Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Maret 2018

Antisipasi Banjir dan Longsor, Ansor Mojogedang Kerja Bakti Perlebar Sungai

Karanganyar, Mujahidin Cyber. PAC GP Ansor Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar menggelar kerja bakti dalam rangka pelebaran sungai yang berlokasi di Dukuh Ngobaran Desa Pojok Mojogedang, Ahad (22/2) lalu.

Perlebaran sungai tersebut bertujuan untuk mengantisipasi dampak longsor yang sering terjadi pada saat air memenuhi sungai.

Antisipasi Banjir dan Longsor, Ansor Mojogedang Kerja Bakti Perlebar Sungai (Sumber Gambar : Nu Online)
Antisipasi Banjir dan Longsor, Ansor Mojogedang Kerja Bakti Perlebar Sungai (Sumber Gambar : Nu Online)

Antisipasi Banjir dan Longsor, Ansor Mojogedang Kerja Bakti Perlebar Sungai

Menurut Ketua PAC Ansor Mojogedang Danang, mengungkapkan, bahwa hujan deras yang terjadi beberapa saat lalu mengakibatkan sungai di Dukuh Ngobaran tersebut penuh air atau banjir. 

Mujahidin Cyber

“Saking derasnya aliran air hingga mengakibatkan tanah disamping sungai tersebut ikut longsor”, ungkapnya kepada Mujahidin Cyber, Senin (23/2) lalu.

Padahal, lanjutnya, tepat pinggiran sungai yang tanahnya longsor tersebut terdapat rumah. Sehingga jika hal ini tidak segera diantisipasi, maka dikhawatirkan rumah tersebut akan amblas terbawa longsor yang disebabkan banjir.

Mujahidin Cyber

“Saat ini jarak rumah dan sungai tinggal sekitar satu meter, jika sungai tidak segera dilebarkan ke arah pinggiran sawah disebelahnya, maka rumah tersebut bisa saja tergerus air,” imbuhnya.

Dirinya berharap dengan pelebaran sungai ini akan meminimalisir dampak banjir, sehingga dalam hal tidak ada pihak yang dirugikan. (Ahmad Rosyidi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Fragmen, Meme Islam Mujahidin Cyber

Kamis, 08 Februari 2018

Maklumat Lembaga Falakiyah PBNU tentang Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016

Jakarta, Mujahidin Cyber - Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengumumkan bahwa peristiwa gerhana matahari total jatuh pada Rabu pagi, 9 Maret 2016. Penetapan ini didasarkan pada hasil hisab Lembaga Falakiyah PBNU dengan menggunakan markaz Jakarta.

“Gerhana matahari total (GMT) insya Allah terjadi pada 9 Maret yang bertepatan dengan 29 Jumadil Ulam 1437 H,” kata Ketua Lembaga Falakiyah PBNU KH A Ghazali Masroeri.

Maklumat Lembaga Falakiyah PBNU tentang Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Maklumat Lembaga Falakiyah PBNU tentang Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Maklumat Lembaga Falakiyah PBNU tentang Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016

Berdasarkan hisab lembaga ini, gerhana matahari total yang akan terlihat dari Indonesia terjadi dalam beberapa fase dengan Waktu Indonesia Barat.

Mujahidin Cyber

Fase pertama adalah awal gerhana matahari sebagian yang jatuh pada pukul 6:30. Sementara fase awal gerhana matahari total bertepatan pada pukul 7:22. Fase pertengahan gerhana matahari total berlangsung pada pukul 7:23. Sementara akhir gerhana matahari total jatuh pada jam 7:24. Sedangkan akhir gerhana matahari sebagian berlangsung pada jam 8:34.

Di luar daerah WIB gerhana matahari terjadi sesuai dengan waktu setempat. Menurut Lembaga Falakiyah PBNU, GMT akan melewati wilayah di Indonesia antara lain Palembang, Bangka Belitung, Sampit, Palangkaraya, Balikpapan, Palu, Poso, Luwuk, Ternate, dan Halmahera. Sedangkan wilayah Indonesia lainnya akan mengalami gerhana matahari sebagian.

LF PBNU mengajak umat Islam secara umum memanfaatkan momen ini untuk melakukan pengamatan, shalat gerhana, dzikir, kegiatan sosial, atau aktivitas kefalakiyahan lainnya.

Mujahidin Cyber

Gerhana matahari merupakan fenomena yang sangat langka terjadi. Dalam setahun fenomena gerhana matahari terjadi 2-5 kali. Fenomena ini bisa hanya disaksikan oleh warga di beberapa tempat di belahan bumi,” kata staf harian LF PBNU Khairurraji di Jakarta, Kamis (18/2) siang.

Gerhana matahari merupakan fenomena alam yang jika diamati dari bumi terlihat bulan menutupi matahari sehingga terjadi kontak yang disebut dengan gerhana matahari. Gerhana matahari akan terjadi pada saat ijtima (konjungsi) di mana bulan dan matahari berada pada salah satu titik simpul atau di dekatnya. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sunnah, Meme Islam, Pondok Pesantren Mujahidin Cyber

Minggu, 04 Februari 2018

Kenapa Kaum Santri Begitu Kuat Bela Bangsa dan Negara?

Tangerang Selatan, Mujahidin Cyber. Kenapa kalangan santri begitu intensif dan berkomitmen kuat dalam membela bangsa dan negara? Pertanyaan tersebut dilontarkan oleh Wakil Sekjen PBNU KH Abdul Mun’im Dz, Rabu (22/2) dalam diskusi yang digelar Islam Nusantara Center, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.?

Mun’im mengutip potongan-potongan ayat dalam surat Al-Balad berbunyi, la uqsimu bihadzal balad, faqqur roqobah, au ith’amun. Maqrabah.

Kenapa Kaum Santri Begitu Kuat Bela Bangsa dan Negara? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Kaum Santri Begitu Kuat Bela Bangsa dan Negara? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa Kaum Santri Begitu Kuat Bela Bangsa dan Negara?

“Makanya aneh jika ada yang mengharamkan nyanyi lagu padamu negeri, itu kan mereka tidak membaca surat ini. Allah saja bersumpah pada negeri, kok kita berjanji pada negara tidak boleh,” terang penulis buku Fragmen Sejarah NU ini.

Kemudian, lagu kebangsaan Shubbanul Wathan yang diciptakan oleh KH Wahab Chasbullah semakin memperkuat komitmen kebangsaan santri. Berisi seruan pembelaan terhadap tanah air dan ancaman jika ada yang berani mengganggu negeri Indonesia.

Mujahidin Cyber

Lebih lanjut, Kiai Mun’im menjelaskan kenapa NU begitu kuat memegang tradisi. Dalam Aswaja ada kaidah Al-’Adah Muhakkamah, sebagaimana juga dikutip dari Al-Imam asy-Syafi’i dalam Kitab al-Umm, Jilid 7, hal. 246 yang berbunyi, “Dalam setiap membangun komunitas muslim, di dalamnya selalu terdapat budaya yang telah mapan, maka hormatilah tradisi yang ? telah berjalan tersebut.”?

Oleh karen itu, sejak dulu para Wali dan ulama di Nusantara sudah paham betul dalam menyikapi tradisi yang kuat di wilayah penyebaran Islam. Para wali punya strategi dakwah menghormati budaya nasional, yaitu tadrij: bersifat gradual tidak instan, taklilut taklif: tidak memberatkan masyarakat, ‘adamul haraj: tidak mengancam siapapun.

Keakraban dengan tradisi lokal tersebut menjadi modal kuat perjuangan para ulama-ulama selanjutnya. Sehingga tidak heran jika para ulama mengajarkan kecintaan terhadap tanah air dan menolak segala bentuk penajajahan.

Mujahidin Cyber

“Artinya sanad perjuangan itu terus bersambung. Ini berkaitan dengan sanad tadi, Sanad itu perlu disambung, tidak hanya berhenti di Bung Karno. Bagaimana Islam Nusantara itu anti terhadap kolonialisme,” tukas Mun’im.

Untuk membuktikannya Kiai Mun’im menjelaskan garis besar sejarah ketersambungan sanad perjuangan itu. Ia menyebutkan bahwa Anti kolonialisme ini sudah dimulai sejak perjuangan awal para wali dan pejuang Islam abad ke 16 hingga abad ke-19 Pangeran Diponegoro. Kemudian dilanjutkan oleh para pasukkannya di mana Pesantren menjadi pusat perlawanan. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sunnah, Meme Islam, Pertandingan Mujahidin Cyber

Kamis, 01 Februari 2018

Kader NU Probolinggo Ikuti Pendidikan Kader Penggerak

Probolinggo, Mujahidin Cyber



Sedikitnya 150 orang kader NU di Kabupaten Probolinggo mengikuti kegiatan Pendidikan Kader Penggerak (PKP) di Pondok Pesantren Nurul Hasan Desa Lemahkembar Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo, Jumat hingga Ahad (25-27/8).

Para kader NU yang mengikuti PKP ini terdiri dari 100 orang pengurus ranting, 25 orang pengurus MWC, 5 orang pengurus Gerakan Pemuda Ansor, 5 orang pengurus Pergunu, 5 orang pengurus IPNU, 5 orang pengurus Lesbumi dan 5 orang pengurus Ishari.

Kader NU Probolinggo Ikuti Pendidikan Kader Penggerak (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader NU Probolinggo Ikuti Pendidikan Kader Penggerak (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader NU Probolinggo Ikuti Pendidikan Kader Penggerak

Para kader NU ini diberikan materi tentang ke-NU-an, sejarah NU dan perjuangan NU dalam kemerdekaan.?

“Tujuan PKP ini adalah selain memenuhi AD/ART juga bertujuan meningkatkan militansi dan kecintaan pada NU secara kelembagaan dan keorganisasian,” ujar Wakil Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH A. Dafiq.

Mujahidin Cyber

Menurut Dafiq, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk melatih para kader NU dalam memperbaiki SDM (Sumber Daya Manusia) sekaligus meningkatkan kecintaan terhadap NU. Sehingga bisa menumbuhkan semangat dalam membesarkan organisasi.

“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini para kader NU ini bisa semakin memantapkan diri untuk berkhidmah dalam organisasi NU. Sehingga ke depan, organisasi NU di Kabupaten Probolinggo bisa semakin maju dan berkembang serta mampu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi warga NU di Kabupaten Probolinggo,” harapnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Meme Islam, News Mujahidin Cyber

Rabu, 17 Januari 2018

Nahdliyin Jombang Kritik Penggunaan Dana Desa untuk “Piknik” Kegiatan PKK

Jombang, Mujahidin Cyber. Puluhan pemuda yang tergabung dalam Kaum Nahdliyin Peduli Desa (KNPD) Jombang mengkritisi penggunaan Dana Desa untuk kegiatan PKK. Kritik ini menyoal dana yang dikucurkan Kemendes digunakan "piknik" rombongan PKK ke TMII di Jakarta beberapa waktu lalu.

Nahdliyin Jombang Kritik Penggunaan Dana Desa untuk “Piknik” Kegiatan PKK (Sumber Gambar : Nu Online)
Nahdliyin Jombang Kritik Penggunaan Dana Desa untuk “Piknik” Kegiatan PKK (Sumber Gambar : Nu Online)

Nahdliyin Jombang Kritik Penggunaan Dana Desa untuk “Piknik” Kegiatan PKK

"KNPD Jombang akan melayangkan gugatan secara hukum atas keberadaan Perbub No: 12/2016 tentang tata cara pengalokasian, penyaluran, penggunaan dan pertanggung jawaban Dana Desa (DD) yang dinilai salah sasaran," ujar Zainuddin Koordinator KNPD, Kamis (11/8).?

Dikatakannya, sejak mencuatnya rombongan PKK se-Jombang beserta rombongan SKPD dan juga dihadiri Bupati Nyono Suharli ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta dalam kegiatan yang dikabarkan untuk promosi tersebut, kalangan muda Nahdliyin intensif berdiskusi. "Dan tadi malam kesimpulan diskusi, kita akan lakukan gugatan atas Perbup itu," imbuhnya.

Tidak kurang 40 peserta diskusi dari kalangan muda Nahdliyin yang digelar di kantor Yalatif Foundation, Bandung Diwek Jombang, bersilang pendapat. Dan perlu mengingatkan kepada pemerintah daerah. "Karena dalam Perbup tersebut sudah ada penyebutan nominal angka dalam setiap alokasi penggunaan DD. Ini secara tidak langsung mengebiri kebebasan desa. Padahal desa yang mengetahui kebutuhan dalam menentukan penggunaan anggaran untuk kepentingan warganya," ungkap Zainudin menambahkan.

Mujahidin Cyber

Karena itu, menurut KNPD, Perbup yang dijadikan cantolan dalam pengalokasian kebutuhan program desa ini dinilai justru mengebiri desa. "Makanya KNPD mengambil kesimpulan, perlu melayangkan gugatan agar Perbup itu dicabut, dan perlu ada pembenahan," tambahnya.

Sekedar diketahui, diskusi tentang dana desa yang ia gelar sebenarnya sebagai tindak lanjut atas santernya kabar tentang acara PKK Kabupaten Jombang ke TMII (Taman Mini Indonesia Indah) Jakarata.?

Mujahidin Cyber

Sedikitnya 400 orang lebih yang terdiri, Pengurus TP PKK Kabupaten Jombang, Ketua TP PKK Kecamatan, serta TP PKK Desa se-Kabupaten Jombang yang berjumlah 306 desa serta dari Kepala SKPD Lingkup Pemkab Jombang memenuhi ? acara pagelaran seni budaya di Anjungan Daerah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

Yang disesalkan, anggaran yang digunakan PKK dalam rangka memenuhi undangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Kepala Kantor Perwakilan Pemprov Jatim di Jakarta dengan surat Nomor 005/5423/218/2016 tertanggal 27 Juli 2016 itu berasal dari DD. Rinciannya, masing-masing desa mengalokasikan Rp3 juta untuk kegiatan ini. (Muslim Abdurrahman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber News, Meme Islam, Fragmen Mujahidin Cyber

Kamis, 11 Januari 2018

Banser Jateng Amankan Jalur Utara, Tengah, dan Selatan

Brebes, Mujahidin Cyber. Satkorwil Banser Jawa Tengah menurunkan anggotanya di sepanjang ruas tiga lintasan arus mudik Lebaran 2014. Mereka mendirikan posko terpadu untuk membantu keamanan dan kelancaran arus mudik di jalur utara, tengah, dan selatan di Jateng.

Setiap Satkorcab Banser di Jateng mendirikan tiga sampai enam posko. Dalam posko itu, anggota Banser menyediakan tempat istirahat dan makanan ringan. Hal ini tampak terlihat dari posko Satkorcab Banser Purbalingga, Pemalang, Brebes, dan Tegal.

Banser Jateng Amankan Jalur Utara, Tengah, dan Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Jateng Amankan Jalur Utara, Tengah, dan Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Jateng Amankan Jalur Utara, Tengah, dan Selatan

"Walau dengan keadaan terbatas , kami selaku Banser merasa terpanggil untuk ikut berperan dalam arus mudik tahun ini seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena, ini adalah salah satu tugas banser dalam membantu masyarakat," kata Agus Subekti, anggota Banser dari Satkoryon Belik.

Mujahidin Cyber

"Kami siap membuka layanan selama H-7 sampai dengan H+5," tambah Aupeiyadi dari Balalin setempat.

Posko Banser ini ditempatkan terutama di daerah yang padat dan ramai serta tempat yang rawan. "Kami tempatkan Banser di daerah alternatif Karangreja yang banyak tanjakan dan tikungan untuk menunjukkan arah di jalur alternatif setelah jembatan Comal belum normal 100%. Penempatan ini diharapkan berdampak positif sera mengurangi risiko kecelakaan pemudik," kata Kasatkorcab Banser Purbalingga, Musalim.

Mujahidin Cyber

Satkorwil Banser Jateng mengapresiasi kesigapan Banser cabang. "Kami menaruh respek yang tinggi kepada sahabat Banser yang tanpa kenal waktu, tenaga, dan pikiran 24 jam nonstop seharian untuk membantu sesama tanpa pamrih,” ujar Satkorwil Jateng Faizin Maryadi yang sempat mengontrol anggotanya di sejumlah posko.

Didampingi Ketua GP Ansor Jateng Ikhwanudin, Faizin berharap kerja sosial ini menimbulkan empati dan rasa tanggung jawab moral di tiap-tiap cabang. (Herry Budhi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Meme Islam Mujahidin Cyber

Rabu, 10 Januari 2018

Standar Pemilihan Pengurus NU Harus Berdasar Kualitas

Surabaya, Mujahidin Cyber. Dulu, kehebatan NU dilihat dari kualitas pemimpinnya. Bukan semata megahnya tempat ibadah, lembaga pendidikan, maupun pesantren hingga layanan ekonomi, dan kesehatan. Momentum muktamar hendaknya mengembalikan seleksi kepengurusan kepada pribadi yang memiliki kualitas.

Demikian disampaikan oleh Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim Prof Dr KH Ali Maschan Moesa, Ahad, (15/3) di Surabaya.

Standar Pemilihan Pengurus NU Harus Berdasar Kualitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Standar Pemilihan Pengurus NU Harus Berdasar Kualitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Standar Pemilihan Pengurus NU Harus Berdasar Kualitas

“NU adalah ulama, yang mana titik tekannya pada kualitas ibadah dan keikhlasan yang berujung pada masing-masing personal,” terangnya.

Mujahidin Cyber

Guru besar Universitas Islam Negeri Sunam Ampel Surabaya ini justru mengkhawatirkan kalau seleksi kepengurusan di NU ternyata tidak lagi mengindahkan kualitas. "Saya malah mengkhawatirkan hal ini justru akan menimbulkan kekeroposan di NU sendiri," ungkapnya.

Hal ini juga sama seperti ketika banyak takmir yang membanggakan biaya renovasi masjidnya dengan angka yang fantastis. "Tapi coba tanyakan, siapa saja yang istiqomah melaksanakan shalat jamaah lima waktu di masjid tersebut," terangnya.

Mujahidin Cyber

Karena itu yang sangat mendesak untuk dilakukan oleh NU adalah bagaimana bisa memperbaiki kualitas orangnya, dalam hal ini adalah para pengurus yang dipilih.

"Mungkin para pengurus tidak bisa mencontoh secara utuh sosok KH Hasyim Asyari yang demikian ikhlas," kata mantan Ketua PWNU Jatim dua periode ini. Demikian juga bagaimana sosok KH Abdul Wahab Chasbullah yang dengan uangnya sendiri mampu mendatangi sejumlah kiai di tanah air untuk diajak bergabung dengan NU.

Bayangkan, katanya, bagaimana orang NU tidak semata membanggakan kulit, namun substansinya ternyata keropos. "Soal banyaknya kampus NU yang diminati warga, itu adalah wadah," sergahnya. Namun dalam setiap pembicaraan, nyaris tidak ada yang mencoba membincang kualitas.

Bagi Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Husna Surabaya ini, sudah saatnya mulai didefinisikan secara jelas siapa warga dan pengurus NU  yang sebenarnya. Jangan sampai semua orang mengaku sebagai orang NU namun perilaku yang ditampilkan ternyata jauh dari kriteria sebagai ulama. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Meme Islam, Quote Mujahidin Cyber

PBNU: KPK harus Kuat, Polri harus Kuat

Jakarta, Mujahidin Cyber. Setelah selama sebulan terjadi hiruk pikuk politik nasional yang melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri yang menguras energi masyarakat, akhirnya presiden membuat keputusan dengan tidak jadi melantik calon Kapolri Budi Gunawan dan mengisi kekosongan pimpinan KPK dengan menunjuk tiga pimpinan baru.?

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berharap perseteruan antara KPK dan Polri tidak terulang kembali di masa mendatang. Dua-dua insitusi negara ini harus bekerjasama dalam upaya penegakan hukum. Ia berharap KPK dan Polri sama-sama kuat.

PBNU: KPK harus Kuat, Polri harus Kuat (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: KPK harus Kuat, Polri harus Kuat (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: KPK harus Kuat, Polri harus Kuat

“Siapapun harus bersikap adil. Presidennya milik kita, Polisi milik kita, KPK juga kita. Semuanya harus taat kepada konstitusi.”

Mujahidin Cyber

Untuk menegakkan hukum, institusi-institusi tersebut harus diperkuat, bukan malah saling melemahkan dan mencari-cari kesalahan satu sama lain.

Mujahidin Cyber

? “KPK harus Kuat, Polri harus Kuat,” tegasnya.

Ia menjelaskan, dalam kerjasama penegakan hukum tersebut, ada etika dan moral yang harus dijunjung tinggi. Ia mencontohkan, mengajak orang shalat dengan mengata-ngatai “goblok” akan membuat orang merasa tersinggung, padahal ajakannya benar.?

“Ini perlu menjadi evaluasi,” jelasnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Meme Islam, Tokoh Mujahidin Cyber

Senin, 18 Desember 2017

PPIM: Siswa dan Mahasiswa Lebih Toleran ke Non-Muslim daripada Sesama Muslim

Jakarta, Mujahidin Cyber. Pada awal Oktober lalu Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan sebuah survei tentang sikap keberagamaan generasi Z di sekolah dan universitas di Indonesia. Survei ini melibatkan 2181 sampel di 34 provinsi dan 68 kabupaten kota. Sampel tersebut terbagi atas empat kategori: 264 guru, 58 dosen, 1522 siswa, dan 337 mahasiswa. Semua responden dalam survei ini adalah penganut agama Islam.

Survei ini menggunakan dua alat ukur yaitu self report dengan menggunakan computer assisted instruction (CAI) seperti memberikan kuesioner kepada responden dan implicit assosciation test. Untuk mengontrol kualitas hasil survei, maka dilakukan spot check 5 persen sampel. Sementara margin of error survei ini adalah 2,7 persen.  

Direktur PPIM Saiful Umam menjelaskan, yang menjadi fokus survei ini adalah soal intoleransi dan radikalisme di kalangan generasi Z, mereka yang lahir di atas tahun 1995. Di dalam survei ini, intoleransi dibagi menjadi dua kategori: intoleransi internal antar sesama umat Islam dan intoleransi eksternal antara umat Islam dengan non-Islam. 

PPIM: Siswa dan Mahasiswa Lebih Toleran ke Non-Muslim daripada Sesama Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
PPIM: Siswa dan Mahasiswa Lebih Toleran ke Non-Muslim daripada Sesama Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

PPIM: Siswa dan Mahasiswa Lebih Toleran ke Non-Muslim daripada Sesama Muslim

“Masing-masing ada sikap dan opini. Opini adalah persepsi, sedangkan sikap lebih kepada keterlibatan mereka (pada aksi-aksi intoleransi dan radikalisme),” kata Saiful saat memaparkan hasil survei di Hotel Le Meridien Jakarta, Rabu (8/11).

Dari hasil survei, Saiful menyebutkan bahwa tingkat toleransi umat Islam terhadap umat agama lainnya lebih tinggi dari pada toleransinya kepada sesama umat Islam yang berbeda paham keagamaan, baik dari segi opini maupun aksi. Ia menduga, tingginya angka intoleransi terhadap sesama umat agama Islam adalah salah satunya karena dimasukannya pertanyaan soal Ahmadiyah dan Syi’ah.

Mujahidin Cyber

Siswa dan mahasiswa yang memiliki opini intoleran internal adalah 51,1 persen dan sikap intoleran internalnya adalah 34,1 persen. Sementara siswa dan mahasiswa yang memiliki opini intoleran eksternal adalah 34,3 persen dan sikap intoleran eksternalnya adalah 17,3 persen.

“Siswa dan mahasiswa lebih toleran kepada penganut agama lain dari pada kelompok yang dipersepsikan berbeda paham keagamannya (meski satu agama Islam). Mereka lebih bisa menerima orang Kristen daripada orang Ahmadiyah, Syiah, atau sempalan lainnya,” jelasnya.

Mujahidin Cyber

Setidaknya, ada empat faktor penting yang menjadikan siswa dan mahasiswa menjadi intoleran yaitu guru, akses internet untuk pengetahuan agama, persepsi tentang kinerja pemerintah, dan persepsi tentang umat Islam sebagai korban. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pahlawan, Pemurnian Aqidah, Meme Islam Mujahidin Cyber

Jumat, 15 Desember 2017

Lakpesdam Surabaya: Dai Harus Melek Perkembangan Kekinian

Surabaya, Mujahidin Cyber 



Pengurus Lakpesdam NU Surabaya, M. Najih Arromadloni berpendapat, dari sekian banyak pengguna media sosial hanya sebagian kecil yang menciptakan konten. Sisanya konsumen. Ia menyampaikan hal itu saat menjadi moderator Pelatihan Dai Zaman Now yang digelar Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Surabaya di Pena Room gedung Graha Pena Surabaya, Ahad pagi, (17/12) .

Lakpesdam Surabaya: Dai Harus Melek Perkembangan Kekinian (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam Surabaya: Dai Harus Melek Perkembangan Kekinian (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam Surabaya: Dai Harus Melek Perkembangan Kekinian

Sekitar 100 peserta Pelatihan Dai Zaman Now tidak hanya mendengarkan ceramah dari para praktisi yang ahli di bidangnya. Mereka juga diajari dan langsung praktik membuat berbagai macam design meme untuk disebarluaskan di medsos.

Ketua Lakpesdam NU Surabaya Imam Syafii, ketika membuka kegiatan itu mengatakan bahwa para dai harus menyesuaikan perkembangan zaman dalam menyampaikan dakwahnya. 

Mereka juga harus mengetahui isu-isu kekinian dengan agar tidak ketinggalan dari jamaahnya. "Karena sekarang zamannya internet dan medsos, para dai juga harus melek internet dan medsos. Jika tidak, akan ditinggal jamaahnya," jelasnya.

Mujahidin Cyber

Saat ini, menurut Imam, jumlah pengguna internet di Indonesia sangat besar. Dari 262 juta jumlah penduduk, ada 132,7 juta pengguna internet, 106 juta pengguna medsos, dan 92 juta pemakai ponsel aktif. 

"Para dai harus melihat realita ini sebagai medan dakwahnya yang baru sekaligus melengkapi diri mereka dengan keterampilan dan strategi yang tepat agar bisa berdakwah kepada warganet tersebut," papar Direktur Pemberitaan dan Produksi JTV ini.   

Sururi Arumbani, salah seorang pemateri, menerangkan bahwa berdakwah tidak harus berpidato atau berceramah di depan jamaah pengajian. Berdakwah juga bisa dengan cara lain yaitu berdakwa dengan cara menyebarkan meme atau nge-vlog di medsos. 

"Dakwah itu yang penting menyampaikan kebaikan (hasanah). Bukan menyebar kebencian terhadap orang lain," ujar Sururi. "Kalau semua pendakwah ingin ceramah di depan jamaah pengajian, nanti bisa rebutan panggung," sambung mantan Pemimpin Redaksi TV9 ini dengan nada guyon, sehingga membuat peserta workshop tertawa.

Mujahidin Cyber

Pembicara lainnya, Judy Djoko Wahyono memberikan sejumlah kiat agar para dai bisa tampil mempesona di depan jamaahnya melalui gesture dan suara. Termasuk para dai yang ingin nge-vlog atau membuat video ceramahnya untuk ditampilkan di medsos. 

"Para dai jangan hanya memikirkan what to say. Tapi juga how to say-nya," kata doktor sekaligus praktisi media yang suka dipanggil Bung Djoko ini.

Dia menegaskan ada dua faktor dalam berkomunikasi antara komunikator (pembicara) dengan komunikan (yang diajak bicara) yaitu faktor verbal dan non verbal. 

"Sekitar 80 persen keberhasilan berkomunikasi ditentukan faktor nonverbal. Pangaruh faktor verbal hanya 20 persen," jelas Direktur Radio El Bayu, Gresik, ini.

Faktor nonverbal itu, lanjut dia, di antaranya meliputi gestur dan vokal (suara). "Sementara suara terdiri dari unsur intonasi (naik turun), artikulasi (pelafalan), aksentuasi (penekanan), phrase, speed, pace (ketukan) dan power," ujarnya.

Narasumber lainnya, Arya Muhammad, mengatakan medsos sebagai media baru untuk berdakwah. Ini karena pengaruh media sosial yang sangat besar sekarang. Kalau dulu ada jargon mulutmu harimaumu. Sekarang ganti menjadi medsosmu harimaumu. "Sekarang ini, semuanya tergantung kepada apa yang disampaikan di medsos," kata Arya dari Santri Community Design.

Menurut Arya, dai dan calon dai zaman now harus melek medsos dan melek design. "Supaya mereka bisa melakukan dakwah bil lisan dan bil design," kata lulusan design grafis Universitas Negeri Malang ini.  Dia mengungkapkan, saat ini, konten dakwah di medsos dilakukan dengan menyebar meme sebanyak-banyaknya. "Mulai dari poster dakwah hingga quote ulama," tambah Arya.

 Arya mengajari peserta workshop bagaimana membuat berbagai design meme menarik dengan aplikasi corel. Mulai dari pilihan warna hingga font hurufnya. "Yang sederhana saja. Yang penting jelas. Jangan berbelit-belit," sarannya kepada peserta pelatihan yang kebanyakan mahasiswa dan sarjana tersebut.

Lakpesdam Sehari sebelumnya, di tempat dan waktu yang sama, sehari sebelumnya, mengadakan Workshop Jurnalistik dan Karya Tulis Ilmiah. Pesertanya 200 lebih siswa SMA dan mahasiswa. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sunnah, Kajian Sunnah, Meme Islam Mujahidin Cyber

Kamis, 14 Desember 2017

Mahasiswa Pascasarjana NU di UGM Bahas Pangan Fungsional untuk Masyarakat

Yogyakarta, Mujahidin Cyber  

Dalam rangka memperingati hari pangan dunia yang jatuh pada tanggal 16 Oktober, Forum Silaturrahmi Mahasiswa Pascasarjana Nahdlatul Ulama UGM bekerjasama dengan Pusat Studi Energi UGM menyelenggarakan diskusi bulanan ke-3 pada Rabu, (18/10). Diskusi ini mengusung tema “Peran Pangan Fungsional untuk Kesejahteraan Masyarakat.” 

Mahasiswa Pascasarjana NU di UGM Bahas Pangan Fungsional untuk Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Pascasarjana NU di UGM Bahas Pangan Fungsional untuk Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Pascasarjana NU di UGM Bahas Pangan Fungsional untuk Masyarakat

Hadir sebagai pembicara Satyaguna Rakhmatullah, alumni S2 Fakultas Peternakan UGM yang sekarang menjadi  peneliti di Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM. Selain itu ia juga aktif sebagai pengurus Lembaga Pengembangan Pertanian PWNU DIY. 

Satyaguna menyampaikan bahwa pangan fungsional itu erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Pangan fungsional ini adalah pangan yang tidak hanya memberikan nutrient atau nilai gizi, tetapi juga memberikan nilai kesehatan lebih bagi tubuh kita. 

Lebih lanjut, Satyaguna mengatakan bahwa pangan fungsional yang jumlahnya sangat banyak itu dapat kita temukan di lingkungan sekitar kita baik dalam bentuk umbi, sayur, maupun buah-buahan lokal. 

Mujahidin Cyber

Pemerintah diharapkan dapat mendorong kampanye pangan fungsional ini dalam rangka untuk meningkatkan taraf hidup masyarkat baik dalam sisi kesehatan maupun dalam konteks ekonomi. Setiap desa diharapkan dapat mengembangkan pangan fungsional yang berasal dari hasil alam yang organik sebagi ciri khas daerah tersebut dan sekaligus untuk menguatkan ketahanan pangan masyarakat.

Sementara Ahmad Rahma Wardhana, perwakilan Pusat Studi Energi menyampaikan bahwa yang terpenting dalam menyelenggarakan diskusi seperti ini adalah keistiqomahan. 

Mujahidin Cyber

Selain itu ia juga menyampaikan, sebagai forum yang berisi mahasiswa dari litas disiplin, forum ini memungkinkan kita untuk mengembangkan sudut pandang multi perspektif, untuk keluasan dan kedewasaan dalam mengambil keputusan. 

Diskusi ini diikuti oleh sekitar 30 mahasiswa S2 dan S3 yang berasal dari bebagai jurusan di kampus UGM, UIN Sunan Kalijaga dan UNY.  Forum ini merupakan wadah diskusi untuk mengembangkan intelektualitas mahasiswa Pascasarjana dari berbagai disiplin ilmu yang terikat oleh satu rasa emosi yang sama, yakni sebagai keluarga besar Nahdhlatul Ulama. (Irsyadul Ibad/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Meme Islam, Halaqoh Mujahidin Cyber

Selasa, 05 Desember 2017

Warga Solo Buka Bersama Sinta Nuriyah di Loji Gandrung

Solo, Mujahidin Cyber. Halaman rumah dinas walikota Solo, Loji Gandrung, pada Sabtu (20/7) sore kemarin terlihat lebih ramai dari biasanya. Sekitar 300 orang yang berasal dari wilayah Solo dan sekitar hadir ke tempat ini untuk mengikuti dialog dan buka puasa bersama Hj. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid.

Warga Solo Buka Bersama Sinta Nuriyah di Loji Gandrung (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Solo Buka Bersama Sinta Nuriyah di Loji Gandrung (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Solo Buka Bersama Sinta Nuriyah di Loji Gandrung

Kota Solo menjadi salah satu kota langganan untuk digelarnya kegiatan buka puasa bersama keluarga Gus Dur ini pada setiap tahunnya ketika bulan Ramadhan tiba. Kegiatan yang diselenggarakan atas kerjasama Pemkot Solo dan Keluarga alumni Ma’had Al Muayyad (Kamal) Solo ini mengangkat tema dialog "Puasa: Sekolah untuk Kesabaran dan Kejujuran".

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya ketika istri dari Presiden RI ke-4 ini bisa kembali hadir di Kota Solo. Ia juga menuturkan bahwa Solo yang baru saja mendeklarasikan diri sebagai kota Shalawat terus berupaya menciptakan suasana kota yang nyaman, aman, dan kondusif.

Mujahidin Cyber

“Solo sudah kita tetapkan sebagai kota Shalawat,” tegasnya.

Mujahidin Cyber

Sementara Sinta Nuriyah menuturkan bahwa kegiatan ini sudah dilakukannya sejak Gus Dur masih menjadi presiden. Tidak hanya buka puasa bersama yang dilakukan, sahur bersama pun juga ia lakukan dalam setiap tour Ramadhannya.

Di hadapan para warga yang hadir, Sinta menyatakan bahwa tema dialog yang diusungnya ini disesuaikan dengan situasi dan kondisi bangsa saat ini. “Setiap tahun temanya berubah-ubah sesuai kondisi bangsa,” ujar perempuan kelahiran Jombang, 8 Maret 1948 ini.

Dalam kesempatan tersebut, sosok yang dikenal pluralis ini juga menyatakan, “kita ini hidup di negara Bhinneka Tunggal Ika. Artinya Indonesia ini terdiri dari berbagai suku bangsa dan agama.”

Mengingat kondisi bangsa yang belakangan ini sering terjadi konflik antar kelompok agama maupun suku, lewat pernyataannya tersebut, Sinta ingin mengajak kepada semuanya untuk senantiasa berbagi kasih dan sayang dalam hal kemanusiaan.

Ia menuturkan bahwa banyak yang berpuasa namun tidak tahu makna dan hakekat puasa itu sendiri. Puasa bukan hanya sebatas pengguguran kewajiban seorang hamba kepada Tuhannya semata. Namun dari puasa kita belajar memaknai hidup lewat mereka yang kurang mampu agar kita saling berbagi.

“Ternyata kaum muslimin dan muslimat ketika menjalankan puasa masih banyak yang belum mengerti tentang makna dan hakekat puasa yang sesungguhnya. Islam itu sangat menjunjung tinggi kemanusiaan maka dari itu kita diajarkan untuk saling berbagi,” tandasnya.

Ia menegaskan bahwa inti dari puasa itu bukan hanya menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu adalah supaya kita sebagai hamba menjadi orang-orang yang bertakwa seperti yang telah tertuang dalam QS Al-Baqarah ayat 183.

Redaktur ? ? : A. Khoirul anam

Kontributor: Ahmad Rodif Hafidz

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Meme Islam Mujahidin Cyber

Minggu, 03 Desember 2017

Imam Besar Istiqlal: Kehadiran Muslimat adalah Rahmat

Jakarta, Mujahidin Cyber. Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar ikut kagum dengan kiprah Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dalam berjuang untuk agama, bangsa, dan negara. Ia menyebut, kehadiran Muslimat sebagai Rahmat bagi umat.

“Kehadiran Muslimat adalah Rahmat. Selama ada Muslimat, Indonesia tidak akan ambruk,” ungkap Kiai Nasar, sapaanya, saat memberikan sambutan dalam peringatan Harlah ke-71 sekaligus pelantikan PP Muslimat NU periode 2016-2021, Selasa (28/3) di Masjid Istiqlal Jakarta.

Imam Besar Istiqlal: Kehadiran Muslimat adalah Rahmat (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam Besar Istiqlal: Kehadiran Muslimat adalah Rahmat (Sumber Gambar : Nu Online)

Imam Besar Istiqlal: Kehadiran Muslimat adalah Rahmat

Pernyataan Kiai Nasar merujuk kepada khidmah atau pengabdian seluruh kader Muslimat NU di Indonesia dengan menyediakan berbagai layanan di bidang kesehatan, pendidikan, koperasi, dan dakwah.

Seperti diketahui, Muslimat NU mempunyai sejumlah perangkat organisasi yang selama ini telah berjalan dengan baik. Perangkat organisasi tersebut adalah Yayasan Himpunan Daiyah Muslimat (Hidmat) NU, Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKMNU), Yayasan Pendidikan Muslimat NU (YPMNU), dan Induk Koperasi Annisa (Inkopan) Muslimat NU yang terdiri dari pusat-pusat koperasi (Puskop) di wilayah dan cabang.

Dalam kesempatan Harlah dan pelantikan tersebut, Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa menyebut, saat ini Muslimat memiliki sekitar 16.300 Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), 13.000 lebih Raudlatul Athfal (RA), 9.800 RA, dan 4.600 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Mujahidin Cyber

Selain itu, Muslimat NU juga memiliki Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) di Jombang dan Klinik Haemodialisis yang telah diakui secara nasional melalui sejumlah penghargaan. Khofifah juga menjelaskan, Muslimat juga memiliki 144 panti asuhan anak-anak dan 134 panti Lansia.

Untuk merawat generasi muda Indonesia, Muslimat NU juga fokus dalam pemberantasan Narkoba. Hal ini diwujudkan dengan membentuk Laskar Antinarkoba yang dideklarasikan pada 2016 lalu di Malang.?

Dalam kesempatan di Masjid Istiqlal tersebut, Khofifah secara resmi melantik Laskar Antinarkoba. Laskar ini dikomandani oleh para Ketua PP Muslimat NU dan Ketua Pimpinan Wilayah Muslimat NU di 34 provinsi.

Mujahidin Cyber

Terkait perjuangan Muslimat itu, Kiai Nasar menyebut bahwa Muslimat dan Nahdlatul Ulama secara umum telah nyata mempraktikkan Islam sebagai rahmat bagi umat. Bukan hanya perjuangan menegakkan nilai-nilai agama, tetapi juga meneguhkan eksistensi bangsa dan negara lewat keadilan dan kemaslahatan umat. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Fragmen, Meme Islam Mujahidin Cyber

Minggu, 26 November 2017

Seminar Internasional Pra-Muktamar Angkat Tema Islam Nusantara

Surabaya, Mujahidin Cyber. Awal Juli (1/7) Panitia Daerah (Panda) Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama kembali mengadakan kegiatan Pra-Muktamar. Kegiataan ini berbeda dengan yang sebelumnya. Panda menggelar seminar internasional bekerja sama dengan Kompas dan UIN Sunan Ampel. Seminar yang kembali mengangkat tema NU dan Islam Nusantara ini digelar di GreenSA di Jalan Juanda, Surabaya.

Seminar Internasional Pra-Muktamar Angkat Tema Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Seminar Internasional Pra-Muktamar Angkat Tema Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Seminar Internasional Pra-Muktamar Angkat Tema Islam Nusantara

Hadir dalam seminar itu, Ketua Panitia Daerah, H Syaifullah Yusuf yang didampingi Sekertaris Panda H Thoriqul Haq. Ketua PWNU Jatim, KH Hasan Mutawakkil Alallah didampingi sekertaris PWNU Jatim yang sekaligus ketua Panitia acara seminar Internasional. Dari Cabang juga terlihat PCNU Lumajang, PCNU Bondowoso, PCNU Surabaya dan beberapa mahasiswa UIN Sunan Ampel.

Dalam sambutannya Ketua PWNU Jatim mengatakan Islam Nusantara adalah Islam yang harus kita suarakan bersama. Islam di Indonesia ini diharapkan membersihkan nama Islam yang telah dinodai oleh darah (ISIS). "Islam Nusantara saat ini menjadi harapan Islam dunia. Islam di dunia telah menunggu Islam Nusantara," lanjutnya.

Mujahidin Cyber

Gus Ipul menyampaikan lslam Nusantara akan menjadi kiblat beradaban Islam dunia. "Negeri Islam di timur tengah tidak sama sekali menunjukkan islam yang sesungguhnya, Islam yang ramah hanya ada di Indonesia, itulah Islam Nusantara yang digagas oleh Nahdlatul Ulama warisan wali songo," jelas Gus Ipul sebelum membuka acara seminat Internasional.

Mujahidin Cyber

Prof Dr H Abdul Ala, MA sebagai tuan rumah juga menjadi narasumber, didampingi dosen UIN Sunan Ampel, Imam Ghozali. Sedangkan narasumber dari luar negeri, Prof Greg Barton pengamat NU dari Australia. (Rofii Boenawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Meme Islam, Nahdlatul, Olahraga Mujahidin Cyber

Kamis, 23 November 2017

Terbaik, LBH Ansor DIY Terakreditasi A

Yogyakarta, Mujahidin Cyber. Lembaga Bantuan Hukum Ansor berhasil lolos verifikasi dari Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kementerian Hukum dan HAM RI dengan nilai akreditsi A.?

Berdasarkan rilis yang dilakukan BPHN dalam webnya www.bphn.go.id, untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, LBH Ansor merupakan satu-satunya LBH yang lolos verifikasi dengan akreditasi A, disusul LKBH UII dengan nilai B dan selainnya dinilai C.?

Terbaik, LBH Ansor DIY Terakreditasi A (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbaik, LBH Ansor DIY Terakreditasi A (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbaik, LBH Ansor DIY Terakreditasi A

Pengumuman yang langsung ditandatangani oleh Menteri Hukum dan HAM RI Amir Syamsudin juga memberikan catatan yakni bagi Lembaga Bantuan Hukum atau Organisasi Kemasyarakatan yang dinyatakan lulus, diharapkan segera mengajukan proposal bantuan hukum kepada Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum dan HAM RI paling lambat tanggal 7 Juni 2013.?

Mujahidin Cyber

Format Proposal dapat diunduh di www.bphn.go.id. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 021-8091908. Serta bagi Lembaga Bantuan Hukum atau Organisasi Kemasyarakatan yang dinyatakan lulus dan belum berbentuk Badan Hukum, diharapkan segera untuk mengajukan pengesahan Badan Hukum kepada Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum dan HAM RI dengan melampirkan salinan akta yang dilegalisir paling lambat 2 (dua) minggu terhitung sejak tanggal 1 Juni 2013.

Menurut Direktur LBH Ansor DIY Agus Suprianto, ? lolosnya verifikasi dengan nilai A ini merupakan jerih payah sahabat-sahabat pengurus LBH Ansor DIY yang dengan perjuangan panjang dapat memberikan layanan hukum terbaik bagi masyarakat tanpa membedakan agama suku dan status sosial. Di LBH Ansor DIY tercatat ada lebih dari 10 advokat, 32 paralegal dan sejak tahun 2010 hingga 2012 telah memberikan bantuan hukum kepada masyarakat sebanyak 1827 perkara, baik berupa konsultasi hukum, pendampingan non litigasi maupun litigasi di pengadilan.

Mujahidin Cyber

Redaktur: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Quote, Meme Islam Mujahidin Cyber

Rabu, 22 November 2017

Pergunu Kritisi Pemerintah yang Menganakemaskan PGRI, Mengapa?

Jakarta, Mujahidin Cyber. Dalam keterangan tertulis yang dikirimkan ke Mujahidin Cyber, Pengurus Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu) menerangkan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 41 ayat (1) dan (2) dinyatakan bahwa guru membentuk organisasi profesi yang bersifat independen. ?

Pengertian independen antara lain:

Pergunu Kritisi Pemerintah yang Menganakemaskan PGRI, Mengapa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Kritisi Pemerintah yang Menganakemaskan PGRI, Mengapa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Kritisi Pemerintah yang Menganakemaskan PGRI, Mengapa?

1. Organisasi profesi tidak berafiliasi atau merupakan kelengkapan aparatur pemerintah,?

2. Keberadaan masing-masing organisasi profesi guru, seperti Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ikatan Guru Indonesia (IGI), Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Federasi Guru Independen Indonesia (FGII), dan Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) adalah setara. Dengan demikian, pemerintah harus memperlakukan semua organisasi profesi guru harus adil dan tidak memihak (equal treatment).

3. Pemerintah tidak diperbolehkan memberikan fasilitas secara sepihak kepada organisasi profesi guru tertentu, misalnya: melakukan pemotongan gaji para guru untuk kepentingan organisasi profesi guru tertentu, memberikan kemudahan kepada pihak tertentu, sementara lainnya tidak, dan sebagainya.

Mujahidin Cyber

Ketika perayaan Hari Guru Nasional (HGN) 2016 ini, ternyata pemerintah (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) memberikan keistimewaan pada PGRI dengan menuliskan Hari Ulang Tahun PGRI pada logo HGN 2016, maka sudah barang tentu hal ini bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen sebagaimana tersebut di atas.

Jika dalam penulisan “HUT PGRI ke 71” pada logo HGN 2016 tersebut, pemerintah mendasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 tentang penetapan Hari Guru Nasional (HGN), maka hal ini adalah tidak benar, karena:

1. Dalam tata hukum di Indonesia, kedudukan Undang-Undang sudah barang tentu adalah lebih tinggi daripada Keputusan Presiden.

2. Disamping itu, dalam Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 tersebut, ternyata dari 3 amar atau poin keputusannya tidak satupun menyebutkan “HUT PGRI”, kecuali pada aspek pertimbangan/konsideran saja.

Mujahidin Cyber

3. Pemerintah tidak boleh merayakan HUT sebuah organisasi profesi tertentu, yaitu PGRI (yang berdasarkan Undang-Undang seharusnya independen) dengan menggunakan fasilitas negara, baik sumber-daya uang maupun lainnya yang memberati keuangan negara. ? Dengan kata lain, biarkan PGRI merayakan sendiri hari ulang tahunnya, seperti halnya organisasi profesi guru lainnya, bukan dengan membebani sumber-daya negara.?

Berdasarkan hal tersebut, kami Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Ikatan Guru Indonesia (IGI), Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Federasi Guru Independen Indonesia (FGII), dan Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) meminta kepada pemerintah (cq. Ketua Panitia Hari Guru Nasional 2016 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia) untuk segera mencabut kalimat atau frase “HUT PGRI ke 71” pada logo HGN 2016.?

Demikian pula halnya dengan berbagai atribut, dokumen, rekaman suara, dan lainnya dalam event HGN 2016 yang mengindikasikan tentang HUT PGRI ke 71.

Dalam kesempatan ini, Pergunu yang kembali dinahkodai oleh Dr KH Asep Saifuddin Chalim mengusulkan perlunya dilakukan peninjauan kembali terhadap Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 tentang Hari Guru Nasional agar tidak terjadi salah tafsir bagi sebagian pihak.?

(Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hikmah, Daerah, Meme Islam Mujahidin Cyber

Sabtu, 18 November 2017

Imam Syafi’i dalam Yurispundensi Islam

Judul Buku : Fiqih Imam Syafi’i

(Mengupas Masalah Fiqhiyah Berdasar Al-Qur’an dan Hadits)

Penulis : Prof. Dr. Wahbah Zuhaili

Imam Syafi’i dalam Yurispundensi Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam Syafi’i dalam Yurispundensi Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Imam Syafi’i dalam Yurispundensi Islam

Penerbit : Almahira, Jakarta

Cetakan : I, Februari 2010

Tebal : 716 hal.

Peresensi : Ahmad Shiddiq Rokib*

Mujahidin Cyber



Fiqih merupakan cabang ilmu keislaman yang mengkaji hukum syariat yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhan (hablum minallah) dan? hubungan antar sesama manusia (hablum minannas). Kata “fiqih” sendiri secara bahasa berarti “paham”, seperti dikutip dalam hadits di atas, awal mulanya fiqih pengertian yang luas, yaitu pemahaman yang mendalam terhadap islam secara utuh. Definisi ini berlaku pada masa generasi sahabat dan tabi’in. Selanjutnya pada masa muta’akhirin (abad IV-XII H), fiqih mengalami penyempitan makna, menjadi “pengetahuan hukum syara’ yang bersifat alamiyah bersumber dari dalil-dalil yang spesifik”.

Pada periode Mutaakhirin ini, pula terjadi pelembagaan fiqih dalam beberapa madzhab. Ketika itu ada empat madzhab besar berkembang dan mampu bertahan hingga saat ini, yaitu Madzhab Hanafi, Madzhab Maliki, Madzhab Syafi’i dan Madzhab Hambali. Empat madzhab tersebut tersebar ke seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Berdasarkan sejarah masuknya Islam ke Nusantara, Madzhab Syafi’i lah yang pertama kali di anut penduduk Nusantara. Dan saat ini mayoritas kaum muslimin indonesia bermadzhab Syafi’i.

Mujahidin Cyber

Madzhab Syafi’i yang digagas oleh Muhammad bin Idris as-Syafi’i (150-204 H) mendapat apresiasi yang luar biasa dari umat Islam dunia. Madzhab ini dianut oleh kurang lebih 28 persen populasi muslim dunia, atau sekitar 439,6 juta jiwa dari 1,57 miliyar penduduk? dunia.? Penganut Madzhab Syafi’i tersebar di Mesir, Arab Saudi, Suriah, Indonesia, Malasyia, Brunai Darussalam, Pantai Koromandel, Malabar, Hadramaut, dan Bahrain.

Tidak heran jika pengaruhnya sangat luar biasa dalam yurispundensi Islam sebab Imam Syafi’i memang dikaruniai kecerdasan istimewa, kemampuan nalar dan gaya bahasa yang luar biasa. Pada usia 20 tahun ia sudah hafal kitab “al-Muwaththa’” karya monumental Imam Malik. Imam Malik mengagumi Imam Syafi’i sembari berkata “wahai Muhammad (Syafi’i)” sesungguhnya Allah telah memancarkan cahaya hatimu, maka jangan engkau sia-siakan cahaya itu dengan maksiat. Esok akan banyak orang yang berdatangan untuk belajar kepadamu. Pujian Imam Malik benar menjadi kenyataan. Syafi’i kemudian Imam madzhab panutan umat diberbagai belahan dunia Islam, termasuk di Indonesia.

Madzhab Syafi’i, satu dari sekian banyak madzhab fiqih saat ini masih mendapat apresiasi luar biasa mayoritas kaum muslim dunia. Keunggulan utama madzhab Syafi’i terletak pada sifatnya yang moderat. Di awal pertumbuhannya, pendiri madzhab ini, Muhammad bin Idris as-Syafi’i (150-204 H), mengakomodasi dua aliran hukum Islam yang berkembang saat itu, yaitu aliran tektualis (madrasatul hadits) dan aliaran rasionalis (madrasatur ra’y). Hasil kolaborasi keduanya dapat dilihat dari produk hukum Imam Syafi’i yang selalu mengacu pada subtansi nash (Al-Qur’an dan as-Sunnah), kemudian dalam kasus tertentu dipadukan dengan dalil analogi (qiyas).

Sebagai Bapak Ushul Fiqh, Imam syafi’i mewariskan seperangkat metode istimbath hukum yang berfungsi untuk menganalisasi beragam kasus hukum baru yang terjadi dikemudian hari. Dari tangan Imam Syafi’i lahir ribuan ulama yang konsen menafsirkan, menjabarkan, dan mengembangkan pemikiran beliau dalam ribuan halaman karya dibidang hukum Islam. Tidak heran jika dinamika perkembangan Madzhab ini melampaui Madzhab lainnya.

Buku yang terdiri tiga jilid yang ditulis Prof. Dr. Wahbah Zuhaili ini, memuat ribuan kasus yang terjadi masyarakat, yang dibidik dengan aturan hukum islam dalam berbagai aspek kehidupan yang bersumber dari al-qur’an, as-sunnah, ijma’ ulama dan qiyas serta hasil ijtihad Imam Syafi’i dan murid-murid beliau.

Secara garis besar, Masterpiece Prof. Dr. Wahdah as Zuhaili ini disusun dalam lima bab. Sebagai pendahuluan, pembaca akan diajak menelusuri biografi dan pemikiran hukum Imam Syafi’i. Selanjutnya secara sistematis, Prof. Wahbah mengurai secara detail hukum thaharah dan ibadah, pada bab satu. Bab dua menyajikan hukum muamalah konferensional dan syari’ah berikut transaksinya. Bab ketiga memaparkan hukum keluaga Islam. Kemudian pada bab empat berisi hukum Hadd, Jinayah, dan Jihad, terakhir. Bab lima, mengulas aspek peradilan Islam.

Dalam buku fiqih Imam Syafi’i ini diperkaya dengan penjelasan hikmah dibalik penetapan sebuah aturan syariat, penjelasan terperinci atas setiap topik bahasan, dan pemberian contoh-contoh lengkap dengan dalilnya. Penulisan buku ini berpatokan sepenuhnya pendapat Imam Syafi’i yang lebih valid yang terdapat didalam Majmu’dan minhajnya, dan tidak merujuk pada kitab al-raudhah dan sebagainya. Tujuan agar madzhab ini dapat menjadi jelas bagi kalangan awam. Apalagi, penyajian Fiqih perbandingan yang dilakukan terlalu dini tampaknya lebih sering hanya akan memunculkan kebingungan serta menhancurkan keselarasan hukum syaiat.

Jika dibandingkan dengan ilmu-ilmu lainya, fiqih merupakan ilmu yang paling lurus dan matang. Dengan fiqih, syariat Islam telah menjadi salah satu sumber penetapan syariat yang sekaligus dapat diterima disetiap waktu dan tempat. Karena itu, fiqihlah yang telah menghimpun antara ajaran pokok dengan hal-hal yang menjaman serta menghimpun antara upaya untuk menjaga berbagai macam sumber syariat yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadis dengan berbagai macam pekembangan dan perubahan yang terjadi, yang tujuannya adalah untuk mengindentifikasi hukum halal-haram dan demi menggapai kemaslahatan bagi umat manusia dan kebutuahan mereka disepanjang zaman. Karena fiqih memang terlahir dari dasar-dasar dan berbagai sumber yang kokoh demi tujuan syariat yang universal.

Dengan demikian, buku yang sangat mengagumkan ini patut menjadi rujukan umat Islam, baik untuk dijadikan leterasi dalam dunia akademik maupun sebagai pandangan hidup dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Sehingga, mampu membedakan dari hal-hal yang diperbolehkan dengan yang tidak diperbolehkan oleh agama. Wallahu a’lam bis-showab.



* Peresensi adalah mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya, aktif Pada Pondok Budaya Ikon Surabaya
Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pesantren, Meme Islam Mujahidin Cyber

Jumat, 03 November 2017

Banser Sukoharjo Bangun Kekompakan lewat Arisan

Sukoharjo, Mujahidin Cyber. Untuk mempererat rasa solidaritas dan menjalin silahturahmi antar sesama, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, menyelenggarakan arisan dan kuliah bagi anggota lama dan baru.

Banser Sukoharjo Bangun Kekompakan lewat Arisan (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Sukoharjo Bangun Kekompakan lewat Arisan (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Sukoharjo Bangun Kekompakan lewat Arisan

“Kegiatan arisan seperti ini bukan hanya untuk menerima uang tetapi lebih sebagai ajang silahturahmi dan menerima masukan sesama anggota Banser,” kata Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sukoharjo Nuril Huda, Rabu (4/9).

Menurut dia, kegiatan arisan sudah menjadi rutinitas anggota Banser Sukoharjo. Bukan sebagai program khusus organisasi tetapi pemicu berkumpulnya sesama anggota Banser. Tanpa acara semacam ini mereka jarang saling bertemu, bahkan hingga tiga bulan. ?

Mujahidin Cyber

“Setelah diadakan kegiatan seperti ini paling tidak Banser dalam satu bulan bisa ketemu. Tempatnya selalu berkeliling di seluruh Sukoharjo,” tuturnya.

Meski sederhana, namun tak mengurangi keakraban antar sesama anggota Banser Sukoharjo, karena momen tersebut dapat digunakan untuk saling menjaga kekompakan, berdiskusi dan bertukar pikiran antar sesama anggota Banser.? (Mashri/Mahbib)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Tegal, Meme Islam Mujahidin Cyber

Rabu, 01 November 2017

Musik Gamelan Warnai Majelis Shalawat Rijalul Ansor Salatiga

Salatiga, Mujahidin Cyber - Grup Kidung Syafa’at tampak mengumandangkan shalawat pada kegiatan rutin Ansor Bershalawat yang diinisiasi Rijalul Ansor Kota Salatiga di halaman SMK Al-Falah Kota Salatiga, Selasa (20/9) malam. Grup ini mengemas alunan musik gamelan, shalawat, puisi, dan doa menjadi sebuah harmoni.

Grup musik ini merupakan asahan Ilyas, salah seorang dosen Unnes. Grup ini memang memiliki ciri khas warna musik gamelan.

Musik Gamelan Warnai Majelis Shalawat Rijalul Ansor Salatiga (Sumber Gambar : Nu Online)
Musik Gamelan Warnai Majelis Shalawat Rijalul Ansor Salatiga (Sumber Gambar : Nu Online)

Musik Gamelan Warnai Majelis Shalawat Rijalul Ansor Salatiga

Afra, salah satu santri putri Al-Falah mendengarkan dengan seksama ketika pembacaan puisi yang berkisah tentang Rasulullah SAW oleh vokalis Kidung Syafa’at.

Mujahidin Cyber

“Saya memang sangat suka dengan shalawat, apalagi kalau ada puisi yang menceritakan kisah Rasulullah SAW,” kata Afra.

Mujahidin Cyber

Ia menambahkan bahwa dirinya merasa bangga menjadi kaum nahdliyin, karena di NU budaya tetap terjaga sebagai rahmatan lil alamin. (Evie Yunianti/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Olahraga, Meme Islam Mujahidin Cyber

Rabu, 18 Oktober 2017

Mimih Haeruman Emban Plt Ketua Umum Pagar Nusa

Jakarta, Mujahidin Cyber? . Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa melakukan serah terima jabatan Ketua Umum dari H Aizuddin Abdurrahman kepada Ajengan Mimih Hoiruman di Masjid An-Nahdlah, lantai 1 gedung PBNU, Jakarta pada Rabu (23/12).

Mimih Haeruman Emban Plt Ketua Umum Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)
Mimih Haeruman Emban Plt Ketua Umum Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)

Mimih Haeruman Emban Plt Ketua Umum Pagar Nusa

Aizuddin Abdurrahman merupakan ketua umum hasil kongres di Lamongan, Jawa Timur, pada tahun 2012. Seharusnya, ia memimpin sampai tahun 2017. Namun karena diangkat menjadi salah seorang ketua di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, terjadi kekosongan di Ketua Umum Pagar Nusa. Hasil rapat Pimpinan Pusat mengamanahkan kepada Mimih Haeruman.?

Serah terima ditandai dengan penyerahan jas putih Pagar Nusa Aizuddin kepada Mimim Haeruman yang disaksikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua PBNU KH Abdul Manan A Ghani, Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra, dan beberapa Wakil Ketua PBNU Imam Pituduh dan Suadi Pranoto.?

Mujahidin Cyber

Aizuddin berharap, peralihan antar waktu jabatan ketua umum tersebut akan menjadi lebih baik di bawah kepemimpinan Mimih. “Organisasi Pagar Nusa menjadi lebih baik, lebih besar sebgaimana dicita-citakan pendiri NU pada umumnya, dan pendiri Pagar Nusa pada khususnya,” katanya.

Mujahidin Cyber

Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota Pagar Nusa yang memilihnya pada 2012. Serta memohon maaf tidak memimpin sampai selesai karena amanah barunya sebagai Ketua PBNU.?

Sementara Mimih Haeruman dalam sambutannya berjanji akan mengemban amanah sebagai Plt Ketua Umum Pagar Nusa. Dia berjanji akan mewakafkan jiwa dan raganya untuk membesarkan organisasi tersebut dan menjaga NU.?

Mengenai peralihan jabatan tersebut, Sekretaris Jenderal PSNU Pagar Nusa Muhammad Nabil Harun mengatakan, jabatan yang diemban Mimimh adalah Plt Ketua Umum karena bukan hasil kongres. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber RMI NU, Meme Islam Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock