Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2018

40 Tahun Isi Pendidikan Agama di Pesisir Pantai Utara

Tak bisa dipungkiri, pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia telah banyak mencetak generasi yang justru mampu merawat tradisi masyarakat lokal. Tak hanya itu, para lulusan lembaga pendidikan Islam klasik tersebut juga telah melahirkan banyak pejuang kemerdekaan Indonesia. Hal inilah yang menginisiasi masyarakat untuk mendirikan madrasah formal sebagai tindak lanjut pendidikan di pesantren.

Masyarakat di Desa Prapag Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah misalnya. Diadvokasi oleh Lembaga Pendidikan Ma’arif NU setempat, masyarakat di desa tersebut berhasil mendirikan madrasah pertama di pesisir pantai utara Kecamatan Losari pada tahun 1975 dengan nama Madrasah Ibtidaiyah Al-Islamiyah Prapag Kidul, Losari. Selama 40 tahun, madrasah ini dipercaya oleh masyarakat di empat desa, yakni Desa Prapag Kidul, Prapag Lor, Karang Dempel, dan Limbangan untuk mengisi pendidikan agama kepada anak-anak di pesisir pantai utara.

40 Tahun Isi Pendidikan Agama di Pesisir Pantai Utara (Sumber Gambar : Nu Online)
40 Tahun Isi Pendidikan Agama di Pesisir Pantai Utara (Sumber Gambar : Nu Online)

40 Tahun Isi Pendidikan Agama di Pesisir Pantai Utara

Tak banyak juga yang mengetahui, bahwa MI Al-Islamiyah Prapag Kidul ini merupakan salah satu madrasah tertua di Kecamatan Losari. Meskipun di Desa Prapag Kidul saat ini terdapat 3 Sekolah Dasar (SD), masyarakat lebih memilih madrasah ini untuk pendidikan anak-anaknya karena sudah dipercaya masyarakat selama puluhan tahun.

Mujahidin Cyber

“Madrasah ini terus berusaha mengembangkan diri dari berbagai aspek dan keterampilan pendidikan untuk memenuhi aspirasi masyarakat juga, karena MI ini lahir dari masyarakat,” ujar Kepala MI Al-Islamiyah Prapag Kidul Losari, Burhanuddin, SPdI.

Setiap tahun, MI Al-Islamiyah Prapag Kidul selalu dipenuhi dengan pendaftar. Sehingga terkadang harus menolak calon siswa baru. Untuk menyikapi persoalan ini, MI Al-Islamiyah terus berusaha mengembangkan sarana dan prasarana berupa penambahan ruang belajar siswa. Perkembangan pesat ini bisa dikatakan dimulai sejak tahun 1995. Terhitung sejak tahun tersebut, MI Al-Islamiyah telah memperluas lahan untuk dibangun ruang kelas baru.

Perkembangan sarana dan prasarana itulah yang bisa dikatakan, bahwa MI Al-Islamiyah lebih maju dibanding 3 sekolah umum setingkatnya di Desa Prapag Kidul. Jadi, jika di SD ruang kelas 1 hanya ada 1 kelas, di MI Al-Islamiyah telah menyediakan 2 kelas. Hingga 2015 sekarang, perkembangan madrasah yang menjadi primadona warga pesisir ini cukup representatif dalam memajukan pendidikan Islam di tengah masyarakat.

Mujahidin Cyber

Iklim pengajaran berbasis lingkungan

Sarana yang semakin banyak membuat masyarakat juga tak perlu khawatir untuk memasukkan anaknya ke MI Al-Islamiyah Prapag Kidul. Kini, madrasah sedang mengembangkan lingkungan yang ramah anak untuk proses pengembangan pendidikannya. Lingkungan yang memadai menjadi salah satu perhatian utama madrasah untuk mewujudkan iklim pengajaran yang nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik.

Dengan lingkungan yang memadai, MI Al-Islamiyah memanfaatkan keragaman lingkungan seperti membuat taman dengan berbagai penghijauan. Selain itu, madrasah juga memanfaatkan lingkungan sekitar yang masih asri untuk sarana outdoor learning para siswanya dalam memahami keanekaragaman hayati. Khususnya karakter daerah pesisir pantai dengan khazanah historis yang melingkupinya. Untuk menunjang hal tersebut, madrasah juga menggunakan instrumen tradisi masyarakat lokal dalam rangka pemahaman budaya berbasis lingkungan, seperti sedekah bumi dan sedekah laut.

Sedekah bumi memiliki nilai-nilai luhur yang memberi pesan kepada peserta didik, bahwa bumi yang kaya harus dikelola dengan baik dan benar. Dari bumilah tumbuh berbagai macam tanaman, baik yang masyarakat tanam atau yang tumbuh secara alami di pekarangan atau kebun. Dari tradisi ini, peserta didik juga diajarkan untuk selalu bersyukur atas apa yang dianugerahkan Tuhan dalam bentuk tanaman atau pepohonan yang menghasilkan bahan makanan sehari-hari. Hal tersebut menjadi media belajar siswa, bahwa menanam, menjaga, dan memelihara tumbuhan menjadi kewajiban manusia agar bumi selalu subur.

Demikian pula dengan tradisi sedekah laut, peserta didik juga dikenalkan dengan konsep pelestarian alam berbasis laut. Sehingga turut menjaga keanekaragaman laut untuk kehidupan di masa mendatang. Berangkat dari tradisi sedekah laut juga, para siswa diberikan pelajaran, bahwa mensyukuri anugerah Tuhan atas kekayaan melimpah di laut perlu dijaga, dilestarikan, dan disyukuri. 

Nilai-nilai pendidikan berbasis lingkungan tersebut sejalan dengan ajaran agama, ‘Kerusakan di laut dan di bumi merupakan ulah tangan para manusia.’ Sehingga generasi muda sebagai modal pembangunan perlu diberikan kesadaran sejak dini untuk melesatarikan lingkungan, baik di bumi maupun laut. Hal inilah yang mendorong MI Al-Islamiyah untuk mengembangkan pendidikan berbasis lingkungan. Apalagi sekarang, di tepi pantai, daratan semakin tergerus oleh laut yang berpotensi menggerus pemukiman sehingga masyarakat sudah harus sadar mengisi pesisir dengan penanaman pepohonan seperti mangrove.

Selain outdoor learning sebagai basis pengajaran, MI Al-Islamiyah juga mengembangkan keterampilan siswa dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Madrasah ini menerapkan sistem ngaji bareng hingga shalat berjamaah sebagai ekstrakurikuler agama. Selain itu, kecerdasan psikomotorik juga dikembangkan oleh MI Al-Islamiyah melalui berbagai kegiatan olahraga, seperti ekstrakurikuler bola voli. Selain itu, medan daerah pesisir juga sangat cocok untuk mengembangkan berbagai keterampilan yang dilakukan oleh gerakan pramuka MI Al-Islamiyah.

Saat ini, MI Al-Islamiyah dikelola oleh Yayasan Al-Islah Prapag Kidul, Losari, Brebes. Madrasah ini juga salah satu madrasah yang berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU. Sebab itu, pola pengajaran paham keagamaan mengacu pada prinsip Aswaja NU yang konsisten dengan prinsip dan paham Islam yang ramah dan toleran. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kajian, Quote Mujahidin Cyber

Minggu, 18 Februari 2018

Kitab Ini Berisi Catatan tentang 26 Ulama Nusantara yang Berpengaruh di Mekkah

Kitab “Imta’ Ulin-Nazhar bi Ba’dhi A’yanil-Qarn ar-Rabi’ ‘Asyar (Tasynif al-Asma bi Syuyukh al-Ijazah was-Sama’, terdiri dari 2 jilid) ini terhitung penting, karena memuat biografi, silsilah-sanad (mata rantai keilmuan), sekaligus jaringan ulama di Mekkah pada abad ke-14 H (awal abad ke-20 M). Kitab ini disunting oleh Dr. Mahmud Sa’id Mamduh (Mesir) dan dicetak di Beirut (2012 M).

Lebih menarik lagi, di dalam kitab ini disebutkan banyak ulama Nusantara yang berkiprah dan berpengaruh besar di Mekkah pada masa itu. Terdapat 26 ulama Nusantara (bisa jadi lebih jika ada yang terlewat). Berikut urutan nama-nama ulama tersebut sesuai urutan aksara hijai Arab.

Kitab Ini Berisi Catatan tentang 26 Ulama Nusantara yang Berpengaruh di Mekkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Ini Berisi Catatan tentang 26 Ulama Nusantara yang Berpengaruh di Mekkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab Ini Berisi Catatan tentang 26 Ulama Nusantara yang Berpengaruh di Mekkah

- Dalam juz I:

Mujahidin Cyber

1. Ibrahim ibn Dawud al-Fathani al-Makki (1320-1413 H), dari Patani, Thailand.

2. Ahmad Marzuki ibn Ahmad Mirshad al-Batawi (1293-1353 H), dari Batavia (Jakarta).

Mujahidin Cyber

3. Baqir ibn Nur al-Jukjawi al-Makki (1306-1367 H), dari Jogja.

4. Bidhawi ibn Abdul Aziz al-Lasami (?-1390 H), dari Lasem, Jawa Tengah.

5. Jami’ ibn Abdul Rasyid al-Rifa’i al-Buqisi (1255-1361 H), dari Bugis.

6. Jamaluddin ibn Abdul Khaliq al-Fathani (1278-1355 H), dari Patani, Thailand.

7. Sulaiman ibn Muhammad Husain al-Falambani (1295-1376 H), dari Palembang.

8. Shalih ibn Muhammad ibn Abdillah al-Kalantani al-Makki (1315-1379 H), dari Kelantan, Malaysia.

9. Shalih ibn Mujian al-Batawi al-Tanqarani (1297-1353 H), dari Betawi-Tangerang.

10. Abdul Rasyid ibn Aslam al-Buqisi (?-1356 H), dari Bugis.

11. Abdul Karim ibn Ahmad al-Khatib al-Minankabawi al-Makki (1301-1357 H), dari Minang.

12. Abdullah ibn Azhuri al-Falambani al-Makki (1279-1357 H), dari Palembang.

13. Abdullah ibn Hasan Bella al-Andunisi al-Makki (1296-1357), dari ?.

14. Abdul Muhith ibn Ya’qub ibn Panji al-Surabawi (1311-1388 H), dari Surabaya, Jawa Timur.

15. Abdul Muhaimin al-Lasami (1313-1365 H), dari Lasem, Jawa Tengah.

- Dalam juz II:


16. Alawi ibn Thahir al-Haddad Mufti Johor (1301-1382 H).

17. Ali ibn Abdul Hamid Qudus al-Samarani (1310-1363 H), dari Semarang, Jawa Tengah.

18. Muhsin ibn Muhammad ibn Hasan al-Surabawi (1316-1366 H), dari Surabaya, Jawa Timur.

19. Muhsin ibn Muhammad ibn Abdillah al-Sairani al-Bantani (1277-1359 H), dari Serang, Banten.

20. Muhammad Ahid ibn Idris al-Buquri al-Makki (1302-1372 H), dari Bogor, Jawa Barat.

21. Muhammad Mukhtar ibn Atharid al-Buquri al-Jawi (1287-1349 H), dari Bogor, Jawa Barat.

22. Muhammad Manshur ibn Abdul Hamid al-Falaki al-Batawi (1290-1387 H), dari Batavia (Jakarta).

23. Ma’shum ibn Ahmad ibn Abdul Karim al-Lasami al-Jawi (1290-1392 H), dari Lasem, Jawa Tengah.

24. Manhsur ibn Mujahid Basyaiban al-Surabawi (1302-1360 H), dari Surabaya, Jawa Timur.

25. Hasyim Asy’ari al-Jaumbanji al-Jawi (1282-1366 H), dari Jombang, Jawa Timur.

26. Wahyuddin ibn Abdul Ghani al-Falambani (1288-1360 H), dari Palembang.

Para ulama di atas mayoritas memiliki karya tulis dalam pelbagai disiplin ilmu keislaman. Hanya saja, kitab di atas hanya mendata sekitar 7 ulama Nusantara saja yang tercatat memiliki beberapa karya, yaitu:

1. Ibrahim ibn Dawud al-Fathani, menulis (1) Nahj al-Burdah, (2) al-Futuhat ar-Ramadhaniyyah, Diwan Syi’r, (3) Tafsir al-‘Asyr al-Akhir minal-Qur’an al-Karim, (4) Manzhumat Isthilahat al-Minhaj [lin-Nawawi], (5) Syarh Riyadhus-Shalihin.

2. Baqir ibn Nur al-Jukjawi, menulis kitab biografi ulama Nusantara berjudul “Tarajim ‘Ulama Jawah”.

3. Shalih ibn Muhammad ibn Abdillah al-Kalantani, menulis (1) Nuzhum Tahdzib al-Manthiq, (2) Risalah fin-Nahw.



4. Shalih ibn Mujian al-Batawi, menulis (1) Adab al-‘Alim wal-Muta’allim, (2) Adab al-Qadhi, (3) Risalah fil-Ankihah, (4) Risalah fil-Falak.

5. Alawi ibn Thahir al-Haddad Mufti Johor, menulis (1) Iqamah ad-Dalil ‘ala Istijabah at-Taqbil, (2) as-Sirah an-Nabawiyyah as-Syarifah, (3) I’anah an-Nahidh fi ‘Ilm al-Faraidh, (4) Majmu’ fi ‘Ilm al-Falak, (5) Madkhal fi Tarikh al-Islam fis-Syarq al-Aqsha.

6. Muhammad Mukhtar ibn Atharid al-Buquri, menulis (1) Hasyiah ‘ala ‘Umdah al-Abrar fi Manasik al-Hajj wal-I’timar, (2) Ta’liqat ‘ala Jami’ at-Tirmidzi, (3) Ta’liqat ‘ala Nuzhum al-Qawaid al-Fiqhiyyah.

7. Muhammad Manshur ibn Abdul Hamid al-Falaki al-Batawi, menulis (1) Sullam al-Nairain, (2) Khullashah aJ-Jadwal, (3) Risalah fi Shalah al-KusyUf wal-Khusuf, (4) Mizan al-I’tidal, (5) Washilah at-Thullab, (6) Jadwal al-Faraidh, (7) al-Lu’lu’ al-ManzhUm fi Mabahits Sittah al-‘UlUm, (8) I’rab al-Ajurumiyyah lil-Mubtadi’

KH Hasyim Asy’ari tidak disebutkan karya-karyanya dalam kitab bibliografi di atas, padahal beliau termasuk sebagai ulama sentral yang prolifik. Karya-karya KH. Hasyim Asy’ari disunting oleh cucu beliau, KH Isham Hadziq, antara lain (1) Adabul-‘Alim wal-Muta’allim, (2) Risalah Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah, (3) al-Tibyan fi Nahy Muqatha’ah al-Arham, (4) an-Nurul-Mubin fi Mahabbati Sayyidil-Mursalin, (5) Ziyadah at-Ta’liqat, (6) at-Tanbihat al-Wajibat li Man Yashna’ al-Maulid bil-Munkarat.

Tentu, masih ada beberapa ulama Nusantara lainnya yang memiliki kiprah cemerlang di Mekkah pada masa itu namun tidak termasukkan dalam biografi, termasuk karya-karya mereka. Atau ada yang disebutkan namun karya-karya mereka tidak terlacak. Sangat besar kemungkinan manuskrip-karya-karya ulama Nusantara itu berserak dan tercecer di beberapa perpustakaan di Saudi Arabia saat ini, yang menunggu untuk digali dan diteliti lebih lanjut oleh para “santri-filolog” muda dari Nusantara. (A. Ginanjar Sya’ban)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Quote, Pemurnian Aqidah Mujahidin Cyber

Jumat, 09 Februari 2018

MWCNU Mojogedang Ikuti Karnaval Seni Budaya

Karanganyar,Mujahidin Cyber. Para pengurus MWC NU serta banom-banom NU se-kecamatan Mojogedang mengikuti karnaval seni budaya yang digelar pemerintah daerah setempat. Acara tersebut dimulai dengan berjalan kaki dari lapangan Bendo dan berakhir di lapangan Mojogedang, Selasa (19/8).

MWCNU Mojogedang Ikuti Karnaval Seni Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Mojogedang Ikuti Karnaval Seni Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Mojogedang Ikuti Karnaval Seni Budaya

“Sebelumnya telah dilaksanakan koordinasi dengan Ketua Ranting NU dan banom NU yang ada di kecamatan Mojogedang guna mempersiapkan keikutsertaan NU dalam karnaval budaya ini dan inilah pertama kalinya NU terlibat dalam kegiatan tersebut,” ungkap Ahmad salah satu pengurus Ranting NU kepada Mujahidin Cyber, Rabu (20/8).

Jadi selain pengurus MWC, pengurus Ranting NU masing-masing diminta untuk mengirimkan sepuluh orang untuk mengikuti kegiatan tersebut. Sementara dari Muslimat dan Fatayat sudah dikoordinasi langsung oleh ibu Umi Kultsum selaku ketua PAC Muslimat.

Mujahidin Cyber

“Meskipun dalam kegiatan antara banyak Fatayat yang bergabung ke Muslimat, namun dalam karnaval kali ini dipisahkan agar ada keterwakilan antara keduanya”, ungkap Musyarofah salah satu kader Fatayat yang memilih merapa ke Muslimat.

Sedangkan Danang selaku Ketua GP Ansor Mojogedang memilih untuk menampilkan group shalawat yang dipimpinnya. “Mungkin masyarakat sudah sangat kental dengan beberapa pertunjukkan seni seperti kroncongan, klenengan, dan campursari, namun sedikit diantaranya yang mengenal rebana. Oleh sebab itu ini merupakan kesempatan emas bagi kami untuk memperkenalkan shalawat kepada masyarakat,” ungkapnya.

Mujahidin Cyber

Sementara tujuan keikutsertaan NU dalam karnaval budaya kali ini adalah sebagai salah satu wujud ikut melestarikan seni nusantara yang ada di kecamatan Mojogedang, mendorong kreativitas insan seni, serta sebagai wadah silaturahmi antar warga, sehingga NU semakin dikenal luas oleh masyarakat setempat. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Quote Mujahidin Cyber

Jumat, 02 Februari 2018

Krisis Rohingya Perpanas Hubungan Bangladesh-Myanmar

Dhaka, Mujahidin Cyber. Kekerasan pemerintah Myanmar atas Rohingya tak hanya memaksa hampir 400.000 ribu etnis minoritas tersebut melakukan eksodus ke negara tetangga, tetapi juga membuat Bangladesh sebagai negeri tujuan pengungsi tertimpa beban. Bangladesh beberapa kali mengecam Myanmar terkait krisis kemanusiaan ini.

Belakangan hubungan keduanya kian panas ketika Bangladesh menuduh Myanmar berulang kali melanggar perbatasan kawasan udara. Bangladesh menilainya sebagai provokasi dan mengancam tentang konsekuensi tertentu bila tindakan itu terulang lagi.

Krisis Rohingya Perpanas Hubungan Bangladesh-Myanmar (Sumber Gambar : Nu Online)
Krisis Rohingya Perpanas Hubungan Bangladesh-Myanmar (Sumber Gambar : Nu Online)

Krisis Rohingya Perpanas Hubungan Bangladesh-Myanmar

Ratusan ribu Muslim Rohingya telah tiba di Bangladesh sejak mereka lari dari serbuan tentara Myanmar yang berdalih telah melakukan perburuan "teroris Bengali". Jumlahnya terus meningkat sejak 25 Agustus lalu. PBB menyebut krisis ini sebagai langkah "pembersihan etnis" oleh Myanmar.

Bangladesh, seperti dilansir Reuters, mengatakan bahwa pesawat tempur dan helikopter Myanmar melanggar kawasan udara sebanyak tiga kali, yakni pada 10, 12 dan 14 September,  dan telah meminta pejabat kedutaan besar Myanmar di Dhaka untuk melakukan komplain.

"Bangladesh menyampaikan keprihatinan mendalam atas pengulangan tindakan provokasi semacam itu dan menuntut agar Myanmar segera melakukan tindakan untuk memastikan bahwa pelanggaran kedaulatan semacam itu tidak terjadi lagi," kata kementerian di Myanmar dalam sebuah pernyataan pada Jumat malam. (Red: Mahbib)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Quote, Lomba, Makam Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Senin, 29 Januari 2018

STISNU Tangerang Gelontorkan Beasiswa untuk Kader Muda NU

Tangerang, Mujahidin Cyber. Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang memberikan beasiswa bagi kader muda NU yang berniat melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Bagi calon mahasiswa yang ingin mendaftar cukup membawa bukti sertifikat mengikuti pengkaderan atau surat rekomendasi dari pimpinan cabang atau ranting.?

Wakil Ketua Bidang Akademik STISNU, Muhamad Qustulani menjelaskan program beasiswa ini diharapkan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan sumber daya generasi muda NU di Tangerang.

STISNU Tangerang Gelontorkan Beasiswa untuk Kader Muda NU (Sumber Gambar : Nu Online)
STISNU Tangerang Gelontorkan Beasiswa untuk Kader Muda NU (Sumber Gambar : Nu Online)

STISNU Tangerang Gelontorkan Beasiswa untuk Kader Muda NU

"Seperti Banser, Ansor, Muslimat, Fatayat, IPNU atau IPPNU diharapkan bisa kuliah di kampus NU," kata Qustulani, Rabu (1/6).

STISNU akan memberikan diskon pendaftaran kuliah hingga 35% dari total awal studi Rp 650.000. Mereka cukup membayar Rp 400.000 serta gratis infaq gedung sebesar Rp 2.000.000.

KH A. Baijuri Khotib, Ketua STISNU Nusantara menambahkan, program ini juga berlaku untuk kalangan santri dan masyarakat umum. Syaratnya hampir sama, bagi santri cukup membawa surat rekomendasi dari pesantren. Sedangkan untuk masyarakat umum, mendapat rekomendasi dari pengurus NU atau pesantren setempat.

"Ini adalah komitmen kampus terhadap NU dan pesantren di Tangerang," ujar Baijuri.

Mujahidin Cyber

Saat ini STISNU Nusantara Tangerang memiliki dua program studi, yaitu Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Keluarga. Program keahlian khusus mahasiswa untuk Hukum Ekonomi Syariah (Syariat Virtual) merupakan program sertifikasi keahlian dari bank dan lembaga ekonomi lain. Sedangkan program Hukum Keluarga, yaitu syariah pendidikan, mahasiswa akan dibekali materi kependidikan yang disertifikasi oleh Badan Akreditasi Provinsi. (Qustulani Muhamad/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Ahlussunnah, Quote, Sejarah Mujahidin Cyber

Minggu, 14 Januari 2018

Turun ke Desa-desa, Ansor Winong Dekatkan Pemuda lewat ‘Jagor’

Pati, Mujahidin Cyber

Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Winong Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dalam upaya mendekatkan organisasinya dengan pemuda melalui progam Jagor (Jagong Bareng Ansor ).

Jagor merupakan salah satu progam utama di kemimpinan Agus Arif Musthofa. Kegiatan ini merupakan upaya dari pengurus untuk menyosialisasikan GP Ansor ke pemuda di pedesaan wilayah Kecamatan Winong.

Turun ke Desa-desa, Ansor Winong Dekatkan Pemuda lewat ‘Jagor’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Turun ke Desa-desa, Ansor Winong Dekatkan Pemuda lewat ‘Jagor’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Turun ke Desa-desa, Ansor Winong Dekatkan Pemuda lewat ‘Jagor’

PAC GP Ansor Winong berharap dengan harapan setelah adanya sosialisasi tersebut masyarakat lebih mengenal Ansor sehingga mau berjuang sebagai kader Ansor di setiap ranting,” kata Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Winong Agus.

Mujahidin Cyber

Pada peringatan hari lahir ke-91 NU, 31 Januari kemarin, PAC GP Ansor Kecamatan Winong menggelar program tersebut. Jagor kedua ini bertempat di Desa Godo, Kecamatan Winong. Forum diikuti pemuda masyarakat Desa Godo.

Mujahidin Cyber

M Ismail selaku Ketua Pengurus Ranting NU (PRNU) Desa Godo yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa Ansor masuk Desa Godo mulai tahun 2007. Namun, seiring berjalannya waktu GP Ansor setempat vakum hingga saat ini.

Ia berharap adanya turun ke bawah bisa menimbulkan semangat baru bagi kader muda NU Godo. “Terlebih perlunya dibentuk kepengurusan GP Ansor di tingkat Desa Godo. Hal ini bisa dilaksanakan setelah adanya sosialisasi oleh PAC Ansor Winong,” tuturnya.

Pemuda peserta Jagor kali ini tampak antusias, hingga usai sosialisasi langsung diadakan pemilihan ketua Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Godo. Terpilihlah Kumari selaku ketua ansor dan Muhammad Jais sebagai kasatkorkel Banser. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sejarah, Quote Mujahidin Cyber

Rabu, 10 Januari 2018

Standar Pemilihan Pengurus NU Harus Berdasar Kualitas

Surabaya, Mujahidin Cyber. Dulu, kehebatan NU dilihat dari kualitas pemimpinnya. Bukan semata megahnya tempat ibadah, lembaga pendidikan, maupun pesantren hingga layanan ekonomi, dan kesehatan. Momentum muktamar hendaknya mengembalikan seleksi kepengurusan kepada pribadi yang memiliki kualitas.

Demikian disampaikan oleh Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim Prof Dr KH Ali Maschan Moesa, Ahad, (15/3) di Surabaya.

Standar Pemilihan Pengurus NU Harus Berdasar Kualitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Standar Pemilihan Pengurus NU Harus Berdasar Kualitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Standar Pemilihan Pengurus NU Harus Berdasar Kualitas

“NU adalah ulama, yang mana titik tekannya pada kualitas ibadah dan keikhlasan yang berujung pada masing-masing personal,” terangnya.

Mujahidin Cyber

Guru besar Universitas Islam Negeri Sunam Ampel Surabaya ini justru mengkhawatirkan kalau seleksi kepengurusan di NU ternyata tidak lagi mengindahkan kualitas. "Saya malah mengkhawatirkan hal ini justru akan menimbulkan kekeroposan di NU sendiri," ungkapnya.

Hal ini juga sama seperti ketika banyak takmir yang membanggakan biaya renovasi masjidnya dengan angka yang fantastis. "Tapi coba tanyakan, siapa saja yang istiqomah melaksanakan shalat jamaah lima waktu di masjid tersebut," terangnya.

Mujahidin Cyber

Karena itu yang sangat mendesak untuk dilakukan oleh NU adalah bagaimana bisa memperbaiki kualitas orangnya, dalam hal ini adalah para pengurus yang dipilih.

"Mungkin para pengurus tidak bisa mencontoh secara utuh sosok KH Hasyim Asyari yang demikian ikhlas," kata mantan Ketua PWNU Jatim dua periode ini. Demikian juga bagaimana sosok KH Abdul Wahab Chasbullah yang dengan uangnya sendiri mampu mendatangi sejumlah kiai di tanah air untuk diajak bergabung dengan NU.

Bayangkan, katanya, bagaimana orang NU tidak semata membanggakan kulit, namun substansinya ternyata keropos. "Soal banyaknya kampus NU yang diminati warga, itu adalah wadah," sergahnya. Namun dalam setiap pembicaraan, nyaris tidak ada yang mencoba membincang kualitas.

Bagi Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Husna Surabaya ini, sudah saatnya mulai didefinisikan secara jelas siapa warga dan pengurus NU  yang sebenarnya. Jangan sampai semua orang mengaku sebagai orang NU namun perilaku yang ditampilkan ternyata jauh dari kriteria sebagai ulama. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Meme Islam, Quote Mujahidin Cyber

Senin, 25 Desember 2017

Kelompok Ekstrem Cenderung Semangat Koreksi Paham Agama Orang

Pringsewu, Mujahidin Cyber - Agama-Agama masuk ke Nusantara menggunakan jalan damai dengan tidak menggunakan kekerasan. Setiap pencegahan terhadap kekerasan selalu mendapatkan dukungan dari seluruh agama karena semua agama tidak mengajarkan kekerasan. Sementara mereka yang mengajarkan kekerasan berawal dari semangat mengoreksi agama yang dipahami orang lain.

"Bila ada kekerasan dan radikalisme di Indonesia, maka dipastikan itu adalah impor. Bukan asli budaya anak negeri," tegas Deputi I Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Prof Dr Syahrin Harahap pada Dialog Pencegahan Terorisme di Kabupaten Pringsewu, Kamis (11/8).

Kelompok Ekstrem Cenderung Semangat Koreksi Paham Agama Orang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelompok Ekstrem Cenderung Semangat Koreksi Paham Agama Orang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelompok Ekstrem Cenderung Semangat Koreksi Paham Agama Orang

Pada dialog yang melibatkan para dai dan praktisi pendidikan di Kabupaten Pringsewu ini, Prof Syahrin menegaskan bahwa radikalisme bukanlah ajaran agama. Menurutnya, pencegahan terhadap radikalisme merupakan bagian integral dari pengamalan agama.

Mujahidin Cyber

Pencegahan dapat dilakukan dengan mengetahui ciri-ciri orang-orang yang memiliki pemikiran radikal. Menurutnya, ciri-ciri mereka antara lain memiliki prinsip yang kaku dan tektualitas dalam memahami agama, bersifat ekstrem dan eksklusif, merasa dirinya yang paling paham agama sementara yang lain salah, selalu bersemangat mengoreksi orang lain, dan membenarkan cara-cara kekerasan dalam mengembangkan pahamnya.

Ciri lainnya adalah memiliki kesetiaan lintas negara, menganggap musuh kepada orang yang tidak sepaham, dan melakukan perang mati-matian terhadap yang tidak memiliki paham yang sama.

Mujahidin Cyber

Prof Syahrin melanjutkan bahwa berbagai motif dapat menyebabkan seseorang menjadi radikal. Motif itu antara lain impitan social, politik dan keadilan, emosi dan solidaritas keagamaan, menolak kultural sekularis, anti-Barat, tidak setuju dengan kebijakan pemerintah, pemahaman secara tekstual terhadap teks-teks suci dan tidak adanya daya banding terhadap paham lain. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ahlussunnah, Quote, Lomba Mujahidin Cyber

Senin, 18 Desember 2017

Khofifah Akan Pesantrenkan Yayan, Saudara Kembar Yuyun

Rejanglebong, Mujahidin Cyber. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa akan menyekolahkan Yayan, saudara kembar Yuyun, siswi SMP di Rejanglebong, Provinsi Bengkulu yang menjadi korban perkosaan dan pembunuhan.

Khofifah Akan Pesantrenkan Yayan, Saudara Kembar Yuyun (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Akan Pesantrenkan Yayan, Saudara Kembar Yuyun (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Akan Pesantrenkan Yayan, Saudara Kembar Yuyun

"Saudara kembaran laki-laki almarhumah Yuyun ini bernama Yayan, akan kita bawa ke Malang untuk masuk Pondok Pesantren sesuai dengan cita-cita ibu dan bapaknya," kata Mensos Khofifah saat berkunjung ke rumah orang tua Yuyun di Dusun V Desa Kasie Kasubun, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Jumat.

Yayan yang merupakan saudara kembar laki-laki dari almarhumah Yuyun akan masuk Pondok Pesantren di Malang, Jawa Timur, setelah selesainya 40 hari meninggalnya saudari perempuannya itu.

Di rumah duka ini, Mensos Khofifah selain memberikan semangat kepada orang tua korban yaitu Yakin (32) dan istrinya Yana (30).

Mujahidin Cyber

Menteri juga melakukan ziarah ke makam Yuyun. Selain itu Mensos memberikan sumbangan materiil guna membantu biaya persedekahan.(Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Quote, Halaqoh Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Jumat, 15 Desember 2017

Nahdliyin Tuntut TNI AD Hentikan Pemagaran Pesisir Urut Sewu

Konflik tanah di Urutsewu, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) telah berlangsung sejak penggabungan desa 1920. Pada 1932 pemerintah Kolonial Belanda mengadakan klangsiran tanah yang membagi tanah berdasarkan nilai ekonomisnya, dengan tujuan akhir menetapkan pajak yang harus dibayar oleh masyarakat.

Penjajah Belanda mengklaim tanah pada jarak ± 150—200 m dari garis pantai sebagai milik Belanda. Masyarakat menyebutnya sebagai “Tanah Kompeni”, dan melawan Belanda untuk merebut kembali tanah-tanah ini. Pada 1937, Tentara Kolonial Belanda memakai pesisir Urutsewu sebagai arena latihan militer, dan dilanjutkan oleh Jepang pada 1942-5.

Nahdliyin Tuntut TNI AD Hentikan Pemagaran Pesisir Urut Sewu (Sumber Gambar : Nu Online)
Nahdliyin Tuntut TNI AD Hentikan Pemagaran Pesisir Urut Sewu (Sumber Gambar : Nu Online)

Nahdliyin Tuntut TNI AD Hentikan Pemagaran Pesisir Urut Sewu

Maret-April 1998 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) melakukan pemetaan sepihak dan melabeli area lapangan tembak dengan “Tanah TNI-AD”, dan meminta tandatangan dari kepala desa di kawasan Urutsewu. Belakangan tanda tangan ini dipakai oleh TNI-AD sebagai klaim pengalihan status kepemilikan tanah, sesuatu yang tidak pernah dibicarakan sebelumnya. Pada 2006, TNI kembali melakukan klaim lewat mekanisme tanah berasengaja yang dipakai untuk lapangan tembak. Dalam persepsi warga berasengaja adalah tanah yang sengaja di-bera-kan (tidak ditanami) dan digunakan sebagai penggembalaan ternak.

TNI AD meluaskan klaimnya menjadi 1000 m dari garis pantai pada 2007 dan meminta ganti rugi dalam proses pembangunan Jalan Jalur Lintas Selatan Pulau Jawa. Klaim TNI AD ini memicu perlawanan keras dari masyarakat dalam bentuk pencabutan patok radius 1000 m dari garis pantai. TNI AD mengancam warga terkait perlawanan ini. Belakangan, klaim “jarak 1000 m” TNI AD diakomodir dalam Draft Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kebumen.

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Pada 2008 Kodam IV Diponegoro mengeluarkan surat Persetujuan Pemanfaatan Tanah TNI AD di Kecamatan Mirit untuk Penambangan Pasir Besi kepada PT Mitra Niagatama Cemerlang (MNC). Artinya, TNI AD meneruskan klaimnya terhadap tanah di pesisir Urutsewu, sekaligus terlibat dalam bisnis pertambangan pasir besi. Hal terakhir ini diperkuat dengan terlibatnya salah seorang pensiunan TNI-AD sebagai komisaris PT MNC. Per Januari 2011, pemerintah mengeluarkan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi kepada PT MNC selama 10 tahun, tanpa sosialisasi. Dalam surat ini dinyatakan bahwa luasan lahan yang akan ditambang adalah 591,07 ha dengan 317,48 ha diantaranya adalah tanah milik TNI AD.

Hal ini memicu reaksi keras dari warga yang disusul dengan penyerangan warga oleh TNI AD dan berujung pada 6 orang petani dikriminalisasi, 13 orang luka-luka, 6 orang diantara luka akibat tembakan peluru karet dan di dalam tubuh seorang petani lainnya bersarang peluru karet dan timah, 12 sepeda motor milik warga dirusak dan? beberapa barang, seperti handphone, kamera dan data digital dirampas oleh tentara. Tetapi pada Mei 2011, melalui surat Kodam IV Diponegoro, TNI AD mencabut persetujuan penambangan pasir besi yang telah diberikan kepada PT MNC.

Pada 2012, warga menolak pengesahan perda RTRW yang menjadikan Urutsewu sebagai kawasan pertambangan pasir besi dan area latihan dan uji coba senjata berat. Alternatif tuntutan warga adalah “jadikan Urutsewu hanya sebagai kawasan pertanian dan pariwisata”. Masih dalam fase yang sama, warga mengusir PT MNC dari Kecamatan Mirit, meskipun izin pertambangan belum dicabut sampai sekarang (Januari 2014).

Pada Desember 2013, TNI AD melakukan pemagaran dan sudah merambah 2 desa di Kecamatan Mirit, yaitu Desa Tlogodepok dan Mirit Petikusan. Meskipun sudah mendapatkan penolakan yang sangat keras dari masyarakat, tetapi TNI AD tetap melanjutkannya.

Karena itu, kami dari Front Nahdliyin Untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) dengan ini menuntut kepada Panglima TNI untuk :

1. Memerintahkan penghentian pemagaran di sepanjang pesisir Urutsewu, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jateng oleh TNI AD.

2. Memerintahkan untuk membersihkan semua material, baik yang sudah terpasang maupun belum terpasang dari lokasi pemagaran.

Mengingat mayoritas petani adalah Nahdliyin, kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, kami memohon perlindungan terhadap warga di Urutsewu sehubungan dengan konflik tanah yang berkepanjangan di daerah ini.

Dalam konteks yang lebih luas, mengingat tata kelola sumber daya alam (SDA) yang sebagain besar dikuasai oleh perusahaan asing dan maraknya konflik berbasis SDA di Indonesia dewasa ini, maka FNKSDA:

1. Menuntut Pemerintahan Republik Indonesia supaya menentukan sikap dan tindakan nyata dan sepadan terhadap usaha-usaha yang membahayakan KEDAULATAN NKRI MERDEKA dan AGAMA.

2. Menuntut Nahdlatul Ulama agar memerintahkan perjuangan “fi sabilillah” guna merebut penguasaan sumber daya alam demi tegaknya KEDAULATAN NKRI MERDEKA dan Agama Islam.

3. Menyerukan kepada semua warga Nahdliyin dan ummat Islam untuk mempertahankan tanah air dari rongrongan kapitalisme ekstraktif dengan merebut dan menasionalisasi penguasaan Sumber Daya Alam.

________

Front Nahdliyin Untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) adalah wadah koordinasi antara Jamaah NU yang memiliki kehirauan mengenai permasalahan konflik pengelolaan sumberdaya alam (SDA), seperti udara, air, tanah, dan segala yang terkandung di dalamnya, terutama yang terjadi di basis NU.

Kelahiran Front ini diawali oleh diskusi tematik bertajuk “NU dan Konflik Tata Kelola SDA” yang diadakan di Pendopo LKiS, Yogyakarta pada tanggal 4 Juli 2013 dengan pembahasan kasus di berbagai daerah di Indonesia. Diskusan sepakat untuk membentuk aliansi dengan tujuan menyiapkan media jaringan untuk kelancaran sirkulasi informasi dan kemudahan pengorganisasian serta mengarusutamakan tata kelola SDA di kalangan NU. (Red: Abdullah Alawi)

Keterangan foto: Warga NU diskusi Fiqih dan Kedaulatan Sumber Daya Alam di PCNU Kebumen, Ahad (26/1).

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Quote, Habib Mujahidin Cyber

Rabu, 06 Desember 2017

Terorisme dan Radikalisme Itu Nyata, Bukan Pengalihan Isu

Jakarta, Mujahidin Cyber. Terkait pemberitaan terorisme dan radikalisme yang muncul ke permukaan saat ini, ada yang berpendapat bahwa hal itu merupakan pengalihan isu pemerintah dari kondisi pemerintahan yang dinilai sedikit bermasalah di bidang politik dan ekonomi.

Terorisme dan Radikalisme Itu Nyata, Bukan Pengalihan Isu (Sumber Gambar : Nu Online)
Terorisme dan Radikalisme Itu Nyata, Bukan Pengalihan Isu (Sumber Gambar : Nu Online)

Terorisme dan Radikalisme Itu Nyata, Bukan Pengalihan Isu

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlah Darus Salam Sukorejo, Bangsalsari, Jember KH Misbahus Salam menolak pandangan ini saat menjadi peserta Internasional Conference on Terrorism & ISIS  di JIEXPO Kemayoran Jakarta, 23 Maret 2015.

Menurutnya, terorisme dan radikalisme itu nyata di Indonesia dan terbukti dengan adanya aksi pengeboman dan pelaku bom bunuh diri yang terjadi di beberapa tempat, pembunuhan terhadap aparat dan masyarakat  di Poso, dan ancaman dari Abu Jandal al-Indonesi terhadap Panglima TNI, Polisi, Banser dan penentang Khilafah dan Daulah Islamiyah lainnya. Sejumlah warga Indonesia juga nyata direkrut oleh jaringan kelompok garis keras pendukung negara Islam Irak dan Syuriah (ISIS).

Mujahidin Cyber

Dalam pandangan Misbah, ektremisme disebabkan antara lain oleh pemahaman ajaran Islam yang dangkal dan sempit, konstelasi politik Timur Tengah, termasuk okupasi dan kekejaman Israil atas Palestina, porak porandanya negara Irak, Lybia dan negara lainnya yang terus menerus diterpa konflik.

Mujahidin Cyber

Udara kebebasan pascareformasi juga meningkatkan jumlah ormas Islam dan menambah perluasan jaringan teroris internasional untuk mengobarkan semangat membentuk negara Islam di Indonesia. Penyebab lain terorisme dan radikalisme adalah adanya ketidakadilan dalam berbagai sektor kehidupan; kemiskinan, kebodohan, serta kecanggihan teknologi informasi yang dimanfaatkan oleh kelompok ekstrem.

Untuk menyikapi situasi ini, ia menekankan perlunya meningkatkan pemahaman Islam yang benar, damai, sejuk, cinta kasih melalui lembaga-lembaga yang berkompeten seperti NU, Muhammadiyah, pondok pesantren, yayasan,  lembaga swadaya masyarakat, dan lainnya.

“Terapkan hukum positif secara optimal, melengkapi Undang-undang tentang terorisme dan radikalisme, dan wujudkan keadilan di semua sektor,” tandas tokoh muda NU yang juga pernah ikut Diskusi terbatas dengan Densus 88 dan BNPT di Jakarta 11 Maret lalu.

Menurutnya, upaya program deradikalisasi perlu dimaksimalkan dengan menfaatkan teknologi informasi dan media, serta meningkatkan kerja sama pemerintah Indonesia dengan pemerintah dari negara-negara yang menjadi basis gerakan terorisme dan radikalisme. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Quote Mujahidin Cyber

Selasa, 28 November 2017

Muharik NU Bandung, Program untuk Kemandirian Ekonomi Nahdliyin

Bandung, Mujahidin Cyber?



Muharik (penggerak) NU Kota Bandung ialah program penggerak dakwah dan masjid yang dianungi oleh PCNU Kota Bandung. Secara garis besar, program kerja Muharik NU Kota Bandung terdiri dari 6 program yaitu Bersih-Bersih Masjid Berkah, Gerakan Mukenah Bersih, Gerakan Sarung Bersih, Kaderisasi Muharik, dan Program satu jamaah satu wakaf.?

Selain itu, untuk membangkitkan semangat kemandirian ekonomi, kader Muharik NU Kota Bandung menyelenggarakan Diskusi Kemandirian Ekonomi dan Rapat Gerak Muharik NU se-Jawa Barat di Aula PCNU Kota Bandung, Ahad (19/2).

Muharik NU Bandung, Program untuk Kemandirian Ekonomi Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Muharik NU Bandung, Program untuk Kemandirian Ekonomi Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Muharik NU Bandung, Program untuk Kemandirian Ekonomi Nahdliyin

Diskusi tersebut mengangkat kemandirian ekonomi karena saat NU perlu terobosan agar mampu membantu masyarakat secara luas sehingga diperlukan kemandirian ekonomi di tubuh NU.?

Demi suksesnya misi tersebut, perlu digali sumber dana awal yaitu dari potensi zakat, infaq dan sedekah dari jamaah NU. Selain itu juga pemanfaatan dana CSR dari perusahaan yang belum bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh warga NU.?

Mujahidin Cyber

Menurut Ketua Panitia, Nasrulloh, Muharik Masjid dan Dakwah Jawa Barat harus mampu mandiri secara ekonomi dan bisa menggerakkan kegiatan masjid melalui program utama yaitu Bersih-Bersih Masjid (BBM) Berkah.?

Pada diskusi tersebut dihadirkan pemateri dari PCNU Sukabumi yang telah sukses menerapkan ZIS. Dimana dari 2 kecamatan di Sukabumi mampu meraih dana ZIS 5,6 Milyar. Selain materi tentang ZIS dibahas juga materi tentang CSR, bagaimana peruntukan dan pengajuan CSR itu.?

Pada acara diskusi juga dihadiri pemateri dari LTM PBNU Ali Shobirin yang membahas tentang Gerakan Infaq Sodaqoh Masjid (GISMAS).?

Mujahidin Cyber

Acara tersebut dihadiri kader muharik se Jawa Barat diantaranya dari Bandung, Cimahi, Bogor, Bekasi, Subang, Sumedang, Cirebon, Ciamis, Purwakarta, dan Tasikmalaya. (Aidy Firda/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Warta, Daerah, Quote Mujahidin Cyber

Jumat, 24 November 2017

Begini Cara Gus Dur Membangun Papua

Jakarta, Mujahidin Cyber. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar menjelaskan, pembangunan yang dilakukan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di tanah Papua bukan saja pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga menekankan kepada pembangunan manusia atau masyarakat Papua.

Begini Cara Gus Dur Membangun Papua (Sumber Gambar : Nu Online)
Begini Cara Gus Dur Membangun Papua (Sumber Gambar : Nu Online)

Begini Cara Gus Dur Membangun Papua

Pria yang akrab disapa Cak Imin menegaskan, Gus Dur dalam pembangunan Papua juga memperhatikan konteks sejarah Papua.

"Membangun Papua tidak bisa lepas dari sejarah Papua," kata Cak Imin saat memberikan sambutan dalam acara diskusi “Gus Dur, Papua, dan Paradigma Pembangunan di Graha Gus Dur” di Jakarta, Rabu (26/7).

Gus Dur, imbuh Cak Imin, berusaha untuk membangun kembali kepercayaan diri masyarakat Papua. Salah satu upaya yang dilakukan Gus Dur adalah dengan mengganti nama Irian dengan Papua.

Mujahidin Cyber

"Ketika Gus Dur merubah Irian menjadi Papua banyak perdebatan," jelasnya.

Mujahidin Cyber

Selain itu, lanjut dia, Gus Dur juga menekankan dialog dan menampung aspirasi masyarakat Papua seperti memperbolehkan masyarakat Papua untuk mengibarkan Bendera Bintang Kejora.

"Gus Dur membolehkan Bendera Bintang Kejora dikibarkan (di Papua) tetapi tingginya di bawah Bendera Merah Putih," terangnya.

"Ketika ditanya (soal kebolehan mengibarkan Bendera Bintang Kejora, Gus Dur menjawab dengan enteng: persatuan sepak bola saja boleh mengibarkan bendera klub," lanjut Cak Imin.

Cak Imin menilai, Gus Dur meletakkan manusia di atas segala-galanya. Oleh karena itu, Gus Dur membangun Papua dengan membangun manusianya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Quote, Nasional, Aswaja Mujahidin Cyber

Kamis, 23 November 2017

Terbaik, LBH Ansor DIY Terakreditasi A

Yogyakarta, Mujahidin Cyber. Lembaga Bantuan Hukum Ansor berhasil lolos verifikasi dari Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kementerian Hukum dan HAM RI dengan nilai akreditsi A.?

Berdasarkan rilis yang dilakukan BPHN dalam webnya www.bphn.go.id, untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, LBH Ansor merupakan satu-satunya LBH yang lolos verifikasi dengan akreditasi A, disusul LKBH UII dengan nilai B dan selainnya dinilai C.?

Terbaik, LBH Ansor DIY Terakreditasi A (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbaik, LBH Ansor DIY Terakreditasi A (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbaik, LBH Ansor DIY Terakreditasi A

Pengumuman yang langsung ditandatangani oleh Menteri Hukum dan HAM RI Amir Syamsudin juga memberikan catatan yakni bagi Lembaga Bantuan Hukum atau Organisasi Kemasyarakatan yang dinyatakan lulus, diharapkan segera mengajukan proposal bantuan hukum kepada Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum dan HAM RI paling lambat tanggal 7 Juni 2013.?

Mujahidin Cyber

Format Proposal dapat diunduh di www.bphn.go.id. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 021-8091908. Serta bagi Lembaga Bantuan Hukum atau Organisasi Kemasyarakatan yang dinyatakan lulus dan belum berbentuk Badan Hukum, diharapkan segera untuk mengajukan pengesahan Badan Hukum kepada Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum dan HAM RI dengan melampirkan salinan akta yang dilegalisir paling lambat 2 (dua) minggu terhitung sejak tanggal 1 Juni 2013.

Menurut Direktur LBH Ansor DIY Agus Suprianto, ? lolosnya verifikasi dengan nilai A ini merupakan jerih payah sahabat-sahabat pengurus LBH Ansor DIY yang dengan perjuangan panjang dapat memberikan layanan hukum terbaik bagi masyarakat tanpa membedakan agama suku dan status sosial. Di LBH Ansor DIY tercatat ada lebih dari 10 advokat, 32 paralegal dan sejak tahun 2010 hingga 2012 telah memberikan bantuan hukum kepada masyarakat sebanyak 1827 perkara, baik berupa konsultasi hukum, pendampingan non litigasi maupun litigasi di pengadilan.

Mujahidin Cyber

Redaktur: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Quote, Meme Islam Mujahidin Cyber

Jumat, 17 November 2017

Musafir yang Bebas Shalat Jumat

Pada dasarnya shalat jum’at hukumnya adalah wajib bagi setaip muslim laki-laki. Hal ini berdasar pada firman Allah swt dalam surat Al-Jumu’ah ayat 9:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Musafir yang Bebas Shalat Jumat (Sumber Gambar : Nu Online)
Musafir yang Bebas Shalat Jumat (Sumber Gambar : Nu Online)

Musafir yang Bebas Shalat Jumat

Demikianlah shalat jum’at menjadi salah satu momentum pertemuan antara umat muslim dalam sebuah komunitas tertentu. Diharapkan pertemuan fisik ini dapat menambah kwalitas ketaqwaan dan keimanan umat muslim. Karena itulah shalat jum’at didahului dengan khutbah yang berisi berbagai mauidhah. Di samping itu secara sosiologis sholat jum’at hendaknya menjadi satu media syi’ar Islam yang menunjukkan betapa besar dan kuwat persatuan umat.

Adapun syarat-syarat shalat jum’at seperti yang terturils dalam kitab Matnul Ghayah wat Taqrib karya Imam Abu Suja’

? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ?

Syarat wajib jum’at ada tujuh hal yaitu; Islam, baligh, berakal sehal, merdeka, laki-laki, sehat dan mustauthin (tidak sedang bepergian) 

Mujahidin Cyber

Dari ketujuh syarat tersebut, tiga syarat pertama Islam, baligh dan berakal dapat dianggap mafhum. Karena jelas tidak wajib shalat jum’at orang yang tidak beragama Islam, yang belum baligh, apalagi orang gila. Sedangkan mengenai empat syarat yang lain Rasulullah saw dalam hadits yang diriwayatkan oleh Daruquthny dan lainnya dari Jabir ra, Nabi saw bersabda:

Mujahidin Cyber

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka wajib baginya shalat jum’at kecuali perempuan, musafir, hamba sahaya dan orang yang sedang sakit.

Pada praktiknya, shalat jum’at sama seperti shalat-shalat fardhu lainnya. Hanya ada beberapa syarat khusus yang harus dipenuhi yaitu pertama  hendaklah diadakan di negeri, kota atau desa. kedua jumlah orang tidak kurng dari 40, dan ketiga masih adanya waktu untuk shalat jum’at, jika waktu telah habis atau syarat yang lain tidak terpenuhi maka dilaksanakanlah shalat dhuhur.

Dengan demikian shalat jum’at selalu dilakukan di masjid. Dan tidak boleh dilakukan sendirian di rumah seperti shalat fardhu yang lain. Hal ini tentunya menyulitkan mereka yang terbiasa bepergian jauh. Entah karena tugas negara atau tuntutan pekerjaan. Oleh karena itulah maka shalat jum’at tidak diwajibkan bagi mereka yang sedang sakit atau berada dalam perjalanan (musafir).

Khusus untuk musafir atau orang yang sedang berada dalam perjalanan ada beberapa ketentuan jarak tempuh. Tidak semua yang bepergian meninggalkan rumah bisa dianggap musafir. Sebagian ulama berpendapat bahwa seorang dianggap musafir apabila jarak perjalanan yang ditempuh mencapai 90 km, yaitu jarak diperbolehkannya meng-qashar shalat. Itupun dengan catatan agenda perjalanannya bersifat mubah (dibenarkan secara agama, tidak untuk ma’syiat ) dan sudah berangkat dari rumah sebelum fajar terbit.

Bolehnya meninggalkan shalat jum’at oleh musafir ini dalam wacana fiqih disebut dengan rukhshah (dispensasi). Yaitu perubahan hukum dari sulit menjadi mudah karena adanya udzur. Bepergian menjadi udzur seseorang untuk menjalankan shalat jum’at karena dalam perjalanan seseorang biasa mengalami kepayahan. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan hidup seseorang, tidak jarang mereka harus melakukan bepergian. Dan seringkali seseorang masih dalam perjalanan ketika waktu shalat jum’at tiba.

Akan tetapi keringanan –rukhshah- ini tidak berlaku jika status seorang musafir telah berbah menjadi mukim. Yaitu dengan berniat menetap ditempat tujuan selama minimal empat hari. Misalkan jika seorang dari Surabaya pergi ke Jakarta lalu niat menginap di rumah sanak famili selama lima hari, maka tidak berlaku lagi baginya keringanan bepergian –rukhsah al-safar-. Maka dia tidak diperbolehkan meninggalkan shalat jum’at, jama’ atau qashar shalat. Begitu pula jika seseorang berniat mukim saja tanpa tahu batas waktunya secara pasti, maka hukumnya sama dengan bermukim empat hari. Contohnya ketika seseorang dari Jawa Timur merantau ke Jakarta, dengan niat mencari pekerjaan yang dia sendiri tidak tahu pasti kapan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. Maka dalam kacamata fiqih ia telah dianggap sebagai mukimin di Jakarta dan wajib mengikuti shalat Jum’at bila tiba waktunya.   

Lain halnya jika orang tersebut berniat untuk tinggal di Jakarta dalam jangka waktu maksimal tiga hari, maka baginya masih berlaku rukhshah. Hal mana juga berlaku bagi seseorang yang sengaja bermukim demi satu keperluan yang sewaktu-waktu selesai dan ia akan kembali pulang, tanpa mengetahui persis kapan waktunya selesai. Maka status musafir masih berlaku baginya dan masih mendapatkan rukhshah selama delapan belas hari.

Oleh karena itu untuk menentukan seorang sebagai musafir perlu ditentukan beberapa hal. Pertama jarak jauhnya harus telah mencapai masafatul qasr (kurang lebih 90 km). Kedua, tujuannya bukan untuk ma’syiat. Ketiga, mengetahui jumlah hari selama berpergian sebagai wisatawan yang hanya singgah satu atau dua hari, ataukah untuk studi atau bekerja yang lamanya sudah barang tentu diketahui (1 semester, 2 tahun dst) ataukah untuk satu urusan yang waktunya tidak diketahui dengan pasti. Semua ada aturan masing-masing. Demikian keterangan dari beberapa kitab Al-Madzahibul Arba’ah, Al-Hawasyiy Al-madaniyah dan Al-Fiqhul Islami)

(Red. Ulil H)

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Quote, Anti Hoax, Hikmah Mujahidin Cyber

Sabtu, 11 November 2017

Para Seniman dan Pendekar Peringati Harlah Ke-93 NU di Sidoarjo

Sidoarjo, Mujahidin Cyber

Peringatan hari lahir (harlah) ke-93 NU di Sidoarjo, Jawa Timur, tahun ini terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, para seniman dan pendekar sekabupaten bersama-sama menggelar pertunjukan yang tidak pernah dilakukan sebelumnya.

Ainul Yaqin, Ketua Lesbumi (Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia) NU Sidoarjo menjelaskan, peringatan harlah NU tahun ini dipelopori oleh pihaknya dengan menggelar berbagai kreasi dan atraksi selama tiga hari di tiga tempat yang berbeda.

Para Seniman dan Pendekar Peringati Harlah Ke-93 NU di Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Seniman dan Pendekar Peringati Harlah Ke-93 NU di Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Seniman dan Pendekar Peringati Harlah Ke-93 NU di Sidoarjo

Diawali dengan seminar budaya pada Sabtu (14/5) di Hall PCNU Sidoarjo, pentas seni pada Sabtu (21/5) di panggung seni Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Sidoarjo, dan atraksi Silat Pagar Nusa serta lomba mewarnai pada Ahad (22/5) di alun-alun dan Pendopo kabupaten Sidoarjo.

Mujahidin Cyber

Gelaran tersebut, lajut Yaqin, sekaligus menandai kebangkitan Lesbumi Sidoarjo yang selama puluhan tahun tidak tampak aktivitasnya. Selain itu, untuk menggali potensi seni, seniman, dan budayawan Kota Delta Sidoarjo.

"Sudah puluhan tahun Lesbumi Sidoarjo tidak ada aktivitas. Harlah tahun ini merupakan momentum bagi Lesbumi membuktikan eksistensinya kepada masyarakat," tegas Ainul Yaqin saat ditemui usai gelaran berakhir, Ahad (22/5).

Mujahidin Cyber

Turut hadir budayawan dan penulis buku, Ilung Sufi Enha, Sosiawan Leak, Bupati Sidoarjo H Saiful Illah, dan Wakil Bupati Sidoarjo H Nur Ahmad Saifudin, serta ketua DPRD Sidoarjo Sulamul Hadi Nurmawan.

Mas Wawan, sapaan Ketua DPRD Sidoarjo yang hadir menyaksikan acara pentas seni mengatakan, peran Lesbumi di Sidoarjo harus dioptimalkan karena banyak seniman yang perlu ditampilkan kreasinya. "Peran Lesbumi harus maksimal, karena itu saya rela didemo demi majunya kesenian Sidoarjo," tegasnya.

Senada, Cak Nur, panggilan akrab Wakil Bupati Sidoarjo yang merupakan mantan ketua PSNU Pagar Nusa Sidoarjo yang hadir menyaksikan atraksi Pagar Nusa mengungkapkan kegembiraannya, karena pada peringatan harlah kali ini para pendekar Pagar Nusa sekabupaten bisa berkumpul kembali dan menggelar aksi.

H. Saiful Illah saat memberikan sambutan berpesan kepada para pendekar agar kemampuannya digunakan untuk hal yang positif, dan membantu pemerintah menjaga kondusivitas wilayah Sidoarjo.

Ada sekitar 700 pendekar Pagar Nusa hadir dalam peringatan tersebut dan mereka menggelar atraksi tenaga dalam, bantengan, serta silat seni. Selain itu, di Pendopo Delta Wibawa juga ada 700 peserta lomba mewarnai dari TK/RA Muslimat sekabupaten setempat. (Aprilia Zahrani/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Olahraga, Quote Mujahidin Cyber

Selasa, 07 November 2017

Prof Maidir Harun: Ektremisme Muncul Bukan dari Indonesia

Padangpariaman,? Mujahidin Cyber . Akhir-akhir ini isu kekerasan menjadi isu menarik perhatian banyak pihak. Ada yang menyebutnya gerakan radikalisme, fundamentalisme, militanisme, dan ekstrimisme. Tapi semua gerakan ini secara umum muncul bukan dari Tanah Air. Gerakan tersebut lahir dan berkembang dari beberapa negara di Timur Tengah.

Ketua PBNU Prof. Dr. Maidir Harun mengungkapkan hal itu pada Silaturrahim Akbar dan Halaqah Nasional Ulama, Alumni dan Keluarga Besar Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Selasa (21/7) di halaman Rusunawa Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Ringan-Ringan Pakandangan Kecamatan VI Lingkungan, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat. Selain Maidir, tampil juga Ketua Umum MUI Padangpariaman Dr. Zainal Tuanku Mudo. Halaqah Nasional diselenggarakan Alumni Pondok Pesantren Nurul Yaqin berkerja sama Forum Masyarakat Peduli Sumbar.

Prof Maidir Harun: Ektremisme Muncul Bukan dari Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Prof Maidir Harun: Ektremisme Muncul Bukan dari Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Prof Maidir Harun: Ektremisme Muncul Bukan dari Indonesia

Menurut Maidir, setidaknya ada tiga faktor lahirnya gerakan radikal yang muncul sejak tahun 1950-an. Pertama, faktor politik. Pandangan politik yang berseberangan membuat tuduhan sesat dan kafir ditimpakan kepada pihak yang tak sepaham dalam politik. Dalam hal ini sasarannya terutama adalah pemerintah yang berkuasa.

"Kedua, faktor ekonomi, Timur Tengah negara kaya minyak. Kuwait, Qatar, Saudi Arab, Irak, Iran dan sebagainya. Namun sumber-sumber minyak itu dikuasai oleh negara asing. Ketiga, sengaja diciptakan suasana konflik. Karena ada Isreal yang ingin Timur Tengah tidak aman. Kalau negara-negara Arab tidak bergejolak, maka Israel tidak akan nyenyak tidur. Israel cemas jika tidak ada konflik di Timur Tengah, negara Arab akan bersatu menghadapinya. Inilah penyebab paham kekerasan," kata guru besar IAIN Imam Bonjol Padang ini.

Maidir menambahkan, kenapa ISIS tidak bisa dibasmi? Ada yang menganalisis, di belakang ISIS ada Israel. Yang muncul di Timur Tengah tersebut diekspor ke Indonesia. Karena memiliki umat Islam terbanyak. Yang diimpor ke Indonesia adalah paham, pandangan dan aliran keras ini.

"Memang konsep yang disampaikan terkesan bagus. Islam kaffah, Islam sempurna. Ini betul. Tapi jangan disamaratakan. Mereka menginginkan umat Islam seluruh dunia seperti di Arab (Timur Tengah) seluruhnya. Padahal bagaimana hidup Islam di Arab, jangan disamakan dengan di Minangkabau, Indonesia. Maunya kelompok keras itu, Islam kaffah, mulai dari batang, dahan, ranting sama ini. Ini masalah bagi umat Islam Indonesia yang sudah hidup damai, rukun dan saling menghargai sejak lama. Islam kaffah di Indonesia juga yang memakai batik, koko, tidak harus pakai jubah, seperti di Arab," tambah Maidir.

Mujahidin Cyber

Ditambahkan, mereka menolak paham adanya negara-negara bangsa. "Mereka ekslusif. Selain mereka yang tidak sepaham, dianggap di luar kelompoknya kafir dan boleh diperangi. Pesantren Nurul Yaqin termasuk menyebarkan Islam rahmtan lilalamin. Tidak dengan dengan kekerasan," tuturnya.

Sementara itu, Ketum MUI Padangpariaman Zainal Tuanku Mudo menyebutkan, organisasi masyarakat (Ormas) Islam seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan Perti yang lahir jauh sebelum kemerdekaan Indonesia 1945 tidak menuntut paksa negara Syariat Islam dan tidak melakukan kekerasan. Sampai hari ini tidak pernah membuatkan orang rusuh, cemas, tidak nyaman seperti kelompok radikal tersebut.

Mujahidin Cyber

"Ormas tersebut memperjuangkan nilai-nilai Islam melalui formal legal secara konstitusi. Ini membuktikan ormas Islam yang besar di Indonesia tersebut Islam kasih sayang, orang menyebarkan kasih sayang. Bukan dengan rasa kebencian, kekerasan antar umat," kata Zainal Tuanku Mudo, mantan Ketua Umum IPNU Sumatera Barat ini. (Armaidi Tanjung/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Santri, Cerita, Quote Mujahidin Cyber

Kamis, 02 November 2017

Suap Politik Tetaplah Risywah, Bukan Sedekah

Bandung, Mujahidin Cyber. Katib Aam PBNU KH Malik Madani mengaku prihatin terhadap adanya upaya pengaburan status hukum suap (korupsi), di antaranya dengan pengalihan istilah dari risywah menjadi shadaqah, yang membuat orang semakin permisif terhadap praktik haram ini.

Suap Politik Tetaplah Risywah, Bukan Sedekah (Sumber Gambar : Nu Online)
Suap Politik Tetaplah Risywah, Bukan Sedekah (Sumber Gambar : Nu Online)

Suap Politik Tetaplah Risywah, Bukan Sedekah

Keprihatinan ini muncul dalam seminar tentang Ahlul Halli wal Aqdi bersama para kiai Jawa Barat di Pondok Pesantren al-Falah II, Nagrek, Bandung, Ahad (18/5). Menurutnya, politik uang pada pemilu beberapa waktu lalu merebak luar biasa. Dan parahnya, di saat yang sama berkembang penggunaan istilah yang menyesatkan.

“Saya selaku? Katib Aam PBNU menegaskan bahwa money politic bukan shadaqah siyasah (sedekah politik), tapi risywah siyasah (suap politik). Berlaku baginya hadits Rasulullah SAW: ar-râsyi wal murtasyi fin nâr. Penyuap maupun yang disuap tempatnya di neraka,” tuturnya.

Mujahidin Cyber

Hukum ini, bagi Kiai Malik, juga berlaku bagi makelar atau tim sukses yag turut membantu praktik suap politik tersebut. Ia menyebut kelompok semacam ini sebagai tim sukses yang tidak bertanggung jawab.

Mujahidin Cyber

Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini juga mengutip hadits yang menjelaskan bahwa Allah tidak akan menurunkan rahmat kepada mereka yang mengangkat pemimpin hanya karena motivasi duniawi.

“Jadi kalau ini sampai terjadi di Pilpres, Pileg, dan pemilihan pemimpin di lingkungan Nahdlatul Ulama, berarti telah terjadi demoralisasi yang luar biasa,” ujarnya seraya menilai dampak ini lebih banyak ditimbulkan oleh demokrasi di Indonesia yang terlalu liberal.

Karenanya, di NU Kiai Malik mengusulkan adanya sistem ahlul halli wal aqdi, yakni sistem rekrutmen pemimpin yang melibatkan sekelompok orang terpilih. Sebagai ormas, NU lebih cocok menggunakan cara ini, mengingat kepentingannya berbeda dari kepentingan partai politik. (Mahbib Khorion)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Quote, Bahtsul Masail, Fragmen Mujahidin Cyber

Kamis, 26 Oktober 2017

Kelakar Kiai Said saat Melantik Muslimat

Momen tak terlupakan bakal terus dikenang Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa. Saat ini ia tercatat memimpin organisasi perempuan terbesar di Indonesia itu selama 4 periode dari tahun 2000 hingga 2021 ke depan.

Di periode kepemimpinan 2016-2021, ia bersama puluhan pengurus lain dilantik oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Masjid Istiqlal Jakarta pada Selasa (28/3/2017).

Kelakar Kiai Said saat Melantik Muslimat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelakar Kiai Said saat Melantik Muslimat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelakar Kiai Said saat Melantik Muslimat

Dalam peristiwa khidmat dan sakral tersebut, ada momen menggelitik ketika Kiai Said membacakan sumpah yang secara serentak dijawab oleh seluruh pengurus di panggung utama yang didesain cukup anggun.

“Apakah ibu-ibu siap jadi pengurus?” tanya Kiai Said.

“Siap!”

Mujahidin Cyber

“Apakah ibu-ibu siap jadi pengurus?” Kiai Said kembali menegaskan.

“Siap!”?

Mujahidin Cyber

“Tanpa honor?!” seloroh Kiai Said spontan.

Sontak para pengurus tak bisa menahan tawa. Khofifah sendiri terlihat berusaha menahan tawanya, sedangkan sekitar 23.000 anggota Muslimat yang memadati Istiqlal dibuat terkekeh oleh kelakar Kiai Said.

Memang, dalam teks sumpah tidak menyebut “tanpa honor”. Namun, Ketua Umum PBNU berhasil menciptakan suasana dari tegang menjadi cair.? (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Quote Mujahidin Cyber

Senin, 16 Oktober 2017

Kunjungi NU Online, Slamet Effendy Yusuf Sampaikan Maksud Pencalonannya

Jakarta, Mujahidin Cyber



H Slamet Effendi Yusuf, salah seorang yang menyatakan diri siap menjadi calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Rabu (14/10) sore mengunjungi ruang redaksi Mujahidin Cyber, lantai 5 gedung PBNU, Jl Kramat Raya 164 Jakarta Pusat.



Kunjungi NU Online, Slamet Effendy Yusuf Sampaikan Maksud Pencalonannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi NU Online, Slamet Effendy Yusuf Sampaikan Maksud Pencalonannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi NU Online, Slamet Effendy Yusuf Sampaikan Maksud Pencalonannya

Slamet yang ditemui Pemimpin Redaksi Mujahidin Cyber Abdul Mun’im DZ dan Wakil Pemimpin Redaksi Mujahidin Cyber Suadi D. Pranoto menyampaikan keinginnya sebagai calon ketua umum PBNU.

Mujahidin Cyber

Slamet yang juga pentolan Partai Golkar menampik kesan sementara kalangan NU bahwa dirinya ingin melompat dari dunia politik ke dalam kepengurusan PBNU.

Ia menyatakan, dirinya bukan orang baru di lingkungan NU. Ia pernah aktif di IPNU, sempat memimpin GP Ansor, dan pada saat kepemimpinan Gus Dur, Slamet pernah menjabat sebagai salah satu pengurus di PBNU. Ia bahkan masuk dalam tim sembilan penyiapan kembalinya NU ke Khittahpada 1980-an.

Mujahidin Cyber

“Saya mencalonkan diri ini juga bukan karena tidak punya kerjaan lagi. Yang saya terima sekarang ini sudah cukup. Saya menolak ditawari sebagai duta besar. Saya merasa memimpin NU ini sebuah tantangan. Menurut saya setelah era Gus Dur, NU perlu ada sebuah lompatan,” katanya menunjuk pada dirinya yang menyatakan sanggup melakukan lompata itu.

Dalam kesempatan itu Slamet menyampaikan, Ketua Umum PBNU KH Muzadi berjasa besar dalam memimpin NU terutama dalam membawa NU ke kancah internasional dan mengaktifkan media informasi NU.

Tak lama berselang calon ketua umum PBNU lainnya KH Masdar Farid Mas’udi juga berkunjung ke redaksi Mujahidin Cyber. Dua calon ini berbincang dan berfoto bersama kru redaksi Mujahidin Cyber. (nam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Fragmen, Warta, Quote Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock