah berada di kampus. Salah satu cara mengasah kekritisan yaitu dengan belajar jurnalistik," kata mahasiswa UNS ini.

Mujahidin Cyber

Peserta yang mengikuti pelatihan ini terbilang antusias. Pasalnya, metode pelatihan yang diberikan cukup menarik dan interaktif. Apalagi ketika dua orang peserta diminta maju ke depan untuk menarasikan cerita yang di dalamnya mengandung unsur-unsur jurnalistik seperti 5W+1H dan investigasi.

Salah seorang peserta Erwin mengaku senang bisa mengikuti pelatihan jurnalistik dan langsung mempraktikannya. "Meskipun masih sulit karena baru belajar tapi senang karena dengan menulis kita bisa menuangkan ide-ide kita," tuturnya.

Setelah dikenalkan teori dasar jurnalistik, para peserta diminta untuk langsung mempraktikannya dengan membuat sebuah berita pendek seputar kegiatan pelatihan ini. Dari 51 tulisan, kemudian dipilih 3 tulisan terbaik karya Paramita KD, Nurul RI, dan Rani Alinda Sari. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Cerita, Sejarah Mujahidin Cyber

Jumat, 24 November 2017

Wapres Ajak Masyarakat Berzakat ke LAZISNU

Jakarta, Mujahidin Cyber

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengajak masyarakat untuk gemar berzakat melalui Lembaga Amil Zakat dan Infaq Shadaqah Nahdlatul Ulama? (LAZISNU).

"Saya menandatangani kartu anggota (zakat) LAZISNU atas nama saya pribadi. Mari budayakan gemar berzakat," kata Jusuf Kalla dalam pembukaan acara peluncuran NU Care di Hotel Syahid, Jakarta, Kamis (25/2) malam.

Wapres Ajak Masyarakat Berzakat ke LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres Ajak Masyarakat Berzakat ke LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres Ajak Masyarakat Berzakat ke LAZISNU

Wapres mengungkapkan, zakat berbeda dari pajak. Jika pajak adalah kewajiban warga negara, sementara zakat adalah kewajiban Muslim yang bernilai ibadah. Zakat yang diwajibkan bagi umat Islam tak hanya zakat fitrah tetapi juga zakat harta yang mencakup zakat penghasilan, zakat perdagangan, zakat pertanian, zakat ternak, zakat hasil pertambangan, serta zakat hasil laut dan zakat benda temuan.

Mujahidin Cyber

"Para kiai harus aktif mengampanyekan, supaya umat yang berzakat semakin banyak," sarannya mustasyar PBNU ini.

LAZISNU, kata Jusuf Kalla, harus meningkatkan kepercayaan dan simpati masyarakat agar banyak dermawan yang menunaikan zakatnya. Terlebih, imbuhnya, banyak pesantren, masjid, madrasah, majelis talim dan madrasah yang selama ini dibina jamaah NU dan berhak mendapat bantuan (mustahiq) zakat.

Mujahidin Cyber

"Di Indonesia terdapat sekitar 800 ribu masjid dan mushalla, 30 ribu pesantren dan puluhan ribu lembaga pendidikan Islam lainnya," paparnya.

Budaya zakat, menurutnya, juga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kesenjangan ekonomi di negeri ini. Selain itu, para kiai juga selayaknya mampu memotivasi masyarakat untuk giat berusaha dan bekerja. Karena mereka yang berzakat tentu harus mampu mandiri dan mengelola penghasilannya.

Sementara Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengungkapkan, para kiai NU selama ini telah turut membantu menjaga harmoni dan mengupayakan pemerataan kesejahteraan, melalui peningkatan pendidikan masyarakat di pesantren, serta pemberdayaan masyarakat di pedesaan.

"Kita harus meningkatkan kepedulian pada fakir miskin. Pemerataan kesejahteraan harus diupayakan, agar kekayaan tak hanya bertumpuk di satu golongan tertentu saja," tandasnya. (Malik Mughni/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Cerita Mujahidin Cyber

Minggu, 19 November 2017

Ribuan Imam, Guru TPQ dan Madin Terima Bantuan Pemerintah

Tegal, Mujahidin Cyber



Sebagai wujud apresiasi atas pengabdiannya kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten Tegal memberikan bantuan kepada ribuan imam shalat rawatib, guru TPQ dan Guru Madrasah Diniyah (Madin). Penyerahan bantuan dilakukan oleh Bupati Tegal, Enthus Susmono, Selasa (11/7) di Pendopo Amangkurat, Pemkab Tegal .

Ribuan Imam, Guru TPQ dan Madin Terima Bantuan Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Imam, Guru TPQ dan Madin Terima Bantuan Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Imam, Guru TPQ dan Madin Terima Bantuan Pemerintah

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkab Tegal Fakihurrohman mengatakan, pemberian bantuan ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Tegal Nomor 177/2017 tanggal 31 Januari 2017 tentang belanja hibah dan bansos tahun 2017 yang berasal dari APBD Kabupaten Tegal tahun 2017.

"Untuk dana hibah dan bansos untuk ? imam rawatib yang mendapatkan bantuan sebanyak 1.000 orang. Setiap imam rowatib mendapat Rp 300.000 yang disalurkan melalui Forum Komuniasi Imam Rowatib (FKIR) Kabupaten Tegal," ujarnya.

Bantuan untuk guru TPQ, lanjutnya, disalurkan melalui Badko TPQ sebesar Rp 5 Miliar. sedangkan Guru Madin disalurkan melalui Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) sebesar Rp 4 Miliar. ?

"Bantuan tersebut diperuntukan bagi 7970 guru TPQ dan Madin, besarannya setiap orang sebesar Rp 1,2 juta," terangnya.

Mujahidin Cyber

Sementara Bupati Tegal, Enthus Susmono mengungkapkan, bantuan yang diberikan Pemkab belum mampu mencukupi kebutuhan operasional penerima, dikarenakan keterbatasan kemampuan keuangan daerah. ?

"Kami akan upayakan bantuan bagi imam rawatib untuk ditambah tahun depan. Ini sebagai bentuk apresiasi Pemkab Tegal kepada para guru TPQ dan madrasah serta imam rowatib yang telah mengabdikan diri kepada masyarakat," ujarnya.

Mujahidin Cyber

Mantan Ka Satkorcab Banser Tegal itu juga menyampaikan, bantuan hibah dan bansos untuk Badko TPQ, Badko Forum Komunikasi Dinniyah Takmiliah (FKDT) dan Imam Rawatib sempat terkendala tidak dapat dicairkan pada tahun 2015 dan 2016.?

"Hal tersebut semata-mata karena perubahan kebijakan Pemerintah Pusat terkait hibah dan Bansos melalui pelaksanaan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemda," pungkas Enthus. (Hasan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Habib, Cerita Mujahidin Cyber

Hubbul Wathon Minal Iman, Jargon Pertahankan NKRI

Demak, NUOnline



Ulama di seluruh Nusantara sejak tahun 1914 sudah punya komitmen tinggi terhadap keutuhan bangsanya. Nasionalisme ini sudah lahir sejak negara ini hidup dalam penjajahan yang begitu panjang dan melelahkan yang mengakibatkan penderitaan rakyat di dalam negerinya sendiri.

Hubbul Wathon Minal Iman, Jargon Pertahankan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Hubbul Wathon Minal Iman, Jargon Pertahankan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Hubbul Wathon Minal Iman, Jargon Pertahankan NKRI

Ulama NU di bawah komando Rais Akbar KH Hasyim Asyari bersama para ulama NU yang lain menggerakkan dan membangkitkan sifat nasionalis pada seluruh elemen masyarakat yang dimulai dari para kiai dan santri. Salah satunya yang dilakukannya adalah saat menerima utusan presiden Soekarno berkaitan hukum membela dan mempertahankan bangsa dan negara bagi warga oleh penjajah. KH Hasyim Asyari pun mengatakan wajib ain tanpa pengecualian untuk mempertahankannya. Mulai saat itulah dia mengeluarkan fatwa jargon hubbul wathon minal iman.

Demikian disampaikan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat memberikan tausiyah pada haul agung ke-514 raja Islam pertama Kanjeng Sultan Fattah di Alun Alun Masjid Agung Demak Sabtu, (11/3) malam.

“Ketika Mbah Hasyim menerima ajudan presiden Soekarno mengenai hukum warga membela bangsanya, beliau menjawab dengan tegas,? fardlu ain (tidak boleh tidak) dan saat itulah Mbah Hasyim berfatwa atau mengeluarkan jargon hubbul wathon minal iman. Ini bukan hadis tapi fatwa Mbah Hasyim,” ? kata KH Said Aqil Siroj.

Mujahidin Cyber

?

Kang Said begitu akrab dipanggil, menambah ada hal menarik yang dimiliki Ulama NU, yaitu ulama memiliki jiwa nasionalis yang tinggi sedangkan para eksekutif atau pemangku pemerintahan mempunyai jiwa nasionalis yang agamis ssehingga menjadikan Negara Kesatuan Republik Indonesia sulit diganggu dari pengacau bangsa. Ia contohkan negara di kawasan Timur Tengah yang berantakan karena para ulamanya tidak mempunyai sifat nasionalis yang tinggi dan pemerintahan yang berjalan cenderung mengutamakan kelompoknya.

“Kita patut bersyukur karena para ulama dan kiai kita mempunyai jiwa nasionalis yang kuat, para pemimpinnya punya jiwa nasionalis dan agamis yang menyatu. Negara lain tidak mempunyai hal semacam ini,” katanya.

Mujahidin Cyber

Dijelaskannya, agenda besar para ulama dalam menyatukan bangsa ? tidak perlu diragukan lagi. Sudah sewajarnya jika pemerintah bekerjasama dengan NU yang berkomitmen membangun integritas dan karakter bangsa.

“Dari dulu hingga sekarang kiai dan ulama punya andil besar untuk bangsa ini. Makanya NU siap melakukan kerjasama dengan pemerintah untuk kesejahteraan rakyat,” tambah Kiai Said

Haul agung ? yang dihadiri ribuan jamah tersebut juga dihadiri Bupati Demak HM Natsir, Wabup Joko Sutanto, ketua DPRD Demak H Nurul Muttaqin, Kapolres, Dandim serta SKPD, Rais Syuriyah KH Alawy Masudi, Ketua PCNU Demak KH Musadad Syarif serta pengurus NU dari cabang sampai ranting se-Kabupaten Demak. (A Shiddiq Sugiarto/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Cerita, Makam, Syariah Mujahidin Cyber

Jumat, 17 November 2017

Wujudkan Gagasan Gus Dur, Kiai Muda NU Bahas Eksistensi Kiai Kampung

Purworejo, Mujahidin Cyber

Sejumlah Kiai Muda Nahdlatul Ulama mengadakan silaturrahim dan rembug bersama terkait eksistensi kiai kampung yang saat ini kondisinya semakin memprihatinkan. Silaturrahim ini berlangsung di Pondok Pesantren An-Nur Maron Purworejo, Sabtu (12/3) lalu. Dihadiri oleh perwakilan kiai-kiai muda dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

Wujudkan Gagasan Gus Dur, Kiai Muda NU Bahas Eksistensi Kiai Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Wujudkan Gagasan Gus Dur, Kiai Muda NU Bahas Eksistensi Kiai Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Wujudkan Gagasan Gus Dur, Kiai Muda NU Bahas Eksistensi Kiai Kampung

Kiai Lukman Haris Dimyati, selaku inisiator silaturrahim kiai-kiai muda Nahdlatul Ulama mengatakan bahwa gagasan memperkuat eksistensi kiai kampung ini sebenarnya berawal dari gagasan Almaghfurlah KH Abdurrahman Wahid yang sampai saat ini belum terelisasi dengan baik.?

“Ketika Gus Dur masih hidup, saya pernah ditimbali oleh Gus Dur, dalam perbincangan itu saya diminta untuk merawat jamaah NU. Sebagai orang yang tinggal didaerah pelosok Pacitan, saya merasa tersanjung ketika diminta oleh beliau langsung untuk memperhatikan nasib para kiai kampung yang mayoritas basis dari kalangan NU,” jar Gus Lukman.

Seperti diketahui bersama bahwa nasib kiai kampung kini semakin terpinggirkan. Dalam acara tersebut, Gus Lukman berpesan dan mengajak kepada hadirin untuk memikirkan kembali nasib kiai kampung.?

Mujahidin Cyber

“Pada saat ini nasib kiai kampung semakin terpinggirkan, karena adanya ustadz-ustadz karbitan yang sering muncul di media-media yang secara kapasitas tidaklah seberapa, sementara tanggung jawab kiai kampung tersebut sangatlah berat tapi secara penghargaan sangat rendah sekali,” terangnya.

Turut hadir dalam silaturrahim ini, putri sulung Gus Dur, Alissa Wahid. Di dalam sambutannya, Alissa Wahid mengatakan bahwa ide membangun kembali eksistensi kiai kampung ini sangatlah cemerlang. Posisi kiai kampung itu sangatlah sentral di lingkungan masyarakat Nahdlatul Ulama tapi saat ini kalah populer dengan ustadz-utadz pendatang baru.?

“Sebenarnya ini sudah menjadi keluhan banyak kiai tapi sampai saat belum terealisasikan. Semoga dengan adanya silaturrahim ini nanti yang akan mengeksplorasi gagasan gagasan tersebut,” tambah Alissa.

KH M Imam Aziz yang juga Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menjelaskan, kita ini punya hutang besar kepada Gus Dur, gagasan kiai kampung ini belum bisa dilaksanakan.

Mujahidin Cyber

“Menurut hasil ? penelitian, ada sebuah kekhawatiran besar terhadap masa depan islam moderat. Dan bisa disimpulkan bahwa menjadi sebuah kegagalan jika islam moderat tidak merumuskan tawassuth dalam islam moderat itu seperti apa? Terutama dalam bertindak maupun dalam bersikap,” jelas Imam Aziz.?

Seperti yang diketahui bersama, dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia masih banyak diwarnai dengan islam garis keras dan gerakan intoleransi. Sementara penganut Islam moderat yang banyak perannya ini semakin tidak kelihatan dan semakin kehilangan identitas.?

“Saya rasa ini gagasan yang sangat penting untuk segera dirumuskan kembali,” ujar Imam Aziz.

Acara silaturrahim ini dilanjutkan dengan dialog untuk menyumbangkan gagasan dari perwakilan daerah-daerah. Dialog ? ini dipimpin langsung oleh KH M Dian Nafi’, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muayyad Windan Solo. (Autad/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sholawat, Pesantren, Cerita Mujahidin Cyber

Kamis, 16 November 2017

NU dan Gaya Politik Ta’ridh (2)

Oleh Syarif Hidayat Santoso

--Memasuki orde merdeka, tak dapat dipungkiri peranan seluruh komponen bangsa, baik umat Islam, kaum nasionalis dan juga komunis. Didudukkannya Soekarno sebagai presiden pertama juga mendapat pengakuan NU. Di tengah perseteruan NU dengan Masyumi pasca keluarnya NU dari Masyumi dan juga persoalan DI-TII, problematika ta’ridh menjadi menarik. Ta’ridh justru menjadi solusi di tengah rumitnya problematika politik bangsa.

Persoalan ta’ridh yang paling besar dimulai dari DI-TII dan relasinya dengan Soekarno. DI-TII sendiri mengemuka setelah persoalan perjanjian Renville yang tak disetujui sebagian laskar Hizbullah Sabilillah non NU di Jawa Barat. Pendiri DI-TII, Sekarmadji Marijan Kartosuwiryo adalah pemuda cerdas yang justru hanya memahami agama Islam dari sumber-sumber sekunder berbahasa Belanda. Sama dengan Soekarno yang juga hanya memahami Islam dari sumber-sumber non kitab kuning. Ideologi DI-TII jelas menyebut Indonesia sebagai sesuatu yang harus dijihadi manakala Belanda telah terusir dari Indonesia.

Berbeda dengan NU yang tetap menyebut Indonesia sebagai negara Islam karena telah kembali ke pangkuan umat Islam sendiri. Ideologi Imarahad (Iman, Hijrah dan Jihad) ala Kartosuwiryo justru berbeda jauh dengan NU. Darul Islam menjadi garis batas antara pengikut DI-TII dengan mayoritas masyarakat muslim pada umumnya. Menurut Kartosuwiryo, Keabsahan bangsa Indonesia menjadi tidak sah karena tujuan-tujuan utama guna mencapai mardhatillah dan juga rahmat Allah yang disandarkan kepada dasar Republik Indonesia yang semestinya Islam, jaminan pelaksanaan syariat Islam seluas-luasnya, keterbebasan dari penghambaan, serta kesempatan untuk melakukan kewajiban duniawi dan ukhrawi bagi setiap umat islam belum tercapai. Kartosuwiryo menganggap bahwa konsep-konsep negara Indonesia dibawah Soekarno tidak memuat hal tersebut (Muhtar Ghazali:2004).

NU dan Gaya Politik Ta’ridh (2) (Sumber Gambar : Nu Online)
NU dan Gaya Politik Ta’ridh (2) (Sumber Gambar : Nu Online)

NU dan Gaya Politik Ta’ridh (2)

Di sisi lain, Soekarno sendiri memiliki garis pemikiran keagamaan yang tak dekat dengan aswaja NU. Dalam bukunya, Pantja Azimat Revolusi, Soekarno berkata “Sebagai fajar sehabis malam yang gelap-gelita, sebagai penutup abad-abad kegelapan, maka didalam abad kesembilan belas berkilau-kilauanlah di dalam dunia ke-islam-an sinarnya dua pendekar, jang namanja tak akan hilang tertulis dalam buku-riwayat muslim, Sheikh Mohammad Abdouh dan Seyid Djamaludin Al Afghani, dua panglima Pan-Islamisme yang telah membangunkan dan menjunjung rakyat Islam di seluruh benua Asia dari kegelapan dan kemunduran (Pantja Azimat Revolusi halaman 16). Jelas arah pemikiran keislaman Soekarno mengarah kepada modernisme Islam ala Abduh dan Al Afghani.

Halaman-halaman tentang keislaman dalam buku tersebut jelas menunjukkan afiliasi Soekarno kepada modernisme Islam dan tak dekat pada Aswaja. Soekarno mengutip gurunya, HOS Cokroaminoto, tokoh Islam modernis pendiri Sarekat Islam. Bahkan Soekarno mengutip gurunya tersebut dalam hal pembenaran terhadap unsur sosialisme dalam Islam. Soekarno memberikan contoh, bahwa rusaknya Islam dari kekhalifahan menjadi kerajaan di masa Ummayah adalah kesalahan Muawiyah yang mengakibatkan rusaknya sistem Islam sosialistis (Pantja Azimat Revolusi:18).

Mujahidin Cyber

Soekarno jelas pemuja modernisme Islam. Dalam deretan tokoh-tokoh Islam yang disebut Soekarno sebagai propagandis nasionalisme tertera nama-nama sejak Mustafa Kemal, Arabi Pasha, Ali Pasha, Mohammad Farid Bey, Ahmad Bey Agayeff, Mohammad Ali dan Shaukat Ali. Tak ada nama-nama ulama Aswaja yang berjuang dalam memperjuangkan nasionalisme. Namun, yang lebih unik lagi, Soekarno berujar agar Islam berkawan dengan Marxisme (Pantja Azimat Revolusi:19). Jelas Soekarno tak menoleh untuk NU meski dia berhadapan dengan DI-TII, tak akrab pula dengan Masyumi.

Andree Feillard juga memotret bagaimana perseteruan pers NU yaitu Berita Nahdlatoel Oelama pada tahun-tahun menjelang masuknya Jepang ke Indonesia yang berisi pertentangan antara pemikiran Soekarno dengan aliran Aswaja NU. BNO telah menuduh Soekarno terjebak kedalam generalisasi berlebihan karena menimpakan kesalahan kepada umat Islam hanya karena ulah segelintir oknum muslim (Andree Feillard:1999). Jelas, ada citarasa tak harmonis antara Aswaja NU dengan pemikiran keagamaannya Soekarno.

Tapi, meski secara ideologis, Soekarno tak dekat dengan NU, NU tetap mendudukkan Soekarno sebagai pemimpin yang absah secara hukum Islam. Ini terjadi tahun 1954 ketika disematkannya gelar Waliyyul Amri Ad Dlaruri Bisy Syaukah. Sebelumnya, tahun 1940 pada Muktamar Surabaya, NU memilih Soekarno sebagai calon presiden manakala Indonesia merdeka. Persoalan Soekarno secara hukum Islam pada tahun 1954 menjadi menarik. Hal ini bukan saja karena persoalan keabsahan wali hakim bagi penghulu dalam administrasi republik Indonesia. Tapi juga karena persoalan Imamah Kartosuwiryo dalam DI-TII yang menyebut kepemimpinan Soekarno tak sah secara hukum Islam. NU berupaya menyematkan gelar Waliyyul Amri Ad Dlaruri Bisy Syaukah.

Tuduhan bahwa NU menjilat Soekarno dengan gelar tersebut jelas tak benar karena Soekarno sendiri dalam sejumlah tulisannya tak pernah menyebut kelebihan Aswaja. Soekarnopun lebih akrab dengan HOS Cokroaminoto dan surat menyuratnya dengan tokoh Persis, Ahmad Hassan menunjukkan bandul keislaman Soekarno mendekat kearah Islam modernis. NU pun tak mendapat sesuatu yang bernilai positif dari Soekarno pada era 1960-an ketika NU dipaksa menjadi Nasakom selain cercaan dari kalangan eks Masyumi yang menuding NU sebagai partai oportunis.

Mujahidin Cyber

Syarif Hidayat Santoso, Kader NU Sumenep, alumni hubungan internasional FISIP Universitas Jember.

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Cerita Mujahidin Cyber

Selasa, 14 November 2017

PBNU: Harus Ada Regenerasi Ketum Muslimat

Jakarta, Mujahidin Cyber. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengucapkan selamat kepada Muslimat NU yang bakal menghelat Kongres XVII di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, 23-27 November 2016.

PBNU: Harus Ada Regenerasi Ketum Muslimat (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Harus Ada Regenerasi Ketum Muslimat (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Harus Ada Regenerasi Ketum Muslimat

Sebagai forum tertinggi di Muslimat NU, kongres tersebut diharapkan menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat baik bagi Muslimat NU sendiri maupun bangsa dan negara. PBNU secara khusus juga mengingatkan agar terjadi regenerasi dalam kepemimpinan Muslimat NU yang selama tiga periode dipimpin Khofifah Indar Parawansa.

"Saya menyampaikan bahwa sesuai hasil rapat gabungan syuriyah-tanfidziyah pada 27 Oktober, PBNU mengingatkan Muslimat NU agar kembali kepada Anggaran Dasar Nahdlatul Ulama Pasal 16 Ayat 3 yang menyatakan bahwa masa khidmah ketua umum pengurus badan otonom adalah dua periode, kecuali ketua umum pengurus badan otonom yang berbasis usia adalah satu periode," ujar Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf.

Gus Yahya, panggilan akrabnya, mengatakan, rapat gabungan syuriyah-tanfidziyah meminta Muslimat NU untuk menegakkan aturan yang berlaku demi kemajuan dan kelangsungan kaderisasi di tubuh badan otonom NU yang beranggotakan kaum ibu ini.

Mujahidin Cyber

"Tanpa mengurangi rasa hormat, (rapat gabungan syuriyah-tanfidziyah) meminta Ibu Khofifah Indar Parawansa, saatnya pada kongres kali ini menyerahkan estafet kepemimpinan kepada kader lain," tambahnya.

PBNU, katanya, sudah menoleransi kepemimpinan Khofifah di Muslimat NU selama tiga periode. Namun, kali ini tidak, sebagai langkah mengantisipasi kemacetan yang lebih lama dalam proses kaderisasi.

Imbauan agar ketua umum tak melebihi batas dua kali masa khidmah tersebut juga berlaku untuk sejumlah badan otonom NU lain, khususnya yang tidak bebasis usia, seperti Persatuan Guru NU (Pergunu), Pencak Silat NU Pagar Nusa, Ikatan Sarjana NU (ISNU), Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi), dan lainnya. (Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Cerita Mujahidin Cyber

4 Koperasi NU Siap Hadapi Tantangan Ekonomi Global

Yogyakarta, Mujahidin Cyber. Empat koperasi NU dari Yogyakarta dan Jawa Tengah menyatakan siap menghadapi tantangan pasar bebas masyarakat ASEAN 2015. Pengurus empat koperasi ini melakukan pembenahan internal sambil membangun jejaring dengan dunia bisnis lainnya.

4 Koperasi NU Siap Hadapi Tantangan Ekonomi Global (Sumber Gambar : Nu Online)
4 Koperasi NU Siap Hadapi Tantangan Ekonomi Global (Sumber Gambar : Nu Online)

4 Koperasi NU Siap Hadapi Tantangan Ekonomi Global

Mereka menyatakan kesiapannya pada acara pelatihan peningkatan kapasitas di Gedung PWNU DIY jalan MT Haryono 40-42, Yogyakarta, Kamis (20/11).

Pada pelatihan ini, mereka dilatih dengan sistem layanan berbasis teknologi. Empat koperasi ini juga mendapatkan bantuan masing-masing satu paket gadget sebagai bentuk dukungan sistem dalam pengelolaan yang akuntabel dan profesional.?

Mujahidin Cyber

"Ini akan kita lakukan bukan hanya di Yogya dan Jateng. Ini kita lakukan dengan sekuat tenaga untuk seluruh Indonesia. Kita akan keliling. Semua ini untuk kebangkitan ekonomi NU menyambut tantangan ekonomi global," kata Bendahara PWNU Yogyakarat H Fahmi Akbar Idris.

Fahmi menekankan sekali kelancaran arus perekonomian NU. "Jangan sampai ekonomi NU mandek. Kita harus siap menjawab tantangan global. Perbaiki standarnya, kapasitas personalnya, dan laporan keuangan yang akuntabel.”

Mujahidin Cyber

Ia mendorong peningkatan kapasitas teknologi dalam perekonomian. “Semuanya harus kuat dan terukur. Karena, sistem ekonomi hari ini tak bisa lepas dengan perkembangan teknologi," tandas Fahmi. (Madun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Cerita Mujahidin Cyber

Selasa, 07 November 2017

Prof Maidir Harun: Ektremisme Muncul Bukan dari Indonesia

Padangpariaman,? Mujahidin Cyber . Akhir-akhir ini isu kekerasan menjadi isu menarik perhatian banyak pihak. Ada yang menyebutnya gerakan radikalisme, fundamentalisme, militanisme, dan ekstrimisme. Tapi semua gerakan ini secara umum muncul bukan dari Tanah Air. Gerakan tersebut lahir dan berkembang dari beberapa negara di Timur Tengah.

Ketua PBNU Prof. Dr. Maidir Harun mengungkapkan hal itu pada Silaturrahim Akbar dan Halaqah Nasional Ulama, Alumni dan Keluarga Besar Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Selasa (21/7) di halaman Rusunawa Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Ringan-Ringan Pakandangan Kecamatan VI Lingkungan, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat. Selain Maidir, tampil juga Ketua Umum MUI Padangpariaman Dr. Zainal Tuanku Mudo. Halaqah Nasional diselenggarakan Alumni Pondok Pesantren Nurul Yaqin berkerja sama Forum Masyarakat Peduli Sumbar.

Prof Maidir Harun: Ektremisme Muncul Bukan dari Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Prof Maidir Harun: Ektremisme Muncul Bukan dari Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Prof Maidir Harun: Ektremisme Muncul Bukan dari Indonesia

Menurut Maidir, setidaknya ada tiga faktor lahirnya gerakan radikal yang muncul sejak tahun 1950-an. Pertama, faktor politik. Pandangan politik yang berseberangan membuat tuduhan sesat dan kafir ditimpakan kepada pihak yang tak sepaham dalam politik. Dalam hal ini sasarannya terutama adalah pemerintah yang berkuasa.

"Kedua, faktor ekonomi, Timur Tengah negara kaya minyak. Kuwait, Qatar, Saudi Arab, Irak, Iran dan sebagainya. Namun sumber-sumber minyak itu dikuasai oleh negara asing. Ketiga, sengaja diciptakan suasana konflik. Karena ada Isreal yang ingin Timur Tengah tidak aman. Kalau negara-negara Arab tidak bergejolak, maka Israel tidak akan nyenyak tidur. Israel cemas jika tidak ada konflik di Timur Tengah, negara Arab akan bersatu menghadapinya. Inilah penyebab paham kekerasan," kata guru besar IAIN Imam Bonjol Padang ini.

Maidir menambahkan, kenapa ISIS tidak bisa dibasmi? Ada yang menganalisis, di belakang ISIS ada Israel. Yang muncul di Timur Tengah tersebut diekspor ke Indonesia. Karena memiliki umat Islam terbanyak. Yang diimpor ke Indonesia adalah paham, pandangan dan aliran keras ini.

"Memang konsep yang disampaikan terkesan bagus. Islam kaffah, Islam sempurna. Ini betul. Tapi jangan disamaratakan. Mereka menginginkan umat Islam seluruh dunia seperti di Arab (Timur Tengah) seluruhnya. Padahal bagaimana hidup Islam di Arab, jangan disamakan dengan di Minangkabau, Indonesia. Maunya kelompok keras itu, Islam kaffah, mulai dari batang, dahan, ranting sama ini. Ini masalah bagi umat Islam Indonesia yang sudah hidup damai, rukun dan saling menghargai sejak lama. Islam kaffah di Indonesia juga yang memakai batik, koko, tidak harus pakai jubah, seperti di Arab," tambah Maidir.

Mujahidin Cyber

Ditambahkan, mereka menolak paham adanya negara-negara bangsa. "Mereka ekslusif. Selain mereka yang tidak sepaham, dianggap di luar kelompoknya kafir dan boleh diperangi. Pesantren Nurul Yaqin termasuk menyebarkan Islam rahmtan lilalamin. Tidak dengan dengan kekerasan," tuturnya.

Sementara itu, Ketum MUI Padangpariaman Zainal Tuanku Mudo menyebutkan, organisasi masyarakat (Ormas) Islam seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan Perti yang lahir jauh sebelum kemerdekaan Indonesia 1945 tidak menuntut paksa negara Syariat Islam dan tidak melakukan kekerasan. Sampai hari ini tidak pernah membuatkan orang rusuh, cemas, tidak nyaman seperti kelompok radikal tersebut.

Mujahidin Cyber

"Ormas tersebut memperjuangkan nilai-nilai Islam melalui formal legal secara konstitusi. Ini membuktikan ormas Islam yang besar di Indonesia tersebut Islam kasih sayang, orang menyebarkan kasih sayang. Bukan dengan rasa kebencian, kekerasan antar umat," kata Zainal Tuanku Mudo, mantan Ketua Umum IPNU Sumatera Barat ini. (Armaidi Tanjung/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Santri, Cerita, Quote Mujahidin Cyber

Rabu, 25 Oktober 2017

Peduli Yatim dan Orang Jompo, GP Ansor Ronggomulyo Berbagi Setiap Hari

Rembang, Mujahidin Cyber - Dalam rangka peduli dengan warga yang kurang mampu, Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Ronggomulyo Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang menggelar aksi Ansor Peduli terhadap warga desa setempat yang kurang mampu. Aksi sosial ini menyasar 19 kepala keluarga (kk) di Ronggomulyo. Sembilan penerima santunan di antaranya diberikan setiap hari.

Menurut Kusrin salah seorang koordinator aksi, sembilan kk di antaranya mendaptkan sedekahan setiap hari selama satu bulan penuh. Rutinitas ini sudah berjalan sejak empat bulan lalu.

Peduli Yatim dan Orang Jompo, GP Ansor Ronggomulyo Berbagi Setiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Yatim dan Orang Jompo, GP Ansor Ronggomulyo Berbagi Setiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Yatim dan Orang Jompo, GP Ansor Ronggomulyo Berbagi Setiap Hari

Sementara 19 kk, kata Kusrin, mendapatkan jatah berupa sembako, beras, gula, telur, mie instan, dan sebagainya yang diberikan setiap bulan sekali. Kegiatan itu dapat terlaksana berkat kerja sama yang baik dari unsur Ansor ranting dan masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan "Ansor Berbagi".

Mujahidin Cyber

"Kegiatan itu sudah kami jalankan sejak empat bulan yang lalu. Memang kami baru bisa berbagi kepada 19 KK. Tapi dari sembilan belas, Sembilan di antaranya mereka adalah anak yatim piatu yang kami beri uang saku untuk biaya pendidikan sekolah," jelas Kusrin, Sabtu (14/1).

Meski ranting GP Ansor Ronggomulyo usianya baru enam bulan, ia menginginkan keberadaan Ansor dapat dirasakan kehadirannya oleh masyarakat. Selain itu, kepedulian dan kehadiran GP Ansor Ronggomulyo dapat menepis masuknya paham ekstrem di wilayah Ronggomulyo.

Mujahidin Cyber

Menurutnya, kegiatan itu akan terus berlangsung baik yang bersifat bulanan, ataupun rutin harian. Ia berharap kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan pengurus GP Ansor Rembang. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Cerita Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock