Kamis, 16 Januari 2014

Pemberontak di Philipina Selatan Minta Mediator Asing

Manila, Mujahidin Cyber

Para pemberontak di Philipina selatan yang menahan sandera sipil meminta pihak internasional sebagai mediator. 

Para pemberontak merusak perjanjian damai dengan pemerintah dan menggunakan sandera rakyat sipil sebagai tameng hidup di dekat kota pelabuhan Zamboanga. Tentara sudah mengepung anggota Moro National Liberation Front (MNLF) dan sandera mereka di empat desa pesisir. 

Pemberontak di Philipina Selatan Minta Mediator Asing (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemberontak di Philipina Selatan Minta Mediator Asing (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemberontak di Philipina Selatan Minta Mediator Asing

Akhir bulan lalu, MNLF memunculkan ancaman baru untuk memisahkan diri dengan mendirikan sebuah negara tersendiri. Meskipun demikian, pemimpin mereka, Nur Misuari, tidak tampak di depan publik atau menyampaikan statemen saat sekitar 200 pengikutnya menerobos pantai kota Zamboanga Senin pagi dan bertempur dengan tentara dan polisi yang menyebabkan sembilan orang meninggal dan beberapa lainnya terluka, seperti dilaporkan Islamic International News Agencies, Rabu.

Mujahidin Cyber

Para pemberontak menangkap warga sebagai sandera, menahan mereka di rumah-rumah dan masjid yang telah dikelilingi oleh para tentara. President Benigno Aquino III mengatakan, prioritas utama adalah menyelamatkan sandera dan warga sipil di kota tersebut. 

Sekretaris menteri dalam negeri Mar Roxas mengatakan pemerintah telah membuka pembicaraan dengan para pemberontak "pada berbagai tingkatan," termasuk komandan yang loyal pada Misuari, tetapi belum ada terobosan.

Mujahidin Cyber

MNLF menandatangani perjanjian damai dengan pemerintah pada 1996, tetapi banyak pejuangnya masih memegang senjata dan menuduh para pejabat mengingkari janji untuk membangun daerah otonom bagi minoritas Muslim di selatan. Philipina merupakan negara yang didominasi oleh Katolik Roma.

Kelompok mengatakan mereka ditinggalkan dalam negosiasi pemerintah dengan kelompok pejuang lain the Moro Islamic Liberation Front, yang berpisah dengan MNLF pada awal 1980an. 11,000 anggota MNLF telah menyepakati perjanjian damai dengan pemerintah yang ditengahi oleh Malaysia, yang menghasilkan keputusan progresif menuju daerah otonomi Muslim. Pemberontakan yang berlangsung selama puluhan tahun ini telah menewaskan sekitar 150 ribu orang.(mukafi niam)

Foto:IINA

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Quote, Internasional, Syariah Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock