Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

NU Prediksi Sabtu, Kepastian Tunggu hasil Rukyat

Jakarta, Mujahidin Cyber. Nahdlatul Ulama memprediksi hari pertama puasa Ramadlan 1433 H jatuh pada Sabtu tanggal 21 Juli 2012.?

“Tapi NU melalui Lajnah Falakiyah, belum menentukan, karena NU akan merukyah. Prediksi kan boleh, tapi tidak boleh memastikan karena menunggu hasil rukyah tanggal 19 Juli.”?

NU Prediksi Sabtu, Kepastian Tunggu hasil Rukyat (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Prediksi Sabtu, Kepastian Tunggu hasil Rukyat (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Prediksi Sabtu, Kepastian Tunggu hasil Rukyat

Demikian ditegaskan Ketua Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama KH A. Ghazali Masroeri di hadapan pengurus lajnah, banom, dan lembaga NU, serta para wartawan dari berbagai media, di gedung PBNU, (18/7) dengan tema Menyambut Ramadlan 1433 H.?

Mujahidin Cyber

Menurut prediksi hisab NU, pada Jumat (20/7) nanti, hilal masih belum sampai kriteria visible. “Prediksinya tinggi hilal baru 1 derajat 38 menit 26 detik. Jadi, belum memenuhi kriteria visibilitas hilal.”

Mujahidin Cyber

Sesuai kesepakatan Musyawarah Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) visibilitas hilal adalah dua derajat.

“NU tidak menentukan jauh-jauh hari karena Rasulullah tidak mengajarkannya. Selain itu, ilmu hisab bagi NU adalah untuk memandu mengarahkan dan mengontrol rukyah. Atau dengan ? lain perkataan untuk menghasilkan rukyah yang berkualitas,” tambahnya.

Di sisi lain, sambung Kiai Ghazali, rukyah sebagai instrumen pula untuk uji verifikasi atas hipotesis hisab. “Hitungan manusia itu bener apa nggak?” ujarnya.?

Kalau kita hanya menggunakan hisabnya saja, tidak mau melakukan rukyah atau observasi langsung, ilmu hisab jadi stagnan dan mandeg.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? : Abdullah Alawi?

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sejarah Mujahidin Cyber

Minggu, 11 Februari 2018

Hasyim: Kiai Memang Tak Harus Dipanggil Pak Kiai

Jakarta, Mujahidin Cyber. Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mengikuti shalat jenazah KH Muhammad Najid Muchtar, Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama tadi siang, Sabtu (14/4), di Masjid Syahid UIN Jakarta. Jajaran Bengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) beserta dosen dan para petinggi UIN turut menyalatkan jenasah mantan Dekan Fakultas Ushuluddin UIN itu.

Salah seorang pembantu rektor UIN Sudarmanto saat memberikan sambutan atas nama UIN Jakarta mengatakan, Najid Muchtar adalah seorang guru sekaligus dai yang bersahaja. "Kesahajaan beliau telah mewariskan amal untuk Islam dan bangsa ini," katanya sembari merinci kiprah almarhum di bidang pendidikan Islam khususnya di lingkup UIN Jakarta.

Hasyim: Kiai Memang Tak Harus Dipanggil Pak Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim: Kiai Memang Tak Harus Dipanggil Pak Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim: Kiai Memang Tak Harus Dipanggil Pak Kiai

Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menambahkan, Najid Muchtar adalah seorang yang ihlas dalam mengabdikan dirinya untuk masyarakat. Almarhum tidak pernah mengejar kemasyhuran dan lebih suka menghindari perdebatan masalah-masalah keagamaan yang tidak penting. Dikatakan, almarhum adalah sosok yang tidak pernah mengeluh, sederhana dan apa adanya, serta tidak pernah memperturutkan keinginan.

"Satu persatu ulama telah dipanggil, dunia terasa berat. Beliau ini memang tidak pernah dipanggil "pak kiai" tapi itu tidak penting. Kiai kan tidak harus dipanggil kiai, hanya gelar saja. Panggilan kiai bukan merupakan standar keilmuan," kata Hasyim.

Jenazah dimakamkan di komplek pemakaman UIN Jakarta yang terletak tidak jauh dari kampus UIN.? Sejumlah mahasiswa, dosen dan petinggi UIN, keluarga almarhum, serta para pengurus NU mengikuti prosesi pemakaman, tabur bunga, dan pembacaan talqin atau upacara menuntun mayyit agar lancar ketika ditanya oleh Malaikat penanya, Mungkar-Nakir. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Sejarah, Budaya, Khutbah Mujahidin Cyber

Sabtu, 10 Februari 2018

Manusia yang Sempurna Shalatnya adalah Manusia Paripurna

Pringsewu, Mujahidin Cyber. Mustasyar PCNU Kabupaten Pringsewu KH Sujadi menegaskan bahwa seseorang yang melakukan shalat secara sempurna berikut dengan rangkaian ibadah yang mengiringi seperti wudhu, dzikir dan sebagainya merupakan insan yang paripurna.

Hal ini disampaikannya dalam Kajian Tafsir Surat Al-Maun pada Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) yang dilaksanakan di Gedung NU Kabupaten Pringsewu, Ahad (16/4).

Manusia yang Sempurna Shalatnya adalah Manusia Paripurna (Sumber Gambar : Nu Online)
Manusia yang Sempurna Shalatnya adalah Manusia Paripurna (Sumber Gambar : Nu Online)

Manusia yang Sempurna Shalatnya adalah Manusia Paripurna

Hikmah dari paripurnanya shalat seseorang menurut Alumni Pesantren Al-Asyariyyah Kalibeber Wonosobo Jawa Tengah ini dapat terlihat dari kesehatan lahir dan bathin yang terus mengiringinya dalam kehidupan. 

"Banyak sekali nilai-nilai kesehatan dalam rangkaian ibadah shalat yang dilakukan dengan sempurna," katanya sembari mencontohkan bagaimana beberapa penyakit yang dapat sembuh melalui kualitas rangkaian ibadah shalat.

Di antaranya adalah penyakit pernafasan yang dapat sembuh dengan menyedot air melalui hidung saat berwudhu dan anggota tubuh yang sakit dapat sembuh dengan mengusapkan bekas air wudhu yang masih menempel dibagian yang sakit tersebut. 

Mujahidin Cyber

"Ini hal sepele tapi jangan menyepelekan barang sepele," tegas kiai yang juga Bupati Pringsewu terpilih untuk 5 tahun ke depan ini.

Kesempurnaan kualitas saat pelaksanaan shalat lanjutnya, dapat dilakukan dengan menyatukan hati, pikiran, ucapan dan tindakan shalat. "Seseorang yang tidak bisa menyatukan hal ini akan terlihat pengaruhnya dalam mental dan prilakunya ketika diluar sholat. Dan Rasul mengatakan bahwa  ini adalah shalatnya orang munafik," tegasnya.

Oleh karenanya dimomen bulan Rajab 1438 H ini, ia mengajak umat Islam untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas shalat dengan dengan ikhlas karena Allah SWT. "Jangan sampai ada riya dalam shalat kita. Rasulullah menyabdakan bahwa di neraka ada lubang besar yang diperuntukkan bagi orang yang pamer atau riya dalam shalatnya," katanya.

Ia juga mengajak untuk senantiasa menghadirkan hati dalam shalat kepada Allah dan jangan sekali-kali memikirkan bentuk fisik dari Allah. "Tafakkaruu fi kholqillah walaa tafakkaruu fi dzaatillah. Berpikirlah tentang ciptaan Allah dan janganlah memikirkan dzat Allah. Jika ada sampai terlintas bentuk Allah seperti ini dan seperti itu  bisa dipastikan itu bukan Allah SWT," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sejarah Mujahidin Cyber

Kamis, 08 Februari 2018

Fatayat NU Jateng Gelar Kontes Puteri Fatayat 2015

Solo, Mujahidin Cyber. Akhir pekan lalu (24/5), Pengurus Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Tengah menggelar acara kontes pemilihan ajang Puteri Fatayat NU wilayah Jawa Tengah yang bertempat di Gedung Asrama Haji Islamic Centre Manyaran, Semarang.

Fatayat NU Jateng Gelar Kontes Puteri Fatayat 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Jateng Gelar Kontes Puteri Fatayat 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Jateng Gelar Kontes Puteri Fatayat 2015

Dalam kesempatan tersebut, peserta dari perwakilan Fatayat Magelang, Aini Chabibah, berhasil mengalahkan para pesaingnya dan berhak untuk dinobatkan menjadi Puteri Fatayat NU Jawa Tengah tahun 2015.

Ketua Umum PW Fatayat NU Jawa Tengah Khizanaturrohmah menjelaskan, kegiatan Kontes Puteri Fatayat 2015 ini, masih menjadi rangkaian dari kegiatan Harlah Fatayat NU yang diperingati pada 24 April lalu.

Mujahidin Cyber

“Acara ini diikuti 60-an peserta dari 35 pengurus cabang Fatayat se-Jawa Tengah. Seleksi peserta sudah dilaksanakan sejak bulan April. Dari jumlah tersebut kemudian dipilih 25 finalis yang tampil dalam acara final pemilihan Puteri Fatayat NU,” terang Khizanaturrohmah, saat ditemui Mujahidin Cyber di Solo belum lama ini.

Mujahidin Cyber

Ditambahkan dia, pihak panitia juga membuka kesempatan bagi para wanita di luar Fatayat yang ingin mengikuti kegiatan ini. “Tujuan kita, juga untuk mengenalkan Fatayat NU kepada masyarakat, agar mereka juga tertarik untuk masuk Fatayat,” ujar dia.

Meski demikian, lanjut Khiz, para peserta yang mengikuti kegiatan ini mesti memiliki beberapa kriteria. Kriteria tersebut antara lain brain, beauty, religius, dan berakhlakul karimah. “Yang tidak kalah penting mereka juga mesti menguasai materi Aswaja,” imbuhnya.

Selain kegiatan pemilihan Puteri Fatayat NU 2015 ini, Fatayat Jateng juga menggelar berbagai event kegiatan “Festival Budaya Islami 2015” yang berupa ? fashion show, seminar beauty class, focus group discussion, dan festival hadroh. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sejarah, Nahdlatul Ulama Mujahidin Cyber

Senin, 29 Januari 2018

PMII Tuntut Pemerintah Bojonegoro Perbaiki Pendidikan

Bojonegoro, Mujahidin Cyber. Merasa prihatin melihat bobroknya pendidikan di Indonesia, terutama di Kabupaten Bojonegoro Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia? Bojonegoro melakukan aksi turun jalan, Kamis (8/5). Mereka menuntut perbaikan pendidikan.

Puluhan aktivis PMII memulai aksinya dari sekretariat PC PMII di jalan Pondok Pindang, dilanjutkan melakukan orasi di Bunderan Adi Pura. Rencananya aksi tersebut berpindah ke kantor Dinas Pendidikan, DPRD dan diakhiri di Pemkab Bojonegoro.

PMII Tuntut Pemerintah Bojonegoro Perbaiki Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Tuntut Pemerintah Bojonegoro Perbaiki Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Tuntut Pemerintah Bojonegoro Perbaiki Pendidikan

Korlap kasi demo, Akhmad Zainul Hasan mengakan, aksi demo ini menutut pemerinh, agar menuntaskan pembangunan infrastruktur pendidikan di Bojonegoro. Serta meningkatkan moralitas elemen dunia pendidikan di Bojonegoro.

Mujahidin Cyber

"Jadikan Bojonegoro sebagai kota pendidikan, perjelas kinerja guru PNS, perbaiki pembangunan infrastruktur di pedesaaan," teriaknya saat berorasi di Bunderan Adipura.

Selain itu para aktivis mahasiswa itu menilai kurukulum berbasis muatan lokalitas dan moralitas, serta permasalahan kejujuran UN. Makanya PC PMII Bojonegoro turun jalan.

Mujahidin Cyber

Mereka juga meminta kepada pemerintah agar segera, untuk pembenahan sistem pendidikan yang terpaku oleh kepentingan globalisasi dan Industralisasi. Jadikan UN sebagai tolak ukur dan pemetaan pendidikan nasional bukan sebagai syarat kelulusan siswa semata. "Perhatikan kesejahteraan Guru Tidak Tetap (GTT) dan Guru Honorer," jelasnya.

Ditambahkan, merosotnya moral pendidikan di Bojonegoro, karena penegakkan dasar sila Pancasila kemanusiaan yang adil dan beradab tidak diterapkan. Oleh sebab itu sistemnya tidak ada yang benar dan menyesatkan, pendidikan di Indonesia ini bukan mendidik tapi meruntuhkan alias pembodohan.

"Karena tidak menerapkan budaya lokal dan karakter orang Indonesia adab tidak lagi dipakai melainkan hanya sebagai simbol semata," pungkasnya.[Muhammad Yazid/Abdullah Alawi]

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hadits, Sejarah, Lomba Mujahidin Cyber

STISNU Tangerang Gelontorkan Beasiswa untuk Kader Muda NU

Tangerang, Mujahidin Cyber. Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang memberikan beasiswa bagi kader muda NU yang berniat melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Bagi calon mahasiswa yang ingin mendaftar cukup membawa bukti sertifikat mengikuti pengkaderan atau surat rekomendasi dari pimpinan cabang atau ranting.?

Wakil Ketua Bidang Akademik STISNU, Muhamad Qustulani menjelaskan program beasiswa ini diharapkan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan sumber daya generasi muda NU di Tangerang.

STISNU Tangerang Gelontorkan Beasiswa untuk Kader Muda NU (Sumber Gambar : Nu Online)
STISNU Tangerang Gelontorkan Beasiswa untuk Kader Muda NU (Sumber Gambar : Nu Online)

STISNU Tangerang Gelontorkan Beasiswa untuk Kader Muda NU

"Seperti Banser, Ansor, Muslimat, Fatayat, IPNU atau IPPNU diharapkan bisa kuliah di kampus NU," kata Qustulani, Rabu (1/6).

STISNU akan memberikan diskon pendaftaran kuliah hingga 35% dari total awal studi Rp 650.000. Mereka cukup membayar Rp 400.000 serta gratis infaq gedung sebesar Rp 2.000.000.

KH A. Baijuri Khotib, Ketua STISNU Nusantara menambahkan, program ini juga berlaku untuk kalangan santri dan masyarakat umum. Syaratnya hampir sama, bagi santri cukup membawa surat rekomendasi dari pesantren. Sedangkan untuk masyarakat umum, mendapat rekomendasi dari pengurus NU atau pesantren setempat.

"Ini adalah komitmen kampus terhadap NU dan pesantren di Tangerang," ujar Baijuri.

Mujahidin Cyber

Saat ini STISNU Nusantara Tangerang memiliki dua program studi, yaitu Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Keluarga. Program keahlian khusus mahasiswa untuk Hukum Ekonomi Syariah (Syariat Virtual) merupakan program sertifikasi keahlian dari bank dan lembaga ekonomi lain. Sedangkan program Hukum Keluarga, yaitu syariah pendidikan, mahasiswa akan dibekali materi kependidikan yang disertifikasi oleh Badan Akreditasi Provinsi. (Qustulani Muhamad/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Ahlussunnah, Quote, Sejarah Mujahidin Cyber

Selasa, 23 Januari 2018

Sembilan Prioritas Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama

Jakarta, Mujahidin Cyber. Pada Bab III Renstra Kementerian Agama 2015-2019 yang berisi Arah Kebijakan dan Strategi Kementerian Agama disebutkan, penyelenggaraan program penelitian pengembangan dan pendidikan pelatihan Kementerian Agama terkait erat dengan kebijakan dalam hal penguatan tata kelola pembangunan bidang agama dan bidang pendidikan pada Kementerian Agama. Lebih khusus lagi dalam penyediaan hasil penelitian dan pengembangan sebagai landasan bagi perumusan kebijakan, serta peningkatan kualitas aparatur Kementerian Agama melalui pendidikan dan pelatihan. 

Sembilan Prioritas Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Sembilan Prioritas Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Sembilan Prioritas Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama

Hal itu juga sesuai dengan Visi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama yaitu: Terwujudnya bahan penyusunan kebijakan berbasis penelitian dan pengembangan, dan tersedianya sumberdaya manusia profesional di lingkungan Kementerian Agama. Hasil yang hendak dicapai dari program penelitian pengembangan dan pendidikan pelatihan di bidang kelitbangan adalah meningkatnya pemanfaatan data dan informasi serta rancangan kebijakan berbasis penelitian dan pengembangan. 

Indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan tersebut adalah persentase hasil penelitian dan pengembangan yang digunakan oleh pimpinan dan unit-unit teknis Kementerian Agama serta masyarakat yang pada tahun 2016 ditargetkan sebanyak 67%. Sedangkan dibidang kediklatan hasil yang ingin dicapai adalah meningkatnya kualitas aparatur Kementerian Agama yang berintegritas, profesional, bertanggungjawab, inovatif, dan berketeladanan. 

Selain itu persentase sumber daya manusia pejabat struktural, fungsional tertentu, dan 2 fungsional umum yang mengikuti diklat yang pada tahun 2016 ditargetkan sebanyak 22%. Untuk mencapai sasaran Program Penelitian Pengembangan dan Pendidikan Pelatihan Kementerian Agama, ada 9 (sembilan) kegiatan prioritas yang dilaksanakan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama yang meliputi fungsi agama dan fungsi pendidikan. 

Mujahidin Cyber

Kegiatan prioritas tersebut adalah Pembinaan Administrasi dan Tugas Teknis Lainnya Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (fungsi agama, penanggung jawab Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur?an); Penelitian dan Pengembangan Kehidupan Keagamaan (fungsi agama, penanggung jawab Kepala Puslitbang Kehidupan Keagamaan); Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Agama dan Keagamaan (fungsi pendidikan, penanggung jawab Kepala Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan); Penelitian dan Pengembangan Lektur dan Khazanah Keagamaan (fungsi agama, penanggung jawab Kepala Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan); Penelitian dan Pengembangan Lektur dan Khazanah Pendidikan Keagamaan (fungsi pendidikan, penanggung jawab Kepala Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan).

Berikutnya adalah Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Administrasi (fungsi agama, penanggangjawab Kepala Pusdiklat Tenaga Administrasi); Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Teknis Pendidikan (fungsi pendidikan, penanggang jawab Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan);. Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Teknis Keagamaan (fungsi agama, penanggang jawab Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan); dan Dukungan Manajemen dan Pelaksananaan Tugas Lainnya Badan Litbang dan Diklat (fungsi agama, penanggangjawab Sekretaris Badan Litbang dan Diklat. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Sejarah Mujahidin Cyber

Minggu, 21 Januari 2018

LAZISNU Buka Posko Sahabat Sehat di Lokasi Bencana Wonogiri

Wonogiri, Mujahidin Cyber. NU Care-LAZISNU Jawa Tengah bekerjasama dengan Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Jateng, dan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Wonogiri membuka posko Sahabat Sehat NU Care-LAZISNU, Sabtu (16/12) di Kecamatan Karangtengah, Wonogiri, Jawa Tengah.

Posko merupakan wujud program Layanan Kesehatan Gratis (LKG) yang kali itu merupakan tahap kedua dari posko yang dibuka pasca kejadian bencana alam Wonogiri.

LAZISNU Buka Posko Sahabat Sehat di Lokasi Bencana Wonogiri (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Buka Posko Sahabat Sehat di Lokasi Bencana Wonogiri (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Buka Posko Sahabat Sehat di Lokasi Bencana Wonogiri

"Untuk tahap kedua ini, tim kami ada 14 orang di posko kesehatan. Nanti ada penyerahan donasi untuk renovasi rumah ibadah, penyerahan Al-Quran, mukena, dan bantuan untuk warga," ujar Zainuddin, Sekretaris NU Care-LAZISNU Jateng.

Beberapa dokter dan tenaga medis dari LKKNU Jateng dan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Wonogiri digandeng untuk kepentingan layanan tersebut.

Koordinator tim NU Care-LAZISNU, Dewi Nafisa menjelaskan agenda pada hari itu dimulai dengan upacara pembukaan, penyerahan bantuan untuk rumah ibadah maupun warga, penyerahan bantuan Al Quran dan mukena, dilanjutkan dengan pelayanan kesehatan serta pemberian makanan tambahan.

Mujahidin Cyber

"Satu hari ini kami maksimalkan dengan layanan kesehatan, serah terima donasi dan ada PMT (pemberian makanan tambahan)," tutur Dewi.

Dewi menambahkan acara ini didukung oleh beberapa instansi maupun organisasi.

"Yang juga ikut dari RSI Sultan Agung Semarang, BEM Universitas Semarang, Muslimat NU Jateng," tambahnya.

Mujahidin Cyber

Selain itu, beberapa relawan dari UIN Walisongo Semarang dan Sahabat NU Care-LAZISNU Wonogiri.

"Beberapa relawan ada yang dari UIN Walisongo. Untuk tuan rumahnya LAZISNU Wonogiri," papar Dewi. (Muhammad Riza Syauqi/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Internasional, Sejarah, Amalan Mujahidin Cyber

Minggu, 14 Januari 2018

Turun ke Desa-desa, Ansor Winong Dekatkan Pemuda lewat ‘Jagor’

Pati, Mujahidin Cyber

Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Winong Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dalam upaya mendekatkan organisasinya dengan pemuda melalui progam Jagor (Jagong Bareng Ansor ).

Jagor merupakan salah satu progam utama di kemimpinan Agus Arif Musthofa. Kegiatan ini merupakan upaya dari pengurus untuk menyosialisasikan GP Ansor ke pemuda di pedesaan wilayah Kecamatan Winong.

Turun ke Desa-desa, Ansor Winong Dekatkan Pemuda lewat ‘Jagor’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Turun ke Desa-desa, Ansor Winong Dekatkan Pemuda lewat ‘Jagor’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Turun ke Desa-desa, Ansor Winong Dekatkan Pemuda lewat ‘Jagor’

PAC GP Ansor Winong berharap dengan harapan setelah adanya sosialisasi tersebut masyarakat lebih mengenal Ansor sehingga mau berjuang sebagai kader Ansor di setiap ranting,” kata Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Winong Agus.

Mujahidin Cyber

Pada peringatan hari lahir ke-91 NU, 31 Januari kemarin, PAC GP Ansor Kecamatan Winong menggelar program tersebut. Jagor kedua ini bertempat di Desa Godo, Kecamatan Winong. Forum diikuti pemuda masyarakat Desa Godo.

Mujahidin Cyber

M Ismail selaku Ketua Pengurus Ranting NU (PRNU) Desa Godo yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa Ansor masuk Desa Godo mulai tahun 2007. Namun, seiring berjalannya waktu GP Ansor setempat vakum hingga saat ini.

Ia berharap adanya turun ke bawah bisa menimbulkan semangat baru bagi kader muda NU Godo. “Terlebih perlunya dibentuk kepengurusan GP Ansor di tingkat Desa Godo. Hal ini bisa dilaksanakan setelah adanya sosialisasi oleh PAC Ansor Winong,” tuturnya.

Pemuda peserta Jagor kali ini tampak antusias, hingga usai sosialisasi langsung diadakan pemilihan ketua Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Godo. Terpilihlah Kumari selaku ketua ansor dan Muhammad Jais sebagai kasatkorkel Banser. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sejarah, Quote Mujahidin Cyber

Sabtu, 13 Januari 2018

Jantiko Mantab dan Dzikrul Ghofilin Semaan Al-Quran di PBNU

Jakarta, Mujahidin Cyber. Jamaah Jantiko Mantab dan Dzikrul Ghofilin menggelar semaan Al-Quran di halaman gedung PBNU, jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Sabtu (21/12). Kegiatan berlangsung selepas shalat Subuh Sabtu sampai malam.

Jantiko Mantab dan Dzikrul Ghofilin Semaan Al-Quran di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Jantiko Mantab dan Dzikrul Ghofilin Semaan Al-Quran di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Jantiko Mantab dan Dzikrul Ghofilin Semaan Al-Quran di PBNU

Puluhan jamaah mendengarkan bacaan-bacaan Al-Quran yang dilantukan para hafiz (penghafal Al-Quran) secara bergiliran. Al-Quran dibacakan tuntas 30 juz.

Pada puncak acara, Sabtu malam, hadir Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Wakil Menteri Agama RI yang juga Musytasyar PBNU Prof. Nasaruddin Umar.

Mujahidin Cyber

Menurut salah seorang jamaah, KH Nurkholis Aziz, kegiatan semaan Al-Quran Jantiko Mantab dab Dzikrul Gofilin tersebut? dilaksanakan tiap selapanan atau 35 hari yang jatuh pada Sabtu Wage.

Nurkholis menambahkan, dua jamaah yang didirikah KH Hamim Jazuli dan KH Ahmad Sidiq yang disatukan dalam satu “paket” tersebut memiliki waktu semaan Al-Quran berbeda-beda. Tapi rentang waktunya sama, yaitu selapanan. ?

Mujahidin Cyber

Ia menambahkan, sebelum mulai semaan, jemaah meniatkan diri untuk mewakili keluarga, masyarakat untuk kebaikan bangsa ini. “Kemudian dilanjutkan dengan tawasul kepada Nabi kepada para wali Allah,” katanya.

Tidak ketinggalan juga, kata dia, memohon kepada Allah untuk dikabulkan hajat (kebutuhan, keinginan) para jamaah masing-masing. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Olahraga, Sejarah Mujahidin Cyber

Jumat, 05 Januari 2018

Banser Lampung Dan Masyarakat Metro Gelar Baksos Peringati Harlah Ansor

Metro, Mujahidin Cyber. Memperingati 83 tahun hari lahir Gerakan Pemuda Ansor, Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Banser Lampung bekerja sama dengan Paguyuban Purwoasri Bersatu menggelar bakti sosial penyembuhan alternatif dengan menurunkan kader Banser yang telah teruji menyembuhkan masyarakat sejumlah provinsi di Indonesia.

"Ini upaya mematuhi apa disampaikan Rasulullah Muhammad SAW, sebaik-baik manusia ialah yang bermanfaat bagi manusia lainnya, daripada ngalor-ngidul,kesana kemari pamer bendera, pamer simbol, lebih baik berbuat," ujar Kasatkorwil Banser Lampung Tatang Sumantri, di Metro, Kamis (6/4).

Banser Lampung Dan Masyarakat Metro Gelar Baksos Peringati Harlah Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Lampung Dan Masyarakat Metro Gelar Baksos Peringati Harlah Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Lampung Dan Masyarakat Metro Gelar Baksos Peringati Harlah Ansor

Tatang menambahkan, bakti sosial penyembuhan alternatif ATS Metode tersebut digelar di Masjid Ar Rohim, Kelurahan Purwoasri, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Sabtu 8 April 2017, pukul 08.00-16.00 WIB. Informasi dan pendaftaran, Asiten Perbekalan (Askal) Satkorwil Banser Lampung, Maryanto di nomor 081272469630.

Satkorwil Banser Lampung, kata dia menambahkan, menurunkan Asinfokom Satkornas Banser Gatot Arifianto untuk menyembuhkan 70 masyarakat Metro yang sakit.

Aktivis Gusdurian, motivator, praktisi Hypnosis, Kultivasi Energi Ilahi, Neo Neuro-Lingusistic Programing dan Aji Tapak Sesontengan itu, ujar Tatang lagi, akan berupaya menyembuhkan sejumlah penyakit seperti alergi dingin, mata minus dan plus, nyeri persendian, sakit pinggang, sakit gigi, migrain, vertigo, saraf kejepit, sakit tengkuk, lemah syahwat, ? asam urat, asma, bronchitis hingga diabetes.

"Saya sakit maag akut. Alhamdulillah sembuh dengan penyembuhan relatif cepat dan tidak sakit," ujar Ketua PC GP Ansor Pare-Pare, Sulawesi Selatan, Edi Rahmadi.

Mujahidin Cyber

Pernyataan senada disampaikan Aba Rouf, warga Paser, Kalimantan Timur. Saat mengikuti kegiatan, ? penyakit maagnya kambuh.

"Setelah disentuh sebentar oleh sahabat Gatot selaku instruktur kegiatan, Alhamdulillah ada perbaikan. Tidak terasa sakit, langsung ada reaksi, sekitar tiga menit. Saya membuktikan sendiri jadi saya yakin bukan dibuat-buat," kata Rouf lagi.

?

Mujahidin Cyber

Warga Muna, Sulawesi Tenggara, Farahu juga memberikan kesaksian mengenai ATS Metode. Saat mengikuti kegiatan dan Gatot menjadi instruktur, dirinya terserang demam ? sehingga keluar dari ruang ber-AC.

"Tapi setelah disentuh-sentuh sebentar tanpa sakit oleh instruktur kami, ada perubahan sehingga tak berapa lama berani masuk ruangan ber-AC lagi," kata Farahu. (Erli Badra/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ubudiyah, Sejarah Mujahidin Cyber

Rabu, 20 Desember 2017

Jamaah Haji Probolinggo Gelar Tasyakuran

Probolinggo,Mujahidin Cyber. Sedikitnya 660 orang jamaah haji Kloter 47 dan Kloter 48 Kabupaten Probolinggo tahun 2015 dan ratusan Calon Jamaah Haji (CJH) tahun 2016 mengikuti tasyakuran kedatangan jamaah haji yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo dan PCNU Kota Kraksaan, Ahad (15/11).

Kegiatan yang digelar di Pondok Pesantren Rahmatal Lil ‘Alamin di Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari, Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H Busthami, Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi dan sejumlah pengurus lembaga, lajnah dan badan otonom NU se- Kabupaten Probolinggo.

Jamaah Haji Probolinggo Gelar Tasyakuran (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamaah Haji Probolinggo Gelar Tasyakuran (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamaah Haji Probolinggo Gelar Tasyakuran

Tasyakuran kedatangan jamaah haji ini diawali dengan tahlil bersama yang ditujukan kepada seluruh jamaah haji Kabupaten Probolinggo yang wafat karena menjadi korban tragedi Mina. Disamping juga jamaah haji yang wafat karena sakit. Dimana tahlil sendiri dipimpin oleh Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili.

Mujahidin Cyber

Mustayar PCNU Kabupaten Probolinggo yang juga A’wan PWNU Provinsi Jawa Timur H Hasan Aminuddin mengungkapkan bahwa pelaksanaan ibadah haji tahun ini memang banyak cobaan yang dihadapi oleh jamaah haji Indonesia, mulai dari jatuhnya crane dan insiden Mina.

Mujahidin Cyber

“Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan haji atas meninggalnya salah satu keluarga yang melaksanakan ibadah haji. Sebab ini merupakan ujian dari Allah SWT dan diluar batas kemampuan manusia,” ujarnya.

Menurut Hasan, pelaksanaan ibadah haji khususnya di Kabupaten Probolinggo mulai dari berangkat hingga kembali ke tanah air selalu dipantau baik oleh pemerintah daerah maupun PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan. “Hal ini merupakan sebuah pelayanan yang diberikan kepada tamu Allah supaya menjadi terhormat,” jelasnya.

Anggota Komisi VIII DPR RI ini menjelaskan, predikat haji mabrur diperoleh sesudah datang dari tanah suci. Indikasinya, amal ibadah yang dilakukan selalu ada peningkatan serta mempertahankan amalan ibadah  yang telah dilaksanakan selama di tanah suci.

“Perilaku atau perbuatan harus ada perbedaan dari sebelum melaksanakan ibadah haji hingga setelah melaksanakan ibadah haji. Amalan ibadah juga semakin ditingkatkan. Selain itu, perilaku atau perbuatan terhadap masyarakat juga semakin meningkat untuk mewujudkan hablum minallah dan hablum minannas,” pungkasnya.

Sementara Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari menyampaikan bahwa musibah kejadian Mina yang mewafatkan belasan jamaah asal Kabupaten Probolinggo adalah cobaan. Sehingga diharapkan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. “Karena semua ini sudah takdir, beliau-beliau yang wafat dalam keadaan syahid. Dan keluarga pun semoga menerima dengan lapang dada,” katanya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sejarah, Pondok Pesantren, News Mujahidin Cyber

Kamis, 14 Desember 2017

Fakultas Tarbiyah UIN Walisongo Gandeng SES Jerman

Semarang, Mujahidin Cyber. Dalam rangka penguatan mutu pendidikan berwawasan internasional, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggandeng Senior Expert Service (SES) Jerman.

Ini kali kedua SES mengirimkan tenaga ahli ke UIN Walisongo untuk menularkan ilmu kepada para dosen dan mahasiswa," kata Dekan FITK Dr H Raharjo MEd St saat menyambut kehadiran Martin Arndt PhD di Auditorium Fakultas siang ini Senin (29/8).

Fakultas Tarbiyah UIN Walisongo Gandeng SES Jerman (Sumber Gambar : Nu Online)
Fakultas Tarbiyah UIN Walisongo Gandeng SES Jerman (Sumber Gambar : Nu Online)

Fakultas Tarbiyah UIN Walisongo Gandeng SES Jerman

Martin, lanjut Raharjo, akan menularkan ilmu bahasa inggris, filsafat, teologi dan kebudayaaan untuk civitas akademika UIN Walisongo. Diharapkan kehadiran dosen tamu dari Jerman ini membawa atmosfir akademik FITK menjadi lebih baik.

Mujahidin Cyber

"Potensi civitas akademika kita sudah bagus dan memang perlu ditingkatkan ketrampilannya agar benar-benar membawa manfaat bagi pengembangan lembaga," kata Raharjo. Sehingga, hadirnya dosen tamu Jerman selama satu bulan ini mampu menjadi pendamping pemahaman cross culture understanding dalam pengayaan kearifan lokal yang kita miliki.

Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Dr H Ikhrom MAg mengapreseasi hadirnya dosen tamu dari Eropa. "Ini menjadi pintu pembuka menuju UIN sebagai world university yang selalu membuka kerja sama dengan Eropa dan negara lainnya," imbuhnya. Tujuan utama menghadirkan dosen tamu juga agar membekali para dosen dengan wawasan internasional.

Mujahidin Cyber

Kementerian Agama lewat Direktorat Pendidikan Tinggi Islam selalu mendorong agar UIN tampil di depan dalam mengawal visi world university. "FITK UIN menyambutnya dengan menjalin kerja sama dengan lembaga luar negeri terutama Jerman dalam mendampingi dosen," tegasnya.

Gerakan menjadikan kampus kelas dunia perlu dimulai secara serentak. Selain menguatkan jaringan luar negeri, SDM dosen dan mutu lulusan mahasiswa juga perlu dijaga. "Berbekal kegiatan semacam inilah, niatan pengembangan institusi itu akan terwujud," pungkasnya.

Martin Arndt merasa gembira atas sambutan UIN Walisongo yang penuh ramah. "Saya sangat senang bisa hadir di Indonesia dan berbagi ilmu dengan akademisi UIN Walisongo" ungkapnya. Ia pun siap untuk berdiskusi dan mengajar selama berada di UIN. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sejarah Mujahidin Cyber

Sabtu, 09 Desember 2017

Begini Perayaan Maulid Nabi di Sekolah NU Sidoarjo

Sidoarjo, Mujahidin Cyber. Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Pucang, MTs/MA Bilingual Muslimat NU Pucang Sidoarjo, Jawa Timur menggelar istighotsah (dzikir shalawat), shalawat Al-Banjari, ceramah, pentas seni dan bazar di mushalla dan halaman sekolah, Senin (11/1).

Begini Perayaan Maulid Nabi di Sekolah NU Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Begini Perayaan Maulid Nabi di Sekolah NU Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Begini Perayaan Maulid Nabi di Sekolah NU Sidoarjo

"Kegiatan ini merupakan momentum aktualisasi diri melalui unjuk kreativitas dan jiwa interpreneur dengan dzikir dan sholawat," kata ketua panitia acara peringatan Maulid Nabi Muhammad, Lukman Aji (30).

Lukman menegaskan bahwa dengan diadakannya acara itu membiasakan siswa dan civitas akademik untuk berdzikir dan bershalawat. Karena, di lembaganya merupakan Lembaga Pendidikan Islam dibawa naungan NU. Disamping itu, untuk mengimplementasikan nilai-nilai kejujuran.

Mujahidin Cyber

"Sebagai Lembaga Pendidikan Islam, dzikir dan shalawat harus dibiasakan. Anak-anak juga akan menampilkan kreativitasnya masing-masing. Untuk menguji mental mereka agar tidak demam panggung. Kami pun juga merangsang kreativitas mereka," terangnya.

Mujahidin Cyber

Pada bazar itu, para siswa membeli jajan atau sesuatu yang disukai tidak menggunakan uang. Tetapi mereka membelinya dengan kupon yang dibagikan sesudah dzikir bershalawat. Setiap kelas mempunyai ciri-ciri berbeda dan masing-masing kelas mempunyai stand sendiri-sendiri.

Menurut Lukman, pada acara bazar itu, para siswa menampilkan bazar yang menarik dan unik dari setiap produknya. Ada yang menjadi marketing bertugas mempromosikan atau menawarkan dagangannya, dan ada pula yang menjadi penjualnya.

"Kegiatan ini Insya Allah rutin diadakan setiap tahun. Namun inovasinya berbeda-beda setiap tahunnya. Bazar itu sendiri melibatkan siswa, guru serta wali kelas. Makanan yang ada pada bazar harus halal dan sehat. Kami juga mewanti-wanti pentol atau cilok. Karena sinyalir daging-daging atau mencegah hal-hal tidak diinginkan," jelasnya.

Acara yang diikuti sekitar 1450 siswa/i dari MINU Pucang, MTs/MA Bilingual Muslimat NU Pucang Sidoarjo dari kelas I-X berjalan lancar dan penuh khidmat. Para siswa mengikuti acara tersebut dengan tertib dan sungguh-sungguh. Bahkan mereka berharap, setelah mengikuti acara itu menjadi siswa yang berprestasi dan menjadi anak yang saleh.

Faliq Hildan siswa kelas IV mengaku senang dapat mengikuti acara itu. "Senang dan saya sama sekali tidak grogi. Semoga saya menjadi siswa yang terfaforit," ucap Faliq yang bertugas membaca shalawat dan kolaborasi dai cilik ini. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sejarah, Amalan, Fragmen Mujahidin Cyber

Rabu, 06 Desember 2017

Islam Nusantara, Islam yang Merangkul Nusantara

Solo, Mujahidin Cyber. Model Islam yang dibawa para walisongo ke Nusantara, atau kemudian populer disebut sebagai istilah Islam Nusantara, menjadikan kebudayaan Nusantara sebagai sarana untuk berdakwah.

Islam Nusantara, Islam yang Merangkul Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Nusantara, Islam yang Merangkul Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Nusantara, Islam yang Merangkul Nusantara

Demikian menurut Wakil Ketua Pengurus Cabang Internasional Nahdlatul Ulama (PCINU) Amerika Serikat, Akhmad Sahal pada kegiatan bedah buku Islam Nusantara yang diselenggarakan Lakpesdam NU Surakarta, di Kantor NU setempat, Kamis (27/8) malam.

“Islam Nusantara itu Islam yang merangkul Nusantara. Maksudnya, dalam pendekatan terhadap kenyataan kebudayaan Nusantara ini tidak memakai cara tumpas kelor, tetapi dijadikan sarana untuk pengislaman, dan selaras dengan Islam,”

Mujahidin Cyber

Ditambahkan Sahal, model Islam Nusantara yang membawa nilai dakwah yang santun dan damai, merupakan perwujudan dari Islam yang kaffah (menyeluruh) dan rahmatan lil alamin. “Islam Nusantara ini Islam yang kaffah dan memakai ilmu, bukan sekedar pokoe (yang penting) memakai istilah kaffah,” jelas Sahal.

Lebih lanjut diungkapkan Sahal, para ulama Islam Nusantara ini memiliki sanad keilmuan yang bersambung hingga Rasulullah saw. “Jadi sanadnya bukan dari Syekh Google. Tapi mereka mendapatkannya dari para guru yang memiliki mata rantai keilmuan hingga Rasulullah,” ujar dia.

Mujahidin Cyber

Sementara itu, menurut narasumber lainnya, KH Abdullah Sa’ad, munculnya istilah Islam Nusantara masih perlu dikaji lebih lanjut, khususnya yang perlu dicari pertama kali adalah siapa yang memulai memperkenalkan istilah ini.

“Kalau dalam bahasa pesantren, perlu diketahui dulu siapa mushanifnya dari mana asalnya, agar lebih jelas ketika kita akan memberikan hukum terhadap sesuatu, termasuk Islam Nusantara ini,” ujar Pengasuh Pesantren Al-Inshof Karanganyar, Jawa Tengah itu. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hikmah, Sejarah Mujahidin Cyber

Selasa, 28 November 2017

Optimalkan Jaringan Pesantren untuk Gerakan Anti-Korupsi

Surabaya, Mujahidin Cyber. Sejumlah alim ulama se-Surabaya mengadakan halaqoh membangun gerakan pesantren anti korupsi, Ahad (30/8). Kegiatan dipungkasi dengan deklarasi sebagai komitmen mereka mengawal perbaikan di negeri ini lewat pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Dalam pandangan Wuryono Prakoso, Indonesia memiliki kekayaan alam dan sumber daya manusia yang sangat luar biasa. Bahkan dalam pandangan devisi pendidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, banyak hal yang membuat Indonesia sebenarnya bisa lebih unggul dari negara manapun di dunia.?

Optimalkan Jaringan Pesantren untuk Gerakan Anti-Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Optimalkan Jaringan Pesantren untuk Gerakan Anti-Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Optimalkan Jaringan Pesantren untuk Gerakan Anti-Korupsi

"Tapi mengapa kita tertinggal? Tidak lain karena korupsi telah menggerogoti negeri ini," katanya.

Mujahidin Cyber

Namun demikian, ada potensi besar yang dapat dioptimalkan untuk meminimalisir atau bahkan meniadakan sama sekali korupsi di negeri ini yakni dengan tersebarnya ribuan pesantren. "Ada sekitar 27 ribu pesantren di Indonesia," katanya. Kalau setiap pesantren memiliki 300 santri saja, maka akan tersedia 8 juta lebih elemen yang bisa digerakkan untuk tujuan pemberantasan korupsi tersebut.

Pandangan lain disampaikan Laode M Syarif dari Partnership. Tahun 1961, Mohammad Hatta telah mengingatkan korupsi jangan sampai dibiarkan menjadi budaya di Indonesia. Karena itu sejumlah ikhtiar harus dilakukan agar kejahatan ini tidak merusak pembangunan dan capaian yang harus diraih bangsa.

Mujahidin Cyber

"Kita masih memiliki harapan karena dalam pandangan masyarakat, ada beberapa elemen yang dipercaya masih bersih dari tidakan korupsi," kata salah seorang kandidat komisioner KPK ini. Secara rinci, ia menyebutkan masjid, gereja, pura, kantor pos, media dan lembaga swadaya masyarakat sebagai pihak yang bersih.?

Kondisi ini sangat berbalik dengan keberadaan kepolisian, kejaksaan, pengadilan, kantor imigrasi, kantor pajak, dan partai politik yang sudah dianggap sebagai sarang tindakan korupsi.

Baginya, keberadaan pesantren masih dipercaya masyarakat untuk bisa melakukan perbaikan di negeri ini dari tindakan korupsi. "Karena itu, pesantren harus berani mempertanyakan sejumlah bantuan yang akan diterima dari berbagai kalangan," terangnya.

Narasumber lain yakni Kiai Maruf Khozin mengemukakan hasil keputusan pertemuan sejumlah kiai dan ulama di Yogyakarta serta Muktamar Ke-33 NU yang memberikan perhatian kepada tindakan korupsi. "Bahkan NU telah menyepakati, dalam kondisi negeri yang sedang genting, maka para koruptor dan pelaku pencucian uang layak mendapat hukuman mati," kata aktivis bahtsul masail ini.

Di akhir acara, dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama gerakan pesantren anti-korupsi. Tampak bergabung Ahmad Suaedy dari Gusdurian, sejumlah pengasuh pesantren serta alim ulama dari Sidoarjo dan Surabaya. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sejarah, Hadits, Olahraga Mujahidin Cyber

Senin, 27 November 2017

Peserta BPUN Karanganyar Ngaji Jurnalistik

Karanganyar, Mujahidin Cyber. Sebanyak 51 peserta program Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) GP Ansor Karanganyar 2015 mengikuti pelatihan jurnalistik di pesantren “Darul Aitam wal Masakin Ilyas” kabupaten Karanganyar. Mereka mempelajari teori jusrnalistik dasar yang mencakup pengertian jurnalistik, unsur, peran, dan foto jurnalistik.

Peserta BPUN Karanganyar Ngaji Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta BPUN Karanganyar Ngaji Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta BPUN Karanganyar Ngaji Jurnalistik

Hadir sebagai pemateri pada Ahad (17/5) Ketua PMII Kota Solo Ahmad Rodif Hafidz yang juga mantan wartawan lokal. Ia mendorong peserta mencintai dunia kepenulisan sejak dini. Sebagai calon mahasiswa, peserta yang merupakan alumni SMA, SMK, dan MA di wilayah Karanganyar dan sekitarnya perlu mengerti teknik penulisan.

"Budaya menulis harus terus dikenalkan dan dikembangkan khususnya bagi para calon mahasiswa karena ini merupakan bekal penting jika sudah menjadi mahasiswa," kata Rodif.

Mujahidin Cyber

Dengan mengetahui jurnalistik, seseorang tidak mudah tergiring opini ketika membaca, melihat, atau mendengarkan informasi atau berita dari berbagai media.

"Jadi, para calon mahasiswa ini harus dapat berpikir kritis kalau sudah berada di kampus. Salah satu cara mengasah kekritisan yaitu dengan belajar jurnalistik," kata mahasiswa UNS ini.

Mujahidin Cyber

Peserta yang mengikuti pelatihan ini terbilang antusias. Pasalnya, metode pelatihan yang diberikan cukup menarik dan interaktif. Apalagi ketika dua orang peserta diminta maju ke depan untuk menarasikan cerita yang di dalamnya mengandung unsur-unsur jurnalistik seperti 5W+1H dan investigasi.

Salah seorang peserta Erwin mengaku senang bisa mengikuti pelatihan jurnalistik dan langsung mempraktikannya. "Meskipun masih sulit karena baru belajar tapi senang karena dengan menulis kita bisa menuangkan ide-ide kita," tuturnya.

Setelah dikenalkan teori dasar jurnalistik, para peserta diminta untuk langsung mempraktikannya dengan membuat sebuah berita pendek seputar kegiatan pelatihan ini. Dari 51 tulisan, kemudian dipilih 3 tulisan terbaik karya Paramita KD, Nurul RI, dan Rani Alinda Sari. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Cerita, Sejarah Mujahidin Cyber

Rabu, 22 November 2017

Bantu Rohingya, Ketua AKIM: Bukan Hanya Jangka Pendek

Tangerang Selatan, Mujahidin Cyber



Ketua Pelaksana Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM) M Ali Yusuf mengatakan, pihaknya memberikan bantuan kepada warga Rohingya bukan hanya yang berorientasi jangka pendek, tetapi juga jangka panjang.

Bantu Rohingya, Ketua AKIM: Bukan Hanya Jangka Pendek (Sumber Gambar : Nu Online)
Bantu Rohingya, Ketua AKIM: Bukan Hanya Jangka Pendek (Sumber Gambar : Nu Online)

Bantu Rohingya, Ketua AKIM: Bukan Hanya Jangka Pendek

“Program kita berjangka pendek dan jangka panjang untuk mereka,” kata Ali saat mengisi acara diskusi di UIN Syarif Hidyatullah Tangerang Selatan, Selasa (19/9).

Salah satu program bantuan jangka pendeknya adalah pemberian makanan, logistik, dan obat-obatan. Sedangkan program jangka panjangnya seperti membangun sekolah, rumah sakit, hingga melakukan diplomasi-diplomasi kepada pihak terkait agar tercipta perdamaian yang berkelanjutan.

Selain itu, Ali juga menuturkan kalau merenovasi pasar dan jalan juga termasuk ke dalam program-program jangka panjang yang disusunnya. 

“Niatnya kita adalah solusi jangka panjang,” tegasnya.

Mujahidin Cyber

Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LBBI NU) itu berharap, AKIM bisa menjadi pendorong atas terciptanya solusi di Rakhine State sehingga antara satu pihak dengan yang lainnya bisa saling menerima kembali.

Di satu sisi, Pemerintah Indonesia melakukan diplomasi dengan Pemerintah Myanmar untuk menyelesaikan konflik di Rakhine. Sedangkan di sisi lain, masyarakat Indonesia dan masyarakat Myanmar juga seharusnya lebih intensif untuk mendiskusikan hal ini. Indonesia bisa menjadi contoh bahwa beda agama dan suku bisa hidup bersama dalam satu wilayah. 

Ali menerangkan, dulu etnis Rohingya dengan warga Myanmar lainnya, terutama suku Rakhine, sempat untuk hidup bersama meski ada perselisihan kecil di sana-sini. Namun, setelah junta militer menguasai pemerintaha, etnis Rohingya menjadi termarjinalisasikan bahkan dipersekusi. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)  

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sejarah, Olahraga Mujahidin Cyber

Jumat, 27 Oktober 2017

Gus Sholah Akui Terima Dana DKP untuk Kemanusiaan

Jakarta, Mujahidin Cyber. Mantan calon wakil presiden Sholahuddin Wahid (Gus Solah) mengakui timnya menerima aliran dana nonbudgeter Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) sebanyak Rp 200 juta. Namun dana itu tidak digunakan untuk kampanye melainkan bagi pelaksanaan kegiatan kemanusiaan.

"Tim saya menerima dana itu tetapi tentunya yang menerima ditujukan kepada saya. Jadi diakui tim yang menerima tetapi tim ini bukan tim kampanye," kata Gus Sholah, di Jakarta, Rabu (23/5) kemarin usai seminar yang digelar Gerakan Jalan Lurus. Saat pemilu 2004, Gus Sholah berpasangan dengan capres Wiranto.

Gus Sholah Akui Terima Dana DKP untuk Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah Akui Terima Dana DKP untuk Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah Akui Terima Dana DKP untuk Kemanusiaan

Menurut Gus Solah, dana tersebut diterima oleh tim yang membantunya sejak sebelum menjadi cawapres hingga sekarang dan sesuai dengan catatan yang dimiliki, dana yang diterima Rp 200 juta.

Adik kandung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu menyarankan, agar tidak simpang siur, sebaiknya masalah tersebut segera diselesaikan di pengadilan sehingga segera diketahui kejelasannya. Ia juga mengatakan siap untuk mengembalikan dana tersebut jika pengadilan memutuskan demikian.

Sementara itu, untuk dana asing yang digunakan dalam Pemilihan Presiden 2004, Gus Solah mengatakan tidak menerima dana tersebut dan meminta Amien Rais untuk membuktikan ucapannya tentang adanya dana asing tersebut.

Mujahidin Cyber

"Kalau Pak Amien katakan ada, ya Pak Amien harus beri indikasi, dari mana kok tahu kalau ada dana asing. Kalau iya, tolong dibuktikan agar tidak membingungkan masyarakat," ujarnya.

Namun Gus Solah meragukan penerima transfer dana asing tersebut dapat diketahui meskipun dengan membuka data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Karena si pemilik rekening belum tentu adalah penerima yang sesungguhnya, katanya. (ant/rif)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sejarah, Nasional, Budaya Mujahidin Cyber

Jumat, 13 Oktober 2017

Indahnya Kebersamaan, Sekolah NU Ini Mayoritas Gurunya Muhammadiyah

Kang Ranto, begitu aku biasa memanggilnya. Nama lengkapnya adalah Drs. Sugiranto, M.Pd. Beliau adalah guru SLB Maarif Muntilan, sekaligus sekretaris Panitia Pengadaan Tanah sekolah tersebut. Selain mengajar, Kang Ranto juga punya perusahaan konveksi yang tenaga kerjanya adalah para mantan siswa SLB yang sudah dididik olehnya. Beliau juga punya toko alat olahraga yang dikelola oleh istrinya. Selain olah raga, hobi beliau adalah memelihara burung murai. Dan di desanya dikenal sebagai orang yang suka memberdayakan pemuda dan masyarakat lewat ternak cacing. Dan itu menghantarnya masuk TV Jogja sebagai narasumber dalam acara kontak tani.

Kang Ranto mengajar di SLB Maarif Muntilan sejak tahun 1993. Yang paling aku suka dari beliau adalah semangat dan komitmennya dalam mengelola anak-anak berkebutuhan khusus. Bisa dibilang setiap hari Kang Ranto pulang dari sekolah setelah pukul 17.00. Hari-harinya habis di sekolah. Entah itu untuk memberesi administrasi pelaporan, membuat PTK (penelitian tindakan kelas), bahkan menunggui tukang mengecat tembok sekolah hingga dini hari. Dan yang paling membuat aku suka padanya adalah kesamaan visi denganku, selaku ketua Yayasan.

Indahnya Kebersamaan, Sekolah NU Ini Mayoritas Gurunya Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Indahnya Kebersamaan, Sekolah NU Ini Mayoritas Gurunya Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Indahnya Kebersamaan, Sekolah NU Ini Mayoritas Gurunya Muhammadiyah

Dialog malam ini kuhabiskan bersamanya dengan tema wasilah (sarana) dan ghoyah (tujuan). Bagi kami, saya dan Kang Ranto, NU dan Muhammadiyah hanyalah suatu wasilah atau alat untuk mencapai tujuan. Adapun tujuannya adalah mencari ridlo Allah SWT. Oleh karena itu meskipun Kang Ranto adalah Muhammadiyah dan saya NU, namun kami satu hati dalam mengabdikan diri pada anak-anak SLB. Demikian juga ketika anak-anak itu memerlukan tempat belajar, maka kami sepakat untuk menyatukan diri berhimpun dan bergerak mencari dana lewat Panitia Pengadaan Tanah SLB Maarif Muntilan.

Mujahidin Cyber

Kang Ranto tidak sendirian. Di SLB Maarif Muntilan yang gurunya berjumlah 25 orang, 20 orang gurunya berlatar belakang Muhammadiyah, sedang sisanya NU. Sejak SLB ini berdiri, komposisinya tetap didominasi Muhammadiyah. Begitu juga kepala sekolahnya, Bapak Suyadi,S.Pd sebagai kepala sejak sekolah ini berdiri. Beliau dari kalangan Muhamadiyah. Namun, itu tidak menjadikan masalah dalam mengelola ABK (anak berkebutuhan khusus). Sebagai pendiri (alm) Pak Sagimin dan Pengurus LP Maarif NU Muntilan yang lain selalu mengedepankan asas profesionalisme dan kerja sama. Oleh karena itu latar belakang Muhammadiyah para guru tidak menjadi ganjalan, sepanjang mereka berlaku profesional. Para guru PNS DPK tersebut mengabdi sepenuh hati di sekolah ini. Bahkan karena kebanyakan orang tua siswa berasal dari kalangan miskin, para guru tersebut dengan rela hati merogoh uang dari kantongnya sendiri untuk memberi uang transport anak-anak yang malang itu. Ketika kutanya mengapa begitu, jawabnya adalah tidak tega melihat anak-anak tak mampu sekolah karena orang tua tak mampu memberi uang saku dan transportasi. Masyaallah, sungguh mulia hati Bapak Ibu guru SLB tersebut.

Mujahidin Cyber

Para guru mulia tersebut tidak pernah membahas perbedaan NU-Muhammadiyah di sekolah. Mereka lebih banyak mencari persamaannya. Bekerja dengan dilandasi ibadah, yakni mendidik anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) agar bisa mandiri, tidak merepotkan orang tua dan saudaranya menjadi tujuan para guru itu. Sedang kan pelajaran agama Islam diajarkan sesuai dengan amaliah orang NU karena SLB Maarif Muntilan adalah milik NU.

Meskipun Kang Ranto sejak kecil adalah Muhamadiyah tulen, namun ia terbiasa ikut mujahadah ala NU di SLB Maarif Muntilan. Demikian juga guru-guru yang lain. Mereka tetap menghormati amaliah dan kebiasaan Nahdliyin yang dilestarikan setiap malam Kamis di sekolahnya.

Demikian pula, pengaruh suka beramal ala Muhamadiyah juga terasa kental di SLB Maarif Muntilan. Kesadaran berinfak, sedakah, sangat ditekankan oleh seluruh guru di sana. Semoga semangat kebersamaan NU-Muhamadiyah tetap terjaga dan menjadi ladang amal guru-guru tersebut. Saya sendiri sebagai ketua yayasan telah menyaksikan sendiri bagaimana semangat para guru untuk memenuhi kebutuhan tanah SLB untuk memperluas daya tampung siswa ABK yang bertambah tahun semakin meningkat. Tanah seluas 1.113 meter persegi telah terbeli seharga Rp1,5 miliar dengan berutang di salah satu bank. Dengan kesadaran diri mereka mempelopori pembelian tanah dengan menyetorkan minimal satu bulan gaji mereka (kira-kira Rp4 juta). Namun itu belum cukup. SLB masih berutang sebanyak Rp 1 miliar dengan cicilan Rp18,2 juta per bulan selama 10 tahun.

Kami atas nama Panitia Pembelian Tanah SLB Maarif Muntilan telah menjaminkan diri kami untuk menanggung pelunasan hutang itu selama 10 tahun. Namun siapa yang bisa menjamin bahwa nyawa kami masih tetap bertahan hingga 10 tahun mendatang. Untuk itu kami mohon bantuan kepada Bapak/Ibu dermawan di mana pun berada. Tidak memandang latar belakang agama dan golongan. Sudilah kiranya untuk membantu mengurangi beban kami dengan membantu pelunasan pembelian tanah tersebut. Semakin banyak yang membantu, semakin ringan beban yang kami tanggung. Semoga saat pelunasan hutang tersebut, kami semua masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk menyaksikan anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) SLB Maarif Muntilan belajar di gedung baru yang representatif pada lahan tersebut. Amin. Ladang amal tersebut kami buka lewat Rekening BRI Nomor 0251-01- 009271-53-6 a.n Panitia Pengadaan Tanah SLB Maarif Muntilan. Jazakumulloh ahsanal jaza’.



Muh Muslih, Ketua LP Maarif MWCNU Muntilan, Magelang, Jawa Tengah


Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Lomba, Pesantren, Sejarah Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock