Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Januari 2018

GP Ansor Bandung Barat Gencar Pelatihan Kader

Bandung Barat, Mujahidin Cyber. Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bandung Barat sedang gencar menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) untuk Anak Cabang. Akhir pekan ini baru selesai PKD dan Diklatsar di Pimpinan Anak Cabang Gunung Halu.

Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Bandung Barat, Cecep Nedi Sugilar mengatakan, kegiatan berlangsung dari Jumat (31/1) sampai Ahad (2/2) tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Al-Hikmah, Desa Tamanjaya.? ?

GP Ansor Bandung Barat Gencar Pelatihan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Bandung Barat Gencar Pelatihan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Bandung Barat Gencar Pelatihan Kader

Kegiatan tersebut, kata Cecep, diikuti 90 peserta PKD dan 30 peserta Diklatsar. “Mereka perwakilan dari anak Ranting/Rw se-Kecamatan Gununghalu,” katanya melalui pers rilis yang dikirim ke Mujahidin Cyber Ahad (2/2).

Mujahidin Cyber

Cecep menambahkan, pelatihan semacam ini sudah empat kali dilakukan di tingkat cabang, kemudian akan diwajibkan untuk setiap Pimpinan Anak Cabang, “Bulan Februari ini, insya Allah PAC Cipeundeuy,” kata ketua periode 2013- 2017 ini.

Mujahidin Cyber

Pada pembukaan, kata Cecep, hadir Ketua Majelis Musyawarah Cabang NU Kecamatan Gunung Halu KH Dadan M. Daud. Kiai Dadan menyampaikan kebanggaanya bahwa PC Ansor Bandung Barat menjadi nominator PC GP Ansor terbaik se-indonesia pada Harlah GP Ansor di Surabaya lalu.

Kemudian Kiai Dadan mengatakan, sudah saatnya pengkaderan mulai menyentuh grassroot karena merekalah yang akan berperang langsung dengan faham-faham baru yang menentang Islam Ahlussunah wal-Jamaah.

Kiai Dadan juga mengimbau anak-anak muda NU tersebut membentengi para kader di tingkat bawah dengan paham Aswaja An-Nahdiyah. “Jadikan PKD di PAC dengan peserta anak ranting ini sebagai momentum kebangkitan Ansor di Bandung Barat,” pinta Kiai Dadan.

Hadir pada pembukan Sekretari Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar dan H Ali Kurniawan. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Humor Islam, Berita, Ubudiyah Mujahidin Cyber

Kamis, 11 Januari 2018

Ribuan Pendekar Pagar Nusa Ikuti Apel Setia NKRI

Semarang, Mujahidin Cyber. Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang penuh dengan para pendekar pencak silat Pagar Nusa dari Jawa Tengah dan perwakilan seluruh Indonesia. Dengan berseragam hitam mereka mengikuti kegiatan Apel Akbar Ikrar Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ribuan Pendekar Pagar Nusa Ikuti Apel Setia NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Pendekar Pagar Nusa Ikuti Apel Setia NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Pendekar Pagar Nusa Ikuti Apel Setia NKRI

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Dr H As’ad Said Ali yang menjadi inspektur upacara dalam apel akbar itu memimpin pembacaan ikrar kesetiaan untuk NKRI di hadapan sekitar tiga ribu pendekar.

Di tengah terik panas, As’ad memberikan amanat singkat. “Kita harus berjuang meneruskan perjuangan alim ulama sehingga kita bisa menikmati seperti sekarang ini. Kita harus terus penjaga NKRI agar generasi penerus bisa melanjutkan,” ujarnya.

Mujahidin Cyber

“Kita wajib memperjuangkan Islam dan NKRI. Tidak hanya itu, melindungi kaum minoritas yang tertindas. Juga selalu menjaga ajaran tasamuh (toleran), tawasuth (moderat), tawazun (proporsional) dan i’tidal (konsisten) untuk menjaga NKRI,” tambahnya.

Apel Akbar itu merupakan puncak dari kegiatan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Pencak Silat NU Pagar Nusa yang mengambil tema “Pagar Nusa Menjadi Benteng NKRI dari Ancaman Radikalisme dan Terorisme”. Rapimnas diadakan sejak 26 Maret lalu di Pondok Pesantren Az zuhri Ketileng Semarang.

Mujahidin Cyber

Ketua Pengurus Pusat Pencak Silat NU Pagar Nusa H Aizzuddin Abdurrahman dalam apel akbar itu mengingatkan bahwa NKRI sedang berada dalam ancaman disintegrasi yang disulut oleh kelompok radikal terutama ISIS yang mulai menjalar ke Indonesia.

“Sebagai bagian dalam upaya pencegahan kita harus selalu awas dan waspada terhadap keadaan sekitar dan lingkungan tempat kita tinggal. ISIS juga telah merusak akidah dan nasionalisme yang telah tumbuh subur dalam jiwa warga kita,” kata Gus Aiz, panggilan akrab Aizzuddin Abdurrahman.

Ditambahkan, Pagar Nusa merupakan bagian pagarnya NU dan bangsa Indonesia. Pagar Nusa akan menjaga pesantren, kiai dan ulama, serta dengan segenap jiwa dan raga akan selalu menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI.

“Kita harus bermitra dengan pemerintah, karena ini menjadi tanggung jawab kita bersama TNI dan Polri. Kita mewarisi ajaran yang dibawa walisongo dalam mendakwahkan Islam dengan santun, amar ma’ruf bil ma’ruf mengajak kepada Islam dengan cara yang baik, tidak berbuat kekerasan dalam mengajak Islam,” katanya dalam apel akbar yang dihadiri petinggi TNI dan Polri. (M. Zulfa/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Makam, Cerita, Berita Mujahidin Cyber

Selasa, 02 Januari 2018

PB PMII Beri Bantuan Rp180 Juta untuk Rohingya dan Pengungsi Gunung Agung

Jakarta, Mujahidin Cyber. Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menyerahkan uang total Rp180.000.000 kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui NU Care-LAZISNU sebagai bentuk bantuan kemanusiaan untuk etnis Rohingya dan pengungsi Gunung Agung, Bali.

Penyerahan bantuan diwakili oleh Sekretaris Jenderal bersama Bendahara Umum PB PMII Muhamad Risal kepada Ketua NU Care-LAZISNU Syamsul Huda di Lantai 2, Gedung PBNU, Selasa (3/10).

PB PMII Beri Bantuan Rp180 Juta untuk Rohingya dan Pengungsi Gunung Agung (Sumber Gambar : Nu Online)
PB PMII Beri Bantuan Rp180 Juta untuk Rohingya dan Pengungsi Gunung Agung (Sumber Gambar : Nu Online)

PB PMII Beri Bantuan Rp180 Juta untuk Rohingya dan Pengungsi Gunung Agung

Sekretaris Jenderal PB PMII Sabolah Al Kalamby, usai menyerahkan bantuan menyatakan, uang yang diserahkan kepada etnis Rohingya melalui NU Care-LAZISNU sebesar Rp125.000.000 dan Rp55.000.000 disalurkan untuk pengungsi Gunung Agung secara langsung.

Utusan PB PMII, Zeni Syargawi (Ketua Bidang Advokasi) dengan didampingi Azwardi Natta menyerahkan bantuan langsung senilai Rp55.000.000 untuk pengungsi Gunung Agung ke Dusun Karang Sidemen, Kabupaten Karang Asem, Bali di hari yang sama.

Sabolah menjelaskan, jumlah itu merupakan hasil penggalangan dana dari 25 cabang PMII se-Indonesia. Selain 25 cabang, masing-masing cabang se-Nusantara, juga melakukan aksi penggalangan dana. Menurutnya, mereka berinisiatif menyerahkan bantuan ke masing-masing PCNU sebagai langkah sinergi. 

Mujahidin Cyber

Harapannya dengan bantuan kemanusiaan itu, dapat meringankan beban serta kebutuhan etnis Rohingya yang saat ini banyak mengungsi ke Bangladesh. 

Aksi penggalangan dana serentak di seluruh Indonesia itu, tambah Sabolah, merupakan wujud komitmen PMII dalam melawan aksi kekerasan terhadap etnis Rohingya.

Mujahidin Cyber

“Ini aksi kemanusiaan kita lakukan di seluruh cabang di Indonesia, kita serahkan ke NU Care supaya segera didistribusikan kepada masyarakat Rohingya yang mengalami aksi kekerasan, aksi ini juga wujud komitmen kami melawan aksi kejahatan manusia dalam bentuk apapun,” tukas Sabolah.

Sementara itu, Ketua Umum PB PMII Agus M. Herlambang mengungkapkan apresiasinya atas kontribusi 25 cabang untuk aksi penggalangan dana. Tak hanya itu, Ia juga sangat bangga kepada seluruh kader di Indonesia yang telah bersusah payah melaksanakan aksi penggalangan di kampus-kampus, perempatan jalan dan di berbagai tempat lainnya. 

Agus berharap, seluruh kader PMII di Indonesia tidak hanya melakukan aksi penggalangan dana, tetapi juga menjadikan gerakan  itu sebagai momentum perlawanan terhadap aksi kekerasan dalam bentuk apapun. 

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada sahabat-sahabat se-Nusantara karena telah melakukan gerakan kemanusiaan. Semoga menjadi momentum dan komitmen seluruh kader untuk melawan aksi kejahatan kemanusiaan,” pungkas Agus.

Syamsul Huda, Ketua NU Care-LAZISNU menerima silaturahmi PB PMII dan berterimakasih atas kerja sama sahabat-sahabat PMII.

“Terimakasih sahabat-sahabat PMII atas kepercayaannya kepada NU Care-LAZISNU. Donasi akan disalurkan langsung oleh teman-teman LPBI NU yang memang fokus atas peristiwa di sana,” ucap Syamsul.

Syamsul juga menuturkan bahwa sinergi antara PMII dan NU Care – LAZISNU harus terus berjalan untuk kemajuan bersama. “Kita sama-sama menata langkah. Bersinergi secara simultan, terencana, dan massif,” tuturnya.

Pengumpulan dana berasal dari cabang-cabang yaitu Lampung Utara, Pinrang, Kota Makasar, Pare-pare, Kabupaten Buol, Lombok Tengah, Palangkaraya, Lumajang, Kabuapten Seram Bagian Timur, Bulungan, Batanghari, Dompu, Manado, Kota Serang, Kabupaten Sumbawa Barat, Sumbawa, Seruyan, Lubuklinggau, Sampit, Kota Sorong, Martapura, Lombok Timur, Kabupaten Takalar, Pamekasan, dan Kabupaten Pati. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Jadwal Kajian, Berita Mujahidin Cyber

Selasa, 19 Desember 2017

Bahauddin FC vs Al-Muhajirin FC Bertemu di Final LSN Jatim III

Surabaya, Mujahidin Cyber

Liga Santri Nusantara (LSN) 2016 Region Jatim III memasuki babak final. Laga final yang bakal dilaksanakan pada serangkaian Hari Olahraga Nasional (Haornas) di Stadion? Kodam V Brawijaya,? Sabtu (10/9), mempertemukan Pesantren Bahauddin Ngelom Sidoarjo dengan Pesantren Al Muhajirin Mojokerto.

Bahauddin FC vs Al-Muhajirin FC Bertemu di Final LSN Jatim III (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahauddin FC vs Al-Muhajirin FC Bertemu di Final LSN Jatim III (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahauddin FC vs Al-Muhajirin FC Bertemu di Final LSN Jatim III

Pertandingan laga final ini merupakan hasil pemenang dari laga semifinal yang terselenggara pada Kamis (8/9) di Lapangan Karang Pilang Surabaya, Jawa Timur, antara Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo versus Pesantren Al Muhajirin Mojokerto mendapatkan hasil 1-1. Gol dicetak oleh Ikhwan dari Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo pada menit ke-27, dan berhasil dibalas oleh Pesantren Al Muhajirin pada menit ke-44 oleh Sokep, kemudian dilanjutkan tendangan penalti dengan skor akhir 2-5 untuk Pesantren Al Muhajirin Mojokerto.

Sedangkan pertandingan semifinal yang lain, antara Pesantren Bahaudin Sidoarjo versus Pesantren Ibrohimi Gresik hingga peluit dibunyikan mendapatkan hasil akhir 2-1 untuk Pesantren Bahauddin Sidoarjo.

Mujahidin Cyber

Gol pertama tercipta oleh santri Pesantren Bahauddin pada menit ke-11 yang bernama M. Arif, dan gol kedua tercipta pada menit ke-41 oleh Dimas, untuk itu Pesantren Al Muhajirin Mojokerto akan menantang Pesantren Bahaudin Sidoarjo di laga final.

Mujahidin Cyber

Menurut ketua panitia H. Arifin Hamid, "Siapa pun yang akan menjadi juara pertama hasil final nanti berhak mengikuti Kompetisi LSN Tingkat Nasional yang akan digelar di Yogyakarta," paparnya.

Selain itu juara pertama, kedua dan ketiga berhak mengikuti event Piala Gubernur Jatim, tambahnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Berita Mujahidin Cyber

Jumat, 15 Desember 2017

Ansor Kuripan Kumpulkan dan Distribusikan Zakat kepada Mustahiq

Probolinggo, Mujahidin Cyber. Menjelang lebaran Hari Raya Idul Fitri 1437 H, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kuripan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur berbagi kebahagiaan dengan para fakir miskin. Upaya itu dilakukan dengan cara mengumpulkan zakat fitrah dari semua pengurus dan mendistribusikannya kepada fakir miskin.

Dalam kegiatan ini PAC Ansor GP Ansor Kuripan berhasil mengumpulkan ratusan kilogram beras. Selanjutnya diberikan kepada fakir miskin masing-masing 5 kg ditambah uang sebesar Rp 20 ribu.

Ansor Kuripan Kumpulkan dan Distribusikan Zakat kepada Mustahiq (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Kuripan Kumpulkan dan Distribusikan Zakat kepada Mustahiq (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Kuripan Kumpulkan dan Distribusikan Zakat kepada Mustahiq

Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Kuripan Muhtar mengungkapkan zakat fitrah ini diberikan kepada sedikitnya 50 orang kaum dhuafa. “Dimana tujuannya untuk membantu meringankan beban kaum fakir miskin dalam rangka saling berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadhan dan menjelang lebaran,” katanya, Selasa (28/6).

Melalui pembagian zakat fitrah ini Muhtar mengharapkan agar masyarakat bisa tersenyum bangga dalam kebersamaan dalam bingkai Ramadhan yang penuh berkah. “Setidaknya kami bisa berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Mujahidin Cyber

Sementara Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis menyambut baik apa yang dilakukan oleh PAC GP Ansor Kuripan. “Diharapkan kegiatan semacam ini bisa menjadi motivasi bagi yang lain agar bersama-sama berbuat untuk kepentingan masyarakat, terutama dari kalangan kurang mampu,” katanya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Cerita, Berita Mujahidin Cyber

Rabu, 06 Desember 2017

Full Day School Meniru Pendidikan Pesantren

Jombang, Mujahidin Cyber. Kemunculan sejumlah lembaga pendidikan formal yang menerapkan proses belajar mengajar secara penuh atau full day school, sebenarnya meniru model pesantren. Ini sebagai jawaban atas kian mengkhawatirkannya lingkungan sekitar yang semakin tidak mendukung.

Apalagi tingkat kenakalan remaja yang demikian mencemaskan para orang tua, maka pilihan kepada sekolah yang menerapkan full day school menjadi tren di masyarakat. “Fenomena pilihan para orang tua yang lebih merasa aman mempercayakan kepada sekolah yang menerapkan full day school adalah bukti nyata bahwa lingkungan sekitar sudah demikian tidak kondusif,” kata Nyai Hj Mundjidah Wahab kepada Mujahidin Cyber, Selasa (12/8).

Full Day School Meniru Pendidikan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Full Day School Meniru Pendidikan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Full Day School Meniru Pendidikan Pesantren

Wakil Bupati Jombang Jawa Timur ini juga menandaskan bahwa pilihan untuk menyekolahkan putra-putri ke lembaga pendidikan formal yang menerapkan seharian penuh di sekolah adalah belajar dari model di pesantren. “Bahkan sejumlah perguruan tinggi juga melakukan hal yang sama kepada para mahasiswa baru,” kata Bu Mundjidah.

Mujahidin Cyber

Dengan demikian, para pemangku pesantren hendaknya tetap menjaga kepercayaan masyarakat ini lewat penanaman karakter yang kuat selama berada di pondok. “Justru di pesantren, perkembangan dan karakter para santri dalam terpantau dengan baik,” katanya.

Apalagi tidak sedikit pesantren yang juga memberikan tambahan pendalaman agama serta praktik ibadah. “Belum lagi  yang melakukan pembinaan terhadap bakat dan minat para santri sehingga dapat terasah dengan baik,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Putri Lathifiyah II Bahrul Ulum Tambakberas Jombang ini.

Mujahidin Cyber

Sejumlah alumni pesantren yang mampu mandiri dan berhasil menjadi tokoh di lingkungannya adalah bukti bahwa tempaan di pesantren demikian membuahkan hasil yang membanggakan. Demikian juga lahirnya para organisatoris, politisi dan birokrat yang memilki komitmen kepada perkembangan agama juga sebagai hasil yang tidak bisa dibantah. “Inilah kontribusi pesantren yang telah mewarnai perjalanan bangsa,” tandasnya.

Dengan jadual pesantren yang demikian padat sejak pagi hingga malam, maka para santri telah dibiasakan untuk memenuhi sendiri kebutuhan dasar selama mondok. “Ini juga yang membuat para santri terlihat lebih matang saat berkiprah di masyarakat,” ungkap Ketua 1 PW Muslimat NU Jawa Timur ini.

Oleh karena itu, putri KH Abdul wahab Chasbullah ini mengajak pesantren untuk tetap kukuh dengan model pembinaan yang telah teruji tersebut. “Kalaupun ada penambahan keahlian bagi para santri, maka jangan sampai mengubah pola pembinaan yang telah  ada,” pungkasnya. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Berita, Olahraga Mujahidin Cyber

Sabtu, 02 Desember 2017

KBRI Kembali Pulangkan 13 TKW dari Suriah

Damaskus, Mujahidin Cyber?



Di akhir musim dingin di Suriah, pada (10/3) KBRI Damaskus kembali memulangkan sebanyak 13 TKW ke Indonesia secara langsung via Bandara Internasional Damaskus. Para TKW yang sebagian besar berasal dari Jawa Barat, dan sisanya dari Serang, Kalimantan Selatan, Sulawesi, Tangerang, serta Sumbawa berhasil dipulangkan setelah segala permasalahan dan hak-hak mereka dengan majikan masing-masing sukses diperjuangkan juga diselesaikan ? KBRI.?

Duta Besar RI di Damaskus Djoko Harjanto melalui siaran pers mengatakan bahwa pemulangan atau repatriasi TKW ini merupakan program nasional yang telah berlangsung sejak tahun 2012 karena konflik bersenjata yang melanda Suriah. Tidak kurang dari 12.621 TKW telah direpatriasi keluar dari Suriah.

KBRI Kembali Pulangkan 13 TKW dari Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)
KBRI Kembali Pulangkan 13 TKW dari Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)

KBRI Kembali Pulangkan 13 TKW dari Suriah

Gelombang repatriasi WNI Suriah ke-285 ini diantar Staf KBRI Damaskus, Muklas Hamdi Rais, untuk memastikan semua proses berlangsung lancar terutama saat menghadapi pengecekan imigrasi di berbagai titik transit.?

Setelah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, para TKW dimaksud akan diserahterimakan ke Direktorat Perlindungan WNI dan BHI, Kementerian Luar Negeri RI, serta BNP2TKI untuk diantar kepulangannya ke daerah masing-masing.

Mujahidin Cyber

Sebanyak 6 (enam) dari 13 (tigabelas) orang TKW tersebut diduga kuat merupakan korban tindak pidana perdagangan orang yang dikirimkan ke Suriah setelah moratorium dan penghentian total pengiriman tenaga kerja keTimur Tengah. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Berita Mujahidin Cyber

Selasa, 21 November 2017

Usaha Cetak Kitab, Ketua MWCNU ini Raup Omset Puluhan Juta

Sidoarjo, Mujahidin Cyber. Seorang pengusaha percetakan kitab salaf dan sejumlah buku nahwu sorof asal Sidoarjo, Jawa Timur, mempunyai trik tersendiri dalam mengembangkan usahanya. Dengan modal Rp 500 ribu rupiah, pengusaha percetakan ini mampu menghasilkan omset senilai Rp 90 juta rupiah per bulannya.

Usaha Cetak Kitab, Ketua MWCNU ini Raup Omset Puluhan Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Usaha Cetak Kitab, Ketua MWCNU ini Raup Omset Puluhan Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Usaha Cetak Kitab, Ketua MWCNU ini Raup Omset Puluhan Juta

Meskipun, banyak pengusaha percetakan di sejumlah wilayah Sidoarjo telah gulung tikar, akibat naiknya harga bahan baku kertas, namun usaha percetakan buku tersebut masih eksis dalam mengembangkan bisnisnya dengan dibantu 10 karyawan.

Usaha percetakan yang dikembangkan oleh Ahmad Kuzaemi (53) warga Dusun Magersari, Desa Kedungcangkring? RT 04 RW 02, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, itu mampu menyelesaikan 30 hingga 50 eksemplar lembar kertas kitab dan buku dalam sehari sesuai pesanan konsumen dari berbagai kalangan.

Mujahidin Cyber

"Percetakan ini mencetak berbagai kitab salaf atau materi pembelajaran siswa Taman Pendidikan Al-Quran diantaranya, buku metode tartil tingkat satu hingga tingkat lima. Selain itu, percetakan ini juga mencetak kitab materi nahwu, sorof, khat naskhi, materi doa istiqhosah dan tahlil, undangan serta kalender yang kebanyakan pesanan dari Lembaga Pendidikan Maarif NU Sidoarjo," terang Kuzaemi, Jumat (5/2).

Mujahidin Cyber

Ia menceritakan, usaha percetakannya mulai dibuka sejak tahun 1980. Saat itu, Kuzaemi masih menjabat sebagai Ketua Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda (PAC GP) Ansor Jabon, Sidoarjo. Dari amanah jabatan itu, ia mendapat kepercayaan penuh dari TK Muslimat NU dan LPM NU Sidoarjo untuk mengerjakan berbagai materi tartil TPQ dan TKQ.

Setelah sukses menjabat sebagai Ketua PAC GP Ansor Jabon, ia juga pernah menjabat Ketua Dewan Suro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan selanjutnya mendapatkan amanah menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Jabon selama dua periode hingga saat ini.

Selama 36 tahun, usahanya semakin berkembang. Meski banyak perusahaan percetakan yang gulung tikar akibat naiknya harga bahan baku kertas yang semakin tinggi. Bagi Kuzaemi, imbas dari naiknya harga kertas tersebut tidak menjadi masalah. Sebab, ia mampu mengemas dan mampu bertahan dan bersaing melalui harga serta kualitas hasil percetakan.

"Percetakan ini mempunyai pelanggan di tiga Kabupaten diantaranya, Kabupaten Pasuruan, Mojokerto dan Sidoarjo, Jawa Timur. Semua materi yang akan di cetak dari kalangan Nahdlatul Ulama. Sampai saat, saya belum pernah meminjam ke bank swasta maupun pendapat bantuan pinjaman dari pemerintah. Karena saya optimis mengembangkan usaha ini dengan modal sendiri dengan cara berdikari melalui organisasi Nahdlatul Ulama," paparnya. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pesantren, AlaSantri, Berita Mujahidin Cyber

Jumat, 10 November 2017

Di Forum ini, Ketum IPPNU Sarankan Dunia Islam Tiru Indonesia

Istanbul, Mujahidin Cyber. Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Farida Farichah menyampaikan gagasan tentang peran perempuan di Indonesia pada forum 2nd General Assembly Islamic Conference Youth, sebuah forum yang berafiliasi dengan Organization Islamic Cooperation (OIC).

Pada forum yang berlangsung di Tower World Trade Center, Istanbul, Turki pada 9-11 Oktober tersebut, Farida menyampaikan kepada para delegasi bahwa Indonesia layak menjadi percontohan dunia Islam dalam memajukan peran perempuan.

Di Forum ini, Ketum IPPNU Sarankan Dunia Islam Tiru Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Forum ini, Ketum IPPNU Sarankan Dunia Islam Tiru Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Forum ini, Ketum IPPNU Sarankan Dunia Islam Tiru Indonesia

Menurut dia, Indonesia memang bukan negara Islam, tapi jumlah umatnya terbesar. Salah satu karakteristik Islam Indonesia sangat menghargai hak-hak perempuan dan juga menjamin kebebasannya untuk berperan di ranah publik.

Mujahidin Cyber

Indonesia, lanjut dia, pernah memiliki presiden perempuan. Semua ranah publik terbuka peluang untuk perempuan. Bahkan untuk ranah politik ada afirmasi 30% kuota perempuan dalam rangka medorong kaum perempuan untuk terjun di politik.

Mujahidin Cyber

“Saya kira ini satu-satunya di dunia, dan saya menyarankan negara-negara Islam mencontoh Indonesia agar tidak terjadi ketimpangan sosial dan ekonomi antara laki-laki dan perempuan,” katanya pada forum bertema Preserving Velues Rendering Future Beter tersebut, melalui siaran pers yang diterima Mujahidin Cyber pada Sabtu (11/10).

Farida berpendapat bagaimana mungkin suatu negara dapat mewujudkan kehidupan yang adil dan sejahtera kalau setengah dari rakyatnya tidak dilibatkan dalam membangun negara tersebut.

Selain Farida, Indonesia mengirim delegasi dari berbagai organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan. Hadir juga perwakilan 48 negara dari 57 negara yang diundang. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Berita, Pertandingan, Hikmah Mujahidin Cyber

Rabu, 08 November 2017

Keliaran Propaganda Anti-Pancasila, HTI Layak Dibubarkan

Jakarta, Mujahidin Cyber. Dosen Antropologi Universitas King Fahd Sumanto Al-Qurtubi mengungkapkan persetujuannnya atas pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia. Menurutnya, pemerintah dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) itu sudah tepat.

"Saya termasuk yang mendukung Perppu itu," katanya usai mengisi acara Ngobrol Kebangsaan: Merayakan Toleransi dalam Keberagaman di Gedung Konvensi Kalibata, Jakarta Selatan, Ahad (23/7).

Keliaran Propaganda Anti-Pancasila, HTI Layak Dibubarkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Keliaran Propaganda Anti-Pancasila, HTI Layak Dibubarkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Keliaran Propaganda Anti-Pancasila, HTI Layak Dibubarkan

Menurut pria kelahiran Batang ini, kelompok-kelompok seperti Hizbut Tahrir Indonesia memang sudah seharusnya dilakukan tindakan tegas demi persatuan dan kesatuan Indonesia.

Mujahidin Cyber

Mereka, kata Sumanto, sudah berkeliaran di mana-mana ingin mengganti ideologi negara dan konstitusi Indonesia.

Mujahidin Cyber

"Kalau dibiarkan terus makin menggelembung dan semakin membahayakan," kata pria berkacamata ini.

Oleh karenanya, ia berharap kepada agar kelompok apapun yang memang telah terbukti melakukan tindakan terorisme, radikalisme, atau ekstremisme harus ditindak dengan tegas.

"Kelompok-kelompok yang berusaha untuk melakukan pergantian konstitusi, (pergantian) ideologi (negara) harus dilakukan tindakan tegas," tegasnya. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Berita Mujahidin Cyber

Pelukis: Terus Terang, NU Selaras dengan Indonesia

Yogyakarta,Mujahidin Cyber. Pelukis Abas Alibasyah menyatakan bahwa keberadaan NU sangat penting untuk Indonesia, terutama dalam bidang kebudayaan. NU yang seperti itu tidak heran karena watak dasarnya melanjutkan konsep dan apa yang dilakukan Wali Songo. Itu takdir tuhan.

“NU terus terang, selaras dengan indonesia karena menghargai tradisi,” katanya kepada Mujahidin Cyber ketika disambangi ke rumahnya di bilangan Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Pelukis: Terus Terang, NU Selaras dengan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelukis: Terus Terang, NU Selaras dengan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelukis: Terus Terang, NU Selaras dengan Indonesia

Pria kelahiran Purwakarta, Jawa Barat, ini mengkritik seni rupa yang dianggap Islami hari ini yang seolah-olah hanya kaligrafi. Menurut dia, seni Islam Indonesia berbeda dengan Arab.

Mujahidin Cyber

Penyandang gelar Empu Ageng Seni dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini menambahkan, biarkan Islam Indonesia yang dianugerahi rahmatan lil alamin berbeda karena sekarang memang waktunya berbeda.

Mujahidin Cyber

“Seni rupa itu pada dasarnya mencerminkan kekuasaan tuhan. Siapa yang menandingi atau melebihi ciptaan tuhan? Kita meniru dan memperkenalkan ciptaan tuhan,” kata pria yang mengaku masih kerabat istri Mama Ajengan KH Tubagus Bakri Sempur menjelaskan.

Lebih lanjut, kata dia, dengan NU membuat pameran Matja”; Membaca Seni Wali-wali Nusantara yang berlangsung 27-30 Juli Jogjakarta Nasional Museum (JNM) seperti ini, berarti NU membuktikan perhatian pada seni.

Ia berharap kepada pemuda dan pemudia NU supaya aktif dalam seni rupa karena itu anugerah dan bisa menjadi alat dakwah. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Berita, Humor Islam Mujahidin Cyber

Jumat, 20 Oktober 2017

Peduli Pendidikan Tinggi NU, Banser "Turun Tangan

Ponorogo, Mujahidin Cyber. Satkorcab Banser Ponorogo mengerahkan para alumni Diklatsar Banser di Pudak, Ponorogo, untuk mengikuti Kerja Bakti membuat taman di Akafarma-Insuri, Senin (14/1). Sekitar 50 orang alumni Diklatsar Banser dengan penuh semangat membersihkan rumput liar di sisi kanan dan kiri jalan masuk kampus Akafarma-Insuri, salah satu perguruan tinggi NU terkemuka di Ponorogo.

Tidak hanya itu, tanah yang tadinya ditumbuhi rumput digali lalu ditimbun sepanjang sisi kanan dan kiri jalan. Timbunan tanah itu nantinya akan ditanami tanaman bunga dan tali rafia. 

Peduli Pendidikan Tinggi NU, Banser Turun Tangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Pendidikan Tinggi NU, Banser Turun Tangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Pendidikan Tinggi NU, Banser "Turun Tangan

Menurut H Sugeng Hariyono, fungsionaris Yayasan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (Yapertimu) Batoro Katong Ponorogo yang menaungi Akafarma dan Insuri, pembuatan taman ini telah menjadi impian sejak lama. H. Sugeng mengaku risih jika jalan masuk kampus tampak kumuh dan gersang. Apalagi jalan masuk kampus merupakan wajah kampus, jika kumuh akan menimbulkan persepsi negatif pada masyarakat.

Mujahidin Cyber

“Jalan masuk kampus ini cukup panjang dan dapat dilihat langsung oleh pengguna jalan raya yang melintas depan area kampus. Jika tidak dipercantik dengan taman masyarakat akan memiliki persepsi bahwa kampus tidak terurus. Maka kami tidak mau berlama-lama lagi untuk membuat taman di sepanjang jalan ini,” Kata H. Sugeng yang juga dipercaya menjadi Komisaris Utama PT. Radio Aswaja FM ini.

Mujahidin Cyber

Kegiatan kerja bakti semacam ini bukan hal baru lagi bagi Banser Ponorogo. Sebelumnya sudah tidak terhitung lagi Banser Ponorogo membantu Takmir Masjid, Madrasah, Pesantren dan masyarakat memperbaiki fasilitas yang mereka miliki. Bahkan kegiatan bedah rumah juga sering diadakan. Ahmad Subkhi alias Kalibek selaku Kasatkorcab Banser Ponorogo mengatakan, atas permintaan masyarakat khususnya warga NU dan keinginan sendiri Banser Ponorogo selalu ingin hadir mendarma baktikan tenaganya untuk aksi sosial.

“Saya sampai lupa sudah berapa kali Banser Ponorogo terjun di masyarakat untuk kerja bakti baik sekedar membersihkan lingkungan fasilitas ibadah dan sekolah sampai bedah rumah warga NU yang tidak layak. Kami senantiasa menyadarkan anggota Banser untuk selalu siap mendarma baktikan tenaganya untuk kepentingan masyarakat terutama warga NU” ungkap Kalibek penuh kebanggaan,

Pernyataan Kalibek diamini oleh Idam Mustofa selaku Pjs Ketua PC GP Ansor Ponorogo. Lebih lanjut pria berkecamata minus ini menyatakan, program kerja bakti seperti di Akafarma-Insuri itu juga menjadi implementasi program bidang lingkungan hidup PC GP Ansor. Ke depan pihaknya ingin sekali membantu Pemda melestarikan lingkungan hidup lewat program penghijauan atau sejenisnya.

“Kami sangat berharap Pemda Ponorogo melalui Satker terkait bisa membantu menyediakan bibit tanaman produktif agar bisa ditanam melalui kegiatan penghijauan. Menilik output program bidang lingkungan hidup, PC GP Ansor Ponorogo menginginkan adanya kerjasama dengan Pemda. Pemda menyediakan bibitnya, kami yang menanamnya.” Kata Idam Mustofa penuh harap.

Untuk merealisasikan program penghijauan ini, PC GP Ansor Ponorogo sejauh ini tengah mengadakan pendekatan dengan Dinas Pertanian Pemda Ponorogo untuk membantu penyaluran bibit tanaman produktif senyampang musim hujan. Pihak Dinas Pertanian tampaknya menyambut baik, namun masih menunggu waktu yang tepat.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Noor Abidin

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hadits, Berita, Anti Hoax Mujahidin Cyber

Selasa, 17 Oktober 2017

Imam Nahrawi: Pelajar NU Harus Sejahtera Lahir Batin

Brebes, Mujahidin Cyber. Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi mengajak pelajar NU untuk mensejahterakan diri secara lahir dan batin. Kesejahteraan tersebut bisa terwujud kalau dilandasi tekad mempertahankan kemandirian dan kreativitas baik secara pribadi maupun organisasi.

“Kalau tidak sejahtera secara lahir batin, maka yang timbul hanya pemikiran dan langkah negatif yang membawa kerusakan di muka bumi,” ujar Imam saat sambutan pembukaan Konferensi wilayah (Konferwil) XV IPNU dan Konferwil XIV IPPNU Provinsi Jawa Tengah, di pondok pesantren Assalafiyah Luwungragi, Brebes, Senin (12/12) malam.

Sejahtera itu, lanjut ? Menpora, bila kondisi pribadi maupun organisasi menjadi lebih baik. Anak anak IPNU dan IPPNU harus menjadi kaya secara ekonomi maupun skill. Maka program-program dan realisasinya harus yang memberdayakan umat agar mandiri secara ekonomi. Kejahatan, sparatisme, dan perilaku menyimpang lainnya karena Mereka belum sejahtera secara lahir batin.

Imam Nahrawi: Pelajar NU Harus Sejahtera Lahir Batin (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam Nahrawi: Pelajar NU Harus Sejahtera Lahir Batin (Sumber Gambar : Nu Online)

Imam Nahrawi: Pelajar NU Harus Sejahtera Lahir Batin

“Sekecil apa pun, gerakan ekonomi harus kita berdayakan, ekonomi kreatif,” ungkitnya.

Contoh kecil, kata Menpora, para pedagang telor asin di Brebes melakukan langkah kreatif dengan memberi warna warni telor asin. Ada yang merah, kuning, hijau, bahkan pink. “Kita ini bangsa yang kreaitf, satu telor aja bisa banyak warna dan rasa,” tuturnya mengisahkan pengalamannya membeli telor asin warna warna karena dia tertarik dan penasaran.

Kata Imam, semua tahu kalau Indonesia bumi yang kaya raya. Hanya saja yang mengolah dan memanfaatkan sebagian oleh pihak asing. Pelajar NU harus bertekad kuat untuk menjadi tuan di negeri sendiri. Kita bisa kuatkan karakter kedisiplinan, kerja keras, untuk kemenangan ekonomi masa depan Indonesia.

Mujahidin Cyber

“Kita pasti bisa, bukankah awal berdirinya NU juga merupakan perkumpulan para saudagar?” ajaknya penuh semangat.

Untuk menjadi Negara maju, lanjutnya, Indonesia membutuhkan pengusaha muda. Tahun 2015, pengusaha Indonesia total hanya 1,65 persen. Sementara pengusaha muda hanya berkisar antara 0,8 sampai 1,4 persen.?

Mujahidin Cyber

Sayangnya, di tengah kondisi demikian, banyak kalangan muda yang justru tergilas akibat kurang produktif. Masa muda banyak digunakan untuk hal hal negatif seperti tawuran, mengkonsumsi narkoba, seks bebas, mania sosmed dan lain-lain.

“Anak anak NU, jangan termakan sosmed, tapi bisa memanfaatkan sosmed tersebut untuk peningkatan kemajuan potensi diri dan organisasi. Jangan sekali kali pasang status galau di facebook. Harus bersemangat, gelorakan semangat juang untuk NKRI,” ujarnya.?

Kita bisa membayangkan, bagaimana Kiai Hasyim Asy Ari bisa mengumpulkan seluruh kiai se Indonesia sementara saat itu belum ada handphone. “Tentu, ada kekuatan batin dan keikhlasan yang mendasari pendiri NU, untuk mendirikan dan menyatukan NKRI,” pungkasnya.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Menpora, didampingi Pengasuh Pesantren Assalafiyah Luwungragi Brebes yang juga Rois PBNU KH Subhan Makmun, Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko, Plt Bupati Brebes Budi Wibowo, Pengurus PW NU dan Ketua PC NU Brebes KH Athoillah Syatori. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Syariah, Kajian, Berita Mujahidin Cyber

Kamis, 31 Agustus 2017

Peringati Harlah ke-89 NU, PMII IAI Nurul Jadid Gelar Istighotsah

Probolinggo, Mujahidin Cyber. Bertempat di Aula SMA Nurul Jadid, Pengurus Komisariat PMII Institut Agama Islam Nurul Jadid (IAI NJ) gelar Peringatan Hari Lahir ke-89 NU yang dikemas dengan Istighotsah Untuk Bangsa ba’da sholat Jum’at kemarin (30/01).?

Kegiatan yang bertema ‘NKRI, Aswaja dan Masa Depan Nadlatul Ulama itu dihadiri puluhan kader PMII baik dari rayon dan delegasi beberapa komisariat se-Probolinggo.

Peringati Harlah ke-89 NU, PMII IAI Nurul Jadid Gelar Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah ke-89 NU, PMII IAI Nurul Jadid Gelar Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Harlah ke-89 NU, PMII IAI Nurul Jadid Gelar Istighotsah

Ruslan ketua PMII IAI NJ mengatakan, PMII tidak ada begitu saja. PMII lahir dari orangtua bernama NU.?

Mujahidin Cyber

“Sebagai anak yang berakhlak, kita patut memperingati. Toh walaupun berbeda Jasmani, tapi rohani kita tetap satu, yakni Aswaja,” katanya.

Mujahidin Cyber

Muhammad Towil Ketua Umum PMII Cabang Probolinggo dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan tersebut. Towil bangga masih ada pengurus komisariat PMII yang memperingati hari lahir NU. Ini berarti kader masih ingat darimana PMII lahir. Towil menambahkan, peringatan hari lahir ini adalah momen untuk meneladani tokoh-tokoh NU. Menjadi spirit buat kader PMII mencontoh tokoh-tokoh NU.

Kiai Moh. Zuhri Zaini Wakil RAis Syuriyah PWNU Jawa Timur yang hadir dalam kesempatan itu mengutarakan, PMII adalah anak kandung NU yang sudah dewasa. Jangan sekali-kali lupakan ayahnya. Kiai Zuhri menambahkan, PMII termasuk anak sholeh, anak yang lahir lalu mendoakan orang tuanya. Sedang dewasa ini banyak anak yang durhaka.?

“Ini sesuatu yang luar biasa. Kadang-kadang orang-orang NU saja lupa, tapi PMII walaupun muda tapi masih ingat,” imbuh Kiai Zuhri.?

“Memperingati berarti mensyukuri. Selain tasyakuran tapi juga bagaimana kita dapat mewarisi nilai-nilai para pendahulu kita,” pesan Kiai yang juga tercatat sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Kiai Maimun Makki Wafi selaku pembina komisariat PMII IAI NJ, Kiai Tauhidullah Badri pengasuh PP Badridduja, Kraksaan Probolinggo sebagai penceramah, dan Kiai Najiburrahman Wahid Wakil Ketua yayasan PP Nurul Jadid yang mimpin Istighotsah untuk Bangsa, dan. (beny/mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ahlussunnah, Makam, Berita Mujahidin Cyber

Kamis, 24 Agustus 2017

Asal-Usul Islam Nusantara

Narasi besar Islam yang merentang selama ratusan tahun di bumi Nusantara harus diletakkan sebagai endapan ganjil dari pelbagai unsur yang hiruk. Islam yang kita saksikan sekarang merupakan hasil kloning sempurna dari kultur hibrida, dari lanskap budaya yang berbeda-beda.

Maka, ketika belakangan ini mencuat diskursus ‘Islam Nusantara’ yang diwedarkan sebagai bentuk capture identitas dalam konteks sosio-antropologis, argumen-argumen penolakan yang bersifat ambisius dan dadakan perlu segera diluruskan. Mengapa? Lewat Sejarah Islam di Nusantara, Michael Laffan menyediakan jawabannya.

Hasil riset profesor sejarah dari Universitas Princeton ini mendedahkan secara eksplisit bahwa ‘Islam (di) Nusantara’ memiliki akar-akar sejarah yang menghunjam jauh ke masa silam. Dengan lain kata, apa yang disebut sebagai ‘Islam Nusantara’ tak lain adalah salinan pucat dari sejarah Islam di Nusantara itu sendiri.

Di titimangsa ini, yang gamang mulai tampak terang: bahwa ‘Islam Nusantara’ bukanlah aliran sempal (firqah) yang mencoba memekarkan diri dari kelopak keislaman yang sudah menangkai lebih dulu. ‘Islam Nusantara’, seperti yang akan kita lihat, adalah ejawantah langsung dari relasi-relasi subtil antarmanusia, juga antarbangsa.

Asal-Usul Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Asal-Usul Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Asal-Usul Islam Nusantara

Peran Ordo Sufi

Seperti halnya kebanyakan sejarawan, Michael Laffan percaya bahwa kesuksesan Islam menapak bumi Nusantara sangat ditentukan oleh peran penting ordo-ordo sufi yang memiliki reputasi baik sejak awal kedatangannya. Namun ia masih ragu mengenai faktor paling dominan dalam proses islamisasi yang mencengangkan tersebut.

Namun yang pasti, sufi-sufi yang berdatangan dari seberang seperti Persia, India dan Afrika Utara kadang-kadang merupakan pedagang yang sekaligus juru dakwah Islam. Di abad-abad pertama milineum kedua, mudah sekali kita temukan sosok sufi yang nyambi jadi petani, pedagang, hakim, dan “profesi duniawi” lainnya.

Mujahidin Cyber

Para penyebar Islam yang umumnya multitalenta itu, telah mengejutkan dan membuat decak kagum orang-orang pribumi sehingga mereka cepat sekali beradaptasi. Uniknya, dalam temuan Michael Laffan, untaian kearifan-kearifan kaum sufi dengan mudah menjadi tren dan diadopsi oleh penguasa setempat (hal, 27).

Hal ini tidak lepas dari yang namanya—dalam istilah Michael Laffan—“gravitasi kecendekiaan” yang bersumber dari Mesir, Baghdad, Damaskus hingga Turki Utsmani. Terma-terma sufistik yang menjadi tren di Timur Tengah, lewat persilangan-persilangan mencengangkan, lalu dibawa dan akhirnya menjadi tren juga. Tren sufisme di abad-abad lampau sama pentingnya dengan tren mode zaman sekarang (hal, 253-254).

Mujahidin Cyber

Antara abad 15 hingga 18, ordo-ordo sufi dengan leluasa keluar-masuk istana. Tampaknya, penetrasi lembut antara ajaran sufi dan politik kekuasaan menjadi penyokong utama langgengnya agama Islam di Nusantara. Pola-pola semacam itu lazim terjadi di Asia Tenggara, terutama di sekitar poros Patani-Malaka-Jawa.

Islam yang Terus Berubah

Abad-abad berikutnya semakin rumit dan musykil. Ketika pondasi Islam boleh dibilang sudah kukuh, sengkarut yang silang menyilang gencar terjadi. Ordo-ordo sufi mulai menarik diri dari istana. Sementara itu, gerakan-gerakan revivalisme Islam mulai tumbuh dan langsung mengambil jalur politik-kekuasaan.

Di sisi lain, katup kolonialisme yang kian menganga turut membawa dampak buruk bagi posisi Islam Nusantara. Sejak itu, polarisasi dalam Islam tidak dapat dihindari lagi. Muncullah Wahhabisme, Pan-Islamisme, dan seterusnya.

Sementara Islam bersusah payah menghadapi perpecahan yang menggerogoti tubuhnya sendiri, dari luar tengah mengarah serbuan getol dari misionaris Kristen yang dibonceng pemerintah Hindia Belanda. Bab 6 dan 7 secara khusus memotret perseteruan dan perebutan panggung yang dramitis itu.

Dalam konteks yang lebih serius dan rumit, Christiaan Snouck Hurgronje hadir sebagai eksemplar yang sangat menentukan terhadap narasi Islam di dunia yang lebih modern kelak. Michael Laffan mencurahkan perhatiannya pada segmentasi ini secara detail di bab 8, 9, dan 10.?

Pada bab-bab berikutnya, Michael Laffan menyoroti setiap perubahan di dalam sejarah ‘Islam Nusantara’ yang arkaik dan tumpang tindih dengan pelbagai dimensi kecil namun penting. Dengan tetap meyakini bahwa sejarah tidak pernah final, Michael Laffan juga berkesimpulan bahwa ‘Islam Nusantara’ juga bukan adonan yang persis bulat dan final.

Sejak awal Michael Laffan mengingatkan bahwa yang khas bagi ‘Islam Nusantara’ justru karena ia tidak benar-benar khas (sejauh khas diidentikkan dengan orisinal). Sebab, ‘Islam Nusantara’ merupakan hasil tungkus-lumus, persentuhan, perpaduan dari ajaran, perilaku, budaya dan citarasa yang aduhai jamaknya. Dan itu mustahil dikrop untuk menjadi satu warna.

Apa yang ditulis Michael Laffan dalam buku ini, pada dasarnya, sekadar patahan-patahan sumir, potongan-potongan kecil, atau celah-celah mungil yang terjadi di dalam lipatan-lipatan sejarah yang enggan dibahas oleh sejarawan lain.Pembaca tidak akan menemukan keutuhan, misalnya, sebagaimana buku-buku M.C. Ricklefs.

Tetapi justru di situ nilai plusnya. Dengan gaya penulisan yang tidak konvensional, Michael Laffan berhasil memetakan serpihan-serpihan penting sejarah ‘Islam Nusantara’ ke dalam narasi yang enak dibaca. Hanya, pembaca yang belum tahu secara persis anatomi sejarah Indonesia, jelas akan kesulitan mencerna konteksnya.

Buku ini, saya kira, unggul di satu sisi, tapi lemah di sisi yang lain. Sebagai buku sejarah, buku ini sangat berharga karena keunikan data-data di dalamnya. Namun keunikan itu tidak akan sanggup menjawab pertanyaan-pertanyaan penting yang bercorak antropologis. Di sinilah reputasi Michael Laffan sebagai sejarawan tulen patut ditepuktangani.

Data Buku

Judul : Sejarah Islam di Nusantara

Penulis? : Michael Laffan

Penerjemah? : Indi Aunullah & Rini Nurul Badariah

Penerbit ? : Bentang Pustaka, Yogyakarta

Cetakan : September 2015

Tebal : xx + 328 halaman

ISBN : 978-602-291-058-9

Perensensi:? Naufil Istikhari Kr,? Aktif di Lingkaran Metalogi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Anti Hoax, Berita, Fragmen Mujahidin Cyber

Sabtu, 19 Agustus 2017

LPBI NU Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Jakarta

Jakarta, Mujahidin Cyber. Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) memberikan bantuan untuk korban banjir berupa paket sembako, air mineral dan selimut kepada 1.250 keluarga (KK) di 17 kelurahan di Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Pusat.

Bantuan tersebut disalurkan oleh para relawan LPBI NU yang tersebar di daerah terdampak banjir. Mereka telah memberikan bantuan kemanusiaan dan mendirikan Posko sejak tanggal 12 Januari 2014. Sebaran Posko LPBI NU meliputi Kedoya Utara, Grogol Petamburan, Rawa Buaya, Kapuk, Cengkareng dan Kalideres & Kebon Jeruk (Jakarta Barat), Penjaringan tepatnya di Teluk Gong, Lagoa (Jakarta Utara), Kampung Melayu, Cawang, Cipinang Melayu & Pulo Gadung (Jakarta Timur), Tebet (Jakarta Selatan), Karet (Jakarta Pusat).

LPBI NU Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBI NU Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBI NU Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Jakarta

“Bantuan yang diberikan oleh PP LPBI NU ini dimaksudkan untuk membantu para korban terdampak bencana banjir di Jakarta setelah dilakukan assessment,” kata Ketua PP LPBI NU Avianto Muhtadi Munir kepada Mujahidin Cyber, Rabu (22/1).

Mujahidin Cyber

Menurut Avianto, Posko LPBI NU di 5 (lima) wilayah Jakarta tersebut bertempat di masjid, musholla dan pesantren. Hal ini dilakukan agar fungsi sosial masjid, musholla dan pesantren dapat semakin dirasakan oleh masyarakat selain juga karena secara fisik, memiliki struktur bangunan yang lebih kokoh dan lebih tinggi sehingga relatif aman dari banjir.

Mujahidin Cyber

Lebih lanjut Avianto berharap kejadian bencana banjir di Jakarta kali ini dapat menggugah kesadaran bersama seluruh komponen di Jakarta baik Pemerintah, masyarakat dan sektor swasta untuk melakukan upaya-upaya pengurangan risiko bencana sehingga kejadian yang sangat merugikan masyarakat dan terus berulang setiap tahun ini tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.

KH. Abdul Salam Wahab, pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirin Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara mewakili penerima bantuan mengatakan, bantuan yang diberikan oleh PP LPBI NU ini sangat diperlukan dan sangat membantu masyarakat yang terdampak banjir.? (Red: A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kyai, Berita Mujahidin Cyber

Rabu, 26 Juli 2017

PCNU Sukoharjo Lantik Lembaga, Lajnah dan Banom

Sukoharjo, Mujahidin Cyber. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukoharjo,, Jawa Tengah, melantik pengurus inti lembaga, lajnah dan badan otonom di Lingkungan NU Sukoharjo. Acara digelar sekaligus untuk dengaan harlah NU ke-85 dan haul KH. Abdurrahman wahid, di gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Sukoharjo, akhir pekan lalu.



PCNU Sukoharjo Lantik Lembaga, Lajnah dan Banom (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sukoharjo Lantik Lembaga, Lajnah dan Banom (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sukoharjo Lantik Lembaga, Lajnah dan Banom

Ketua PC NU Sukoharjo, H. Muhammad Nagib Sutarno dalam sambutannya menjelaskan, amanat konfrensi cabang (Konfercab) dan  Musyawarah Kerja (Musker) PC NU Sukoharjo tahun 2010, seluruh lembaga, lajnah dan banom di lingkungan NU Sukoharjo segera melakukan reorganisasi.

”Pengurus inti lembaga, lajnah dan Banom nantinya segera melakukan musyawarah dan koordinasi, untuk melengkapi kepengurusan dan menyusun program kerja. Keberhasilan PCNU ada juga di pundak lembaga dan banomnya. Maka kita harus aktif bekerja. Komunikasinya diperbaikin, jaringanya diperluas,” ujar Sutarno.

Mujahidin Cyber

Lembaga, Lajnah dan Banom yang dilantik itu antara lain LDNU, Maarif NU, RMI, LPNU, LPPNU, LKKNU, Lakpesdam, LPBHNU, Lesbumi, LWNU, LAZIZNU, LTMI, LPKNU, LFNU, PERGUNU, dan Jamiatul Qurro wal Hufadz.

Mujahidin Cyber

Sementara itu, Bupati Sukoharjo  H. Wardoyo Widjaya mendrong agar NU menguatkan nilai-nilai kemoderatatan sampai warga.  Dalam kesempatan itu, dia menyatakan siap bantu NU Sukoharjo, baik secara materi maupun moral.

Kelompok musik hadrah dari MWC NU Kartasura, ikut memeriahkan acara ini. Selain tampil dipanggung, mereka juga mengiringi kehadiran penceramah KH Mahyan dari Purwodadi, Jawa Tengah. Ribuan warga Nahdliyin Sukoharjo tumplek blek mendengarkan siraman rohani dari Kiyai nyentrik itu. Sekitar puluk 23.30, acara baru selesai. (ccp)Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kajian, Berita, Fragmen Mujahidin Cyber

Kamis, 11 Mei 2017

LPBI NU Subang Bantu Korban Banjir

Subang, Mujahidin Cyber. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBPI NU) Cabang Subang menggelar bakti sosial dengan memberikan bantuan kepada korban banjir Subang Pantura.

Bakti sosial yang sudah digelar selama satu pekan tersebut disampaikan kepada korban banjir di seluruh kecamatan wilayah Subang Pantura.

LPBI NU Subang Bantu Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBI NU Subang Bantu Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBI NU Subang Bantu Korban Banjir

"Dalam 1 minggu ini kita rutin memberikan bantuan korban banjir di beberapa kecamatan yang terkena dampak banjir, diaantaranya Kecamatan Tambakdahan, Pamanukan, Pusakanagara, Pusakajaya, Ciasem, Blanakan, dan Legonkulon," ujar Ketua LPBPI-NU Cabang Subang, Nashihul Umam, Rabu (5/1).

Mujahidin Cyber

Dikatakan Umam, pihaknya memberikan bantuan tersebut berupa kebutuhan pokok yang sangat diperlukan oleh para korban. "Diantaranya berupa sembako, alat tulis, obat-obatan dan pakaian layak pakai," katanya.

Mujahidin Cyber

Dalam bakti sosial tersebut, tambah Umam, pihaknya didukung oleh organisasi induk yang menaunginya, yakni Nahdlatul Ulama Cabang Subang.

"Kita bersama NU Subang dan segenap badan ototnomnya, seperti GP Ansor, Banser, Fatayat dan IPNU-IPPNU, sama-sama bahu membahu untuk meringankan beban para korban banjir. Mudah-mudahan ini ada hikmahnya," tambahnya.

Sementara, Ketua PCNU Subang, KH. Musyfiq Amrullah bersama Rais Syuriah PCNU Subang, KH. Agus Salim mengatakan, bahwa bakti sosial tersebut akan terus dilakukan sehingga bisa menyebar ke beberapa titik yang sampai saat ini masih terisolir oleh genangan air.

"Terutama di Kecamatan Legonkulon dan Blanakan yang masih terrendam dan sulit dijangkau. Untuk itu, rencananya kita akan terus lakukan bakti sosial. Mudah-mudahan bisa terrealisasikan," katanya. (Ade Mahmudin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Berita, Tokoh, IMNU Mujahidin Cyber

Rabu, 10 Mei 2017

PCNU Jombang Lakukan Evaluasi Program Organisasi

Jombang, Mujahidin Cyber

Pimpinan Cabang Nahdltul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur menggelar rapat evaluasi program dengan semua pengurus di masing-masing divisi, Senin (21/3). Rapat tersebut untuk menilai efektivitas pengurus dalam menjalankan mandat organisasi selama satu periode, juga sebagai upaya meningkatkan sejumlah program yang masih belum terlaksana.

Kegiatan yang berlangsung di aula PCNU Jombang itu berlangsung khidmat. Setiap pengurus yang hadir menyampaikan beberapa capaian kegiatan yang sudah dijalankan, juga kendala atau hambatan saat hendak melaksanakan program. Sehingga sebagian kecil program tersebut masih bersifat rencana bahkan belum bisa terealisasi.

PCNU Jombang Lakukan Evaluasi Program Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Jombang Lakukan Evaluasi Program Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Jombang Lakukan Evaluasi Program Organisasi

Ketua PCNU Jombang KH Isrofil Amar mengatakan bahwa dalam tempo dekat ini, pihaknya akan melangsungkan Muskercab (musyawarah kerja cabang) PCNU Jombang yang terakhir, mengingat masa kepengurusan PCNU ditampuk kepemimpinannya akan berahir pada pertengahan 2017 mendatang.

"Makanya untuk kesempatan ini kita akan melihat perkembangan program-program yang sudah dilakukan atau yang masih belum dilaksanakan, sebelum melaksanakan muskercab nanti," katanya saat memberikan arahannya.

Mujahidin Cyber

Menurut Kiai Isrofil, rapat evaluasi program tersebut lebih efisien dilakukan setiap bulan sekali. Hal itu akan lebih mempermudah melakukan koordinasi antarpengurus di masing-masing lembaga. "Harusnya setiap bulan sekali untuk mengetahui perkembangan program," ujarnya.

Hadir dalam rapat tersebut kurang lebih 15 pengurus dari perwakilan berbagai lembaga. Di antaranya LKNU (Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama), LDNU (Lembaga Dawah Nahdlatul Ulama), LWPNU, Aswaja Center, Lakspesdam NU, LTMNU (Lembaga Tamir Masjid Nahdlatul Ulama), Lesbumi dan LFNU (Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama). (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Berita Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Rabu, 03 Mei 2017

IPNU-PMII Purworejo Gelar Pertandingan Persahabatan

Purworejo, NU online

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) Purworejo, Jawa Tengah, bersama Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) setempat menggelar pertandingan persahabatan futsal. Pertandingan dimenangkan oleh PC PMII dengan skor 9-6.

Di babak pertama IPNU sempat unggul terlebih dahulu melalui Anjar memanfaatkan assist Doyok. PC PMII sempat membalas melalui Mukti Ali. Berselang beberapa menit kemudian justru PC PMII yang berhasil membalikkan keadaan melalui Fadli. Tidak mau malu di hadapan pendukungnya sendiri, PC IPNU terus menggempur pertahanan PMII. Tendangan Anjar sempat dua kali membentur mistar. Namun akhirnya PC IPNU berhasil menyamakan kedudukan melalui Mufti dengan tembakan jarak jauhnya. Babak pertama sendiri ditutup dengan kemenangan 3-2 bagi PC PMII melalui penalti Mukti Ali.

IPNU-PMII Purworejo Gelar Pertandingan Persahabatan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-PMII Purworejo Gelar Pertandingan Persahabatan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-PMII Purworejo Gelar Pertandingan Persahabatan

Di Babak kedua tensi pertandingan semakin tinggi. Baru beberapa menit sejak sepak mula PC IPNU berhasil menyamakan kedudukan melalui Abdurohman. Tersentak dengan serangan IPNU yang tiba-tiba akhirnya PMII berhasil kembali menguasai permainan. Beberapa peluang sempat didapat melalui Mukti Ali dan Mahin. Sayang belum terjadi gol.

Mujahidin Cyber

Di pertengahan babak kedua gantian PC IPNU yang mengambil alih permainan. Abdurrohman hampir saja membuat PC IPNU memimpin andai tendangannya tidak di blok dengan baik oleh kiper. Asyik menyerang justru PC PMII berhasil kembali unggul melalui Mukti Ali setelah menipu beberapa pemain belakang PC IPNU. Kedudukan 3-4 untuk PC PMII.

Mujahidin Cyber

Pertandingan berjalan semakin menarik karena lagi-lagi PC IPNU berhasil menyamakan kedudukan melalui Hamdan. Tembakannya gagal dijangkau kiper dan menjadikan skor sama kuat 4-4. Tidak butuh waktu lama, PC PMII kembali unggul. Kali ini melalui sontekan kecil Fadli memanfaatkan kelengahan kiper PC IPNU.

Tensi pertandindan belum juga turun. Kedua kesebelasan saling tukar serangan. PC IPNU sempat menciptakan kemelut di depan gawang PMII dan memaksa Mahin melakukan gol bunuh diri. Skor kembali sama kuat 5-5.

Tiga menit terakhir pertandingan praktis dikuasai PMII. Beberapa kali PC PMII melakukan serangan yang merepotkan tuan rumah. Hasilnya Mukti Ali dan Fadli membawa PC PMII unggul 7-5. Doyok sempat memperkecil ketertinggal menjadi 6-7 lewat sepakan melengkung kaki kiri. Mukti Ali dan Fadli lagi-lagi menjadi momok bagi IPNU setelah keduanya bergantian mencetak gol dan membawa PC PMII unggul 6-9. Skor tidak berubah sampai akhir pertandingan.

Mukti Ali, seorang aktivis PMII mengaku senang dengan adanya pertandingan persahabatan ini. "Saya berharap kegiatan ini sering-sering dilakukan. Bukan soal menang-kalahnya, namun jalinan persahabatannya," ungkapnya.

Pertandingan antara IPNU-PMII yang berlangsung akhir pekan (24/1) kemarin ini menjadi pembukaan hari kedua ajang IPNU League. IPNU League diadakan Departemen Seni Budaya dan Olahraga PC IPNU Purworejo. Kegiatan diikuti tim dari berbagai Pimpinan Anak Cabang dan Pimpinan Komisariat IPNU. (Ahmad Naufa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Berita Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock