Jakarta, Mujahidin Cyber. Mantan calon wakil presiden Sholahuddin Wahid (Gus Solah) mengakui timnya menerima aliran dana nonbudgeter Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) sebanyak Rp 200 juta. Namun dana itu tidak digunakan untuk kampanye melainkan bagi pelaksanaan kegiatan kemanusiaan.
"Tim saya menerima dana itu tetapi tentunya yang menerima ditujukan kepada saya. Jadi diakui tim yang menerima tetapi tim ini bukan tim kampanye," kata Gus Sholah, di Jakarta, Rabu (23/5) kemarin usai seminar yang digelar Gerakan Jalan Lurus. Saat pemilu 2004, Gus Sholah berpasangan dengan capres Wiranto.
| Gus Sholah Akui Terima Dana DKP untuk Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online) |
Gus Sholah Akui Terima Dana DKP untuk Kemanusiaan
Menurut Gus Solah, dana tersebut diterima oleh tim yang membantunya sejak sebelum menjadi cawapres hingga sekarang dan sesuai dengan catatan yang dimiliki, dana yang diterima Rp 200 juta.Adik kandung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu menyarankan, agar tidak simpang siur, sebaiknya masalah tersebut segera diselesaikan di pengadilan sehingga segera diketahui kejelasannya. Ia juga mengatakan siap untuk mengembalikan dana tersebut jika pengadilan memutuskan demikian.
Sementara itu, untuk dana asing yang digunakan dalam Pemilihan Presiden 2004, Gus Solah mengatakan tidak menerima dana tersebut dan meminta Amien Rais untuk membuktikan ucapannya tentang adanya dana asing tersebut.
Mujahidin Cyber
"Kalau Pak Amien katakan ada, ya Pak Amien harus beri indikasi, dari mana kok tahu kalau ada dana asing. Kalau iya, tolong dibuktikan agar tidak membingungkan masyarakat," ujarnya.Namun Gus Solah meragukan penerima transfer dana asing tersebut dapat diketahui meskipun dengan membuka data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Karena si pemilik rekening belum tentu adalah penerima yang sesungguhnya, katanya. (ant/rif)
Mujahidin Cyber
Dari Nu Online: nu.or.idMujahidin Cyber Sejarah, Nasional, Budaya Mujahidin Cyber
