Bandung, Mujahidin Cyber. Gerakan Pemuda Ansor Kota Bandung, berdakwah dengan kesenian di lokalisasi prostitusi Saritem. Kegiatan tersebut dikemas dalam acara pelantikan pimpinan baru, 27 Januari lalu.
| Ansor Bandung Dakwah Seni di Saritem (Sumber Gambar : Nu Online) |
Ansor Bandung Dakwah Seni di Saritem
Beragam kesenian ditampilkan mulai marawis, debus, pencak silat, marching band Banser, dan penamipilan alat musik tradisional Sunda karinding. “Warga di wilayah tersebut pun membludak menonton,” kata Ketua GP Ansor Kota Bandung, Aa Abdul Rozak kepada Mujahidin Cyber, di gedung PCNU Kota Bandung, Jalan Yuda 3, Rabu malam (13/2). ?Jebolan UIN Sunan Gunung Djati ini menambhkan, dakwah dengan ceramah di tempat tersebut tidak efektif, tapi harus dengan hikmah, tanpa kekerasan; misalnya dengan seni. Tapi butuh proses yang lama.
Mujahidin Cyber
Ia kemudian menceritakan dakwah NU di lokalisai terbesar di Jawa Barat tersebut, sepuluh tahunan lalu. Pada tahun 2003, seluruh Ormas Kota Bandung mendesak pemerintah menghancurkan lokalisasi itu. Hanya NU, menolak.NU berpendapat, dakwah semacam itu, efek sampingnya besar. Karena akan menimbulkan madarat lain yang tak kalah berbahaya. Mengingat lokalisasi empat RW, akan menciptakan pengangguran, misalnya pedagang-pedangan yang tergantung dengan tempat itu, seperti pedagang kaki lima.
Mujahidin Cyber
Pendapat semacam itu, ditentang Ormas lain. Mereka mengancam akan menyerang tempat tersebut. Akhirnya Banser berjaga-jaga di situ. “Hampir tiga bulan Banser menjaga lokalisasi itu,” kata Rozak.? ?NU bukan berarti mendukung lokalisasi, tapi ingin melakukan perubahan tanpa kekerasan. Rais Syuriyah PCNU Kota Bandung? waktu itu, almarhum KH Imam Sonhaji (Pengasuh Pesantren Sukamiskin) mengirim dua putranya ke Saritem.
Kedua putera itu, KH Ahmad Haidar (Wakil Katib Syuriyah PCNU Kota Bandung sekarang) dan KH Ubaydillah (Dewan Penasihat Ansor Kota Bandung Sekarang) mendirikan pesantren Daru Taubah.
Dampak positifnya sekarnag anak-anak di daerah mulai mengaji. Di pondokaan ada yang tinggal 70-80 santri. Ada pengajian rutin mingguan juga untuk warga. Biasanya dihadiri ratusan orang.
“Imej tempat “hitam” lambat-laut berkurang,” Ali Yusa, Wakil Ketua 4 GP Ansor Kota Bandung, menambahkan.
Di pesantren itulah pelantikan bertema “Mempertegas khidmah Gerakan Pemuda Ansor dalam menjaga tradisi lama yang baik, dan melahirkan inovasi yang lebih baik”, dilaksanakan.
Hadir pada kesempatan tersebut Ketua Umum PP GP Ansor Nusron Wahid, Ketua PW GP Ansor Jawa Barat Hendrik Kurniawan, Wakil Ketua PCNU Kota Bandung Dr H. Nur Hidayat, serta perwakilan organisasi-organisasi kepemudaan.
?
Penulis: Abdullah Alawi
Dari Nu Online: nu.or.id
Mujahidin Cyber Pesantren, Nasional, AlaSantri Mujahidin Cyber
