Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

LAZISNU Pekalongan Salurkan 100 Juta untuk Muslim Rohingya

Pekalongan, Mujahidin Cyber.

NU Care-LAZISNU Kapupaten Pekalongan menyalurkan dana bantuan untuk muslim Rohingya, Sabtu (21/10) di Pendopo Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan kepada Pengurus Wilayah NU Care-LAZISNU Jawa Tengah, disaksikan secara langsung oleh Bupati Pekalongan, H Asip Kholbihi. Penyerahan dilakukan di sela-sela acara Pembacaan 1 Milyar Shalawat Nariyah dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2017.

LAZISNU Pekalongan Salurkan 100 Juta untuk Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Pekalongan Salurkan 100 Juta untuk Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Pekalongan Salurkan 100 Juta untuk Muslim Rohingya

Sekretaris NU Care-LAZISNU Jateng Zainuddin Zein menjelaskan bantuan yang terhimpun di PW NU Care-LAZISNU Jawa Tengah nantinya akan diteruskan ke Pengurus Pusat NU Care-LAZISNU di Jakarta, untuk kemudian diserahkan kepada Muslim Rohingya.

“Ini merupakan penghimpunan dana Rohingya tahap kedua,” kata Zainuddin.

Mujahidin Cyber

Jika ditotal, dana yang terkumpul di tahap kedua ini sudah mencapai 320-an juta. Lebih besar jika dibandingkan dengan tahap yang pertama, yang hanya mencapai 132 juta rupiah. 

Mujahidin Cyber

Ketua NU Care LAZISNU Kabupaten Pekalongan, H Suhaimi mengatakan penghimpunan dilakukan dengan menginstruksikan ke masjid-masjid NU di seluruh Kabupaten Pekalongan agar memberikan satu kali Kotak Jumat untuk  disediakan secara khusus membantu muslim Rohingya. 

“Waktunya kurang dari satu bulan, ” imbuh Suhaimi. 

Dewan Penasihat NU Care-LAZISNU Kabupaten Pekalongan, KH Imronuddin menambahkan, bahwa dengan keberadaan penggalangan dana tersebut semakin menampakkan peran serta kepedulian warga Nahdliyyin dalam isu-isu kemanusiaan di tingkat internasional.

“100 juta ini adalah aksi nyata kita untuk Rohingya. Semoga dengan semakin pedulinya kita terhadap saudara-saudara muslim kita, itu menunjukkan semakin menguatnya ukhuwah islamiyah serta ukhuwah basyariyah kita,” tambahnya. 

Bupati Pekalongan H Asip Kholbihi mengatakan kepada 1200 an santri yang hadir dalam acara tersebut bahwa tragedi Rohingya mengingatkan kepada kita mengenai pentingnya sebuah negara yang aman, tertib, serta kondusif. 

“Maka para santri harus senantiasa cinta kepada NKRI dan sekuat mungkin untuk ikut menjaganya dari berbagai bentuk perpecahan,” ujar Bupati.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan pendidikan kepada 10 santri yang masing-masing menerima 500 ribu rupiah, serta bantuan kewirausahaan kepada 2 santri masing-masing bernilai 1, 5 juta rupaih. Bantuan tersebut sebagai bentuk dorongan dalam bidang pendidikan dan ekonomi santri. (Riza/Kendi Setiawan)



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Habib, Warta Mujahidin Cyber

Minggu, 25 Februari 2018

Para pengikut Saddam disingkirkan

Jakarta, NU.Online
Amerika ingin mencegah Partai Baath menjadi kekuatan yang teratur. Ribuan anggota partai Baath pimpinan Saddam Husein dilarang memegang jabatan di pemerintahan. Langkah ini akan memberantas Partai Baath, dengan menancapkan "sebuah pancang di jantungnya", seorang pejabat senior dari kantor pemerintah sipil baru Amerika di Irak mengatakan kepada wartawan.

Peraturan pemerintah dikeluarkan sehari setelah kepala pemerintahan baru, Paul Bremer, mengatakan bahwa pasukan koalisi yang menduduki Irak bertekad untuk membasmi partai mantan Presiden Saddam Hussein itu.

Pasukan Amerika di Irak juga telah melancarkan misi untuk menghentikan kekacauan, yang telah melanda negeri itu sejak rezim lama disingkirkan lima minggu yang lalu.

Pejabat dari Kantor Pembangunan Kembali dan Pelayanan Kemanusiaan Amerika (ORHA) di Irak mengatakan, para mantan anggota partai Baath menyulut aksi kejahatan dan demonstrasi anti Amerika di Irak.

Perkembangan lainnya

- Kanselir Jerman Gerhard Schroeder menyatakan dukungannya terhadap usulan resolusi yang menyerukan diakhirinya sanksi terhadap Irak.

- Amnesti Internasional menyelidiki tuduhan sejumlah tawanan perang Irak bahwa mereka disiksa oleh pasukan Amerika dan Inggris.

- Kerangka 45 orang dikeluarkan dari kuburan massal di Karbala, demikian laporan kantor berita Associated Press.

Penjarah ditangkap

Amerika Serikat dituduh gagal mengembalikan ketenangan dan ketertiban sejak perang berakhir.
Ratusan penjarah ditangkap. Namun salah satu jendral senior Amerika di Baghdad, Mayjen Buford Blunt mengatakan, jumlah polisi militer di Baghdad akan bertambah dua kali lipat, menjadi sekitar 4000 di akhir bulan ini.

Pasukan Amerika meningkatkan operasi melawan penjarahan, menangkap sekitar 300 orang sejak hari Rabu, sebagian dilaporkan berusia 10 tahun.

Mayjen Blount mengatakan bahwa di masa depan para penjarah akan ditahan selama tiga minggu, bukan beberapa jam atau beberapa hari seperti sekarang.

Pasukan Amerika juga telah memasang berbagai poster dalam bahasa Arab di sekitar ibukota untuk memperingatkan para penjarah kerugian terhadap upaya pembangunan kembali akibat perbuatan mereka.

"Pilihannya ada di tangan anda, anda dapat membantu pembangunan kembali Irak dan membantu membangun Irak yang makmur, atau anda dapat menyebabkan generasi masa depan hidup dalam kemiskinan. Lakukanlah apa yang disarankan akal sehat anda," kata poster tersebut.

Blount mengatakan bahwa sekitar 90% masalah keamanan disebabkan oleh penjahat biasa, yang sebagian dibebaskan dari penjara oleh Saddam Hussein dalam amnesti massal tahun 2002.

Pembasmian massal

Larangan terhadap anggota Partai Baath bekerja untuk pemerintah itu akan berdampak pada antara 15,000 dan 30,000 pengikut setia Saddam Hussein, kata pejabat ORHA itu.

Sebuah proses penyaringan teratur akan dimulai hari Sabtu, termasuk wawancara dan pemeriksaan catatan resmi, katanya.

Sampai 2000 anggota Partai Baath senior masih bekerja sebagai pejabat tinggi di berbagai departemen Irak, tambahnya.

Ia mengakui bahwa pembasmian orang-orang Baath berarti akan ada inefisiensi dalam sektor publik untuk beberapa lama.(BBC/Cih)
 

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Warta, Kajian Sunnah Mujahidin Cyber

Para pengikut Saddam disingkirkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Para pengikut Saddam disingkirkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Para pengikut Saddam disingkirkan

Sabtu, 10 Februari 2018

Di NTT Pawai Takbir Libatkan Semua Tokoh Agama

Kupang, Mujahidin Cyber



Pawai takbir yang akan dikumandangkan pada Senin malam oleh ? Badan Komunikasi Pemuda Remaja masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Kupang, akan dihadiri seluruh perwakilan lintas agama. Pasalnya, pawai takbir merupakan pesan moral dan mempererat kerukunan umat beragama yang ada di wilayah NTT.

Di NTT Pawai Takbir Libatkan Semua Tokoh Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Di NTT Pawai Takbir Libatkan Semua Tokoh Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Di NTT Pawai Takbir Libatkan Semua Tokoh Agama

Ketua BKPMRI Kota Kupang, H Sahrun Nurawi, kepada media dalam jumpa pers yang berlangsung pada Ahad (03/07), mengatakan pawai takbir yang diadakan oleh pemuda dan remaja masjid serta OKP Islam Kota Kupang, akan berlangsung secara serentak pada malam terakhir bulan suci Ramadhan.?

"Pawai takbir ini merupakan agenda rutinan bagi umat Islam Kota Kupang, dan Kegiatan ini melibatkan semua perwakilan tokoh agama dan tokoh pemuda se-Kota Kupang," katanya.

Kehadiran perwakilan tokoh agama, kata Nurawi, agar mempererat dan terus-menerus untuk memperkokoh toleransi antarsesama agama. Pawai takbir yang melibatkan seluruh perwakilan seluruh masjid se-Kota Kupang dengan tema Kupang Bertakb?r.

Sementara itu, Sekretaris Panitia Pawai Takbir Sokan Taibang, mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk mempererat tali silaturahmi antara satu dengan yang lain. Pawai juga diikuti oleh beberapa unsur pemuda antaranya, PC Ansor Kota Kupang, GMIT Kota Kupang, dan beberapa undangan lainnya serta majelis taalim Kota Kupang, instansi terkait Kota Kupang, dan diikuti 45 remaja masjid Kota Kupang.

Mujahidin Cyber

Dikatakan Sokan, pawai kali ini akan diikuti sebanyak 1,200 orang dengan rute titik keberangkatan di Mesjid Raya Nurusaadah Kota Kupang, Halte, Pasir panjang, Pulau Indah, Bundaran PU, Asrama Haji, Terminal Oepura, Kuanino dan terakhir kembali ke Masjid Raya Kota Kupang.

Ketua PHBI Kota Kupang Ambo Ana Mbojo, mengatakan pawai akan dibuka oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya dan Walikota Kupang Jonas Salean. Sementara shalat Id akan diadakan 10 titik sesuai dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. (Ajhar Jowe/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Sunnah, Warta Mujahidin Cyber

Rabu, 07 Februari 2018

Syuriah PCINU Turki Urus SK dari PBNU

Jakarta, Mujahidin Cyber. Sejumlah jajaran syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Turki, bertandang ke Kantor PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (12/7) malam. Mereka bermaksud meminta SK. dari PBNU atas kepengurusan PCI Turki yang baru terbentuk.

Sebelum mendatangi kantor sekretariat PBNU di lantai tiga, rombongan ini singgah di Kantor Mujahidin Cyber, lantai lima Gedung PBNU. Keempatnya aktif menceritakan kondisi sosial, akademik, dan keagamaan masyarakat Turki.

Syuriah PCINU Turki Urus SK dari PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Syuriah PCINU Turki Urus SK dari PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Syuriah PCINU Turki Urus SK dari PBNU

Jajaran pengurus PCINU Turki, terdiri dari kalangan mahasiswa dan mahasiswi Indonesia yang melanjutkan studi di Turki. Mereka berasal dari kampus berbeda. Bahkan kampus tiap pengurus terletak di kota yang berjauhan.

Para pengurus juga berasal dari latar belakang akademik yang berbeda. Sebagian mereka mengambil studi Sastra Arab, Politik, atau Teknik Sipil. Mereka tidak melulu berasal dari jurusan ‘Ilahiyat’, sebutan bagi studi ilmu-ilmu keislaman di Turki.

“Pembentukan kepengurusan PCI kami, sesuai dengan keputusan Muktamar Makassar lalu; 40 anggota sebagai batas minimal,” kata Ahmad Faiz, Rois Syuriah PCI NU Turki kepada Mujahidin Cyber di Kantor redaksi lantai lima Kantor PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (12/7) malam.

Mujahidin Cyber

Proses pembentukan PCINU Turki, cukup unik. Perkumpulan mahasiswa-mahasiswi Indonesia di Turki, berinisiatif membentuk kepengurusan setelah saling mengetahui bahwa mereka adalah warga NU, imbuh Faiz, yang tengah mengambil studi Sastra Arab di Universitas Konya, Turki.

Menurut M. Syaukillah, Katib Syuriyah PCINU Turki, kepengurusan PCINU Turki didukung oleh tokoh masyarakat setempat. Mereka menyambut baik pembentukan kepengurusan Cabang Istimewa NU. Sejumlah tiga orang profesor di Turki, bersedia menjadi pengurus Mustasyar PCINU Turki.

 

Redaktur: Ulil Hadrawy

Mujahidin Cyber

Penulis    : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Warta Mujahidin Cyber

Senin, 22 Januari 2018

Safari Ramadhan Ansor Bondowoso Terbagi dalam 5 Zona

Bondowoso, Mujahidin Cyber

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Bondowoso bersama Majelis Dzikir dan Shalawat dan Satuan Koordinasi Cabang Barisan Ansor Serbaguna (Banser) membagi wilayah Safari Ramadhannya menjadi lima zona. Tiap zona, forum diikuti tiga hingga lima pimpinan anak cabang GP Ansor setempat.

Safari Ramadhan Ansor Bondowoso Terbagi dalam 5 Zona (Sumber Gambar : Nu Online)
Safari Ramadhan Ansor Bondowoso Terbagi dalam 5 Zona (Sumber Gambar : Nu Online)

Safari Ramadhan Ansor Bondowoso Terbagi dalam 5 Zona

Senin (13/6) malam giliran Pondok Pesantren Raudatul Ulum Dusun Bata, RW 29 RW 05, Desa Tegaljati, Kecamatan Sumber Wringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, yang menjadi tempat Safari Ramadhan dan masuk Zona III.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari safari Ramadhan sebelumnya di Masjid Al-Mukhar Tenggarang yang merupakan Zona I, dan akan berlanjut ke Zona II yang akan dirangkai dengan peringatan Nuzulul Quran.

Mujahidin Cyber

"Acara ini adalah dalam rangka untuk silaturahim Pemuda Ansor dan Gerakan Lembaga Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor kepada masyarakat dan akan mengenalkan bahwasanya kegiatan-kegiatan silaturahim itu sangat penting, terutama dari tingkat atas ke tingkat bawah untuk saling mengenal," jelas Ketua Rijaul Ansor Bondowoso Junaidi atau Gus Jun di depan jamaah yang hadir malam itu.

Rijalul Ansor, katanya, merupakan lembaga semiotonom dari GP Ansor yang bergerak di bidang majelis dzikir dan shalawat serta melestarikan amaliah-amaliah yang sudah dilakukan oleh para masyayikh Nahdlatul Ulama.

Mujahidin Cyber

Ketua GP Ansor Bondowoso Muzammil menjelaskan, Zona I diikuti oleh PAC GP Ansor Kecamatan Tenggarang,? Kecamatan Wonosari, dan Kecamatan Kota Bondowoso; Zona II diikuti oleh PAC GP Ansor Kecamatan Tapen, Kecamatan Prajekan, dan Kecamatan Klabang,? Kecamatan Botolinggo dan? Kecamatan Cerme; Zona III diikuti oleh PAC GP Ansor Kecamatan Pujer, Kecamatan Tlogosari, Kecamatan Sukosari, Kecamatan Sumber Wringin, dan Kecamatan Sempol.

Sementara Zona IV diikuti oleh PAC GP Ansor Kecamatan Tamanan, Kecamatan Grujugan, Kecamatan Jambisari dan Kecamatan Maesan; dan Zona V diikuti PAC GP Ansor Kecamatan Taman Krocok, Kecamatan Tegalampel, Kecamatan Binakal, Kecamatan Pakem, dan Kecamatan Wringin.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudatul Ulum Kiai Hosnan menyambut positif acara tersebut. Menurutnya, masyarakat sangat antusias mengikuti acara Gerakan Pemuda Ansor. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Habib, Amalan, Warta Mujahidin Cyber

Jumat, 19 Januari 2018

Meriahnya Takbiran dengan Musik Calung

Banyumas, Mujahidin Cyber - Musik calung biasanya ditabuh untuk mengiringi aksi penari kuda lumping atau ronggeng. Berpadu dengan kendang, bonang, kenong, dan gong, musik khas Banyumas yang terbuat dari bambu ini semakin menambah daya tarik pertunjukan.

Pada malam Idul Fitri 1437 Hijriah, musik calung menjadi sajian istimewa karena menyertai arak-arakan takbir keliling yang digagas oleh Karang Taruna Kadus 4 Desa Samudra Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Takbir keliling berlangsung sekitar dua jam, dimulai setelah pelaksanaan shalat isya, Selasa (5/7).

Meriahnya Takbiran dengan Musik Calung (Sumber Gambar : Nu Online)
Meriahnya Takbiran dengan Musik Calung (Sumber Gambar : Nu Online)

Meriahnya Takbiran dengan Musik Calung

Takbir keliling ini memasuki dan mengambil rute jalan desa di wilayah Kadus 4 Desa Samudra yang meliputi RW 06, RW 07, dan RW 08. Tak kurang dari enam ratus orang warga terlibat dalam kegiatan yang menempuh jarak sepuluh kilometer pulang pergi.

Mujahidin Cyber

Selain menghadirkan musik calung, takbir keliling juga menggunakan obor dengan bahan bakar minyak tanah, sebagai penerang. Jadilah malam lebaran ini, rombongan takbir keliling mengulari desa, membelah kegelapan, dan menggemakan takbir bercampur suara calung.

Kepala RW 07 Desa Samudra, Yuswo Hadi Yuwono mengatakan takbir keliling dengan pawai obor dan musik calung bertujuan menunjukkan syiar Islam di wilayahnya. Musik calung, tambah pria satu anak ini, digunakan untuk mengakrabkan kembali tradisi yang ada di Desa Samudra. Sekadar catatan, di Kadus 4 saja terdapat beberapa komunitas penggiat musik calung, baik yang digerakkan oleh para orang tua usia 50-an, maupun yang diaktifkan para remaja dan kaum muda.

Mujahidin Cyber

Adapun obor digunakan untuk mengingatkan kembali bahwa pada masa-masa dahulu sebelum masyarat mengenal alat penerangan modern, mereka sangat dekat dengan obor saat bepergian pada malam hari. Obor juga menyimpan filosofi, bahwa kehadiran dan ajaran agama Islam adalah penerang dalam kehidupan sehari-hari umat manusia.

Wilayah Desa Samudra secara umum berada dalam tradisi ke-Islaman yang menjunjung ajaran ahlussunah wal jamaah. Kegiatan ke-NU-an yang cukup menonjol di desa ini adalah GP Ansor dan Muslimat NU. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pahlawan, Warta Mujahidin Cyber

Senin, 08 Januari 2018

Pelajar NU Banyuwangi Tekankan Pentingnya Ilmu Filsafat

Banyuwangi, Mujahidin Cyber - Pelajar NU Banyuwangi duduk melingkar di ruang pertemuan kantor PCNU Banyuwangi dalam pertemuan diskusi rutin setiap pekan. Kali ini mereka mengkaji pengantar ilmu filsafat. Jumat (13/1) malam.

Sebagai moderator dan sekaligus pemantik diskusi Ibnu Tsani Rosyada menanyakan apa itu filsafat di masing-masing peserta. "Menurutmu, apa itu filsafat?" tanya Ibnu sebagai pembuka.

Pelajar NU Banyuwangi Tekankan Pentingnya Ilmu Filsafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Banyuwangi Tekankan Pentingnya Ilmu Filsafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Banyuwangi Tekankan Pentingnya Ilmu Filsafat

Kebanyakan dari mereka mengatakan, filsafat itu adalah proses mempertanyakan sesuatu. "Saya pikir kita bertanya dan menjawab tentang pertanyaan dari filsafat yang disampaikan penanya, secara tidak langsung tanpa sadar kita sedang berfilsafat," kata Subhan, pelajar asal Kertosari.

Ibnu Tsani mengatakan, filsafat ini memiliki dua aliran pemikiran, yaitu rasionalisme dan empirisisme. "Adalah rasionalisme mereka yang meyakini sumber pengetahuan sebenarnya berasal dari akal pikiran saja. Sebaliknya, empirisisme adalah mereka yang meyakini sumber pengetahuan sebenarnya berasal dari pengalaman," katanya.

Mujahidin Cyber

Namun dua aliran pemikiran itu terlalu ekstrem. Karena itu, sama-sama setengah benar saja. Artinya di satu pihak sama-sama benar di pihak lain mereka juga sama-sama keliru. "Sintesis antara kedua paham yang berbeda ini, sesungguhnya sampai tingkat tertentu telah kita temukan Aristoteles," tambahnya.

Yang mana, kata dia, Aristoteles menolak pandangan Plato bahwa pengetahuan hanyalah ingatan akan ide-ide abadi.

Mujahidin Cyber

"Bagi Aristoteles pengetahuan manusia tercapai sebagai hasil kegiatan manusia yang mengamati kenyataan banyak, lalu menarik unsur-unsur universal dari yang partikular," pungkas Ibnu yang juga sebagai Direktur Student Crisis Center (SCC) IPNU Banyuwangi.

Pertemuan yang dihadiri oleh lintas organisasi dan komunitas ini mendapatkan berbagai apresiasi positif. Mulai aspek kajian materi yang disampaikan dan berbagai peserta yang aktif mengutarakan pendapat.

"Dengan mengikuti diskusi ini setiap pekan, secara otomatis kita akan terpacu untuk terus belajar dan belajar, khususnya di bidang filsafat. Keuntungan ini yang akan membawa kader-kader NU semakin memahami makna segala sesuatu, termasuk makna kehidupan ini, karena proses pencarian terus-menerus tadi," kata M Sholeh Kurniawan di ruang diskusi lingkar 59. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Warta, Olahraga Mujahidin Cyber

Kamis, 04 Januari 2018

Dakwah Perlu Kontektualisasi

Jakarta, Mujahidin Cyber. Perubahan situasi dan lingkungan masyarakat perlu diantisipasi oleh para dai dalam menjalankan dakwahnya. Ajaran agama harus dikontekstualisasi sesuai dengan kondisi yang ada saat ini.

Wakil Rais Aam PBNU KH Tolchah Hasan menjelaskan terdapat ayat-ayat yang memang sifatnya permanent, namun juga terdapat ayat yang dipengaruhi oleh kondisi tempat dan waktu.

Kamis, 28 Desember 2017

Shalat yang Dapat Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar

Assalamualaikkum ustadz. Saya mau bertanya, shalat yang bagaimana yang dapat mencegah perbuatan keji dan mukar, dan bagaimana memahami shalat untuk implementasi dalam kehidupan ini serta kitab atau buku apa yang dapat saya baca untuk mendapatkan penjelasan ini, terima kasih. Wassalamu’alaikum wr wb. (Cepi Subarnas)

Jawaban

Shalat yang Dapat Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat yang Dapat Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat yang Dapat Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Shalat merupakan ibadah dan komunikasi langsung seorang hamba dengan Allah. Dan setidaknya ada lima shalat yang diwajibkan bagi setiap muslim yang sudah mukallaf atau sudah dibebani kewajiban agama. Hal ini bermakna ada lima kali keharusan bagi hamba untuk berkomunikasi dengan-Nya. Dan komunikasi aktif antara hamba dengan Allah melalui shalat inilah mengandung hikmah yang sangat luar biasa yaitu ketakwaan. Karenanya Allah swt berfirman: 

Mujahidin Cyber

 ? ? ? ? ? ? --?: 45. “Sesungguhnya shalat itu dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar” (Q.S. Al-Ankabut: 45)

Mujahidin Cyber

Dengan kata lain, kewajiban seorang mukallaf untuk menjalankan shalat lima waktu pada dasarnya mengandung pengertian sebagai peringatan dari Allah agar ia selalu mengingat-Nya. Ingatan kepada Allah berujung pada ingatan kepada perintah dan larangan-Nya. Inilah yang disebut dengan takwa sebagaimana dikemukakan di atas.

 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ? ? ?-? ? ? ? ? 1420?/2000? ? 16? ?. 106)

“Nampak jelas bahwa takwa merupakan hikmah dibalik disyariatkannya shalat, karena ketika seorang mukallaf mengingat perintah dan larangan Allah swt maka ia akan menjalankan perintah dan meninggalkan larangan-Nya” (Muhammad Thahir bin ‘Asyur, at-Tahrir wat-Tanwir, Bairut-Mu`assah at-Tarikh al-‘Arabi, cet ke-1, 1420 H/2000 M, juz, 16, h. 106)

Berangkat dari penjelasan di atas maka ibadah shalat yang merupakan komunikasi atau hubungan antara seorang hamba dengan Allah swt sejatinya harus memiliki pengaruh positif terhadap komunikasi kita dengan yang ada di sekitar kita. 

Ironisnya sering kali kita menyaksikan orang yang rajin shalat tetapi masih saja melakukan kemungkaran dan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama padahal setidaknya ia lima kali menyapa Allah melalui shalat. Pertanyaannya, mengapa bisa demikian? Hal ini terjadi karena shalat masih dipahami hanya sebatas formalitas yang tidak memiliki konsekwensi apa-apa terhadap kehidupannya. Sepanjang kita masih berkutat pada pemahaman seperti ini maka shalat kita jelas tidak memiliki makna apa-apa, tidak bisa mencegah perbuatan yang keji dan mungkar. 

Sedangkan untuk menambah wawasan kita mengenai shalat, maka kami sarankan untuk membaca buku yang terkait dengan rahasia dan hikmah shalat. Misalnya buku yang ditulis oleh Ali Ahmad al-Jurjawi yang berjudul Hikmah at-Tasyri` wa Falsafathu (Hikmah dan Falsafat Dibalik Penetapan Syariat). Di dalam buku tersebut terdapat bab yang menjelaskan hikmah yang terdapat dalam shalat. Banyak sekali buku tentang hikmah shalat yang ditinjau dari berbagai perspektif.

Demikian penjelasan singkat ini, semoga bisa menjadi penjelasan yang dapat membantu menyelesaikan persoalan yang Anda hadapi. (Mahbub Ma’afi Ramdlan

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Warta Mujahidin Cyber

Jumat, 22 Desember 2017

Kenapa Kemenag Tentang Penyatuan Madrasah dan Sekolah? Ini Alasannya

Jakarta, Mujahidin Cyber. Pendidikan di Indonesia dikelola oleh dua kementarian, yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mengelola pendidikan umum dan Kementerian Agama yang mengelola madrasah. Berulangkali terdapat usulan penyatuan sistem pendidikan, tetapi Kementerian Agama berpendapat, pembagian dua wewenang ini merupakan kebijakan yang sudah baik.

Kenapa Kemenag Tentang Penyatuan Madrasah dan Sekolah? Ini Alasannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Kemenag Tentang Penyatuan Madrasah dan Sekolah? Ini Alasannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa Kemenag Tentang Penyatuan Madrasah dan Sekolah? Ini Alasannya

Direktur Madrasah, Nur Kholis Setiawan berpendapat, jika madrasah digabung pengelolaanya di bawah Kemendikbud, konsekuensinya adalah madrasah harus ikut desentralisasi. Dan disinilah terdapat potensi masalah.

“Ketika madrasah digabung pasti otonomi daerah. Iki arep dadi opo. Wong pendidikan agama yang dikelola pusat saja rongorongannya luar biasa banyaknya. Hingga sekarang, kita belum mampu mengatasi keragaman pendapatan dan friksi paham keagamaan, siapa yang akan mengawal itu,” katanya kepada Mujahidin Cyber baru-baru ini.

Mujahidin Cyber

Ia menambahkan, meskipun saat ini ada keterbatasan anggaran pendidikan di bawah Kemenag, yang alokasinya jauh dibawah Kemendikbud, tetapi mengelola pendidikan agama bukan sekedar soal uang.?

“Justru, kita harus menghargai partisipasi masyarakat. Apalagi pesantren. Kebanyakan madrasah kan juga bernaung di bawah pesantren. Ini eksistensinya jauh lebih tua dari dari republik, sehingga negara hadirnya lebih banyak memberikan apresiasi bukan bantuan,” tuturnya.?

Mujahidin Cyber

Yang diharapkannya adalah kehadiran negara yang lebih proporsional kepada madrasah. Memang ada sejumlah madrasah yang besar dan mandiri seperti di pesantren Tambak Beras Jombang atau di Darunnajah Jakarta. Bagi kedua madrasah tersebut ada atau tidak ada pemerintah, tetap jalan. Tetapi, banyak sekali madrasah-madrasah kecil yang tidak bernaung di bawah yayasan besar yang jumlahnya jauh lebih banyak.?

“Yang kaut-kuat ini kan tidak mencapai 15-20 persen. Apalagi madrasah-madrasah di daerah terpencil, di pedalaman, di daerah perbatasan, yang terluar segala macam. Negara perlu hadir agar madrasah bisa sustain, terutama di daerah pinggiran, pedalaman, dan terluar,” tandasnya.?

Beberapa daerah memiliki kepada daerah yang memberi perhatian terhadap pendidikan agama, tetapi persentasenya tidak banyak sehingga perlu adanya regulasi yang jelas bahwa pemerintah daerah juga mendukung pemberdayaan madrasah. Nur Kholis mencontohkan, beberapa pimpinan daerah yang memiliki perhatian baik kepada pendidikan agama diantaranya adalah Bupati Tangerang yang menyediakan dana BOS bagi madrasah dan dana operasional lainnya. Walikota Sabang juga salah satu yang memberi perhatian kepada madrasah dengan mengalokasikan bantuan untuk seluruh siswa, baik kaya maupun miskin.

Jalan tengah

Nur Kholis menjelaskan, madrasah tidak boleh terjebak dalam dua kutub yang ekstrem keagamaan, ada yang syiah atau wahabi. Upaya untuk menjaga agar madrasah tetap di garis tengah dilakukan dengan mengontrol buku-buku yang dipakai.?

Ia mencontohkan, dalam pembuatan buku untuk Kurikulum 2013 Direktorat Madrasah berkonsultasi dengan Ma’arif NU, Disdakmen Muhammadiyah, termasuk berdiskusi dengan Al Washliyah. “Ini merupakan bagian dari upaya untuk mencari jalan tengah dari keragaman pendapat,” paparnya.? (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Warta Mujahidin Cyber

Senin, 18 Desember 2017

Dua Guru Besar UIN Sunan Ampel Terima Tim Ekspedisi di NU Jatim

Surabaya, Mujahidin Cyber - Salah satu tujuan rombongan Tim Ekspedisi Islam Nusantara yang dipimpin Wakil Sekretaris NU Imam Pituduh adalah Kantor NU Jawa Timur. Mereka diterima dua guru besar UIN Sunan Ampel yang juga fungsionaris NU Jatim.

Bagi Imam Pituduh, Islam Nusantara harus terus didengungkan. "Banyak negara dari berbagai benua yang penasaran dan ingin tahu apa itu Islam Nusantara," katanya, Kamis (14/4).

Dua Guru Besar UIN Sunan Ampel Terima Tim Ekspedisi di NU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Guru Besar UIN Sunan Ampel Terima Tim Ekspedisi di NU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Guru Besar UIN Sunan Ampel Terima Tim Ekspedisi di NU Jatim

Ia mengemukakan, setelah pelaksanaan Muktamar ke-33 NU di Jombang awal Agustus lalu, berbagai kalangan dari negara sahabat ingin belajar Islam Nusantara ke Kantor NU.

Mujahidin Cyber

Keberadaan tim ekspedisi yang akan membuat buku ensiklopedia dan film dokumenter seputar Islam Nusantara adalah sebagai jawaban atas rasa penasaran banyak kalangan tersebut. "Sebab, kalau menjelaskan lewat pidato, waktunya tidak memungkinkan," katanya.

Mujahidin Cyber

Film dan buku menjadi sarana yang lebih efektif? untuk semakin mengenalkan Islam Nusantara ke sejumlah kalangan, lanjutnya.

KH Ali Maschan Moesa selaku Wakil Rais Syuriyah dan KH Shonhaji Sholeh yang diamanahi sebagai Wakil Ketua NU Jatim secara khusus menerima tim ekspedisi. Keduanya yang tercatat sebagai guru besar di UIN Sunan Ampel Surabaya. Keduanya didampingi KH Sholeh Hayat, KH Shidik (Wakil Ketua NU Jatim), dan H Hasan Ubaidillah (Wakil Sekretaris NU Jatim).

Bagi Kiai Ali Maschan, maraknya gerakan radikal di belahan dunia dan juga di tanah air sebagai sebuah fakta yang sulit dibendung. "Karena, ketika mempelajari agama tidak secara utuh, maka potensi penyimpangan akan terjadi," kata mantan Ketua NU Jatim ini.

Islam model NU adalah sebagai jawaban terbaik dalam menyelamatkan bangsa dan dunia dari berbagai ancaman disintegrasi. "NU telah teruji dan kiprahnya tidak dapat dibantah," kata Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Husna Surabaya ini.

Selama di Surabaya, tim Ekspedisi Islam Nusantara mengadakan kunjungan ke Grahadi yang diterima oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, serta PCNU Surabaya. Rombongan juga singgah di SMK Wahid Hasyim, Museum NU, makam Sunan Ampel, Sunan Bungkul, serta Pesantren Mahasiswa An-Nur.

Selanjutnya rombongan melanjutkan perjalanan ke Lumajang, Mojokerto, serta Jombang.? Mereka berkeliling Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Selama kunjungan, mereka berdiskusi bagaimana memperkuat Islam Nusantara dalam keseharian. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Warta Mujahidin Cyber

Sabtu, 16 Desember 2017

Menjaga Anak-Anak dari Perangkap Prostitusi

Berita penangkapan jaringan penyedia prostitusi anak untuk laki-laki penyuka sesama jenis pada 30 Agustus oleh patroli cyber Polri di kawasan wisata Puncak Jawa Barat menunjukkan rentannya anak-anak Indonesia, terutama di lokasi wisata, untuk diperdagangkan menjadi penyedia jasa pemuas seksual. Anak-anak yang masih polos, yang menjadi harapan orangtuanya, dibujuk oleh para germo untuk melayani laki-laki dengan kelainan orientasi seksual. Rayuan untuk melakukan tindakan seks menyimpang ini bisa merubah orientasi seksual mereka saat dewasa kelak. Akhirnya mereka juga mengalami penyimpangan seksual dan kelak, mencari korban baru. Begitulah siklus yang sangat mengerikan terjadi. 

Bisa jadi apa yang terungkap saat ini hanya bagian puncak dari sebuah gunung es masalah prostitusi anak, terutama di daerah-daerah yang menjadi tujuan wisata di mana para turis ingin keluar dari peradaban dan kehidupan normal yang penuh aturan etika dan kesopansantunan, menuju pemenuhan hasrat penuh kebebasan. Berkembangnya jasa prostitusi merupakan bagian dari 3 S, sun, sex, and sea yang dijual dalam industri wisata. Indonesia, menurut laman therichest.com  menduduki posisi keempat dalam hal tujuan paling populer dalam wisata seks sedangkan peringkat tertinggi diduduki oleh Thailand. Di luar transaksi seks konvensional di lokalisasi atau melalui daring (online), di kawasan wisata Puncak dikenal adanya kawin kontrak, yaitu perkawinan yang dibatasi waktu hanya beberapa hari atau beberapa bulan, tergantung lamanya turis tinggal. Biasanya mereka yang terlibat dalam perkawinan yang menurut para ulama tidak sah ini datang dari turis Timur Tengah. Ini sebenarnya juga merupakan versi wisata seks dalam bentuk tersendiri. Para pria penyuka sesama jenis, juga berusaha mencari kenikmatan seks dengan mengincar anak-anak sebagai korban. Dan kini, mereka yang berorientasi seperti ini secara global terus meningkat.

Menjaga Anak-Anak dari Perangkap Prostitusi (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjaga Anak-Anak dari Perangkap Prostitusi (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjaga Anak-Anak dari Perangkap Prostitusi

Selain, Indonesia dan  Thailand, di Kawasan ASEAN, Kamboja dan Philipina menjadi tujuan wisata seks. Dengan adanya fakta seperti ini, para pemangku kepentingan jangan sampai menutup mata dengan hanya melihat pundi-pundi rupiah yang didapat tetapi mengabaikan dampak negatif yang memiliki pengaruh terhadap perubahan perilaku masyarakat dalam panjang. Apalagi, transaksi seks yang dilakukan secara daring yang bisa dilakukan dari mana saja dan menjangkau siapa saja, tak terbatas sebagaimana prostitusi tradisional yang biasanya di lokalisir di tempat-tempat tertentu saja. Tentu upaya pengawasan prostitusi daring ini juga harus diperketat.

Pada daerah-daerah yang rentan terhadap eksploitasi anak ini, para orangtua diharap semakin waspada dalam mengawasi perilaku putra-putrinya. Dalam banyak kejadian, orangtua baru tahu setelah kasus tersebut terungkap oleh pihak yang berwajib. Kebanyakan korban berlatar belakang keluarga miskin yang mana orangtua sibuk mencari penghasilan, sedangkan anak-anaknya yang kurang pengawasan ini mudah diiming-imingi uang untuk memenuhi keinginannya akan barang-barang mahal yang sebenarnya belum dibutuhkan. Dalam hal ini tokoh agama setempat juga harus dengan tekun membimbing masyarakat yang rentan terhadap pengaruh budaya negatif dari para pendatang.

Sebenarnya kesadaran masyarakat tentang perlindungan anak-anak dari cengkeraman prostisusi kini semakin meningkat. Penutupan sejumlah tempat prostitusi kini sebagian besar didasarkan pada alasan untuk melindungi anak-anak dari perdagangan seks. Di tempat tersebut, germo selalu mencari gadis muda untuk dijadikan penarik minat laki-laki hidung belang. Tentu, gadis-gadis tersebut hanya bisa dimasukkan dalam ladang prostitusi dengan berbagai tipu daya dan pemaksaan. Jika siklus ini bisa diputus, tentu prostitusi bisa dikurangi. Upaya penutupan lokalisasi tidak mudah karena banyak pihak yang mengais rejeki dari situ. Keberanian walikota Surabaya Tri Rismaharini dalam menutup lokalisasi Dolly bisa menjadi contoh bagi pemimpin daerah lain untuk melakukan hal yang sama. Tentu dengan tidak melupakan pendekatan kemanusiaan pada mereka yang selama ini mencari penghidupan dari situ.  

Bagi-anak-anak yang terjerat dalam persoalan prostitusi ini, pendampingan sangat diperlukan untuk memulihkan mereka dari trauma psikologis. Mereka perlu mendapat dukungan agar bisa hidup kembali dalam situasi normal dan mengembangkan potensi yang mereka miliki.

Mujahidin Cyber

Bagi germo dan pembeli jasa seks anak, tentu perlu ada hukuman seberat-beratnya sebagai efek jera bagi kemungkinan kejadian yang sama di masa mendatang. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Warta, Ubudiyah Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Kamis, 14 Desember 2017

MTs NU Sitail, Tanamkan Nilai Agamis Melalui Pesantren Ramadhan

Tegal, Mujahidin Cyber. Dalam rangka syiar bulan Ramadhan dan sebagai upaya menanamkan nilai-nilai agamis bagi siswa dan guru, ? MTs NU Sitail Jatinegara, Tegal menggelar Pesantren Kilat Ramadhan. Kegiatan yang melibatkan seluruh siswa itu berlangsung selama 4 hari, yakni sejak, ? Selasa (13/6) dan akan berakhir Jumat (16/6) mendatang.

Kepala MTs NU Sitail Jatinegara, ? Imron SPd.I mengemukakan, kegiatan pesantren Ramadhan kali ini dalam rangka memotivasi dan sekaligus menanamkan nilai-nilai agamis pada diri siswa dan guru. Sehingga dalam menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan ini tidak sia-sia.?

MTs NU Sitail, Tanamkan Nilai Agamis Melalui Pesantren Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
MTs NU Sitail, Tanamkan Nilai Agamis Melalui Pesantren Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

MTs NU Sitail, Tanamkan Nilai Agamis Melalui Pesantren Ramadhan

"Karena makna dari puasa tidak cuma menahan diri untuk tidak makan dan minum, akan tetapi yang terpenting mampu menahan dan mengendalikan hawa nafsu," ungkapnya, Kamis (15/6).

Menurutnya, puasa mengajarkan banyak hal, ? antara lain agar kita memiliki sifat jujur, disiplin dan tawadhu, serta memiliki sifat perduli dengan orang-orang miskin di sekitar kita.?

"Mari kita berpuasa dengan penuh keikhlasan mengharap ridho Allah SWT," ujar Imron.

Pesantren Kilat Ramadhan di MTs NU Sitail Jatinegara, dimulai pukul 07.30 -10.15 WIB dan diisi beberapa materi oleh Narasumber dari guru pembimbing.

Mujahidin Cyber

Kegiatan diawali pembacaan Tadarus Al-Quran selama 30 menit oleh siswa-siswi secara bergantian, ? sementara siswa lain menyimak. Usai tadarus diisi materi keagamaan dari para guru pembimbing.

”Adapun materi-materi pada pesantren kilat ini antara lain mengupas tentang akhlak, seputar ibadah puasa, dan zakat dan lainnya,”pungkas Imron. (Hasan /Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Kyai, Warta Mujahidin Cyber

Minggu, 10 Desember 2017

Penulis dan Penerbit NU Harus Berkiprah di Buku Elektronik

Surabaya, Mujahidin Cyber. Era terus berubah. Penetrasi pasar yang ditunjang dengan kemajuan teknologi mengharuskan manusia adaptasi dengan kecanggihan yang ada. Termasuk menyebarkan khazanah NU dan pesantren lewat teknologi buku elektronik.

Penulis dan Penerbit NU Harus Berkiprah di Buku Elektronik (Sumber Gambar : Nu Online)
Penulis dan Penerbit NU Harus Berkiprah di Buku Elektronik (Sumber Gambar : Nu Online)

Penulis dan Penerbit NU Harus Berkiprah di Buku Elektronik

Wawasan ini disampaikan Erlan Primansyah pada sarasehan dan musyawarah penerbit pesantren dan nahdliyin Jawa Timur di Museum NU, Ahad (8/11). Erlan mengemukakan banyak keuntungan bagi para pegiat penerbitan untuk memanfaatkan teknologi baru ini.

"Salah satu keuntungannya adalah penyebaran yang lebih luas di berbagai belahan dunia sekalipun," kata Ceo PT Buqu Jakarta ini. Demikian juga efisiensi dalam pembiyaan juga sebagai sebuah keuntungan yang menyertai, lanjutnya.?

Mujahidin Cyber

Apalagi pada era sekarang, masyarakat demikian dekat dengan teknologi. "Informasi sudah demikian mudah diakses karena internet telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari manusia sekarang," katanya.

Karena itu potensi penetrasi pasar dan kemudahan akses ini hendaknya dapat dioptimalkan penulis dan penerbit pesantren dan NU. "Pengalaman saya mengikuti pameran di sejumlah negara, ternyata kebutuhan akan Islam Nusantara yang di dalamnya adalah khazanah pesantren demikian tinggi," katanya.?

Mujahidin Cyber

Sejumlah kisah pesantren ternyata banyak ditunggu oleh berbagai kalangan. "Mereka ingin mendapatkan penjelasan bagaimana Islam Nusantara, seperti apa NU dengan ajaran yang dikembangkan sekarang sangat diminati," terangnya.

Erlan yakin bahwa di pesantren banyak mutiara yang kalau digali dengan optimal akan bisa mewarnai pemahaman bahkan peradaban dunia. "Persepsi masyarakat dunia tentang Islam masih didominasi oleh kelompok ektremis," katanya. Tentu saja hal ini sangat disayangkan kalau penulis dari NU dan pesantren tidak berkiprah di dalamnya.

Ia sangat terbuka dengan kalangan pesantren dan NU untuk bisa bekerjasama dalam penerbitan buku elektronik ini. "Terkait bagaimana teknologi buku elektronik, demikian juga skema bagi hasil dan sebagainya bisa dibicarakan secara khusus, tentunya dengan skema yang saling menguntungkan," pungkasnya.

Kehadirannya melengkapi sejumlah narasumber yang hadir pada acara yang diselenggarakan Lembaga Talif wan Nasyr NU Jawa Timur. Pembicara lainnya adalah M Maruf Asrori dari Khalista Surabaya, Achmad Fikri AF dari LKiS, serta HA Hakim Jayli dari TV9 Surabaya.

Kegiatan yang dihadiri sejumlah utusan dari pesantren dan NU ini berhasil mengusung pendirian asosiasi penerbit tingkat provinsi Jatim. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Budaya, Warta Mujahidin Cyber

Rabu, 06 Desember 2017

Kunjungi PBNU Kapolri Diskusikan HTI, FPI, sampai MTA

Jakarta, Mujahidin Cyber



Kapolri Tito Karnavian bersama jajarannya melakukan kunjungan ke PBNU pada Kamis (18/8). Ia diterima oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Kunjungi PBNU Kapolri Diskusikan HTI, FPI, sampai MTA (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi PBNU Kapolri Diskusikan HTI, FPI, sampai MTA (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi PBNU Kapolri Diskusikan HTI, FPI, sampai MTA

Dalam pertemuan yang berlangsung di lt 3 gedung PBNU ini, baik Tito maupun Kiai Said membicarakan berbagai persoalan kebangsaan, seperti terorisme dan radikalisme, narkotika, dan lain sebagainya.

Kiai Said menyampaikan persoalan adanya gerakan antinasionalisme Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sampai sekarang masih bergerak dengan bebas. Gerakan tersebut saat ini masih kecil dan lemah, tetapi jika tidak diantisipasi lebih dini bisa mengancam keutuhan bangsa.

Mengenai Front Pembela Islam (FPI), Kiai Said menyampaikan bahwa gerakan ini bukan gerakan Wahabi atau ingin mendirikan negara Islam, tetapi misinya ingin menegakkan amar makruf nahi mungkar. Sayangnya apa yang dilakukan tidak terkoordinasi dengan aparat keamanan.



Mujahidin Cyber

"Jadinya malah merusak citra Islam yang damai," paparnya.

Dalam kesempatan tersebut Tito meminta pandangan PBNU tentang Majelis Tafsir Al-Quran (MTA) yang baru-baru ini bertemu dengannya. Ia meminta penjelasan tentang kasus antara Banser dan MTA baru-baru ini di Boyolali.

Kiai Said menjelaskan, ajaran MTA banyak yang membidah-bidahkan amaliah NU, salah satunya mengharamkan tahlil. "Berbeda itu biasa, tetapi kalau sampai menyalah-nyalahkan amaliah orang lain, itu yang tidak benar," paparnya.

Mujahidin Cyber

Robikin MH, salah satu ketua PBNU memberikan penjelasan tambahan mengenai kasus di Boyolali. Kelompok MTA sebelumnya sudah diingatkan untuk tidak membikin provokasi di lingkungan warga NU, tetapi mereka tetap memaksa. Yang dilakukan Banser hanya upaya penghadangan saja, sampai akhirnya terjadi bentrokan kecil.?

Kiai Said menekankan, NU dari dulu sudah terlibat dalam banyak program pembangunan pemerintah. Tanpa diminta, para kiai NU sudah membimbing masyarakat. Ia mencontohkan kesuksesan program KB salah satunya berkat dukungan para kiai NU yang menjelaskan bahwa mengatur kelahiran tidak haram dalam Islam.

Kepada Tito, Kiai Said juga siap membantu program pemerintah seperti pentingnya membangun kesadaran hukum dengan melibatkan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa. NU saat ini juga sedang membikin buku Fikih Bela Negara. MoU kerjasama tersebut akan dibuat dalam waktu dekat seusai pertemuan ini. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sunnah, Warta Mujahidin Cyber

Sabtu, 02 Desember 2017

PCNU Bondowoso Terima Bantuan Hibah Bus Mini

Bondowoso, Mujahidin Cyber - Ketua DPRD Bondowoso H Ahmad Dhafir menghibahkan sebuah bis mini kepada PCNU Bondowoso. Dhafir berharap sebagai warga NU bagaimana roda organisasi NU itu bisa berjalan seiringan kebutuhan masyarakat Bondowoso yang mayoritas warga NU.

"Maka ini tentu diperlukan transportasi, itulah kemudian saya secara ikhlas dan tulus menyerahkan bis mini satu untuk operasional NU," katanya saat diwawacarai Mujahidin Cyber setelah acara rutin Lailatul Ijtima di Mushalla Kantor NU Bondowoso, Selasa (15/8) malam.

PCNU Bondowoso Terima Bantuan Hibah Bus Mini (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Bondowoso Terima Bantuan Hibah Bus Mini (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Bondowoso Terima Bantuan Hibah Bus Mini

Menurut penasihat GP Ansor Bondowoso, “Ini bantuan secara pribadi dan kebetulan saya ada untuk digunakan untuk operasional NU dan tentu saya minta bagaimana bis itu dikating hanya gambar NU, mungkin para pendiri NU dan sekaligus juga ditulisin jas hijau.”

Mujahidin Cyber

Selain itu mobil ini digunakan untuk operasional NU, kepentingan Nahdlatul Ulama dan bagaimana pun juga saya begini karena keberkahan NU.

Di samping itu ia juga mengajak sahabat anggota fraksi yang lain untuk peduli dan membesarkan NU. “Bagaimana kita menghidupkan organisasi NU ini yang harus kita lakukan semua termasuk kader-kader NU.”

Mujahidin Cyber

Ketua PCNU Bondowoso KH Abdul Qodir Syam mengatakan, kebetulan Ketua DPRD Bondowoso itu memiliki mobil. Sementara NU memiliki kebutuhan mobilasi anak-anak SMA serta lainnya.

“Saya? juga mengucapkan banyak terima kasih kepadanya. Alhamdulillah NU punya mobil untuk operasional," ucapnya Kiai Qodir.

Penyerahan simbolis bantuan ini dilakukan secara langsung oleh H Ahmad Dhafir kepada Rais Syuriyah NU Bondowoso KH Asyari Phasa berupa BPKB bus mini. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Habib, Warta Mujahidin Cyber

Selasa, 28 November 2017

Katib Aam PBNU Ajak Muhasabah untuk Perbaiki Diri

Yogyakarta, Mujahidin Cyber. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar peringatan Maulid Nabi dan Sarasehan di Aula Pesantren As-Shofie Nologaten Yogyakarta, Kamis malam (7/2/2013).?

Katib Aam PBNU, Dr KH A Malik Madany MA dalam kesempatan tersebut memaparkan bahwa setidaknya ada dua hal yang dapat dipetik dari peringatan maulid nabi. Pertama, ? menunjukkan rasa cinta kita kepada Nabi. Salah satu bukti bahwa kita cinta kepada Nabi adalah dengan memperbanyak puji-pujian, baca shalawat, seperti yang dilakukan sahabat-sahabat PMII.?

Katib Aam PBNU Ajak Muhasabah untuk Perbaiki Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib Aam PBNU Ajak Muhasabah untuk Perbaiki Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib Aam PBNU Ajak Muhasabah untuk Perbaiki Diri

“Kedua, pengajian maulid nabi dapat dijadikan momentum muhasabah. Bagaimana kita menjadi umat yang taat,” papar Pak Malik, panggilan akrab beliau.

Mujahidin Cyber

Menurut Pak Malik, muhasabah sangat penting karena selama ini perilaku masyarakat cenderung arogan, tidak mengakui kelemahan diri.?

Mujahidin Cyber

“Sekarang ini kita kurang melakukan muhasabah, cenderung mencari kesalahan orang lain Contohnya seperti yang dilakukan salah satu partai yang pemimpinnya tertangkap KPK, kemudian bilang bahwa penangkapan tersebut adalah konspirasi. Padahal di partai apapun potensi untuk korupsi sangat besar,” tegasnya.

Selain itu Pak Malik juga memaparkan bahwa merayakan maulid nabi juga demi mempererat ukhuwah islamiyah. Menurutnya, ukhuwah islamiyah tidak selalu harus dimaknai sebagai persaudaraan antar sesama umat Islam. Ukhuwah Islamiyah memiliki makna persaudaraan yang islami, dan hal itu bahkan bisa dilakukan dengan umat Islam yang lainnya.?

“Ukhuwah islamiyah berbeda dengan ukhuwah bainal muslimin. Ukhuwah bainal muslimin seperti yang dilakukan Imam Samudra, Ali Ghufron, Mukhlas, dan Amrozi untuk menebar teror dan mengebom, bukanlah termasuk ukhuwah islamiyah, melainkan ukhuwah jahiliyah, ukhuwah iblisyiyah-syaithoniyah,” paparnya.?

Selepas pengajian, dilanjutkan dengan sarasehan membahas pola kederisasi PMII DIY yang dipandu langsung oleh Ketum PC PMII DIY, Imam S Arizal. Dalam kesempatan tersebut, Prof Dr Nizar Ali dan Dr Ahmad Rifa’i menegaskan bahwa PMII DIY harus menyiapkan resources guna mengisi peluang-peluang yang ada, seperti menyiapkan kader intelektual yang bisa diprioritaskan jadi dosen dan kader dakwah yang bisa diabdikan di masyarakat.?

Sementara Dr KH Shofiyullah MZ mengungkapkan bahwa dalam upaya menguatkan kaderisasi dalam bidang dakwah, dirinya siap membantu sahabat-sahabat PMII dan menegaskan bahwa pesantrennya terbuka kapan saja untuk PMII.?

Dalam sambutannya, Ketua Umum PC PMII DIY, Imam S Arizal menuturkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan selain sebagai rasa cinta kepada Nabi Muhammad juga dalam rangka menghidupkan tradisi PMII seperti tahlilan dan diba’an serta mempererat tali silaturrahim antar sahabat-sahabat PMII DIY, baik yang masih berproses sebagai kader atau pun sudah alumni.

“Forum pengajian dan shalawatan seperti ini kita harap tidak hanya dilakukan lantaran ada momentum maulid Nabi, melainkan berlanjut secara kontinyu, dari pesantren yang satu ke pesantren yang lain, bahkan dari rumah alumni yang satu ke yang lainnya, baik tiap bulan atau pun dua bulan sekali,” tegasnya di hadapan para kader PMII se-DIY.

Hadir dalam acara tersebut Dr KH A Malik Madany (Katib Aam PBNU), Prof Dr Nizar Ali (PR II UIN Sunan Kalijaga), Dr Ahmad Rifa’i, MPhil. (PR III UIN Sunan Kalijaga) dan Dr KH Shofiyullah MZ, MAg. (PWNU DIY dan Pengasuh PP As-Shofie Yogyakarta). Acara ini dimulai jam 08.00 dan disudahi pada jam 00.30.

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Junaidi Ibnurraham

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Warta, Hikmah, Olahraga Mujahidin Cyber

Muharik NU Bandung, Program untuk Kemandirian Ekonomi Nahdliyin

Bandung, Mujahidin Cyber?



Muharik (penggerak) NU Kota Bandung ialah program penggerak dakwah dan masjid yang dianungi oleh PCNU Kota Bandung. Secara garis besar, program kerja Muharik NU Kota Bandung terdiri dari 6 program yaitu Bersih-Bersih Masjid Berkah, Gerakan Mukenah Bersih, Gerakan Sarung Bersih, Kaderisasi Muharik, dan Program satu jamaah satu wakaf.?

Selain itu, untuk membangkitkan semangat kemandirian ekonomi, kader Muharik NU Kota Bandung menyelenggarakan Diskusi Kemandirian Ekonomi dan Rapat Gerak Muharik NU se-Jawa Barat di Aula PCNU Kota Bandung, Ahad (19/2).

Muharik NU Bandung, Program untuk Kemandirian Ekonomi Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Muharik NU Bandung, Program untuk Kemandirian Ekonomi Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Muharik NU Bandung, Program untuk Kemandirian Ekonomi Nahdliyin

Diskusi tersebut mengangkat kemandirian ekonomi karena saat NU perlu terobosan agar mampu membantu masyarakat secara luas sehingga diperlukan kemandirian ekonomi di tubuh NU.?

Demi suksesnya misi tersebut, perlu digali sumber dana awal yaitu dari potensi zakat, infaq dan sedekah dari jamaah NU. Selain itu juga pemanfaatan dana CSR dari perusahaan yang belum bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh warga NU.?

Mujahidin Cyber

Menurut Ketua Panitia, Nasrulloh, Muharik Masjid dan Dakwah Jawa Barat harus mampu mandiri secara ekonomi dan bisa menggerakkan kegiatan masjid melalui program utama yaitu Bersih-Bersih Masjid (BBM) Berkah.?

Pada diskusi tersebut dihadirkan pemateri dari PCNU Sukabumi yang telah sukses menerapkan ZIS. Dimana dari 2 kecamatan di Sukabumi mampu meraih dana ZIS 5,6 Milyar. Selain materi tentang ZIS dibahas juga materi tentang CSR, bagaimana peruntukan dan pengajuan CSR itu.?

Pada acara diskusi juga dihadiri pemateri dari LTM PBNU Ali Shobirin yang membahas tentang Gerakan Infaq Sodaqoh Masjid (GISMAS).?

Mujahidin Cyber

Acara tersebut dihadiri kader muharik se Jawa Barat diantaranya dari Bandung, Cimahi, Bogor, Bekasi, Subang, Sumedang, Cirebon, Ciamis, Purwakarta, dan Tasikmalaya. (Aidy Firda/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Warta, Daerah, Quote Mujahidin Cyber

Selasa, 07 November 2017

Santri Ciganjur Ziarahi Wali dan Pesantren

Jakarta, Mujahidin Cyber. Santri Pondok Pesantren Luhur Ciganjur berangkat ziarah Wali Songo dari Kompleks Yayasan KH Abdul Wahid Hasyim Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Ahad (23/12) siang. Selain makam, rombongan akan mengunjungi sejumlah pesantren.

"Tak sebatas ziarah. Ini merupakan silaturahim santri kepada para kiai dan wali baik yang masih hidup maupun sudah wafat," kata ketua rombongan Ahmad Khoiri.

Santri Ciganjur Ziarahi Wali dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Ciganjur Ziarahi Wali dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Ciganjur Ziarahi Wali dan Pesantren

Kegiatan hasil kerjasama dengan Pahala Kencana Transportation ini dimulai dengan sowan ke kediaman Rois Aam Jamiyah Ahlit Thariqah al-Mutabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Habib Lutfi bin Yahya di Pekalongan. Bus kemudian menuju makam Wali Songo dan beberapa tokoh penting NU, seperti KH Kholil di Bangkalan, Madura; KH Hasyim Asyari, KH Abdul Wahid Hasyim, dan KH Abdurrahman Wahid di Jombang Jawa Timur.

Mujahidin Cyber

Panitia telah menjadwalkan, 30 peserta ziarah akan bersilaturahim ke Pesantren Al-Anwar asuhan KH Maimun Zubair dan Pesantren Raudlatut Thalibin milik KH Mustofa Bisri di Rembang, Jawa Tengah, serta beberapa pesantren di Jawa Timur.

Mujahidin Cyber

"Selama perjalanan di bus, peserta akan sibuk membaca al-Quran yang dibagi perjuz. Targetnya sepuluh makam sepuluh khataman," tutur Khoiri.

?

Foto: Makam Gus Dur

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Budaya, Kajian Sunnah, Warta Mujahidin Cyber

Senin, 06 November 2017

Tanamkan Generasi Intelektual dan Sosial Lewat Pramuka

Rembang, Mujahidin Cyber - Ratusan warga menerima sembako murah pada acara bakti sosial yang dilaksanakan Pramuka Madrasah Aliyah (MA) Yayasan Sosial Pendidikan Islamiyah Syafiiyah (YSPIS) Desa Gandrirojo Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Ahad (26/3).

Kegiatan dilaksanakan di dua desa, yakni Desa Dadapan, Kecamatan Sedan dan Desa Mojokerto Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang itu, panitia membagikan sebanyak 800 paket sembako yang berisi gula, minyak goreng, mie instan dan sabun.

Tanamkan Generasi Intelektual dan Sosial Lewat Pramuka (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanamkan Generasi Intelektual dan Sosial Lewat Pramuka (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanamkan Generasi Intelektual dan Sosial Lewat Pramuka

Kepala MA YSPIS Muhtar Nur Halim mengatakan, bahwa pramuka ini bagian dari pada santri, IPNU dan IPPNU juga bagian dari santri.

"Pramuka bagian dari santri, IPNU-IPPNU juga bagian dari santri. Maka kita harus menanamkan cinta alam, pengembangan pribadi dan menggalakkan sosial," ungkap Muhtar yang juga menjabat sebagai Ketua MWC NU Sedan.

Mujahidin Cyber

Ia melanjutkan, bahwa ini merupakan media yang ideal untuk menggarap mereka (peserta didik), bagaimana didalam dirinya tertanam jiwa intelektual, jiwa sosial dan cinta lingkungan.

Mujahidin Cyber

Salah satu warga penerima paket sembako, Suminah mengungkapkan sangat senang menerima paket sembako. Ia mengatakan bahwa ini dapat meringankan beban perekonomian warga.

"Terima kasih kepada panitia. Semoga acara seperti ini sering dilaksanakan," kata warga Desa Mojokerto, Kecamatan Kragan yang kini berusia 62 tahun tersebut. (Aan Ainun Najib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Warta, Daerah Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock