Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Gandeng Lembaga Pendidikan Sosialisasikan IPNU-IPPNU

Probolinggo, Mujahidin Cyber. Berbagai terobosan terus dilakukan oleh Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo dalam melakukan pengkaderan. Hal ini dilakukan demi keberlangsungan organisasi pelajar NU tersebut.

Gandeng Lembaga Pendidikan Sosialisasikan IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng Lembaga Pendidikan Sosialisasikan IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng Lembaga Pendidikan Sosialisasikan IPNU-IPPNU

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggandeng lembaga pendidikan untuk mensosialisasikan pembentukan IPNU-IPPNU kepada kalangan pelajar. Terobosan ini merupakan upaya nyata dalam rangka terus mencetak kader berkualitas demi keberlangsungan organisasi.

Ketua PC IPPNU Kota Kraksaan Nur Indah Muktamaroh mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya terus memperkuat diri sebagai organisasi kader di lingkungan NU dengan berupaya membentuk komisariat di sekolah atau madrasah.

Mujahidin Cyber

“Sosialisasi pembentukan IPNU-IPPNU ini dilakukan dalam rangka penguatan organisasi disamping juga mempermudah koordinasi. Dengan banyaknya kader, maka proses regenerasi di IPNU-IPPNU akan berjalan dengan baik,” ungkapnya, Selasa (13/1).

Mujahidin Cyber

Nur Indah Muktamaroh mengakui jika saat ini PC IPNU-IPPNU Kota Kraksaan kesulitan mencari kader yang benar-benar berkualitas dan mampu menjalankan roda organisasi dengan baik. Sebab rata-rata diantara kader NU ini tidak semua bisa terjun dalam kepengurusan karena alasan ijin dari keluarga.

“Salah satu upaya yang kami lakukan untuk menyiapkan dan mencetak kader militan ini adalah dengan membentuk kepengurusan komisariat sebanyak-banyaknya sebagai embrio kepengurusan selanjutnya. Jika sudah terlanjur cinta menjadi pengurus, maka nantinya secara sukarela akan bergabung menjadi pengurus di tingkat yang lebih tinggi,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua PC IPNU Kota Kraksaan Masrur Ghazali. Menurutnya, dengan dibentuknya kepengurusan di tingkat komisariat maka siswa akan aktif belajar berorganisasi.

“Setelah terbentuk, tentunya kami akan rutin melakukan pembinaan sehingga siswa bisa lebih cepat untuk mengenal dan memahami organisasi IPNU-IPPNU. Intinya di komisariat ini hanya sebatas pengenalan organisasi IPNU-IPPNU saja. Ujian sebenarnya adalah saat mereka bergabung di level ranting, anak cabang maupun cabang,” ungkapnya.

Menurut Ghazali, kepengurusan komisariat IPNU-IPPNU di sekolah dan madrasah merupakan sebuah wadah pengkaderan pengurus dengan cara menggali potensi siswa agar mau belajar berorganisasi.

“Semoga dengan dibentuknya komisariat IPNU-IPPNU, organisasi di sekolah dan madrasah akan lebih hidup lagi. Pasalnya disini siswa akan mendapatkan pengalaman yang lebih luas,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Doa, Lomba Mujahidin Cyber

Selasa, 06 Februari 2018

Cara Mbah Kiai Umar Solo Ajarkan Kritisisme

Pada tahun 1972, seorang pengusaha asal Surabaya bermaksud mengambil dua putra Mbah Ngismatun Sakdullah Solo–biasa dipanggil Mbah Ngis–untuk diambil menjadi anak asuh. Mbah Ngis dan Mbah Dullah sebagai orang tua setuju atas hal itu meski tempat pengasuhannya bukan di Surabaya, tetapi di Madiun. Beberapa saat sebelum kedua putra Mbah Ngis itu dibawa ke Madiun, Mbah Ngis dan Mbah Dullah memamitkan kepada Mbah Kiai Umar sekaligus memohon nasihat-nasihatnya. 

Hal pertama yang ditanyakan Mbah Kiai Umar (wafat 1980) kepada Mbah Ngis terkait pendidikan kedua putranya di Madiun adalah bagaimana dengan kegiatan mengaji Al-Qur’an.

Cara Mbah Kiai Umar Solo Ajarkan Kritisisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Mbah Kiai Umar Solo Ajarkan Kritisisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Mbah Kiai Umar Solo Ajarkan Kritisisme

“Lha mengko piye ngajine anak-anakmu neng kana (nanti bagaimana kegiatan anak-anakmu mengaji di sana)?” tanya Mbah Kiai Umar.

Ngendikanipun bade dipun padosaken guru ngaji, Pakde (katanya akan dicarikan guru ngaji, Pakde), jawab Mbah Ngis).”

Kowe ya percaya anak-anakmu bakale digolekke guru ngaji (kamu ya percaya anak-anakmu akan dicarikan guru ngaji)?” tanya Mbah Kiai Umar lebih lanjut.

Mujahidin Cyber

Mendengar pertanyaan Mbah Kiai Umar yang seperti meragukan kesungguhan pengusaha itu dalam memenuhi janjinya, Mbah Ngis tidak berani menjawab sepatah kata pun. Mbah Ngis tidak mungkin menjawab, “Kula husnudhan mawon, Pakde (saya husnudhan [berbaik sangka] saja, Pakde).” 

Tentu bisa dipahami mengapa Mbah Ngis (wafat 1994) memilih diam. Bukankah seandainya Mbah Ngis menjawab seperti di atas akan sama saja mengatakan atau menganggap Mbah Kiai Umar melakukan su’udhan (berburuk sangka) terhadap pengusaha tersebut?

Maka pertanyaannya adalah apakah Mbah Kiai Umar telah melakukan su’udhan? Ataukah sebenarnya ini bukan persoalan husnudhan atau su’udhan, tetapi sekadar masalah metode bagaimana mendapatkan sebuah kebenaran atau kepastian bahwa suatu kesanggupan akan dipenuhi dengan cara mengawalnya secara kritis sehingga pengusaha itu benar-benar mendatangkan guru ngaji.

Bagi Mbah Kiai Umar, mengaji Al-Qu’ran bukanlah persoalan sepele. Mbah Kiai Umar tentu menginginkan meskipun kedua putra Mbah Ngis itu diasuh orang lain dan tinggal jauh dari rumah sendiri, mereka harus tetap mengaji Al-Qur’an sebagaimana santri-santri di Mangkuyudan.

(Baca juga: Sekilas Riwayat Kiai Umar Al-Muayyad Solo)Setelah kedua putra itu tiggal di Madiun, guru ngaji Al-Qur’an sebagaimana dijanjikan pengusaha tersebut tidak pernah ada. Memang kedua putra itu sempat dibawa ke sebuah masjid untuk dicarikan guru ngaji, tetapi hasilnya nihil.

Mujahidin Cyber

Mbah Kiai Umar benar. Bisa jadi beliau memiliki mukasyafah karena kejernihan mata batinnya sehingga tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tetapi Mbah Kiai Umar tidak mengintervensi apa yang telah diputuskan Mbah Ngis, Mbah Dullah dan pengusaha itu. Beliau justru membiarkan Mbah Ngis dan Mbah Dullah berproses menapaki jalannya sendiri sebagai bagian dari pembelajaran mencari kebenaran. 

Empat bulan lamanya kedua putra Mbah Ngis itu tinggal di Madiun menyelesaikan satu kuartal pendidikan SD. Setelah itu ketika liburan panjang mereka diantar pulang ke Solo dan tidak pernah kembali lagi ke sana karena beberapa alasan. 

Sekembali mereka di Mangkuyudan, Mbah Kiai Umar memberikan perhatian yang besar kepada kedua putra Mbah Ngis itu daripada sebelumnya. Mereka diajari mengaji Al-Qur’an secara langsung oleh Mbah Kiai Umar sebagaimana santri-santri di pondok.

Sarung, Peci dan Masjid

Suatu hari Mbah Kiai Umar nimbali (memanggil) Mbah Ngis karena selama beberapa hari kedua putra Mbah Ngis tidak mengaji Al-Qur’an pada Mbah Kiai Umar sehabis Maghrib. Waktu jamaah shalat Maghrib pun, mereka juga tidak kelihatan di masjid. Kepada Mbah Ngis, Mbah Kiai Umar mengatakan:

Yen anak-anakmu pas wayah Maghrib metu soko ngomah kalungan sarung, nganggo kupluk, mlaku menyang mesjid, kuwi ojo kok anggep anak-anakmu bakale mesti munggah mesjid terus jamaah shalat. Coba tutna anak-anakmu kuwi pada menyang endi? (jika anak-anakmu di saat Maghrib keluar rumah berkalung sarung, memakai peci, berjalan menuju masjid, itu jangan kamu anggap anak-anakmu pasti naik ke masjid lalu shalat berjamaah. Coba dikuntit anak-anakmu kemana perginya).” 

Mbah Ngis paham dengan apa yang dimaksudkan Mbah Kiai Umar. Mbah Ngis tidak perlu menjawab dengan mengatakan, misalnya, “Kula husnudhan dateng lare-lare, Pakde  (saya husnudhan terhadap anak-anak, Pakde).”

Jawaban seperti itu pasti tidak diharapkan Mbah Kiai Umar karena yang dikehendaki beliau adalah Mbah Ngis bisa bersikap kritis dengan tidak percaya begitu saja terhadap apa yang ditangkap oleh indera mata karena penglihatan bisa terkecoh oleh anggapan-anggapan atau dugaan-dugaan yang ada dalam pikiran sebelum pembuktian. 

Dari ndalem Mbah Kiai Umar, Mbah Ngis pulang ke rumah dan melapor kepada Mbah Dullah sebagai suami. Disepakati Mbah Dullah (wafat 2005) akan menguntit kedua putranya itu dari belakang ketika mereka keluar rumah dengan berkalung sarung, mengenakan peci, dan berjalan menuju masjid menjelang adzan Maghrib. 

Benar, Mbah Dullah mendapati kedua putranya itu sampai di masjid, tetapi mereka tidak naik ke tempat itu untuk shalat Maghrib. Mbah Dullah melihat, dari samping selatan masjid kedua putranya itu mlipir-mlipir (berjalan secara hati-hati) ke arah barat hingga pintu keluar. Dari sana mereka belok ke selatan dan bergegas ke sebuah rumah di seberang jalan untuk menonton televisi yang sedang menyiarkan film “Rin Tin Tin”, sebuah film serial TV yang sangat disenangi anak-anak di zaman itu.

Melihat hal itu, Mbah Dullah menyadari bahwa selama ini telah keliru oleh anggapan-anggapan dalam pikiran ketika melihat sarung dan peci dikenakan kedua putranya itu di petang hari menjelang Maghrib dan berjalan menuju masjid. Sejak peristiwa ini, Mbah Ngis dan Mbah Dullah bersikap kritis dalam menghadapi hal-hal yang memang perlu pembuktian sebagaimana yang diharapkan Mbah Kiai Umar. 

Itulah metode keraguan (syak minhaji) yang diperkenalkan Imam Al-Ghazali dalam risalahnya berjudul Al-Munqidz minadl Dlalal (Pembebas dari Kesesatan) yang ditulisnya pada sekitar tahun 1097. Dengan metode itu Mbah Kiai Umar bermaksud memberikan pembelajaran kepada pasutri Mbah Dullah dan Mbah Ngis agar mereka memiliki sikap kritis dengan pendekatan keraguan metodis dalam mendidik putra-putranya demi keberhasilan mereka di kemudian hari. 

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta 

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Budaya, Lomba, Syariah Mujahidin Cyber

Senin, 05 Februari 2018

Kawal Perda Mihol, NU Adakan Aksi Damai di Kantor DPRD Surabaya

Surabaya, Mujahidin Cyber. Untuk mengawal dan memberi dukungan moral kepada Panitia Khusus atau Pansus minuman beralkohol (Mihol) DPRD Surabaya, ratusan warga yang terdiri dari Badan Otonom Nahdlatul Ulama di antaranya Banser, Ansor, IPNU serta IPPNU mengadakan aksi di Gedung DPRD Surabaya, Jalan Yos Sudarso 18-22 Surabaya, Senin (25/4).

Kawal Perda Mihol, NU Adakan Aksi Damai di Kantor DPRD Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kawal Perda Mihol, NU Adakan Aksi Damai di Kantor DPRD Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kawal Perda Mihol, NU Adakan Aksi Damai di Kantor DPRD Surabaya

"Kami datang mendukung Peraturan daerah atau Perda larangan Mihol di Kota Surabaya," kata Muhammad Asrori, Ketua PC GP Ansor Surabaya. Lebih lanjut Asrori mengatakan bahwa peredaran Mihol di Surabaya dipastikan akan merusak moral generasi muda.

Selain itu, Asrori menyerukan kepada seluruh warga Muslim untuk mendukung gerakan penolakan Mihol demi menyelamatkan generasi muda khusus di Kota Surabaya.

"Kami meminta seluruh warga muslim, terutama NU untuk ikut berjuang mengawal Perda Mihol. Jangan sampai minuman haram itu beredar di Surabaya," tegasnya.?

"Kawal terus pembahasan Perda Mihol di DPRD Surabaya. Jangan biarkan orang-orang tak bertanggung jawab bermain dalam masalah ini," pungkasnya. (Rof Maulana/Fathoni)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Fragmen, Pemurnian Aqidah, Lomba Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Jumat, 02 Februari 2018

Krisis Rohingya Perpanas Hubungan Bangladesh-Myanmar

Dhaka, Mujahidin Cyber. Kekerasan pemerintah Myanmar atas Rohingya tak hanya memaksa hampir 400.000 ribu etnis minoritas tersebut melakukan eksodus ke negara tetangga, tetapi juga membuat Bangladesh sebagai negeri tujuan pengungsi tertimpa beban. Bangladesh beberapa kali mengecam Myanmar terkait krisis kemanusiaan ini.

Belakangan hubungan keduanya kian panas ketika Bangladesh menuduh Myanmar berulang kali melanggar perbatasan kawasan udara. Bangladesh menilainya sebagai provokasi dan mengancam tentang konsekuensi tertentu bila tindakan itu terulang lagi.

Krisis Rohingya Perpanas Hubungan Bangladesh-Myanmar (Sumber Gambar : Nu Online)
Krisis Rohingya Perpanas Hubungan Bangladesh-Myanmar (Sumber Gambar : Nu Online)

Krisis Rohingya Perpanas Hubungan Bangladesh-Myanmar

Ratusan ribu Muslim Rohingya telah tiba di Bangladesh sejak mereka lari dari serbuan tentara Myanmar yang berdalih telah melakukan perburuan "teroris Bengali". Jumlahnya terus meningkat sejak 25 Agustus lalu. PBB menyebut krisis ini sebagai langkah "pembersihan etnis" oleh Myanmar.

Bangladesh, seperti dilansir Reuters, mengatakan bahwa pesawat tempur dan helikopter Myanmar melanggar kawasan udara sebanyak tiga kali, yakni pada 10, 12 dan 14 September,  dan telah meminta pejabat kedutaan besar Myanmar di Dhaka untuk melakukan komplain.

"Bangladesh menyampaikan keprihatinan mendalam atas pengulangan tindakan provokasi semacam itu dan menuntut agar Myanmar segera melakukan tindakan untuk memastikan bahwa pelanggaran kedaulatan semacam itu tidak terjadi lagi," kata kementerian di Myanmar dalam sebuah pernyataan pada Jumat malam. (Red: Mahbib)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Quote, Lomba, Makam Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Senin, 29 Januari 2018

PMII Tuntut Pemerintah Bojonegoro Perbaiki Pendidikan

Bojonegoro, Mujahidin Cyber. Merasa prihatin melihat bobroknya pendidikan di Indonesia, terutama di Kabupaten Bojonegoro Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia? Bojonegoro melakukan aksi turun jalan, Kamis (8/5). Mereka menuntut perbaikan pendidikan.

Puluhan aktivis PMII memulai aksinya dari sekretariat PC PMII di jalan Pondok Pindang, dilanjutkan melakukan orasi di Bunderan Adi Pura. Rencananya aksi tersebut berpindah ke kantor Dinas Pendidikan, DPRD dan diakhiri di Pemkab Bojonegoro.

PMII Tuntut Pemerintah Bojonegoro Perbaiki Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Tuntut Pemerintah Bojonegoro Perbaiki Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Tuntut Pemerintah Bojonegoro Perbaiki Pendidikan

Korlap kasi demo, Akhmad Zainul Hasan mengakan, aksi demo ini menutut pemerinh, agar menuntaskan pembangunan infrastruktur pendidikan di Bojonegoro. Serta meningkatkan moralitas elemen dunia pendidikan di Bojonegoro.

Mujahidin Cyber

"Jadikan Bojonegoro sebagai kota pendidikan, perjelas kinerja guru PNS, perbaiki pembangunan infrastruktur di pedesaaan," teriaknya saat berorasi di Bunderan Adipura.

Selain itu para aktivis mahasiswa itu menilai kurukulum berbasis muatan lokalitas dan moralitas, serta permasalahan kejujuran UN. Makanya PC PMII Bojonegoro turun jalan.

Mujahidin Cyber

Mereka juga meminta kepada pemerintah agar segera, untuk pembenahan sistem pendidikan yang terpaku oleh kepentingan globalisasi dan Industralisasi. Jadikan UN sebagai tolak ukur dan pemetaan pendidikan nasional bukan sebagai syarat kelulusan siswa semata. "Perhatikan kesejahteraan Guru Tidak Tetap (GTT) dan Guru Honorer," jelasnya.

Ditambahkan, merosotnya moral pendidikan di Bojonegoro, karena penegakkan dasar sila Pancasila kemanusiaan yang adil dan beradab tidak diterapkan. Oleh sebab itu sistemnya tidak ada yang benar dan menyesatkan, pendidikan di Indonesia ini bukan mendidik tapi meruntuhkan alias pembodohan.

"Karena tidak menerapkan budaya lokal dan karakter orang Indonesia adab tidak lagi dipakai melainkan hanya sebagai simbol semata," pungkasnya.[Muhammad Yazid/Abdullah Alawi]

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hadits, Sejarah, Lomba Mujahidin Cyber

Kamis, 25 Januari 2018

Hasil Lengkap Babak 16 Besar Liga Santri Nusantara 2017

Bandung, Mujahidin Cyber

Babak 16 Besar Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 sudah selesai digelar hari ini (26/10) di Kota Bandung. Pada pukul 10:00 WIB, secara bersamaan babak 16 Besar dibuka pertemuan delapan tim di empat venue berbeda.     

Di Stadion Siliwangi, Darul Huda dan Asshiddiqiyah, dua tim kuat LSN tahun ini, mengadu kualitas di lapangan. Di tengah guyuran hujan yang deras dan lapangan yang licin, tim asal Ponorogo Darul Huda, menang meyakinkan setelah tiga kali menggelontorkan gol ke gawang perwakilan Jakarta Asshiddiqiyah. Sementara di Stadion Brigif, tim tuan rumah Al Husaini menghentikan perlawanan kesebelasan Birul Walidain dengan skor tipis 1-0.

Hasil Lengkap Babak 16 Besar Liga Santri Nusantara 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasil Lengkap Babak 16 Besar Liga Santri Nusantara 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasil Lengkap Babak 16 Besar Liga Santri Nusantara 2017

Nurul Iman dan Manba’ul Hikmah bertarung dengan sengit dan mesti menyelesaikan laga dengan adu penalti, dalam laga yang digelar di Lapangan Pusdikif. Babak kedua pertandingan berakhir dengan skor 1-1. Sementara di masa perpanjangan waktu gawang kedua tim sama-sama tetap steril. Adu penalti berakhir dengan skor tipis 2-3 untuk keunggulan Manba’ul Hikmah. Di Stadion Arcamanik, tim asal Sragen Walisongo “memberi tiket pulang” kesebelasan Mambaul Ma’arif, setelah mengalahkan tim asal Denanyar tersebut dengan skor tipis 1-0.

Mujahidin Cyber

Pada sesi kedua yang dimulai pada pukul 13:00 WIB, Stadion Siliwangi menyaksikan terhentinya langkah tim yang sampai saat ini paling rajin membobol gawang lawan (17 gol), DDI Kaballangan. Langkah tim ini terhenti di tangan Al Kahfi dengan skor tipis 1-2. Pada saat bersamaan di Stadion Brigif, Arraisiyah melewati adangan tim Cianjur Al Huda lewat skor meyakinkan 3-0.

Mujahidin Cyber

Di Stadion Arcamanik, Babussalam memaksa Darul Hikmah memainkan babak pertambahan waktu, setelah dua babak normal berakhir dengan angka sama kuat 1-1. Satu gol di pertambahan waktu membawa Darul Himah melenggang ke babak Delapan Besar. Satu laga 16 Besar antara AIAI melawan Assalam, ditunda lantaran kondisi lapangan Pusdikif yang tidak memungkinkan menggelar pertandingan setelah diguyur hujan. Laga yang akhirnya digelar pada malam hari di lapangan Footballplus itu berkesudahan dengan skor 1-3 untuk keunggulan tim asal Bangkalan, Assalam.

Dengan demikian delapan tim yang lolos ke babak Delapan Besar LSN 2017 adalah: Darul Huda, Alhusaeni, Manba’ul Hikmah, Walisongo, Al Kahfi, Arraisiyah, Darul Hikmah dan Assalam.

Hasil Lengkap Babak 16 Besar Liga Santri Nusantara 2017

Darul Huda 3 - 0 Asshiddiqiyah

Alhusaeni 1 - 0 Birul Walidain

Nurul Iman 2 (1) – (1) 3 Manba’ul Hikmah*

Mambaul Ma’arif 0 - 1 Walisongo

DDI Kaballangan 1 - 2 Al Kahfi

Arraisiyah 3 – 0 Al Huda

Darul Hikmah 2 (1) – (1) 1 Babussalam**

AIAI Babel 1 – 3 Assalam

Keterangan:

*: Adu penalti

**: Perpanjangan waktu

(Ahmad Makki/Abdullah Alawi)    



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Lomba Mujahidin Cyber

Selasa, 09 Januari 2018

Gagasan Mengawinkan Bencong dengan Tomboi

Oleh Muhammad Ishom 



“Aku punya gagasan untuk mempertemukan mereka berdua



Gagasan Mengawinkan Bencong dengan Tomboi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gagasan Mengawinkan Bencong dengan Tomboi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gagasan Mengawinkan Bencong dengan Tomboi

agar saling isi dengan cerita derita duka lara

Barangkali nanti tumbuh naluri sejati

dan kembali seperti sediakala

Mujahidin Cyber

Semua jawabnya hanyalah Tuhan yang mengerti

Sekali lagi jawabnya hanya Tuhan yang mengerti.” (Bait ke-6)

Itulah enam baris dari bait terakhir lirik lagu berjudul “Zaman” yang dinyanyikan sendiri oleh penciptanya– Ebiet G. Ade–dan dirilis pada tahun 1986. Apa yang dimaksudkan Ebiet dengan frasa “mereka berdua” pada baris pertama di atas tak lain adalah bencong dan tomboi sebagaimana terdapat dalam judul tulisan ini meski Ebiet tidak menyebut sama sekali dua istilah itu di dalam lirik lagunya. 

Mujahidin Cyber

Kedua istilah itu telah umum digunakan oleh masyarakat untuk menyebut kelompok orang yang perilaku atau penampilannya tidak cocok menurut kewajaran dengan jenis kelamin yang disandangnya. Mereka yang disebut bencong mungkin sama dengan yang dimaksud gay atau transgender dalam LGBT meski tidak setiap bencong adalah gay atau transgender. Demikian pula mereka yang disebut tomboi mungkin sama dengan yang dimaksud lesbian dalam LGBT meski tidak setiap tomboi adalah lesbian. 

Saat ini orang tengah ramai kembali membicarakan tentang LGBT sehubungan dengan penolakan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap perkara 46/PUU-XIV/2016 yang diajukan oleh Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Euis Sunarti bersama sejumlah pihak. Tahun lalu Prof Dr Euis Sunarti dan para akademisi lain meminta para lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) dihukum penjara maksimal 5 tahun. 

Penolakan itu telah dipahami sebagian kalangan di sejumlah postingan di media sosial bahwa MK telah melegalkan perbuatan zina dan homoseksual. Pemahaman sekaligus tuduhan ini ditolak oleh Juru Bicara MK Fajar Laksono yang menegaskan Mahkamah tidak melegalkan perbuatan seksual sejenis (Kompas.com, 18/12/2017, 20:15 WIB).

Namun, tulisan ini tak dimaksudkan untuk membicarakan polemik tentang LGBT dari berbagai perspektif karena penulis hanya sekedar ingin mengingat kembali bahwa tiga puluh satu (31) tahun lalu seorang penyanyi sekali pencipta lagu–Ebiet G. Ade–telah menyodorkan sebuah gagasan untuk mencarikan solusi terhadap fenomena bencong dan tomboi yang masing-masing bisa masuk dalam kategori gay atau transgender dan lesbian.

Sejauh yang bisa saya tangkap dari lirik lagu “Zaman” secara keseluruhan, Ebiet G. Ade berpikir bahwa bencong dan tomboi dapat dipertemukan dalam ikatan perkawinan sebab mereka yang secara fisik laki-laki tetapi secara seksual tertarik kepada sesama jenis sebenarnya juga menyadari ketidak wajarannya. Mereka bahkan tak menghendaki hal itu terjadi sehingga selalu menangisi nasibnya. Akhirnya mereka sampai pada pertanyaan mendasar apakah hal itu berdosa. 

Pikiran Ebiet G. Ade tersebut sebagaimna dapat kita simak pada bait ketiga sebagai berikut: 

Ia bersembunyi menyimpan tangis yang tak kuasa dibendung

Ia jatuh cinta namun keburu sadar itu tak wajar

Tanda tanya bergolak di dalam fikirannya, “Berdosakah?”

Sedang ia pun tak menghendaki

Siapa gerangan yang dapat membantu menjawabnya? (Bait ke-3)





Pada baris terkahir dari bait ini Ebiet G. Ade mengajukan pertanyaan siapa gerangan yang dapat membantu menjawab pertanyaan dari laki-laki bencong tentang berdosa tidaknya jika ia jatuh cinta secara tidak wajar karena mencintai sesama jenis. Beberapa pihak dari kalangan agamawan baik Islam maupun Nasrani telah memberikan jawaban tegas bahwa mencintai sesama jenis yang kemudian diungkapkan dengan hubungan seksual adalah berdosa. 

Pada bait keempat dan kelima Ebit G. Ade mengungkap fenomena yang berkebalikan dengan bencong, yakni tomboi sebagaimana tertuang dalam dua bait berikut ini:

Perempuan dongak di atas angin

Kepalanya bengkak penuh mimpi kekerasan

Tubuh sintal dan tegap menampilkan kejantanan

Tak tercermin sikap lembut sebagaimana kodratnya (Bait ke-4)

 

Rambutnya yang kasar kotor berdebu

Diisapnya cerutu bibir retak terbakar

Langkah dihentak-hentak, galak seperti singa

Ia ingin tampil lengkap sebagaimana layaknya lelaki (Bait ke-5)





Kedua bait itu (Bait ke-4 dan ke-5) mengungkapkan secara jelas tentang tomboi dengan disebutnya perempuan yang bertingkah laku tidak sebagaimana kodratnya tetapi malahan  ingin menampilkan kejantanan sebgaimana layaknya lelaki. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan Queen Mary University, London, 1 dari 3 perempuan tomboi tumbuh menjadi lesbian. (Hidayatullah, 12 Juli 2011-10:44 WIB). 

Perempuan tomboi yang tumbuh menjadi lesbian inilah yang dibicarakan Ebiet G. Ade untuk dipertemukan dalam ikatan perkawinan dengan seorang bencong yang gay atau transgender sebagaimana diungkapkan dalam bait keenam di awal tulisan ini. Argumentasi Ebiet G. Ade dalam gagasanya ini adalah karena dari perkawinan semacam ini barang kali akan tumbuh naluri sejati dari masing-masing pihak sehingga akan kembali menjadi orang normal sesuai dengan kodrat jenis kelamin masing-masing. 

Gagasan Ebeit G. Ade tersebut patut diapresiasi karena dari berbagai perspektif agama, sosial dan susila tidak bertentangan. Bisa jadi gagasan ini menjadi alternatif terapi yang mujarab bagi ketidakwajaran kaum bencong dan tomboi dalam ekspresi diri dan seksualitasnya sehingga mereka bisa diselamatkan secara hukum maupun moral. Namun pertanyaannya adalah apakah para bencong mau kawin atau dikawinkan dengan kaum tomboi?

Jawaban dari pertanyaan itu telah Ebiet temukan dalam kedua baris terkahir dari bait keenam atau penutup di atas: “Semua jawabnya hanyalah Tuhan yang mengerti. Sekali lagi jawabnya hanya Tuhan yang mengerti.” Artinya jika Tuhan berkata “Kun” (jadilah), maka “fayakun” (maka jadilah).  

Penulis adalah dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Lomba, Pesantren, Sholawat Mujahidin Cyber

Senin, 25 Desember 2017

Kelompok Ekstrem Cenderung Semangat Koreksi Paham Agama Orang

Pringsewu, Mujahidin Cyber - Agama-Agama masuk ke Nusantara menggunakan jalan damai dengan tidak menggunakan kekerasan. Setiap pencegahan terhadap kekerasan selalu mendapatkan dukungan dari seluruh agama karena semua agama tidak mengajarkan kekerasan. Sementara mereka yang mengajarkan kekerasan berawal dari semangat mengoreksi agama yang dipahami orang lain.

"Bila ada kekerasan dan radikalisme di Indonesia, maka dipastikan itu adalah impor. Bukan asli budaya anak negeri," tegas Deputi I Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Prof Dr Syahrin Harahap pada Dialog Pencegahan Terorisme di Kabupaten Pringsewu, Kamis (11/8).

Kelompok Ekstrem Cenderung Semangat Koreksi Paham Agama Orang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelompok Ekstrem Cenderung Semangat Koreksi Paham Agama Orang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelompok Ekstrem Cenderung Semangat Koreksi Paham Agama Orang

Pada dialog yang melibatkan para dai dan praktisi pendidikan di Kabupaten Pringsewu ini, Prof Syahrin menegaskan bahwa radikalisme bukanlah ajaran agama. Menurutnya, pencegahan terhadap radikalisme merupakan bagian integral dari pengamalan agama.

Mujahidin Cyber

Pencegahan dapat dilakukan dengan mengetahui ciri-ciri orang-orang yang memiliki pemikiran radikal. Menurutnya, ciri-ciri mereka antara lain memiliki prinsip yang kaku dan tektualitas dalam memahami agama, bersifat ekstrem dan eksklusif, merasa dirinya yang paling paham agama sementara yang lain salah, selalu bersemangat mengoreksi orang lain, dan membenarkan cara-cara kekerasan dalam mengembangkan pahamnya.

Ciri lainnya adalah memiliki kesetiaan lintas negara, menganggap musuh kepada orang yang tidak sepaham, dan melakukan perang mati-matian terhadap yang tidak memiliki paham yang sama.

Mujahidin Cyber

Prof Syahrin melanjutkan bahwa berbagai motif dapat menyebabkan seseorang menjadi radikal. Motif itu antara lain impitan social, politik dan keadilan, emosi dan solidaritas keagamaan, menolak kultural sekularis, anti-Barat, tidak setuju dengan kebijakan pemerintah, pemahaman secara tekstual terhadap teks-teks suci dan tidak adanya daya banding terhadap paham lain. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ahlussunnah, Quote, Lomba Mujahidin Cyber

Kamis, 07 Desember 2017

GP Ansor Balapulang Wetan Gelar Aksi Donor Darah

Jakarta, Mujahidin Cyber. Bekerja sama dengan PMI Tegal, Pimpinan Ranting GP Ansor Balapulang Wetang kabupaten Tegal membuka kesempatan kepada warga untuk mendonorkan darahnya di gedung MWCNU Balapulang di jalan raya timur Balapulang, Tegal, Jawa Tengah, Ahad (26/1).

Ketua Ranting GP Ansor Balapulang Wetan Abdul Latif mengatakan, aksi donor ini merupakan agenda rutin GP Ansor yang rencananya digelar 3 kali setahun. Dari aksi kedua donor darah ini sudah terkumpul 40 kantung darah.

GP Ansor Balapulang Wetan Gelar Aksi Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Balapulang Wetan Gelar Aksi Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Balapulang Wetan Gelar Aksi Donor Darah

“Selain agenda rutin, aksi ini diadakan untuk memeriahkan Harlah ke-88 NU yang jatuh pada 31 Januari mendatang,” kata Latif.

Mujahidin Cyber

Aksi donor darah ini, terang Ketua panitia aksi M Ali Imron, lebih didorong oleh kurangnya stok darah di PMI Tegal. Sementara kebutuhan darah terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pasien yang membutuhkan darah di berbagai rumah sakit di Tegal.

Mujahidin Cyber

Koordinator acara Mochamad Fahmi menambahkan, kegiatan donor darah juga menyehatkan pendonor karena secara ilmiah donor darah mempunyai manfaat sebagai pembaruan sel-sel darah dalam tubuh. Pembentukan sel darah baru sebagai penganti sel darah yang dikeluarkan berjalan lebih cepat.

Sel-sel baru, lanjut Fahmi dalam rilisnya, membawa perubahan positif pada tubuh antara lain meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit, mendorong metabolisme lebih baik, dan tubuh yang lebih bugar.

“Aksi ini juga merupakan kegiatan sarat misi sosial dan kemanusiaan. Karena, setetes darah yang didonorkan akan berharga sekali bagi lain orang,” terang Fahmi.

Fahmi berharap semakin banyak warga yang berpartisipasi ke depan menyumbangkan darah bagi masyarakat luas melalui aksi rutin kemanusiaan GP Ansor ini. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Amalan, Daerah, Lomba Mujahidin Cyber

Senin, 04 Desember 2017

Jelang Puasa, Makam Gus Dur dibanjiri Peziarah

Jombang, Mujahidin Cyber. Menjelang Ramadhan 1433, komplek pemakaman Pesantren Tebuiteng di Jombang dibanjiri peziarah. Para peziarah berjubel di tempat dimana KH Hasyim Asyari, KH A. Wahid Hasyim dan KH Abdurrahman Wahid dikebumikan.

"Makam Gus Dur dan tokoh-tokoh NU sangat sederhana. Hanya gundukan tanah, batu nisan, serta bunga yang menghiasinya. Ini berbeda dengan makam makam presiden lainnya," kata Mirawati (32), peziarah asal Makassar, Sulawesi Selatan yang melakukan kunjungan, Rabu (18/7).

Jelang Puasa, Makam Gus Dur dibanjiri Peziarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Puasa, Makam Gus Dur dibanjiri Peziarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Puasa, Makam Gus Dur dibanjiri Peziarah

Saat berkunjung, perempuan berjilbab ini mengku  cukup kaget ketika sampai di makam yang tidak pernah sepi tersebut. 

Mujahidin Cyber

"Saya sudah ziarah ke makam Presdien Soekarno, Soeharto, serta GusDur. Dan makam Gus Dur inilah yang paling sederhana. Padahal almarhumjuga seorang presiden. Saya tidak menyangka, makam mantan presidensangat sederhana, seperti ini," cerita Mirawati. 

Sementara itu, pantauan Mujahidin Cyber, menjelang sore kemarin, rombongan peziarah nampak silih berganti, datang dan pergi. Mereka datang dari berbagai daerah melakukan ziarah ke Makam Gus Dur yang kini dikenal dengan Wali kesepuluh ini.

Salah satu peziarah, Ahmad Husain (45) mengatakan, dirinya tidak hanya berziarah ke makam Gus Dur saja akan tetapi juga ziarah ke makam kiai pendiri NU KH Hasyim Asyari, termasuk makam KH Wahab Hasbulloh di Tambakberas Jombang. 

Mujahidin Cyber

"Menjelang bulan Ramadan kita selalu berziarah kemakam para Auliya Allah, termasuk ke sini," ujar Husain yang mengaku mengaku ketua rombongan peziarah asal Pemalang, Jawa Tengah.

Teuku Azwani, salah satu pengurus Pesantren Tebuireng, mengatakan bahwa kunjungan peziarah menjelang puasa mengalami peningkatan tajam.  

"Sejak sepekan terakhir ini jumlah peziarah di makam Gus Dur mengalami peningkatan. Dalam sehari rata-rata 8 ribu orang yang datang. Ini seperti tahun tahun sebelumnya terutama  menjelang datangnya bulan puasa Ramadhon,"terang Teuku Azwani.

Dikatakannya, dalam sehari peziarah tidak kurang antara 7 hingga 8 ribu peziarah  yang datang.  Padahal pada hari biasa jumlah peziarah hanya berkisar 3 ribu orang per hari.

"Mereka datang dari berbagai daerah, Bahkan banyak yang berasal dari luar Propinsi serta luar pulau. Semisal, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Sulawesi. Mereka kebanyakan datang secara rombongan dengan bus," pungkasnya.

 

Redaktur    : Hamzah Sahal

Kontributor : Muslim Abdurrahman 

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Lomba Mujahidin Cyber

Jumat, 01 Desember 2017

PBNU Desak Pejabat Kembalikan Aset Negara

Jakarta, Mujahidin Cyber. PBNU menyepakati pengelolaan kekayaan negara Indonesia diserahkan kepada para pejabat. Pengelolaan segala bentuk kekayaan dan aset negara Indonesia baik di laut maupun di darat, sepenuhnya dipercayakan kepada pejabat pemerintah berwenang.

Namun, sejumlah pembuktian hukum berbicara lain. Sebagian pejabat yang berwenang tidak mengelola kekayaan dan aset negara secara proporsional dan benar. Hal ini disebabkan salah satunya akibat kelalaian pejabat berwenang.

PBNU Desak Pejabat Kembalikan Aset Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Desak Pejabat Kembalikan Aset Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Desak Pejabat Kembalikan Aset Negara

Dalam hal ini, Panitia Munas dan Konbes NU 2012 telah membahas antara lain persoalan tersebut. Persoalan kelalaian pejabat yang berpotensi merugikan negara ini menjadi perhatian Panitia sebelum acara puncak Munas dan Konbes yang akan diadakan 14-17 September mendatang di Pesantren Kempek, Cirebon.

Mujahidin Cyber

KH Arwani Faishal, perumus komisi Bahtul Masail Diniyyah Waqi‘iyyah Munas dan Konbes 2012, memasukan persoalan gejala penyimpangan wewenang pejabat yang dapat merugikan aset negara. “Persoalan ini diambil sebagai satu dari persoalan yang mendesak bagi bangsa ini,” katanya.

Para kiai yang terkumpul dalam komisi ini menetapkan bahwa pejabat berwenang yang bertanggung jawab wajib mengganti kerugian negara tersebut yang diakibatkan kesalahan pengelolaan dengan sengaja dan gegabah.

Mujahidin Cyber

Kerugian negara karena salah urus seperti ini harus segera dihentikan. PBNU sebagai kekuatan masyarakat turut mendorong langkah pencegahan dengan penjatuhan sanksi berupa pertanggungjawaban bagi pejabat terkait.

Rekomendasi semacam ini dirasa cukup efektif setelah melewati pembahasan yang panjang. Hasil putusan ini kemudian akan digali dalam Munas dan Konbes 2012 di Pesantren Kempek, Cirebon.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ahlussunnah, Lomba Mujahidin Cyber

Selasa, 28 November 2017

Pesantren Nuris Tekankan Akhlaq, Baru Sains

Jember, Mujahidin Cyber

Tak bisa dipungkiri bahwa kecerdasan adalah sebuah kebanggaan. Prestasi yang melangit adalah suatu kehormatan. Namun cerdas dan berprestasi saja tidak cukup jika tidak diiringi dengan akhlak yang mulia dan ketaatan menjalankan perintah Allah, khususnya shalat. Inilah yang sesungguhnya menjadi ruh dari Masa Bimbingan Santri (Mabisa) Pondok Pesantren Nuris, Antirogo, Jember, Jawa Timur.?

Pesantren Nuris Tekankan Akhlaq, Baru Sains (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nuris Tekankan Akhlaq, Baru Sains (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nuris Tekankan Akhlaq, Baru Sains

Mabisa diperuntukkan bagi ? seluruh siswa baru lembaga formal Nuris. Bahasanya memang menggunakan bimbingan santri, karena semua peserta didik lembaga Nuris yang meliputi MTs, SMP, SMA, SMK dan MA –kecuali MI-- mulai tahun ini diwajibkan mondok.?

"Kebijakan ini untuk memudahkan bimbingan sekaligus kontrol terhadap semua peserta didik Nuris. Karena wali murid telah memasrahkan kepada kami untuk mendidik anaknya, dan kami merasa mempunyai tanggung jawab yang besar untuk itu," tukas Gus Robith Qashidi salah seorang pengasuh Pesantren Nuris kepada Mujahidin Cyber di sela-sela Mabisa Nuris, Ahad (24/7).

Jumlah siswa/santri baru Nuris tahun ini mencapai 1.200 orang sehingga total santri Nuris mencapai 300-an. Santri-santri baru itu menjalani Mabisa selama 2 pekan. Mabisa difokuskan pada dua hal. Pertama, pengenalan dan pengamalan akhlak-akhlaq mulia dengan mengaji kitab Tarbiyatus Shibyan. Kitab karangan KH Habibullah Rois itu sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh KH Muhyiddin Abdusshomad sekaligus digubah dalam bentuk nadzom syair sehingga enak didengar. Kedua, pengenalan dan pemantapan praktek shalat sesuai dengan tata cara shalat ala Ahlussunah wal Jamaah. Jadi, kata kunci dalam menimbu ilmu di Nuris adalah mantap akhlak dan shalatnya dulu, baru belajar sains, ilmu sosial dan sebagainya.?

Mujahidin Cyber

"Saya meyakini, jika akhlaknya sudah baik dan shalatnya juga benar, insyaallah para santri mudah menerima pelajaran," jelas Gus Robith.

Selain itu, dalam Mabisa, para santri baru juga dilatih kedispilinan, misalnya baris-berbaris dengan mendatangkan pelatih dari korps TNI. Materi-materi umum, termasuk soal narkoba juga menjadi sajian dalam Mabisa Nuris.

Mujahidin Cyber

Sejauh ini, Nuris merupakan ? pesantren yang tetap berpegang teguh dengan cita-cita awal pesantren, yaitu pembina akhlak. Namun bersamaan dengan itu, Nuris tak pernah telat untuk mengakses hiruk-pikuk dunia luar sehingga selalu bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman. Banyaknya santri Nuris yang meraih prestasi, mulai dari lomba robot hingga sepak bola merupakan bukti yang menahbiskan Nuris sebagai ? pesantren idaman. (Aryudi A. Razq/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Lomba, Kiai Mujahidin Cyber

Minggu, 19 November 2017

Peringati Hari Pahlawan, LAZISNU Tangsel Adakan Santunan Anak Yatim

Tangerang Selatan, Mujahidin Cyber. Menyambut dan memperingati Hari Pahlawan 10 November, NU Care-LAZISNU Tangerang Selatan menggelar acara “Santunan dan Makan Bersama dengan Anak Yatim”. Kegiatan dijadwalkan dilaksanakan pada Ahad, 13 November 2016 di Restauran McD Perempatan Duren, Tangerang Selatan.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengenang jasa dan peran para pahlawan dengan semangat berbagi, beramal dan berbahagia bersama anak yatim,” tutur Ketua Panitia Rizky Subagia, saat dihubungi Mujahidin Cyber, Selasa (2/11) malam.

Peringati Hari Pahlawan, LAZISNU Tangsel Adakan Santunan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Pahlawan, LAZISNU Tangsel Adakan Santunan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Pahlawan, LAZISNU Tangsel Adakan Santunan Anak Yatim

Rizky menambahkan sasaran peserta kegiatan ini adalah anak yatim berusia di bawah 12 tahun atau mereka yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Rizky menyampaikan, untuk para Donatur yang ingin ikut berbagi kebahagian bersama dalam kegiatan tersebut, Panitia menyediakan Paket Infaq sekaligus undangan menghadiri kegiatan.?

Mujahidin Cyber

“Ada tiga Paket Infaq yang disediakan Panitia. Para Donatur dapat memilih salah satu dari Paket-paket Infaq yang kami sediakan,” lanjut Rizky.

Ada pun Paket Infaq yang dapat dipilih adalah:

Paket Infaq 1 dengan menyumbang senilai Rp. 75.000 (Tujuh puluh lima ribu rupiah). Dengan mengambil paket ini, donatur dapat mengikuti kegiatan makan bersama dengan anak yatim di lokasi kegiatan.

Paket Infaq 2 senilai Rp. 125. 000 (Seratus dua puluh lima ribu rupiah), yang akan memungkinkan para Donatur makan bersama dengan anak yatim, dan pemberian goodie bag berupa seperangkat alat tulis untuk anak yatim.?

Mujahidin Cyber

Paket Infaq 3 senilai Rp. 200.000 (Dua ratus ribu rupiah). Donatur akan makan bersama dengan anak yatim, pemberian goodie bag berupa seperangkat alat tulis, dan pemberian uang santunan.

Sebanyak minimal 100 anak yatim ditargetkan akan terlibat dalam kegiatan ini. Paniti membuka layanan informasi dan pendaftaran Donatur melalui Kantor NU-Care Tangerang Selatan di nomor 081313165757 dan Rizky Subagia di nomor kontak 085730449167. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Lomba, Syariah, Pahlawan Mujahidin Cyber

Jumat, 17 November 2017

PBNU: Konsep Khilafah Islamiyah Tidak Pernah Jelas

Jakarta, Mujahidin Cyber

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan, konsep pemerintahan Islam (Khilafah Islamiyah) tidak pernah jelas bagaimana bentuk dan mekanisme pendiriannya. Kejelasan konsep tersebut hanyalah selalu mengganggu dan mempersoalkan keabsahan sebuah negara yang merdeka dan berdaulat.



PBNU: Konsep Khilafah Islamiyah Tidak Pernah Jelas (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Konsep Khilafah Islamiyah Tidak Pernah Jelas (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Konsep Khilafah Islamiyah Tidak Pernah Jelas

“Kalau seperti itu (ketidakjelasan konsep Khilafah Islamiyah, Red), saya sama sekali tidak heran. Karena demikianlah yang dilakukan di Eropa sehingga negara yang ditempati marah karena filosofi dan konstitusi negara setempat dipersoalkan,” ujar Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta (13/8)

Hasyim menjelaskan, hingga saat ini tidak ada satu pun negara di dunia yang menerapkan sistem kenegaraan dan sistem pemerintahan berdasarkan agama Islam. Bahkan, di negara-negara berpenduduk sebagian besar Muslim sekalipun, sangat beragam bentuk negara dan sistem pemerintahannya.

Mujahidin Cyber

“Di Timur Tengah pun tidak ada negara yang berdasar khilafah, yang ada kerajaan, seperti Saudi Arabia, Yordania, atau Republik Islam, seperti Iran, Syria, Mesir dan Uni Emirat Arab atau negara-negara Teluk. Sehingga, di Timteng sendiri, Hizbut Tahrir menjadi persoalan, juga di Australia,” terang Hasyim.

Mujahidin Cyber

Dengan demikian, menurut Presiden World Conference on Religions for Peace itu, keberadaan Hizbut Tahrir Indonesia di negeri ini harus diwaspadai. Pasalnya, kelompok tersebut pasti akan melakukan hal serupa seperti yang dilakukan pada negara-negara lain, yakni mempersoalkan sistem Republik Proklamasi Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Hasyim juga mempertanyakan sikap pemerintah sebagai penyelenggara negara yang tidak tegas terhadap gerakan tersebut. Padahal, katanya, ancaman bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah sangat jelas. Fundamentalisme dan liberalisme seolah-olah dibiarkan begitu saja.

“Ini semua (pembiaran terhadap fundamentalisme dan liberalisme, Red) mengakibatkan rontoknya kedaulatan politik, ekonomi, budaya, serta sikap kapitulasi terhadap bangsa asing di hampir segala bidang,” pungkas Hasyim yang juga Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ulama, AlaSantri, Lomba Mujahidin Cyber

Selasa, 14 November 2017

Agus Sunyoto: NU Warisi Prinsip Dakwah Para Wali

Jakarta, Mujahidin Cyber. Pakar sejarah Nusantara Agus Sunyoto mengatakan, kunci keberhasilan dakwah wali songo adalah penghargaan yang tinggi terhadap kebudayaan pribumi. Sikap ini membuka jalan masuk Islam secara masal dalam masa relatif singkat.

“Sekarang cara ini dilanjutkan NU dengan tidak menghilangkan tradisi lokal,” katanya dalam Pengajian dan Bedah Buku Atlas Wali Songo dalam rangka Hari Lahir NU ke-87 di halaman gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (31/1).

Agus Sunyoto: NU Warisi Prinsip Dakwah Para Wali (Sumber Gambar : Nu Online)
Agus Sunyoto: NU Warisi Prinsip Dakwah Para Wali (Sumber Gambar : Nu Online)

Agus Sunyoto: NU Warisi Prinsip Dakwah Para Wali

Menurut Agus, sikap kukuh terhadap tradisi lokal merupakan karakter dasar kebudayaan penduduk Nusantara. Hal ini menghambat masuknya unsur kebudayaan asing yang kurang menghormati kebudayaan setempat. Keistimewaan Wali Songo justru tampak dalam mengatasi berbagai hambatan ini.

Mujahidin Cyber

Dalam sejarah, tambah penulis Atlas Wali Songo ini, selain memelihara tradisi lokal, NU bahkan menggunakan resistensi kebudayaan tersebut untuk melawan kolonialisme. Di masa penjajahan, KH Hasyim Asy’ari mengharamkan seikerei sebagai tanda hormat kepada kaisar Jepang karena dianggap syirik.

Mujahidin Cyber

Hingga kini, mayoritas pesantren juga masih kuat mempertahankan tradisi mereka. Lembaga pendidikan Islam tertua Nusantara ini umumnya sangat selektif terhadap berbagai pengaruh global, termasuk cara-cara pendidikan model Barat.

“Lokalitas itulah yang akan menakutkan kapitalisme global karena tidak mau tunduk pada skenario yang mereka (imperialis-kapitalis, red) bikin,” tutur Agus.

Wakil Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) ini menyayangkan banyaknya masyarakat Indonesia modern yang mudah menjauh dari lokalitas kebudayaan pribumi. Padahal, kekayaan budaya Nusantara tak kalah unggul dan kerap gaya hidup serapan luar hanya menguntungkan pihak tertentu.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Lomba Mujahidin Cyber

Rabu, 08 November 2017

13 Negara Siap Ikuti Musabaqah Al Quran dan Hadits

Jakarta, Mujahidin Cyber. Sebanyak 82 peserta dari 13 negara di ASEAN, Asia Tengah dan Pasifik, siap mengikuti Musabaqah Hafalan Al-Quran dan Hadits Internasional Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz ke-6 yang diselenggarakan di Masjid Istiqlal Jakarta, mulai 23-26 Maret 2015.

13 Negara Siap Ikuti Musabaqah Al Quran dan Hadits (Sumber Gambar : Nu Online)
13 Negara Siap Ikuti Musabaqah Al Quran dan Hadits (Sumber Gambar : Nu Online)

13 Negara Siap Ikuti Musabaqah Al Quran dan Hadits

“Ada 18 negara yang diundang, alhamdulillah yang bisa hadir 13 negara. Jumlah peserta yang hadir ada 82 peserta,” kata Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Shobah Surur Syamsi, di Jakarta, Selasa (24/3). Peserta berasal dari Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Philipina, Thailand, Myammar, Kamboja, Kazakhstan, Tajikistan, Kyrgyz, Australia dan New Zealand serta tuan rumah Indonesia.

Shobah menjelaskan, peserta  akan berkompetisi dalam 5 cabang perlombaan, yakni Hafalan Al-Quran 30 Juz, 20 Juz, 15 Juz dan 10 Juz, serta hafalan 500 Hadist. “Juri yang akan menilai para peserta seluruhnya berasal dari Lembaga Musabaqah Internasional dari Arab Saudi,” jelasnya.

Mujahidin Cyber

Menurut Shobah, untuk musabaqoh tingkat ASEAN, Asia Tengah dan Pasifik ini panitia telah menyiapkan hadiah berupa uang tunai dan ibadah Haji bagi seluruh pemenang. Meski diadakan di Indonesia, namun, Shobah menjamin netralitas penyelenggara.

“Pemenangnya nanti ada 15 pemenang karena ada 5 cabang, masing-masing juara 1, 2 dan 3. Para juara akan mendapatkan hadiah berupa uang,” tambah Shobah. Dijelaskan lebih lanjut untuk juara 1, sebesar 16ribu real atau sekitar Rp 48 juta dan Ibadah Haji untuk seluruh pemenang.

Mujahidin Cyber

Diharapkan, melalui kegiatan ini para peserta semakin bersemangat untuk terus meningkatkan kemampuan mereka. Selain itu, melalui kegiatan ini pula, kerjasama antar negara-negara juga dapat dieratkan.

“Tujuan acara ini, antar negara peserta, kan ada negara yang besar, ada yang kecil, ada negara maju dan berkembang, semuanya diharapkan ada kerjasama dan saling tolong menolong. Selain itu, dapat menjadi pemersatu dan menjadi kekuatan islam,” terang Shobah.

Duta Besar Arab Saudi Mustofa Mubarak yang hadir menyaksikan musabaqah hafalan Al Quran dan Hadits tingkat nasional beberapa waktu lalu mengatakan pelaksanaan musabaqah diikuti pelajar atau mahasiswa dari berbagai negara, didanai oleh Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz. “Saat ini Pangeran Sultan telah wafat pendanaan dilanjutkan oleh putranya Pangeran Khalid Bin Sultan,” kata Dubes Mustofa.

Menurut Dubes, musabaqah ini menunjukan kerjasama Indonesia dengan Arab Saudi semakin erat khususnya dalam pengembangan dakwah Islam. “Kegiatan ini juga memberi semangat kepada peserta dan masyarakat dalam menggiatkan Al Quran,” pungkas Mustafa. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pesantren, Lomba Mujahidin Cyber

Minggu, 15 Oktober 2017

Kiai Manarul: Penting Hidup Dekat dengan Ulama

Demak, Mujahidin Cyber

Para santri yang telah merampungkan (khotmil) Al-Quran 30 juz diharapkan mampu menangkal berkembangnya aliran dan paham agama yang menyesatkan di masyarakat melalui pemahamaman makna kandungam Al-Quran yang benar dan komprehensif.

Demikian disampaikan oleh Ketua Pengurus Lembaga Dakwah PBNU KH Manarul Hidayat dalam kegiatan Haflah Tasyakkur Khotmil Qur’an Ke-40, Selasa (15/3) di halaman Pondok Pesantren Al-Badriyyah Mranggen Demak, Jawa Tengah.?

Kiai Manarul: Penting Hidup Dekat dengan Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Manarul: Penting Hidup Dekat dengan Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Manarul: Penting Hidup Dekat dengan Ulama

Tidak kurang dari 2000-an jamaah memadati halaman pesantren Al-Badriyyah, baik para wali santri, alumni, dan masyarakat sekitar.

Lebih lanjut Kiai Manarul menjelaskan tentang peranan ulama. Menurutnya, dalam kehidupan sehari-hari seseorang tidak boleh ? jauh dari peran atau sosok para ulama dan jauh dari lingkungan perakaran atau pengkajian Islam. Sehingga masyarakat tidak ? begitu mudah terpengaruh dengan budaya-budaya yang jauh dari nilai-nilai Qur’ani.

Mujahidin Cyber

“Maka dari itu imbauan kepada masyarakat khusususnya remaja dan generasi muda sangat penting hidup dekat dengan seoarang ulama. Kalau kita menemukan ajaran yang membinggungkan kita bisa langsung menanyakan kepada ulama,” jelasnya.

Peranan pendidikan pesantren juga sangat penting. Ia menjelaskan pendidikan menurut Unesco meliputi empat pilar, yaitu; Learning to know (belajar mengetahui), Learning to do (belajar melakukan sesuatu), Learning to be (belajar menjadi sesuatu), Learning to live together (belajar hidup bersama). Keempat hal itu telah diajarkan dalam kehidupan pesantren sehari-hari.

Mujahidin Cyber

“Maka kepada orang tua, jangan ragu memondokkan putra-putrinya di pesantren. Karena hal itu juga merupakan investasi masa depan orang tua. Karena setelah orang tua meninggal dunia, putra-putrinya akan fasih mengirim doa dan bacaan tahlil kepada orang tuanya,” tuturnya. (Ben Zabidy/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Lomba, Cerita Mujahidin Cyber

Jumat, 13 Oktober 2017

Indahnya Kebersamaan, Sekolah NU Ini Mayoritas Gurunya Muhammadiyah

Kang Ranto, begitu aku biasa memanggilnya. Nama lengkapnya adalah Drs. Sugiranto, M.Pd. Beliau adalah guru SLB Maarif Muntilan, sekaligus sekretaris Panitia Pengadaan Tanah sekolah tersebut. Selain mengajar, Kang Ranto juga punya perusahaan konveksi yang tenaga kerjanya adalah para mantan siswa SLB yang sudah dididik olehnya. Beliau juga punya toko alat olahraga yang dikelola oleh istrinya. Selain olah raga, hobi beliau adalah memelihara burung murai. Dan di desanya dikenal sebagai orang yang suka memberdayakan pemuda dan masyarakat lewat ternak cacing. Dan itu menghantarnya masuk TV Jogja sebagai narasumber dalam acara kontak tani.

Kang Ranto mengajar di SLB Maarif Muntilan sejak tahun 1993. Yang paling aku suka dari beliau adalah semangat dan komitmennya dalam mengelola anak-anak berkebutuhan khusus. Bisa dibilang setiap hari Kang Ranto pulang dari sekolah setelah pukul 17.00. Hari-harinya habis di sekolah. Entah itu untuk memberesi administrasi pelaporan, membuat PTK (penelitian tindakan kelas), bahkan menunggui tukang mengecat tembok sekolah hingga dini hari. Dan yang paling membuat aku suka padanya adalah kesamaan visi denganku, selaku ketua Yayasan.

Indahnya Kebersamaan, Sekolah NU Ini Mayoritas Gurunya Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Indahnya Kebersamaan, Sekolah NU Ini Mayoritas Gurunya Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Indahnya Kebersamaan, Sekolah NU Ini Mayoritas Gurunya Muhammadiyah

Dialog malam ini kuhabiskan bersamanya dengan tema wasilah (sarana) dan ghoyah (tujuan). Bagi kami, saya dan Kang Ranto, NU dan Muhammadiyah hanyalah suatu wasilah atau alat untuk mencapai tujuan. Adapun tujuannya adalah mencari ridlo Allah SWT. Oleh karena itu meskipun Kang Ranto adalah Muhammadiyah dan saya NU, namun kami satu hati dalam mengabdikan diri pada anak-anak SLB. Demikian juga ketika anak-anak itu memerlukan tempat belajar, maka kami sepakat untuk menyatukan diri berhimpun dan bergerak mencari dana lewat Panitia Pengadaan Tanah SLB Maarif Muntilan.

Mujahidin Cyber

Kang Ranto tidak sendirian. Di SLB Maarif Muntilan yang gurunya berjumlah 25 orang, 20 orang gurunya berlatar belakang Muhammadiyah, sedang sisanya NU. Sejak SLB ini berdiri, komposisinya tetap didominasi Muhammadiyah. Begitu juga kepala sekolahnya, Bapak Suyadi,S.Pd sebagai kepala sejak sekolah ini berdiri. Beliau dari kalangan Muhamadiyah. Namun, itu tidak menjadikan masalah dalam mengelola ABK (anak berkebutuhan khusus). Sebagai pendiri (alm) Pak Sagimin dan Pengurus LP Maarif NU Muntilan yang lain selalu mengedepankan asas profesionalisme dan kerja sama. Oleh karena itu latar belakang Muhammadiyah para guru tidak menjadi ganjalan, sepanjang mereka berlaku profesional. Para guru PNS DPK tersebut mengabdi sepenuh hati di sekolah ini. Bahkan karena kebanyakan orang tua siswa berasal dari kalangan miskin, para guru tersebut dengan rela hati merogoh uang dari kantongnya sendiri untuk memberi uang transport anak-anak yang malang itu. Ketika kutanya mengapa begitu, jawabnya adalah tidak tega melihat anak-anak tak mampu sekolah karena orang tua tak mampu memberi uang saku dan transportasi. Masyaallah, sungguh mulia hati Bapak Ibu guru SLB tersebut.

Mujahidin Cyber

Para guru mulia tersebut tidak pernah membahas perbedaan NU-Muhammadiyah di sekolah. Mereka lebih banyak mencari persamaannya. Bekerja dengan dilandasi ibadah, yakni mendidik anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) agar bisa mandiri, tidak merepotkan orang tua dan saudaranya menjadi tujuan para guru itu. Sedang kan pelajaran agama Islam diajarkan sesuai dengan amaliah orang NU karena SLB Maarif Muntilan adalah milik NU.

Meskipun Kang Ranto sejak kecil adalah Muhamadiyah tulen, namun ia terbiasa ikut mujahadah ala NU di SLB Maarif Muntilan. Demikian juga guru-guru yang lain. Mereka tetap menghormati amaliah dan kebiasaan Nahdliyin yang dilestarikan setiap malam Kamis di sekolahnya.

Demikian pula, pengaruh suka beramal ala Muhamadiyah juga terasa kental di SLB Maarif Muntilan. Kesadaran berinfak, sedakah, sangat ditekankan oleh seluruh guru di sana. Semoga semangat kebersamaan NU-Muhamadiyah tetap terjaga dan menjadi ladang amal guru-guru tersebut. Saya sendiri sebagai ketua yayasan telah menyaksikan sendiri bagaimana semangat para guru untuk memenuhi kebutuhan tanah SLB untuk memperluas daya tampung siswa ABK yang bertambah tahun semakin meningkat. Tanah seluas 1.113 meter persegi telah terbeli seharga Rp1,5 miliar dengan berutang di salah satu bank. Dengan kesadaran diri mereka mempelopori pembelian tanah dengan menyetorkan minimal satu bulan gaji mereka (kira-kira Rp4 juta). Namun itu belum cukup. SLB masih berutang sebanyak Rp 1 miliar dengan cicilan Rp18,2 juta per bulan selama 10 tahun.

Kami atas nama Panitia Pembelian Tanah SLB Maarif Muntilan telah menjaminkan diri kami untuk menanggung pelunasan hutang itu selama 10 tahun. Namun siapa yang bisa menjamin bahwa nyawa kami masih tetap bertahan hingga 10 tahun mendatang. Untuk itu kami mohon bantuan kepada Bapak/Ibu dermawan di mana pun berada. Tidak memandang latar belakang agama dan golongan. Sudilah kiranya untuk membantu mengurangi beban kami dengan membantu pelunasan pembelian tanah tersebut. Semakin banyak yang membantu, semakin ringan beban yang kami tanggung. Semoga saat pelunasan hutang tersebut, kami semua masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk menyaksikan anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) SLB Maarif Muntilan belajar di gedung baru yang representatif pada lahan tersebut. Amin. Ladang amal tersebut kami buka lewat Rekening BRI Nomor 0251-01- 009271-53-6 a.n Panitia Pengadaan Tanah SLB Maarif Muntilan. Jazakumulloh ahsanal jaza’.



Muh Muslih, Ketua LP Maarif MWCNU Muntilan, Magelang, Jawa Tengah


Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Lomba, Pesantren, Sejarah Mujahidin Cyber

Selasa, 03 Oktober 2017

Meneguhkan Kedaulatan Pangan Indonesia

Oleh Ahmad Naufa Kh. F.

Isu ketahanan dan kedaulatan pangan secara umum tidak menjadi wacana utama yang banyak dibicarakan atau diperjuangkan baik kalangan mahasiswa, pejabat ataupun politisi. Meski demikian, ketahanan pangan adalah isu yang layak mendapat perhatian dikalangan luas, utamanya mahasiswa sebagai kaum pendobrak. Mengapa pangan? Karena pangan merupakan kebutuhan primer (dloruri) yang dibutuhkan seleuruh elemen masyarakat Indonesia.

Secara definitif, makna "ketahanan" dengan "kedaulatan" itu berbeda. Secara sederhana, misalnya, jika ada sebuah keluarga yang kehabisan beras lalu menutupinya dengan membeli di pasar atau hutang kepada tetangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sudah dikatakan memiliki "ketahanan" pangan. Meski demikian, keluarga itu belum bisa dikatakan "berdaulat". Lebih dari itu, kedaulatan pangan adalah upaya yang sistematis untuk menentukan, kebijakan dan kebutuhan pangan secara merdeka atas keluarganya sendiri, seperti menanam padi sendiri, membeli dengan keluarga sendiri dan membuat harga sendiri. Dalam konteks ini adalah Indonesia yang terjadi hari ini masih berkutat pada "ketahanan" pangan, belum memiliki "kedaulatan" pangan.

Meneguhkan Kedaulatan Pangan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Meneguhkan Kedaulatan Pangan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Meneguhkan Kedaulatan Pangan Indonesia

Ironis memang, Indonesia yang begini subur dengan laut dan alamnya yang melimpah ruah masih terbelenggu dalam berbagai hal. Negeri yang disebut "penggalan sorga" ini begitu seksi dan diperebutkan banyak orang untuk mengambil sumber daya alamnya yang memang belum bisa dan mungkin tak ada niat untuk bisa mengelola alamnya sendiri. Berbagai perusahaan asing tertancap disini, dengan profit sharing yang tak masuk akal. Kue pembangunan pun hanya dijadikan rayahan orang-orang yang miskin nasionalisme dan pragmatis. Rakyat kecillah yang menjadi korban kebiadaban rezim dan system dengan segala problematikanya.

Mantan Menteri Perekonomian Kwik Kian Gie mencatat, 92 persen perusahaan dan aset-aset negara yang didapat melalui alam, sudah dikuasai dan dikendalikan oleh asing. Juga penelitian Michael Backman (1995) tentang kapitalisasi pasar dari 300 konglomerat Indonesia, Backman menemukan 73 persen total kapitalisasi pasar dimiliki oleh etnis Tionghoa. Belum lagi pasar yang dikendalikan konglomerat-konglomerat penghisap keringat rakyat yang memiskinkan petani dan pedagang kecil tumbuh subur dengan panglimanya para wakil rakyat yang dengan seenaknya mengamandemen undang-undang sesuai pesanan. Bagaimana mungkin ekonomi kerakyatan dan kedaulatan pangan dapat ditegakkan?

Islam sebagai Pendobrak

Mujahidin Cyber

Islam sebagai ideologi hendaknya juga memiliki signifikansi sebagai pendobrak sosio-kultural. Perlawanan dan penghapusan terhadap ketidakadilan sebenarnya secara substansi bukan barang baru. Islam yang dibawa nabi pada zaman klasik sudah membuktikan bagaimana ia tumbuh sebagai ideologi yang membebaskan dari dikotomi ekonomi, ketimpangan sosial dan penyembelihan hak-hak asasi manusia. Ajaran Islam jelas, “Kaum Muslim berserikat dalam tiga hal, yaitu padang rumput, air dan api" dalam hal ini termasuk pula Emas, Gas, Energi, dan Batubara adalah untuk kemakmuran rakyat. Namun pada faktanya, asset-aset tersebut lari keluar dan memiskinkan penduduk pribumi. Kini, hanya untuk membeli segelas air putih, kita harus membeli ke Barat.

Tahu dan tempe sebagai hal yang paling membantu peningkatan gizi kaum menengah kebawah harus import dengan membunuh petani kedelai. Kebaikan tuhan memberi laut yang luas disia-siakan dan dikufuri dengan impor garam yang juga membunuh petani. Jutaan hektar ladang sawah dengan kerja gigih petani dari pagi sampai sore hari harus diinjak-injak kartel yang tak bertanggungjawab. Setiap butir nasi yang kita makan sungguh sebuah proses panjang yang menyangkut jutaan orang. Media yang dipesan konglomerat dengan bantuan pejabat miskin nasionalisme untuk membuat opini publik bahwa pangan serba kekurangan, membuat kebijakan impor digulirkan. Tentu dengan tangan panjang dan antek-antek kapitalisme global yang mengepung Senayan.

Mujahidin Cyber

Lalu, dalam konteks Indonesia, bagaimana arah gerakan kita yang masih minim pengetahuan tentang hukum dan ekonomi secara makro? "Untuk mengatasi dan mengamankan undang-undang, anda tak butuh ahli ekonomi. Anda tak butuh ahli tata-bahasa. Yang anda butuhkan hanyalah berpikir logis dan kemauan kuat dan keberanian untuk berdaulat, dengan mengamankan undang-undang dan kebijakan yang berpihak kepada rakyat" kata Prof Maksum, Ketua PBNU, guru besar pertanian UGM.

Sebagai contoh, dalam amandemen UUD 1945 Pasal 33 Ayat 3 berbunyi: "Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.” Ayat 4: “Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta menjaga keseimbangan, kemajuan, dan kesatuan ekonomi nasional. Ayat 5: "Ketentuan lebih lanjut mengenai pasal ini diatur dalam Undang-Undang.”

Dengan amandemen ini muncul berbagai Undang-Undang prokapitalis yang merugikan negara dan menyengsarakan rakyat. Pasal 33 Ayat 3 secara otomatis, telah di-nasikh ayat 4 yang merupakan pesanan asing dengan corong para wakil rakyat yang menggadaikan negerinya. Perubahan ini, bisa dilogika dan dinalar secara awam. Meski sudah diuji materikan oleh beberapa pihak yang masih peduli kedaulatan NKRI, utamanya PBNU, antek-antek asing selalu saja merubah dan mempermainkan kata dan kucing-kucingan.

Selain itu ada beberapa UU liberal pesanan asing yang membunuh kedaulatan rakyat seperti: UU Migas (No 22 Th 2001), UU BUMN (No 19 Th 2003), UU SD AIR (No 7 Th 2004), UU Perikanan(No 31 Th 2004), UU Pen. Modal (No 25 Th 2007), UU Kewilayahan (No 27 Th 2007), UU Minerba (No 4 Th 2009), UU Tenaga Listrik(No 30 Th 2009), UU Cagar Budaya (No 11 Th 2010), UU. Mata Uang ( No 7 Th 2011), UU. OJK (No 21 Th 2011) UU Pertanahan (No 2 Th 2012).

Inilah tugas dan proyek besar mahasiswa, sebagai generasi muda dan pemilik sah masa depan bangsa ini. Dasar teologis sudah jelas, saatnya kita berpikir 10-20 tahun kedepan, bagaimana bisa memiliki kedaulatan pangan; menentukan sendiri, memproduksi sendiri dan menikmati sendiri potensi alam untuk kemakmuran rakyat yang merupakan amanat undang-undang dasar 1945. Saatnya membuka mata, wacana, cakrawala dan berbuat hal-hal yang kongkrit. Mahasiswa dan generasi muda Indonesia jangan justru terjebak pada pragmatisme politik dan wacana kampus yang menyesatkan. Hal-hal yang tak penting dan lebay. Mahasiswa harus segera berbenah diri, menganalisa kawan dan lawan dan berpikir cerdas untuk melakukan perubahan. Karena, selain kepada mahasiswa dan generasi muda, kemana akan lagi nasib masa depan bangsa ini diserahkan?

?

Ahmad Naufa Khoirul Faizun, Wakil Ketua PW IPNU Jateng, Santri Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Lomba, Pemurnian Aqidah Mujahidin Cyber

Selasa, 26 September 2017

Harlah Muslimat di Brebes Layani Peserta KB

Brebes, Mujahidin Cyber. Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Brebes peringatan menggelar Hari lahirnya yang Ke-63. Puncak acara yang diselenggarakan di halaman Masjid Jami Al Husna Jl. Merdeka Banjarharjo Sabtu (14/3) lalu itu berlangsung meriah.



Harlah Muslimat di Brebes Layani Peserta KB (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Muslimat di Brebes Layani Peserta KB (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Muslimat di Brebes Layani Peserta KB

Acara diawali dengan pawai taaruf mengelilingi Kota Kecamatan Banjarharjo yang diikuti oleh Pengurus Anak Cabang (PAC) dan Anggotanya se-Kabupaten Brebes Serta (Yayasan Kesejahteraan Musimat) YKM Provinsi Jawa tengah, YKM Kabupaten Brebes, BKKBN Provinsi dan (Badan Keluarga Berencana dan{emberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Brebes.

Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Brebes Drs Hj Chulasoh melalui wakil ketua Ny Hj Halimah Fathoni SH menyatakan dalam memperingati Harlahnya yang ke-63 di isi pula dengan berbagai kegiatan seperti peresmian Gedung Muslimat NU Kabupaten Brebes yang berlokasi di Jl Kiai Cholid Pasar Batang Brebes, Bakti sosial seperti pemberian santunan terhadap anak yatim piatu dan fakir miskin, pelayanan pemasangan KB gratis.

Mujahidin Cyber

“Pemasangan KB Gratis bekerja sama dengan BKBPP Kabupaten Brebes dirumah sakit NU Dera Asyifa An-Nahdiyah Banjarharjo,” ujarnya.

Mujahidin Cyber

Dari data yang dihimpun Mujahidin Cyber, pelayanan KB gratis telah melayani proses kontrasepsi berupa Implan sebanyak 140 aseptor, suntik 50 aseptor serta IUD 10 aseptor.

Pada kesempatan tersebut kepala BKKBN Provinsi Jawa tengah Dra Murtiningsih M,Kes dalam? sambutanya berharap agar kerjasama yang baik terus ditingkatkan karena Kabupaten Brebes dengan jumlah penduduk terbesar di Jawa tengah perlu adanya perhatian khusus dibidang KB, UPPKS serta ketahanan keluarga.

“Dukungan dari para Kiai tentang pelaksanaan KB juga kami ucapkan terimakasih agar pelaksanaan KB tambah sukses dan lebih bersinergi,” ucap Murtiningsih.

Pada acara tersebut juga di isi dengan pemberian bantuan modal bergulir UPPKS, alat peraga edukatif dan bantuan dari GNOTA untuk anak MI sebanyak 10 siswa masing masing Rp.90.000 dan anak MTS 10 siswa masing masing Rp.120.000.

Bupati Brebes H. Indra Kusuma S.sos dalam sambutannya yang dibacakan Tarwudi, camat Banjarharjo menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada Muslimat NU karena pada Harlahnya Yang ke-63 ini sekaligus dijadikan sarana Bakti sosial berupa pelayanan KB.

“Ini berarti? organisasi keagamaan juga turut andil pula dalam pembangunan masyarakat dan pembangunan lainya,” puji Bupati.

Selain itu, Bupati Juga berharap Muslimat NU bukan hanya memberikan pelayanan KB namun juga memberikan pengertian lebih kepada masyarakat, agar masyarakat tidak lagi terjebak pada asosiasi bahwa KB itu tidak diperkenankan. Selanjutnya Bupati juga secara pribadi mengucapkan selamat hari ulang tahun kepada seluruh warga Nahdatul Ulama, mudah mudahan dalam usianya yang ke-63 ini semakin dapat berperan bagi kesejahteraan Umat Islam di Brebes pada Khususnya dan negara Indonesia pada umumnya.? ? ? ? ? ? ?

Dan pada puncak acara digelar pengajian Akbar bersama Kiai Abdurahman Wahid dari Jaga Lempeni Brebes. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Lomba, News Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock