Jakarta, Mujahidin Cyber. Kantor Redaksi Mujahidin Cyber mendapat kunjungan 20 mahasiswa asing, Rabu (22/2). Mereka berasal dari universitas terkemuka dunia, yaitu National University of Singapore (NUS), University of Malaya, University of Kuala Lumpur, University of Tehran, dan Liverpool University.
Di Kantor Redaksi Mujahidin Cyber, mereka disambut Wakil Sekjen PBNU H Ulil Abshar, Pemred Mujahidin Cyber Achmad Mukafi Niam, Direktur Aswaja TV H Syaifullah Amin, serta sejumlah kru redaksi lain.
| 20 Mahasiswa dari Sejumlah Kampus Internasional Sambangi Redaksi NU Online (Sumber Gambar : Nu Online) |
20 Mahasiswa dari Sejumlah Kampus Internasional Sambangi Redaksi NU Online
Para mahasiswa tersebut ingin memperdalam keilmuan tentang Islam Nusantara, ke-NU-an, dan Islam di Indonesia pada umumnya. Mereka didampingi oleh Profesor Syed Farid Alatas, Guru Besar Sosiologi NUS.Koordinator rombongan Mohamed Imran Taib menjelaskan, sebelumnya mereka juga berkunjung ke berbagai tempat dan kampus seperti UIN Syarif Hidayatullah, ICRP, dan Kantor Wahid Foundation.
“Ke Mujahidin Cyber ini, mereka ingin lebih kenal dengan NU sebagai organisasi Islam terbesar di dunia,” ujar Aktivis Harmony Center Singapura ini.
Mujahidin Cyber
Berdiskusi dengan sejumlah kru redaksi, para mahasiswa S2 dan S3 itu bertanya tentang sejumlah hal terutama tentang NU dan Islam Nusantara. Islam di Indonesia secara umum yang mereka nilai mempunyai ciri khas, sangat penting untuk dipahami untuk perbandingan studi mereka dalam hal teologi.Mujahidin Cyber
Salah satu mahasiswi bernama Maryam misalnya, dia bertanya tentang fenomena jilbab, khususnya di Indonesia yang mempunyai berbagai macam gaya dan model, mulai dari jilbab terbuka hingga tertutup.Mereka juga berupaya memperdalam berbagai hal seperti pemimpin perempuan dalam pandangan NU, Islam Nusantara dengan ciri khasnya, serta posisi NU dengan kelompok-kelompok Islam di Arab Saudi dan Iran. (Fathoni)?
Dari Nu Online: nu.or.id
Mujahidin Cyber Kajian, Ubudiyah Mujahidin Cyber
