Sabtu, 21 Januari 2012

Pemerintah Diminta Intensifkan Dialog antar-Umat Beragama

Kudus, Mujahidin Cyber. Menyikapi munculnya berbagai persoalan kebebasan beragama, pemerintah diminta mengintensifkan upaya terciptanya suasana dialog yang kondusif antar umat beragama. Pemerintah harus mampu menunjukkan perannya menjaga kenyamanan masyarakat yang memiliki latar belakang ragam agama.

Pemerintah Diminta Intensifkan Dialog antar-Umat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Diminta Intensifkan Dialog antar-Umat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Diminta Intensifkan Dialog antar-Umat Beragama

Demikian yang disampaikan pengurus  Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber  Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Jawa Tengah Tedi Kholiludin pada seminar dan buka puasa bersama bertema Membumikan Islam Rahmatal lil Alamin; membendung Radikalisme dan Kekerasan atas nama agama di RM Bambu Wulung Kudus, Senin sore (29/7).

Tedi mengatakan dalam menyikapi konflik agama, proses dialog yang difasilitasi pemerintah tidak jarang diwarnai pengerahan massa sehingga tercipta ketidakseimbangan karena ada pihak yang merasa tertekan. Dalam proses dialog ini posisi negara harus terus berada pada rel-nya bersikap netral agama.

Mujahidin Cyber

Aktivis Lembaga Studi Sosial – Agama (elSA) Semarang ini menambahkan tokoh-tokoh agama sebagai simpul-simpul masyarakat harus dilibatkan dalam proses-proses diseminasi ide-ide keagamaan yang toleran. Artinya kemampuan berdialog diantara pemuka agama harus diawali dengan memberikan pemahaman yang proporsional dengan melibatkan intitusi ini.

“Sangat penting untuk membekali mereka mengenal anatomi kelompo-kelompok dalam satu agama. Sebab, kerapkali terjadi proses generalissi terhadap satu kelompok agama yang diakibatkan oleh tidak adanya pemahaman terhadap beragamnya kelompok-kelompok dalam satu agama,”papar Tedi.

Mujahidin Cyber

Tedi menyatakan pemahaman terhadap anatomi keagamaan yang ada dalam satu agama perlu dikenalkan juga kepada aparat penegak hukum. Dalam penilaiannya, selama ini aparat penegak hukum memiliki kelemahan dalam masalah pemahaman anatomi keagamaan sehingga terkadang melakukan generalisasi terhadap satu kelompok agama. Padahal banyak satu aliran agama dalam satu agama.

“Di sinilah, pentingnya membekali aparat penegak hukum dengan wawasan mengenal anatomi denominasi keagamaan,” kata mahasiswa Pascasarjana Sosiologi Agama, UKSW Salatiga ini.

Di samping itu, kata dia, Forum Kerukunan Umat Beragama memiliki peran penting terutama dalam memberikan masukan kepada pemerintah terkait isu-isu agama. Di Jawa Tengah, FKUB selalu dilibatkan pemerintah untuk memberikan data mutakhir kasus agama. Mereka dianggap wakil yang absah dari seluruh komponen masyarakat agama.

Di depan ratusan peserta yang sebagian besar aktivis PMII ini, Tedi memaparkan latar belakang munculnya konflik bernuansa agama disebabkan faktor internal dan eksternal.  Faktor internal disebabkan pertama adanya penyiaran agama dengan syi’ar kebencian, provokasi, hasutan atau stigmatisasi. 

“Penyebab kedua adalah dugaan penodaan agama seperti adanya fatwa sesat dari lembaga atau tokoh agama. Kemudian faktor pemahaman atau penafsiran agama dengan interpretasi yang parsial (memahami teks-teks keagamaan secara tidak menyeluruh),” terang Tedi.

Sementara faktor eksternal terjadinya konflik agama, papar Tedi, adalah adanya kebijakan pemerintah. Kebijakan yang menimbulkan konflik melalui tiga saluran yakni undang-undang yang diskriminatif (by judicial), pembiaran pelanggaran atas nama agama (by omission) dan tindakan kekerasan langsung anarkisme penegak hukum (by commision).

Di samping Tedi Kholiludin, seminar juga menghadirkan pembicara lainnya Dosen Unisnu Jepara dan IAIN Semarang Mashudi. Kegiatan seminar  yang berlangsung setengah hari ini ditutup dengan buka puasa bersama.

Redaktur    : Abdullah Alawi 

Kontributor: Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Cerita, Doa Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock